Jurnal Ternak
Not a member yet
120 research outputs found
Sort by
PENGARUH PENAMBAHAN RENDENG KEDELAI DALAM RANSUM TERHADAP PERTAMBAHAN BOBOT BADAN KAMBING PERANAKAN ETAWA JANTAN
Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 01 April sampai 30 Mei 2017 di kandang ternak milik bapak Karno Dusun Banyuwet Desa Kedukbembem Kecamatan Mantup Kabupaten Lamongan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan rendeng kedelai dalam ransum terhadap pertambahan bobot badan kambing peranakan Etawa jantan. Kegunaan dari penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan pengganti konsentrat dalam ransum. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 9 ekor kambing peranakan Etawa jantan dengan bobot awal 19 – 30 kg/ekor, Konsentrat, rendeng kedelai, rumput lapang dan air. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 3 perlakuan dan 3 ulangan. Adapun 3 perlakuan tersebut terdiri dari P0 : konsentrat 30% + Rendeng Kedelai 0 % + RL 70%, P1 : konsentrat 20% + Rendeng Kedelai 10 % + RL 70%, P2 : konsentrat 10% + Rendeng Kedelai 20 % + RL 70%, Setiap ulangan di isi 1 ekor kambing. Variable yang diamati dalam penelitian ini adalah pertambahan bobot badan kambing peranakan Etawa jantan. Data dianalisis dengan metode statistik Rancangan Acak Lengkap. Jika hasil memerlihatkan pengaruh nyata maka akan dilakukan uji lanjut dengan mengunakan (Uji Jarak Berganda Duncan) Penimbangan bobot badan dilakukan setiap satu minggu sekali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh penambahan rendeng kedelai dalam ransum kambing peranakan Etawa jantan. tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap pertambahan bobot badan kambing peranakan Etawa jantan. Akan tetapi pertambahan bobot badan kambing peranakan etawa (P1 dan P2) cenderung lebih tinggi dibandingkan kontrol (P0)
Saluran Komunikasi Lembaga Riset Publik dalam Penyiapan Teknologi Peternakan Mendukung Pengembangan Subsistem Agribisnis Hulu
Pembangunan pertanian di Provinsi Nusa Tenggara Timur dihadapkan pada perlunya inovasi teknologi pengelolaan lahan kering, khususnya untuk komoditas jagung dan ternak sapi. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTT telah banyak menghasilkan inovasi teknologi, namun pada beberapa kasus masih dirasakan tidak sesuai dengan kebutuhan pengguna. Kajian ini bertujuan untuk merumuskan saluran komunikasi melalui penelusuran saluran komunikasi dalam penyiapan inovasi pertanian berbasis pengguna mendukung pengembangan subsistem agribisnis hulu oleh BPTP NTT dalam kaitannya dengan Balit Serealia (teknologi jagung) dan Lolit Sapi Potong (teknologi ternak). Pengumpulan data dilakukan selama bulan April-September 2012 menggunakan panduan wawancara terstruktur dengan melibatkan manajemen di ketiga lembaga Litbangtan, swasta (PT Bina Mentari) dan perguruan tinggi (Fakultas Peternakan IPB). Analisis deskriptif kualitatif digunakan untuk menggambarkan kondisi eksisting dan interaksi yang terjalin antara lembaga penghasil teknologi dengan pengguna. Hasil kajian menunjukkan bahwa proses penciptaan teknologi peternakan oleh lembaga riset publik masih belum mencerminkan adanya upaya penjaringan umpan balik dari pengguna, salah satunya sebagai akibat dari tidak berfungsinya komisi teknologi di daerah. Saluran komunikasi pada proses penyaluran teknologi dari Balit Serealia dan Lolit Sapi Potong ke BPTP NTT sudah terorganisir dengan baik. Pembelajaran dari swasta dan perguruan tinggi mencerminkan adanya pola dan strategi komunikasi yang lebih baik, seperti berjalannya proses penjaringan isu dan informasi dari pengguna, proses umpan balik teknologi, sampai adanya jaminan mutu (after sale) untuk menjaga kualitas sekaligus eksistensi lembaga. Oleh karena itu disarankan perlunya pertemuan konsolidasi yang melibatkan pelaku subsistem agribisnis di hulu, di hilir, pelaku subsistem usahatani dan pelaku subsistem jasa penunjang untuk saling memberikan umpan balik pengembangan sistem agribisnis itu sendiri. Kata Kunci: saluran komunikasi, teknologi peternakan, subsistem agribisnis hulu, lembaga riset publi
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DENGAN PEMBUATAN PAKAN TERNAK JERAMI FERMENTASI DI DESA PUCAKWANGI KECAMATAN BABAT KABUPATEN LAMONGAN
