e-jurnal Politeknik Negeri Nusa Utara
Not a member yet
    385 research outputs found

    KANDUNGAN FENOL PADA PINEKUHE YANG DIOLAH DENGAN ASAP CAIR DAN PENGASAPAN KONVENSIONAL

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan fenol pada ikan asap pinekuhe dengan asap cair dan dengan pengasapan konvensional. Penelitian menggunakan Rancangan deskriptif kualitatif  dengan memberikan gambaran proses dan hasil penelitian melalui gambar, tabel  maupun histogram. Perlakuan dalam penelitian adalah sebagai berikut: (A) Ikan asap pinekuhe ang direndam dalam asap cair lalu dikeringkan, (B) Ikan asap pinekuhe yang dkeringkan, direndam dalam asap cair lalu dikeringkan, (C) Ikan asap pinekuhe direndam dalam asap cair lalu dikeringkan dan (D) Ikan asap pinekuhe dari pengasapan konvensional dengan bahan bakar biasa. Kesimpulan dari hasil penelitian ini bahwa ikan asap cair yang dikeringkan kemudian direndam dalam asap cair memiliki kadar fenol yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan ikan asap yang diolah dengan metode pengasapan konvensional, yaitu dengan menggunakan bahan bakar cangkang pala. Kadar fenol tertinggi yaitu pada perlakuan B (15,77%) dan kadar fenol terendah yaitu pada perlakuan C (10,2%).   The purpose of this study was to determine the phenol content of pinekuhe smoked fish with liquid smoke and conventional smoking. The study used a qualitative descriptive design by providing an overview of the research process and results through pictures, tables, and histograms. The treatments in the study were as follows: (A) Pinekuhe smoked fish soaked in liquid smoke then dried, (B) Pinekuhe smoked fish that was dried, soaked in liquid smoke then dried, (C) Pinekuhe smoked fish was immersed in liquid smoke then dried and (D) Pinekuhe smoked fish from conventional smoking on ordinary fuel. The conclusion from the results of this study is that smoked fish that is dried and then immersed in liquid smoke has a higher phenol content when compared to smoked fish processed by conventional smoking methods, namely using nutmeg shell fuel. The highest phenol content was in treatment B (15.77%) and the lowest phenol content was in treatment C (10.2%) Abstract: The purpose of this study was to determine the phenol content of pinekuhe smoked fish with liquid smoke and conventional smoking. . The study used a qualitative descriptive design by providing an overview of the research process and results through pictures, tables, and histograms. The treatments in the study were as follows: (A) Pinekuhe smoked fish soaked in liquid smoke then dried, (B) Pinekuhe smoked fish that was dried, soaked in liquid smoke then dried, (C) Pinekuhe smoked fish was immersed in liquid smoke then dried and (D) Pinekuhe smoked fish from conventional smoking on ordinary fuel. The conclusion from the results of this study is that smoked fish that is dried and then immersed in liquid smoke has a higher phenol content when compared to smoked fish processed by conventional smoking methods, namely using nutmeg shell fuel. The highest phenol content was in treatment B (15.77%) and the lowest phenol content was in treatment C (10.2%)

    KONDISI EKSTERNAL (PANJANG DAN BERAT TUBUH) DAN INTERNAL (Usus, POHON RESPIRASI DAN GONAD) TERIPANG GAMAT BATU Stichopus horrens SETELAH EVISERASI DAN PEMOTONGAN

