Jurnal Online Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Not a member yet
28972 research outputs found
Sort by
ANALISIS NIAT PENGGUNAAN APLIKASI SUMSEL TANGGAP OLEH MASYARAKAT KOTA PALEMBANG
Tranformasi digital kesehatan dalam beberapa tahun terakhir telah menjadi topik hangat dikarenakan kemajuan teknologi yang terus meningkat dan menyentuh hampir semua aspek kehidupan termasuk dalam menangani kasus kegawatdaruratan pra rumah sakit seperti pada penerapan inovasi Aplikasi Sumsel Tanggap. Namun, data jumlah pengguna masih sangat minim sejak tahun 2020 sampai dengan sekarang hanya 920. Penelitian bertujuan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi niat masyarakat dalam menggunakan aplikasi Sumsel Tanggap baik dari faktor sosiodemografik dan variabel eksternal pada Teori Technology Acceptance Model (TAM). Metodologi penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Menggunakan data primer yaitu dengan menggunakan kuesioner yang sudah diuji validitias dan reliabilitas. Populasi adalah masyarakat kota palembang yang berusia lebih dari sama dengan 15 tahun. Sampel diambil dengan teknik quota sampling sebanyak 400 orang. Teknik analisis data dengan analisis univariat (statistik deskriptif), analisis bivariat (chi square), dan analisis multivariat (regresi logistik berganda). Terdapat hubungan antara persepsi manfaat (perceived usefull), persepsi kemudahan (perceived ease of use), sikap pengguna (attitude), efikasi diri pengguna (perceived self-efficacy) kepercayaan (trust) dan keamanan (security) pengguna terhadap niat penggunaan aplikasi Sumsel Tanggap. Sikap pengguna (attitude) adalah faktor yang paling dominan hubungannya dengan penggunaan aplikasi dengan p-value sebesar 0,000. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi alternatif pemecahan masalah dalam menyusun kebijakan tentang sosialisasi dan informasi yang tepat agar dapat menarik perhatian masyarakat dalam menggunakan aplikasi Sumsel Tanggap
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG BAHAYA SEKS PRA NIKAH PADA PESERTA DIDIK SMA NEGERI 1 KAWANGKOAN
Perilaku seksual berisiko tidak hanya menimbulkan dampak serius pada kesehatan fisik seperti infeksi menular seksual (IMS) dan kehamilan yang tidak diinginkan, tetapi juga memberikan efek psikologis dan sosial yang signifikan, seperti gangguan kesehatan mental dan stigma sosial. Rendahnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi tingginya angka perilaku seksual berisiko di kalangan remaja. Peningkatan pengetahuan dan perubahan sikap dapat menjadi langkah awal yang efektif untuk mencegah perilaku seksual berisiko di kalangan remaja. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap tentang bahaya seks pra nikah pada peserta didik SMA Negeri 1 Kawangkoan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang dilaksanakan pada bulan Maret – Mei 2025. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling yaitu sebanyak 564 peserta didik Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar peserta didik yaitu sebanyak 48 (8,5%)pengetahuan yang kurang baik mengenai seks pra nikah. Sebagian besar peserta didik memiliki sikap kurang baik terkait seks pra nikah yaitu sebanyak 539 (96,6%) dan 25 (4,4%) peserta didik memiliki sikap yang cukup
DETERMINAN PEMANFAATAN PROGRAM PENGELOLAAN PENYAKIT KRONIS (PROLANIS) DI DESA MAKASILI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUMELEMBUAI MINAHASA SELATAN
Pendahuluan:i Penyakiti tidaki menulari (PTM)i ataui disebuti jugai penyakiti Noni Communicablei Diseasesi (NCDs)i merupakani penyakiti dengani durasii panjangi yangi umumnyai berkembangi secarai lambati dani menghilangkani nyawai 38i jutai orangi diseluruhi duniai setiapi tahunnya,i menjadii permasalahani globali yangi membutuhkani perhatiani serius.i Menuruti datai Kementriani Kesehatani RI,i PTMi merupakani penyakiti palingi tinggii angkai kematiannyai dii Indonesiai terutamai penyakiti diabetesi melitusi i dani hipertensi.i Programi Pengelolaani Penyakiti Kronisi (Prolanis)i merupakani salahi satui programi darii BPJSi Kesehatani yangi bertujuani meningkatkani kualitasi hidupi penderitai penyakiti kronisi seperti diabetes melitus dan hipertensi. Berdasarkan penelitian Noar (2023), tingkat pemanfaatan Prolanis masih rendah. Capaian Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK) mencapai 100% dan RPPT sebanyak 4% ≥ 5 % Penelitian ini dilakukan untuk menggambarkan determinan pemanfaatan Prolanis di Desa Makasili wilayah kerja Puskesmas Kumelembuai.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dan sampel dalam penelitian ini sebanyak 58 responden menggunakan teknik pengambilan sampel simple random sampling. Variabel meliputi jenis kelamin, umur, pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, dukungan keluarga, dukungan petugas kesehatan, persepsi sakit, dan persepsi kebutuhan menggunakan kuesioner.
