e-jurnal Politeknik Negeri Nusa Utara
Not a member yet
    385 research outputs found

    Artikel PEMETAAN DAERAH PENANGKAPAN IKAN PERAIRAN MANGANITU DENGAN MENGGUNAKAN GPSMAP 580/585 MILIK POLNUSTAR 05

    No full text
    Perairan Manganitu di Kabupaten Kepulauan Sangihe merupakan daerah yang banyak terdapat alat pengumpul ikan. Alat pengumpul ikan jenis ini dikenal oleh masyarakat dengan nama bui dengan fungsi yang sama dengan rumpon atau ponton Keberadaan bui tersebut sangat penting untuk diketahui. Selain itu pemetaan bui dengan menggunakan Global Positioning System (GPS) di daerah tersebut sangat minim informasinya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada nelayan-nelayan. Rumusan masalah dari penelitian ini yaitu memetakan daerah penangkapan ikan berdasarkan GPS (Global Position System) di Perairan Manganitu sedangkan tujuannya untuk memetakan daerah penangkapan ikan berdasarkan data pemetaan GPS Map580/585, untuk mencapai tujuan tersebut maka digunakan metode observasi dan partisipasi aktif. Hasil pemetaan berdasarkan data pengoperasian GPS, didapatkan hasil sebanyak 22 posisi geografis bui beserta kedalamnnya. Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk mendata semua bui yang ada di perairan Manganitu, karena belum semua bui terdata posisi geografisnya. Selain itu, perlu dilakukan sosialisasi kepada pemilik bui, berupa penyampaian informasi tentang aturan penempatan bui yang harus mengikuti peraturan berlaku, dimana jarak antar bui harus lebih dari 10 mil laut.   The waters of Manganitu in Sangihe Islands Regency are an area with many fishing buoy. The existence of this buoy is very important to know. In addition, buoy mapping using the Global Positioning System (GPS) in the area has very limited information. The results of this study are expected to provide information to fishermen. The formulation of the problem of this research is mapping the fishing area based on the GPS (Global Position System) in Manganitu waters while the aim is to map the fishing area based on the GPS Map580/585 mapping data, to achieve this goal the observation and active participation methods are used. Mapping results based on GPS operating data, obtained 22 geographic positions of the prison and their depths. Further research needs to be carried out to record all fihing buoy in Manganitu waters, because not all buoy have recorded their geographic position. In addition, it is necessary to conduct outreach to buoy owners, in the form of submitting information about the rules for placing buoy that must comply with applicable regulations, where the distance between prisoners must be more than 10 nautical miles

    PKMS PEMBUATAN TEPUNG DAUN LUHU (Ormocarpum Cochinchinense) YANG DITAMBAHKAN DALAM PAKAN UNTUK MENINGKATKAN IMUNITAS IKAN YANG DIBUDIDAYA DI KAMPUNG NAHEPESE

