Jurnal Online Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Not a member yet
28972 research outputs found
Sort by
LITERATURE REVIEW: HUBUNGAN FAKTOR IKLIM DENGAN KEJADIAN PNEUMONIA
Pneumonia merupakan penyakit menular yang sampai saat ini masih perlu diperhatikan karena menjadi penyebab utama kematian khususnya pada balita. Pneumonia dapat disebabkan karena perubahan iklim seperti suhu, kelembapan, dan curah hujan yang mendukung mikroorganisme untuk tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara suhu, kelembapan, dan curah hujan dengan kejadian pneumonia dengan metode literature review. Pengumpulan artikel menggunakan Google Scholar, Pubmed, MDPI, Sciencedirect, dan Springer. Artikel yang digunakan yakni artikel yang merupakan penelitian asli dan diterbitkan selama tahun 2020-2025. Setelah dilakukan penelusuran, didapatkan 15 artikel yang sesuai dengan kriteria. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak studi menjelaskan adanya hubungan antara suhu dengan kejadian pneumonia, terdapat hubungan antara kelembapan dengan kejadian pneumonia. Namun, tidak ada hubungan antara curah hujan dengan kejadian pneumonia. Meski demikian, kejadian pneumonia dapat disebabkan karena faktor lain seperti adanya pemberian intervensi kesehatan, status imun tubuh, dan riwayat komorbid. Oleh karena itu, seseorang dengan riwayat komorbid atau orang yang beresiko lebih untuk terinfeksi pneumonia sebaiknya lebih memerhatikan kondisi imun tubuh sehingga ketika terjadi perubahan iklim, tubuh akan lebih mudah beradaptasi
ANALISIS STRATEGI BANK SAMPAH SEBAGAI MEDIA PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA DI DESA TINGKIS KECAMATAN SINGGAHAN KABUPATEN TUBAN
Sampah merupakan salah satu permasalahan yang ada di Indonesia, belum meratanya pengelolaan sampah yang baik di setiap kota menjadikan sampah menjadi hal yang terus membutuhkan perhatian pemerintah. Begitupun yang terjadi di Desa Tingkis Kecamatan Singgahan sebelum adanya Bank Sampah. Banyak sampah yang dibuang sembarangan. Dengan adanya Bank Sampah, saat ini tidak ada lagi sampah yang tercecer disepanjang jalan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis strategi Bank Sampah 2R sebagai media pengelolaan sampah rumah tangga di Desa Tingkis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis SWOT dengan menganalisis faktor internal dan eksternal, serta kombinasi faktor S-O, W-T, S-T dan W-O. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa, Bank Sampah 2R mempunyai faktor kekuatan yang besar, yakni dari segi keuangan. Dengan sumber keuangan yang besar Bank Sampah ”Rumah Resik” mampu memberikan gaji tetap dan tunjangan asuransi kepada karyawannya, sehingga karyawan dapat mengelola sampah dengan baik di Bank Sampah. Kekurangannya yakni Bank Sampah 2R belum mampu melakukan pengelolaan sampah secara maksimal karena terkendala sarana prasarana yang belum terpenuhi, namun Bank Sampah 2R sudah mampu mengubah pola membuang sampah masyarakat dari semula dibuang sembarangan menjadi dibuang di tempat sampah
ANALISIS PERAN APARAT DESA DALAM MENGHADAPI BANJIR DAN TSUNAMI: STUDI DESA LENDE TOVEA
Peran aparat desa dalam menghadapi bencana banjir dan tsunami sangatlah krusial terutama sebagai garda terdepan dalam kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran aparat desa dalam menghadapi bencana banjir dan tsunami di Desa Lende Tovea, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan aparat desa, tokoh masyarakat, relawan, dan warga terdampak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aparat desa memiliki peran penting dalam seluruh tahapan penanggulangan bencana, mulai dari mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga pemulihan pascabencana. Aparat desa berperan dalam sosialisasi, evakuasi, pendataan, serta distribusi bantuan. Namun, rendahnya kesiapsiagaan masyarakat sebelum bencana, distribusi bantuan yang tidak merata, serta kurangnya sistem koordinasi yang efektif menjadi hambatan utama. Meski demikian, layanan kesehatan pascabencana dinilai cukup baik melalui kolaborasi puskesmas dan relawan. Penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas aparat desa dan masyarakat melalui edukasi kebencanaan yang berkelanjutan serta pembentukan sistem mitigasi berbasis komunitas
PENGARUH AKUPRESURE TITIK SP6 TERHADAP DURASI KALA 1 PERSALINAN FASE AKTIF PADA IBU PRIMIPARA DI WILYAH KERJA PUSKESMAS KETAWANG
