e-jurnal Politeknik Negeri Nusa Utara
Not a member yet
    385 research outputs found

    GAMBARAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA ANAK USIA SEKOLAH DI SDN INPRES KALEKUBE KECAMATAN TABUKAN UTARA

    Get PDF
    Masa usia sekolah merupakan masa anak mulai belajar keterampilan fisik dan membangun fisik yang sehat. Banyak masalah kesehatan yang ditemukan pada anak usia sekolah, salah satunya adalah perilaku hidup bersih dan sehat. penelitian deskriptif dengan tujuan mengetahui gambaran pengetahuan tentang perilaku hidup bersih dan sehat dengan metode survey. Jumlah sampel sebanyak 30 orang dari kelas 3-5. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. gambaran pengetahuan tentang perilaku hid up bersih dan sehat pada anak sekolah dasar menunjukkan bahwa pengetahuan tentang penerapan perilaku hidup bersih dan sehat 43 persen berperilaku cukup, berperilaku baik 40 persen, dan 17 persen berperilaku kurang. hasil penelitian ini, yaitu pengetahuan anak tentang perilaku hidup bersih dan sehat di SD Negeri Inpres Kalekube berada pada kategori cukup. Disarankan intitusi pendidikan dapat memasukkan materi PHBS dalam pembelajaran

    GAMBARAN KUALITAS HIDUP LANJUT USIA DI KAMPUNG KAUHIS KECAMATAN MANGANITU

    Get PDF
    Kualitas hidup lanjut usia merupakan suatu komponen yang kompleks mencakup usia harapan hidup, kepuasan dalam kehidupan, kesehatan psikis dan mental, fungsi kognitif, kesehatan dan fungsi fisik, pendapatan, kondisi tempat tinggal, dukungan social dan jaringan social. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran kualitas hidup lanjut usia di Kampung Kauhis kecamatan Manganitu. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskritif dengan metode survey, penelitian ini dilakukan di Kampung Kauhis Kecamatan Manganitu. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Mei tahun 2017.Populasi pada penelitian ini adalah jumlah lansia sebanyak 157 orang dengan jum;lah sampel 96 orang lansia, pengambilan data dilakukan dengan pengisian kuesioner. Hasil penelitian yaitu gambaran kualitas hidup lanjut usia di Kampung Kauhis kecamatan Manganitu ditemukan lansia dengan kualitas hidup tinggi 7 orang (7 persen), dan lansia dengan kualitas hidup sedang 89 orang (93 persen) sedangkan lansia dengan kualitas hidup rendah tidak ada. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat kualitas hidup lanjut usia di Kampung Kauhis Kecamatan Manganitu ialah kualitas hidup sedang sebanyak 89 responden (93 persen)

    GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR PADA ANAK USIA 2-5 TAHUN DI KELURAHAN MAHENA

    Get PDF
    motorik kasar adalah gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot kasar atau sebagian besar atau seluruh anggota yang dipengaruhi oleh kematangan anak itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan ibu tentang perkembangan motorik kasar pada anak usia 2-5 tahun di Kelurahan Mahena Kecamatan Tahuna. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan metode survey. Pengambilan data menggunakan kuesioner. Responden dalam penelitian ini ibu yang memiliki anak usia 2-5 tahun berjumlah 32 orang. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan responden dikategorikan berpengetahuan baik sebanyak 26 responden (81persen) dan berpengetahuan cukup sebanyak 6 responden (19 persen). Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar ibu di Kelurahan Mahena berpengetahuan baik tentang perkembangan motorik kasar pada anak usia 2-5 tahun. Hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan untuk penelitian selanjutnya

