e-jurnal Politeknik Negeri Nusa Utara
Not a member yet
385 research outputs found
Sort by
IbM Kaum Ibu yang Berisiko Kanker Payudara di GMIST Imanuel Tahuna Kecamatan Tahuna Kabupaten Kepulauan Sangihe Propinsi Sulawesi Utara
Mitra sasaran program IbM, yaitu kaum perempuan yang tergabung pada organisasi keagamaan yang ada di Pelayanan Kategorial kaum perempuan rayon I dan II GMIST Jemaat Imanuel Tahuna Kecamatan Tahuna Kabupaten Kepulauan Sangihe Propinsi Sulawesi Utara. Daerah pemukimanan kedua kelompok mitra ini merupakan daerah yang berisiko tinggi terhadap terjadinya kanker payudara pada kaum perempuan.Masalah yang ada yaitu, meningkatnya kejadian kanker payudara pada kaum perempuan di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Hal ini didukung dengan penelitian yang dilakukan pada tahun 2015, dengan judul Gambaran kejadian kanker payudara di RSUD Liun Kendage Tahuna Kabupaten Kepulauan Sangihe Propinsi Sulawesi Utara. Dari 62 kasus yang ditemukan, sebagian besar sudah berada pada stadium lanjut. Bahkan ada kasus yang ditemukan pada lokasi program ini. Masalah yang dihadapi oleh ibu-ibu ini yaitu, belum mengetahui tentang kanker payudara, takut memeriksakan diri pada fasilitas kesehatan, belum mengetahui cara deteksi dini terjadinya kanker payudara, serta masih kurangnya sosialisasi dari petugas kesehatan tentang kanker payudara. Tujuan kegiatan ini yaitu, agar kaum perempuan yang menjadi mitra sasaran kegiatan ini, dapat mengetahui tanda-tanda dan gejala kanker payudara, mengurangi risiko terjadinya kanker payudara, dengan melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI), menjaga kebersihan diri dan memperpanjang usia harapan hidup. Metode pelaksanaan yang diterapkan yaitu: Penyuluhan, Demonstrasi/simulasi, melatih mitra sasaran dalam hal pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Evaluasi dan pendampingan bagi ibu-ibu yang berisiko. Luaran dari kegiatan ini, melakukan pemeriksaan payudara sendiri, menggunakan fasilitas kesehatan, Jurnal Artikel Ilmiah Nasional terakreditasi dan buku praktis/brosur/liflet
IbM Pengenalan Alat Tangkap Bubu Rangka Besi untuk Menangkap Kepiting di Kampung Beeng
Perikanan tangkap adalah usaha perikanan yang paling dominan di Kabupaten Kepulauan Sangihe karena dari total produksi perikanan mencapai 90 persen. Usaha penangkapan kepiting masih menggunakan bubu tradisional yang terbuat dari anyaman bambu di mana dalam waktu tertentu akan cepat rusak dan dapat mengakibatkan lolos/hilangnya hasil tangkapan. Sehingga, perlu dilakukan pengembangan teknologi penangkapan ikan yang ramah lingkungan, dengan harapan dapat memanfaatkan sumberdaya perikanan secara berkelanjutan. Sasaran program pengabdian pada masyarakat ini adalah Kelompok Nelayan di Kampung Beeng Kecamatan Tabukan Selatan Tengah, dimana mereka memiliki tingkat ekonomi yang rendah. Masyarakat mendapatkan 12 unit alat tangkap bubu rangka besi, dimana juga merupakan salah satu bentuk luaran dari kegiatan pengabdian ini. Pusat Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Nusa Utara memiliki staf penyuluh yang sudah memiliki kualifikasi dalam mengembangkan IPTEKS bagi masyarakat khususnya dalam teknologi penangkapan ikan. Pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat di Kampung Beeng dilaksanakan dengan tahapan sebagai berikut survey, kegiatan pengabdian yang meliputi penyuluhan mengenai cara pembuatan bubu rangka besi, pemasangan dinding bubu, pembuatan mulut bubu dengan menggunakan ember plastik dan pembuatan kantong umpan serta cara pemasangannya (demonstrasi). Penyuluhan mengenai umpan serta cara dan waktu pengoperasian bubu rangka besi. Kegiatan pengabdian diharapkan memberikan wawasan baru bagi para kelompok nelayan Kampung Beeng untuk menangkap kepiting bakau tanpa merusak lingkungan. Dan juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat
Program Pengabdian pada Masyarakat Internal Ipteks bagi Masyarakat (IbM) Kelompok Budidaya Benih Unggul Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) di Kampung Taloarane Kecamatan Manganitu, Kabupaten Kepulauan Sangihe Sulawesi Utara
Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang mempunyai nilai ekonomis, mudah dibudidayakan dan digemari oleh masyarakat. Kampung Taloarane merupakan salah satu desa di Kecamatan Manganitu Kabupaten Kepulauan Sangihe yang memiliki potensi untuk pengembangan usaha budidaya darat. Pengabdian pada Masyarakat bertujuan meningkatkan pemahaman penduduk/ mitra tentang peranan benih dalam budidaya ikan dan cara budidaya ikan nila (O. niloticus). Metode dalam pelaksanaan Pengabdian Pada Masyarakat yaitu metode pendidikan, metode pelatihan dan metode pendampingan. Tahapan pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat adalah tahap persiapan (penentuan lokasi kegiatan pengabdian dan mengurus perijinan pelaksanaan Pengabdian Pada Masyarakat), tahap persiapan pelaksanaan (persiapan surat ijin, peralatan yang dibutuhkan, pembuatan modul pelatihan), tahap pelaksanaan (penyuluhan tentang teknik budidaya ikan nila, pakan, penyakit dan pengelolaan kualitas air untuk usaha budidaya ikan nila), dan tahap monitoring dan evaluasi (monitoring dan evaluasi terkait dengan kegiatan pengabdian pada masyarakat). Hasil Pengabdian Pada Masyarakat adalah kelompok-kelompok pembudidaya ikan atau kelompok tani ikan di Kampung Taloarane I lebih memahami teknik atau cara budidaya ikan air tawar yang tepat guna sehingga dapat menghasilkan benih dan induk yang unggul, produksi yang baik dan berkualitas serta dapat meningkatkan ekonomi keluarga. Melalui kegiatan ini masyarakat pembudidaya ikan di Kampung Taloarane dapat melakukan perbaikan sistem budidaya ikan dengan benar dan juga memperhatikan kualitas air sehingga dapat meningkatkan produksi ikan nila
IbM Pelatihan Pengoperasian Komputer dan Aplikasi Perkantoran di Kampung Kalama Darat
Pemerintah Kampung Kalama Darat dalam hal ini sebagai penyelenggara pelayanan publik di tingkat kampung masih memiliki kendala terkait masih minimnya sumber daya manusia yang mampu mengoperasikan komputer dan memahami aplikasi perkantoran sebagai sarana dan prasarana penunjang pelayanan publik. Sehingga dianggap perlu untuk melakukan pelatihan penggunaan komputer dan aplikasi perkantoran bagi Perangkat Kampung Kalama Darat. Berdasarkan evaluasi hasil pelaksanaan kegiatan IbM pelatihan pengoperasian komputer dan aplikasi perkantoran di Kampung Kalama Darat telah mencapai target luaran dimana melalui kegiatan ini telah tersedia sarana dan sumber daya manusia yang memadai untuk peningkatan kualitas pelayanan publik di Kampung Kalama Darat
PKM KELOMPOK NELAYAN BERESIKO MASALAH KESEHATAN DI KAMPUNG PALARENG KECAMATAN TABUKAN SELATAN PROVINSI SULAWESI UTARA
Palareng village is located in Tabukan Selatan district, Regency of Sangihe Island, North Sulawesi Province. Based on the Geographical location, this Palareng village is a land located in Sangihe Archipelago but because there is no connecting road between Palareng and the city of Tabukan Selatan , in order we can visit this village we have use the small boat and the said village can be reached within 20 minutes if the weather and the ocean are good. If the water recedes then the boat can not lean to the village, the passengers have to go down on the neighboring beach that can be tie up and take the land route as far as 100 meters from the village. Based on the preliminary research, majority the community of Palareng is fisherman, local people do diving activities for catching the fish in traditional way, namely “Memiti”. Based on the data from the society there were 2 victims who died because of barotrauma and decreased consciousness. There are 40 traditional divers in this village. The method used to overcame the problems of the partners were the training that given the knowledge about health problems due to diving activities for the fisherman. After the training the knowledge of the participants has 70 persen increase and they knew the techique of Basic Life Support. Expected outcome of this program that the marine accidents will decrease and death will be avoided
