e-jurnal Politeknik Negeri Nusa Utara
Not a member yet
    385 research outputs found

    CLUSTERING SEBARAN ALUMNI PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI POLITEKNIK NEGERI NUSA UTARA

    Get PDF
    Teknologi database saat ini memungkinkan untuk menyimpan sejumlah data dalam jumlah yang sangat besar dan terakumulasi namun disinilah awal timbulnya persoalan dengan semakin banyaknya data, seperti pada Program Studi Sistem Informasi Politeknik Negeri Nusa Utara. Oleh sebab itu sangat penting untuk mengetahui sebaran mahasiswa dengan menggunakan tracer alumni, sehingga data yang ada dapat dipakai guna mengelompokkan sebaran mahasiswa berdasarkan kesamaan ciri dari data menggunakan metode k-means clustering. Penelitian ini bertujuan untuk memudahkan menganalisis pengelompokan sebaran mahasiswa. Data tracer tersebut diperoleh data alumni yang ada pada Program Studi Sistem Informasi, berdasarkan data alumni yang ada informasi yang tersembuyi dapat diketahui dengan cara melakukan pengolahan terhadap data tersebut sehingga berguna bagi pihak Program Studi Sistem Informasi. Penelitian ini mengenalisis Tracer Alumni Program Studi Sistem Informasi dari angkatan 2006 sampai dengan angkatan 2015 dengan menggunakan algoritma k-means clustering menggunakan microsoft excel. Attribut yang digunakan adalah domisili, waktu masuk, waktu wisuda dan waktu tunggu kerja. Cluster yang terbentuk adalah dua cluster. Hasil dari penelitian ini digunakan sebagai salah satu dasar pengambilan keputusan untuk menentukan strategi promosi berdasarkan cluster yang terbentuk oleh pihak Program Studi Sistem Informasi Politeknik Negeri Nusa Utara.   In this era database technology makes it possible to store a large amount of data and accumulates, but this is where the beginning of the problem arises with the increasing number of data, such as in Polytechnic State of Nusa Information System Study Program. That’s way it I was very important to know the distribution of students use alumni tracers, so the available data can be used to classify student distribution based on the similarity of features of the data using the K-means Clustering Method. This study aims make easy analyze distribution of student distribution. Tracer data is obtained alumni data in the Information Systems Study Program, based on existing alumnus, and the hidden data about information can be known by processing it so it is useful for the Information Systems Study Program. This research introduces Information Systems Study Program Alumni Tracer from class of 2006 to the class of 2015 used the K-Means Clustering Algorithm by used Microsoft Excel. The attributes were used domicile, time of entry, graduation time and waiting time for work. Clusters were formed two clusters. The results of this study were used as a basic to made decision to determine promotion strategies based on clusters formed by the Polytechic State of Nusa Utara in Information System Study Program

    OPERASIONAL PUKAT CINCIN KM. MALBERS 02 DI PERAIRAN TELUK TOMINI PROVINSI GORONTALO

    Get PDF
    Peningkatan efisiensi dan efektifitas operasi perangkapan ikan dengan pukat cincin diperlukan beberapa sarana dimana salah satunya yaitu dengan menggunakan alat bantu penangkapan ikan jenis rumpon. Selain rumpon dalam pengoperasiannya pukat cincin dilengkapi pula dengan perahu lampu. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode deskriptif dengan dasar studi kasus dilapangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil tangkapan pukat cincin didominasi oleh ikan Layang (Decapterus sp), sebagian lagi  ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) dan ikan Sunglir (Elegatis bipinnulatus). Dari hasil analisis data menunjukan bahwa alat tangkap pukat cincin KM.Malbers 02 dalam pengoperasiannya dibantu oleh alat bantu penangkapan ikan yakni rumpon dan perahu lampu serta alat tambahan penangkapan ikan yakni winch untuk penarikan tali cincin,  power block untuk penarikan daging jaring dan caduk (sibu-sibu) untuk pengangkatan ikan hasil tangkapan. Waktu setting hingga hauling diantara 5-7 menit.   Increasing the efficiency and effectiveness of the fishing operation using purse seine requires several means, one of which is the use of FAD fishing tools. In addition to FADs, in the operation of the purse seine, it is also equipped with a lamp boat. This research was conducted with a descriptive method based on field case studies. The results showed that the catch of purse seines was dominated by Layang fish (Decapterus sp), some Skipjack tuna (Katsuwonus pelamis) and,  Sunglir fish (Elegatis bipinnulatus). From the results of the data analysis, it shows that KM.Malbers 02's purse seine fishing gear is assisted in its operation by fishing aids, namely FADs and light boats as well as additional fishing tools, namely winches for pulling ring ropes, power blocks for pulling net meat, and cisterns (sibu- sibu) for the lifting of the caught fish. Time from setting to hauling is between 5-7 minutes