    KEEFEKTIFAN MEMAHAMI TEXT DAN PENGUASAAN KOSA KATA SISWA KELAS XI JURUSAN KEPERAWATAN SMK NEGERI 2 TAHUNA

    Get PDF
    Pembelajaran inti bahasa Inggris di Indonesia meliputi 4 (empat) skill/ ketrampilan yakni, writing, listening, reading dan speaking dan keempat ketrampilan tersebut saling berkaitan satu dengan yang lainnya dan tidak bisa dipisahkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, karena peneliti merupakan alat utama pengumpul data dengan metode pengumpulan data berdasarkan pengamatan pada membaca teks siswa di SMK Negeri 2 Tahuna di samping itu, pengumpulan data dilakukan secara deskriptif, dan data yang diperoleh berupa kata-kata. Selama di lapangan peneliti menggunakan teknik yang dikemukakan oleh Miles and Huberman (1992). Teknik ini meliputi: (a) reduksi data, (b) penyajian data dan (c) penyimpulan. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penguasaan kosa kata dalam memahami teks sehingga teks dapat dipahami dan dicermati berdasarkan kosa kata yang dikuasai oleh siswa. Pembelajaran siswa di SMK Negeri 2 Tahuna 55 persen bermasalah dalam membaca sehingga menghilangkan makna dan penyampaian isi teks dan isi teks 2 berkaitan dengan membuat laporan bagi pasien di rumah sakit, 35 persen kegagalan siswa dalam membaca teks berkaitan dengan istilah penyakit dan 14 persen berkaitan kegagalan membaca teks yang memuat istilah dan aktifitas perawat di rumah sakit

    IbM Kaum Ibu Yang Berisiko Kanker Payudara di Kelompok Wilayah Pelayanan XVII GMIST Imanuel Tahuna Kecamatan Tahuna Kabupaten Kepulauan Sangihe

    Get PDF
    Mitra sasaran program ini yaitu kaum ibu GMIST Imanuel Tahuna yang ada di kelompok wilayah pelayanan (KWP) XVII dan XVIII kelurahan Sawang Bendar dan Apengsembeka Kecamatan Tahuna Kabupaten Kepulauan Sangihe. Daerah ini termasuk salah satu pemukiman ibu-ibu yang berisiko tinggi terhadap terjadinya kanker payudara. Ibu-ibu ini tergabung dalam 1 (satu) organisasi sosial Gerejawi yang menjadi mitra program ini. Masalah yang dihadapi oleh ibu-ibu ini yaitu, belum mengetahui tentang kanker payudara, tanda dan gejala, takut memeriksakan diri pada fasilitas kesehatan, resiko terjadinya kanker payudara pada semua wanita, belum mengetahui cara deteksi dini terjadinya kanker payudara, ekonomi keluarga menengah kebawah dan personal hygiene yang masih kurang. Tujuan kegiatan ini yaitu: 1). Untuk mengetahui tentang kanker payudara, tanda dan gejala, terjadinya kanker payudara, 2). Untuk mengetahui deteksi dini dengan cara periksa payudara sendiri (SADARI), 3). Mengurangi risiko terjadinya kanker payudara. Tujuan jangka panjang untuk meningkatkan kesehatan serta memperpanjang usia harapan hidup. Metode pelaksanaan yaitu: 1) Ceramah/penyuluhan, 2) Demonstrasi/simulasi 3) Pelatihan deteksi dini kanker payudara 4) Pendampingan dan Evaluasi. Luaran dari kegiatan ini brosur/liflet kanker payudara, Artikel ilmiah dan tindak lanjut pemeriksaan bagi ibu-ibu yang menunjukan adanya tanda dan gejala kanker payudara sebanyak tiga responden. Dapat disimpulkan setelah diberikan penyuluhan, serta mengajarkan cara deteksi dini terjadinya kanker payudara, ibu-ibu dapat mengetahui dan mengerti serta melaksanakan pemeriksaan payudara payudara sendiri,. Disarankan Untuk GMIST Imanuel Tahuna, agar dapat memasukan dalam program kegiatan gerejawi, tentang penyuluhan/ceramah tentang deteksi dini kanker payudara dalam program kategorial kaum perempuan

    IbM Pelatihan Pengoperasian Komputer dan Aplikasi Perkantoran di Desa Kalinda

    Get PDF
    Perkembangan teknologi dan komunikasi saat ini sangat terasa pengaruhnya dalam kehidupan masyarakat antara lain dalam hal kecepatan untuk menyelesaikan pekerjaan pengguna teknologi ini. Komputer banyak digunakan sebagai alat bantu untuk memudahkan pekerjaan manusia. Fungsi komputer antara lain adalah digunakan untuk membantu menyelesaikan pekerjaan yang berhubungan dengan administrasi perkantoran atau organisasi lainnya, sehingga pekerjaan yang dilakukan menjadi lebih mudah dan waktu yang dibutuhkan menjadi lebih singkat dibanding mengerjakannya secara manual. Dalam dunia kerja, microsoft word dan microsoft excel sangat diperlukan. Adapun fungsi microsoft word adalah sebagai pengolah kata. Sehingga semua pekerjaan yang berhubungan dengan pengolahan kata dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi ini. Sedangkan microsoft excel adalah sebagai pengolah angka. Kemampuan aplikasi ini antara lain adalah pembuatan tabel data, pengolahan data dengan menggunakan rumus, pembuatan grafik dan lain-lain. Adapun tujuan yang ingin dicapai pada pelaksanaan kegiatan IbM ini adalah untuk melatih seluruh perangkat desa menjadi terampil dalam menggunakan komputer dan aplikasi perkantoran dalam menunjang pekerjaan yang dilakukan, sehingga pelatihan tersebut diharapkan dapat membantu perangkat desa dalam mengolah administrasi dengan baik dan cepat, sehingga pelayanan di kantor desa menjadi lebih baik. Pada pelaksanaan kegiatan IbM ini, metode yang digunakan adalah penyampaian materi secara langsung dengan menggunakan peralatan pendukung, membantu peserta dalam memahami materi yang disampaikan serta membimbing peserta pada saat melakukan praktek

