e-jurnal Politeknik Negeri Nusa Utara
Not a member yet
385 research outputs found
Sort by
GAMBARAN PELAKSANAAN PERILAKU HIDUP BERSIH SEHAT (PHBS) DI KECAMATAN TABUKAN SELATAN
Salah satu kunci keberhasilan dalam dalam upaya menciptakan kesehatan masyarakat ialah membina PHBS ditatanan rumah tangga. Rumah tangga melakukan PHBS apabila melaksanakan 10 indikator PHBS, berperilaku baik dan memenuhi 4 kriteria sehat yaitu sehat pratama, sehat madya, sehat utama dan sehat prima. Adapun tujuannya diketahui gambaran pelaksanaan PHBS di Kecamatan Tabukan Selatan. Adapun jenis penelitian menggunakan survey. Hasil menunjukkan bahwa tindakan PHBS berada pada kategori cukup sebanyak 55% dengan klasifikasi sehat sehat madya sebanyak 62,5%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gambaran pelaksanaan PHBS di Kecamatan Tabukan Selatan dikategorikan cukup
One of the keys to success in efforts to create public health is fostering Clean and Healthy Life Behavior (CHLB) in households. Households carry out CHLB if they implement 10 PHBS indicators, behave well and meet 4 healthy criteria, namely primary health, middle health, main health and prime health. The purpose is to find out the picture of CHLB implementation in South Tabukan District. The type of research uses a survey. The results show that PHBS actions are in the sufficient category as much as 55% with a healthy and middle health classification of 62.5%. This study concludes that the picture of CHLB implementation in South Tabukan District is categorized as sufficient
DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEJADlAN DEPRESl PADA LANSIA
Masalah mental sering dialami oleh lanisa yaitu mengalami depresi. Kehidupan lansia dipengaruhi oleh dukungan dari keluarga. Perubahan secara fisik akan dialami oleh setiap individu baik fisik maupun mental seperti terjadi penurunan fungsi pendengaran dan daya tahan tubuh. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kejadian depresi pada lansia. Metode penelitian yaitu penelitian observasional analitik dengan rancangan cross Sectional Study. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 lanjut usia sesuai dengan inklusi. Dalam pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Lokasi penelitian di kampung Bentung pada bulan Agustus 2019. Hasil penelitian berdasarkan Uji chi square nilai value p=0,029 (p<0,05). Kesimpulan: ada hubungan antara dukungan keluarga dengan depresi pada lansia
Mental problems are often experienced by lanisa, namely experiencing depression. The life of the elderly is influenced by support from the family. Physical changes will be experienced by every individual both physically and mentally such as a decrease in hearing function and endurance. The purpose of the study was to determine the relationship between family support and the incidence of depression in the elderly. The research method is analytical observational research with a cross sectional study design. The sample in this study was 30 elderly people according to inclusion. In sampling using purposive sampling technique. The research location was in Bentung village in August 2019. The results of the study based on the chi square test value p = 0.029 (p <0.05). Conclusion: there is a relationship between family support and depression in the elderly
UPAYA PENINGKATAN DERAJAT KESEHATAN WARGA BINAAN DI LAPAS KELAS IIB TAHUNA
Penitentiary as one of the law enforcement institutions, is the estuary of the criminal justice system which imposes prison sentences on the defendants. Efforts to improve health are activities to maintain and improve health which aims to achieve optimal health status for the community. One strategy to achieve public health status is to provide understanding, knowledge and public awareness to improve their health status. The aim of this PKMS is to increase the knowledge, awareness, willingness and ability of prison inmates to be able to carry out healthy living behaviors. At the medical examination, the results obtained showed that the predominant male was the highest (above normal limits) on uric acid and blood sugar examination. The service team also conducts health counseling to inmates and officers about degenerative diseases and they understand and are willing to adopt healthy living behaviors. The conclusion is that the inmates and class IIB Tahuna prison officers understand and understand the importance of maintaining health and clean and healthy living behavior through health education that has been given by the service team.
