Jurnal Ternak
Not a member yet
120 research outputs found
Sort by
Peningkatan Produksi Telur Ayam Kampung (Gallus gallus domesticus) setelah Diberikan Serbuk Kunyit (Curcuma longa L.) sebelum Masa Pubertas
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui dampak suplemen serbuk kunyit (Curcuma longa L.) yang diberikan sebelum masuk masa pebertas atau masak kelamin terhadap produksi telur ayam kampung (Gallus gallus domesticus). Bentuk rancangan penelitian adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan jumlah perlakuan sebanyak 3 perlakuan. Perlakuan yang pertama adalah ayam kampung yang tidak diberikan suplemen serbuk kunyit (P0). Perlakuan kedua adalah ayam kampung yang diberikan suplemen serbuk kunyit dengan dosis 216 mg/ekor/hari (P1). Perlakuan ketiga adalah ayam kampung yang diberikan suplemen serbuk kunyit dengan dosis 324 mg/ekor/hari. Untuk 1 perlakuan dibuat 5 kali ulangan. oleh karena itu didapatkan 15 kandang ulangan perlakuan. Masing-masing kandang ulangan perlakuan dimasukkan 3 ekor ayam kampung betina. Masa pemberian perlakuan serbuk kunyit adalah 60 hari, dan dimulai dari saat ayam kampung berumur 4 bulan. Data telur diperoleh dari hasil pengukuran yang dilakukan setiap hari ketika semua ayam sudah bertelur semua. Data satu bulan pengukuran diambil dari 28 hari pengukuran. Semua data pengukuran dianalisis dengan analysis of variance (ANOVA). Jika ditemukan berpengaruh, selanjutnya diuji dengan uji Duncan dengan kepercayaan 95 % ((α>0.05). Data yang telah dianalisis menjelaskan bahwa ayam kampung yang diberikan suplemen serbuk kunyit memiliki tingkat produksi lebih pada setiap bulan pengamatan dibandingkan dengan ayam yang tidak diberikan suplemen serbuk kunyit sebelum masa pubertas. Dosis serbuk kunyit yang paling tinggi tingkat produksi telur ayam kampung yang dihasil pada setiap bulan pengamatan adalah dosis 324 mg/ekor/hari. Oleh karena itu, serbuk kunyit memiliki dampak positif pada semakin banyaknya jumlah telur ayam kampung yang dihasilkan setiap bulan
Preservation of Spermatozoa Sumba Ongole Bulls Using Citrate Yolk Diluent with the Addition of Palmyra Palm Juice
The purpose of this study was to determine the quality of the ability of spermatozoa cells to maintain the use of a yolk citrate (YC) diluent with the addition of palmyra palm juice during preservation. The material used for this research was 2 Sumba Ongole bulls as a source of semen. Semen was collected by using an artificial vagina that is processed twice a week. The obtained semen was macroscopically analyzed, including volume, colour, consistency, pH and smell. Meanwhile, microscopic evaluation includes mass movement, motility, concentration, viability and abnormalities. The semen showed >75% motile sperm divided into four treatments and dilute each with YC (P0), 95% YC+5% palmyra palm juice (PPJ) (P1), 90% YC+10% PPJ (P2), 85% YC+15% PPJÂ and each was stored at 3-50C. The results of statistical analysis showed that P0, P1 treatments were significantly different (P<0.05) between P2, P3 from day 0 to day 4 of storage. The addition of palmyra palm did not affect the motility of spermatozoa, but had a positive effect on the viability of spermatozoa with the addition of 5% palm sap during storage for 4 days at a temperature of 3-5 0C
The Performance of Broiler Chickens with The Addition of Dayak Onion Extract in Drinking Water
This research was conducted to study the ability of Dayak onion extract added to drinking water on the performance of body weight gain, feed consumption, and water consumption of broiler chickens. The experiment used 80 DOC broiler aged 4 days from strain Abror Acres CP 707, using complete randomized design (RAL) with 5 treatments and 4 replicated of 0 gr, 5 gr, 10 gr, 15 gr and 20 gr Dayak onion extract per day. Feed and drinking water were given on ad libitum. Data were analyzed by using the Analysis of Variance (ANOVA) and significant effect was tested with Duncan's New Multiple Rang Test. The results of this study showed that giving Dayak onion extract with level of 0 gr, 5 gr, 10 gr, 15 gr and 20 gr in broiler chickens provided no significant difference (p>0,5) on body weight gain, feed consumption, and water consumption. The conclusion of this research is giving the level of Dayak onion extract on the drinking water does not significantly (P>0,05) affect the body weight gain, feed consumption, and water consumption of broiler chicken
Penggunaan Umbi Gembili Sebagai Prebiotik Alami terhadap Persentase Karkas dan Lemak Abdominal pada Broiler