    NILAI ORGANOLEPTIK BAKSO IKAN LAYANG (Decapterus russelli), IKAN KUNIRAN (Upeneus moluccensis) DAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus)

    Get PDF
    Bakso ikan merupakan produk berbahan dasar dari surimi yang terbuat dari lumatan daging ikan yang telah mengalami proses penghilangan tulang, dan sebagian komponen larut air dan lemak melalui pencucian dengan air, sehingga disebut sebagai konsentrat basah protein myofibril dari daging ikan layang, kuniran, dan nila. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui mutu bakso dari berbagai jenis daging ikan yang digunakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental. Hasil uji ogranoleptik menunjukkan bakso dengan kategori-kategori berikut, kenampakan terbaik pada ikan nila (8,2), bau terbaik dari ikan kuniran (7,8), rasa terbaik pada ikan layang (8,8) dan tekstur terbaik pada ikan layang (8,8). Kesimpulan dari ketiga jenis bahan baku yang digunakan ikan kuniran merupakan bahan baku terbaik dalam pembuatan bakso.   Fish ball is a surimi-based product made from ground fish meat that has undergone a bone removal process as well as elimination of water and fat soluble components through washing with water. Hence, it is called wet concentrated myofibril protein mainly derived from mackerel scad, goldband goatfish, and tilapia meat. The objective of this research was to determine the quality of fish balls from various types of fish (mackerel scad, mac). Organoleptic tests showed that the best appearance, smell, taste and texture categories were found in tilapia (8.2), goatfish (7.8), mackerel scad (8.8), and mackerel scad (8.8) respectively. As a conclusion, of the three raw materials used in this research, goldband goatfish proved to be the best source of raw material for fish balls

