e-jurnal Politeknik Negeri Nusa Utara
Not a member yet
385 research outputs found
Sort by
PEMANFAATAN LEMNA MINOR SEBAGAI BAHAN BAKU PAKAN IKAN DI KAMPUNG TALOARANE 1 KECAMATAN MANGANITU KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE
Pakan ikan yang mahal menjadi salah satu masalah dalam melakukan kegiatan budidaya ikan di Kampung Taloarane 1 Kecamatan Manganitu. Untuk mengatasi masalah ini maka dilakukan kegiatan pengabdian pada masyarakat, di mulai pada bulan Agustus-Oktober 2019. Materi yang diberikan yaitu pembuatan kolam terpal sebagai wadah pemeliharaan lemna, pembuatan tepung lemna dan pembuatan pakan ikan menggunakaan tepung lemna dan bahan baku lainnya. Selain itu juga dilakukan praktek pembuatan pakan ikan dengan menggunakan bahan baku lokal. diharapkan lewat kegiatan ini masyarakat mampu untuk membuat pakan ikan secara mandiri untuk menunjang kegiatan budidaya ikan di Kampung Taloarane 1.
Expensive prize of fish feed is one of the problems in conducting fish farming activities in Taloarane 1 village, Manganitu district. To overcome the problem, community service activities were began in August-October 2019. The material delivered were the construction of canvas tarpaulin pond for the culture of lemna, the manufacture of lemna flour and the manufacture of fish feed using lemna flour and other raw materials. It also carried out the practice on making fish feed. Expected that through this activity the community will be able to make fish feed independently, to support fish farming activities in Taloarane 1 village
UPAYA PEMENUHAN KEBUTUHAN MOBILITAS PADA PASIEN STROKE DI RSD LIUN KENDAGE TAHUNA
Stroke merupakan kondisi yang dapat memengaruhi jutaan orang di dunia, mengakibatkan keterbatasan fungsional kronis secara signifikan dan penurunan kualitas hidup penderita. Mobilisasi pada penderita stroke di rumah sakit tidak hanya dilakukan oleh petugas fisioterapi tetapi juga sebagai kewajiban seorang perawat. Tujuan: menggambarkan upaya pemenuhan kebutuhan mobilitas pada pasien stroke di RSD Liun Kendage. Metode: Deskriptif dengan pendekatan studi kasus di RSD Liun Kendage. Subyek studi kasus sebanyak 2 orang. Pengumpulan data dengan cara observasi, pemeriksaan fisik, rekam medik, dan wawancara. Hasil: Pasien I belum menunjukkan pemenuhan kebutuhan mobilitas, sedangkan pasien II menunjukkan pemenuhan kebutuhan mobilitas setelah dilakukan tindakan. Kesimpulan: Masalah gangguan pemenuhan kebutuhan mobilitas pada pasien stoke dapat teratasi setelah dilakukan asuhan keperawatan. Saran: Perawat diharapkan dapat meningkatkan mutu pelayanan asuhan keperawatan yang optimal pada pasien stroke dengan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan.
Stroke is a condition that can affect millions of people in the world, impact in significant chronic functional limitations and decreased quality of lives of sufferers. Mobilization of stroke patients in hospital were not only did by physiotherapists, but also as a nurse's duty. The aim of this reaseach to describe efforts to meet the mobility needs of stroke patients at Liun Kendage Hospital Tahuna. Method: Descriptive with a case study approach in Liun Kendage Hospital. The case of this study subjects were two people. Data collection were observation, physical examination, medical records, and interviews. Results: I (first) Patient have not shown the fulfillment of mobility needs, while II (second) patient showed the fulfillment of mobility needs after the action. Conclusion: The problem of impaired mobility needs in stoke patients can be resolved after nursing care. Suggestion: Nurses can improve the quality of optimal nursing care services in the stroke patients by following the development of science
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI
Anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat terbesar di dunia terutama pada remaja putri. Remaja putri mengalami anemia karena perdarahan menstruasi, pola hidup remaja putri seperti pola makan dan pola tidur berubah menjadi kurang teratur misalnya sering terlambat makan atau kurang tidur. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian penyakit anemia pada remaja putri kelas XI Angkatan 2018/2019 di SMKN 16 Bengkuring. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan desain Cross Sectional. Pengambilan sampel menggunakan metode total sampling, sampel pada penelitian ini adalah seluruh remaja putri kelas XI angkatan 2018/2019 di SMKN 16 Bengkuring yaitu sebanyak 56 siswi. Pengolahan data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik Chi-Square. Berdasarkan hasil penelitian bahwa sebanyak 41 persen remaja puteri mengalami anemia. kemudian terdapat hubungan antara pola menstruasi (p-value sama dengan 0,000) dan pola makan (p-value sama dengan 0,122) dengan kejadian anemia. Kesimpulan pada penelitian yaitu kejadian anemia lebih banyak terjadi pada remaja putri dengan pola menstruasi yang tidak normal dibanding dengan remaja putri dengan pola mestruasi normal dan disarankan remaja puteri mengkonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) saat menstruasi.