    IBM JARING INSANG KELOMPOK NELAYAN DUSUN I DAN II KAMPUNG LIPANG KECAMATAN KENDAHE KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE PROVINSI SULAWESI UTARA

    Get PDF
    Jaring insang dasar merupakan salah satu alat tangkap ikan yang digunakan nelayan Pulau Lipang untuk menangkap ikan demersal dan ikan pelagis. Meskipun sangat efektif untuk menangkap ikan, namun dengan terbatasnya alat tangkap yang ada pada nelayan Kampung Lipang ini menyebabkan pendapatan masyarakat tidak maksimal meskipun kawasan perairan disekitar Pulau Lipang memiliki potensi sumberdaya ikan demersal maupun ikan pelagis yang cukup melimpah. Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk/mengembangkan sekelompok masyarakat pesisir pulau terluar yang mandiri secara ekonomi dan menerapkan teknologi pada alat dan teknik penangkapan ikan kepada kelompok nelayan sehingga mampu meningkatkan pendapatan keluarga. Mitra juga mendapatkan 1 (satu) unit alat penangkapan ikan jaring insang. Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan pada nelayan pesisir ini yaitu 1) Introduksi penerapan ketrampilan teknik pembuatan alat tangkap jaring insang yang disesuaikan dengan kondisi perairan sekitar Pulau Lipang; 2)Penerapan metode/teknik pengoperasian alat tangkap jaring insang yang ramah lingkungan; 3) Penyuluhan tentang pentingnya ekosistem terumbu karang sebagai feeding ground dan nursery ground bagi ikan demersal. Melalui kegiatan ini kelompok nelayan penangkap ikan di Kampung Lipang Kecamatan Kendahe Kabupaten Kepulauan Sangihe dapat mengembangkan usahanya untuk menangkap ikan dalam meningkatkan ekonomi keluarganya juga pengetahuan dan ketrampilan nelayan dalam teknik pembuatan konstruksi alat tangkap jaring insang dan pengoperasian alat tangkap jaring insang yang ramah lingkungan

    PKM HAND LINE “KINDAENG” DI KAMPUNG PETTA SELATAN KECAMATAN TABUKAN UTARA KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE

    Get PDF
    Kampung Petta Selatan yang juga dikenal dengan nama lain kampung Embuhanga terletak di wilayah pesisir yang memiliki penduduk dengan mata pencarian sebagai Pettani dan nelayan. Masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan, umumnya hanya mengenal teknik penangkapan ikan dengan penggunakan pancing yang disebut dengan “Paranto”, dimana konstruksinya hanya menggunakan bahan seadanya yang disediakan alam dan pancing ”Kindaeng” yang lebih modern dibandingkan “Palanto”. PKM Hand Line “Kindaeng” di Kampung Petta Selatan, dilakukan dengan mengadakan penyuluhan tentang pentingnya menjaga ekosistem terumbu karang dalam pengoperasian alat tangkap, sehingga operasi penengkapan ikan di Kampung Petta Selatan menjadi penengkapan ikan yang mengarah pada perikanan tangkap bertanggungjawab dan berkelanjutan, serta membuat dan memberikan bahan untuk 10 unit alat tangkap Hand line “Kindaeng”. Melalui kegiatan ini nelayan penangkap ikan dapat melakukan penangkapan ikan secara benar dan tidak berdampak buruk terhadap lingkungannya khususnya terhadap kondisi terumbu karang disekitarnya, dengan demikian usaha ini dapat menjadi sumber meningkatkan taraf hidup demi kesejahteraan masyarakat nelayan

