e-jurnal Politeknik Negeri Nusa Utara
Not a member yet
    385 research outputs found

    PEMBERIAN recombinant Growth Hormone MELALUI METODE PERENDAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN TINGKAT KELULUSAN HIDUP LARVA IKAN MAS (Cyprinus carpio)

    Get PDF
    Ikan mas (Cyprinus carpio) merupakan ikan budidaya air tawar yang paling banyak dibudidayakan setelah ikan nila. Berbagai sistem budidaya telah dilakukan untuk memperbaiki produksi dan meningkatkan pertumbuhan ikan mas. Salah satu metode alternatif yang aman dan cepat untuk meningkatkan pertumbuhan ikanadalah aplikasi hormon pertumbuhan. Hormon pertumbuhan rekombinan merupakan suplemen pemacu pertumbuhan yang bekerja sebagai agen stimulator untuk pertumbuhan somatik ikan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan dan tingkat kelulusan hidup larva ikan mas. Larva ikan mas diperoleh darihasil pemijahan semi alami dan dilakukan salinity shock selama 2 menit sebelum perlakuan dengan hormon. Perlakuan perendaman larva ikan mas dilakukan selama 2 jam menggunakan empat dosis hormon pertumbuhan rekombinan (A = 0, B = 10, C = 20 dan D = 30 mg/L) dengan masa pemeliharaan selama 28 hari dan diberipakan suspensi kuning telur ayam rebus dan cyst artemia. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk histogram, ditabulasi dan dibahas secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan panjang dan berat tubuh larva ikan mas mengalami peningkatan selama 28 hari pemeliharaan. Dibandingkan perlakuan A(2.20 cm), rata-rata pertumbuhan panjang tubuh larva tertinggi ialah pada perlakuan C (2.52 cm). Begitu juga dibandingkan perlakuan A (0.19 gr), rata-rata pertumbuhan berat tubuh tertinggi pada perlakuan C (0.34 gr) dan tingkat kelulusan hidup larva ikan mas tertinggi (100%) pada perlakuan C dan D. Dosis hormon pertumbuhan rekombinan sebanyak 20 mg/L sebagai dosis terbaik karena mampu meningkatkan pertumbuhan dan tingkat kelulusan hidup larva ikan mas

    GAMBARAN KEKERASAN DALAM BERPACARAN PADA MAHASISWA KEPERAWATAN DI POLITEKNIK NEGERI NUSA UTARA

    Get PDF
    Tindakan kekerasan dalam suatu hubungan nyatanya bukan hanya melanda pasangan yang sudah menikah saja yang lebih dikenal dengan istilah KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga), bahkan kini juga banyak terjadi dalam hubungan pacaran. Kekerasan dalam pacaran belum begitu mendapat sorotan dibandingkan dengan KDRT, sehingga sering diabaikan oleh korban maupun pelakunya. Komnas Perempuan mencatat sebanyak 2734 kasus kekerasan dalam pacaran atau dating violence terjadi selama tahun 2016. Tujuan penelitian ini ialah diketahuinya gambaran kekerasan yang dialami dalam berpacaran dan bentuk – bentuk kekerasan yang dialami dalam berpacaran. Rancangan penelitian ini menggunakan metode deskriptif, dengan populasi seluruh mahasiswa keperawatan di Politeknik Negeri Nusa Utara berjumlah 327 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan quota sampling sebesar 40 persen dari jumlah populasi (131 orang). Alat ukur yang digunakan ialah Conflict Tectict Scale (CTS). Kuesioner ini terdiri dari 30 pernyataan dan menggunakan skala ordinal. Hasil penelitian dengan menggunakan rumus Ridwan menunjukkan bahwa tingkat kekerasan responden berada pada kategori rendah dengan hasil 26,67persen, kekerasan fisik terbanyak dalam bentuk dicubit sebesar 53,43 persen, kekerasan psikis terbanyak dalam bentuk dicurigai sebesar 84,73persen, kekerasan ekonomi dalam bentuk diminta untuk ditraktir sebesar 16,03 persen, kekerasan sosial dalam bentuk diperiksa handphone sebesar 86,25 persen, kekerasan seksual terbanyak dalam bentuk tubuh diraba sebesar 32,82 persen, dan butir faktor kekerasan yang paling dominan ialah diperiksa handphone. Kesimpulan dari penelitian ini ialah tingkat kekerasan dalam berpacaran pada responden berada pada kategori rendah dan bentuk kekerasan yang paling banyak dialami responden ialah pada aspek sosial dalam bentuk diperiksa handphone. Diharapkan dapat dilakukan penyuluhan dan pembinaan bagi mahasiswa keperawatan

    HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG MAKANAN BERGIZI DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK DI SDN INPRES KARATUNG 2 KECAMATAN MANGANITU

    Get PDF
    Gizi tidak hanya berdampak pada masalah kesehatan tetapi juga berpengaruh pada perkembangan mental, tingkat kecerdasan dan prestasi. Dalam rangka menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak maka diperlukan makanan dengan gizi yang tinggi. Sebab apabila hal ini tidak terpenuhi maka anak akan menderita gizi buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan Ibu tentang makanan bergizi dengan status gizi pada anak SDN Inpres Karatung 2 Kecamatan Manganitu. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang (Cross Sectional) yang melibatkan 37 orang ibudan 37 0rang anak. Analisis statistik yang digunakan Uji Korelasi Gamma. Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan antara pengetahuan ibu tentang makanan bergizi dengan status gizi pada anak SDN Inpres Karatung 2 Kecamatan Manganitu (p 0.703; α kurang dari 0.05). Saran Bagi Sekolah dan Orang tua siswa berperan aktif dalam membimbing anak terkait status gizi mereka agar status gizi normal tercapai dan bagi peneliti selanjutnya disarankan melakukan penelitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi anak

    Pemantauan Tumbuh Kembang Anak TK Katolik Santu Agustinus Tahuna

    Get PDF
    Perkembangan adalah bertambah sempurnanya fungsi alat tubuh yang dapat dicapai melalui tumbuh kematangan dan belajar. Deteksi dini tumbuh kembang anak ditempuh melalui pemeriksaan fisik rutin. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada anak yaitu faktor hereditas dan faktor lingkungan. Faktor hereditas meliputi faktor bawaan, jenis kelamin. Tujuan pemantauan pertumbuhan berat badan adalah untuk menilai hasil peningkatan atau penurunan semua jaringan yang ada pada tubuh (tulang, otot, lemak, cairan tubuh) sehingga akan diketahui status gizi anak atau tumbuh kembang anak. Tujuan pemantauan pengukuran gizi badan adalah untuk menilai status perbaikan gizi disamping faktor genetik dan merupakan indikator yang baik untuk pertumbuhan fisik. Penyusunan program kerja ini dimaksudkan agar kegiatan yang dilaksanakan menjadi lebih teratur dan terarah. Program kerja ini meliputi semua hal-hal yang bersifat teknis, manajerial dan penjadwalan (time schedule)

    PKM PENERAPAN APLIKASI REKAM MEDIS UNTUK MANAJEMEN DATA PASIEN DI PUSKESMAS KUMA KECAMATAN TABUKAN TENGAH

    Get PDF
    Pemanfaatan aplikasi rekam medis pada sektor kesehatan sedang menjadi trend global, rekam medis eletronik dipercaya dapat meningkatkan kualitas layanan informasi kesehatan. Menjadi sangat penting bagi manajemen data kesehatan sebagai solusi dalam meningkatkan efisiensi, peningkatan akses dan kualitas pelayanan pasien terutama bagi lembaga kesehatan seperti puskemas. Penerapan Aplikasi Rekam Medis di Puskemas Kuma merupakan serangkaian kegiatan yang memprioritaskan untuk menyediakan suatu sistem yang mampu mengelolah data pasien. Puskesmas Kuma merupakan pusat layanan masyarakat yang berada di Kecamatan Tabukan Tengah dengan jarak 25 km dari Ibukota Kabupaten Kepulauan Sangihe. Lembaga ini memiliki peranan penting untuk memberikan pelayanan kesehatan di 19 Kampung yang tersebar di wilayah Kecamatan Tabukan Tengah. Berdasarkan hasil penilaian akreditasi puskemas tahun 2016 layanan pasien rawat inap maupun rawat jalan telah berjalan sesuai standar manajemen pelayanan untuk puskesmas. Pemanfaatan sistem informasi ditekankan untuk meningkatkan efektifitas, meliputi kecepatan pelayanan dan keakuratan informasi yang dihasilkan dari proses registrasi awal pengobatan pasien sampai pendokumentasian riwayat penyakit pasien

