e-jurnal Politeknik Negeri Nusa Utara
Not a member yet
385 research outputs found
Sort by
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG PERAWATAN PAYUDARA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUMA
Kanker Payudara merupakan kanker yang ada pada wanita baik di Negara maju dan Negara berkembang. Data World Health Organization (WHO) diperkirakan bahwa lebih dari 508.000 wanita di seluruh dunia meninggal pada tahun 2011 karena kanker payudara. Survey demografi kesehatan Indonesia 2008–2009 menunjukkan bahwa 55 persen ibu menyusui mengalami mastitis dan puting susu lecet. Dari data yang didapatkan di RSUP Prof Dr. R. D. Kandou Manado diperoleh 151 kanker payudara. Perawatan payudara sangat penting untuk merangsang pemulihan otot-otot rahim berkontraksi dan meningkatkan kualitas Air Susu Ibu. Tujuan peneliti ini ialah untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu nifas tentang perawatan payudara di Wilayah Kerja Puskesmas Kuma. Desain penelitian yang di gunakan ialah metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini ialah seluruh ibu nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Kuma, jumlah sampel ialah 30 responden. Instrument penelitian ini menggunakan kuesioner. Berdasarkan hasil penelitiandari 30 responden hasil yang didapat 77 persen berpengetahuan baik dan 7 persen berpengetahuan cukup. Hasil penelitian Gambaran Pengetahuan Ibu Nifas tentang Perawatan Payudara di Wilayah Kerja Puskesmas Kuma berada pada kategori baik. Diharapkan bagi pihak Puskesmas dapat meningkatkan pemberian penyuluhan dalam bidang kesehatan terutama pada ibu nifas
GAMBARAN PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG GIZI SEIMBANG PADA ANAK USIA SEKOLAH DI KAMPUNG PALARENG KECAMATAN TABUKAN SELATAN
Sumber daya manusia terutama kepada anak diberikan makanan yang mengandung gizi seimbang. Anak mengalami pertumbuhan yang baik jika orang tua mampu memberikan asupan makanan yang baik. Makanan yang mengandung gizi seimbang dapat membantu anak dalam melaksanakan aktifitasnya sebagai penerus bangsa. Anak yang mengkonsumsi gizi seimbang umumnya mengalami pertumbuhan baik dari segi fisik maupun dalam fungsi tubuh yang lebih kuat. Tubuh yang kuat dalam masa anak yang rentan antara bayi sampai remaja dapat membantu anak dapat mengalami pertumbuhan otak sebelum menjadi anak sekolahan. Tujuan Penelitian : Diketahuinya gambaran pengetahuan orang tua tentang gizi seimbang pada anak usia sekolah.Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu rancangan penelitian deskritif dengan metode survey. Populasi yang digunakan pada penelitian ini yaitu populasi terjangkau sebanyak 40 dengan pengambilan sampel ialah total sampling dan berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi. Hasil Penelitian yaitu hasil Pengetahuan orang tua tentang gizi seimbang pada anak usia sekolah di Kampung Palareng berpengetahuan baik sebanyak 26 responden (65 persen).Kesimpulan hasil penelitian yaitu pengetahuan orang tua tentang gizi seimbang pada anak usia sekolah di Kampung Palareng 65 persen berpengetahuan baik. Diharapkan orang tua dapat mempraktekan pengetahuan mereka yang baik tentang gizi seimbang kepada anak-anak agar kesehatan anak dapat optimal
GAMBARAN KELUHAN PENYAKIT DEKOMPRESI PADA PENYELAM TRADISIONAL DI KAMPUNG SIMUENG KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE TAHUN 2017
