e-jurnal Politeknik Negeri Nusa Utara
Not a member yet
    385 research outputs found

    A PELATIHAN DIMENSIA BAGI LANSIA DI JEMAAT GMIM KALVARI MALALAYANG SATU KECAMATAN MALALAYANG DAN JEMAAT GMIM SION BAILANG KECAMATAN BUNAKEN KOTA MANADO, SULAWESI UTARA

    No full text
    Demensia merupakan fenomena yang diawali dengan degradasi psikologis substansial yang berpengaruh pada domain kognitif, seperti belajar dan ingatan, bahasa, peranan eksekutif, atensi kompleks, perseptual-motorik, dan kognisi sosial.  Walapun belum ada data resmi jumlah dimensia, berdasarkan pengamatan di lapangan, jumlah penderita dimensia di Kota Manado khususnya pada mitra GMIM Kalvari Malalayang Satu dan GMIM Sion Bailang semakin bertambah.  Beberapa permasalahan prioritas mitra yang memicu tingginya angka dimensia antara lain kurangnya pemahaman keluarga terhadap dimensia, dimensia dianggap wajar bagi lansia sehingga “dibiarkan” tanpa penanganan, kurangnya keterbukaan keluarga untuk memeriksakan  penderita dimensia, para lansia belum pernah mendapatkan informasi  dan edukasi secara komprehensif terkait dimensia, dan kurangnya sumber daya keluarga untuk mendampingi dan merawat  Orang Dengan Demensia (ODD).  Solusi yang ditawarkan melalui program Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yaitu memberikan edukasi secara kompehensif tentang dimensia bagi Kelompok Funsgional Lansia di kedua jemaat tersebut sehingga mereka mengerti gejala, pencegahan, dan cara penanganan dimensia. Metode yang digunakan yaitu Siklus Manajemen Pelatihan yang terdiri asesmen kebutuhan pelatihan, desain pelatihan, implementasi pelatihan, dan evaluasi pelatihan.  Hasil dari kegiatan ini berupa peningkatan pengetahuan dan perubahan sikap peserta terhadap penyakit dimensia.  Selain itu, kegiatan ini menghasilkan beberapa luaran yang dapat digunakan oleh mitra yaitu identifikasi potensi ODD mitra, poster dan pamflet, materi pelatihan, dan video senam otak.  Dengan demikian tujuan PKM telah tercapai dengan baik karena 100% peserta telah mengerti gejala, pencegahan, dan cara penanganan dimensia, bahkan akan membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada orang lain. Dementia is a phenomenon that begins with substantial psychological degradation that affects cognitive domains, such as learning and memory, language, executive roles, complex attention, motor-perception, and social cognition. Even though there is no official data on the number of dementia, based on observations in the field, the number of dementia sufferers in Manado City, especially in GMIM Kalvari Malalayang Satu and GMIM Sion Bailang partners, is increasing. Some of the partner's priority problems that trigger high dementia rates include a lack of family understanding of dementia, dementia is considered normal for the elderly so it is "left" without treatment, a lack of family openness to check dementia sufferers, the elderly have never received comprehensive information and education regarding dementia, and lack of family resources to accompany and care for People with Dementia (ODD). The solutions offered through the Community Partnership Program (PKM) program is to provide comprehensive education about dementia for the Elderly Functional Group in both congregations so that they understand the symptoms, prevention, and ways to treat dementia. The method used is the Training Management Cycle which consists of training needs assessment, training design, training implementation, and training evaluation. The results of this activity are increased knowledge and changes in participants' attitudes towards dementia. Apart from that, this activity produces several outputs that can be used by partners, namely identification of partner OD

    PEMBINAAN KADER PHBS PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI SDN INPRES ENEMAWIRA KECAMATAN TABUKAN UTARA