    KARAKTERISTIK SENSORI DAN KADAR AIR IKAN SELAR (Selaroides leptolepis) ASIN PADA KONSENTRASI KADAR GARAM YANG BERBEDA

    Get PDF
    Ikan Asin merupakan ikan yang diawetkan dengan menambahkan garam dalam jumlah tertentu sehingga menghasilkan ikan asin dengan rasa, aroma dan tekstur khas. Kekurangan dari produk ikan asin saat ini adalah tampilan produk yang tidak menarik dan rasa terlalu asin karena takaran garam yang tepat belum diketahui. Sebagai salah jenis ikan dengan kandungan gizi cukup tinggi tetapi melimpah pada musim terntentu saja di Kabupaten Sangihe, ikan selar menjadi salah satu bahan baku utama ikan asin di kabupaten ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai sensori dan kadar air ikan selar yang diberi perlakuan garam dengan konsentrasi berbeda (5, 10 dan 15) %. Hasil pengujian organoleptik memperlihatkan nilai kenampakan 7.93, 8.2 and 9.0, bau (7.6, 8.2 dan 9.0) dan tekstur (7.53, 7.93 dan 8.93) pada konsentrasi (5, 10 dan 15)% berturut-turut. Dengan kata lain pengaruh perlakuan naik dengan bertambahnya konsentrasi dan nilai uji sensori tertinggi (9.0) terdapat pada perlakuan kadar garam 15%. Sebaliknya, hasil uji kadar air memperlihatkan nilai makin rendah dengan meningkatnya kadar garam dan kadar air terendah teramati pada perlakuan dengan kadar garam 15%. Meskipun begitu, nilai kadar air pada tiga perlakuan itu (25.7, 26.3 and 27.8)% masih memenuhi standar kadar air (40%) yang ditetapkan SNI 2016.      Salted fish is fish preserved by adding certain amount of salt to produce salted fish with a distinctive taste, aroma and texture. One problem with localy produced salted fish is its unattractive appearance and overly salty taste caused mainly by the lack of knowledge on the right amount of salts used for preparing salted fish. Being a seasonally abundant species that also contains high nutrional value, scad fish has long become of one of the major source of salted fish in the region. This research aimed to study the sensory value and water content of scad salted fish treated with different salt concentration. Organoleptic test showed increasing values as salt concentration increased with the values of  7.93, 8.2 and 9.0 for appearance, 7.53, 7.93 and 8.93 for texture and 7.6, 8.2 and 9.0 for smell treated concentration of (5, 10 and 15)% respectively, with the highest sensory value (9.0) observed at the highest salt concentration (15%). In contrast, water content decreased as the concentration increased with the lowest water content (25.7) observed at the concentration of 15%. Nevertheless, all water content (25.7 to 27.8)% in this study met the standard value (40%) set by SNI 2016.  &nbsp

    GAMBARAN MEKANISME KOPING PASIEN CHRONIK KIDNEY DISEASE DENGAN TINDAKAN HEMODIALISA DI RUMAH SAKIT DAERAH LIUNKENDAGE TAHUNA

    No full text
    Salah satu penatalaksanaan pada pasien Chronic Kidney Disease adalah hemodialisa. Hal ini karena hemodialisa merupakan terapi pengganti ginjal yang bertujuan untuk mengeluarkan sisa-sisa metabolisme protein atau mengoreksi gangguan keseimbangan air dan elektrolit. Kejadian yang terjadi pada pasien CKD dengan terapi hemodialisa pada umumnya merasakan kecemasan, oleh karena proses hemodialisa yang terus-menerus, sehingga pasien memerlukan koping yang efektif untuk dapat mengurangi atau mengatasi cemas. Mekanisme koping adalah cara yang digunakan individu untuk menyelesaikan masalah, mengatasi perubahan yang terjadi pada situasi yang mengancam, baik secara kognitif maupun prilaku. Tujuan penelitian ini diketahuainya gambaran mekanisme koping pada pasien Chronic Kidney Disease dengan tindakan hemodialisa. Metode penelitian deskritif dengan pendekatan proses Asuhan Keperawatan pada subjek studi kasus 2 pasien CKD dengan tindakan terapi hemodialisa. Pengumpulan data melalui wawancara langsung pada pasien dan keluarga.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua pasien ditemui adanya perbedaan. Pasien pertama setelah diberikan tindakan keperawatan selama 3 kali 24 jam strategi mekanisme koping menunjukkan adaptif. Dan pasien kedua masih menggunakan antara adaptif dan maladaptif. Kesimpulan Mekanisme koping adaptif adalah cara untuk beradaptasi dengan stress. One of the management in Chronic Kidney Disease patient is hemodialysis. This is because hemodialysis is a renal replacement therapy that aims to remove the waste products of protein metabolism or to correct water and electrolyte balance disorders. Events that occur in CKD patient with hemodialysis therapy generally feel anxiety, because of the continuous hemodialysis process, so that patient need effective coping to reduce or overcome anxiety. The coping mechanism is a method used by individuals to solve problems, overcome changes that occur in threatening situations, both cognitive and behavioral. The aim of this study is to know the description of coping mechanism in Chronic Kidney Disease patients with hemodialysis.Descriptive research method with nursing care process approach in case study subject 2 CKD patients with hemodialysis therapy. Collecting data through direct interviews with patient and families. The results showed that the two patients encountered differences. The first patient after being given nursing care action for 3 times 24 hours the coping mechanism strategy showed adaptive. And the second patient was still used between adaptive and maladaptive. The conclusion is he adaptive coping mechanism is a way to adapt to stress

