Jurnal Online Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Not a member yet
    28972 research outputs found

    STRATEGI PENGEMBANGAN KECERDASAN KINESTETIK ANAK SEKOLAH DASAR BERDASARKAN KAJIAN LITERATUR

    No full text
    Kecerdasan kinestetik merupakan salah satu jenis kecerdasan ganda yang berperan penting dalam proses belajar siswa sekolah dasar. Anak dengan kecerdasan ini cenderung memahami materi melalui gerakan dan pengalaman langsung. Namun, banyak metode pembelajaran masih bersifat pasif dan kurang mengakomodasi kebutuhan gerak siswa, sehingga berdampak pada rendahnya pencapaian akademik mereka. Artikel ini mengkaji strategi pengembangan kecerdasan kinestetik berdasarkan kajian literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa aktivitas fisik terstruktur seperti permainan tradisional, senam, tari, eksplorasi lingkungan, dan proyek manual dapat meningkatkan koordinasi, fokus, serta keterlibatan siswa dalam belajar. Guru berperan penting dalam merancang pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak, didukung oleh keterlibatan sekolah dan orang tua dalam menciptakan lingkungan belajar yang seimbang antara aspek kognitif dan motorik. Dengan demikian, pengembangan kecerdasan kinestetik dapat menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran secara menyeluruh di tingkat sekolah dasar

    Faktor Risiko Terhadap Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (Bblr) di Rumah Sakit Umum Dewi Sartika Kota Kendari

    Get PDF
    Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko terhadap kejadian berat badan lahir rendah (BBLR) di Rumah Sakit Umum Dewi Sartika Kota Kendari. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan mei tahun 2024 di Rumah Sakit Umum Dewi Sartika Kota Kendari. Populasi dan sampel penelitian ini adalah seluruh bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) yang tercatat di rekam medik atau buku register ibu bersalin di Rumah Sakit Umum Dewi Sartika Kota Kendari tahun 2023 sebanyak 57 dengan tehnik pengambilan sampel total sampling. Hasil uji statistik regresi logistik didapatkan bahwa omnibus test of model coefissien menunjukkan bahwa 0,001<0,05 maka disimpulkan bahwa variabel independent berpengaruh secara bersama sama atau secara simultan terhadap variabel dependent dan nilai nagelkerke R square sebesar 0,427 maka berkesimpulan sumbangan pengaruh independent terhadap variabel dependen secara bersama-sama atau secara simultan sebesar 42,7% yang berarti bahwa umur ibu dengan risiko tinggi, paritas multipara, dan preeklamsia memiliki risiko 42,7 kali lipat bayi mengalami berat badan lahir rendah.   Kata Kunci: Berat Badan Lahir Rendah, Paritas, Preeklamsia, Umur.   Abstract This study aims to determine the risk factors for the incidence of low birth weight (LBW) at Dewi Sartika General Hospital, Kendari City. This type of research is quantitative with a cross-sectional approach. The research instrument used was an observation sheet. This research was conducted in May 2024 at Dewi Sartika General Hospital, Kendari City. The population and sample of this study were all babies with low birth weight (LBW) recorded in the medical records or maternity register books at Dewi Sartika General Hospital, Kendari City in 2023, totaling 57 with a total sampling technique. The results of the logistic regression statistical test obtained that the omnibus test of model coefficient showed that 0.001 <0.05, it was concluded that the independent variables had a joint or simultaneous effect on the dependent variable and the Nagelkerke R square value of 0.427 concluded that it contributed an independent effect on the dependent variable together or simultaneously by 42.7%, which means that the age of mothers with high risk, multiparous parity, and preeclampsia has a 42.7-fold risk of low birth weight babies.   Keywords: Low Birth Weight, Parity, Preeclampsia, Age

    Gambaran Penerimaan Diri Pada Ibu yang Mengalami Keguguran Akibat Stress Kehilangan Pekerjaan