Persalinan lama pada ibu primipara dapat meningkatkan risiko komplikasi dan kematian ibu maupun bayi. Intervensi nonfarmakologis seperti akupresur titik SP6 diketahui dapat merangsang kontraksi uterus dan mempercepat proses persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh akupresur titik SP6 terhadap durasi kala I persalinan fase aktif pada ibu primipara. Desain penelitian ini adalah quasi-eksperimental dengan pendekatan posttest only control group design. Sampel berjumlah 40 ibu primipara yang dibagi menjadi dua kelompok: 20 responden kelompok intervensi dan 20 kelompok kontrol. Akupresur diberikan pada titik SP6 saat fase aktif, dan durasi persalinan diukur menggunakan partograf. Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil menunjukkan adanya perbedaan bermakna antara kedua kelompok, dengan nilai p = 0,009, yang menunjukkan bahwa akupresur titik SP6 dapat memperpendek durasi kala I fase aktif. Akupresur titik SP6 efektif dalam mempercepat durasi persalinan kala I fase aktif dan dapat digunakan sebagai intervensi nonfarmakologis yang aman dalam praktik asuhan kebidanan
PENERAPAN BREAST CARE PADA IBU POST PARTUM TERHADAP KETIDAKEFEKTIFAN MENYUSUI DI RSUD DR SOEDIRAN MANGUN SUMARSO WONOGIRI
Banyak ibu yang melahirkan tidak mengetahui manfaat ASI. Adapun manfaat ASI bagi bayi secara umum antara lain sebagai nutrisi, meningkatkan kecerdasan, meningkatkan jalinan kasih sayang, meningkatkan daya tahan tubuh. Ibu menyusui seringkali mengalami masalah seperti kurangnya produksi ASI, ketidaknyamanan saat menyusui dan bahkan cidera pada puting susu seperti putting masuk kedalam, retak dan nyeri. Salah satu upaya yang dapat diberikan adalah perawatan payudara atau breast care suatu tindakan untuk merawat payudara terutama pada masa kehamilan dan menyusui untuk memperlancar pengeluaran ASI. Tujuannya untuk mengetahui penerapan breast care pada ibu post partum terhadap ketidakefektifan menyusui di RSUD dr Soediran Mangun Sumarso Wonogiri. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan studi kasus dengan menggunakan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan dan evaluasi. Hasil intervensi breast care menggunakan kuesioner mendapatkan skor akhir 8 dengan kategori banyak sedangkan pengeluaran ASI setelah dilakukan breast care pada hari pertama Ny. A mengeluarkan 70 ml dan Ny. F menegluarkan 100 ml, pada hari kedua Ny. A mengeluarkan 90 ml dan Ny. F mengeluarkan 150 ml, dan pada hari ketiga Ny. A mengeliarkan 130 ml dan Ny. F menegluarkan 170 ml. Kesimpulannya adalah pemberian breast care terbukti efektif untuk mengatasi masalah ketidakefektifan menyusui di RSUD dr Soediran Mnangun Sumarso Wonogiri. Perbedaan hasil pada kedua klien dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu stres, asupan makanan dan putting yang tidak menonjol
KELUHAN SUBJEKTIF PHOTOKERATITIS PADA MATA PEKERJA LAS AKIBAT PAPARAN SINAR ULTRAVIOLET DI AREA WELDING PERUSAHAAN MANUFAKTUR PT X
Proses pengelasan menghasilkan radiasi sinar ultraviolet yang dapat menyebabkan cedera pada mata pekerja las. Sebanyak 37% dari kasus cedera saat bekerja adalah kasus cedera mata. Cedera akibat paparan radiasi sinar ultraviolet ini sering disebut photokeratitis atau welder’s flash. Photokeratitis adalah kondisi mata yang mengalami kerusakan dengan beberapa gejala yang muncul dan dapat mengaburkan penglihatan untuk sementara waktu maupun waktu yang lama. Penelitiaan ini menggunakan observasi analitik dengan menggunakan metode cross sectional dan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebar kuesioner penelitian kepada 68 pekerja las di PT X. variabel dari penelitian ini adalah keluhan photokeratitis dengan 7 pertanyaan utama mengenai gejala photokeratitis. Dari total 68 responden, diperoleh hasil sebanyak 25 pekerja las (36,7%) tidak mengalami gejala dan 43 pekerja las (63,3%) mengalami gejala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pekerja las di area welding PT X mengalami keluhan subjektif photokeratitis akibat paparan sinar ultraviolet (UV), dengan prevalensi sebesar 63,23%. Gejala yang paling umum dialami meliputi mata perih, fotofobia, dan rasa seperti ada benda asing di mata. Temuan ini mengindikasikan bahwa paparan sinar las masih menjadi risiko kesehatan mata yang terjadi secara signifikan sehingga diperlukan penguatan penerapan alat pelindung diri dan pengawasan program K3 secara lebih optimal di lingkungan kerj
PENERAPAN SISTEM INFORMASI REKAM MEDIS ELEKTRONIK MENGGUNAKAN METODE PIECES DI RUMAH SAKIT ADVENT MEDAN TAHUN 2025
