e-jurnal Politeknik Negeri Nusa Utara
Not a member yet
385 research outputs found
Sort by
POTENSI PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN DI KAMPUNG BEBALANG KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE
Kampung Bebalang merupakan sebuah pulau kecil dengan luas wilayah 68,7KM2 yang secara administrative merupakan bagian dari Kecamatan Manganitu Selatan Kabupaten Kepulauan Sangihe. Kampung Bebalang memiliki potensi perikanan yang cukup besar khususnya untuk golongan ikan pelagis. Potensi perikanan di Kampung Bebalang belum dimanfaatkan secara maksimal untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai nelayan. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk dapat mengidentifikasi potensi sumber daya perikanan, penanganan pasca tangkap serta potensi usaha pengolahan hasil perikanan dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat. Metode yang digunakan adalah metode survey dan observasi lapangan serta dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan mayoritas penduduk Kampung Bebalang bermata pencaharian sebagai nelayan dengan berbagai hasil tangkapan yakni ikan tongkol, ikan julung-julung, ikan terbang dan yang paling dominan yakni ikan layang. Pada umumnya ikan hasil tangkapan dipasarkan dalam bentuk ikan segar dan sebagian diolah menjadi ikan asin, ikan asap utuh dan ikan asap pinekuhe. Proses pengolahan ikan dilakukan dengan cara yang masih sederhana dan bersifat tradisional serta belum menerapkan prinsip sanitasi dan hygiene serta belum menerapkan teknologi pengolahan.
Bebalang village is a typically small island, covering an area of 68.7 km2 administratively is part of Manganitu Selatan District Sangihe Islands Regency. This village has a promising potential of pelagic fish, which has not been optimally used to improve the life of the people in the village who mainly work as fishermen. Therefore, this research aimed to identify fisheries potential in the village to improve their welfare. We applied survey and field observation methods and descriptive analysis. The results showed that the majority of people in Bebalang were fishermen mainly catching tuna mackerel, the halfbeak, flying fish and the most dominant one, scad fish. Generally, most of the catch was sold in form of fresh fish and others were salted, smoked as pinekuhe or other types of smoked fish. Fish product processing was conducted traditionally without sanitary and hygienic applications as well as fish processing technology support
PEMBERDAYAAN PEMUDA GEREJA SEBAGAI TIM MULTIMEDIA DAN TEKNOLOGI INFORMASI
Perkembangan teknologi informasi yang semakin terus-menerus mempercepat penyebaran informasi melalui internet sehingga mempengaruhi bagaimana cara masyarakat bersentuhan dengan agama bahkan telah mempengaruhi serta membentuk gaya hidup, kebiasaan serta cara berelasi para penggunanya. Gereja pada zaman ini diperhadapkan pada perkembangan multimedia yang kemudian bisa memasukkan unsur-unsur visual dalam peribadatan Kristen. Media visualisasi menjadi kebutuhan dalam menghantarkan peribadatan melalui tampilan teks, gambar atau dokumentasi film. Penggunaan layar proyektor serta LCD TV telah menggantikan budaya orang membawa Alkitab serta buku kidung pujian termasuk visual-images dimanfaatkan sebagai media bantu penyampaian khotbah. Hasil yang dicapai pada kegiatan ini adalah terbentuknya tim multimedia dan teknologi informasi GMIST Betania Kalama Darat yang anggotanya adalah pemuda gereja. Selain itu, tim telah memiliki kemampuan untuk membuat liturgi digital dan mampu mengoperasikan perangkat teknologi informasi. Tim pengabdian juga telah menyerahkan 1 unit LCD Projector dan 1 set screen projector 70 inch.
