e-jurnal Politeknik Negeri Nusa Utara
Not a member yet
385 research outputs found
Sort by
Budidaya Ikan Kolam Terpal di Kampung Kendahe II, Kecamatan Kendahe, Kabupaten Kepulauan Sangihe
Mitra sasaran Program Iptek bagi Masyarakat (IbM) berlokasi di Kampung Kendahe II. Pengabdian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengatasi masalah musim paceklik cuaca buruk di laut sehingga nelayan tidak bisa mencari ikan dan masalah kondisi tanah yang berpasir dan tidak dapat menahan air sehingga sulit membudidaya ikan, sehingga dilakukan pengabdian pada masyarakat budidaya kolam terpal sebagai alternatif yang baik di Kampung Kendahe II, Kecamatan Kendahe. Budidaya pada kolam terpal merupakan alternatif mata pencaharian dan pilihan yang tepat pada kondisi tanah yang berpasir karena pada tanah berpasir air akan terus berkurang karena langsung meresap ke tanah. Kondisi daerah pesisir pantai dan ketersediaan air tawar yang kurang memungkinkan usaha budidaya kolam terpal selanjutnya memberikan kontribusi yang sangat berarti bagi perekonomian masyarakat di daerah ini. Tujuan IbM: 1) memberi bantuan kolam terpal bagi kelompok pembudidaya ikan. 2) memberi bantuan benih ikan nila bagi kelompok pembudidaya sebagai bibit budidaya alternatif ketika menghadapi paceklik di laut. Luaran program IbM yang telah dicapai: 1) kelompok pembudidaya telah membuat kolam terpal yang diberi oleh Tim IbM sebagi alternatif mata pencaharian. 2) Ikan nila yang diberikan olah Tim telah dibudidayakan pada kolam terpal
IbM Teknik Penanganan Pasca Tangkap dan Pengesan Ikan Segar Kelompok Nelayan Bahari dan Kelompok Nelayan Usaha Mina Pulau Manipa Desa Nanadakele Kecamatan Nusa Tabukan
Tujuan dari kegiatan IbM ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan mengenai teknik penanganan ikan pasca tangkap yang benar dan teknik pemberian es, metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu diawali dengan observasi dan wawancara selanjutnya dilakukan penyuluhan. Pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat di Desa Nanedakele dilaksanakan dengan tahapan survei, penyuluhan mengenai Cara Penanganan Ikan Yang Baik (CPIB), penyuluhan mengenai teknik pengesan, penyuluhan mengenai sanitasi dan hygine pemberian bantuan peralatan penanganan ikan pasca tangkap dan evaluasi. Hasil dari pengabdian ini didapatkan kesimpulan Kelompok nelayan dapat mengetahui cara Penanganan Ikan yang Baik (CPIB) atau pedoman dan tata cara penanganan ikan hasil tangkapan, termasuk pembongkaran dari kapal yang baik untuk memenuhi persyaratan jaminan mutu dan keamanan hasil penangkapan, Kelompok nelayan dapat memaksimalkan penggunaan es untuk menjaga kesegaran hasil tangkapan sekaligus mempertahankan mutu dan nilai jual, Dapat memberikan bantuan peralatan penanganan untuk menunjang pengaplikasian penjaminan mutu dan keamanan hasil tangkapan
IbM Kelompok Nelayan Lindongan I dan Lindongan Ii Desa Tawoali:
Metode pelaksanaan kegiatan ini meliputi tahapan Survei, mengindentifikasi masalah yang ditemui oleh masyarakat nelayan Desa Tawoali dan melakukan pelatihan dan penyuluhan kepada masyarakat nelayan. Selanjutnya diberikan bantuan kepada masyarakat untuk mempermudah kegiatan penanganan di atas kapal dan tahapan terakhir adalah monitoring dan evaluasi pasca pelaksanaan kegiatan pengabdian. Pencapaian hasil kegiatan ini adalah 1) Masyarakat nelayan Desa Tawoali mampu melakukan teknik penanganan yang baik dan benar 2) masyarakat nelayan Desa Tawoali mampu melakukan cara pengesan yang baik dan benar 3) masyarakat nelayan Desa Tawoali mampu melakukan penerapan sanitasi higienis selamam penanganan ikan
PENINGKATAN KUALITAS HASIL TANGKAPAN MELALUI PENERAPAN SISTEM RANTAI DINGIN DI KELURAHAN SANTIAGO