    Get PDF
    Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) in schools now feels even more crucial considering that children will soon return to school during the new normal of the corona virus pandemic. The benefit of PHBS in schools is to create a clean and healthy environment. Community service activities were carried out for students of SDN Inpres Enemawira, Tabukan Utara District, Sangihe Islands Regency. The purpose of implementing this activity is to increase students' knowledge about PHBS at school, especially during the adaptation period of new habits in preventing transmission of COVID-19. The flow of implementing community service activities consists of several steps, namely: (1) exploration and initial survey, (2) determination of implementation, (3) implementation, and (4) evaluation. The implementation of community service has a positive impact on students, namely increasing knowledge about PHBS and students being able to independently practice various indicators of PHBS at school. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di sekolah kini terasa semakin krusial mengingat anak-anak akan segera kembali bersekolah di masa new normal pandemi virus corona. Manfaat PHBS di sekolah adalah menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan pada siswa SDN Inpres Enemawira Kecamatan Tabukan Utara Kabupaten Kepulauan Sangihe. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang PHBS di sekolah terutama pada masa adaptasi kebiasaan baru dalam mencegah penularan COVID-19. Alur pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat terdiri dari beberapa Langkah, yaitu: (1) penjajakan dan survei awal, (2) penetapan pelaksanaan, (3) pelaksanaan, dan (4) evaluasi. Pelaksanaan pengabdian masyarakat memberikan dampak positif bagi siswa yakni peningkatan pengetahuan tentang PHBS dan siswa mampu secara mandiri mempraktikkan berbagai indikator PHBS di sekolah

    OPTIMALISASI PERAN REMAJA DALAM PENCEGAHAN STUNTING MELALUI EDUKASI KESEHATAN DAN PENGKAJIAN STATUS GIZI

    Get PDF
    Stunting, a manifestation of chronic malnutrition, affects cognitive abilities, academic performance, physical health, and economic potential. The persistence of stunting cases in North Sulawesi, particularly in North Minahasa Regency, becomes a significant issue that requires urgent attention. Health education for adolescents has been proven as an effective intervention in preventing various nutritional problems, including stunting. This Community Partnership Program (CPP) was conducted through health education and anthropometric measurements at SMP Advent Wineru and MTs Biharul Ulum, involving students from these two schools. The CPP activities comprised four stages: preparation, pre-test, health education and anthropometric measurement, and post-test. The education sessions covered basic concepts of stunting, related factors, and the role of adolescents in stunting prevention. Meanwhile, the anthropometric measurements, including weight and height, were conducted to determine nutritional status using the BMI-for-age index. A total of 57 students participated in the program. The results indicated a significant difference of students’ knowledge about stunting, before and after the health education (p-value < 0.05). The anthropometric measurements revealed that 73.7% of the students had normal nutritional status, although issues of undernutrition and overnutrition were still present. This PKM successfully enhanced adolescents' knowledge about stunting and specifically identified nutritional problems within the student population at both locations. Sustainable education and interventions are necessary to improve adolescent health and prevent stunting in the future. Stunting, manifestasi dari kekurangan gizi kronis, berdampak pada kemampuan kognitif, prestasi belajar, kesehatan fisik, dan ekonomi. Masih ditemukannya anak stunting di Sulawesi Utara, khususnya di Kabupaten Minahasa Utara, menjadi permasalahan yang perlu untuk ditanggulangi. Edukasi kesehatan pada remaja menjadi salah satu intervensi yang terbukti efektif dalam dalam pencegahan berbagai masalah gizi, termasuk stunting Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dilakukan melalui edukasi kesehatan dan pengukuran antropometri di SMP Advent Wineru dan MTs Biharul Ulum dengan peserta siswa dari kedua sekolah ini. Kegiatan PKM terdiri dari empat tahap: persiapan, pre-test, edukasi kesehatan dan pengukuran antropometri, serta post-test. Penyuluhan meliputi konsep dasar stunting, faktor terkait, dan peran remaja dalam pencegahan stunting. Pengukuran antropometri, berat dan tinggi badan, dilakukan untuk menentukan status gizi menggunakan indeks IMT/U. Sebanyak 57 siswa berpartisipasi dalam kegiatan ini. Hasil menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pengetahuan siswa tentang stunting pada saat sebelum dan setelah edukasi kesehatan (p-value < 0.05). Pengukuran antropometri menunjukkan bahwa 73.7% siswa memiliki status gizi normal, namun masih terdapat masalah gizi kurang dan lebih. PKM ini berhasil meningkatkan pengetahuan remaja tentang stunting dan mengidentifikasi secara spesifik masalah gizi pada populasi siswa di kedua lokasi kegiatan. Edukasi berkelanjutan dan intervensi diperlukan untuk meningkatkan kesehatan remaja dan mencegah stunting di masa depa