Anemia is the biggest public health problem in the world, especially in adolescent girls. Young women suffer from anemia because of bleeding of menstruation, girls life styles uch as diet and sleep patterns turn out to be less regular for example often toolate to eat or sleep deprivation. The purpose of this study was to determine the factors associated with the incidence of anemia in adolescent girls class XI class of 2018/2019 at SMKN 16 Bengkuring. This type of research is quantitativebyusing a crosssectionaldesign. Sampling using total sampling method, thesample in this study were all teenage girls of class XI class of 2018/2019 at SMKN 16 Bengkuring as many as 56 students. Data processing uses univariate and bivariate analysis with Chi-Square statistical tests.The results of this study showed as many as 41 percent of adolescent girls declared anemia. Then there is a relationship between menstrual patterns (p-value same as 0,000) and eating patterns (p-value same as 0,001) with the incidence of anemia in adolescent girls and there is no relationship between sleep patterns (p-value same as 0,122) with the incidence of anemia. The conclusion of the study is that the incidence of anemia is more common in adolescent girls with abnormal menstrual patterns compared to adolescent girls with normal menstrual patterns and it is recommended that adolescent girls consume Tablets Add Blood (during menstruation
PENINGKATAN KESEHATAN REPRODUKSI WANITA USIA SUBUR DAN PEMERIKSAAN PAPS SMEAR PADA KELOMPOK PKK KAMPUNG PAGHULU
Wanita usia subur perlu untuk memerhatikan kesehatan reproduksinya. Apabila tidak diperhatikan dapat berisiko untuk menderita kanker serviks. Pada wanita usia subur penanganan bagi kanker serviks sering mengalami keterlambatan disebabkan penderita datang berobat setelah berada pada stadium lanjut. Hasil penelusuran kasus terbanyak kanker serviks di kabupaten Kepulauan Sangihe didapati terjadinya peningkatan dan sebagian besar penderita berada di Wilayah Kecamatan Manganitu. Tujuan pengabdian kepada Masyarakat untuk meningkatkan kesehatan reproduksi wanita usia subur dan pemeriksaan Paps Smear pada kelompok PKK Kampung Paghulu. Metode pelaksanaan yaitu pemberian pendidikan kesehatan tentang kesehatan reproduksi wanita usia subur dan pemeriksaan Paps Smear pada Kelompok PKK Kampung Paghulu. Sebanyak 12 orang bersedia melakukan pemeriksaan Paps Smear dan hasil laboratorium menunjukkan sebanyak 11 orang mengalami infeksi, serta seorang direkomendasikan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pada pemantauan dan evaluasi dilakukan untuk memotivasi responden agar melakakukan pemeriksaan sesuai rekomendasi dokter yang menangani. Kelompok PKK Kampung Paghulu setelah dilakukan pendidikan kesehatan dan pemeriksaan Paps Smear terjadi peningkatan kesehatan reproduksi.