    Get PDF
    Kepulauan Sangihe, budidaya ikan air tawar semakin berkembang dan dapat dilihat dibeberapa kampung yang memelihara ikan di pekarangan rumah. Untuk melakukan budidaya ikan, masyarakat memerlukan ilmu dan pengetahuan tentang cara budidaya ikan sehingga usaha budidaya yang dikelolah dapat berhasil. Untuk meningkatkan produksi dan keberhasilan budidaya ikan air tawar dapat dilakukan dengan cara pembuatan pakan. Pakan ikan harus mengandung nutrisi. Kegiatan penerapan Pengabdian Kemitraan Masyarakat Stimulus ini bertujuan membantu masyarakat pembudidaya ikan Kampung Nahepese dalam pembuatan pakan ikan dengan penambahan tepung daun luhu. Tujuan ini dapat dicapai lewat penerapan beberapa metode penambahan bahan herbal yaitu tepung daun luhu pada pakan yang mudah dipahami dan dimengerti masyarakat secara mandiri. Tahapan pelaksanaan kegiatan meliputi pembuatan pakan ikan yang ditambahkan tepung daun luhu, kemudian memberi materi tentang cara budidaya ikan air tawar, pengelolaan kualitas air, serta hama dan penyakit ikan. Dengan kegiatan ini, masyarakat Kampung Nahepese memahami pembuatan tepung daun luhu yang akan ditambahkan ke dalam pakan ikan. Kegiatan Stimulus ini berdampak positif dan sangat baik dalam meningkatkan budidaya ikan air tawar di Kepulauan Sangihe. In Sangihe Islands, freshwater fish farming is growing and can be seen in several villages that keep freshwater fish in their yards. To carry out fish cultivation, the fish cultivator community needs knowledge about how to cultivate fish so that the cultivation business that is managed can be successful. To increase the production and success of freshwater fish cultivation can be done by making feed. Fish feed that is made must contain nutrients. The activity of implementing the Stimulus Community Partnership Service aims to help the fish cultivator community in Nahepese Village in demonstrations of making fish feed with the addition of herbal ingredients. This goal can be achieved through the application of several methods of adding herbal ingredients, namely luhu leaf flour to feed that is easily understood by the community independently. The stages of implementing this activity include the application of adding luhu leaf meal to the feed, then an explanation of how to cultivate freshwater fish, management of water quality, fish pests and diseases, and. With this activity, community Nahepese Village have a better understanding include of luhu leaf flour in fish feed. This Stimulus activity has a positive and good impact in increasing freshwater fish farming in Sangihe Islands

    ANALISIS INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT TERHADAP LAYANAN BIDANG KEARSIPAN DI DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KABUPATEN PROBOLINGGO TAHUN 2018

    Get PDF
    Indeks kepuasan masyarakat didapatkan dengan cara melakukan survei menggunakan metode survei kualitatif dilakukan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Probolinggo berdasarkan Undang-undang no 14 tahun 2017 tentang pelayanan publik. Hal ini sebagai salah satu upaya untuk melaksanakan rencana strategis dan wujud kepatuhan terhadap aturan. Penelitian ini berdasarkan pada survei yang dilakukan pada tahun 2018, menghasilkan nilai indeks kepuasan masyarakat pengguna layanan Kearsipan menggunakan metode analisis deskriptif. Hasil survei didapatkan 3 unsur dengan hasil tertinggi berturut-turut sebagai berikut: unsur kompetensi pelaksana (3.138), unsur prosedur (3.069) danunsur persyaratan (3.017). 3 unsur yang harus ditingkatkan karena mendapat nilai yang rendah berturut-turut sebagai berikut: unsur pengaduan saran dan masukan (2.724), unsur maklumat pelayanan (2.845) dan waktu pelayanan (2.862).   The public satisfaction index is obtained by conducting a survey used a qualitative survey method carried out by Library and Filing Department of Probolinggo District based on Law No 25 of 2009 concerning public service. Those was an effort to implement a strategic plan and form of compliance with the rules. Those research was based on 2018 survey, the result was a value index of the people satisfaction who used the record management field service used descriptive analysis methods.The survey results found 3 elements with the highest results in a row as follows: Elements of implementing competence (3,138), elements of procedure (3,069) and elements of requirements (3,017). 3 elements those need to improved due to the following lowes values: Element of complaint suggestion and feedback (2,724), element of service information (2,845) and element of service times (2,862)

    maryati DUKUNGAN KELUARGA PADA ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA YANG DI PASUNG DI KECAMATAN MANGANITU