    Get PDF
    Mekanisme pertahanan diri organisme adalah salah satu upaya untuk hidup di habitatnya. Pada kelompok hewan berduri Echinodermata: dikenal dengan istilah autotomi, yaitu proses melepaskan organ tubuh secara spontan sebagai respons terhadap suatu rangsangan yang membuat biota tersebut stres. Biota ini mampu melakukan eviserasi, fission dan regenerasi setelah proses pemutusan.  Produk akhirnya adalah organ internal dan individu baru.  Penelitian ini dilakukan di Teluk Tahuna selama 28 hari.  Hasilnya Teripang Gamat Batu Stichopus horrens yang eviserasi dan pemotongan melintang ternyata mengalami penyusutan ukuran yang cukup besar.  Tidak ada spesimen yang bertambah ukurannya.  Jika terjadi eviserasi bagian tubuh yang dibuang adalah isi perut, yaitu kotoran, dan sebagian usus.  Bagian tubuh yang tersisa pada spesimen yang dipotong adalah yang melekat pada bagian anterior, yaitu pangkal tenggorokan, lambung dan sebagian usus. Sedangkan bagian posterior tidak pernah ditemukan gonad, hanya sebagian usus dan pohon respirasi yang berpangkal pada bagian kloaka.  Kondisi organ internal (pencernaan, pohon respirasi dan gonad) setelah eviserasi maupun pemotongan melintang menyusut ukurannya, baik saat tebar awal sampai hari ke-28.  Sehingga memberikan arti bahwa pada 4 minggu pertama individu teripang ini setelah belum melakukan regenerasi organ internal.   The organism's self-defense mechanism is an attempt to live in its habitat. In the group of spiny animals Echinoderm: known as autotomy, which is the process of spontaneously releasing organs in response to a stimulus that stresses the biota. This biota is capable of evisceration, fission and regeneration after the transverse fission. The end products are internal organs and new individuals. This research was conducted in Tahuna Bay for 28 days. The result was that the sea cucumber Gama Batu or Stichopus horrens was revised and that the transverse fission actually experienced a significant reduction in size. There is no specimen that increased in size. If there is evisceration, the parts of the body that are removed are the stomach contents, namely feces, and part of the intestines. The body parts remaining in the transeverse fission specimen are those attached to the anterior, namely the larynx, stomach and a portion of the intestines. Parts of the body are missing. While the posterior gonads have never been found, only a part of the intestine and respiration tree originates from the cloaca. The condition of the internal organs (intestines, respiration tree and gonads) which were eviscerated and the transverse fission experienced a reduction in size, both during initial stocking until the 28th day. It means that in the first 4 weeks the individual these sea cucumber had not regenerated the internal organs

    PENGETAHUAN MASYARAKAT KEPULAUAN SANGIHE TENTANG CORONA VIRUS DISEASE 2019

    Get PDF
    Covid-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus corona. Data resmi dari Pusat Penanggulangan Covid-19 Republik Indonesia menyebutkan bahwa jumlah kasus covid-19 terus mengalami pengingkatan. Pengetahuan tentang Covid-19 merupakan hal yang penting harus ada pada seorang individu sebab beberapa penelitian menemukan pengetahuan yang baik akan mengurangi angka kejadian terjangkit atau penularan Covid-19. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui gambaran pengetahuan Masyarakat tentang Covid-19 dan Pencegahannya di Kampung Naha 1 Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif yang dilaksanakan Kampung Naha 1 Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe pada bulan Juli-Desember 2020. Pengambilan sampel secara purposivesampling. Variabel pada penelitian ini yaitu pengetahuan masyarakat tentang covid-19. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisis data univariat menggunakan IBM SPSS Statistics 25. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki (71.9 persen), termasuk pada kategori usia produktif yaitu 25-54 tahun (71.9 persen) serta memiliki pendidikan terakhir SD (36 persen). Hasil analisis menunjukkan bahwa masyarakat Kampung Naha 1 telah memiliki pengetahuan yang baik tentang penyebab covid-19 dengan persentase 98 persen begitu pula dengan pengetahuan tentang upaya pencegahan covid-19 dengan persentase 96.9 persen. Masyarakat Kampung Naha 1 Kecamatan Tabukan Utara memiliki pengetahuan yang baik dimana sebagian besar responden dapat menjawab pertanyaan tentang penyebab, gejala dan pencegahan penularan covid-19 dengan benar. Covid-19 is a disease caused by the corona virus. Official data from Pusat Penanggulangan Covid-19 Republik Indonesia states that the number of Covid-19 cases continued to increase. Knowledge about Covid-19 was important thing that must be in an individual because several studies have found that good knowledge will reduce the incidence of contracting or transmitting Covid-19. The purpose of those study to describe of community knowledge about the causes and prevetion of Covid-19 in Naha 1, Tabukan Utara, Sangihe. Those research through a quantitative research with descriptive method was carried out in Naha 1, Tabukan Utara, Sangihe in July to December 2020. Sampling method used to purposive sampling. The variable in this study was people knowledge about Covid-19. Data collection used questionnaires and univariate data to analyis used IBM SPSS Statistics 25. The results showed that most of the respondents were male (71.9 percent), included in the productive age category, namely 25-54 years (71.9 percent) and had the latest elementary education (36 percent). The results of the analysis show that the people of Kampung Naha 1 have a good knowledge of the causes of Covid-19 with a percentage of 98 percent as well as knowledge of efforts to prevent Covid-19 with a percentage of 96.9 percent. The people of Kampung Naha 1, North Tabukan District have good knowledge about the causes, symptoms and prevention of covid-19 transmission. Those because the most respondents were correctly answering questions about the causes, symptoms and prevention of Covid-19 transmission