Women of reproductive age need to pay attention to their reproductive health. If not addressed, it can be risky to suffer from cervical cancer. The treatment for cervical cancer often experiences delays caused by patients getting the treatment after being at an terminal stage. According to the medical report, the most cervical cancer in the Sangihe Islands regency were found at the Manganitu District Area. The aim of community service is to improve the reproductive health of women of reproductive age and Paps Smear examination in the Paghulu Village PKK group. Implementation method is by providing health education about reproductive health of women of reproductive age and Paps Smear examination in the Paghulu Village PKK Group. A total of 12 people were willing to do the Paps Smear examination and laboratory results showed as many as 11 people had infections, and one was recommended for further tests. In monitoring and evaluation carried out to motivate respondents to carry out checks according to the recommendations of the treating doctor. After the health education seminar and Paps Smear Examination, the health of Reproductive women community of Paghulu Village became improved
PKMS PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI KOMUNIKASI DALAM MENINGKATKAN KINERJA PERANGKAT KAMPUNG MAHUMU II DI KECAMATAN TAMAKO KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang semakin pesat dalam usaha mengefektifkan layanan kepada masyarakat sampai pada tingkat Desa. Keberadaan TIK selain dapat meningkatkan pelayanan juga bermanfaat dalam proses pengolahan data yang dapat digunakan untuk perencanaan pembangunan, mendukung pengambilan keputusan dan banyak manfaat lainnya. Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi untuk pelayanan masyarakat tentu harus melalui proses berkelanjutan dimana selain mempersiapkan infrastruktur TIK juga harus mempersiapkan sumberdaya manusia yang mampu mengoperasikan TIK.. Pada kegiatan pengabdian ini, tim menyediakan infrastuktur TIK berupa 1 unit komputer dan 1 unit layar monitor sebagai media penyampaian informasi. Tim juga melaksanakan kegiatan pelatihan pengoperasian TIK kepada Sekretaris Kampung, Operator Kampung, Anggota PKK dan Kepala-Kepala Lindongan. Selain itu juga, tim melakukan pendampingan selama dua bulan untuk membantu mitra dalam penanganan teknis infrastruktur TIK. Hasil yang dicapai pada kegiatan ini adalah tersedianya perangkat TIK yang dapat digunakan oleh aparatur desa untuk pelayanan administrasi publik selain itu aparatur desa telah memiliki kemampuan mengoperasikan perangkat TIK.
The rapid development of information and communication technology (TIK) make efficiency in public services for rural area. TIK does not only upgrade public services, but also it can use for data processing in development planning, making decision letter and others. Utilization of information and communication technology for public service should be through TIK infrastructure and human resources who can operate it. In this community services, the team gives facilities like; one unit personal computer and monitor as information equipment. Than, team gives TIK workshop for village secretary, village operator, member of village empowering woman, and coordinators of village. And than, team has accompanied them to operate and fix for technical handling of TIK for two month. As the result, there are available TIK equipment for service public document and employees who have competence in TIK
PEMBESARAN IKAN NILA MENGGUNAKAN KOLAM TERPAL SEBAGAI WADAH BUDIDAYA DI KAMPUNG TARIANG LAMA KECAMATAN KENDAHE KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE
Kolam terpal merupakan wadah budidaya ikan yang tepat untuk pembesaran ikan nila karena berbagai keunggulannya seperti kemudahan memindahkan, keramahan terhadap konstruksi tanah, kesesuaian dengan karakteristik ikan nila, kemudahan membersihkan kolam dan memanen ikan. Kegiatan pengabdian kemitraan masyarakat ini menyasar kelompok-kelompok masyarakat di Kampung Tariang Lama, Kecamatan Kendahe yang masyarakatnya sulit mendapatkan ikan disaat cuaca buruk di laut. Pengabdian kepada masyarakat ini mencakup kunjungan lapangan (survei), penyuluhan, pelatihan, evaluasi, dan pemantauan pasca penyuluhan dan pelatihan. Sejauh ini, kelompok masyarakat sasaran pengabdian di Kampung Tariang Lama sudah mampu merancang, membuat sendiri kolam, dan mampu membudidayakan ikan nila menggunakan kolam terpal. Selanjutnya, hasil evaluasi dan pemantuan menunjukan bahwa masyarakat Tariang Lama tidak menghadapi kendala berarti dalam membudidayakan ikan di kolam terpal. Sebagian dari mereka bahkan berusaha merancang dan membangun sendiri kolam terpal secara mandiri hal ini merupakan indikasi kuat dari keterbukaan dan penerimaan masyarakat Tariang Lama terhadap penerapan teknologi budidaya ikan yang masih relatif baru untuk masyarakat Tariang Lama ini.