Rekam medis elektronik merupakan berkas yang dibuat, disimpan, dikelola, dan digunakan dengan menggunakan media elektronik yang memenuhi kriteria tertentu, sehingga dapat menjamin keaslian, integrasi, kerahasiaan, dan ketersediaanya untuk keperluan pasien, tenaga kesehatan, dan pihak yang berwenang. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan sistem informasi rekam medis elektronik berdasarkan Perfomance (kinerja), Information (informasi), Economic (ekonomi), Control ( keamanan data), Efficiency (efisien), Service ( pelayanan) pada pelayanan kesehatan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Sampel pada penelitian ini adalah sebanyak 70 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner. Hasil penelitian diperoleh persentase Perfomance (kinerja), sebesar 57 orang (81,4%), Information (informasi), 65 orang ( 92,9%), Economic (ekonomi), 54 orang (77,1%), Efficiency (efisien), Control ( keamanan data) 58 orang (82,9%), Efficiency (efisien), 55 orang (78,6%) dan Service ( pelayanan) 57 orang (81,4%). Dari hasil ini diharapkan bagi petugas kesehatan di Rumah Sakit Advent Medan dapat meningkatkan sistem informasi rekam medis elektronik dan dilakukannya sosialisasi kepada petugas yang melakukan sistem informasi rekam medis elektronik
GAMBARAN KADAR UREUM DAN KREATININ PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK PRA DAN POST HEMODIALISA DI RS X YOGYAKARTA
Gagal ginjal kronik adalah suatu kondisi di mana fungsi ginjal mengalami penurunan secara permanen, sehingga tidak mampu lagi menyaring racun dan sisa metabolik dari darah secara efisien. Kondisi ini ditandai oleh sejumlah indikator klinis seperti adanya protein dalam urin (proteinuria), penurunan laju filtrasi glomerulus (LFG), serta gangguan fungsi ginjal yang berlangsung selama lebih dari tiga bulan. Salah satu indikator utama dari kondisi ini adalah meningkatnya kadar ureum dan kreatinin dalam darah. Untuk mempertahankan kelangsungan hidup pasien, terapi hemodialisis digunakan sebagai pengganti sebagian fungsi ginjal. Hemodialisis berperan penting dalam memperpanjang harapan hidup dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perubahan kadar ureum dan kreatinin pada pasien dengan gagal ginjal kronik setelah menjalani hemodialisis. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif dan melibatkan 66 responden. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik Paired T-Test, yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kadar ureum dan kreatinin sebelum dan sesudah hemodialisis, dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa hemodialisis efektif dalam menurunkan kadar kedua parameter tersebut pada pasien gagal ginjal kronik
RANCANGAN ALUR PELAYANAN PEMERIKSAAN VISUM SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI LAYANAN DI RUMAH SAKIT DAERAH DR. SOEBANDI
Pelayanan pemeriksaan visum di Rumah Sakit Daerah dr. Soebandi belum berjalan optimal karena belum tersedianya alur pelayanan yang terdokumentasi secara visual dan minimnya informasi yang dapat dipahami masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah merancang alur pelayanan visum yang lebih sistematis dan informatif menggunakan pendekatan PDCA (Plan–Do–Check–Act). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara terhadap petugas terkait. Hasil tahap perencanaan menunjukkan bahwa proses pelayanan visum belum efektif karena ketiadaan panduan yang jelas. Pada tahap pelaksanaan, peneliti menyusun alur pelayanan dalam bentuk diagram dan poster edukatif menggunakan aplikasi Canva. Evaluasi dilakukan melalui analisis terhadap kebutuhan informasi dan potensi penerapan. Tahap tindak lanjut menghasilkan penyempurnaan rancangan yang direkomendasikan sebagai pedoman pelayanan visum di rumah sakit. Rancangan ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi layanan, mempermudah pemahaman pasien, serta memperkuat edukasi publik terkait prosedur visum
TELA’AH YURIDIS TERHADAP PELAYANAN KESEHATAN ONLINE (TELEMEDICINE) DI INDONESIA
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah melahirkan berbagai inovasi dalam dunia kesehatan, salah satunya adalah telemedicine. Telemedicine memungkinkan pemberian layanan kesehatan jarak jauh dengan menggunakan teknologi digital, yang menjadi sangat relevan terutama sejak pandemi COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan hukum telemedicine di Indonesia dan mengevaluasi efektivitas regulasi yang ada dalam memberikan perlindungan hukum bagi seluruh pihak yang terlibat. Metode yang digunakan adalah pendekatan normatif dengan analisis yuridis terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku, seperti Undang-Undang Kesehatan, Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi, serta Peraturan Menteri Kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi telemedicine di Indonesia masih bersifat sektoral dan belum komprehensif, sehingga diperlukan pembentukan Undang-Undang khusus, harmonisasi regulasi, serta penguatan pengawasan, perlindungan data, dan literasi hukum. Penelitian ini diharapkan menjadi kontribusi bagi pengembangan kebijakan hukum di bidang kesehatan digital yang adaptif dan berpihak pada kepentingan publik