Riset ini mempunyai tujuan untuk mengetahui dan mengkaji efek penambahan tepung umbi gembili yang berfungsi sebagai sumber prebiotik inulin dalam mempengaruhi persentase berat karkas, bagian-bagian karkas serta perlemakan pada broiler. Rancangan yang digunakan adalah RAL atau rancangan acak lengkap, 4 jenis perlakuan diulang sebanyak 5 kali dan diisi 10 ekor ayam masing-masingnya. Perlakuan meliputi : P0 = ransum tanpa tepung umbi gembili, P1= ransum dengan 0,5% tepung umbi gembili, P2 = ransum dengan 1,0% tepung umbi gembili, P3 = ransum dengan 1,5% tepung umbi gembili. Pakan perlakuan diberikan pada pekan ke dua sampai pekan ke empat periode pemeliharaan. Data yang diperoleh, diamati kemudian dianalisis ragam ANOVA, selanjutnya jika menunjukkan perbedaan nyata maka akan diuji Duncan menggunakan program SPSS 16. Adapun hasil penelitian yang diperoleh dari penggunaan tepung umbi gembili yang ditambahkan ke dalam ransum yaitu dapat mempengaruhi secara nyata (P<0,05) persentase dari lemak broiler, namun pada persentase karkas dan potongan karkas bagian dada, paha juga sayap tidak menunjukkan adanya pengaruh. Kesimpulan penelitian bahwa level tertinggi inulin yaitu sebesar 1,5% mampu memperbaiki persentase karkas dan potongan karkas, disamping itu juga mampu menurunnkan persentase lemak abdominal pada broiler.Â
Evaluasi Progam Kemitraan Antara PT Gombek Boer Indonesia Dan Kelompok Peternak Kambing (Studi Kasus Kelompok Peternak Kambing Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar)
ABSTRAK  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketercapaian progam kemitraan antara PT Gombek Boer Indonesia dengan peternak kambing di Desa Resapombo. Tempat penelitian dilaksanakan di Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar berdasarkan metode purposive. Pengambilan sampel peternak untuk evaluasi kemitraan PT Gombek Boer menggunakan metode total sampling. Metode analisis data menggunakan metode evaluasi CIPP (context, input, process, product). Hasil penelitian evaluasi context kemitraan PT Gombek Boer Indonesia mendapat nilai baik kecuali pada perencanaan progam pelatihan dan pembinaan peternak. Evaluasi input yang mendapatkan nilai buruk yaitu adanya komunikasi terbuka antara peternak dengan perusahaan mitra. Evaluasi process kesesuaian pelaksanaan kemitraan dan pengawasan lapang oleh PPL mendapat nilai buruk. Evaluasi product mendapat nilai baik kecuali ketepatan pembelian hasil ternak.Kata Kunci: Kemitraan, Evaluasi CIPP, Kambing Boer ABSTRACT This study aims to determine the level of achievement of the partnership program between PT Gombek Boer Indonesia and goat farmers in Resapombo Village. The research was conducted in Doko District, Blitar, based on the purposive sampling method. Farmer sample collection for the evaluation of the PT Gombek Boer partnership using the total sampling method. The data analysis method uses the CIPP evaluation method (context, input, process, product). The results of the evaluation study on the partnership context of PT Gombek Boer Indonesia received good grades except on the planning of training programs and fostering farmers. Evaluation of inputs that get a bad score is open communication between farmers and partner companies. The evaluation suitability of the partnerships implementation and field supervision by PPL received a bad score. Product evaluation gets good grades except the accuracy of purchasing livestock products.Key Words : Partnership Program, CIPP Evaluation, Boer Goat
The Physical Quality of Broiler Chicken Meat Given Basal Ration Containing Avocado Seed Flour (Persea Americana Mill)
P Americana Mill contains some phytochemicals such as phenols, saponins, and flavonoids which have beneficial effect on meat quality of broiler chicken. The aim of the present study was to determine the effect of inclusion of avocado seed flour (ASF) in basal diet on meat quality of broiler chickens. A total of 80 broiler chicks of Cobb- strain were randomly assigned with following treatments: T0 (basal ration without ASF as the control), T1 (inclusion of 5% ASF in l diet), T2 (inclusion of 10% ASF in diet) and T3 (inclusion of 15% ASF in diet) and were kept for 5 weeks. The parameters measured were meat pH, cooking loses after slaughtering and water holding capacity. The completely randomized design was used in this experiment with 4 treatments and 5 replicates. The result showed that the inclusion of ASF significantly (P<0.01) decreased the meat pH and cooking loses after slaughtering but significantly increased (P>0.01) water holding capacity. It is concluded that the best level inclusion of ASF in broiler diet in order to improve the physical quality of broiler’s meat is 15%
The Effect of AUDI Technology with Improvement Ration on Productivity of Arab's Hen 2nd Phase