    ANALISIS INDEKS GLIKEMIK DAN KANDUNGAN GIZI SAGU PORNO

    Get PDF
    Di Kabupaten Sangihe terdapat satu pangan lokal yang terkenal yaitu bernama “Sagu Porno”. Panganan khas asli dari suku Sangihe yang terbuat dari tanaman sagu yang diolah dengan cara dibakar. Masyarakat sangihe memepercayai bahwa makanan ini bagus jika dikonsumsi penderita diabetes. Namun penelitian ilmiah mengenai pangan tersebut masih sangat minim. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis indeks glikemik dan kandungan gizi pada Sagu Porno. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Lokasi pengujian kandungan gizi dilaksanakan di Laboratorium Balai Riset dan Standarisasi Industri Kota Manado sedangkan untuk pengukuran indeks glikemik dilakukan di Politeknik Negeri Nusa Utara. Subjek pada penelitian ini sebanyak 14 responden dan objek pada penelitian ini adalah sagu porno. Berdasarkan hasil uji kandungan gizinya, sagu porno memiliki kandungan karbohidrat sebanyak 50,65 persen, protein 2,06 persen, lemak 11,75 persen dan serat kasar 3,12 persen. Berdasarkan hasil uji kandungan indeks glikemiknya diketahui bahwa sagu porno adalah 296,53 persen yang artinya bahwa sagu porno merupakan panganan dengan indeks glikemik tinggi. Kesimpulannya, tidak disarankan penderita diabetes untuk mengkonsumsi panganan sagu porno. in Sangihe District, famous food as a local food called “Sagu Porno”. Secialty original dish from Sangihe tribe, which it was made from the sago plant with burned processed. The people very much believe that those food was good if consumed by diabetics. However, scientific quantity research on those foods were little. Based on those study the aim of analyzing were the glycemic index and nutritional content of Sagu Porno. Those research was an experimental research. The location for testing the nutritional content was on the laboratory Balai Riset dan Standarisasi Industri of Manado City, while for the measurement of the glycemic index at Politeknik Negeri Nusa Utara. The subjects in those study were 14 respondents and the object in those study was Sagu Porno. Based on the results of the nutritional content test, Sagu Porno has a carbohidrate content of 50.65 percent, 2.06 percent protein, 11.75 percent fat, and 3.12 percent crude fiber. Based on the results of the glycemic index content test, it was known that Sagu Porno was 296.53 percent, which means that Sagu Porno is a food with a high glycemic index. In conclusion, diabetics are not advised to consume Sagu Porno

    SELF-DETERMINATION THEORY SEBAGAI STIMULASI PERILAKU PENGOBATAN DAN PELATIHAN SENAM DIABETES PADA LANSIA DI KECAMATAN MANGANITU