The development of information technology continuously accelerates the dissemination of information via the internet so that it affects how people touch religion and has even influenced the lifestyle, habits and ways of relating to its users. The church today faced with the development of multimedia which can then include visual elements in Christian worship. Visualization media is a necessity in delivering worship through the display of text, pictures or film documentation. The use of projector screens and LCD TV has replaced the culture of people carrying Bible and hymn books including visual-images used as a medium for delivering sermons. The results achieved in those activity were the formation of a multimedia and information technology team at GMIST Betania Kalama Darat whose members are church youths. In addition, the team has the ability to make digital liturgy and was able operate information technology tools. The community service team also handed over one unit of LCD Projector and 1 set of 70 inch screen projector
PENGGUNAAN WARNA CAHAYA LAMPU PADA PANCING CUMI DI KAMPUNG BENTUNG KECAMATAN TABUKAN SELATAN KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE
Kampung Bentung terletak di wilayah pesisir yang memiliki penduduk dengan mata pencarian sebagai petani dan nelayan. Masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan, secara khusus nelayan yang umumnya hanya mengenal teknik penangkapan cumi dengan menggunakan pancing cumi, dimana konstruksinya menggunakan lampu blits (warna cahaya) sebagai alat bantu penangkapan. Hasil penelitian menunjukkkan bahwa warna lampu memberikan pengaruh terhadap hasil tangkapan cumi. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini akan dilakukan dengan mengadakan penyuluhan tentang pentingnya menjaga ekosistem terumbu karang dalam pengoperasian alat tangkap, sehingga operasi penangkapan ikan/biota laut lainnya di Kampung Bentung menjadi penangkapan ikan yang mengarah pada perikanan tangkap bertanggungjawab dan berkelanjutan, serta membuat dan memberikan bahan untuk 10 unit alat tangkap pancing cumi. Melalui kegiatan ini nelayan penangkap ikan dapat melakukan penangkapan ikan secara benar dan tidak berdampak buruk terhadap lingkungannya khususnya terhadap kondisi terumbu karang disekitarnya, dengan demikian usaha ini dapat menjadi sumber meningkatkan taraf hidup bagi kesejahteraan masyarakat nelayan itu sendiri.
Bentung village is located in a coastal area that has residents with livelihoods as farmers and fishermen. People who work as fishermen, especially fishermen, generally only know the technique of catching squid by using squid fishing rods, where the construction uses blits (light colors) as a fishing aid. The results showed that the color of the lights had an effect on the catch of squid. This community service activity will be carried out by holding outreach on the importance of maintaining the coral reef ecosystem in the operation of fishing gear, so that fishing operations/ other marine biota in Bentung village become fishing that leads to responsible and sustainable capture fisheries, as well as making and providing materials for 10 units of fishing gear for squid. Through this activity, fishermen can catch fish properly and do not have a negative impact on the environment, especially on the condition of the surrounding coral reefs, thus this effort can be a source of increasing the standard of living for the welfare of the fishing community itself
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PERILAKU SEKSUAL BERISIKO HIV/AIDS PADA REMAJA
Perilaku seksual pada remaja perlu diperhatikan karena rasa ingin tahu remaja pada halhal baru sangat tinggi, dan ini sangat berisiko saat remaja mulai mencoba untuk melakukan hubungan seksual tanpa mengetahui akibatnya di waktu yang akan datang. Kelompok remaja merupakan kelompok yang rentan terkena HIV/AIDS karena mereka memiliki kecenderungan untuk mencoba dan mencari tahu kegiatan apa yang dilakukan oleh orang dewasa, termasuk kegiatan yang berhubungan dengan seksualitas. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk memberikan edukasi kepada remaja dan meningkatkan pengetahuan tentang perilaku seksual beresiko HIV/AIDS pada remaja katolik di Gereja Sakramen Maha Kudus Surabaya. Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan pendidikan kesehatan secara online melalui zoom meeting kepada remaja katolik, yang dilakukan pada tanggal 26 Juni 2021 pada 30 remaja. pemberian pretestposttest dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan ini didapatkan sebelum diberikan pendidikan kesehatan 47 persen pengetahuan cukup, 33 persen pengetahuan kurang, dan 20 persen pengetahuan baik. Setelah diberikan pendidikan kesehatan didapatkan 100 persen pengetahuan baik. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyatakat dalam bentuk pemberian pendidikan kesehatan dilakukan untuk memberikan informasi kesehatan dan kegiatan ini meningkatkan pengetahuan remaja tentang perilaku seksual beresiko HIV/AIDS.
