Jurnal Ternak
Not a member yet
    120 research outputs found

    Analisis Penjualan Sapi Bakalan Peranakan Ongole (PO) Berbanding dengan Sapi Peranakan Simental (PS) Di Pasar Hewan Panceng Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik

    Get PDF
    Pembibitan sapi potong merupakan sumber utama sapi bakalan bagi usaha penggemukan sapi potong di Indonesia. Biro Pusat Statistik (1997) menunjukan bahwa konsumsi daging sapi perkapita rata-rata meningkat dari 0,31 kg pada tahun 1990 menjadi 0,62 kg pada tahun 1996..Maka dari itu penelitian ini mengangkat permasalahan perbandingan presentase penjualan antara Sapi Peranakan Ongole (PO) berbanding dengan Sapi Peranakan Simental (PS) dan faktor-faktor yang mempengaruhi penjualan Sapi Peranakan Ongole (PO) Berbanding dengan Sapi Peranakan Simental (PS) di Pasar Hewan Desa Surowiti Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik. Sejalan dengan masalah tersebut dan hipotesis penelitian maka penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode analisis data Uji Validitas, Uji Reliabilitas, Uji t, Analisis Regresi Linier Berganda.Hasil analisis menunjukkan bahwa, uji validitas dan reliabilitas semua variabel dinyatakan valid dan reliabel. Perbandingan penjualan sapi bakalan peranakan ongole dan sapi peranakan simental lebih tinggi sapi simental hal ini di buktikan dengan rekapitulasi hasil pengamatan yang memiliki presentase 30% dibanding 49,7% dan hasil uji t Responden sebesar thitung(PS) < ttabel(PS) = 19,817 < 2,05183 dan thitung(PS) > ttabel(PS) = 26,843 > 2,05183. Sedangkan Hasil regresi linier berganda menunjukkan Y(PO) = 1,721+ 0,349+ -0,021+ -0,091 sedangkan Y(PS) = 3,078+0,074+- 0,213+0,007. Hasil uji t menyatakan bahwa thitung(PO)< ttabel yaitu 2,780 < 2,05183 dan thitung(PS)< ttabel yaitu 0,631<2,05183, maka dapat disimpulkan bahwa variabel Tangibles (X1) berpengaruh terhadap Penjualan (Y). Sedangkan pada variabel keunggulan (X2), thitung(PO) < ttabel yaitu-0,182 < 2,05183 dan thitung(PS)< ttabel yaitu -1,712< 2,05183, maka dapat disimpulkan bahwa variabel keunggulan (X2) tidak berpengaruh terhadap Penjualan (Y) pada Sapi Bakalan Peranakan Ongole dan Sapi Bakalan Peranakan Simental di Pasar Hewan Desa Surowiti Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik. Dan pada variabel Harga (X3) Karena thitung(PO)> ttabel yaitu-0,172<2,05183 dan thitung(PS)< ttabel yaitu -0,094<2,05183, maka dapat disimpulkan bahwa variabel Harga (X3) tidak berpengaruh terhadap Penjualan (Y) pada Sapi Bakalan Peranakan Ongole dan Sapi Bakalan Peranakan Simental di Pasar Hewan Desa Surowiti Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik. Berdasarkan temuan-temuan tersebut maka Pasar hewan Desa Surowiti kecamatan Panceng kabupaten Gresik hendaknya berusaha mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai harapan konsumen (pembeli) melalui riset, analisis komplain, dan lain-lain. Pasar hewan Desa Surowiti kecamatan Panceng kabupaten Gresik perlu mengkaji lebih mendalam dan mampu melakukan riset pemasaran secara berkelanjutan untuk menentukan strategi pemasaran agar dapat memaksimalkanPotensi wilayah kususnya daerah pantura.Keywords: sapi potong, bakalan, peranakan, penggemuka

    Kesesuaian Rumus Schrool dan Pita Ukur Terhadap Bobot Badan Sapi Brahman Cross Di Kelompok Ternak Sumber Jaya Dusun Pilanggot Desa Wonokromo Kecamatan Tikung Kabupaten Lamongan