Masyarakat Kelurahan Santiago Kecamatan Tahuna Kepulauan Sangihe merupakan daerah yang penduduknya mayoritas bermata pencaharian sebagai nelayan. Kurangnya pengetahuan tentang penanganan hasil perikanan secara efektif dan efisien membuat hasil tangkapan masyarakat nelayan kelurahan Santiago mengalami penurunan kualitas dan itu sangat berpengaruh pada penurunan harga jual. Akibatnya pendapatan dan tingkat kesejahteraan menurun. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat nelayan dalam menemukan pemecahan masalah di kelurahan Santiago Kecamatan Tahuna Kepulauan Sangihe. Nelayan harus dibekali dengan pengetahuan bagaimana menangani hasil-hasil tangkapan agar memperolah nilai jual yang relatif tinggi. Salah satu usaha agar produk hasil tangkapan tetap berkualitas adalah penanganan dengan sistem rantai dingin (Cold Chain System) mulai dari pasca panen sampai pada konsumen. Metode yang dilakukan yaitu pelatihan melalui ceramah dan diskusi memberikan pandangan kepada masyarakat akan pentingnya penanganan pasca tangkap untuk mempertahankan mutu dalam keadaan dingin sehingga tidak mudah busuk
PENGOPERASIAN ALAT TANGKAP TRADISIONAL DALOMBO (JALA LEMPAR) DI PERAIRAN KAMPUNG BINEBAS KECAMATAN TABUKAN SELATAN KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE
Kabupaten Kepulauan Sangihe memiliki potensi perikanan dengan total produksi mencapai 90 persen. Kampung Binebas merupakan salah satu kampung yang terletak di Kecamatan Tabukan Selatan. Hampir sebagian besar masyarakat di Kampung ini memanfaatkan laut sebagai sumber kebutuhan dan perekonomian keluarga. Di kampung ini terdapat berbagai jenis alat penangkapan ikan, salah-satunya yaitu alat tangkap Jala Lempar atau masyarakat biasa menyebutnya dengan Dalombo.Dalombo merupakan salah satu alat penangkapan ikan yang ramah lingkungan karena alat tangkap ini dioperasikan di pinggiran pantai yang dangkal. Proses pengoperasian alat tangkap Dalombo di kampung Binebas menarik untuk dikaji karena menggunakan teknik tertentu oleh masyarakat setempat. Alat danbahan yang digunakan yaitu alat tulis menulis, kamera, meteran, perahu pelang, timbangan dan alat tangkap Dalombo. Metode yang digunakan adalah partisipasi aktif di lapangan. Metode pengumpulan data yaitu wawancara dengan nelayan yang ada di kampung Binebas, buku, internet dan literatur lainnya. Data dianalisis secara deskriptif.Proses pengoperasian alat tangkap Dalombo dimulai dengan pengaturan posisi jaring pada tangan. Jaring dibagi menjadi 3 bagian yang sama hingga ke tahap pelemparan jaring. Hauling dilakukan dengan menarik perlahan tali penghubung diikuti dengan badan jaring hingga semuanya terangkat ke dalam perahu. Daerah penangkapan ikan dilakukan di pinggiran pantai dan daerah bakau dengan kedalaman sekitar 0,5 – 3 m
ANALISIS KONDISI HIDRO OSEANOGRAFI DI PERAIRAN TELUK TAHUNA KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE
Kabupaten Kepulauan Sangihe adalah salah satu daerah terluar dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kondisi hidro oseanografi suatu daerah dapat menunjang pengembangan wilayah tersebut menjadi lebih baik. Perairan Teluk Tahuna merupakan bagian dari Kabupaten Kepulauan Sangihe. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data pengukuran pasang surut di lapangan selama 14 hari, data angina dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika), dimana metode yang digunakan adalah metode perhitungan Fisher Tippet Type – 1. Jenis pasang surut di perairan teluk Tahuna adalah pasang surut semi diurnal, dimana dalam sehari terjadi dua kali pasang surut, dengan Muka air rerata (Mean Sea Level) adalah 2,3 m. Kecepatan arus rata – rata di perairan Perairan Teluk Tahuna adalah 0.2 m/s dimana merupakan arus cepat. Kala ulang gelombang 50 tahun mencapai 2.41 m dengan periode 6.7 m. Arah angin dominan adalah Timur Laut
