Jurnal Ternak
Not a member yet
    120 research outputs found

    EFEKTIVITAS DIPPING BIJI DAN KULIT ANGGUR HITAM PADA KUALITAS AIR SUSU SAPI PERAH TROPIS

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji potensi penggunaan dipping (biji dan kulit buah anggur hitam) pada kualitas air susu sapi perah tropis ditinjau dalam mengurangi kontaminasi bakteri susu dan mastitis sapi perah jika dibandingkan dengan dipping sintetis. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah 12 ekor sapi perah yang berumur 3-4 laktasi. Dipping terdiri dari 50% biji: 50% kulit anggur hitam yang digiling menjadi tepung sebelumnya. Kemudian ekstraksi dengan aquadesh pada beberapa level adalah p0 = dicelup sintetis, P1 = 20% campuran tepung biji dan kulit anggur hitam, P2 = 50% campuran tepung biji dan kulit anggur hitam, P3 = 80% campuran tepung biji dan kulit anggur hitam. Sapi perah dibagi menjadi empat tingkat perawatan pencelupan secara acak menjadi 0%, 20% 50%, 80%. Tiga ulangan masing-masing. Variabel yang diamati adalah mengurangi kontaminasi bakteri dan mastitis sapi perah. Data dianalisis dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap, ketika ada pengaruh signifikan yang diikuti oleh Uji Jarak Berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan celupan bikang (biji dan kulit buah anggur hitam) untuk mengurangi kontaminasi bakteri susu dan mastitis sapi perah tidak berbeda nyata (P> 0,05). Ini berarti bahwa potensi perlakuan campuran biji dan kulit anggur hitam sama dengan mencelupkan dengan dipping sintetik dalam mengurangi kontaminasi bakteri susu dan mastitis. Kesimpulan penelitian ini adalah potensi perlakuan biji dan campuran kulit yang sama dengan mencelupkan sintetis dalam mengurangi kontaminasi bakteri susu dan mastitis. Tingkat pengobatan yang optimal menggunakan pencelupan bikang adalah 80% campuran tepung biji dan kulit anggur hitam dengan 200 ml aquades

    ANALISIS FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN TERHADAP PEMBELIAN PRODUK MAKANAN BERBAHAN DASAR HASIL TERNAK DI WILAYAH KOTA LAMONGAN

    Get PDF
    Pengumpulan data penelitian dilakukan pada 27 Juni hingga 26 Juli 2015 di Pasar Sidoharjo, Pasar Made, Alfamidi Veteran, Indomaret Made Fauzi, agen makanan beku, makanan beku Agen Bapak Nur. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui produk makanan apa yang dibuat dari ternak yang beredar di kota Lamongan dan untuk mengetahui bagaimana pengaruh faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam membeli produk pertanian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk makanan berbasis daging ada 69 macam, produk makanan yang terbuat dari telur ada satu spesies, produk makanan berbasis susu ada 130 jenis. Variabel pendidikan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk pangan berbasis ternak (Y) pada taraf signifikansi 95% atau α = 0,05 (p <0,05), dengan koefisien regresi (bi) sebesar 0,071 hingga 0,000 signifikansi (p <0,05). <0,05), variabel pendapatan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian berdasarkan produk makanan ternak (Y) pada taraf signifikansi 95% atau α = 0,05 (p <0,05), dengan koefisien regresi (bi) sebesar 0,174 sampai 0,000 signifikansi (p <0,05), variabel sumber daya memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian berdasarkan produk pangan ternak (Y) pada taraf signifikansi 95% atau α = 0,05 (p <0,05), dengan koefisien regresi (bi ) dari 0,025 hingga 0,000 signifikansi (p <0,05, variabel gaya hidup memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian berdasarkan produk makanan ternak (Y) pada taraf signifikansi 95% atau α = 0,05 (p <0,05), dengan koefisien regresi ( bi) dari 0,676 hingga 0,000 significanc e (p <0,05