Limbah pertanian pada saat panen cukup banyak bahkan melimbah namun pemanfaatannya belum dilaksanakan secara optimal guna menunjang kebutuhan masyarakat oleh karena itu dilaksanakan kegiatan pemberdayaan masyrakat dengan pembuatan pakan ternak jerami fermentasi, mitra peternak di Desa Pucakwangi Kecamatan abat Kabupaten Lamongan. Metode yang pendekatan yang digunakan sosialisasi program, penyuluhan, pelatihan secara teori dan praktek, serta pendampingan dalam pembuatan pakan ternak jerami fermentasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pakan ternak jerami fermentasi sangat berguna untuk mengatasi pakan ternak utamanya pada musim kemarau dan hasil uji coba ternak sangat menyukai pakan fermentasi dibanding pakan tanpa fermentasi, sedangkan kegiatanm penyuluhan dan pelatihan berjalan secara baik dan bermanfaat untuk mewujudkan kemandirian pakan dengan memanfaatkan limbah pertanian potensi local. Kegiatan pendampingan masih diperlukan untuk keberlanjutan program. Pakan ternak jerami fermentasi mempunyai nilai nutrisi lebih baik dan lebih disukai ternak sehingga dapat meningkatkan produksi ternak dari bertambahnya bobot badan ternak
Pengaruh Fermentasi Kulit Buah Naga Dengan Kapang Neurospora Crassa Terhadap Kandungan Lemak Kasar, Kalsium, (Ca) Dan Posfor (P)
Peningkatan Kualitas Kulit Buah NagaMelalui Fermentasi Dengan Kapang Neurospora crass
PERTAMBAHAN BOBOT BADAN HARIAN (PBBH) PADA AYAM LAYER STARTER GROWER YANG DIBERI RESVERATROL TEPUNG BIJI ANGGUR
The purpose of this research was to examine the potention of using resveratrol of grape seed meal to increase average daily gain. The material used in this research are 60 layer poultry of 0-60 days. Resveratrol of grape seed meal devided in several level were p0 = commercial feed withouth Resveratrol of grape seed meal, P1 = commercial feed +  0.012 % Resveratrol of grape seed meal, P2 = commercial + 0.018 % Resveratrol of grape seed meal, P3 = commercial feed + 0.024 % Resveratrol of grape seed meal. Layer poultry were allotted to four level treatments randomly into P0, P1, P2, P3. Three replications each. The variables observed was of increase average daily gain. Data were analyzed by using Completely Randomized Design, when there was significant effect it was followed by Duncan’s Multiple Range Test. The result of this research showed that the use of resveratrol of grape seed meal doesn’t differ reality (P>0,05). But in the numeric showed P2 (12.85 ± 0.30) was better than all treatments p0 (12.27± 0.30), P1 (12.49 ± 0.08), p3 (12.71 ± 0.12)
Peningkatan Persentase Bobot Karkas Ayam Lokal Pedaging dengan Pemberian Pakan Fermentasi Tepung Kulit Kopi Gayo dan Probiotik di Kabupaten Aceh Tengah
Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan fermentasi tepung kulit kopi gayo dengan penambahan probiotik terhadap peningkatan persentase bobot karkas ayam lokal pedaging. Penelitian dilakukan di Takengon, Kabupaten Aceh Tengah pada bulan Juni-September 2019. Penelitian menggunakan 64 ekor ayam lokal pedaging dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan yaitu pemberian pakan fermentasi 0% (A), 5% (B), 10%(C), dan 15% (D). Parameter yang diamati meliputi pertambahan berat badan, persentase bobot karkas, lemak abdomen, dan konversi pakan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Anava, dan dilakukan uji Duncan apabila data yang diperoleh berbeda nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepung kulit kopi fermentasi dan probiotik dapat meningkatkan berat badan ayam lokal pedaging dan bobot karkas ayam, akan tetapi tidak berpengaruh terhadap lemak abdomen dan konversi pakan. Pemberian pakan fermentasi tepung kulit kopi 5% dapat meningkatkan pertambahan berat badan hingga 81,57 gr/minggu dan bobot karkas ayam hingga 73,29%
Massa Nutrisi Maggot Lalat Tentara Hitam (Hermetia illucens) Pada Media yang Berbeda
Protein yang bersumber dari insekta lebih ekonomis dan ramah lingkungan serta mempunyai peran yang penting secara alamiah. Insekta dilaporkan memiliki efisiensi konversi pakan yang tinggi dan dapat dipelihara serta diproduksi secara massal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengopimalkan produksi maggot meliputi massa protein, massa lemak kasar dan massa serat kasar. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April – Juli 2019. Pemeliharaan maggot lalat tentara hitam Hermetia illucens, Penelitan ini akan dilaksanakan di Program Studi Peternakan Unasman untuk pemeliharaan dan analisis nutrisi di laksanakan di Lab Kimia Pakan Fakultas Peternakan UNHAS. Penelitian ini dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 3 perlakuan yaitu jenis media dan 3 ulangan. Secara keseluruhan menghasilkan 9 kombinasi perlakuan, yaitu 3 x 3 unit percobaan. A0 : ampas tahu 100%, A1: ampas tahu 50% kotoran ayam 50%, A2: ampas tahu 75% kotoran ayam 25%. Hasil sidik ragam menunjukkan penggunaan media yang berbeda bepengaruh nyata (P<0.05) terhadap massa lemak kasar dan serat kasar, akan tetapi tidak berpengaruh nyata (p>0.05) terhadap bahan kering dan protein kasar. Disimpulkan bahwa hasil produksi maggot lalat tentara hitam Hermetia illucens paling baik pada perlakuan A1 yaitu massa bahan kering 43.82 g dengan protein kasar 18.29 g dan lemak kasar 14.63 g serta serat kasar 4.62 g.Keywords : Lalat tentara hitam, maggot massa nutrisi, medi