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) sebagai salah satu institusi penegak hukum, merupakan muara dari peradilan pidana yang menjatuhkan pidana penjara kepada para terdakwa. Upaya peningkatan kesehatan merupakan kegiatan untuk memelihara serta meningkatkan kesehatan yang bertujuan untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal bagi masyarakat. Salah satu strategi untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat adalah dengan memberikan pemahaman, pengetahuan dan kesadaran masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatannya. Tujuan PKMS ini yaitu meningkatkan pengetahuan, kesadaran, kemauan dan kemampuan warga binaan lapas untuk dapat melakukan perilaku hidup sehat. Pada pemeriksaan kesehatan hasil yang diperoleh menunjukan bahwa laki-laki dominan paling tinggi (diatas batas normal) pada pemeriksaan asam urat dan gula darah. Tim pengabdi juga melakukan penyuluhan kesehatan pada warga binaan dan petugas tentang penyakit degenerative dan mereka memahami serta mau menerapkan perilaku hidup sehat. Kesimpulannya bahwa warga binaan dan petugas Lapas kelas IIB Tahuna memahami dan mengerti tentang pentingnya menjaga Kesehatan serta perilaku hidup bersih dan sehat melalui penyuluhan kesehatan yang sudah diberikan oleh tim pengabdi
PKMS EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI MELALUI PROMOSI KESEHATAN DI SMP NEGERI I KENDAHE KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE
Pengaruh semakin mudahnya paparan media audio-visual dapat diakses justru memancing remaja untuk melakukan kebiasaan-kebiaasaan yang tidak sehat. Hal ini membuat remaja memiliki kebiasaan berperilaku seksual berisiko tinggi. Kebiasaan tersebut dapat disebabkan oleh kebanyakan remaja belum memiliki ataupun kurang pengetahuan tentang kesehatan reproduksi. Tujuan pengabdian ini yaitu meningkatkan kesehatan reproduksi pada remaja melalui edukasi kesehatan reproduksi melalui promosi kesehatan di SMP Negeri I Kendahe Kabupaten Kepulauan Sangihe. Metode yang digunakan dengan memberikan penyuluhan kesehatan secara langsung. Adapun jumlah peserta sebanyak 24 peserta. Hasil validasi sebelum diberikan penyuluhan didapati peserta tidak ada yang mampu menjawab apa itu kesehatan reproduksi. Pemberian penyuluhan dilaksanakan selama 45 menit. Peserta sangat antusias ketika diberikan kesempatan untuk bertanya. Setelah selesai tanya jawab, tim melakukan validasi kembali pemahaman peserta tentang kesehatan reproduksi dan didapati peserta mampu menjawab pertanyaan yang diberikan. Dapat disimpulkan setelah dilakukan kegiatan PKMS Edukasi Kesehatan Reproduksi Melalui Promosi Kesehatan Di SMP Negeri I Kendahe Kabupaten Kepulauan Sangihe didapati terjadi peningkatan pemahaman sasaran tentang kesehatan reproduksi dari yang sebelumnya tidak tahu
The effect of increasingly accessible exposure to audio-visual media actually provokes teenagers to adopt unhealthy habits. This makes teenagers have high-risk sexual behavior habits. This habit can be caused by most teenagers not having or lacking knowledge about reproductive health. The aim of this service is to improve reproductive health in adolescents through reproductive health education through health promotion at SMP Negeri I Kendahe, Sangihe Islands Regency. The method used is to provide direct health education. The number of participants was 24 participants. Validation results before being given counseling found that none of the participants were able to answer what reproductive health is. The counseling was given for 45 minutes. Participants were very enthusiastic when given the opportunity to ask questions. After completing the questions and answers, the team revalidated the participants' understanding of reproductive health and found that the participants were able to answer the questions given. It can be concluded that after carrying out the PKMS Reproductive Health Education through Health Promotion activities at SMP Negeri I Kendahe, Sangihe Islands Regency, it was found that there was an increase in the target's understanding of reproductive health from those who previously did not kno
PENDAMPINGAN KADER POSYANDU MELALUI PELATIHAN PEMANTAUAN STATUS KESEHATAN BALITA DAN KONSELING GIZI SEBAGAI UPAYA MENURUNKAN KEJADIAN STUNTING