PKM MASYARAKAT PESISIR DENGAN PENCEGAHAN DIABETES MELITUS DAN HIPERURISEMIA DI KAMPUNG BULO KECAMATAN TABUKAN SELATAN KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE PROVINSI SULAWESI UTARA
Diabetes Melitus (DM) adalah suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang disebabkan oleh karena adanya peningkatan kadar gula darah (glukosa) darah akibat kekurangan insulin baik absolut maupun relative. Sedangkan hiperurisemia (asam urat berlebih) adalah kosentrasi asam urat yang larut dalam darah (lebih dari 6.8 mg/dl) akibat over produksi asam urat atau ekskresi (pengeluaran) yang berkurang serta kelainan kosentrasi zat dalam serum yang cukup sering ditemukan. Kampung Bulo Kecamatan Tabukan Selatan merupakan salah satu kampung di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Kampung ini terletak kurang lebih 5 mil dari Ibukota Kecamatan dan merupakan sebuah pulau yang harus dilalui dengan perahu motor kira-kira 15-20 menit Karakteristik masyarakat di Kampung Bulo Kecamatan Tabukan Selatan sangat berpotensi menimbulkan angka kasus DM dan hiperurisemia menjadi tinggi karena masyarakat Kampung Bulo mengalami perubahan gaya hidup yakni sering mengkonsumsi makanan tinggi purin dan memiliki kebiasaan minum alcohol serta kurangnya pengawasan terhadap peningkatan kadar gula darah dan kadar asam urat berlebih dalam darah. Metode yang digunakan untuk menyekesaikan permasalahan mitra adalah dengan penyuluhan kesehatan dan pemeriksaan kesehatan. Masyarakat yang hadir saat penyuluhan kesehatan berjumlah 48 orang dan yang melakukan pemeriksaan kesehatan berjumlah 41 orang
PKM WANITA USIA SUBUR YANG BERISIKO KANKER CERVIKS PADA KEGIATAN PUSAT PENGEMBANGAN ANAK (PPA) ID-120 AGAPE GMIST IMANUEL TAHUNA KECAMATAN TAHUNA KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE
Mitra sasaran program kemiteraan masyarakat (PKM), yaitu kaum perempuan (orang tua) anakanak peserta Pusat Pengembangan Anak (PPA) ID-120 Agape yang tersebar di beberapa kelurahan yang ada di kota Tahuna. Kabupaten Kepulauan Sangihe. Pelaksanaan kegiatan ini disponsori oleh Luar Negeri yaitu Negara Swis sehingga pendanaannya sebagian besar dari Negara tersebut yang bekerjasama dengan GMIST Jemaat Imanuel Tahuna. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang berupa penyuluhan tentang kanker Cerviks ini adalah program dari pengurus PPA ID-120 Agape GMIST Jemaat Imanuel Tahuna yang tertuang dalam out comes Gereja Mitra secara holistik, diantaranya pengembangan fisik dengan sasaran yaitu kaum perempuan/orang tua dari anak-anak asuh. Permasalahan yang dihadapi oleh mitera sasaran yaitu masih minimnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, faktor ekonomi keluarga menengah kebawah, kurangnya sosialisasi/penyuluhan dari instansi yang terkait, personal hygiene yang kurang serta resiko terjadinya kanker cerviks pada semua wanita. Tujuan kegiatan ini yaitu agar kaum perempuan (orang tua) dari anak-anak PPA yang menjadi mitra sasaran kegiatan ini, dapat dibekali dengan pengetahuan tentang kesehatan alat reproduksi, dimana wanita usia subur berisiko tinggi terhadap terjadinya kanker Cerviks. Metode pelaksanaan yang diterapkan yaitu: penyuluhan kesehatan reproduksi kaum perempuan. Luaran dari kegiatan ini, melakukan pemeriksaan pap Smer, menggunakan fasilitas kesehatan, jurnal Artikel Ilmiah Nasional ber ISSN dan buku praktis/brosur/leflet. Kesimpulan: Pelaksanaan kegiatan berjalan dengan baik