    KARAKTERISTIK RUMPUT LAUT MERAH JENIS Eucheuma cottonii SEBAGAI BAHAN BAKU SELAI

    Get PDF
    Rumput  laut  dewasa  ini merupakan  salah  satu  komoditas  hasil  laut yang penting. Disamping mempunyai banyak kegunaan,  rumput  laut  juga  sebagai  sumber penghasilan bagi masyarakat pesisir. Rumput laut bisa dimanfaatkan untuk berbagai jenis makanan olahan sehingga dapat dikonsumsi dalam bentuk lain yang lebih bergizi dan dapat dikonsumsi dimasa yang akan datang tanpa mengurangi nilai gizinya dengan cara diawetkan salah satunya yaitu diolah menjadi selai. Tujuan  penelitian  ini untuk menganalisis mutu rumput laut kering sebagai bahan baku pembuatan selai. Penelitian ini dilakukan dalam dua tahapan. Tahap pertama yaitu meliputi preparasi dan analisis proksimat bahan baku rumput laut yang digunakan. Tahap kedua yaitu pembuatan serta analisis nilai organoleptik selai rumput laut. Data pada penelitian ini diambil dari pengujian di laboratorium. Data analisis yang diperoleh dihitung nilai rata-rata kemudian dideskripsikan. Data disajikan dalam     bentuk gambar dan grafik, serta dianalisis secara deskriptif. Analisis mutu yang dilakukan pada rumput laut merah jenis Eucheuma cottonii yaitu analisis kadar air, protein, lemak, karbohidrat dan abu sedangkan analisis mutu produk selai yaitu uji hedonik. Hasil penelitian didapatkan untuk nilai rata-rata kadar air 35.21%, kadar abu 18.50 %, kadar protein 3.68 %, kadar lemak 1.04 %, kadar karbohidrat 37.11 %. Untuk analisis skala  hedonik didapatkan nilai pada parameter kenampakan rata-rata 8.5 (sangat suka), nilai bau rata-rata 7.7 (sangat suka), nilai rasa rata-rata 8.1 (sangat suka) dan nilai rata-rata tekstur 8.2 (sangat suka) Seaweed is one of the important marine product commodities. Besides having many uses, seaweed is also a source of income for coastal communities. Seaweed can be used for various types of processed food so that it can be consumed in other forms that are more nutritious and can be consumed in the future without reducing its nutritional value by preserving it, one of which is processed into jam. Purpose of this study was to analyze the quality of dried seaweed as a raw material for making jam and to test the hedonic quality of seaweed jam. This research was conducted in two stages. The first stage includes preparation and proximate analysis of the seaweed raw materials used. The second stage is the manufacture and analysis of the organoleptic value of seaweed jam. Data in this study were taken from the laboratory. The analytical data obtained were calculated the average value and then described. Data is presented in the form of pictures and graphs, and analyzed descriptively. Quality analysis was carried out on E. cottonii red seaweed, the analysis of water, protein, fat, carbohydrates and ash content while the analysis of the quality jam products was hedonic test. The research results obtained for the average value of water content 35.21%, ash 18.50%, protein 3.68%, fat 1.04%, carbohydrate 37.11%. Hedonic quality analysis, the average appearance parameter is 8.5 (very like), the smell is 7.7 (very like), the taste is 8.1 (very like) and the average texture is 8.2 (very like it)