Stunting is a condition of failure to grow in toddlers due to chronic malnutrition for 1,000 HPK, The lack of exposure of mothers of toddlers and posyandu cadres about stunting is predicted to be the cause of the lack of social support, therefore it is necessary to educate the public about the health status of toddlers through screening. The purpose of community service activities is to provide assistance to Posyandu Cadres and mothers of toddlers on Monitoring the Nutritional Status of Toddlers and Nutrition Counseling as an effort to reduce the incidence of stunting in Tunah Village, Tuban Regency. The results of the first phase of activities on July 9, 2024 were counseling on stunting, nutrition for toddlers, and a demonstration of toddler menu processing by PERSAGI. From the results of this activity, it was obtained that there was a difference in knowledge with a significance of 0.000 with a p value of < 0.05, which means that there was an influence of the treatment or education provided on the improvement of participants' knowledge. Phase 2 on July 15, 2024, assisted the skills of posyandu cadres for anthropometric measurements obtained from 50 toddlers almost entirely (86%) with normal LILA, almost all (82%) LILA with normal toddlers, and most (54%) with BMI less than normal. The results of this measurement illustrate the condition of toddlers in Tunah village who have a malnourished status who are at risk of stunting. In the assistance of processing the toddler menu, 26 sample menus for toddlers were produced. This mentoring activity needs to be continued with the cooperation of the District, Puskesmas so that this community service activity is on target and successful as an effort to participate in the success of the government program to realize the acceleration of stunting reduction in toddlers
Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis selama 1.000 HPK, Kurang terpaparnya ibu balita dan kader posyandu tentang stunting diprediksi menjadi penyebab kurangnya dukungan sosial, oleh karenanya diperlukan edukasi pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang status kesehatan balita melalui skreening. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat memberikan Pendampingan pada Kader Posyandu dan ibu balita tentang Pemantauan Status Gizi Balita dan Konseling Gizi sebagai upaya menurunkan Kejadian Stunting di Desa Tunah Kabupaten Tuban. Hasil kegiatan tahap I tgl 9 Juli 2024 dilakukan penyuluhan tentang stunting, nutrisi balita, serta Demonstrasi pengolahan menu balita oleh PERSAGI. Dari hasil kegiatan ini didapatkan perbedaan pengetahuan dengan signifikansi 0,000 dengan p value < 0,05 diartikan ada pengaruh dari perlakuanatau edukasi yang diberikan pada peningkatan pengetahuan peserta. Tahap 2 tanggal 15 juli 2024 dilakukan pendampingan ketrampilan kader posyandu untuk pengukuran antropometri didapatkan dari 50 balita hampir seluruhnya (86%) LILA normal, LIKA hampir seluruhnya (82%) balita normal, dan IMT sebagian besar (54%) kurang dari normal. Hasil pengukuran ini menggambarkan kondisi balita didesa Tunah memiliki status gizi kurang yang berisiko mengalami stunting. Pada pendampingan pengolahan menu balita dihasilkan 26 contoh menu bagi balita. Kegiatan pendampingan ini perlu dilanjutkan dengan kerjasama pihak Kecamatan, Puskesmas agar kegiatan pengabdian masyarakat ini tepat sasaran dan berhasil guna sebagai upaya ikut serta mensukseskan program pemerintah mewujudkan percepatan penurunan Stunting pada balit
RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI DAILY ACTIVITY REPORT BERBASIS WEB DI SERVICE NONMINING PADA PT ALTRAK 1978 CABANG SAMARINDA
PT. ALTRAK 1978 memiliki beberapa departemen, diantarannya HR&GA, FA, Marketing, Part, Rebuild Center, Service dan VOM. Departemen Service dibagi menjadi dua yaitu Service Mining dan Service Nonmining. Dalam hal ini penulis berfokus pada Service Nonmining karena adanya perbedaan atasan dan juga tempat kerja. Service Nonmining ini memiliki teknisi yang memiliki tugas memberikan pelayanan kepada pelanggan yang mempunyai keluhan dengan alat berat atau unit mereka baik di dalam kantor maupun di area perkebunan atau pertambangan para pelanggan, dan tugas teknisi yang tidak kalah penting adalah melaporkan kegiatan pekerjaan mereka disetiap harinya. Dalam hal ini teknisi memiliki permasalahan dalam pelaporan, selain penggunaan kertas dalam laporan yang menyebabkan tertumpuknya laporan sehingga laporan tersebut sering hilang