    INSIDEN KEKAMBUHAN MALARIA VIVAX DI PUSKESMAS DOSAY SENTANI JAYAPURA

    Get PDF
    Plasmodium vivax merupakan jenis plasmodium yang paling sulit dieliminasi karena adanya fase hypnozoit di hati manusia sekaligus betanggung jawab terhadap kekambuhan malaria. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui insiden kekamabuhan malaria vivax serta gambaran demografi pasien kambuh tersebut di Puskesmas Dosay Sentani Jayapura. Desain penelitian berupa studi longitudinal dengan waktu perkiraan pengambilan sampel secara consecutive pada Januari-Mei 2019 dengan waktu follow-up 90 hari. Semua pasien yang memenuhi kriteria inklusi akan diminta kesediannya untuk berpartisipasi dalam penelitian. Kriteria inklusi terdiri dari pasien berusia lebih dari sama dengan 1 tahun, bukan malaria berat, tidak sedang hamil, tidak sedang menyusui, tidak meminum obat anti malaria dalam 4 minggu sebelumnya, diberikan obat DHP dan primakuin oleh dokter, bertempat tinggal di daerah penelitian serta mampu dan mau mengikuti semua prosedur selama studi. Dari 50 responden yang memenuhi kriteria inklusi terdapat 20 persen diantaranya yang mengalami kekambuhan dalam 90 hari follow-up. Dengan incident density 2.36 per 1000 person-days. Pasien yang kambuh mayoritas (80 persen) adalah anak-anak dan suku papua. Tingginya kekambuhan akan menghambat cita-cita eliminasi malaria 2030. Plasmodium Vivax is the type of plasmodium that is most difficult to eliminate because of the hypnozoite phase in the human liver which is also responsible for malaria recurrence. The purpose of this study was to determine the incidence of vivax malaria relapse as well as the demographic description of patients at the Dosay Sentani Public Health Center, Jayapura. The research design was a longitudinal study with an estimated time of consecutive sampling from January to May 2019 with a follow-up time of 90 days. All patients who had the inclusion criteria will be asked to participate in the study. The inclusion criteria consisted of aged more than the same as 1 year old, not severe, the subjects were not pregnant, not breastfeeding, did not take anti-malaria medication in the previous 4 weeks, who have their diagnosis confirmed by microscopy, and had been received national standard treatment residing in the study area and being able and willing to follow all procedures during the study. There were 50 subjects who had the inclusion criteria, 20 percent of them run in to relapse within 90 days of follow-up. With 2.36 incident density per 1000 person-days. The majority of patients who relapse (80 percent) were children and Papuans