Sexual behavior in adolescents needs to be considered because adolescent curiosity about new things is very high, and this is very risky when teenagers begin to try to have sexual intercourse without knowing the consequences in the future. Teenagers are vulnerable to HIV/AIDS because they tend to try and figure out what activities adults are doing, including activities related to sexuality. The purpose of this community service is to provide education to adolescents and improve understanding/knowledge about sexual behavior at risk of HIV / AIDS in Chatolic Teenagers At Sakramen Mahakudus Church Surabaya. This activity is carried out by providing health education online through zoom meetings to catholic youth that held on June 26 Juni, 2021 on 30 teenagers, and pretest-posttest giving, and evaluation of activities. The results of this activity were obtained before being given health education 47 percent average knowledge, 33 percent poor knowledge, and 20 percent good knowledge. After being given health education obtained 100 percent good knowledge. The implementation of community service activities in the form of providing health education is carried out to provide health information and this activity improves the knowledge and understanding of adolescents about sexual behaviors risk of HIV/AIDS
PENGURANGAN RISIKO BENCANA DI SDN INPRES BEHA KECAMATAN TABUKAN UTARA
Sekolah merupakan komunitas kecil yang dapat dijadikan sebagai wadah memberikan efek tular informasi dari siswa kepada keluarga dan masyarakat pada umunya dalam upaya pengurangan risiko terhadap bencana alam dan non alam. SDN Inpres Beha Kecamatan Tabukan Utara mempunyai potensi menghadapi bencana alam dikarenakan letaknya tidak jauh dari gunung Awu yang merupakan gunung berapi aktif di Indonesia dan termasuk wilayah dengan intensitas gempa yang sering terjadi dan risiko bencana non alam berupa risiko tertular COVID-19. Kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi risiko bencana alam dan non alam pada siswa di SDN Inpres Beha. Kegiatan yang dilakukan berupa dukungan dan edukasi. Kegiatan ini dilaksanakan hari Sabtu, 28 Agustus 2021 yang dihadiri 24 siswa dengan penerapan protokol pencegahan Covid-19. Dari hasil evaluasi peluang risiko bencana alam telah dikurangi baik itu yang bersumber geofisika dalam hal ini gempa bumi dan bencana non alam yang bersumber biologis seperti pandemic COVID-19 dibuktikan dengan tersedianya sarana pencegahan bencana alam dan peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswanya dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana alam. Target luaran yang dihasilkan pada kegiatan ini berupa publikasi media massa online SastalPos.com pada tanggal 28 Agustus 2021 dan artikel ilmiah di jurnal Tetengkorang serta video di youtube chanel P3M POLNUSTAR.
Schools are small communities that can be used as a place to transmit information from students to families and the community in general to reduce disaster risk. SDN Inpres Beha, Tabukan Utara District, has the potential to face disasters because it is located not far from Mount Awu, which is an active volcano in Indonesia and includes areas with frequent earthquakes. This activity aims to reduce natural disaster risk at SDN Inpres Beha and the risk of non-natural disasters in the form of the risk of contracting COVID-19. Activities carried out are in the form of support and education. This activity was held on Saturday, August 28, 2021, which was attended by 24 students with the implementation of the Covid-19 prevention protocol. From the results of the evaluation of disaster risk, both natural disasters such as earthquakes and non-natural disasters such as the COVID-19 pandemic have been proven by the availability of disaster prevention facilities and increasing students' knowledge and skills in disaster preparedness. The output targets for this activity are the publication of online mass media SastalPos.com on August 28, 2021, and scientific articles in the Tetengkorang journal and videos on the P3M POLNUSTAR YouTube channel
PROSES FINISHING PEMBUATAN KAPAL PAJEKO (MINI PURSE SEINER) DI KAMPUNG PARA I KECAMATAN TATOARENG
Abstrak: . Salah satu lokasi tempat pembuatan kapal penangkap ikan yang ada di Kabupaten Kepulauan Sangihe yaitu di Kampung Para I Kecamatan Tatoareng. Masyarakat nelayan yang ada di Kampung Para I pada umumnya memiliki kemampuan dan keahlian dalam membuat unit perahu/kapal penangkap ikan yang diperolehnya secara turun temurun dari orang tua dan nenek moyang mereka. Hampir setiap tahun, nelayan pembuat kapal di Kampung Para I memproduksi kapal penangkap ikan dari bahan kayu, pesanan dari nelayan yang ada di sekitar Pulau Para maupun dari luar pulau. Penelitian ini dilakukan untuk melihat secara langsung proses pembuatan kapal penangkap ikan dari bahan kayu, khususnya dalam proses finishing kapal pajeko. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif, dengan menggambarkan atau menguraikan kejadian di lapangan dalam bentuk laporan, tanpa mengurangi atau menambah informasi yang ada di lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara dengan nelayan pembuat kapal, pengamatan langsung dan partisipasi dalam proses finishing meliputi pemakalan, pendumpulan, dan pengecatan kapal. Proses finishing dalam pembuatan kapal pajeko berbahan baku kayu di Kampung Para 1 Kecamatan Tatoreng semuanya dilakukan secara tradisional dan pengerjaannya dilakukan oleh nelayan setempat, mulai dari proses memakal, mendempul dan mengecat dengan peralatan yang sederhana.