atau terselip, permasalahan lainnya yaitu jarak atau lokasi kerja yang jauh dari kantor menjadi kesulitan tersendiri bagi teknisi, sehingga teknisi tidak dapat memberikan kertas laporan mereka karena terkendala jarak dan lokasi, sedangkan laporan ini sangat penting untuk dilaporkan setiap bulannya karena laporan tersebut akan digunakan sebagai dasar acuan bagi kantor pusat dalam penilaian kinerja cabang adapun tujuan peneliatian ini ialah membantu dalam pengisian laporan Teknisi secara digitalisasi dengan sistem informasi Daily Activity dan merancangan sistem informasi Daily Activity Report di Service Nonmining yang dilakukan secara digitalisasi, sehingga dalam proses penyimpan dan penyajian informasi lebih efektif dan efisien. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Prototype untuk menggambarkan sistem, sehingga pengguna atau pemilik sistem mempunyai gambaran pengembangan sistem yang akan dilakukannya. Dengan adanya sistem informasi Daily Activity Report membantu dalam pengisian laporan dan melaporkan Daily Activity Report di Service Nonmining dan memberikan solusi untuk permasalahan jauhnya jarak dan lokasi pekerjaan sehingga tetap dapat melaporkan kegiatan pekerjaan setiap harinya secara digitalisasi.Dengan diterapkan sistem informasi Daily Activity Report ini data menjadi lebih aman di dalam database Daily Activity Report juga penyimpanan dan penyajian data dapat lebih efektif dan efisien secara digitalisasi.
PT. ALTRAK 1978 has several departments, including HR&GA, FA, Marketing, Part, Rebuild Center, Service and VOM. The Service Department is divided into two namely Service Mining and Service Nonmining. In this case the authors focused on Service Nonmining due to differences in employers as well as the workplace. This Nonmining Service has a technician who has the task of providing services to customers who have complaints with their machine or unit both in the office and in the plantation or mining area of the customers, and the task of technician who are no less important is to report their work activities on a daily basis. In this case technician has problems in reporting, in addition to the use of paper in the report that causes the stacking of reports so that the report is often lost or tucked away, other problems namely distance or work location away from the office becomes difficult for technician, so technician can not provide their report paper because it is constrained by distance and location, while this report is very important to report every month because the report will be used as a reference basis for the head office in the assessment of the performance of the branch while the purpose of this eliatian is toassist in the filling of technician reports in digitization with the Daily Activity information system and mdesign the Daily Activity Report information system in theNonMining Service which is done in digitization, so that in the process of storage and presentation of information more effectively and efficiently. The method used in this study is the Prototype method to describe the system, so that the user or owner of the system has an overview of the development of the system that he will do. With the information system Daily Activity Report assists in filling out reports and reporting Daily Activity Report in Service Nonmining and provides solutions to problems of distance and location of work so that it can still report work activities every day in digitization. With the application of Daily Activity Repor
PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG DAUN WORI (Ormocarpum cochinchinense ) PADA PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SINTASAN HIDUP IKAN NILA
Tujuan dari penelitian ini ialah mengetahui pengaruh penggunaan subtitusi tepung daun wori dalam pakan terhadap pertumbuhan dan sintasan hidup ikan nila. Penelitian ini telah dilaksanakan di Kolam Akuabinery Kampung Hiung Kabupaten Kepulauan Sangihe Sulawesi Utara. Perlakuan dalam penelitian terdiri atas empat perlakuan yaitu 0% , 25%, 50%, dan 75% subtitusi tepung daun wori. Pemberian pakan diberikan sebanyak 2 kali sehari secara at satitation. Parameter yang diukur adalah pertumbuhan dan sintasan hidup ikan nila. Hasil penelitian menujukkan penggunaan subtitusi tepung daun wori 25% terhadap tepung ikan memberikan hasil terbaik untuk pertumbuhan dan sintasan hidup ikan nila. 