    PELATIHAN PERENCANAAN PENGEMBANGAN BUDIDAYA IKAN DI KAMPUNG KUMA 1 KECAMATAN TABUKAN TENGAH

    Get PDF
    Pengembangan budidaya ikan air tawar memerlukan strategi yang melibatkan berbagai pihak terkait mulai dari awal perencanaan sampai pada pelaksanaan di lapangan. Kegiatan ini bertujuan memberikan pelatihan tentang penyusunan perencanaan pengembangan budidaya ikan di Kampung Kuma 1. Kegiatan diikuti oleh Pemerintah Kampung Kuma 1, Kapitalaung bersama dengan perangkat kampung, Babinsa, MTK, Ketua PKK, Ketua LPMK, perwakilan dari masyarakat pembudidaya ikan. Kegiatan penyuluhan dan pelatihan dilaksanakan pada bulan September 2020, dengan materi yang diberikan yaitu (1) Potensi budidaya ikan air tawar Kampung Kuma 1, (2) Program pengembangan budidaya ikan air tawar (3) Praktek penyusunan program pengembangan dengan skala prioritas. Hasil kegiatan PKMS dituangkan dalam dokumen usulan rencana pengembangan budidaya ikan. Peserta kegiatan sangat antusias dengan kegiatan yang dilaksanakan karena kegiatan ini dirasa sangat bermanfaat bagi kampung kuma 1 khususnya dalam kegiatan pembangunan, dimana Kampung Kuma 1 yang sementara mempersiapkan perencanaan pembangunan desa untuk tahun 2021. The development of freshwater aquaculture requires a collaborative strategy among fisheries stakeholders, ranging from establishing initial plans to implementation in the field. This community service (PKMS) aimed to provide fisheries extension (fishery advisoy service) and training on fish farming development plan in Kuma 1 Village. It was attended by the vilage’s officials (the local governments, head of the village, Babinsa, MTK, head of PKK, head of LPMK) and representatives of fish farming community from the village. Fishery advisory service and training were carried out in September 2020 with presented materials including (1) Potential of freshwater fish farming in Kuma Village 1, (2) Freshwater fish cultivation development program and (3) Knowledge on how to prioritize fisheries development programs. The results have been written in form of a proposal entitled fish cultivation development plans. The participants were very enthusiastic about this PKMS progam because of its significant contribution to Kuma 1 village, coinciding with the village effort to prepare its 2021 development programs

    PENGARUH PERENDAMAN DAN DURASINYA DALAM LARUTAN MADU TERHADAP MASKULINASASI LARVA Oreochromis niloticus

    Get PDF
    Budidaya ikan nila monoseks jantan memiliki peranan penting dalam meningkatkan produksi ikan nila. Meskipun saat ini teknik maskulinisasi menggunakan hormon sintetik umum diterapkan namun cara ini berbahaya dari segi keamanan pangan dan konsumen karena sifat karsinogenik dan potensi akumulasi di alam dari hormon sintetik. Sebaliknya, bahan alami seperti madu yang menggandung Chrysin, yang telah diketahui sebagai aromatase inhibitor yang dapat menyebabkan maskulinisasi pada ikan dapat digunakan dalam teknik maskulinisasi. Meskipun demikian, sejauh ini pengaruh perendaman larva ikan nila dalam larutan madu terhadap maskulinisasi masih harus dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman dan durasi perendaman dalam larutan madu terhadap rasio kelamin jantan benih ikan nila. Menggunakan larva berumur 7 hari hasil pemijahan semi-buatan dengan induksi hormon, penelitian ini dilakukan menggunakan 4 perlakuan (durasi perendaman) dengan 1 konsentrasi (15 mL/L). Untuk mengetahui rasio kelamin jantan, analisa histologis dengan pewarnaan asetokarin dilakukan untuk mengamati gonad benih hasil perlakuan. Perendaman larva ikan nila pada larutan madu konsentrasi 15 mL/L selama 20 jam mampu menghasilkan 80% benih berkelamin jantan. Sebagai kesimpulan, durasi perendaman berpengaruh terhadap rasio kelamin jantan yang dihasilkan dan perendaman selama 20 jam adalah durasi perendaman terbaik untuk larva ikan nila.   Farming monosex male tilapia has an important role in improving the production of Nile tilapia. Although synthetic hormone is commonly used to produce male monosex tilapia, this method poses a serious threat to food safety and consumer’s health due to carcinogenic potential and bioaccumulation of the synthetic hormone in ecosystem. In contrast, honeybee is a natural product containing Chrysin, an aromatase inhibitor, which is known to cause masculinity in fish and can be used for masculinization. To date, however, the effect of honeybee on tilapia larvae’s masculinization is yet to be studied. This research aimed to study the effect of immersion and its duration in honeybee’of Nile Tilapia’s Larvae in honeybee’s solution and length of immersion on male ratio. This research was conducted in quadruple consisting of three different times of immersion (duration of immersion) and one concentration (15 mL/L). Using 7-day post hatched Nile tilapia larvae from semi-artificial breeding, we determined male ratio based on histological analysis using acetocarmine stain. The result show that the Nile Tilapia’s larvae treated at the concentration of 15 mL/L of honeybee for 20 hours had the highest male ratio (80%). To conclude, immersion in honeybee solution affected male ratio with 20 hours length of immersion resulting in the highest male ratio for tilapia’s larvae