    No full text
    Merawat anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa merupakan tanggung jawab keluarga selama pasien tinggal bersama keluarga. Merawat orang yang mengalami gangguan jiwa bukanlah hal yang mudah terutama jika pasien tidak bisa diatur. Keluarga harus memiliki kesabaran yang tinggi merawat pasien gangguan jiwa, apalagi pelayanan kesehatan jiwa di daerah perbatasan sulit dijangkau. Bagi keluarga tindakan pemasungan merupakan salah satu cara yang aman untuk menghindari konflik dengan lingkungan sekitar. Menguraikan dukungan keluarga pada orang dengan gangguan jiwa yang di pasung di Kecamatan Manganitu Kabupaten Kepulauan Sangihe. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menguraikan dukungan keluarga terhadap pasien gangguan jiwa yang di Pasung. Metode: Penelitian menggunakan desain kualitatif fenomenologi. Waktu dan tempat penelitian yaitu penelitian ini dilakukan di Kecamatan Manganitu pada bulan September 2019. Penelitian ini yang menjadi informan adalah anggota keluarga yang memiliki klien gangguan jiwa dipasung sebanyak 3 informan. Wawancara mendalam semi terstruktur dilakukan untuk menggali data tentang dukungan keluarga. Penelitian ini ditemukan tiga tema besar dalam penelitian ini. Pertama, Gejala gangguan jiwa, kedua penyebab pemasungan dan yang ketiga dukungan keluarga. Kesimpulan penelitian ini yaitu gangguan jiwa tidak bisa disembuhkan secara total dengan jangka waktu yang pendek akan tetapi bisa mengurangi kekambuhan tanpa harus dipasung. Dukungan keluarga bisa diberikan dalam bentuk perhatian, kasih sayang, doa dan empati. Kesembuhan klien yang mengalami gangguan jiwa bergantung pada keluarga terutama dalam memenuhi kebutuhan klien setiap hari. Tanpa dukungan keluarga maka kekambuhan mudah terjadi kepada klien dengan gangguan jiwa. Caring for family members with mental disorders was the responsibility of the family as long as the patient live with the family. Caring for people with mental disorders is not easy, especially if the patient cannot be managed. Families must have high patience in caring for mental patients, especially mental health services in border area those were difficult to find. For family, the act of shackling was a safe way to avoid conflict with the surrounding environment. Describes family support to people with mental disorders who were live in Manganitu Subdistrict, Sangihe Islands Regency. The purpose of this study was to describe Family Supporting To Prisoner With Mental Disorder, Method was used a phenomenological qualitative design. Time and place of those reaseach was conducted in Manganitu District in September 2019. Those research, which became the informants were three (3) family members who had mental disorders. Semi-structured in-depth interviews were conducted to explore data on family support. Those study found three major themes in this study. First, symptoms of mental disorders, secondly the cause of shackling and the third was family support. The conclusion of this study is mental disorders cannot be completely cured in a short period of time but can reduce recurrence without having to be shackled. Family support can be given in the form of attention, compassion, prayer and empathy. The healing of patient with mental disorders depends on the family, especially the needs of patient every day. Without family support, frecurrence was easy for clients with mental disorders

    PELATIHAN PEMBUATAN VIDEO PROFIL BERBASIS MULTIMEDIA UNTUK PEMERINTAH KAMPUNG KUMA1 KECAMATAN TABUKAN TENGAH

    Get PDF
    Kampung Kuma 1 merupakan zona inti perekonomian masyarakat di Kecamatan Tabukan Tengah. Kampung ini memiliki wilayah administrasi seluas 268,59 ha, terdiri dari Lendongan 1 seluas 216, 73 ha, Lendongan 2 seluas 28,96 ha dan Lendongan 3 seluas 22,9 ha. Dalam penyelenggaraan pemerintahan, Kampung Kuma 1 telah memanfaatkan teknologi informasi berbasis website sebagai pusat informasi pembangunan meskipun sejauh ini belum optimal. Untuk mengoptimalkan sistem ini, peningkatkan sumberdaya manusia terutama perangkat desa di Kampung Kuma 1 sangat dibutuhkan khususnya pelatihan mengelolah konten website dalam bentuk video sebagai bagian dari promosi potensi wilayah. Pelatihan ini melibatkan beberapa tahapan pembuatan video mencakup pra produksi, produksi, post produksi dan screening. Tahapan-tahapan metode pelatihan ini memberikan pengalaman berharga bagi semua perangkat kampung yang secara langsung terlibat dalam proses pembuatan video profil potensi wilayah kampung Kuma 1. Pelatihan ini menghasilkan video profil potensi wilayah Kampung Kuma 1 yang dipublikasikan melalui laman website (kuma1.desa.id) sebagai media center pusat informasi pembangunan dan potensi wilayah Kampung Kuma 1 Kecamatan Tabukan Tengah. Kuma 1 village acts as a center of economic activity in Tabukan Tengah sub-district. In total, this village covers an administration area of 268.59 ha, consisting of lendongan 1 with 216, 73 ha, lendongan 2 with 28.96 ha and lendongan 3 with 22.9 ha. Recently, this village has used website based information technology to support their local governmental activity although much remains to be studied to optimize the current system. One way to achieve this is through training human resources especially the local government officials on how to manage website content in the form of videos as part of promoting the village’s potential through the Internet. This training involved several steps including pre-production, production, post-production and screening, providing excellent opportunity for the local government officials to get involved in the making of the village’s profiling video. The training resulted in video profile of Kuma 1 natural potentials recently published on the website page (kuma1.desa.id) as a media center for the development of Kuma 1 village, Tabukan Tengah sub-district