    Get PDF
    Job loss remains a major source of stress for women, even if they have a partner who also works. As a mother, the psychological stress of losing a job role can have an impact on emotional and physical conditions, and can even increase the risk of pregnancy. Miscarriage is an emotionally challenging experience, both psychologically and physically for both parents. Self-acceptance is the psychological process of someone accepting and appreciating themselves as a whole, including their strengths, weaknesses, and all aspects of themselves. This study aims to explore the process of self-acceptance in a mother. The research subject with the initials ZZ, aged 54 years, is a mother who experienced a miscarriage due to stress caused by job loss. There are 3 informants, namely the subject's husband, the subject's close friend, and the subject's child. In the context of a mother who experienced a miscarriage due to stress due to job loss, self-acceptance has a very big influence on the challenges in her to face the problem. This study applies a qualitative method by conducting semi-structured interviews with a mother who experienced a miscarriage due to stress due to job loss. The results showed that the subject experienced emotional stress due to job loss and hunger. Through family support, a spiritual approach, and reconstruction of hope, the subject was able to accept the conditions she experienced. Subject self-acceptance is formed through self-understanding, realistic expectations, and a supportive environment

    Prevalensi dan Faktor Risiko Anemia pada Pekerja Perempuan di Rumah Sakit : Literature Review Study

    Get PDF
    Anemia, particularly iron deficiency anemia (IDA), is a major global health issue among women of reproductive age, including female hospital workers such as nurses, midwives, and other healthcare personnel. This study aims to review the literature on the prevalence and risk factors of anemia among female hospital workers. A systematic review design with a descriptive narrative synthesis approach was employed, following the PRISMA guidelines. Literature was retrieved from PubMed, Scopus, and Google Scholar using relevant keyword combinations. Out of 10,203 articles identified, six studies met the inclusion criteria. Findings revealed a high prevalence of anemia among female workers, especially those under 40 years of age, experiencing heavy menstruation, having poor dietary habits, and working night shifts. Anemia's impact includes fatigue, reduced productivity, and increased risk of work-related errors. Therefore, a comprehensive intervention strategy involving regular screening, nutritional education, and gender-responsive workplace policies is essential to improve women's occupational health in the healthcare sector

    Model Eksperimental Diabetes Melitus Tipe 2 pada Tikus Wistar : Kombinasi Diet Tinggi Lemak, Garam, Fruktosa dan Induksi Streptozotocin

    Get PDF
    Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) merupakan masalah kesehatan global dengan patogenesis kompleks melibatkan resistensi insulin dan disfungsi sel beta. Model hewan yang relevan diperlukan untuk mempelajari mekanisme penyakit dan pengujian terapi. Mengembangkan model DMT2 pada tikus Wistar dengan menggunakan kombinasi diet tinggi lemak-fruktosa-garam dan streptozotocin (STZ) dosis rendah untuk meniru manifestasi klinis dan komplikasi DMT2 pada manusia. Lima ekor tikus Wistar jantan diberi diet tinggi lemak (30%), fruktosa (30%), dan garam (1%) selama 4 minggu, dilanjutkan injeksi STZ (35 mg/kgBB). Parameter yang diukur meliputi kadar glukosa darah puasa, berat badan, serta analisis histopatologi pankreas dan ginjal. Peningkatan signifikan kadar glukosa darah (median: 497 mg/dL) dan penurunan berat badan (21 gram) diamati setelah intervensi. Histopatologi menunjukkan insulitis dengan derajat bervariasi (Score 2: 30% sampel; Score 1: 5% sampel) dan kerusakan tubulus ginjal ringan. Kombinasi diet obesogenik dan STZ berhasil menginduksi hiperglikemia persisten serta perubahan histopatologis yang menyerupai DMT2 manusia. Model ini potensial untuk studi patogenesis dan terapi DMT2, meskipun perlu optimasi untuk mengurangi variabilitas respons

    Analisis Tingkat Kepuasan Tenaga Medis dengan Implementasi Rekam Medis Elektronik di Rumah Sakit Manembo-Nembo Bitung