    EFEKTIVITAS MEPASANGU (BAKERA) TERHADAP GANGGUAN KESEHATAN PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI KEPERAWATAN POLITEKNIK NEGERI NUSA UTARA

    Get PDF
    Indonesia memiliki 7.000 dari 30.000 jenis tumbuhan yang tumbuh di Indonesia yang dapat digunakan sebagai obat tradisional. Salah satu metode pengobatan tradisional yang terkenal di Kepulauan Sangihe ialah mepasangu yang diartikan sebagai kegiatan bakera (memanfaatkan uap hasil rebusan berbagai rempah). Kegiatan ini dijadikan tradisi untuk terapi bagi seorang wanita setelah melahirkan dan juga bagi seseorang yang mengalami gangguan kesehatan akibat masuk angin, berupa keluhan pegal di seluruh badan. Tujuan penelitian ini ialah diketahuinya efektifitas mepasangu terhadap gangguan kesehatan pada mahasiswa. Metode yang digunakan ialah desain penelitian cross sectional. Seluruh mahasiswa semester 1, 3, dan 5 Program Studi Keperawatan dijadikan populasi dalam penelitian ini, sedangkan teknik pengambilan sampel ialah purposive sampling berdasarkan pertimbangan beberapa kriteria dengan jumlah sampel sebanyak 46 orang. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Juli sampai Oktober 2020. Instrumen penelitian yang digunakan ialah tanaman rempah, seperti buah cengkeh dan daunnya, buah pala dan daunnya, sereh, daun puring, dan daun pandan. Keluhan gangguan kesehatan responden dicatat pada lembar observasi. Analisa data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 60,8 persen responden mengalami keluhan gangguan kesehatan insomnia dan masuk angin yang terjadi bersamaan dan keluhan yang paling sedikit ialah hanya keluhan masuk angin pada responden, yaitu sebanyak 3 orang (6.5 persen). Berdasarkan hasil analisis statistik menggunakan uji chi square diperoleh nilai p sama dengan 0,025 dimana nilai p Kurang dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa mepasangu efektif mengatasi gangguan kesehatan. Mepasangu dapat digunakan sebagai terapi tradisional dalam mengatasi gangguan kesehatan berupa insomnia, masuk angin, dan badan pegal. Indonesia has 7,000 of the 30,000 type of plants that grow in Indonesia that used as traditional medicine. One of the well-known traditional healing method in the Sangihe Island is Mepasangu, which is defined as Bakera activity (utilizing steam from the stew of various spices). This activity was used as a tradition for the treatment of a woman after giving birth and also for someone who experiences health problems due to cold, in the form of complaints of stiffness all over the body. The purpose of this study was determine the effectiveness of mepasangu against health problems in students. The method used in this study was a cross sectional research design. All students in semester 1, 3, and 5 of the Nursing Study Program were the population in this study, while the sampling technique was purposive sampling based on the consideration of several criteria. The number of samples that met the inclusion criteria was 46 people. This research was conducted from July to October 2020. The research instrument used were several spices, such as cloves and their leaves, nutmeg and leaves, lemongrass, croton leaves, and pandan leaves. Complaints about the respondent's health problems were recorded on the observation sheet. Anlyze data used the chi square test as a statistical test. The results showed that 60.8 percent of respondents experienced complaints of health problems, insomnia and cold that occurred simultaneously and the least complaints were only complaints of colds among respondents, as many as 3 people (6.5 percent). Based on the results of statistical analysis used the chi square test, the value of p same as 0.025 was obtained where the p value less than 0.05, so it can be concluded that mepasangu was effective in overcoming health problems. Mepasangu can be used as a traditional therapy to treat health problems such as insomnia, cold and body aches