RESTORASI MANGROVE BERBASIS KOMUNITAS PESISIR: PENYEMAIAN, MONITORING, DAN TANTANGAN EKOLOGI
As a collaborative effort between the School of Life Sciences (SITH) Institute Technology Bandung (ITB), Polnustar, and the people of Salurang, this community service aimed to restore the coastal area of Salurang village, Sangihe Islands, North Sulawesi, through various initiatives, including mangrove rehabilitation and sponge cultivation. This report specifically focuses on the propagation of 1,500 Rhizophora apiculata propagules to combat severe sedimentation from local mining and reclamation, which degraded the coastal area and reduced fish populations. Initial monitoring showed a 95.20% success rate for R. apiculata, later dropping to 78.87% due to plastic waste, animal disturbances, and tidal conditions. While the primary focus was on R. apiculata, the article also touched on the potential use of Calophyllum inophyllum, which successfully grew on different media for future restoration efforts. The monitoring process involved Polnustar and local residents tracking growth and survival every 30 days, with SITH ITB conducting more thorough checks 60 days after propagation. These activities, including guest lectures and hands-on training, significantly enhanced local conservation knowledge and environmental stewardship. The findings highlight the potential of mangrove restoration in Salurang village, demonstrating that coastal restoration is achievable with proper management, adaptive strategies, and active community engagement.
Sebagai bagian dari kolaborasi antara Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) Institut Teknologi Bandung (ITB), Polnustar, dan masyarakat Salurang, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memulihkan wilayah pesisir desa Salurang, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, melalui berbagai inisiatif, termasuk rehabilitasi mangrove dan budidaya spons. Artikel ini secara khusus berfokus pada propagasi 1.500 propagul Rhizophora apiculata untuk mengatasi sedimentasi berat akibat penambangan lokal dan reklamasi, yang telah merusak wilayah pesisir dan mengurangi populasi ikan. Pemantauan awal menunjukkan tingkat keberhasilan R. apiculata sebesar 95,20%, yang kemudian menurun menjadi 78,87% akibat sampah plastik, gangguan hewan, dan kondisi pasang surut. Meskipun fokus utama adalah pada R. apiculata, artikel ini juga menyinggung potensi penggunaan Calophyllum inophyllum yang berhasil tumbuh pada media yang berbeda untuk upaya restorasi di masa depan. Proses pemantauan melibatkan Polnustar dan warga setempat dalam memantau pertumbuhan dan kelangsungan hidup propagul setiap 30 hari, dengan SITH ITB melakukan pemeriksaan lebih mendalam 60 hari setelah propagasi. Kegiatan ini, termasuk kuliah tamu dan pelatihan langsung, secara signifikan meningkatkan pengetahuan konservasi lokal dan pengelolaan lingkungan. Hasil pengabdian masyarakat ini mengindikasikan potensi restorasi mangrove di desa Salurang, menunjukkan bahwa pemulihan pesisir berpotensi dicapai dengan manajemen yang tepat, strategi adaptif, dan keterlibatan aktif masyaraka
TEKNIK MEMBEDAKAN JANTAN DAN BETINA IKAN BAWAL (Collosoma macropomum)
Ikan bawal air tawar termasuk salah satu komoditi yang potensial di bidang perikanan yang memiliki ekonomis yang cukup tinggi. Ikan bawal mudah dibudidayakan sehingga menarik minat para pembudidaya ikan di Kepulauan Sangihe. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui seksual primer dan sekunder ikan bawal jantan dan betina (Colossoma macropomum) di Pusat Budidaya Air Tawar Politeknik Negeri Nusa Utara. Prosedur kerja penelitian yaitu persiapan alat dan bahan, metode penangkapan, dan pengamatan bagian tubuh dari ikan bawal. Ikan bawal yang digunakan dalam penelitian mempunyai berat antara 0,300-1,5 kg. Hasil yang didapat sebanyak 7 ekor ikan bawal jantan dengan berat antara 0,385 sampai 1,685 kg. Sedangkan 3 ekor ikan bawal betina yaitu 0,590 sampai 1,550 kg. Ciri-ciri seksual primer ikan jantan yaitu pada bagian urogenitalnya jika di striping mengeluarkan cairan berwarna putih dan alat kelamin berbentuk lonjong. Sedangkan ciri sekunder yaitu bentuk tubuh lebih langsing dari ikan betina. Ciri-ciri primer pada ikan bawal betina yaitu pada bagian urogenitalnya, jika di striping mengeluarkan cairan berwarna kuning dan alat kelaminnya berbentuk oval. Sedangkan ciri-ciri sekundernya yaitu bentuk tubuh lebih bulat dan buncit.