    Get PDF
    Prevalensi penyakit diabetes melitus menduduki peringkat ke tujuh di Indonesia.Di Kabupaten Kepulauan Sangihe angka kejadian kasus diabetes melitus tipe 2 terutama di kampung Barangka yang merupakan wilayah Kerja Puskesmas Manganitu cukup tinggi. Dari 18 kasus diabetes melitus tipe 2 terdapat 2 kasus kaki diamputasi dan 1 kasus mengalami kebutaan. Hal ini menunjukan pentingnya perhatian dan penanganan terkait penyakit diabetes melitus tipe 2 yang membutuhkan pegelolaan penyakit melalui managemen diri yang cukup kompleks, tidak hanya berdampak pada kondisi kesehatan secara fisik namun juga kondisi psikologis. Salah satu faktor psikologis yang penting menjadi perhatian adalah motivasi berdasarkan self-determination Theory (SDT). Tujuan pengabdian kepada masyarakat untuk memberikan stimulasi perilaku pengobatan dan pelatihan senam diabetes pada lansia di Kecamatan Manganitu. Metode pelaksanaan yaitu melakukan pemeriksaan tekanan darah, gula darah, penyuluhan tentang diabetes melitus, dan pelatihan senam diabetes. Waktu pelaksanaan kegiatan pada bulan September 2020 bertempat di Balai Pertemuan Desa Kampung Barangka. Peserta yang hadir dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat berjumlah 30 orang yang mengikuti pemeriksaan tekanan darah, gula darah, penyuluhan tentang diabetes melitus, dan pelatihan senam diabetes. Hasil pemeriksaan didapatkan beberapa lansia mengalami hipertensi dan diabetes melitus. The prevalence of diabetes mellitus is ranked seventh in Indonesia. In Sangihe Island District, the incidence of type 2 diabetes mellitus, especially in Barangka village, which is the working area of ​​the Manganitu Health Center, is quite high. From the 18 cases of type 2 diabetes mellitus, those were 2 cases of leg amputation and 1 case of blindness. This shows the importance of attention and treatment related to type 2 of diabetes mellitus which requires management of the disease through complex self-management, not only affecting physical health conditions but also psychological conditions.One of the important psychological factors to be considered is motivation based on self-determination theory (SDT). The purpose of community service is to stimulate treatment behavior and diabetes exercise training for the elderly in Manganitu District. The method of implementation was check the blood pressure, blood sugar, counseling about diabetes mellitus, and diabetes exercise training. The time for the implementation in September 2020 and take place at the Village Meeting Hall of the Village of Barangka. The participants who attended were 30 people who attended and check blood pressure, blood sugar tests, counseling about diabetes mellitus, and diabetes gymnastics training. The results showed some elderly people had hypertension and diabetes mellitus

    DUKUNGAN KELUARGA PADA PENGOBATAN PENDERITA TB PARU MULTI DRUG RESISTANCE YANG TINGGAL DI WILAYAH KERJA DINAS KESEHATAN KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE

    Get PDF
    TB Multi Drug Resisntance adalah TB dengan resistensi terjadi dimana Micobacterium tuberculosis resisten terhadap rifampisin dan isoniazid dengan atau tanpa obat anti TB lainnya, Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sangihe TB MDR sebanyak 8 kasus. Gagalnya pengobatan TB MDR adalah penderita tidak mau minum obat secara teratur dalam waktu yang lama. Keluarga mempunyai peranan yang besar untuk mendukung, dan selalu siap memberikan dukungan agar penderita rutin minum obat dan teratur dalam pengobatan. Tujuan penelitian ini menguraikan dukungan keluarga pada pengobatan penderita TB MDR yang tinggal di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sangihe. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling dengan 6 informan yang mewakili keluarga. Intrumen pengumpulan data adalah peneliti sendiri serta alat penunjang seperti panduan wawancara, catatan lapangan dan alat perekam. Uji keabsahan data meliputi uji credibility,transferability, dependability dan confimability. Hasil penelitian ditemukan 3 tema yang meliputi Dukungan emosional, dukungan informasi dan dukungan penghargaan.Dari 3 tema menunjukkan bahwa sebagian besar penderita mendapatkan dukungan dari keluarga secara maksimal dengan melibatkan ekspresi rasa empati, peduli, sehingga dapat memberikan rasa nyaman.Selain itu dukungan yang diberikan berupa ungkapan penghargaan positif terhadap ide, disampaikan dalam pemecahan masalah, memberikan usul, saran, petunjuk serta pemberian informasi.Kesimpulan dukungan keluarga, petugas kesehatan serta pemegang program dapat menumbuhkan semangat penderita untuk tetap optimis menjalani pengobatan TB MDR hingga mencapai kesembuhan. Multy Drug Resistance TB is TB with resistance occuringin which Microbacterium tuberculosis is resistance to rifampicin and isoniazid with or without other anti TB drugs. Data from the Health office of Sangihe Island Regency, TB MDR were 8 cases. The failureof MDR TB treatment is that the patient does not want to take medication regularly for a long time. The family has a big part to support and to provide to patient take medicine regularly. The purpose of this study to describe family supporting treatment multi drug resistance pulmonery TB of patient in the working area of health deparment sangihe island. Qualitative research method with aphenomenological approach. The sampling technique was purposive sampling with 6 informants represent the family. The data collection instrument was the researcher himself as interview guider, field notes and recording devices. Data validity tesis include credibility, transferability, dependability and confimability tests. The results of the study 3 themes including emotional support, information support and appreciation support. Of the 3 themes were showed that most of the sufferers had supported from their family by involed expressions of emphaty, caring so they can provide a sense of comfort. In addition, the support provided were in the from of expressions of positive appreciation for ideas, conveyed in problem solving, giving, suggestions, insttructions, and information. Conclusion family support, health workers and program holders can foster patient enthuasiams to remain optimistic abaut undergoing MDR TB treatment to achieve recovery