    Get PDF
    Usaha peternakan Sapi Brahman Cross (BX) hingga saat ini masih didominasi oleh peternakan rakyat dengan skala usaha kecil dan sistem pemeliharaannya bersifat tradisional. Sistem pemasaran Sapi di wilayah Kabupaten Lamongan masih menggunakan metode taksiran. Salah satu cara untuk memperkirakan bobot badan adalah dengan mengukur lingkar dada ternak karena lingkar dada seekor ternak memiliki korelasi yang sangat kuat untuk menduga bobot hidup ternak. Beberapa cara yang dapat digunakan untuk menentukan bobot hidup ternak adalah menggunakan rumus Schoorl dan pita ukur. Penelitian ini dilaksanakan di Kelompok Ternak Sumber Jaya Kecamatan Tikung Kabupaten Lamongan. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Sapi Brahman Cross (BX) sebanyak 30 ekor. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan Uji-T. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai T hitung (t) antara rumus Schoorl dengan timbangan Digital lebih besar dari T tabel (t0,05) yaitu (t = 76,26 ≥ t0,05 = 2,056), nilai T hitung (t) antara pita ukur dengan timbangan Digital lebih besar dari T tabel (t0,05) yaitu (t=52,5 ≥ t0,05 = 2,056 ). Hasil tersebut menandakan bahwa terdapat penyimpangan yang signifikankan dalam pendugaan bobot badan Sapi Brahman Cross di Kelompok Ternak Sumber Jaya Kecamatan Tikung Kabupaten Lamongan.Keywords: bobot badan, pita ukur, rumus Schoorl, Sapi Brahman Cross (BX

    Pengaruh Penambahan Dedak Padi Halus (Bekatul) dalam Ransum Terhadap Pertambahan Bobot Badan Ayam Broiler Periode Finisher

    Get PDF
    Penelitian tentang pengaruh tingkat penambahan dedak padi halus dalam ransum terhadap pertambahan bobot badan ayam broiler periode finisher di laksanakan pada tanggal 28 Mei sampai 20 Juni 2016 di peternakan milik Bapak. Abdul Majid Desa Waru, Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan. Metode penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan tiga ulangan, adapun 3 perlakuan dengan di tambah dedak padi halus (bekatul) P0 = 0% P1 = 5% P2 = 10% P3 = 15%. Penelitian yang diamati ini adalah konsumsi pakan. Pertambahan bobot badan dan konversi ransum, Dari hasil penelitian yang diperoleh rata-rata konsumsi pakan pada perlakuan P0 = 3231 (gram), tidak berbeda nyata terhadap perlakuan P1= 3232 (gram), P2 = 3250 (gram) dan P3 = 3243 (gram), Rataan pertumbuhan bobot badan selama penelitian pada perlakuan P0 = 1524 (gram), tidak berbeda nyata dengan perlakuan P1 = 1528 (gram), namun berbeda sangat nyata terhadap perlakuan P2 = 1601 (gram) dan P3 = 1572 (gram). Rataan konversi ransum selama penelitian pada perlakuan P0 = 2.11 (gram) berpengaruh tidak nyata terhadap perlakuan P1 = 2.11 (gram), P2 = 2.02 (gram) dan P3 = 2.06 (gram). Untuk mendapatkan biaya termurah, disarankan menambahkan dedak padi halus (bekatul) sebesar 15 persen dalam pakan jadi agar dapat mengurangi biaya pakan dalam pemeliharan ayam broiler priode finisher.Keywords: bekatul, ayam broiler, bobot bada

    Pengaruh Penggunaan Campuran Tepung Kunyit dan Jahe Sebagai Feed Aditif Terhadap Munculnya Gejala Penyakit Chronic Respiratory Disearce(CRD) dan Snot pada Ayam Pedaging

    Get PDF
    Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 20 Mei sampai 24 Juni 2016 di peternakan mandiri Dusun Belud, Desa Mojosari, Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan campuran tepung kunyit dan jahe sebagai feed aditif terhadap penyakit Chronic Respiratory Disease (CRD) dan Snot pada ayam pedaging. Materi yang digunakan di penelitian ini menggunakan 60 ekor ayam pedaging dari strain loghman, campuran kunyit dan jahe dalam bentuk tepung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode percobaan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), pola tersarang. Dimana penambahan campuran tepung kunyit dan jahe 1%, 2%, 3%. Setiap perlakuan diulang 3 kali dan setiap ulangan berisi 5 ekor. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah Kejadian gejala penyakit CRD dan Snot pada ayam pedaging. Data hasil penelitian dianalisis dengan analisis statistik RAL. Hasil penelitian yang diteliti, dapat disimpulkan bahwasannya pengaruh pemberian campuran tepung kunyit dan jahe tidak berpengaruh terhadap terjadinya penyakit CRD dan Snot pada ayam broiler . Akan tetapi angka kejadian CRD dan Snot pada ayam broiler yang mengkonsumsi kunyit dan jahe lebih bagus dari pada kontrol. Hal ini disebabkan kunyit banyak mengandung minyak atsiri dan kurkumin, dan pada jahe terdapat kandungan zingiberol dan zingiberen juga terdapat minyak atsiri dan kandungan senyawa aktif lainnya yang ada dalamnya.Keywords: Kunyit, Jahe, Feed Aditif, CRD, Sno