    KAJIAN EKOLOGIS PENGELOLAAN TAMBAK NILA SALIN (Oreochromis niloticus) DI KAMPUNG PETTA BARAT, KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE

    Get PDF
    Nila salin (Oreochromis niloticus) adalah nila yang telah beradaptasi dengan kondisi salinitas air payau yang mampu hidup bahkan di atas salinitas 20 ppt. Selain itu, nila salin memiliki potensi besar untuk dikembangkan karena memiliki keunggulan dari segi adaptasi yang cepat, mudah berkembang biak juga memiliki keunggulan dari segi rasa, tekstur dan harga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas air tambak dan  ekologi kesesuaian lahan tambak Kampung Petta Barat untuk pemeliharaan nila salin. Metode penelitian yang digunakan pada parameter kualitas air adalah dengan menentukan titik pengukuran secara purposive sampling, sedangkan parameter ekologi kelayakan lahan dilakukan dengan pengamatan biofisik  serta wawancara dan dengan  metode matcing untuk mendapatkan kelas kesesuaian lahan. Hasil penelitian yang diperoleh adalah pada parameter kualitas air didapatkan hasil rata-rata pengukuran  meliputi suhu (29,1○C), salinitas (20 ppt), DO (8 mg/l), pH (7,6), nitrat (0 mg/l), nitrit (0 mg/l),  dan ammonia (0 mg/l) yang masih dalam kondisi baik dan optimal untuk pemeliharaan nila salin. Pada parameter ekologi  kesesuaian lahan tambak untuk pemeliharaan nila salin diperoleh nilai kelayakan pada desain konstruksi adalah 71,4% yang berada pada kelas S3 (Sesuai marginal), pada manajemen air didapatkan nilai akhir 66,6% yang  termasuk pada kelas S3 (Sesuai marginal) dan pada manajemen pakan didapatkan nilai kelayakan  sebesar 80%, yang  termasuk dalam kelas S2 (cukup sesuai). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tambak Kampung Petta Barat secara ekologi sudah sesuai untuk budidaya nila salin. Saline tilapia (Oreochromis niloticus) has adapted to brackish water salinity conditions and is able to live even above 20 ppt salinity. In addition, saline tilapia has the potential to be developed because it has advantages in terms of fast adaptation, taste, texture and price. The study aims to determine the pond water quality and ecological suitability of the ponds of Kampung Petta Barat for the suitability of saline tilapia cultivation. The research method used on water quality parameters is to determine the measurement point by purposive sampling, ecological parameters of land suitability are carried out by biophysical observations and interviews and by the matching method to obtain a land suitability class. The research results obtained were the water quality parameters received the average results of measurements including temperature (29.1○C), salinity (20 ppt), DO (8 mg/l), pH (7.6), nitrate (0 mg /l), nitrite (0 mg/l), and ammonia (0 mg/l) which are still in optimal condition for suitability of saline tilapia cultivation. On the ecological parameters of the suitability of pond land for the maintenance of saline tilapia, the feasibility value for the construction design is 71.4% which is in class S3 (Marginally suitable), in water management, the final value is 66.6% which is included in S3 class (Marginally suitable) and in feed management, a feasibility value of 80% was obtained, which was included in class S2 (quite suitable). The study concludes that the ponds of Kampung Petta Barat are ecologically suitable for saline tilapia cultivatio

    Optimalisasi Peran Peer Educator HIV/AIDS dengan Edukasi terkait HIV/AIDS pada Lokus Pekerja Seks