Tarp-typed pond or tarpaulin pond is an appropriate medium for cultivation of Nile tilapia because of its many advantages including (1) easily moved from one place to another,(2) friendly toward soil construction, (3) suitable with tilapia’s characteristics and (4) very convenient forcleaning and harvesting. This community service focused on societal groups in Tariang Lama Village, Kendahe district whose society normally have difficulty in obtaining fish during stormy sea. This community service consisted of (1) field survey, (2) mentoring, (3) training and (4) evaluation/monitoring. The targeted societal groups in Tariang Lama were already capable of designing, building their own tarp-typed pool and cultivating Nile tilapia with tarpaulin pond. In addition, evaluation and monitoring showed that the people of Tariang Lama had no problem in adopting fish cultivation technique with tarpaulin pond. Many of them even designed and built their own tarp-typed pond, strongly suggesting the openness and acceptance of the people of Taring Lama towards the implementation of the relatively new fish farming technique
ANALISIS ORGANOLEPTIK TORTILLA RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii
Tortilla merupakan salah satu makanan ringan yang umumnya berbahan baku jagung yang sudah cukup dikenal adalah keripik tortila jagung (corn tortilla chips). Tortilla yang dibuat secara tradisional dari masa harina (sejenis tepung jagung atau cornmeal) atau tepung gandum adalah makanan pokok di Meksiko. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui mutu tortilla yang dibuat dari rumput laut jenis Kapaphyucus alvarezii. Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini dapat memanfaatkan rumput laut jenis Kappaphycus alvarezii di Kabupaten Kepulauan Sangihe sebgai komoditas yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara statistik dengan menggunakan Kruskal Wallis. Hasil yang diperoleh menunjukkan kandungan kadar air terbaik pada formula 4 (28.47%), kadar abu terbaik pada formula 4 (92.44%). Niai organoleptik rasa tertinggi pada formula 3 (4.40%), warna tertinggi pada formula 1 (4.53%) dan Aroma tertinggi pada formula 4 (4.43%)
POLA ASUH ORANG TUA PADA ANAK BALITA DENGAN RIWAYAT PENYAKIT DIARE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MANENTE KECAMATAN TAHUNA KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE
Pengasuhan orangtua kepada balita mempengaruhi ada atau tidak adanya diare pada balita. Ini dikarenakan perilaku kesehatan juga merupakan aspek yang penting dalam pengasuhan orangtua kepada anak. Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sangihe mencatat bahwa pada tahun 2015, ada 1.151 jiwa anak usia balita (1–5 tahun), di antaranya terdapat penderita diare sebanyak 97 jiwa dan tercatat 1 anak yang meninggal dari antara penderita diare tersebut. Sedangkan pada tahun 2016, tercatat 817 anak usia balita dan sampai dengan bulan Juni 2016 sudah ada 40 anak balita penderita diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola asuh orang tua pada anak Balita dengan Riwayat Penyakit Diare di Wilayah Kerja Puskesmas Manente Kecamatan Tahuna Kabupaten Kepulauan Sangihe. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sumber informasi yang bermanfaat oleh Puskesmas agar dapat memperhatikan masyarakat yang mempunyai balita di wilayah kerjanya. Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat menambah pengetahuan orang tua sehingga dapat memberikan pola asuh yang positif terhadap anak khususnya balita dan dapat dijadikan awal pengembangan penelitian berikutnya. Rancangan penelitian digunakan dalam penelitian ini ialah penelitian deskriptifeksploratif untuk memperoleh gambaran tentang pola asuh orang tua pada anak balita dengan riwayat penyakit diare di wilayah kerja Puskesmas Manente Kecamatan Tahuna Kabupaten Kepulauan Sangihe. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini yaitu: Pola asuh orang tua balita dengan riwayat penyakit diare di wilayah kerja Puskesmas Manente Kecamatan Tahuna Kabupaten Kepulauan Sangihe sebagian besar ada dalam kategori Pola Asuh Demokratis yaitu sebanyak 38 responden atau 92,7 persen. Saran yang diberikan sebagai rekomendasi yaitu Puskesmas Manente diharapkan dapat membantu meningkatkan pengetahuan Ibu tentang Penanganan Diare dengan melakukan Penyuluhan Kesehatan atau pembagian liflet terutama kepada orang tua yang memiliki anak usia balita. Responden diharapkan dapat mengetahui pola asuh yang efektif serta meningkatkan kontrol terhadap anak usia balita terutama dalam hal kebersihan diri dan kebersihan lingkungan agar penyakit diare dapat dicegah