    GOLONGAN DARAH PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MANGANITU

    Get PDF
    Kehamilan merupakan anugerah terindah. Setiap ibu hamil pasti menginginkan kehamilannya sehat dan lancar hingga melahirkan. Penting untuk dilakukan pelayanan kesehatan ibu untuk menjaga kelangsungan hidup ibu dan bayi. Salah satunya melalui pemeriksaan darah. Pemeriksaan darah pada ibu hamil masih rendah dibandingkan dengan komponen pemeriksaan yang ada. Studi pendahuluan yang dilakukan di Puskesmas Manganitu menunjukkan bahwa pemeriksaan golongan darah belum dilaksanakan. Tujuan pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya pemeriksaan golongan darah dan mengetahui jenis golongan darah ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Manganitu. Metode pelaksanaan yaitu memberikan pendidikan kesehatan tentang golongan darah dan pemeriksaan golongan darah pada ibu hamil. Waktu pelaksanaan kegiatan pada bulan Juli-September 2020 bertempat di wilayah kerja Puskesmas Manganitu. Diketahui penduduk kurang pengetahuan tentang golongan darah sebanyak 63,8 persen. Diberikan pendidikan kesehatan menggunakan metode ceramah dan leaflet. Sebanyak 46,8 persen ibu hamil tidak mengetahui golongan darahnya dan sebanyak 53,2 persen ibu hamil mengetahui golongan darahnya. Hasil pemeriksaan golongan darah menunjukkan ibu hamil bergolongan darah A sebanyak 19,1 persen, golongan darah B sebanyak 10,6 persen, golongan darah AB sebanyak 4,3 persen, dan golongan darah O sebanyak 66 persen. Adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya golongan darah dan diketahui jenis golongan darah ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Manganitu. Pregnancy is the most beautiful gift. Every pregnant woman wants her pregnancy are healthy and smooth until giving birth. It is important for maternal health services to maintain the survival of mothers and babies. One of them is through blood tests. Blood tests in pregnant women are still low compared to the existing examination components. A preliminary study conducted at the Health Center of Manganitu showed that blood type testing had not been carried out. The purpose of community service was increasing the knowledge of pregnant women about the importance of checking and knowing blood type of pregnant women in the Health Center of Manganitu work area. The implementation method was provided health education and test about blood type to pregnants women. The time for the implementation of activities in July-September 2020 in the work area in Health Center of Manganitu. It was known those the majority lack knowledge about blood group as much as 63.8 percent. Provided health education by used lecture and leaflet method. As many as 46.8 percent of pregnant women did not know their blood type and as much as 53.2 percent of pregnants women known their blood type. The results of blood type test showed that pregnants women had blood type A as much as 19.1 percent, blood type B as much as 10.6 percent, blood type AB as much as 4.3 percent, and blood type O as much as 66 percent. There is an increasing the knowledge of pregnant women about the importance and the known blood type of pregnants women in Health Center in Manganitu