    Get PDF
    Only 70% of HIV/AIDS peer educators were able to achieve targets in recruiting at-risk groups to carry out VCT. After identifying the problem, information was obtained about the low ability of peer educators to master the basic concepts of HIV/AIDS and STIs. The aim of this activity is to improve the ability of peer educators to reach at-risk groups. HIV/AIDS education activity for Peer Educators on Saturday, August 24 2024 which was attended by 12 peer educators with resource person Dr. Sandra Yelli. The success of this activity was evaluated by looking at the increase in peer educators' understanding regarding HIV/AIDS, namely by 17%. Evaluation was carried out using pre and post test questionnaires. It is hoped that this activity can be carried out continuously so that it can update and optimize peer educators' understanding regarding HIV/AIDS Peer educator HIV/AIDS yang mampu mencapai target dalam menjaring kelompok berisiko untuk melakukan VCT hanya 70%. Setelah dilakukan identifikasi masalah diperoleh informasi masih rendahnya kemampuan peer educator dalam menguasai konsep dasar HIV/AIDS dan IMS. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan peer educator dalam menjangkau kelompok berisiko. Kegiatan edukasi HIV/AIDS kepada Peer Educator pada hari Sabtu, 24 Agustus 2024 yang dihadari oleh 12 orang peer educator dengan narasumber dr. Sandra Yelli. Keberhasilan kegiatan ini dievaluasi dengan melihat peningkatan pemahaman peer educator terkait HIV/AIDS yaitu sebesar 17%. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pre dan post test. Diharapkan kegiatan ini dapat dilakukan berkelanjutan sehingga mampu mengupdate dan mengoptimalkan pemahaman peer educator terkait HIV/AIDS.  Pelaksanaan kegiatan ini mampu meningkatkan pemahaman peer educator terkait HIV/AIDS

    PENINGKATAN KAPASITAS KADER POSYANDU TERKAIT PEMBERIAN MAKANAN BAYI DAN ANAK

    Get PDF
    Asupan makanan yang tidak adekuat merupakan salah satu penyebab malnutrisi pada anak. Sehingga menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa anak-anak mendapatkan asupan makanan yang tepat dan sesuai untuk tumbuh kembang yang optimal. Pemberian makanan yang sesuai untuk bayi dan anak (PMBA) sejak lahir hingga usia dua tahun merupakan langkah awal yang krusial dalam upaya mencapai tujuan tersebut. Untuk mendukung upaya tersebut, Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini dirancang dengan tujuan meningkatkan kapasitas kader Posyandu terkait praktik PMBA yang tepat dan sesuai. Melalui metode penyuluhan langsung dan tutorial serta diskusi evaluatif, kegiatan PKM ini berhasil meningkatkan kemampuan kader Posyandu dalam PMBA yang optimal. Dukungan dari berbagai pihak sangat diperlukan untuk keberhasilan upaya kesehatan, termasuk dalam implementasi praktik PMBA yang tepat. Dengan demikian, kegiatan semacam ini dapat menjadi salah satu langkah strategis dalam upaya preventif berbagai masalah gizi Inadequate food intake is one of the leading causes of malnutrition in children. Hence, it is crucial to ensure that children receive appropriate and sufficient nutrition for optimal growth and development. The provision of proper infant and young child feeding (IYCF) from birth to two years of age is a critical initial step in achieving this goal. To support these efforts, this Community Partnership Program (CPP) was designed with the aim of enhancing the capacity of Posyandu cadres in practicing appropriate and adequate IYCF. Through direct counseling methods, tutorials, and evaluative discussions, this CPP activity successfully improved the ability of Posyandu cadres in optimal IYCF practices. Support from various stakeholders is essential for the success of health initiatives, including the implementation of appropriate IYCF practices. Therefore, activities like this can be seen as a strategic step in preventing various nutritional problems

    Edukasi Penerapan EDUKASI PENERAPAN SISTEM RANTAI DINGIN PADA NELAYAN DAN PEKERJA MITRA DI PELABUHAN PERIKANAN PERINTIS DAGHO, KEPULAUAN SANGIHE, SULAWESI UTARA

    No full text
    Kampung Dagho merupakan sentra Perikanan di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Kampung Dagho terdapat sarana dan prasarana berupa Pelabuhan Perikanan Perintis dan dua perusahaan penanganan ikan beku, yakni PT. Jassendo Santosa Mandiri dan PT. Perikanan Indonesia Persero. Hasil survei awal diperoleh informasi masih terbatasnya pengetahuan dan keterampilan nelayan dan pekerja di Pelabuhan Perikanan Perintis dalam penanganan ikan melalui sistem rantai dingin. Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat Stimulus ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan tentang pentingnya penerapan sistem rantai dingin pada ikan hasil tangkapan masyarakat nelayan dan pekerja di Pelabuhan Perikanan Perintis Dagho. Metode pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat Stimulus meliputi penjajakan, identifikasi masalah, penetapan pelaksanaan kegiatan, penyusunan materi dan instrument penyuluhan, pemberian materi, dan evaluasi. Materi penyuluhan yang diberikan, yaitu 1. faktor penyebab kemunduran mutu ikan; 2. penerapan sistem rantai dingin pada penanganan ikan, dan 3. pentingnya sanitasi dan hygiene pada proses penanganan ikan. Dari kegiatan Program Kemitraan Masyarakat Stimulus ini telah berhasil meningkatkan pengetahuan nelayan dan pekerja tentang pentingnya penerapan sistem rantai dingin dan sanitasi hygiene selama proses distribusi ikan dari kapal hingga pada saat proses produksi. Sinergitas antara pemerintah, perusahaan dan akademisi sangat penting dilakukan secara berkala untuk mengedukasi para nelayan dan pekerja khususnya yang beraktivitas di Pelabuhan Perikanan Perintis Dahgo. Dagho village is a fishery center in the Sangihe Islands Regency. Dagho village has facilities and infrastructure from a Pioneer Fishery Port and two frozen fish handling companies, namely PT. Jassendo Santosa Mandiri and PT. Perikanan Indonesia Persero. The initial survey results revealed that the knowledge and skills of fishermen and workers at the Pioneer Fishery Port still needed to be improved in handling fish through the cold chain system. This Stimulus Community Partnership Program activity aims to provide information on the importance of applying the cold chain system to fish caught by fishing communities and Dagho Pioneer Fishing Port workers. Implementing the Stimulus Community Partnership Program includes assessment, problem identification, determination of activity implementation, preparation of extension materials and instruments, provision of materials, and evaluation. The counseling materials provided were: 1. the factors causing the deterioration of fish quality; 2. application of cold chain systems in fish handling; and 3. the importance of sanitation and hygiene in the fish handling process. The activities of the Stimulus Community Partnership Program have increased fishermen's and workers' knowledge about the importance of implementing a cold chain system and sanitation hygiene during the fish distribution from ships to the production process. The synergy between the government, companies, and academics must be carried out regularly to educate fishermen and workers, especially those active in the Dahgo Pioneer Fishing Port

    UPAYA PENINGKATAN PENCAPAIAN VAKSIN COVID-19 PADA ANAK USIA 6-11 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SILOAM KECAMATAN TAMAKO

    Get PDF
    The increase in Covid 19 in Indonesia, the government is trying to reduce the death rate by preventing the transmission process. In addition to health promotion such as the 3M movement, namely washing hands, wearing masks, and maintaining distance, the provision of COVID-19 vaccination is expected to be one of the effective efforts in reducing the transmission rate. This PKMS aims to increase parental knowledge about the COVID 19 vaccine. The community service team visited the homes of children aged 6-11 years and had never been vaccinated against COVID-19 in the Siloam Tamako Health Center Work Area. There were 27 children who had been vaccinated against COVID 19. While 5 children were not vaccinated because they did not get permission from both parents. The community service team provided health education to parents who had less knowledge and refused their children to be vaccinated against COVID 19. The results of the evaluation showed that parents understood and were willing to take their children to the Siloam Health Center to get the COVID 19 vaccine. Meningkatnya Covid 19 di Indonesia pemerintah berupaya untuk menurunkan angka kematian dengan cara mencegah proses penularan. Disamping promosi Kesehatan seperti upaya gerakan 3M yaitu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak, pemberian vaksinasi COVID-19 diharapkan menjadi salah satu upaya efektif dalam menurunkan angka penularannya. PKMS ini bertujuan meningkatkan pengetahuan orang tua tentang vaksin COVID 19. Tim pengabdian melakukan kunjungan ke rumah-rumah anak usia 6-11 tahun dan belum pernah divaksin COVID-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Siloam Tamako. Terdapat 27 anak yang sudah divaksin COVID 19. Sedangkan 5 anak yang tidak divaksin karena tidak mendapatkan ijin dari kedua orang tua. Tim pengabdi melakukan penyuluhan kesehatan pada orang tua yang memiliki pengetahuan kurang serta menolak anak mereka untuk divaksin COVID 19. Hasil evaluasi orang tua memahami dan bersedia untuk membawa anak-anak ke Puskesmas Siloam untuk mendapatkan vaksin COVID 1