ANALISIS INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT TERHADAP LAYANAN BIDANG PERPUSTAKAAN DI DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KABUPATEN PROBOLINGGO TAHUN 2018
Survei tingkat kepuasan masyarakat menggunakan metode survei kualitatif dilakukan olehDinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Probolinggo dengan mengacu kepada Undang-undang no25 tahun 2009 tentang pelayanan publik. Hal ini sebagai wujud kepatuhan sekaligus salah satu upayapelaksanaan Rencana Strategis. Selain itu juga bertujuan mengetahui unsur layanan mana yang perluditingkatkan dalam upaya peningkatan mutu layanan. Penelitian ini membahas tingkat kepuasanmasyarakat pengguna layanan Perpustakaan menggunakan metode analisis deskriptif. Berdasarkan datasurvei didapatkan 5 unsur dengan hasil tertinggi, yakni pada unsur petugas rapi dan bersih 78,30%,petugas ramah dan sopan 77,23%, petugas adil 76,57%, kondisi rak buku 76,00% dan perpustakaannyaman dari sisi penerangan dan sirkulasi udara sebesar 75,90%. Sedangkan 5 unsur dengan hasilterendah yakni ketersediaan alat pemadam kebakaran 57,13%, kebersihan toilet 59,07%, ketersediaantempat penitipan barang 59,20%, akses wifi 61,27% dan terkait dengan biaya dan denda terlambat sebesar61,70%
Gambaran Perilaku Masyarakat tentang Malaria di Kampung Tawoali Kecamatan Manganitu
Malaria masih merupakan masalah kesehatan yang dapat menyebabkan kematian terutama pada kelompok risiko tinggi yaitu bayi, anak balita, ibu hamil, selain itu malaria secara langsung menyebabkan anemia dan dapat menurunkan produktivitas kerja. (Depkes RI, 2009:1). Di Kecamatan Manganitu, Kampung Tawoali merupakan Kampung dengan jumlah penderita malaria tertinggi. Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan pada tahun 2014 yang diukur dengan Annual Parasite Incidence (API) sebesar 2,15 % positif malaria (Profil Puskesmas dan Annual Parasite Incidence (API) 2014). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Perilaku Masyarakat tentang Penyakit Malaria di Kampung Tawoali KecamatanManganitu.Metode yang digunakan yaitu deskriptif dengan metode survey, sampel dalam penelitian ini berjumlah 96 responden.Pengambilan sampel menggunakan metode Simple Random Sampling. Pengolahan dan analisa data melalui beberapa proses seperti editing, coding dan tabulating.Hasil penelitian menunjukan bahwa pengetahuan responden tentang penyakit malaria hanya dalam tingkatan cukup yaitu 51 (53%),untuk sikap masyarakat tentang malaria sudah banyak yang sikapnya baik yaitu sebesar 83 responden (86%), untuk tindakan masyarakat dalam penanganan penyakit malaria masih pada kategori kurang yaitu sebesar 60 responden (62%), oleh karena itu, tindakan masyarakat yang ada di Kampung Tawoali masih dalam kategori Guided Response yaitu masih memerlukan tuntunan dari petugas kesehatan yang ada di tempat. Sementara perilaku responden yang mencakup 3 domain perilaku kesehatan yaitu pengetahuan, sikap dan tindakan, paling banyak adalah cukup yaitu 80 orang (83%). Hal ini menggambarkan perilaku masyarakat yang ada di Kampung Tawoali baru sebatas pada pengetahuan dan sikap yaitu belum ada kesadaran sepenuhnya tentang penanganan penyakit malaria.Pada penelitian ini diperoleh hasil yaitu survey perilaku masyarakat tentang penyakit malaria menunjukan bahwa sebagian besar perilaku berada pada kategori cukup yaitu (83%). Untuk dapat memperkaya hasil penelitian diharapkan ada penelitian tentang penyakit malaria dengan variabel yang lebih luas misalnya menghubungkan faktor perilaku dengankejadian malaria