    KARAKTERISASI CHITOSAN DAN CHITOSAN POLYMER MEDIUM DARI CANGKANG KEPITING BATU

    Get PDF
    Kepiting batu (Grapsus albolineatus) merupakan spesies yang banyak ditemukan di pantai berbatu dan eksoskeletonnya adalah salah sumber potensial chitin-chitosan. Chitosan adalah polimer bersifat polikationik dengan chitosan polymer medium (CPM) yang memiliki molekul lebih sederhana sebagai salah satu turunannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan mutu chitosan dan chitosan polymer medium dari cangkang kepiting batu. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental. Hasil analisis membuktikan bahwa cangkang kepiting memiliki komposisi 4.17±0.08 air, 54.4±2.78 abu, 6.28±0.05 lemak, 23.48±0.01 protein, 11.70±2.93 kaborhidrat. Karakterisasi chitosan memperlihatkan rendemen sebesar 10±0.70%, kadar air 8.10±0.14%, abu 19.39±0.55%, lemak 6.26±0.37%, protein 8.24±0.34%, karbodidrat 50.03±0.04%, derajat putih 60.61±0.86% , viscositas 7.30±0.42 cps dan derajat deasetilasi 55.92±1.30%. Untuk chitosan polymer medium, rendemennya mencapai 98.33±0.40% dan derajat deasetilasinya sebesar 60.22±0.24%. Chitosan dan chitosan polymer medium dari cangkang kepiting batu (Grapsus albolineatus) masih memenuhi standar yang ditetapkan SNI.   Stone crab (Grapsus albolineatus) is a species commonly found in rocky beaches. Its exoskeleton is a good source of chitin and/or chitosan. Chitosan represents a polycationic polymer with chitosan polymer medium (CPM) having simpler molecular formula than chitosan as chitosan’s derivative. The objective of this research was to determine the quality of chitosan and chitosan polymer medium from rock crab’s shells. Experimental method was used in this study with characterization of the crab’s shells showing a composition of 4.17±0.08%, water, 54.4±2.78% ash, 6.28±0.05% fat, 23.48±0.01% protein and 11.70±2.93% carbohydrate. Similar characterization on chitosan revealed a composition of 10±0.70% rendemen, 8.10±0.14% water, 19.39±0.55% ash, 6.26±0.37% fat, 8.24±0.34% protein, 50.03±0.04% charabohydrate, 60.61±0.86% white degree, 7.30±0.42 cps viscosity and 55.92±1.30% degrees of deacetylation. Although chitosan contained similar composition of white degree (60%) and deactylation (60%0 to chitoxan polymer medium, CPM had higher composition of rendemen (98.33±0.40%) than chitosan (10±0.70%). In conclusion, this study shows that chitosan and chitosan polymer medium of G. albolineatus met our national standard (SNI)

    PENGARUH PAKAN MENGANDUNG BAKASANG DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN BAWAL (Colossoma macropomum)