GAMBARAN PENGETAHUAN TENTANG DIET DIABETES MELLITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SILOAM TAMAKO
Diabetes mellitus merupakan gangguan metabolik menahun yang diakibatkan oleh pankreas tidak dapat memproduksi cukup insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif sehingga dapat mengakibatkan terjadi peningkatan konsentrasi glukosa di dalam darah atau hiperglikemia. Data statistik World Health Organization (WHO) pada tahun 2015 menunjukan jumlah penderita DM dunia sekitar 171 juta jiwa dan di wilayah kerja Puskesmas Siloam Tamako sejak January 2016 sampai Mei 2017 terdapat 113 penderita DM Tujuan penelitian untuk Diketahuinya gambaran pengetahuan penderita tentang Diet Diabetes Mellitus di wilayah kerja Puskesmas Siloam Tamako.Rancangan penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif dengan metode survey, populasi dalam penelitiaan ini yaitu seluruh penderita penyakit diabetes mellitus yang memeriksakan penyakitnya di wilayah kerja Puskesmas Siloam Tamako selama bulan Juni 2017. Sampel pada penelitian ini berjumlah 30 responden. Analisa data menggunakan program computer microsoft word. Hasil Penelitian menunjukkan 21 responden (70 persen) berada pada kriteria pengetahuan cukup. Kesimpulan dari hasil penelitian yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Siloam Tamako diperoleh hasil dari 30 penderita DM sebanyak 21 responden (70 persen ) memiliki pengetahuan yang cukup tentang diet Diabetes Mellitus.Saran bagi responden kiranya dapat meningkatkan pengetahuan tentang diet pada pasien dengan diabetes mellitus
PKM PERBAIKAN ALAT TANGKAP IKAN JULUNG-JULUNG KELOMPOK NELAYAN DI KAMPUNG PALARENG KECAMATAN TABUKAN SELATAN KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE
Kampung Palareng Kecamatan Tabukan Selatan merupakan kampung pesisir yang memiliki sumberdaya ikan demersal yang cukup melimpah karena disepanjang perairan pesisir Kampung Palareng dikelilingi terumbu karang, sehingga masyarakat nelayan disekitar pesisir pantai ini menangkap ikan julung-julung dengan menggunakan alat tangkap soma giop. Alat tangkap soma giop untuk menangkap ikan julung-julung telah lama digunakan oleh kelompok nelayan penangkap ikan di Kampung Palareng, namun dengan keterbatasan umur alat tangkap soma giop yang sudah semakin usang dan rusak sehingga alat tangkap tersebut sudah banyak yang sobek dan talinya terputus sehingga sangat dikuatirkan, karena alat tangkap soma giop yang masih tradisional hanya ada di Kampung Palareng. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga kelompok nelayan yang menjadi Mitra dalam memanfaatkan sumberdaya laut yang ada dan melihat permintaan akan kebutuhan ikan julung-julung yang cukup tinggi. Melalui kegiatan ini Mitra diharapkan dapat melakukan penangkapan ikan kembali dengan menggunakan soma giop yang layak pakai dengan diberikan bantuan untuk perbaikan alat tangkap yang dimaksud, dengan benar dan tidak berdampak buruk terhadap lingkungannya khususnya terhadap kondisi terumbu karang disekitarnya. Tim PKM akan memberikan penyuluhan dan pelatihan dengan memberikan bahan untuk memperbaiki kembali alat tangkap yang rusak, juga memberikan pelatihan teknik pengoperasiannya. Produk yang akan dihasilkan berupa jurnal ilmiah dan produk alat tangkap soma giop yang akan diberikan kepada mitra. Dari kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat nelayan Kampung Palareng dalam meningkatkan perekonomian keluarga mereka. Juga akan diberikan penyuluhan dan pendampingan untuk mitra dalam manajeman pemasaran hasil tangkapan serta penyuluhan bagaimana menumbuhkan jiwa kewirausahaan