    SIFAT FUNGSIONAL SEMI REFINED CARRAGEENAN (SRC) DARI RUMPUT LAUT EUCHEUMA COTTONII ASAL KABUPATEN SANGIHE

    Get PDF
    Rumput  laut merupakan  salah  satu  komoditas  unggulan  sektor  perikanan  karena  permintaan  yang  terus meningkat untuk kebutuhan dalam negeri maupun untuk ekspor. Untuk  meningkatkan  nilai  tambah  dan  harga  jual, maka pengolahan rumput laut menjadi  produk  karaginan  perlu  dilakukan. Tetapi meskipun rumpu laut cukup melimpah di Kabupate Sangihe, sejauh  ini  belum  ada penelitian  mengenai  kualitas  tepung  karaginan  yang diolah  dari  rumput  laut  asal  pesisir  Kabupaten Kepulauan Sangihe.  Tujuan  penelitian  ini  adalah  untuk mendapatkan  konsentrasi  KOH  yang  menghasilkan  karaginan  terbaik  dan  mengkarakterisasi  sifat  fungsional  karagi­nan  rumput laut  Eucheuma cottonii  asal  Kampung Bulo, Kecamatan Tabukan Selatan, Kabu­paten Kepulauan Sangihe sedangkan manfaat  dari  penelitian  ini dapat memberikan informasi tentang prospek pengembangan  usaha  budidaya  rumput  laut di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan  prospek usaha  karaginan  sebagai  bahan  baku berbagai industri.  Metode Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, dengan mengamati sifat fungsional  dari pesisir Kabupaten Kepulauan Sangihe, prosedur penelitian dilakukan menggunakan dua tahap yaitu pada tahap pertama pengolahan SRC dengan perlakuan konsentrasi potasium hidroksida 4%, 6%, 8% dan 10%, suhu 80°C dan waktu proses 2 jam, tahap kedua yakni analisis sifat fungional dan rendemen. Penggunaan kalium hidroksida pada proses pembuatan SRC telah memenuhi standar mutu. Kisaran nilai rendemen sebesar 48.49-52.04%, nilai kekuatan gel yakni sebesar 279.59-394.22g/cm2, nilai viskositas didapatkan sebesar 22.08-35.79 cP, nilai kadar sulfat berkisar 18.13-25.43%. Nilai sifat fungsional SRC dari rumput laut  Eucheuma cottonii  asal  Kampung Bulo, Kecamatan Tabukan Selatan, Kabupaten Kepulauan Sangihe memenuhi standar yang ditetapkan oleh FAO dan BSN.   Seaweed is one of the promising fisheries commodities because of its increasing de­mand for both domestic and export needs. To increase added value and price, it is necessary to process seaweed into carrageenan products. However, despite the economic potential of carrageenan and the abundance of seaweed in Sangihe Islands, no research has addressed the quality of carrageenan from seaweed of this region. This study aimed to obtain the best KOH concentration for producing the best carrageenan from Euchema cottonii of Bulo village Nusa Tabukan district Sangihe Islands and to characterize its carrageenan functional properties. The benefit of this research included to provide information regarding the prospects of developing sea­weed cultivation in the regency and semi refined carrageenan (SRC) supply as raw material for various industries. The functional properties of semi SRC were determined by using two step analyses. First, SRC was treated with different concentration of potassium hydroxide (4%, 6%, 8% and 10%) KOH at 80°C and for 2 hours. Then, it was followed by analysis of SRC’s functional properties and yields. The results showed yield of 48.49 to 52.04%, gel strength of 279.59-394.22g /cm2, viscosity of 22.08-35.79 cP and sulfate content of 18.13-25.43%. These SRC’s functional properties of E. cottonii from Sangihe Is­lands Regency and the KOH concentration used in this study met the standards set by FAO and BSN