    PENINGKATAN KETERAMPILAN PENGOLAH AMPLANG IKAN DI DESA KENDAHE KEPULAUAN SANGIHE

    Get PDF
    Kelompok pengolah Soa dan kelompok pengolah Sahabe berada di Desa Kendahe Kecamatan Kendahe Kabupaten Kepulauan Sangihe Sulawesi Utara. Kelompok mitra pernah mengolah amplang ikan berbahan dasar ikan Tenggiri. Permasalahannya muncul pada saat bahan baku amplang ikan (ikan tenggiri) sulit ditemukan. Oleh karena itu perlu adanya alternatif dari bahan baku lain. Permasalahn lainnya adalah kemasan amplang ikan yang digunakan oleh mitra belum layak karena kemasan yang digunakan hanyakemasan plastik biasa. Metode pelaksanaan kegiatan ini meliputi tahapan survey, dilakukan untuk mengetahui berbagai persoalan kelompok pengolahan amplang Soa dan kelompok pengolahan amplang Sahabe. Penyuluhan, pengolaha amplang ikan dilakukan kepada kelompok pengolahan ikan Soa dan kelompok pengolahan Sahabe.Tahapan pelatihan, dilakukan pelatihan pengolahan cara berproduksi yang baik dan benar untuk memberikan pemahaman kepada pengolahan amplang ikan dalam meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan serta pemberian bantuan alat pengolahan. Tahapan monitoring dan evaluasi, dilakukan pendampingan berupa monitoring dan evaluasi dari pelaksanaan pasca kegiatan pengabdian. Pencapaian hasil kegiatan ini adalah 1) kelompok pengolahan Soa dan Sahabe memperoleh pengalaman dan pengetahuan tentang pengolahan amplang ikan dan diversifikasi hasil perikanan lainnya 2) kelompok pengolahan Soa dan Sahabe cukup menerapkan Good Manufacturing Practice dan sanitasi dan hygeine dalam mengolah produk sehingga diperoleh produk yang sesuai standar nasional indonesia 3) kelompok pengolahan Soa dan Sahabe mendapat pengetahuan dan ketrampilan dalam proses pengemasan secara vacum namun belum mampu mengaplikasikannya 4) kelompok pengolahan Soa dan Sahabe belum mampu melakukan kewirausahaan secara mandiri

    ANALISIS KELAYAKAN PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI MENGGUNAKAN FRAMEWORK COBIT.5 STUDI KASUS: Pemerintah Kampung Kuma 1

    Get PDF
    Pemanfaatan Teknologi Informasi di desa (kampung) selama ini seakan luput dalam kajian ketertinggalan pembangunan, akibatnya desa atau kampung mengalami ketertinggalan informasi yang sangat besar dibandingkan kota. Keterkaitan pentingnya penerapan teknologi informasi di pedesaan, pemerintah pusat telah mengupayakan bebeberapa sistem aplikasi berbasis database baik berjalanan pada jaringan internet online maupun berbasis dekstop offline Local Area Network. Akan tetapi belum mampu menjawab permasalahan pada sistem pemerintahan Kampung. Hal tersebut dipengaruhi oleh tidak adanya perencanaan dalam pengembangan serta minimnya infrastruktur pendukung serta kurangnya sumber daya manusia yang memiliki kemampuan dibidang teknologi informasi. Pemerintah kampung belum mampu mengkaji sumberdaya yang dimiliki dalam perencanaan teknologi informasi. Hal tersebut menjadi dasar kajian penelitian untuk menganalisis penerapan teknologi informasi menggunakan kerangka kerja Control Objectives for Information and Related Technology (COBIT5). Kriteria penilaian difokuskan pada domain pendefenisian rencana strategis (PO1), domain arsitektur teknologi informasi (PO2) dan domain proses teknologi infomasi (PO4) tingkat kelayakan atau kematangan (maturity level). Hasil penilaian tingkat kematangan dari tiga domain tersebut menunjukan bahwa penerapan teknologi informasi di kantor pemerintah Kampung Kuma 1 dikategorikan pada level 0 (Non Existent). Jika dikonversikan kedalam maturity skala level 0 (non-existent) hingga level 5 (optimised), Level 0 (Non Existent) memiliki arti kekurangan yang menyeluruh terhadap proses apapun yang dapat dikenali. Perusahaan dalam hal inipemerintah Kampung Kuma 1 tidak mengetahui bahwa terdapat permasalahan yang harus diatasi. Hasilpenilaian ini menjadi rekomendasi untuk perubahan dan perencanaan pengembangan master planteknologi informasi,dalam menyusun rencana pembangunan jangka menengah desa (RPJMD) dan menyusun rencana anggaran pengadaan infrastruktur TIK

    368

    full texts

    385

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-jurnal Politeknik Negeri Nusa Utara
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