Abtract: One of the locations for fishing boats in Sangihe Islands Regency is Para Village 1, Tatoareng District. The fishing communities in Para Village 1 generally have the ability and expertise to build fishing boats / vessels, which they have from generation to generation from their parents and ancestors. Almost every year, fishermen who build boats in Para I Village produce fishing boats made of wood, orders from fishermen around Para Island and from outside the island. This research was conducted to see firsthand, the process of making fishing boats from wood, especially in the finishing process of the pajeko boat. The method used is descriptive method, by describing the events in the field, to the form of reports, without reducing or adding to the information in the field. Data collection techniques are carried out by conducting interviews with shipbuilders, direct observation and participation in the shipbuilding finishing process including ‘pemakalan’, ‘pendumpulan’, and ship painting. The finishing process in making pajeko boats made of wood in Para Village 1, Tatoreng District, is all done traditionally and the work is done by local fishermen, starting from the process of ‘pemakalan’, ‘pendumpulan’ and painting with simple equipment
EFEK TERAPI HORMON OODEV TERHADAP PERKEMBANGAN TINGKAT KEMATANGAN GONAD IKAN KAKAP MERAH (Lutjanus sp.) DI TELUK TALENGEN
Marine aquaculture activities in the Sangihe Islands, more specifically in the waters of Talengen Bay, are not yet optimal and still utilize seeds from catches in nature. This study aims to determine the effect of using the Oodev hormone and obtain the best dose to stimulate the gonadal maturity level (TKG) of red snapper (Lutjanus sp.). The red snapper used comes from the catch in the waters of Talengen Bay and is also domesticated in floating net cages. The sampled fish used were 60 individuals with average body weight (30.5 g). The Oodev hormone dose treatment, namely; 0 mL/kg, 0.5 mL/kg, 1 mL/kg and 1.5 mL/kg. Oodev hormone was applied to commercial feed specifically for marine fish with the trademark Megami GR-3 orally for 30 days of rearing. The results showed that the administration of the Oodev hormone had a positive effect on the gonadal maturity level of red snapper, with the development of different levels of gonadal maturity in each treatment. The 0.5 mL/kg dose treatment resulted in the highest gonadal maturity level (TKG III). The maturation stage was followed by 1 mL/kg and 1.5 mL/kg (TKG II) treatments. Meanwhile, compared with the 0 mL/kg treatment, the developmental stage was still TKG I (immature). These findings provide Oodev hormone with 0.5 mL/kg dose could stimulate the red snapper gonad maturity level to mature for 30 days of rearing
PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT STIMULUS PENINGKATAN KESADARAN HIDUP SEHAT PENDERITA PENYAKIT DEGENERATIF DI DESA PESISIR
Penyakit Degeneratif adalah Penyakit kronis yang memengaruhi banyak organ dan jaringan, mulai dari sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang), tulang dan sendi, serta pembuluh darah dan jantung. Penyakit Degeneratif termasuk Penyakit Tidak menular (PTM). PTM yang termasuk di dalamnya Hipertensi, Diabetes Melitus dan Gout Artritis. Kasus Hipertensi dan Gout Artritis menduduki kasus terbanyak di Kampung Beeng Laut ini dan berdasarkan hasil wawancara terhadap beberapa penderita yang mengalami hipertensi, sebagian besar tidak terlalu memahami asupan makanan yang harus di konsumsi, tingkat pendidikan tergolong rendah dan jarang terpapar dengan sumber informasi atau penyuluhan kesehatan. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan informasi dan pemeriksaan kesehatan tentang penyakit degeneratif agar masyarakat dapat menghindari factor pencetus, mengetahui kondisi kesehatan masyarakat setempat sehingga apabila masyarakat telah menderita penyakit degeneratif dapat melanjutkan proses pengobatan. Metode pelaksanaan yaitu persiapan, penyuluhan, pemeriksaan kesehatan dan konseling. Hasil kegiatan adalah Tim PKMS dapat melaksanakan koordinasi dengan baik dengan mitra sekaligus melakukan analisis situasi, penyuluhan kesehatan berjalan baik sehingga masyarakat mengerti tentang penyakit degenerative, pemeriksaan kesehatan didapatkan mengidap Hipertensi sejumlah 13 orang, Hiperglikemia sejumlah 8 orang dan peningkatan Urid Acid sejumlah 12 orang. Kesimpulan kegiatan ini adalah proses sosialisasi, penyuluhan dan pemeriksaan serta konseling berjalan dengan baik sesuai dengan yang diharapkan. Saran kepada masyarakat agar dapat terus meningkatkan kesehatannya dengan menjaga pola hidup sehat dan mengendalikan penyakit degenerative.
Degenerative Diseases are chronic diseases that affect many organs and tissues, starting from the central nervous system (brain and spinal cord), bones and joints, as well as blood vessels and heart. Degenerative Diseases including Non-communicable Diseases (PTM). PTM which include Hypertension, Diabetes Mellitus and Gouty Arthritis. Hypertension case occupy the most cases in this village and based on the result of interview with several patient who have hypertension, most of them do not really understand the food intake that must be consumed, tlow level of education and they were rarely exposed to sources of information or health education. The activity objectives was given information and examination of public health if public can avoid the trigger factor, know condition of health if public after suffer of degenerative desease can continue process of medicine. The method of implementation were preparation, give information, examination of health and counseling. The result of implementation is PKMS team can doing coordination well with partners and do it situation analysis, give information of health runs well so public understand about degenerative desease, examination of helath show that of Hipertension total 13 people. Hiperglikemia were 8 people and enhancement of Urid Acid total were 12 people. Conclusion of activities process of socialization, give information and examination and counseling run well as expected. The suggestion is continue to improve health with keep healthy lifestyles and control of degenerative disease
PENYULUHAN TENTANG VAKSINASI COVID-19 DAN PEMERIKSAAN KESEHATAN DI KAMPUNG BUNGALAWANG KECAMATAN TABUKAN TENGAH
Kegiatan Pengabdian Kemitraan Masyarakat Stimulus tentang vaksinasi COVID-19 dan pemeriksaan kesehatan telah dilaksanakan di Kampung Bungalawang Kecamatan Tabukan Tengah menggunakan metode penyuluhan dan pemeriksaan kadar asam urat, kolestrol, dan gula darah. Kegiatan penyuluhan dihadiri oleh 60 peserta. Pemberian materi penyuluhan antara lain tentang apa saja program pemerintah dalam menanggulangi penyebaran COVID-19, pengertian vaksin, vaksinasi, imunitas dan imunisasi, menjelaskan tentang manfaat vaksin, apakah vaksin adalah obat atau bukan, menjelaskan apa yang dimaksud dengan Herd Immunity, bagaimana cara kerja vaksin, kandungan vaksin, sasaran vaksinasi, bagaimana prosedur kegiatan vaksinasi dan gejala yang mungkin muncul setelah di vaksin. Pemeriksaan kesehatan meliputi pemeriksaan asam urat, kolestrol dan gula darah. Kesimpulan masyarakat di Kampung Bungalawang telah mengikuti dan memahami penyuluhan kesehatan tentang vaksinasi. Selain itu, diketahuinya kadar kolesterol, gula darah dan asam urat sehingga masyarakat bisa segera menjalani pemeriksaan lanjutan di Fasilitas Kesehatan sebelum dilakukan vaksinasi.