PKM PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN PENGEMBANGAN KEBIASAAN PERILAKU HIDUP BERSIH SEHAT (PHBS) DI SD INPRES MANGANITU KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE SULAWESI UTARA
PHBS di institusi pendidikan adalah upaya pemberdayaan dan peningkatan kemampuan untuk berperilaku hidup bersih dan sehat di tatanan institusi pendidikan. Indikator PHBS di institusi pendidikan/sekolah meliputi; Mencuci tangan dengan air yang mengalir dan menggunakan sabun, mengkonsumsi jajanan sehat di kantin sekolah, menggunakan jamban yang bersih dan sehat, olah raga yang teratur dan terukur, memberantas jentik nyamuk, tidak merokok di sekolah, menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan, dan membuang sampah pada tempatnya. SD Inpres Manganitu merupakan institusi pendidikan yang berada di Kecamatan Manganitu. Sekolah ini merupakan sekolah dengan jumlah siswa SD terbanyak di Kacamatan Manganitu dengan latar belakang sosial dan keluarga yang berbeda-beda. Jumlah siswa-siswi yang mengikuti kegiatan berjumlah 67 siswa (kelas 2-6 SD). Hasil evaluasi menunjukkan adanya perubahan perilaku dari siswa siswi SD Inpres Manganitu. Diharapkan perilaku mencuci tangan dapat terus dilaksanakan setiap hari sehingga menjadi suatu budaya di lingkungan SD Inpres Manganitu
FAKTOR-FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN CHRONIK KIDNEY DISEASE (CKD) PENDERITA YANG DIRAWAT DI RUMAH SAKIT DAERAH LIUNKENDAGE TAHUNA
Chronik Kidney Disease (CKD)adalah kerusakan pada bagian ginjal yang menyebabkan fungsi ginjal mulai menurun secara bertahap. Penyakit CKD biasanya disertai dengan komplikasi seperti penyakit cardiovaskuler, penyakit saluran nafas, penyakit saluran cerna, kelainan pada otot dan tulang, kulit serta anemia. Pengelolaan CKD lebih mengutamakan diagnosis dan pengobatan terhadap penyakit ginjal spesifik yaitu hemodialisis atau cuci darah dan transplantasi ginjal. Rumusan Masalah “Apakah faktor–faktor risiko yang berhubungandengan kejadian Chronik KidneyDisease (CKD) penderita yang dirawat di Rumah Sakit Daerah Liukendage Tahuna”?Tujuan Penellitian Untuk mengetahui faktor – faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian ChonikKidny Disease (CKD) penderita yang di rawat di Rumah Sakit Daerah Liun-Kendage Tahuna.Jenis Penelitian ini adalah penelitian analitik korelasi dengan pendekatan croossectional. Sampel semua penderita CKD yang dirawat selama penelitian berlangsung yang memenuhi kriteria sebanyak 50 responden. Hasil Penelitian. Dari hasil uji analisis Bivariat faktorfaktor risiko yang berhubungan dengan CKD, ditemukan bahwa tidak terdapat hubungan antara hypertensi dengan kejadian CKD, dilihat dari nilai p kurang dari 0,05 (p sama dengan 0,895),dan nilai OR sama dengan 2,924, CI sama dengan 1,284- 3,004. Terdapat hubungan penyakit DM, dengan kejadian CKD, nilai signifikan p kurang dari 0,009 lebih kecil dari 0,05 (0,009 p lebih dari 0,05), Nilai (OR sama dengan 3,063, CI sama dengan 1,323-3,478). Terdapat hubungan antara Pyelonefritis/infksi ginjal dengan kejadian CKD, dengan nilai p sama dengan 0,000 (0,000 kurang dari 0,05). Nilai OR sama dengan 5,063 (95 persen; CI sama dengan 2,144- 4,861). Tidak terdapat hubungan perokok dengan kejadian CKD. Nilai p sama dengan 0,812 (0,812 kurang dari 0,05). Nilai OR sama dengan1,868 (95 persen; CI sama dengan 0,272-2,778). Tidak terdapat hubungan kebiasaan minum alkohol dengan kejadian CKD. Nilai P sama dengan 0,991 kurang dari p0,05). Dari Nilai OR 0,993 (95 persen; CI sama dengan 0,312-3,158)