    Hubungan Antara Bobot Badan Awal dan Bobot Badan Akhir Itik Hibrida Jantan dan Betina

    Get PDF
    Banjarejo Kecamatan Sukodadi Kabupaten Lamongan, mulai tanggal 01Mei sampai dengan 28 Mei 2016. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji hubungan antara bobot badan awal dan bobot badan akhir itik hibrida jantan dan betina yang meliputi bobot badan awal dan bobot badan akhir. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Itik hibrida jantan dan betina masing masing 30 ekor umur 5 minggu. Data dianalisis menggunakan analisa regresi korelasi sederhana. Hubungan bobot badan awal dan bobot badan akhir jantan dan betina. Pakan yang digunakan adalah tepung roti, bekatul halus, jagung dan konsentrat. Kandang yang digunakan adalah kandang kelompok sebanyak 12 unit kandang setiap battery berisi lima ekor itik dan dilengkapi dengan tempat pakan, dan tempat minum. Pemberian pakan dilakukan dua kali sehari pagi dan sore, pemberian minum secara adlibitum. Guna mengetahui perbedaan antar perlakuan menggunakan Uji analisa regresi korelasi sederhana. Variabel yang diamati adalah bobot badan awal itik hibrida jantan, bobot akhir itik hibrida jantan, bobot awal itik hibrida betina, dan bobot akhir itik betina hibrida. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada itik jantan yaitu y = 966,25+1,02x dapat diartiakan kenaikan bobot badan sebesar 1,02 gram bobot terendahnya 966,25 gram yang dipelihara selama 28 hari serta koefisien korelasi sebesar 0,37 koeefisien determinasi 13,7%. Pada itik betina y = 1054,6+0,65x dapat diartiakan kenaikan bobot badan sebesar 0,65 gram bobot terendahnya 1054,6 gram sehingga pada betina tidak terdapat hubungan yang positif. Itik jantan F Hitung lebih besar dari F tabel(P >0,05) memberikan pengaruh yang beda nyata pada itik hibrida betina F Hitung lebih kecil dari F tabel sehingga tidak terdapat pengaruh karena hasilnya tidak beda nyata. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pada perhitungan analisa regresi pada itik jantan terdapat pengaruh yang beda nyata pada level 5 %.Keywords: itik hibrida, bobot badan, jenis kelami

    PENGARUH PENAMBAHAN MENIR JAGUNG PADA PAKAN AYAM TERHADAP PERTAMBAHAN BOBOT AYAM BROILER DI DESA WOTAN KECAMATAN SUMBEREJO

    Get PDF
    Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa beberapa tingkat penambahan menir jagung dalam pakan jadi finisher tidak memberikan pengaruh yang nyata ( P> 0,05 ) terhadap konsumsi pakan dan pertambahan bobot badan. Secara teknis penambahan menir jagung dalam pakan jadi finisher yang paling baik sebesar 10 persen, karena menunjukan pertambahan bobot badan yang tinggi disbanding dengan ransum yang lain, walaupun menunjukan pakan konsumsi yang tinggi. Secara ekonomis penambahan menir jagung dalam pakan jadi finisher yang paling baik sebesar 25 persen, karena menunjukan biaya yang termurah, walaupun menunjukan pakan yang tinggi juga menunjukan pertambahan bobot badan yang rendah. Untuk mendapatkan pertambahan bobot badan yang tinggi, disarankan menambahkan menir jagung sebesar 10 persen dalam pakan jadi agar kebutuhan akan protein dan energi tetap terpenuhi.Keywords: ayam broiler, bobot, periode finishe

    Pengaruh Lama Pengeringan pada Suhu yang Berbeda Terhadap Karakteristik Dendeng Giling Daging Ayam Kampung

    Get PDF
    Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 23 Mei sampai 14 Juni 2016 di Laboratorium Peternakan universitas islam Lamongan untuk pembuatan dendeng giling, pengujian kadar air, pH dan organoleptik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama pengeringan pada suhu yang berbeda terhadap karakteristik dendeng giling daging ayam kampung. Materi penelitian adalah Daging ayam kampung sebanyak 3.105 kg bagian dada dan paha. Bumbu yang digunakan terdiri dari gula merah, bawang merah, ketumbar, lengkuas, garam, dan bawang putih. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah percobaan dengan Rancangan Acak Lengkap pola Faktorial (3x3) dengan 2 faktor dan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah suhu pengeringan 50o, 60o, 70o dan faktor kedua adalah waktu pengeringan 5 jam, 6 jam, 7 jam. Data yang diperoleh diolah dengan analisis statistik menggunakan analisis ragam (ANOVA), apabila terdapat hasil yang berbeda nyata, maka dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) apabila terdapat perbedaan yang nyata (Steel, et al., 1995). Variabel yang diamati yaitu kualitas fisik (kadar air dan pH) dan kualitas organoleptik (warna, bau, rasa, tekstur). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengeringan dendeng giling daging ayam kampung dengan suhu dan waktu yang berbeda berpengaruh nyata (P0,05) terhadap kadar air, warna, serta bau karena Fhitung  Ftabel (P0,05), tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap pH, tekstur dan rasa karena Fhitung  Ftabel (P0,05). Pengeringan pada suhu 60o selama 6 jam dapat meningkatkan persentase tingkat kesukaan panelis terhadap rasa dengan nilai rata-rata (35,67), serta warna dengan nilai rata-rata (32,33), tetapi belum bisa memperbaiki pH dengan nilai rata-rata (6,21), kadar air dengan nilai rata-rata (34,67 %), bau dengan nilai rata-rata (31) dan tekstur dengan nilai rata-rata (31,33) dendeng giling daging ayamkampung.Keywords: temperatur, waktu, daging ayam kampung, dendeng giling, kadar air, pH, organolepti

    Perbandingan Prevalensi dan Infeksi Parasit Nematoda pada Sapi Potong Antara Model Kandang Berlantai Beton dengan Berlantai Tanah Di Kecamatan Palang Kabupaten Tuban Tahun 2016

    Get PDF
    Penelitian ini dilaksanakan di desa Leran Kulon, Leran Wetan dan Wangun Kecamatan Palang Kabupaten Tuban dari tanggal 1 s/d 31 Mei 2016. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui perbandingan prevalensi dan tingkat infeksi parasit nematoda pada ternak sapi potong antara model kandang berlantai beton dengan kandang berlantai tanah. Materi yang digunakan dalam penelitian ini 144 ekor sapi potong yaitu 72 ekor dari kandang berlantai beton dan 72 kandang dari kandang berlantai tanah. Metode penelitian yang digunakan adalah survey dan penentuan sampel secara purposive sampling. Pengambilan data berupa data primer yang diperoleh melalui wawancara dan pengamatan langsung di lapangan dan data sekunder dari instansi terkait. Untuk mengetahui perbandingan prevalensi dan tingkat infeksi parasit nematoda pada ternak sapi potong antara kandang berlantai beton dengan kandang berlantai tanah data dianalisis dengan uji „Z‟. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa parasit nematoda yang ditemukan pada kandang berlantai beton diantaranya : Bunostomum sp, Strongyloides sp, Ostertagia sp, Trichostrongylus sp dan Cooperia sp. Sedangkan kandang berlantai tanah parasit nematoda yang ditemukan adalah : Bunostomum sp, Strongyloides sp, Ostertagia sp, Trichostrongylus sp ,Cooperia sp, Toxocara sp dan Trichuris sp. Prevalensi cacing Bunostomum sp, Strongyloides sp dan Ostertagia sp antara kandang berlantai beton dan kandang berlantai tanah adalah sama, yaitu sebesar 1,39 persen. Prevalensi cacing Trichostrongylus sp pada kandang berlantai beton sebesar 5,56 persen sedangkan pada kandang berlantai tanah sebesar 8,33 persen, dengan selisih 2,77 persen. Prevalensi cacing Cooperia sp pada kandang berlantai beton sebesar 4,17 persen sedangkan kandang berlantai tanah sebesar 5,56 persen, selisih 1,39 persen. Prevalensi cacing Trichuris sp dan Toxocara sp pada kandang berlantai beton adalah nol sedangkan pada kandang berlantai tanah masing-masing sebesar 1,39 persen. Hasil analisis uji „Z‟ menunjukkan bahwa tingkat infeksi antara model kandang berlantai beton dengan kandang berlantai tanah untuk cacing Bunostomum sp, Strongyloides sp, dan Ostertagia sp („Z‟ = 0), Cacing Trichostrongylus sp („Z‟ = -0,0772), Cacing Cooperia sp („Z‟ = - 0,046). Hasil analisis uji „Z‟ pada penelitian ini tidak berbeda nyata. Walaupun demikian perlu dilakukan pemantauan dan pemeriksaan feses secara teratur untuk mengetahui perkembangan infestasi parasit pada ternak. Perbaikan manajemen kandang dan sistem pemeliharaan ternak dengan memperhatikan pemberian pakan yang cukup dan berkualitas. Pengobatan parasit cacing secara rutin untuk menekan infestasi dan reinfestasi cacing. Pemberian pakan hijauan muda / yang masih basah supaya dihindari.Keywords: Model Kandang, Sapi Potong, Feses, Parasit Nematod