Hasil: Sebagian besar responden dikategorikan baik dalam pemanfaatan Prolanis meskipun terdapat keterbatasan dalam beberapa faktor seperti pendidikan yang cenderung rendah dan pengetahuan responden mengenai Prolanis dalam kategori baik sebanyak 29 (50%). Sebagian besar responden dalam kategori tidak bekerja/IRT sebanyak 31 ( 53,4%). Namun demikian, petugas kesehatan dalam kategori tinggi sebanyak 39 orang (67,2%), dukungan keluarga tinggi sebanyak 40 orang (60%) dan persepsi sakit baik 35 orang (60,3%) serta persepsi kebutuhan juga baik sebanyak 41 orang (70,7%).
Simpulan: Pemanfaatan Prolanis tinggi berdasarkan kehadiran peserta yang berkaitan dengan faktor individual dan sosial yang mendorong partisipasi aktif dalam program Prolanis.
 
HUBUNGAN FAKTOR USIA DAN PENDAPATAN TERHADAP STATUS GIZI IBU HAMIL DI PUSKESMAS MARGOREJO KOTA METRO
Ibu hamil harus memperhatikan status gizinya karena status gizi ibu sebelum dan selama hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan janin yang sedang dikandung. Status gizi ibu hamil yang baik sangat penting untuk kesehatan ibu dan janin. Status gizi ibu hamil yang tidak tercukupi dapat terjadi kekurangan energi kronik (KEK). Kekurangan gizi pada ibu hamil dapat menyebabkan berbagai masalah, seperti berat badan lahir rendah (BBLR), kelahiran prematur, cacat bawaan, dan anemia. Jumlah kejadian KEK pada ibu hamil di Puskesmas Margorejo tahun 2023 adalah sebanyak 22 ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor usia dan pendapatn terhadap status gizi ibu hamil di Puskesmas Margorejo Kota Metro. Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan desain penelitian case control. Jumlah populasi 289 ibu hamil, sampel berjumlah 66 responden. Variabel dalam penelitian ini adalah usia, pendapatan dan status gizi. Jenis data yang digunakan adalah data primer dengan pengambilan data secara langsung menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan Uji Chi-Square. Hasil penelitian diperoleh tidak ada hubungan usia dengan p-value 0,151 dan ada hubungan pendapatan terhadap status gizi ibu hamil di Puskesmas Margorejo Kota Metro dengan p-value 0,00. Diharapkan tenaga kesehatan untuk tetap meningkatkan pelayanannya dalam mendeteksi ibu hamil yang KEK dan meningkatkan promosi kesehatan dalam memanfaatkan pangan lokal untuk pemenuhan nutrisi ibu hamil
FORMULASI SEDIAAN GEL MOISTURIZER EKSTRAK DAUN KIRINYUH (Chromolaena odorata) DENGAN UJI ANTIOKSIDAN, UJI MUTU FISIK DAN UJI STABILITAS FISIK
Pendahuluan: Antioksidan berperan penting dalam menangkal radikal bebas penyebab stres oksidatif yang dapat merusak sel kulit. Daun kirinyuh (Chromolaena odorata L.) diketahui mengandung senyawa flavonoid, tanin, dan fenol yang memiliki potensi sebagai antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan gel moisturizer berbahan ekstrak etanol daun kirinyuh serta mengevaluasi mutu fisik, stabilitas, dan aktivitas antioksidannya. Metode: Gel diformulasikan dengan variasi konsentrasi Carbopol, dan dilakukan uji mutu fisik (organoleptik, pH, viskositas, daya sebar, dan daya lekat), stabilitas suhu ekstrem selama 3 siklus, serta uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa formulasi F2 (Carbopol 1%) merupakan formula terbaik dengan mutu fisik stabil, pH 5,67–5,92, dan viskositas dalam rentang ideal. Uji antioksidan menunjukkan ekstrak daun kirinyuh memiliki nilai IC₅₀ sebesar 44,27 ppm, sedangkan sediaan gel moisturizer F2 sebesar 90,28 ppm, yang termasuk kategori aktivitas antioksidan kuat. Nilai ini lebih baik dibandingkan kontrol negatif dan mendekati kontrol positif (moisturizer vitamin C). Kesimpulan: Dengan demikian Carbopol 1% merupakan formulasi gel terbaik, dan ekstrak daun kirinyuh memiliki sifat antioksidan yang sangat kuat, bahkan setelah diformulasikan mendapatkan hasil antioksidan yang kuat
 
PENGARUH REGULASI EMOSI TERHADAP BURNOUT PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT ISLAM PURWOKERTO