    PENERAPAN TEKNOLOGI SILASE “FAST-FERMENT†DI PETERNAK KAMBING LOKAL KABUPATEN LAMONGAN

    Get PDF
    Khalayak sasaran kegiatan ini adalah Petani Peternak yang tergabung dalam organisasi mitra Kelompok Tani “Rukun Tani II†dan Kelompok Ternak “Telaga Ternak Mandiri†di desa Tlogoagung, kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan. Metode pendekatan yang digunakan adalah : pemetaan potensi lokasi, penyuluhan berkerjasama dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lamongan, penyediaan sarana yang dibutuhkan, pelatihan dan pendampingan pengolahan limbah pertanian dengan teknologi Fast-Ferment. Teknologi Fast-Ferment (Fermentasi Cepat) adalah metode fermentasi limbah pertanian pada kondisi terkontrol dan dalam waktu yang relatif cepat karena menggunakan bio katalisator. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa teknologi Fasr-Ferment dengan manajemen buffer stock sangat tepat guna dalam mengatasi permasalahan peternak sapi potong di saat musim kemarau. Kegiatan penyuluhan, penyediaan sarana, pelatihan dan manajemen pengelolaan kegiatan di tingkat kelompok mitra berjalan cukup baik. Diperlukan program pendampingan lebih lanjut terhadap  kegiatan kelompok mitra khususnya kegiatan pengelolaan usaha produksi silase dan distribusinya baik di tingkat anggota maupun pasar di luar anggota. Program penelitian juga perlu dilakukan untuk membantu penyelesaian masalah yang muncul serta inovasi teknologi yang diperlukan.Â

    Gambaran Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat Peternakan dalam Budidaya Ternak Kelinci Di Kecamatan Bluluk Kabupaten Lamongan

    Get PDF
    Pengumpulan data penelitian dilaksanakan tanggal 25 Mei 2016 sampai 25 Juni 2016 di Kecamatan Bluluk, Kabupaten Lamongan.Sampel ditentukan sebanyak 17 peternak kelinci. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi minat peternak dalam budidaya ternak kelinci di Kecamatan Bluluk Kabupaten Lamongan. Metode yang digunakan adalah survey yakni pengamatan langsung ke lapangan untuk mengetahui obyek yang akan di teliti. Analisis deskriptif, dan menggunakan model pengelompokan, penyederhanaan, serta penyajian seperti table distribusi frekuensi dan pengukuran dengan menggunakan skala likerts. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan analisis penelitian yang dilakukan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi minat budidaya ternak kelinci dengan menggunakan analisis deskripsi. Sehingga di ketahui factor produksi 72,93 pakan dan kandang 73,16 pemasaran 72,23 aspeksosial 67,99. Di peroleh nilai rata-rata tertinggi pada factor pakan dan kandang 73,16 dengan rage antara 60-80%. Diperlukan penelitian selanjutnya untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi minat budidaya ternak kelinci. Sehingga dapat mengetahui faktor-faktor yang lainnya baik faktor internal maupun external.Keywords: ternak kelinci, minat budidaya, lamonga

    Pengaruh Penambahan Bungkil Kelapa Sawit pada Jerami Padi Terfermentasi Terhadap Kualitas Fisik dan Pertambahan Bobot Badan Sapi Peranakan Limousin

    Get PDF
    Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juni di Kelompok Ternak Sumber Jaya Dusun Pilanggot, Desa Wonokromo, Kecamatan Tikung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan bungkil kelapa sawit pada jerami padi terfermentasi terhadap pertambahan bobot badan sapi peranakan Limousin. Kegunaan dari penelitian ini diharapkan agar digunakan sebagai bahan informasi dan pertimbangan tentang campuran bungkil kelapa sawit pada jerami padi terfermentasi tehadap pertambahan bobot badan sapi peranakan Limousin. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 18 ekor sapi peranakan Limousin, jerami padi kering, ampas kecap, dan bungkil kelapa sawit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode percobaan dengan menggunakan RAL, dimana terdiri dari 3 perlakuan yaitu jerami padi terfermentasi tanpa bungkil inti sawit, level penambahan bungkil kelapa sawit 10% dan 15%. Dengan 3 kali ulangan dan setiap ulangan diisi 2 ekor sapi. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah kualitas fisik, pH dan pertambahan bobot badan sapi peranakan Limousin. Data hasil penelitian dianalisis dengan analisis statistik RAL. Hasil penelitian yang diteliti dapat disimpulkan bahwasannya pengaruh penambahan bungkil kelapa sawit pada jerami padi terfermentasi tidak memberikan pengaruh yang nyata (P> 0,05) terhadap pertambahan bobot badan sapi peranakan Limousin. Akan tetapi pertambahan bobot badan pada sapi peranakan Limousin yang mengkonsumsi pakan jerami padi terfermentasi dengan penambahan bungkil kelapa sawit lebih tinggi dari pada kontrol. Hal ini disebabkan bungkil inti sawit terdapat kandungan protein yang tinggi.Keywords: Bungkil kelapa Sawit, Jerami Padi, Terfermentasi, Kualitas fisik, Pertambahan Bobot Badan, Sapi peranakan Limousi