    PKM PEMBENTUKAN POSYANDU LANSIA DI GMIST IMANUEL TAHUNA KELURAHAN SAWANG BENDAR KECAMATAN TAHUNA KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE PROVINSI SULAWESI UTARA

    Get PDF
    Proses menjadi tua merupakan proses alamiah yang akan dialami oleh semua manusia. Memasuki usia lanjut akan mengakibatkan terjadinya banyak permasalahan kesehatan antara lain fisik, mental, masalah kesehatan dan perawatan, dikarenakan 38 persen permasalahan pada lansia adalah penurunan status kesehatan. Kondisi kemunduran terutama fisik lansia mengakibatkan lansia membutuhkan pelayanan kesehatan dan keperawatan. Jenis pelayanan kesehatan pada lansia meliputi lima upaya kesehatan dasar yaitu Promotif, prefentif, Posyandu lansia merupakan pengembagan dari kebijakan pemerintah melalui pelayanan kesehatanbagi lansia yang penyelenggaraanya melalui program puskesmas dengan melibatkan peran serta para lansia, keluarga, tokoh masyarakat dan organisasi social. Untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan.Pembentukan Posyandu Lansia di Jemaat GMIST Imanuel Tahuna sangat dirindukan oleh warga jemaat khususnya warga lansia. Menurut Ketua pelayanan Kategorial (Pelka) lansia Jemaat GMIST Imanuel Tahuna, warga lansia mengalami kesulitan memeriksakan kesehatan di pelayanan kesehatan karena berbagai kendala baik karena keterbatasan waktu keluarga membawa lansia untuk memeriksakan kesehatan setiap bulan maupun kendaladari lansia itu sendiri akibat keterbatasan fisik , dan ekonomi. Untuk itu perlu dibentuk sarana pemeriksaan kesehatan yang mudah dijangkau oleh lansia yaitu posyandu lansia sehingga warga lanjut usia akan lebih mudah untuk memeriksakan kesehatan, sehingga perlu difasilitasi untuk pembentukan posyandu tersebut. Hasil dari kegiatan PKM ini yaitu terbentuknya Posyandu lansia di GMIST Jemaat Imanuel Tahuna dan Kader Posyandu

    SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN KELAYAKAN AKREDITASI PUSKESMAS DENGAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP) PADA DINAS KESEHATAN KABUPATEN SANGIHE

    Get PDF
    Each every Puskesmas archipelago Sangihe need the assessment accredit as conducting public and quality institution. The reaching of accredit the A from Body Accredit the National is not easy matter in a short time. Limitation of human resource, time, fund and TIRE assessment making as consideration each every head on duty health for the repair of accreditation. System of Decision Supporter made to assist the head on duty health in menyususn of repair priority seven standard accredit pursuant to consideration of condition Puskesmas. Method of Analytic Process Represent one of method form capable to elaborate a problem to form hierarki by level. Software which is developing to use the Ianguage of pemograman QT CREATOR and its data bases use the MYSQL . Hence require to be develop builded a computerized system which can assist the team accredit from town regency and also from provinsi in determining elegibility accredit Puskesmas. By develop building system of supporterof elegibility decision accredit the Puskesmas with the method AHP can assist in decision determination in taking decision and determine precisely and competent accurate accredit and not accredit

    AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK KASAR SPONS Agelas clathrodes TERHADAP BAKTERI PATOGENIK IKAN Vibrio parahaemolyticus

    Get PDF
    Bakteri Vibrio parahaemolyticus adalah bakteri patogenik Gram negatif yang tersebar luas di lingkungan laut dan estuari di seluruh dunia. Pada ikan, strain V. parahaemoliticus patogenik menyebabkan vibrosis dengan dampak seperti kematian 100% pada larva maupun ikan-ikan budidaya ukuran konsumsi sedangkan pada manusia dapat menyebabkan gastroenteritis atau diare akut. Salah satu upaya untuk mengatasi masalah infeksi bakteri strain V. parahaemoliticus patogenik ini adalah antibiotik. Pada kanyataannya penggunaan antibiotik dapat meningkatkan kasus resistensi antibiotik. Krisis resistensi antibiotik telah memunculkan kesadaran menggunakan antibiotik dari bahan alami untuk mengobati penyakit ikan, hewan lainnya atau manusia salah satunya dari ekstrak spons A. clathordes. Itulah sebabnya, dalam penelitian ini aktivitas antibakteri spons A. clathordes akan diuji terhadap bakteri patogen ikan V. parahaemolythicus. Pengujian akan menggunakan media TSA yang dikultur dengan biakan V. parahaemolythicus. Kertas cakram ditempatkan pada media kemudian ditetesi dengan (ekstark 1.0, 10.0, 100.0 mg/mL; tetrasiklin; methanol), setiap perlakuan dilakukan 3 kali ulangan. Hasil pengukuran zona hambat kemudian dievaluasi dengan mengkategorikan zona hambat sebagai berikut <9 mm (tidak aktif), 9-12 mm (kurang aktif), 13-18 mm (aktif) dan >18 mm (sangat aktif) dan ditabulasikan pada sebuah tabel. Hasil penelitian menunjukan aktivitas antibakteri A. clathrodes terhadap V. parahaemoliticus bertambah dengan naiknya konsentrasi. Meskipun zona hambat pada tiga konsentrasi masih lebih kecildibandingkan dengan zona hambat dari antibiotik pembanding, zona hambat ekstrak-ekstrak kasar itu tergolong sangat akti