Burnout adalah kelelahan fisik, emosional, atau mental yang menyebabkan penurunan motivasi, kinerja, serta sikap negatif terhadap diri sendiri dan orang lain. Regulasi emosi berperan penting dalam mengelola kelelahan ini agar perawat tetap memberikan layanan kesehatan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh regulasi emosi terhadap burnout pada perawat di ruang rawat inap RSI Purwokerto, menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional dan sampel sebanyak 53 perawat dengan teknik total sampling. Data diperoleh menggunakan kuesioner Emotional Regulation Questioner dan Maslach Burnout Syndrome Inventory yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Mayoritas karakteristik responden menunjukkan bahwa usia 20-30 tahun (66%), jenis kelamin perempuan (84,9%), pendidikan DIII Keperawatan (84,9%), dan masa kerja 1-5 tahun (60,4%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi emosi kategori tinggi (56,6%), tingkat burnout dengan kategori ringan sebanyak 33 responden (62,3%). Hasil uji Spearman-rank menunjukkan bahwa regulasi emosi memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat burnout perawat (p=0,001< 0,05) dan koefisien korelasi -0,443. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang sedang signifikan dan negatif antara regulasi emosi dengan burnout pada perawat di RSI Purwokert
EVALUASI PROGRAM HIPERTENSI SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN PTM DI RSU SUNDARI KOTA MEDAN
Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi dan menjadi tantangan serius dalam sistem pelayanan kesehatan. RSU Sundari Kota Medan dalam tiga tahun terakhir mengalami tren peningkatan jumlah pasien hipertensi yang signifikan setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas pelaksanaan program pengendalian hipertensi di RSU Sundari dengan menggunakan pendekatan deskriptif melalui metode campuran kuantitatif dan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, serta telaah dokumen program dan rekam medis pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cakupan layanan program hipertensi mencapai lebih dari 80% pada tahun 2022 dan 2023, namun terjadi penurunan signifikan menjadi 64,6% pada tahun 2024. Penurunan ini dipengaruhi oleh keterbatasan sumber daya, belum optimalnya kegiatan edukasi, serta kurangnya konsistensi dalam pemantauan pasien. Meskipun demikian, program hipertensi terbukti memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan deteksi dini, kesadaran pasien, serta perluasan cakupan populasi berisiko melalui kolaborasi dengan Prolanis BPJS dan kegiatan skrining di instalasi rawat jalan. Tantangan utama program meliputi keterbatasan media edukasi interaktif, ketidakteraturan pelatihan tenaga kesehatan, serta kendala logistik dalam distribusi obat antihipertensi. Secara keseluruhan, program dinilai cukup efektif, namun memerlukan penguatan dalam aspek edukasi, standar operasional prosedur layanan, serta konsistensi monitoring pasien. Untuk menjamin keberlanjutan program, disarankan pengembangan media edukasi berbasis digital, peningkatan pelatihan berkala bagi SDM, serta integrasi program dengan sistem informasi manajemen rumah sakit
ANALISIS MANFAAT SISTEM INFORMASI RUMAH SAKIT DALAM MENINGKATKAN EFISIENSI PELAYANAN DI RS GMIM KALOORAN AMURANG KABUPATEN MINAHASA SELATAN
Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 3 tahun 2020 Pasal 1, Rumah Sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. Departemen Kesehatan RI telah mengeluarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2013 Pasal 1 Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit yang selanjutnya disingkat SIMRS. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis bagaimana penerapan SIRS berpengaruh terhadap lamanya waktu tunggu pasien. Terdapat perbedaan bermakna antara waktu tunggu pasien sebelum dan sesudah penerapan SIRS di RS GMIM Kalooran Amurang, di mana sesudah penerapan SIRS, waktu tunggu pasien turun secara signifikan. Terdapat perbedaan bermakna antara akurasi rekam medis sebelum dan sesudah penerapan SIRS di RS GMIM Kalooran Amurang, di mana akurasi meningkat setelah penerapan SIRS. Terdapat perbedaan bermakna antara kemudahan akses rekam medis sebelum dan sesudah penerapan SIRS di RS GMIM Kalooran Amurang, di mana akses terhadap rekam medis menjadi lebih mudah dan cepat setelah penerapan SIRS. Terdapat perbedaan bermakna antara kecepatan pelayanan sebelum dan sesudah penerapan SIRS di RS GMIM Kalooran Amurang di mana pelayanan menjadi lebih cepat setelah penerapan SIRS. Terdapat perbedaan bermakna antara jumlah pasien terlayani sebelum dan sesudah penerapan SIRS di RS GMIM Kalooran Amurang di mana jumlah pasien meningkat setelah penerapan SIRS. Terdapat perbedaan bermakna antara dana operasional per pasien sebelum dan sesudah penerapan SIRS di RS GMIM Kalooran Amurang, di mana secara keseluruhan dana operasional per pasien menurun setelah penerapan SIRS
CRITICAL EVALUATION OF THE RELATIONSHIP BETWEEN VITAMIN D INTAKE, LINEAR GROWTH IMPAIRMENT, AND THE RISK OF STUNTING IN CHILDREN
Stunting adalah gangguan gizi kronis yang menghambat pertumbuhan linear anak-anak dan tetap menjadi masalah kesehatan global dan nasional yang serius. Kekurangan vitamin D dapat mengganggu fungsi plat pertumbuhan dan meningkatkan risiko stunting. Tujuan studi ini adalah untuk mengevaluasi secara kritis hubungan antara asupan vitamin D, pertumbuhan linear, dan risiko stunting pada anak-anak, berdasarkan bukti dari uji klinis terkontrol acak (RCT). Ulasan sistematis literatur dilakukan menggunakan basis data PubMed dan ScienceDirect. Kriteria pencarian meliputi publikasi dalam lima tahun terakhir (2021–2025), ketersediaan teks lengkap, bahasa Inggris, dan desain RCT. Istilah pencarian Boolean diterapkan: “Vitamin D” ATAU “1,25(OH)₂D₃” ATAU “Calcitriol” ATAU “Calciferol” DAN “tinggi badan” ATAU “pertumbuhan anak” ATAU “stunting” DAN “anak” ATAU “anak-anak” ATAU “masa kanak-kanak.” Dari 1.787 artikel yang diidentifikasi, enam RCT dianalisis secara kritis. Pada keenam RCT tersebut, suplementasi vitamin D dengan dosis berkisar antara 400 IU/hari hingga dosis bolus 400.000 IU secara signifikan meningkatkan kadar serum 25(OH)D (p < 0,05) dan memperbaiki hasil pertumbuhan linear. Susu yang diperkaya, suplementasi dosis tinggi secara berkala, dan konsumsi oral harian terbukti dapat meningkatkan parameter antropometrik dan densitas mineral tulang. Efek sinergis diamati ketika vitamin D dikombinasikan dengan asupan kalsium yang cukup. Kesimpulan studi ini adalah bahwa defisiensi vitamin D berkontribusi pada gangguan pertumbuhan linear dan peningkatan risiko stunting melalui gangguan regulasi kalsium-fosfat, peningkatan hormon paratiroid, penurunan mineralisasi tulang, dan penurunan IGF-1
PERBEDAAN HASIL PEMERIKSAAN ASAM URAT MENGGUNAKAN METODE POCT DAN FOTOMETER DI PUSKESMAS PAKEM
Asam urat terbentuk sebagai produk akhir dari pemecahan purin di dalam tubuh. Proses metabolisme purin, yang merupakan bagian dari asam nukleat pada inti sel, dapat memicu akumulasi kristal di area sendi. Konsentrasi asam urat dapat diperiksa menggunakan perangkat Point Of Care Testing (POCT) maupun fotometer. Fokus penelitian ini adalah menilai apakah terdapat perbedaan hasil pemeriksaan asam urat dengan memakai metode POCT dan fotometer. Penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan deskriptif komparatif dan rancangan cross-sectional. Responden penelitian adalah pasien yang memeriksakan kadar asam urat di Puskesmas Pakem, dengan jumlah sampel 58 orang berusia 45–75 tahun. Data hasil uji asam urat menggunakan Point Of Care Testing (POCT) dan fotometer dipaparkan secara deskriptif lalu diuji dengan Paired Sample T-Test. Pemeriksaan melalui POCT memperlihatkan rata-rata 5,631 mg/dL, nilai terendah 2,4 mg/dL, tertinggi 9,7 mg/dL, serta simpangan baku 1,670 mg/dL. Hasil pengukuran kadar asam urat melalui fotometer mencatat rata-rata 6,024 mg/dL, batas terendah 2,43 mg/dL, batas tertinggi 10,61 mg/dL, serta standar deviasi 1,706 mg/dL. Pengujian menggunakan Paired Sample T-Test memperoleh nilai p 0,060 lebih besar dari α 0,05, sehingga dapat disimpulkan tidak ada perbedaan nyata antara pemeriksaan dengan metode POCT dan fotometer. Kesimpulan penelitian menyatakan kedua metode, Point Of Care Testing (POCT) dan fotometer, memberikan hasil yang sebanding