    KAJIAN ASPEK KESELAMATAN KERJA PADA KAPAL PAJEKO DI PANGKALAN X DAN Y KEPULAUAN SANGIHE

    Get PDF
    Pekerjaan nelayan di kapal penangkap ikan merupakan pekerjaan berisiko tinggi dalam hal kecelakaan akibat kerja ataupun penyakit akibat kerja. Dalam upaya melindungi dan menjamin keselamatan, keamanan dan kenyamanan kerja awak kapal perikanan, maka faktor keselamatan operasional kapal perikanan di laut sangatlah penting, terutama kondisi dan ketersediaan alat keselematan kapal dan kelaikannya, sehingga bila terjadi kecelakaan alat keselamatan kerja di kapal siap digunakan. Dalam penelitian ini, implementasi peraturan pengawakan dan keselamatan kerja di kapal pukat cincin (purse seine)  atau pajeko dianalisa dengan pendekatan check list terhadap peraturan yang berlaku sedangkan untuk tingkat pemahaman awak kapal tentang pengawakan dan keselamatan kerja akan dihitung dengan menggunakan pengkategorian sederhana pada tingkat kesadaran nelayan terhadap pentingnya aspek keselamatan kerja dilakukan dengan pendekatan pengkategorian menggunakan standar deviasi dari jumlah isian dengan bantuan software microsoft excel. Untuk mengetahui kategori rendah, sedang dan tingginya pemahaman nelayan, fungsi IF pada microsoft excel digunakan. Hasil menunjukan bahwa hanya 1 orang nahkoda yang memiliki ANKAPIN II (Ahli Nautika Penangkap Ikan) sedangkan yang lain hanya memiliki sertifikat SKK dan surat keterangan dari pemerintah setempat. Tingkat pemahaman nelayan juga bervariasi yakni (11, 13 dan 6) nelayan di pangkalan X dan (6, 13 dan 11) nelayan di pangkalan Y dengan tingkat pemahaman tinggi, sedang dan rendah berturut-turut. Jadi, secara keseluruhan penerapan regulasi belum dilakukan secara maksimal dan pemahaman nelayan tentang pentingnya aspek keselamatan masih kurang. Penelitian ini mewakili laporan yang belum banyak dikaji tentang impelementasi dan pemahaman aspek keselamatan kerja pada pajeko-pajeko maupun awaknya, khususnya di pangkalan-pangkalan di Kabupan Sangihe, informasi amat krusial untuk evaluasi bagi semua stakeholder.   Fishing boat deckhand is a high-risk job in terms of occupational accidents or diseases. In an effort to protect and ensure safetiness, security and work comfort of fishing boat crews, our study focuses on operational safety factors on fishing vessels. In particular, key factors relate to the availability and wellmentained condition of the safety instruments that in case of an accident, they would be operational. This study aimed to analyse the implementation of manning and work safety regulation aspects and ship’s crews level of understanding of these aspects by using a check list approach and simple categorization against the existing regulations respectively. A categorization approach was carried out using a standard deviation of the number of entries with the help of Microsoft Excel to measure the implementation aspects and IF function in Microsoft Excel was used to measure the level of understanding of fishermen on those aspects. The results showed only 1 captain had ANKAPIN II (Fishing Ship Nautical Expert), whereas others earned only SKK certificate and/or local government’s certificate. Fishermen’ understanding of the safety aspects varied between (11, 13 & 6) fisheremen in station X and (6, 13 & 11) fishemen in station Y with high, medium and low level of understanding of the occupational safety aspects respectively. Overall, occupational safety aspects were not fully implemented and pursier’s crews level of understanding on these crucial aspects was lacking. This study represents few reports on implementation of occupational safety aspects in purseiners in Sangihe Islands, giving crucial insight for evaluation to all stakeholders

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-jurnal Politeknik Negeri Nusa Utara
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