Freshwater pomfret is one of the potential commodities in the fisheries sector which has a fairly high economy. Pomfret fish is easy to cultivate, so they attract the interest of fish farmers in the Sangihe Islands. The aim of the study was to determine the primary & secondary sex of male female pomfret (Colossoma macropomum) at the Freshwater Cultivation Center of The State Polytechnic of Nusa Utara. The work procedures were the preparation of tools and materials, fishing methods, and observing the body parts of pomfret. The spomfret fish used in this research had a weight between 0.300 - 1.5 kg. The results obtained were 7 male pomfret weighing between 0.385 and 1.685 kg. While 3 female pomfret fish is 0.590 to 1.550 kg. The primary sexual characteristics of male fish are in the urogenital part when striped it emits white liquid and oval-shaped genitals. While the secondary characteristic is the body shape is slimmer than the female fish. The primary sexual characteristics of the female are the urogenital parts, when striped they secrete a yellow liquid and the genitals are oval in shape. While the secondary characteristics are rounder body shape and protrudin
STATUS GIZI DAN KADAR GLUKOSA DARAH LANSIA DI POSYANDU ABIYOSO POLKESBAYA
Currently, the percentage of the elderly population in Indonesia has increased much higher than in previous years. As people age, their immune system decreases and they are more likely to be affected by diabetes mellitus. In Indonesia, diabetes mellitus currently ranks as the third most prevalent cause of mortality following cardiovascular disease. Diabetes mellitus is closely associated with blood glucose levels. People with high blood glucose levels have a tendency to be overweight or obese. The increasing prevalence of diabetes mellitus in the elderly, it will have an impact on hampering the development of the country. To improve the quality and life expectancy in the elderly, preventive measures are needed to increase excess glucose levels in the body. From these problems, community service activities were conducted in the form of health checks on nutritional status and blood glucose in elderly participants. The activity took place at the Abiyoso Integrated service post Polkesbaya on May 3, 2023. From the results of the examination, it was found that most of the elderly participants who participated in the activity had excess nutritional status but had normal blood glucose in the body. From this it can be concluded that high blood glucose levels in the body are not always determined by a person's nutritional status, but also lifestyle, and diet.
Saat ini, presentase penduduk lanjut usia di Indonesia telah meningkat jauh lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya. Seiring bertambahnya usia pada seseorang, daya tahan tubuh manusia akan semakin menurun dan cenderung menderita diabetes melitus. Di Indonesia, penyakit diabetes melitus menempati posisi ketiga sebagai pemicu kematian tertinggi setelah penyakit kardiovaskular. Penyakit diabetes melitus memiliki kaitan erat dengan kadar glukosa dalam darah. Seseorang yang memiliki kadar glukosa dara tinggi cenderung memiliki berat badan berlebih atau obesitas. Dengan semakin meningkatnya prevalensi penderita diabetes melitus pada masa lansia, akan mengakibatkan dampak terhambatnya pembangunan negara. Untuk meningkatkan kualitas dan harapan hidup pada masa lansia diperlukan tindakan pencegahan kenaikan kadar glukosa berlebih dalam tubuh. Dari permasalahan tersebut dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat dalam bentuk pemeriksaan kesehatan status gizi dan glukosa darah pada peserta lansia. Kegiatan berlangsung di posyandu Abiyoso Polkesbaya pada tanggal 3 Mei 2023. Berdasarkan hasil pemeriksaan didapatkan bahwa sebagian besar peserta lansia yang mengikuti kegiatan memiliki status gizi berlebih tetapi memiliki glukosa darah yang normal dalam tubuh. Dari hal ini dapat disimpulkan tingginya kadar glukosa darah dalam tubuh tidak selalu ditentukan dari status gizi seseorang, melainkan juga gaya hidup, dan pola maka