This study used the AUDI’s technology application with repair rations, aimed at increasing the productivity of Arab’s hens in the 2 nd phase. The repair ration is focused on the addition of calcium minerals. AUDI technology is a combination of water filtering technology with extract beluntas (Pluchea indica L.). The research used seventy two Arab’s hen with homogenous body weight. The study used a completely randomized design with 3 treatments, 6 replications, each replication consisting of 3 chickens. The research was conducted in 6 weeks of treatment. The parameters measured in this study were ration consumption, calcium consumption, hen day production (HDP), eggshell weight, and thickness. The results showed that the use of AUDI technology on rations significantly improved (p <0.05) affected ration consumption, calcium consumption, and increased hen day production (HDP), but did not affect weight, and thickness of an eggshell. Feed intake and calcium consumption significantly influenced by differences in calcium and crude protein in the rations. Based on these results, it was found that the use of AUDI technology was able to shorten the clutch cycle in laying hens so that production still reached 60-70% equivalent with phase I. Weight and thickness of eggshells were not affected by the use of AUDI technology and improved rations because the hens used as subject had reached peak production
Kualitas Susu Pasteurisasi dengan Penambahan Kasumba Turate (Cartamus tinctorius L) Pada Lama Penyimpanan Berbeda
Kelemahan susu dalam hal masa simpan relatif singkat sehingga membutuhkan perlakuan untuk memperpanjang daya simpannya. Penambahan kasumba turate (Carthamus tinctorius L) pada susu pasteurisasi dapat dijadikan sebagai bahan pewarna dan pengawet alami, karena kasumba turate tersebut mengandung sebagai antibakteri (flavonoid) yang dapat menjadikan susu lebih tahan dan awet.Variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah organoleptik yang meliputi warna, aroma dan kekentalan. Sedangkan uji fisik meliputi uji masak dan uji pH.penambahan kasumba turate tidak berpengaruh terhadap warna dan aroma susu pasteurisasi. Sedangkan untuk aroma,nilai pH dan uji masak dipengaruhi oleh perlakuan lamanya penyimpanan yang berbeda. Susu pasteurisasi dengan penambahan kasumba turate bertahan pada penyimpanan suhu ruang sampai 12 ja
ANALISIS POTENSI WILAYAH PENGEMBANGAN TERNAK RUMINANSIA DI KABUPATEN LAMONGAN
Kabupaten Lamongan memiliki potensi yang cukup besar di dalam mengembangkan sektor peternakannya. Fenomena ini terlihat dari kontribusi sektor terhadap pembentukan PDRB pertanian dan wilayah yang selalu meningkat antar waktu. Tujuan utama dari penelitian ini adalah (1) menentukan komoditas ternak ruminansia yang dapat diunggulkan berdasarkan dukungan sumberdaya wilayah yang dimiliki oleh Kabupaten Lamongan; dan (2) mengidentifikasi wilayah mikro yang dapat dijadikan sebagai basis pengembangan peternakan. Penelitian dilakukan pada tanggal 12 sampai dengan 30 Oktober 2018 di wilayah administratif Kabupaten Lamongan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitis statistik dan deskriptif dengan data sekunder yang dihimpun merupakan data berkala selama periode tujuh tahun yaitu dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2017 yang bersumber dari beberapa instansi terkait. Variabel yang diamati di dalam penelitian ini meliputi variabel populasi ternak, Lahan pertanian, Rumahtangga pertanian, Fasilitas pelayanan peternakan dan Variabel pendukung. Model perhitungan dalan penelitian ini meliputi: (a) Analisis LQ (Location Quotient), (b) pendugaan ketersediaan sumber pakan, (c) perhitungan daya tampung wilayah, (d) indeks spesialisasi Rumah Tangga Pertanian. Berdasarkan seluruh analisis yang dilakukan terhadap ketersediaan sumberdaya dan keterbatasan yang dimiliki oleh Kabupaten Lamongan maka wilayah pengembangan ternak ruminansia dapat diarahkan kepada beberapa wilayah dan beberapa subsistem; subsistem budidaya dan pasca panen (pengolahan). Wilayah pengembangan ternak meliputi Kecamatan Mantup, Tikung, Ngimbang, Sambeng, Modo, Solokuro dan Paciran sebagai sentra pengembangan subsistem budidaya, sementara Sukorame, Deket dan Babat sebagai wilayah ekspansinya. Sementara subsistem pengolahan dapat diarahkan terutama kepada Turi dan Paciran. Meskipun kedua wilayah ini tidak direncanakan untuk menjadi wilayah pengembangan sektor pertanian, tetapi subsistem pengolahan produk ternak tentunya masih dapat dilakukan. Upaya ini dapat dijustifikasi karena subsistem pengolahan tidak membutuhkan lahan sebagai basis produksinya, melainkan keterkaitan antar wilayah.Â
KANDUNGAN NUTRISI WHEY HASIL SAMPINGAN DARI DANGKE
Proses pembuatan dangke menghasilkan hasil sampingan berupa whey. Whey dangke dapat diolah menjadi berbagai produk karena whey mengandung nutrisi. Tujuan penelitian yaitu untuk menganalisis jenis kandungan nutrisi yang terkandung dalam whey serta persentase dari kandungan nutrisi tersebut. Dangke diolah dari susu sapi yang dipanaskan dengan api kecil sampai hampir mendidih, kemudian ditambahkan koagulan berupa papain murni. Lactoscan digunakan untuk menganalisis lemak, total padatan, berat jenis, protein whey. Whey dangke mengandung komponen nutrisi berupa lemak 0.3%, laktosa 5.49% dan protein 0.36%