    GAMBARAN PENGETAHUAN SISWA TENTANG ROKOK DAN BAHAYANYA DI SMA PETRA SAWANG JAUH KECAMATAN KENDAHE

    Get PDF
    Merokok sudah menjadi tren dikalangan banyak orang dimasyarakat tidak lepas juga anak remaja. SMA Petra Sawang Jauh merupakan salah satu SMA di kecamatan Kendahe yang ada di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Meskipun letak sekolah tersebut jauh dari pusat kota tetapi akses untuk mendapatkan rokok tersedia baik di toko kecil atau warung-warung dan tempat penjualan lainnya, akibatnya siapapun yang mau dapat mengkonsumsi rokok dengan mudah. Pengetahuan tentang rokok merupakan hal yang penting harus ada pada seorang individu sebab beberapa penelitian menemukan pengetahuan yang baik akan mengurangi angka kejadian merokok. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui gambaran pengetahuan siswa tentang rokok dan bahayanya di SMA Petra Sawang Jauh Kecamatan Kendahe. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Jumlah sampel 96 orang siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner pengetahuan tentang rokok dan bahayanya. Hasil pada penelitian ini ditemukan sebesar 78,13 persen siswa memiliki pengetahuan baik, 20,83 persen siswa memiliki pengetahuan cukup dan 1,04 persen memiliki pengetahuan kurang. Kesimpulan pengetahuan siswa tentang rokok dan bahayanya di SMA Petra Sawang Jauh berada pada kategori baik. Saran bagi guru-guru di sekolah agar memberikan pendidikan kesehatan terkait rokok. Smoking has become a trend among many people in society including teenagers. Petra Sawang Jauh Senior High School is one of the secondary school in Kendahe Subdistrict in Sangihe Island Regency. Even though the location of the school was far from the city center, access to cigarettes was available both in small shops or stalls and other places of sale, consequently anyone who wants to smoke can consume cigarettes easily. Knowledge about cigarettes was important thing that must exist in a person because researcher found good knowledge will reduce the incidence of smoking. The purpose of the study was to describe students knowledge about cigarettes and the effect to Student in Petra Sawang Kendahe Subdistrict. The method in this research was a quantitative research with descriptive method. Take a sample with purposive sampling that has inclusion and exclusion criteria. The number of research samples was 96 students. The instrument of this study was the questionnaire cigarettes knowledge and the effect. The results of this study found 78.13 percent students had good knowledge, 20.83 percent students had sufficient knowledge and 1.04 percent had less knowledge. Conclusion student knowledge about cigarettes and dangers in Petra Sawang Jauh High School were in the good category. Suggestion for teachers in school to provide health education related cigarette

    PEMAHAMAN DAN PERILAKU PENCEGAHAN CORONAVIRUS DESEASE 2019 DI KALANGAN CIVITAS AKADEMIKA POLITEKNIK NEGERI NUSA UTARA PADA MASA NEW NORMAL TAHUN 2020