    Analisa Tingkat Keberhasilan Inseminasi Buatan (IB) pada Sapi Potong Ditinjau dari BCS (Body Condition Score) Di Kecamatan Bungah Kabupaten Gresik Jawa Timur

    Get PDF
    Pengumpulan data penelitian dilaksanakan pada tanggal 1 Mei – 30 Juni tahun 2016 di kecamatan Bungah kabupaten Gresik provinsi Jawa Timur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah tingkat BCS (Body Condition Score) berpengaruh terhadap tingkat keberhasilan inseminasi buatan (IB) pada sapi potong. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dan menggunakan metode kualitatif, metode kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, dimana peneliti sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi (Sugiyono, 2013). Data sampel yang digunakan dalam penelitian ini sejumlah 30 ekor sapi potong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 30 ekor sapi dengan tingkat nilai BCS (Body Condition Score) yang berbeda yakni BCS 1 = 1 ekor, BCS 2 = 12 ekor, BCS 3 = 11 ekor, BCS 4 = 6 ekor dimana BCS dilambangkan dengan variable Y, ΣY = 82 sedangkan keberhasilan ib dilambangkan dengan variabel X, ΣX = 56 terdiri dari 26 bunting dan 4 tidak bunting dimana bunting dilambangkan dengan B yang memiliki nilai = 2 sedangkan tidak bunting dilambangkan dengan TB yang memiliki nilai = 1. Hasil perhitungan dengan rumus person product moment nilai r (korelasi) = 0,10585 kemudian diuji menggunakan tabel t = dk = n-2 = 30-2 = 28, α = 0,05, t tabel = 2,763 (-2,763 – 2,763) nilai mendekati 0 yang artinya diterima dan memiliki korelasi yang sangat lemah atau tidak berkorlasi.Keywords: inseminasi buatan, BCS (Body Condition Score

    PERBANDINGAN PRODUKTIVITAS AYAM BROILER TERHADAP SISTEM KANDANG TERBUKA (Open House) DAN KANDANG TERTUTUP (Closed House) DI UD SUMBER MAKMUR KECAMATAN SUMBERREJO KABUPATEN BOJONEGORO

    Get PDF
    Penelitian dilaksanakan pada tanggal 20 Mei sampai 25 Juni tahun 2016 dilakukan penelitian di Kandang Terbuka (Open House) dan Kandang Tertutup (Closed House) di UD. Sumber Makmur Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan produktivitas sistem Kandang Open House dan Kandang Closed House ternak ayam broiler di UD. Sumber Makmur Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro. Teknik penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian pengamatan secara langsung ke lapangan (Observasi). Pengambilan sampel dengan cara simple random sampling (sampling acak sederhana). Pengambilan sampel dengan simple random sampling dimana sampel dipilih secara acak dari jumlah yang ditentukan, untuk penelitian ini menggunakan 2 kandang penelitian yaitu, lokasi tersebut yakni 1 Kandang Open House dan 1 Kandang Closed House yang berada di UD. Sumber Makmur Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pertumbuhan Berat Badan untuk Kandang Open House adalah 1.725 gr/ekor dan untuk Kandang Closed House 1.962 gr/ekor dari pertumbuhan berat badan kedua Kandang tersebut adalah kandang Closed House, tingkat mortalitas/kematian dari kandang Open House sebesar 5%, kandang Closed House sebesar 4% dari populasi 100 ekor ayam broiler dan untuk FCR kandang Open House adalah 1,78 untuk FCR kandang Closed House adalah 1,80 untuk menetukan FCR memenuhi standart bila FCR semakin kecil maka FCR semakin Baik. Untuk IP (Indeks Performa) untuk Kandang Open House adalah 263,05% dan kandang Closed House adalah 289,66% dari jumlah Ip antara dua kandang tersebut tidak mencapai standart, dan untuk standart Ip adalah diatas 300%. Dari kesimpulan menunjukkan bahwa untuk pertumbuhan berat badan antara kandang Open dan Closed House adalah kandang Closed House. Kematian 4% untuk kandang CloseD House dan 5% untuk kandang Open House. FCR kandang Closed House lebih besar dari pada kandang Open House.Keywords: kandang terbuka, fcr, ayam broile

    100

    full texts

    120

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Ternak
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