    PKMS PEMBERANTASAN PENYAKIT TUBERKULOSIS PARU UNTUK PENDERITA TUBERKULOSIS PARU BERESIKO DI KECAMATAN MANGANITU

    Get PDF
    Tuberculosis (TBC) atau TB paru merupakan sejenis penyakit, infeksi yang diakibatkan Mycobacterium tuberculosis, bakteri ini adalah bakteri yang sangat tahan asam sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk mengobatinya. Kecamatan Manganitu merupakan 1 (satu) Kecamatan di Kabupaten Kepulauan Sangihe yang memiliki angka kejadian TB paru yang sangat tinggi. Penduduk dengan status pendidikan rendah cenderung memiliki masalah kesehatan terutama pencegahan TB Paru. Tujuan kegiatan PKMS ini adalah untuk mengurangi angka penderita penyakit TB paru, terciptanya perbaikan tata nilai masyarakat dari aspek kesehatan. PKMS dilaksanakan mulai akhir bulan Mei 2022 sampai dengan bulan November 2022 di wilayah Puskesmas Manganitu dengan 8 orang pasien. Metode pelaksanaan dibagi 3 tahap yakni tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Hasil pelaksanaan ditahap persiapan adalah penyusunan program kerja, persiapan informasi, persiapan sarana prasarana dan koordinasi. Hasil PKMS ditahap pelaksanaan adalah pencarian pasien atau skrining, pemeriksaan sputum di laboratorium, pemberian obat OAT, evaluasi pengobatan setelah 2 bulan pemberian dan penyuluhan kesehatan serta pemberian makanan tinggi gizi.  Hasil PKMS ditahap evaluasi adalah melakukan evaluasi secara formatif dan sumatif. Kesimpulan PKMS ini Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat Stimulus ini berlangsung dengan baik karena kerjasama yang baik dengan pasien, petugas Puskesmas, dokter dan keluarga Pasien Tuberculosis (TB) or pulmonary TB is a disease, an infection caused by Mycobacterium tuberculosis, this bacterium is a very acid-resistant bacteria that takes a long time to treat. Manganitu District is 1 (one) District in Sangihe Archipelago District which has a very high incidence of pulmonary TB. Residents with low educational status tend to have health problems, especially prevention of pulmonary tuberculosis. The aim of this PKMS activity is to reduce the number of people with pulmonary TB, to create improvements in community values ​​from the health aspect. PKMS was carried out from the end of May 2022 to November 2022 in the Manganitu Health Center area with 8 patients. The implementation method is divided into 3 stages, namely the preparation stage, the implementation stage and the evaluation stage. The results of the implementation in the preparation stage are the preparation of work programs, preparation of information, preparation of infrastructure and coordination. The results of PKMS in the implementation phase are patient search or screening, sputum examination in the laboratory, administration of OAT drugs, evaluation of treatment after 2 months of administration and health education and provision of high-nutrition food. The results of PKMS in the evaluation stage are conducting formative and summative evaluations. The conclusion of this PKMS is that the Implementation of Stimulus Community Service is going well because of good cooperation with patients, Health Center staff, doctors and the patient's famil

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-jurnal Politeknik Negeri Nusa Utara
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