Stimulus Community Partnership Service Activities regarding COVID-19 vaccination and health checks have been carried in Bungalawang Village, Tabukan Tengah District using counseling methods and checking uric acid, cholesterol, and blood sugar levels. The counseling activity was attended by 60 participants. The provision of counseling materials includes, among other things, government programs in tackling the spread of COVID-19, understanding vaccines, vaccinations, immunity, and immunizations, explaining the benefits of vaccines, whether vaccines are drugs or not, explaining what is meant by Herd Immunity, how vaccines work. Remember, vaccine content, vaccination targets, how the procedure for vaccination activities, and symptoms that may appear after being vaccinated. Health checks include checking uric acid, cholesterol, and blood sugar. The conclusion is the community in Bungalawang Village has followed and understood health education about vaccination. In addition, the level of cholesterol, blood sugar, and uric acid were known so that the public immediately undergo a follow-up examination at the Health Facility before being vaccinated
PERTUMBUHAN DAN SINTASAN HIDUP IKAN NILA DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG WORI (Ormocarpum cochinchinense) FERMENTASI DALAM PAKAN
Tanaman wori merupakan salah satu tanaman kelompok fabaceace yang tumbuh melimpah di Sangihe dan sangat potensial digunakan sebagai salah satu sumber pakan ikan. Kadar protein daun wori adalah 25,53% sehingga berpotensi menjadi protein nabati bagi ikan. Kendala utama yang ditemui ketika memanfaatkan daun tanaman wori adalah kandungan karbohidrat yang tinggi yaitu 48,51% sehingga dapat mempengaruhi proses pencernaan ikan, penyerapan nutrisi yang berujung pada rendahnya pertumbuhan ikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tepung daun wori femerntasi terhadap laju pertumbuhan spesifik dan sintasan hidup ikan nila. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang dilakukan terdiri dari tiga perlakuan dan tiga kali ulangan yaitu kadar tepung daun wori tanpa fermentasi A (kontrol) 10%, kemudian B tepung daun wori fermentasi (10%), dan C tepung daun wori fermentasi (20%). Laju pertumbuhan spesifik dan efisiensi pakan diuji menggunakan ANOVA sedangkan sintasan hidup akan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penambahan tepung wori fermenasi dalam pakan dapat meningkatkan nilai laju pertumbuhan spesfik ikan nila dan efisiensi pemanfaatan pakan dengan nilai tertinggi pada perlakuan C yaitu SGR 1,94%/hari. Sementara itu, untuk semua perlakuan nilai sintasan hidup sebesar 100%.
The wori plant is one of the plants of the fabaceace group that grows abundantly in Sangihe and has potential to be used as a source of fish feed. The protein content of wori leaves is 25.53%, so it has the potential to become vegetable protein for fish. The main obstacle encountered when utilizing wori plant leaves is the high carbohydrate content of 48.51% so that it can affect the digestion process of fish, nutrient absorption which lead to low fish growth. The purpose of this study was to determine the effect of wori femerntation leaf meal on the specific growth rate and survival of tilapia. The experimental design used was a completely randomized design (CRD). The treatments consisted of three treatments and three replications, namely the content of fermented wori leaf powder, A (control) 10%, then B fermented wori leaf powder (10%), and C fermented wori leaf powder (20%). Specific growth rate and feed efficiency were tested using ANOVA, while survival rate was analyzed descriptively. The results of this study indicate that the addition of fermented wori powder in the feed can increase the value of the specific growth rate of tilapia and feed utilization efficiency with the highest value in treatment C, namely SGR 1.94% / day. Meanwhile, for all treatments the survival rate was 100%