    Get PDF
    Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan tenaga medis terhadap implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) di Rumah Sakit Manembo-Nembo Bitung. Implementasi RME bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan kesehatan. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, di mana data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada 208 tenaga medis yang bekerja di rumah sakit tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar tenaga medis merasa puas dengan sistem RME, terutama dalam hal timeliness dan ease of use, meskipun masih ada kendala dalam aspek content dan accuracy. Variabel content, accuracy, format, ease of use, dan timeliness memiliki hubungan signifikan dengan kepuasan tenaga medis. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk perbaikan lebih lanjut pada sistem RME, terutama pada peningkatan pelatihan dan penyajian informasi dalam sistem. Kata Kunci: kepuasan tenaga medis, Rekam Medis Elektronik, content, accuracy, timeliness   Abstract This study aims to analyze the level of satisfaction of medical staff regarding the implementation of Electronic Medical Records (EMR) at Manembo-Nembo Bitung Hospital. The implementation of EMR aims to improve the efficiency and quality of healthcare services. The method used in this study is a quantitative research design with a cross-sectional approach, where data were collected through a questionnaire distributed to 208 medical staff working at the hospital. The results of the study show that most medical staff are satisfied with the EMR system, especially in terms of timeliness and ease of use, although there are still challenges in the content and accuracy aspects. The variables content, accuracy, format, ease of use, and timeliness have a significant relationship with medical staff satisfaction. This study provides recommendations for further improvements in the EMR system, particularly in enhancing training and information presentation. Keywords: medical staff satisfaction, Electronic Medical Records, content, accuracy, timelines

    Wrinkles Profile In Various Age And Gender Using Visia® Imaging In Indonesia: A Single-Center Study

    Get PDF
    Introduction: Skin is the most recognizable manifestation of tissue aging, particularly the face, which is sensitive to skin aging due to frequent and extensive exposure to sunlight. Visible signs of facial aging, such as wrinkles, are common concerns among all ages, significantly impacting cosmetic appearance and often leading to negative psychological, emotional, and social consequences. Understanding wrinkle variations across age and gender is crucial for effective dermatological treatment and development of more personalized skincare regimens. This study aimed to describe and analyze wrinkles profile using VISIA® imaging technology across different age groups and genders. Methods: This analytic quantitative study with a cross-sectional design approach utilized medical records of registered patients at Dermalogia Clinic in Jakarta who underwent VISIA® imaging from 2024-2025. Wrinkles were assessed using VISIA® imaging system, which provides high-resolution, objective skin assessments through an automated quantified software, with depth and density metrics quantified using pixel-based algorithm. Wrinkle severity was quantitatively compared across age groups and genders. Results: Among 420 patients, wrinkle significantly worsen progressively with age (p<0.05), especially under the eyes and at crow's feet. Men aged 30-50 showed more pronounced wrinkles, with the >50 age group having the highest severity. Males exhibited deeper wrinkles than females, likely due to biological, hormonal, and environmental differences. Conclusion: Age and gender significantly influence facial wrinkle severity. VISIA® imaging provides a reliable objective assessment on skin aging, supporting personalized anti-aging treatments. Further studies are needed to explore lifestyle factors affecting wrinkle formation

    Hubungan Efikasi Diri Dengan Kepatuhan Minum Obat Pasien Tb Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Duren Jaya Tahun 2025

    Get PDF
    Latar Belakang: Infeksi menular TB paru disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini dapat menyebar melaluidroplet yang mengandung kuman dari penderita tuberkulosis aktifyang batuk atau bersin. Pasien yang memiliki efikasi diri tinggimemiliki peluang kesembuhan yang lebih tinggi karena mereka memiliki keyakinan yang kuat bahwa mereka dapat menjalani pengobatan meskipun menghadapi berbagai kesulitan, Tujuanpenelitian : untuk mengtetahui Hubungan Efikasi Diri DenganTingkat Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Tuberculosis Paru Di Puskesmas Duren Jaya. Metode Penelitian: metode peneliian crossectional, dengan Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil penelitian Efikasi Diri Pada Pasien Tuberculosis Paru Di Puskesmas Duren Jay menunjukan angkat terbanyak yang sama yaitu tinggi dan rendah sebanyak 15 responden (37,5%). Berdasarkan hasil penelitian Frekuensi Tingkat Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Tuberculosis Paru Di Puskesmas Duren Jaya menunjukan terbanyak yaitu pada pasien yang patuh sebanyak 21responden (52,5%), yang tidak patuh sebanyak 19 responden(47,5%). Kesimpulan: Ada Hubungan Efikasi Diri Dengan TingkatKepatuhan Minum Obat Pada Pasien Tuberculosis Paru DiPuskesmas Duren Jaya. dengan p-value 0,0