APLIKASI PEMINJAMAN ALAT PRAKTIKUM DI JURUSAN TEKNIK KOMPUTER DAN KOMUNIKASI MENGGUNAKAN BARCODE
Laboratory of technique computer and communication in supporting the competency and skill students still have a number of problems more specifically to theprocess lending equipment laboratory, where the process of lending there still efficiently and effectively so that the recording lending equipment has not beenregistered with better that way also with the condition of the equipment that are loaned so that data lending not complete and risks a loss and damage equipment laboratory. The purpose of this research is to build an application that can help the lending instrument, data collection, and efficiency and effectiveness condition instrument.The result of this research is an application that petrified the process easier and fast.This system uses programming language visual basic.net and use a database mysql
APLIKASI KITOSAN KULIT UDANG WINDU (Panaeus monodon) SEBAGAI PENGAWET ALAMI PADA TAHU
Kitosan adalah bahan bioaktif dan aktivitasnya dapat diaplikasikan dalam bidang farmasi, pertanian, dan antibakteri yang salah satunya pada tahu. Tahu termasuk bahan makanan yang berkadar air tinggi. Besarnya kadar air dipengaruhi oleh bahan penggumpal. Bahan penggumpal asam menghasilkan tahu dengan kadar air lebih tinggi dibanding garam kalsium hal ini disebabkan oleh kadar airnya yang sangat tinggi. Makanan yang berkadar air tinggi umumnya kandungan protein agak rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari kitosan kulit udang sebagai pengawet alami dalam mengawetkan tahu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode experimental laboratory. Hasil yang diperoleh bahwa pada perlakuan antibakteri larutan kitosan pada Tahu nilai Angka Lempeng Total (ALT) pada control sebesar (3.0 x 104), pada konsentrasi larutan kitosan 0,25% sebesar (1.9 x 105), pada konsentrasi 1,25% sebesar (2.2 x 102) dan konsentrasi 2,50% sebesar (3.6 x 105) sesuai standar SNI. Pengujian nilai pH hasil terbaik yaitu pada perlakuan larutan kitosan dengan konsentrasi 2,5% denganjumlah (8.46), pada pengujian nilai kadar air yang terbaik pada perlakuan larutan kitosan dengan konsentrasi 0,25% (87.13%), dan pada pengujian nilai kadar abu yang terbaik pada perlakuan larutan kitosan dengan konsentrasi 0,25 % dengan jumlah (0.15%)
PEMANFAATAN LEMNA MINOR SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN PAKAN UNTUK PERTUMBUHAN, EFISIENSI DAN SINTASAN HIDUP IKAN NILA (OREOCHROMIS NILOTICUS)
Ikan nila (Oreochromis noliticus) merupakan ikan yang mudah dibudidayakan dan untuk meningkatkan produksi ikan nila, budidaya secara intensif perlu dilakukan dengan pemberian makanan yang berkualitas, kualitas air yang perlu diperhatikan. Pakan merupakan salah satu faktor penting produksi dalam suatu kegiatan budidaya ikan, terutama pada sistem budidaya intensif. Pemanfaatan bahan baku lokal yaitu Lemna minor sangat cocok karena Lemna memilki kandungan protein yang tinggi mencapai 10-40% berdasarkan berat kering). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan terdiri dari A (Tanpa Lemna minor), B (Tepung Lemna minor 20%), C (Tepung Lemna minor 40% dan D (Pelet Komersil). Ikan yang akan digunakan adalah ikan nila (Oreochromis niloticus) ukuran 5-8 cm yang dipelihara pada 3 hapa. Pakan uji yang diberikan adalah pakan buatan dengan menggunakan Lemna minor sebagai bahan baku pakan dan frekuensi pemberian 3 kali sehari. Parameter yang diamati yaitu pertumbuhan, sintasan dan efisiensi pakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembuatan pakan terdiri dari tahapan persiapan bahan baku pakan, penggilingan/pengayakan, pencampuran bahan, pencetakan peletdan pengeringan serta tahapan terakhir yaitu penyimpanan pelet. Hasil pengukuran pertumbuhan perlakuan B (Lemna minor 20%) menunjukan nilai tertinggi yaitu 2,52 cm dan 6,87g