    Get PDF
    Dalam rangka mencegah terjadinya penularan COVID-19 dan berjalannya roda perekonomian di Indonesia, pemerintah saat ini memberlakukan kebijakan new normal. Sehingga penekanan tingkat penularan sangat bergantung kepada pemahaman dan praktik pencegahan masyarakat terkait COVID-19. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui informasi tentang pemahaman dan perilaku civitas akademika (dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan) Politeknik Negeri Nusa Utara terkait COVID-19 dan pencegahannya. Desain penelitian berupa cross-sectional dengan waktu pengambilan sampel 17-30 September 2020 secara online. Teknik pengambilan sampel berupa purposive sampling dengan kriteria inklusi adalah civitas akademika Politeknik Negeri Nusa Utara, usia lebih dari sama dengan 16 tahun, dan bersedia menjadi partisipan. Partisipan yang bekerja di bidang kesehatan sebagai kriteria eksklusi. Seluruh partisipan diminta kesediannya dengan memberikan inform consent kemudian jika bersedia akan mengisi kuesioner secara online. Kuesioner disusun berdasarkan informasi yang tersedia dalam buku pedoman kementrian kesehatan tentang COVID-19 dan merupakan modifikasi dari kuesioner penelitan sebelumnya. Pertanyaan pada kuesioner berupa pertanyaan terbuka, tertutup, dan berskala. Pertanyaan bertujuan untuk mengevaluasi pemahaman tentang virology, gejala, faktor risiko, pencegahan, dan penanganan gejala. Setiap jawaban benar diberikan nilai 10 pada pemahaman. Partisipan yang memiliki skor lebih dari 60 dikategorikan berpemahaman baik. Pada skala perilaku, skor 40-50 masuk kategori good practice dan kurang dari 40 sebagai kategori poor practice. Dari 127 responden terdapat 34,6 persen memiliki pemahaman yang baik dan 65,4 persen memiliki pemahaman yang kurang terkait COVID-19. Sementara untuk praktik pencegahan COVID-19, 93,7 persen berperilaku baik dan 6,3 persen berperilaku kurang. Kesimpulannya adalah Mayoritas responden memiliki pemahaman yang kurang tentang penyebab, gejala, dan pencegahan COVID-19 khususnya mencuci tangan dengan sabun. Terdapat perbedaan proporsi tingkat pemahaman berdasarkan tingkat pendidikan (pkurang dari 0.05). To prevent the spread of COVID-19 and the economy in Indonesia has to run, the government is currently implementing a new normal policy. So that the emphasis on the level of transmission really depends on the understanding and practices of the community related to COVID-19. The purpose of this study was to find out information about the knowledge and practice of Nusa Utara State Polytechnic people about COVID-19 and it is prevention. Cross-sectional design was chosen as the research design with online sampling time on 17-30 September 2020. The sampling technique was purposive sampling with inclusion criteria were people who live in Sate Polytechnic of Nusa Utara with the age more than the same as 16 years old. All participants were asked to provide the informed consent, which if they agreed they would fill out online questionnaires. The questionnaire was compiled based on information available in the Ministry of Health’s guidebook on COVID-19 and it was the modification of the previous research questionnaire. The questions on the questionnaire were open, close, and scaled questions. Questions aimed to evaluate the knowledge about virology, symptoms, risk factors, preventions, and management of symptoms. Each correct answer was assigned a score of 10 on knowledge. Participants who had a score of more than 60 were categorized as the ones who had good knowledge. In practice scale, core of 40 – 50 falls in the good practice category and score less than 40 fall in the category of poor practice. The research design was cross-sectional with online data-based from 17-28 September 2020. There were 127 respondents, 34.6 percent had a good knowledge and 65.4 percent had a poor knowledge of COVID-19. Meanwhile, for the practice of preventing COVID-19, 93.7 percent had good behavior and 6.3 percent had poor behavior. The conclusion is the majority of respondents had insufficient knowledge about causative factor, symptoms and prevention of COVID-19 such as handwashing. There were difference in the proportion of knowledge levels based on education level (p less than 0.05)

    DIVERSIFIKASI IKAN NILA (Oreochromis niloticus) UNTUK PRODUK DIVERSIFIKASI FISH NUGGET DI DESA ULUNG PELIANG (UPEL)