    Hubungan Status Gizi dan Anemia dengan Kejadian Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) pada Ibu Hamil Aterm di UPT. Puskesmas Majasem Kota Cirebon

    Get PDF
    Low birth weight (LBW) is an important indicator in assessing the health status of mothers and babies. LBW is closely related to nutritional status and anemia during pregnancy, both of which are public health problems in Indonesia. Pregnant women with chronic energy deficiency (CED) and anemia have a higher risk of giving birth to babies with LBW. Aim: To determine the correlation between nutritional status and anemia with the incidence of low birth weight (LBW) in term pregnant women at the Majasem Health Center, Cirebon City. Methods: This study was conducted in May 2025 at the Majasem Health Center, Cirebon City, used an analytical observational design with a cross-sectional approach. A sample of 90 term pregnant women was selected using a purposive sampling technique based on medical record data from November 2023 to October 2024. The analysis was carried out using the Fisher's Exact Test and Prevalence Ratio (PR). Results: Showed that 22.2% of pregnant women experienced CED and 20.0% experienced anemia. As many as 14.4% of babies were born with low birth weight. There is a significant correlation between nutritional status and the incidence of low birth weight babies (p=0.007; PR=5.744), and anemia with the incidence of low birth weight babies (p=0.020; PR=4.643). Conclusion: There is a correlation between nutritional status and anemia with the incidence of low birth weight infant in term pragnency. Pregnant women with CED and anemia have a higher risk of giving birth to low birth weight babies (LBW)

    INTERVENSI KEPERAWATAN PADA PASIEN SCHIZOPHRENIA HALUSINASI PENDENGARAN MENGGUNAKAN TERAPI OKUPASI MENGGAMBAR

    Get PDF
    Pasien dengan schizophrenia sering mengalami halusinasi pendengaran yang mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan kualitas hidup. Selama ini, penanganan yang diberikan lebih banyak bersifat medis atau farmakologis, sementara pendekatan non-obat seperti terapi okupasi belum banyak dimanfaatkan secara maksimal. Salah satu terapi yang bisa digunakan adalah menggambar, karena aktivitas ini dapat membantu menenangkan pikiran dan mengalihkan perhatian dari suara halusinasi. Namun, belum banyak penelitian yang melihat secara khusus apakah terapi menggambar benar-benar efektif dalam mengurangi halusinasi pendengaran pada pasien schizophrenia. Oleh karena itu, penting untuk meneliti bagaimana pengaruh terapi okupasi menggambar dalam membantu pasien dengan schizophrenia yang mengalami halusinasi pendengaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terapi okupasi menggambar efektif dapat membantu mengurangi halusinasi pendengaran pada pasien schizophrenia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian scoping review dengan database Google Scholar, Crossref, dan OpenAlex dengan rentang waktu 5 tahun dari tahun 2019-2024. Pencarian artikel menggunakan kata kunci Halusinasi pendengaran, skizofrenia, terapi okupasi. Hasil penelitian didapatkan tujuh artikel penelitian yang relevan. Hasil dari penelitian menunjukkan terapi okupasi menggambar terbukti efektif mengurangi gejala halusinasi, memperbaiki kemampuan kontrol diri, ekspresi emosi, serta meningkatkan fungsi sosial pasien. Kesimpulan dari studi ini adalah bahwa terapi okupasi menggambar merupakan sebuah intervensi yang efektif, mudah untuk diterapkan, dan aman sebagai bagian dari perawatan pasien skizofrenia yang mengalami halusinasi pendengaran

    27,272

    full texts

    28,972

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