    STUDI PENERAPAN ESTRUS SYNCHRONIZATION DAN TEKNOLOGI IB JENIS BOER TERHADAP RESPON BIRAHI DAN KEBUNTINGAN KAMBING LOKAL PADA KELOMPOK PETANI PETERNAK “TELAGA TERNAK MANDIRI†DI KABUPATEN LAMONGAN

    Get PDF
    Lamongan merupakan wilayah kering yang banyak terdapat populasi kambing lokal (kacang cross) dan diusahakan oleh peternak rakyat secara tradisional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil penerapan Estrus Synchronization dan teknologi IB jenis Boer terhadap persentase birahi dan kebuntingan kambing lokal pada kelompok petani peternak “Telaga Ternak Mandiri†di Kabupaten Lamongan. Penelitian dilaksanakan di Desa Tlogoagung Kecamatan Kembangbahu Kabupaten Lamongan mulai tanggal 2 april – 30 juli 2016. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Studi analitis yaitu seperti pada desain percobaan (Nazir, 2005). Sampel yang digunakan sebanyak 20 kambing lokal. Semen beku yang digunakan breed australian boer galur Banjo dan Klien Diamond yang diperoleh dari Laboratorium Lapang “Sumber Sekar†Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Estrus Synchronization PGF2α pada kambing lokal di kabupaten Lamongan menghasilkan respon birahi tertinggi sebesar 80% dicapai pada dosis 1,5 ml / ekor. Rerata angka kebuntingan hasil teknologi IB jenis boer terhadap kambing lokal di kabupaten lamongan adalah sebesar 75%.Keywords: IB, Estrus Synchronization, Boer, Kambing Lokal, Lamonga

    Analisa Usaha Peternakan Ayam Broiler Pola Kemitraan Di Kecamatan Sumberejo Kabupaten Bojonegoro

    Get PDF
    Pengumpulan data penelitian dilaksanakan pada tanggal 25 Mei – 25 Juni tahun 2016 di peternak peternak sekecamatan sumberrejo kabupaten bojonegoro. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui Analisa usaha Peternakan Ayam Broiler Pola Kemitraan di Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis metode survei. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data primer dan sekunder. Sampel digunakan sekaligus, merupakan keseluruhan dari jumlah peternak, hal tersebut dikarenakan peternak ayam broiler pola kemitraan di Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro hanya berjumlah 14 peternak.Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif yaitu menggunakan tabel dari angka-angka yang tersedia, kemudian melakukan uraian dengan menggunakan rumus-rumus ekonomi sesuai dengan tujuan penelitian. Berdasarkan hasil penelitian Analisa Usaha Peternakan Ayam Broiler Pola Kemitraan Di Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro mengalami pendapatan kenaikan tak menentu meskipun mengalami keuntungan. Rata rata keuntungan peternak tiap periode per ekornya adalah Rp. 15.237.790, Rp.17.100.188, dan Rp. 23.268.917.Analisis R/C bahwa usaha pemeliharaan ayam broiler mengalami keuntungan karna nilai R/C > 1, nilai rata rata R/C satu kecamatan yaitu 1,045.Dan berdasarkananalisis BEP produkdan BEP harga dalam 3 periode terakhir masih naik turun baik itu BEP produk maupun BEP harga. Namun demikian usaha peternakan ayam broilersatu kecamatan Sumber rejo tetap mengalami titik impas, tidak mengalami keuntungan dan tidak mengalami kerugian, jika nominal angka rata rata BEP produk hanya 16.380 ekor dan BEP harga hanya Rp. 16.170. Kesimpulan yang dapat diambil adalah meninjau dari analisis yang diteliti oleh penulis maka usaha masih layak untuk dijalankan dan dikembangkan. Saran yang bisa diberikan pada penelitian ini pada peternakan ayam broiler agar mencari alternatif lain guna menekan biaya operasional selama proses produksi supaya untung lebih besar lagi.Keywords: analisa usaha, ayam broiler, kemitraa