    Get PDF
    Fish nugget merupakan produk diversifikasi berbahan dasar surimi yang dibentuk menjadi bulat, kotak dan persegi panjang. Dilapisi tepung roti lalu digoreng, atau dilapisi tepung roti mentah dan disimpan. Fish nugget dapat diolah dari berbagai jenis ikan air laut maupun air tawar. Salah satu komoditas perikanan air tawaryang potensial adalah ikan Nila. Ikan nila merupakan hasil budidaya yang memiliki daging berwarna putih dan kenyal, namun kelemahannya mengandung senyawa geosmin yang menyebabkan bau bit. Tujuan Program Kemitraan Masyarakat Stimulus adalah melakukan deversifikasi melalui produk fish nugget yang berbahan dasar ikan nila di Desa Upel. Metode yang digunakan meliputi ceramah, tanya jawab, diskusi serta simulasi dan praktek pembuatan fish nugget. Hasil dari kegiatan ini mitra mampu memilih bahan baku produk olahan yang berkualitas dan dapat menyusun formulasi bahan-bahan olahan hasil perikanan. Mampu mengembangkan keterampilan dalam hal olahan ikan Nila dan diversifikasi olahan bahan baku ikan Nila sehigga memperluas jaringan pemasaran. Mampu mengelola keuangan menjadi lebih baik melalui transfer pengetahuan. Fish nuggets are a diversified product made from surimi which is formed into rounds, squares and rectangles. It is breaded then fried, or breaded raw and stored. Fish nuggets can be processed from various types of sea and freshwater fish. One of the potential freshwater fishery commodities is Tilapia. Tilapia is a cultivated product that has white and chewy flesh, but the weakness is that it contains geosmin compounds which cause the smell of beets. The aim of the Stimulus Community Partnership Program is to carry out diversification through fish nuggets made from tilapia in Upel Village. The methods used include lectures, questions and answers, discussions as well as simulations and practice of making fish nuggets. The results of this activity partners are able to select quality raw materials for processed products and can compile the formulation of ingredients for processed fishery products. Able to develop skills in the processing of tilapia and diversification of the raw material for tilapia, thus expanding the marketing network. Able to better manage finances through knowledge transfer

    PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK RUMAH TANGGA MENJADI PUPUK ORGANIK CAIR

    Get PDF
    Permasalahan sampah merupakan masalah global, termasuk yang dialami Kampung Petta Selatan saat ini. Pengolahan sampah yang dilakukan yaitu dengan cara dibakar, ditimbun dan ada yang dibuang ke dalam saluran pembuangan air limbah (SPAL). Sampah-sampah tersebut berdasarkan sifatnya yaitu 60 persen merupakan sampah organik. Oleh karena itu, masyarakat perlu diberikan pelatihan dalam pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi Pupuk Organik Cair (POC). Artikel ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemandirian masyarakat dalam pengolahan sampah. Tahapan yang dilakukan berupa penyuluhan mengenai sifat sampah dan pupuk organik, pelatihan pembuatan Mikro Organisme Lokal (MOL), pelatihan pembuatan tong komposter semi anaerob yang dilaksanakan hari Sabtu, 12 September 2020 di kantor Kapitalaung Kampung Petta Selatan yang dihadiri 9 orang dengan penerapan protokol pencegahan Covid-19. Dari hasil evaluasi pelatihan nilai rata-rata pre post adalah 42,22, dan ketika dilakukan pelatihan maka nilai rata-rata post test adalah 82,22. dari hasil tersebut diketahui bahwa terjadi peningkatan pengetahuan rata-rata 40 sebelum pelatihan dan sesudah pelatihan. The household waste problem is a global problem, including those was experienced in Petta Selatan village. Waste processing was carried out by burning, dumping and discharge it into the waste water disposal channel (SPAL). Based on those characteristics, 60 percent of those waste was organic waste. Therefore, the community needs to trained in processing household organic waste into Liquid Organic Fertilizer (POC). Those article aim increasing knowledge and community independence in waste processing. A gradual process of counseling on the nature of waste and organic fertilizers, train on making Local Micro Organisms (MOL), train on making semi anaerobic composter vats was held in Saturday, September 12, 2020, at the Kapitalaung office of Petta Selatan village which was attended by 9 (nine) people with the implementation of the Covid-19 prevention protocol. The results of the training evaluation the pre-post average score was 42.22, and when the training was carried out, the post-test average score was 82.22. From this result it is known there is an increasing in knowledge about 40 before training and after training

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-jurnal Politeknik Negeri Nusa Utara
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