    Get PDF
    Bakasang, produk fermentasi dari jeroan ikan, mengandung Bakteri Asam Laktat (BAL) yang beberapa diantaranya tergolong bakteri probiotik yang dapat meningkatkan pertumbuhan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pakan mengandung bakasang (PMB) terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan bawal (Colosoma macropomum) dan menentukan dosis paling efektif dari bakasang terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan bawal. Sebanyak 120 ekor ikan yang ditempatkan dalam 12 hapa dengan kepadatan 10 ekor ikan/hapa. Setelah proses aklimatisasi, ikan uji diberi PMB dengan empat dosis berbeda (A=0 ml/kg pakan, B= 50 ml/kg pakan, C=75 ml/kg pakan dan D=100 ml/kg pakan) dengan tiga ulangan pada masing-masing perlakuan, pada dosis 5%/bb/hari, diberikan dua kali sehari selama 14 hari. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengaruh pemberian pakan meningkat bertambahnya konsentrasi dengan pertumbuhan terbaik teramati pada dosis 100 ml/kg pakan dengan bertumbuhan sebesar 8.7 gram. Hasil ini memperlihatkan bahwa bakasang merupakan sumber potential probiotik yang dapat meningkatkan pertumbuhan ikan bawal meskipun pengujian dengan periode pemeliharaan lebih lama perlu dilakukan untuk melihat pengaruh optimum dari PMB terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup.    Bakasang, a fermentation product made from fish’s viscera, contains Lactic Acid Bacteria (LAB), some of which are probiotic bacteria that can increase fish growth. This study aimed to determine effect of fish feed containing bakasang (FCB) and the effective dose of bakasang on the growth of pomfret (Colosoma macropomum). 120 fish were placed in small net cage (1x1x1) m3. Following acclimatization process, the test fish were fed with four different doses of FCB (A = 0 ml/kg of feed, B = 50 ml/kg of feed, C = 75 ml/kg of feed and D = 100 ml/kg of feed) at a dose of 5% /w/day twice a day in triplicate for 14 days. The results showed that the effect of FCB on the pamfret fish growth increased in a dose dependent manner with best growth observed at a dose of 100 ml/kg of feed with growth of 8.7 gram, suggesting bakasang as potential source of probiotic that can increase the growth of pamfret fish although further study covering longer period time is required to measure the optimum potential of FCB on pamfret fish growth and survival rate

    PENGARUH RADIASI SINAR ULTRAVIOLET TIPE C (UVC) TERHADAP KULTUR TOTAL MIKROBA IKAN ASAP PINEKUHE

    Get PDF
    Untuk meningkatkan mutu produk olahan khas daerah, khususnya ikan asap pinekuhe, pengembangan teknik atau instrumen baru menjadi sebuah keharusan. Sejauh ini, metode yang umum digunakan untuk mempertahankan mutu produk pangan, khususnya mutu mikrobiologis, adalah mensterilkan produk pangan untuk mengurangi dan menginaktifkan mikroba kontaminan misalnya melalui perebusan, penggaraman atau pengasapan. Tetapi metode steriliasi menggunakan sinar ultraviolet khususnya tipe C (UVC) belum banyak diterapkan pada produk pangan di Indonesia. Sinar ultraviolet adalah gelombang elektromagnetik yang memiliki muatan elektron berfrekuensi tinggi dan panjang gelombang 100-400 nm. Sinar UV dapat memotong rantai basa nitrogen dalam RNA atau DNA sehingga menyebabkan kegagalan pemberian kode genetik untuk sintesa protein dan kematian mikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh sinar UVC terhadap isolat kultur mikroba dari ikan asap pinekuhe dengan menggunakan metode observasi dan analisa data secara deskriptif. Koloni bakteri yang diisolasi dari ikan pinekuhe dipaparkan dengan sinar UVC dengan perlakuan (12, 24, 36 dan 48) jam. Hasil penelitian menunjukan bahwa sinar ultra violet tipe c (UVC) dengan daya 8 va dan penyinaran 48 jam mempengaruhi pertumbuhan koloni mikroba ikan asap pinekuhe secara maksimal berupa kekeringan pada koloni bakteri isolat dari ikan asap pinekuhe.   To improve quality of pinekuhe smoked fish locally produced in Sangihe Islands, development of new techniques or instruments becomes necessary. Widely used techniques for maintaining food quality mainly include sterilization through boiling, salting or smoking. To date, however, sterilization by ultraviolet type C (UVC) has been poorly practiced for preserving food products in Indonesia. Ultraviolet light is an electromagnetic wave that has a high frequency electron charge with a wavelength of 100-400 nm. It can cut the nitrogenous base chains in RNA or DNA resulting in coding failure in protein synthesis, causing the death of microbes. This research aimed to study the effect of UVC on microbes isolated from pinekuhe. The results showed that UVC radiation with 8 va for 48 hours significantly affected the growth of microbial colonies isolated from the smoked fish, drying up the bacterial colony

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-jurnal Politeknik Negeri Nusa Utara
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