    Pengaruh Penambahan Tepung Daun Kemangi dalam Pakan Sebagai Imbuhan Pakan Terhadap Pertambahan Bobot Badan Kelinci Keturunan New Zealand White

    Get PDF
    Salah satu cara meningkatkan produktifitas kelinci adalah dengan pemberian pakan tambahan tepung daun kemangi sebagai imbuhan pakan. Kemangi diketahui memiliki multi efek farmakologis yaitu mampu menurunkan panas, antidisentri, menambah nafsu makan, memperbaiki saluran pencernaan, memiliki sifat khas tajam, menghangatkan dan dapat melancarkan peredaran darah (Sutarno dan Atmowidjojo, 2001).Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung daun kemangi sebagai imbuhan pakan terhadap pertambahan bobot badan kelinci peranakan New Zealand White. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Primpen Kecamatan Bluluk Kabupaten Lamongan mulai tanggal 15 April 2016 sampai 14 Juni 2016. Materi yang digunakan adalah 16 ekor kelinci yang baru lepas sapeh sekitar umur 2 bulan dengan bobot badan 317 ± 340 dibagi dalam empat perlakuan empat ulangan, tiap ulangan terdiri dari satu ekor kelinci. Ransum yang digunakan adalah rumput lapang dan kosentrat dengan perbadingan antar 35:65. Perlakuan yang diberikan adalah P0(35 rumput lapang dan 65 kosentrat), sebagai kontrol. P1 ( ransumkontrol + 2% tepung daun kemangi), P2 ( ransum kontrol + 4% tepung daun kemangi), P3 ( ransum kontrol + 6% tepung daun kemangi). Parameter yang diamati adalah pertambahan bobot badan.Data hasil penelitian dianalisis dengan analisis variasi berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola searah, apabilah didapatkan hasil bebeda nyata diantara perlakuan maka dilanjutkan dengan uji Duncan (DMRT). Hasil penelitian menunjukan bahwa rerata dari keempat macam perlakuan yaitu P0, P1, P2, dan P3 berturut-turut untuk pertambahan bobot badan mingguan yaitu 136,187, 118,852, 273,006, 123,937. Hasil analisis variansi menunjukan bahwa  pertambahan bobot badan dari keempat perlakuan adalah berbeda nyata. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa penggunaan tepung daun kemangi sebagai imbuhan pakan dengan level 6% dari total ransum mampu memberikan pengaruh terhadap pertambahan bobot badan kelinci New Zealand White.Keywords: tepung daun kemangi, kelinci, bobo

    Tingkat Kesukaan Konsumen Terhadap Telur Asin Ayam Ras dan Telur Asin Itik Di Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan

    Get PDF
    Pengumpulan data ini dilaksanakan di bulan Maret 2017 di Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan. Sedangkan penelitian dilaksanakan di UPT Agri Science Technopark Universitas Islam Lamongan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesukaan konsumen terhadap telur asin ayam ras dan telur asin itik di Kecamatan Kembangbahu Kabupaten Lamongan. Kegunaan dari penelitian ini diharapkan agar digunakan sebagai bahan penelitian untuk meningkatkan pengetahuan, wawasan dan pengalaman dalam bidang survei tingkat kesukaan konsumen telur asin ayam ras dan telur asin itik. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 20 butir telur ayam ras, 20 butir telur itik, garam 2 kg, batu bata 4 kg dan air. Metode pemeraman telur asin menggunakan media batu bata dan garam, dengan perbandingan batu bata 4 kg dan garam 1 kg. Pemeraman telur ayam dilakukan 7 hari dan telur itik dilakukan 9 hari. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah uji kadar kemasiran, uji kadar air dan uji organoleptik. Data hasil uji organoleptik dianalisis menggunakan analisis statisti Uji-T Independen. Hasil penelitian yang diteliti dapat disimpulkan bahwasannya dari segi kemasiran telur asin ayam ras menghasilkan kemasiran kuning telur sebesar 0,92% sedangkan telur asin itik menghasilkan kemasiran kuning telur sebesar 0,91%. Nilai penurunan kadar air putih telur tertinggi terjadi pada putih telur itik sebesar 13,89 g dan nilai penurunan kadar air kuning telur tertinggi terjadi pada kuning telur itik sebesar 4,67 g. Untuk parameter Tingkat kesukaan konsumen terhadap telur asin ayam ras dan telur asin itik di Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan dari parameter rasa, warna, aroma/bau dan tekstur memberikan perbedaan yang nyata (Thitung ≥ 0,5). Dari uji organoleptik (rasa, aroma/bau, warna dan tekstur) telur asin ayam ras lebih disukai dibandingkan telur asin itik.Keywords: Telur Asin, Telur Asin ayam, Konsume

    Pengaruh Konsentrasi dan Lama Perendaman Ekstrak Kulit Nanas Terhadap Kualitas Fisik dan Kualitas Organoleptik Daging Bebek Petelur Afkir

    Get PDF
    Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 23 Mei sampai dengan 14 Juni 2016 dilakukan di Laboratorium Fakultas Peternakan Universitas Islam Lamongan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan lama perendaman ekstrak kulit nanas terhadap kualitas fisik dan organoleptik daging bebek petelur afkir. Materi Penelitian adalah daging bebek petelur afkir sebanyak 3 kg bagian dada dan paha tanpa tulang dan kulit nanas sebanyak 2 kg. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah percobaan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial (3x3) dengan 2 faktor dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah fakor A terdiri dari A1 = konsentrasi ekstrak kulit nanas 0% (tanpa perendaman), A2 = konsentrasi ekstrak kulit nanas 20% (20 ml ekstrak kulit nanas), A3 = konsentrasi ekstrak kulit nanas 40% (40 ml ekstrak kulit nanas), faktor B terdiri dari B1 = perendaman dengan waktu 0 menit, B2 = perendaman dengan waktu 30 menit, B3 = perendaman dengan waktu 60 menit. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam Analysis Of Variace (ANOVA) dan dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) bila terdapat pengaruh nyata. Variabel yang diamati meliputi kualitas fisik (uji nilai pH dan susut masak) dan kualitas organoleptik (warna, aroma dan tekstur). Hasil penelitian menujukkan bahwa perendaman bebek afkir dalam ekstrak kulit nanas memberikan pengaruh tidak nyata (P>0.05) terhadap uji nilai pH, susut masak, warna, aroma dan tekstur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh konsentrasi dan lama perendaman ekstrak kulit nanas terhadap kualitas fisik dan organoleptic daging bebek afkir tidak terjadi interaksi yang nyata (P<0,05) antara lama perendaman ekstrak kulit nanas dan konsentrasi yang berbeda terhadap pengempukan daging bebek petelur afkir, karena Fhitung < Ftabel (P<0,05), tetapi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pH, warna dan tekstur, karena Fhitung > Ftabel (P<0,05). Pada konsentrasi 20 % selama 60 menit dapat meningkatkan presentasi tingkat kesukaan terhadap warna dengan nilai rata-rata (31,88) dan tekstur dengan nilai rata-rata (30,77). Tetapi belum mampu memperbaiki nilai aroma, susut masak dan pengempukan ekstrak kulit nanas mampu menurunkan nilai pH daging bebek afkir dengan nilai rata-rata (5,76).Keywords: daging bebek afkir, kulit nanas, uji nilai p

    100

    full texts

    120

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Ternak
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