    GAMBARAN PERAN KELUARGA DALAM PENATALAKSANAAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI KAMPUNG NAGHA II KECAMATAN TAMAKO, SANGIHE

    Get PDF
    Bertambahnya umur, fungsi fisiologis mengalami penurunan akibat proses penuaan sehingga penyakit tidak menular banyak muncul pada lanjut usia. Menurut Hasil Riskesdas 2013, penyakit terbanyak pada lanjut usia ialah Penyakit Tidak Menular (PTM) antara lain adalah Hipertensi, Artritis, Stroke, Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) dan Diabetes Melitus (DM).Tahun 2015 Kampung Nagha II memiliki jumlah penduduk sebanyak 1.249 jiwa, jumlah lansia sebanyak 174 jiwa dan jumlah keluarga yang memiliki lansia yaitu 152 keluarga. Berdasarkan data Puskesmas Siloam Tamako pada tahun 2016 lansia yang menderita Hipertensi di Kampung Nagha II berjumlah 39 orang. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif dengan metode survei, sampel pada penelitian ini sebanyak 39 responden. Pengumpulan data dengan menggunakan kusioner dan yang menjadi sampel keluarga yang mempunyal lansia yang menderita hipertensi.Dari penelitian didapatkan hasil 39 responden (100 persen) berperan dalam penatalaksanaan hipertensi pada lansia

    GAMBARAN TINDAKAN KEPERAWATAN PENATALAKSANAAN NYERI BERRDASARKAN PERSEPSI PASIEN DI RUANG PERAWATAN BLUD RSU LIUN KENDAGE TAHUNA

    Get PDF
    Nyeri merupakan fenomena yang ditemukan hampir disemua bidang keperawatan. Tanpa peduli keadaan, termasuk perawatan intensif neonatal, intra operative, home care, atau klinik, semua berhadapan dengan manajemen nyeri (White, 2011). Nyeri merupakan pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan dan muncul akibat kerusakan jaringan aktual maupun potensial atau digambarkan dalam hal kerusakan sedemikian rupa (White, 2011). Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan tujuan untuk mengetahui penatalaksanaan nyeri berdasarkan persepsi pasien diruang perawatan BLUD RSU Liunkendage Tahuna. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien yang dirawat dengan keluhan nyeri di Ruang Perawatan Bougenvile, Chryzant, dan Edelweis BLUD RSU Liunkendage Tahuna, sedangkan sampel dalam penelitian ini menggunakan accidental sampling yaitu semua klien yang mengalami keluhan nyeri di Ruang perawatan Bougenvile, Chryzant, dan Edelweis RSUD Liunkendage Tahuna. Hasil penelitian berdasarkan tindakan keperawatan, didapat tindakan yang sering dilakukan oleh perawat dalam mengatasi nyeri berdasarkan persepsi pasien didapatkan tindakan yang paling sering dilakukan adalah tindakan kolaborasi yaitu 30 responden dan tindakan yang jarang dilakukan adalah tindakan mandiri yaitu 17 responden yaitu 68 persen yang tidak melakukan. Kesimpulan dari penelitian didapatkan Hasil penelitian tentang Gambaran tindakan keperawatan Penatalaksanaan nyeri berdasarkan persepsi pasien di Ruang Perawatan BLUD RSU Liun Kendage Tahuna menunjukkan bahwa perawat lebih banyak melakukan tindakan kolaborasi

    368

    full texts

    385

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-jurnal Politeknik Negeri Nusa Utara
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