Pada dasarnya nelayan penyelam tradisional yang sering disebut dengan nelayan kompresor yaitu penyelam yang menggunakan peralatan sangat terbatas. Potensi bahaya dapat dilihat juga dari perilaku nelayan yang bekerja tanpa memperhatikan aspek keselamatan (safety diving), keluhan yang sering terjadi antara lain rasa kesemutan pada daerah persendihan, gatal, keluar darah dari hidung bahkan dapat terjadi kelumpuhan (Navisah 2016). Metode yang digunakan dalam Penelitian ini ialah deskriptif dengan pendekatan survey pada 40 orang penyelam tradisional yang juga berprofesi sebagai nelayan di Kampung Simueng, Kabupaten Kepulauan Sangihe yang dilaksanakan selang bulan Mei 2017. Hasil penelitian menunjukan bahwa gejala ringan 35 persen dan berat 27 persen. Gejala ringan dialami berupa nyeri sendi, gatal – gatal, timbul bercak darah pada kulit dan kesemutan, adapun selain itu gejala berat yang dialami responden berupah pecah pembuluh darah, lumpuh, dan tuli. Kesimpulan dalam penelitian yakni sebagian responden mengalami gangguan akibat penyelaman, hal tersebut diakibatkan karena penyelam tidak mengikuti aturan serta standar penyelaman yang baik dan menurut para nelayan mereka belum pernah mendapatkan materi/penyuluhan tentang standar penyelaman oleh karena itu pelulis menyarankan kepada Pemerintah Daerah untuk menyelenggarakan pelatihan standar penyelaman kepada para Nelayan tersebut
PKM PERBAIKAN PERAHU PENANGKAP IKAN JULUNG – JULUNG DI KAMPUNG PALARENG KECAMATAN TABUKAN SELATAN KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE
Kearifan lokal yang ada di Kampung Palareng yaitu kebudayaan menangkap ikan Julung – julung dengan alat tangkap soma giop dan perahu penangkap ikan julung – julung, dimana merupakan penunjang kelangsungan hidup kelompok nelayan yang ada di sana. Kekayaan budaya ini hampir punah karena keterbatasan dana untuk melakukan perbaikan dan perawatan terhadap perahu penangkap ikan julung – julung. Perahu penangkap ikan Julung – julung yang ada di Kampung Palareng sudah usang dan lapuk. Sehingga, perlu untuk melakukan perbaikan perahu penangkap ikan julung – julung. Program PKM di Kampung Palareng diharapkan dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat nelayan yang ada di sana. Serta, dengan adanya perbaikan perahu penangkap ikan julung – julung ini merupakan langkah penguatan kearifan lokal yang hampir punah. Tahapan kegiatan pengabdian pada masyarakat yaitu survey, pengenalan dan sosialisasi tim PKM, pelatihan masyarakat, perbaikan perahu penangkap ikan julung – julung, monitoring dan penguatan kearifan lokal soma giop
TINGKAH LAKU IKAN CUPANG (Betta splendes) TERHADAP PAKAN YANG BERBEDA
Ikan cupang (Betta splendes) adalah salah satu ikan hias air tawar di daerah tropis (Linke, 1994). Salah satu keistimewaan ikan cupang adalah daya tarik pada warna yang dimunculkan dari tubuhnya seperti bentuk, tampilan dan warnanya (Susanto, 1992). Fungsi utama pakan adalah untuk kelangsunan hidup dan pertumbuhan (Mujiman, 1992). Tingkah laku ikan terhadap pakan secara umum mempunyai dua pola yaitu aktif mencari pakan pada siang hari (diurnal) dan malam hari (nokturnal). Untuk ikan cupang termasuk tipe diurnal (Mudjiman, 2008). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkah laku atau respon ikan cupang (Betta splendes) terhadap pakan yang berbeda dan untuk mengetahui pertumbuhan dan sintasan hidup ikan cupang (Betta splendes). Wadah yang digunakan dalam penelitian adalah toples kaca sebanyak 9 buah. Ikana cupang yang menjadi obyek penelitian sebanyak 9 ekor. Pakan yang diberikan adalah pakan cacing sutra (Tubifex sp), cacing darah, dan pelet “Takari” sebanyak 2 (dua) kali dalam sehari secara “ed libitum”. Respon makan ikan cupang berbeda-beda, dimana pemberian cacing sutra adalah kurangaktif, pakan cacing darah adalah sangat aktif dan pakan Takari adalah aktif. Pertumbuhan panjang rata-rata ikan cupang yang tertinggi pada wadah B (cacing darah) yaitu 3,3 cm dan diikuti wadah C (pakan Takari) yaitu 3,0 cm dan wadah A (cacing sutra) yaitu 2,9 cm. Pertambahan berat rata-rata yang tertinggi pada wadah B (cacing darah) yaitu 1,50gr, sedangkan wadah C (pakan Takari) yaitu 1,20 gr dan wadah A (cacing sutra) yaitu 1,07gr. Tingkat keberhasilan hidup ikan cupang (B.splendes) untuk semua wadah pemeliharaan adalah 100%
POLA ASUH IBU TERHADAP ANAK USIA PRASEKOLAH DI PAUD EFRATA TAHUNA KECAMATAN TAHUNA
Pola asuh orang tua merupakan segala bentuk dan proses interaksi yang terjadi antara orang tua dan anak yang merupakan pola pengasuhan tertentu dalam keluarga yang akan memberi pengaruh terhadap perkembangan kepribadian anak. Anak usia prasekolah adalah mereka yang berusia antara tiga sampai enam tahun. Anak prasekolah adalah pribadi yang mempunyai potensi berbagai macam potensi. Potensi-potensi itu di rangsang dan di kembangkan agar pribadi anak tersebut berkembang secara optimal. Tertunda atau terhambatnya perkembangan potensi-potensi itu akan mengakibatkan timbulnya masalah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan metode survey yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang pola asuh ibu terhadap anak usia prasekolah. Pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa yang menerapkan pola asuh otoriter ada 2 responden (5.4 persen), yang menerapkan pola asuh Demokratis ada 32 responden (86.5 persen) dan 3 responden (8.1 persen) menerapkan pola asuh permisif. Dari hasil penelitian dan pembahasan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Pola asuh ibu terhadap anak usia prasekolah di PAUD EFRATA Tahuna menerapkan tipe pola asuh Demokratis yaitu sebanyak 86.5 persen). Diharapkan sebagai guru agar dapat mengajarkan sikap yang menunjukan perilaku mandiri dan dapat membuat anak mudah berinteraksi dengan teman sebayanya dengan baik, mampu menghadapi stress, mempunyai minat terhadap hal-hal yang baru, kooperatif dengan orang dewasa, penurut, patuh, dan berorientasi pada prestasi
TINGKAT KECEMASAN IBU DALAM MENGAHADAPI MASA MENOPAUSE DI KAMPUNG NAHA 1 KECAMATAN TABUKAN UTARA
Manusia mengalami pertumbuhan dan perkembangan dalam berbagai tingkatan umurnya. Semakin meningkat umurnya maka pertumbuhan dan perkembangan akan berhenti pada suatu tahap yang mengakibatkan berbagai perubahan fungsi tubuh. Perubahan fungsi tersebut biasanya terjadi pada proses menua. Proses ini banyak terjadi perubahan fisik maupun psikologis. Perubahan yang terjadi tersebut paling banyak pada proses menua seorang wanita karena terjadi suatu fase yang dinamakan menopause (Sulistyawati, 2010). Tujuannya untuk diketahui tingkat kecemasan ibu dalam menghadapi masa menopause di Kampung Naha 1 Kecamatan Tabukan Utara. Jenis dan penelitian ialah penelitian deskriptif dengan metode survei yang bertujuan untuk mengukur Tingkat Kecemasan Ibu dalam menghadapi Masa Menopause di Kampung Naha1Kecamatan Tabukan Utara. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu-ibu yang sudah menopause yang bertampat tinggal di Kampung Naha 1 Kecamatan Tabukan Utara berjumlah 25 orang. Sampel yang digunakan dalam peneitian ini ialah total sampling dengan Kriteria Inklusi dan Ekslusi. Data diperoleh melalui kuesioner yang dibagikan kepada responden. Pengolaan data melalui beberapa proses seperti Editing, Coding, Scoring, dan Tabulatig.Hasil penelitian di Kampung Naha 1 Kecamatan Tabukan Utara tentang Tingkat Kecemasan Ibu dalam menghadapi Masa Menopause dengan jumlah 25 responden diperoleh Tingkat Kecemasan yang paling banyak ialah tingkat Kecemasan dengan kategori Panik sebanyak 13 responden (44 persen).Kesimpulan dari peneitian ini adalah Tingkat Kecemasan Ibu dalam menghadapi Masa Menopause memilki Tingkat Kecemasan yang Panik. Oleh sebab itu, bagi pemerintah Kampung Naha 1 agar dapat melakukan menjelasan mengenai Masa Menopause kepada ibu-ibu lainnya di suatu organisasi, agar semua ibu-ibu dapat mengetahui apa itu Menopause
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU MASYARAKAT DALAM MEMBUANG SAMPAH DI TEPI PANTAI KELURAHAN KOLONGAN AKEMBAWI KECAMATAN TAHUNA BARAT
Volume sampah di Indonesia sekitar 1 juta meter kubik setiap hari, namun baru 42 persen di antaranya yang terangkut dan diolah dengan baik. Jadi, sampah yang tidak diangkut setiap harinya sekitar 348.000 meter titik atau sekitar 300.000 ton (Departemen Pekerjaan Umum, 2012). Dari survey awal peneliti terlihat banyaknya tumpukan sampah di tepian pantai Kolongan Akembawi Kecamatan Tahuna Barat, bedasarkan wawancara dengan beberapa mayarakat dan pemerintah bahwa pada umumnya yang tinggal disekitar pentai membuang sampah di tepi pantai. Tujuan penelitian adalah 1.Mengetahui hubungan pendidikan dengan perilaku masyarakat dalam membuang sampah di tepi pantai, 2. Mengetahui hubungan pengetahuan dengan perilaku masyarakat dalam membuang sampah di tepi pantai, Mengetahui hubungan sikap dengan perilaku masyarakat dalam membuang sampah di tepi pantai, 4. Mengetahui hubungan ketersediaan sarana dan prasarana dengan perilaku membuang sampah di tepi pantai. Rancangan Cross sectional study dengan jumlah menggunakan rumus Stanley Lamesshow sampel 94,. Tempat penelitian di Kel. Kolongan Akembawi RT I, II, III Kecamatan Tahuna barat. Hasil penelitian didapatkan bahwa ; 1. Tidak ada hubungan tingkat pendidikan dengan perilaku masyarakat dalam membuang sampah di tepi pantai, 2. Ada hubungan pengetahuan dengan perilaku masyarakat dalam membuang sampah di tepi panntai, 3.Tidak ada hubungan sikap dengan perilaku masyarakat dalam membuang sampah di tepi pantai, 4.Ada hubungan yang signifikan antara sarana prasarana dengan perilaku masyarakat dalam membuang sampah
TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU HIGIENE SANITASI PENGOLAH MAKANAN DI TEMPAT PENGELOLAAN MAKANAN (TPM) KAWASAN PESISIR BOULEVARD TAHUNA KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE
Prinsip higiene dan sanitasi makanan adalah pengendalian terhadap empat faktor penyehatan makanan yaitu faktor tempat/bangunan, peralatan, orang, dan bahan makanan. Menurut data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sangihe, pada tahun 2017 tercatat 366 TPM yang tersebar di 17 kecamatan. Kecamatan dengan jumlah TPM terbanyak adalah Kecamatan Tahuna Timur (82 tempat) dan Tahuna (77 tempat). Pembangunan infrastruktural Kabupaten Kepulauan Sangihe pada tiga tahun terakhir (2015-2017) sangat terlihat di kawasan pesisir Teluk Tahuna yang sering disebut Boulevard oleh masyarakat Sangihe, terutama setelah reklamasi kawasan Boulevard di kelurahan Apeng Sembeka dan pembangunan jembatan yang menghubungkan kelurahan Tidore dan kelurahan Towo. Oleh karena perkembangannya maka semakin meningkat pula jumlah TPM di kawasan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan perilaku higiene sanitasi pengolah makanan di kawasan pesisir Boulevard Tahuna Kabupaten Kepulauan Sangihe. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sumber informasi yang bermanfaat bagi Puskesmas dan Pemerintah Kelurahan agar dapat meningkatkan pengawasan higiene sanitasi makanan di TPM kawasan pesisir Boulevard yang semakin meningkat jumlahnya. Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat menambah pengetahuan bagi pengolah makanan sehingga dapat menerapkan standar higiene sanitasi dalam pengolahan makanan dan dapat dijadikan awal pengembangan penelitian berikutnya. Rancangan penelitian digunakan dalam penelitian ini ialah penelitian deskriptif. Populasi dan sampel adalah pengolah makanan di TPM Kawasan Pesisir Boulevard Tahuna Kabupaten Kepulauan Sangihe yang berjumlah 14 orang. Tingkat pengetahuan diukur dengan menggunakan instrumen kuesioner penilitian yang diisi dan diwawancarai, sedangkan perilaku diukur dengan menggunakan lembar observasi yang diamati langsung pada saat dilakukan penelitian. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini yaitu : Tingkat Pengetahuan Pengolah Makanan tentang Higiene Sanitasi di TPM Kawasan Pesisir Boulevard Tahuna Kabupaten Kepulauan Sangihe ada dalam kategori Baik dengan persentase 100 persen, sedangkan perilaku higiene sanitasi pengolah makanan sebagian besar berkategori Kurang dengan persentase 71,4 persen. Saran yang diberikan sebagai rekomendasi yaitu perlu adanya sosialisasi tentang higiene sanitasi Pengolahan Makanan sesuai Peraturan Menteri Kesehatan oleh Dinas Kesehatan bekerja sama dengan Pemerintah Kelurahan atau Kecamatan dan juga para ahli/pakar di bidang Gizi dan Kesehatan Lingkungan khususnya higiene sanitasi Pengolahan Makanan, serta perlu adanya pengawasan dan kontrol yang intensif dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sangihe, sehingga bagi TPM yang tidak sesuai ketentuan dapat diberikan peringatan ataupun punishment
GAMBARAN KECEMASAN ORANG TUA SELAMA ANAK DIRAWAT DI RUANGAN ANGGREK BLUD RSU LIUNKENDAGE TAHUNA
kecemasan merupakan perasaan yang paling umum dialami orang tua ketika ada masalah kesehatan pada anaknya. Hampir setiap orang merasa cemas saat anak mereka mengalami hospitalisasi. Kecemasan ini dapat meningkat apabila orang tua merasa kurang informasi terhadap penyakit anaknya dari rumah sakit terkait. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan metode survey. Pengambilan data menggunakan kuesioner. Responden dalam penelitian ini semua orang tua yang anaknya dirawat di ruangan Anggrek berjumlah 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan kecemasan responden dikategorikan kecemasan ringan sebanyak 17 responden (57 persen), kecemasan sedang sebanyak 7 responden (23 persen), dan tidak cemas sebanyak 6 responden (20 Persen). Dapat disimpulkan bahwa kecemasan orang tua selama anak dirawat di ruangan Anggrek BLUD RSU Liunkendage Tahuna berada pada kategori cemas ringan. Disarankan perawat dapat membantu orang tua untuk mengatasi kecemasan yang dialami orang tua berupa penjelasan tentang prosedur saat anak dirawat dan sebelum pemberian tindakan