PENGARUH SUBSTITUSI CEKER AYAM TERHADAP KUALITAS KIMIA NUGGET AYAM
Ceker ayam (kaki ayam) merupakan bagian dari tubuh ayam yang kurang diminati oleh sebagian masyarakat, ceker ayam merupakan hasil samping dari pemotongan ayam dengan nilai harga yang lebih murah dibandingkan dengan hasil pemotongan bagian dari tubuh ayam lainnya. Selama ini ceker ayam baru dimanfaatkan secara konvensional oleh masyarakat sebagai campuran sop dan krupuk ceker ayam untuk penganekaragaman pangan penelitian kali ini menggunakan ceker ayam yang diisubstitusikan ke dalam nugget ayam. Telah dilakukan penelitian pada tanggal 9 April sampai 12 mei 2018 untuk mengetahui kualitas kimia nugget ayam yang disubstitusi dengan ceker ayam (shank) dari hasil limbah rumah potong ayam (RPA). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Variabel yang diamati dalam kandungan kimia (kadar air, kadar lemak, kadar protein, kadar abu dan kadar karbohidrat) dari data yang didapat dianalisis menggunakan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi ceker ayam tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air, kadar lemak,kadar abu, kadar protein dan kadar karbohidrat nugget ayam (P<0,05). Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya berbeda nyata hal ini dikarenakan kandungan ceker ayam tidak berbeda jauh dengan kandungan daging ayam
PENGARUH PEMBERIAN PAKAN SILASE BATANG PISANG (Musa paradisiaca) TERHADAP PERTAMBAHAN BOBOT BADAN DOMBA EKOR GEMUK
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai Mei Tahun 2018 berlokasi di Desa Pangkatrejo Dusun Tuyuh Kecamatan Lamongan Kabupaten Lamongan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan silase batang pisang (Musa paradisiaca) terhadap pertambahan bobot badan domba ekor gemuk. Kegunaan dari penelitian ini diharapkan agar digunakan sebagai bahan informasi dan sebagai bahan alternatif tentang pemanfaatan limbah pertanian berupa batang pisang. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 8 ekor domba jenis ekor gemuk, batang pisang, pollard, dedak padi halus, garam, EM4 dan molasses. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah konsumsi pakan, konversi dan pertambahan bobot badan domba ekor gemuk. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis statistik RAK (Rancangan Acak Kelompok). Hasil penelitian yang diteliti dapat disimpulkan bahwa pengaruh pemberian pakan silase batang pisang (Musa paradisiaca) memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap pertambahan bobot badan domba ekor gemuk. Perlakuan P2 (30% Silase + 60% Konsentrat + 10% Rumput Lapang) menunjukan hasil pertambahan bobot badan yang signifikan. Hasil penelitian memberikan (Thitung ≥ 0,5) pengaruh nyata dan (Thitung ≥ 0,1) pengaruh sangat nyata,sehingga dilakukan uji lanjut menggunakan Uji Tukey HSD dengan menunjukan hasil bahwa perlakuan P2 memberikan perlakuan dengan pengelompokan yang sangat nyata
JARAK GENETIK SAPI PASUNDAN MELALUI PENDEKATAN KRANIOMETRI ANTAR WILAYAH PANGANDARAN, TASIKMALAYA DAN GARUT JAWA BARAT
Sumber daya genetik sapi Pasundan di wilayah pesisir selatan Jawa Barat mengalami penurunan populasi. Salah satu dampak dari penurunan populasi ternak adalah degradasi kualitas dan kemurnian ternak. Penelitian tentang jarak genetik populasi sapi pasundan antar wilayah Pangandaran, Tasikmalaya dan Garut, Jawa Barat bertujuan mengetahui deskripsi dan hubungan kekerabatan populasi sapi Pasundan di wilayah pesisir selatan Jawa Barat dengan menggunakan pendekatan kraniometri. Penelitian dilaksanakan pada September sampai Desember 2018. Analisis data menggunakan analisis deskripstif dan analisis kluster melalui software SPSS 16. Hasil penelitian menunjukkan ukuran-ukuran kranium antar populasi tidak memiliki perbedaan yang nyata (P>0.05). Jarak genetik antar populasi pada wilayah Pangandaran, Tasikmalaya dan Garut Jawa Barat berdasarkan jarak Euclidean menggunakan Cluster Analysis menunjukkan hubungan kekerabatan antar populasi yang masih tinggi. Penurunan populasi antar wilayah basis populasi sapi pasundan di wilayah pesisir selatan Jawa Barat belum menunjukkan adanya degradasi genetik. Namun perlu adanya antisipasi dalam meningkatkan ukuran populasi efektif melalui aplikasi teknologi bioreproduksi seperti super ovulasi dan inseminasi buatan menggunakan sperma pejantan sapi pasundan yang telah diproduksi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat