Jurnal Online Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Not a member yet
    28972 research outputs found

    PENGARUH TUMMY TIME EXERCISE TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK KASAR MENGANGKAT KEPALA BAYI USIA 0 – 4 BULAN

    Get PDF
    Pertumbuhan dan perkembangan bayi merupakan aspek penting yang dipengaruhi oleh stimulasi dini. Salah satu masalah yang sering terjadi adalah kurangnya stimulasi pada bayi, khususnya dalam posisi tengkurap, yang mempengaruhi kemampuan motorik kasar, seperti mengangkat kepala. Tummy time exercise adalah metode stimulasi untuk meningkatkan kekuatan otot leher, bahu, dan punggung bayi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh tummy time exercise terhadap kemampuan motorik kasar mengangkat kepala bayi usia 0 – 4 bulan di Puskesmas Bangetayu Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross sectional. Data diperoleh dari 60 bayi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi melalui teknik consecutive sampling di Puskesmas Bangetayu Kota Semarang. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner. Data dianalisis menggunkan uji chi square dengan nilai sig (p<0,05) untuk mengetahui pengaruh tummy time exercise terhadap kemampuan motorir kasar mengangkat kepala bayi. Hasil penelitian menunjukan bahwa bayi yang secara teratur melakukan tummy time exercise memiliki kemampuan motorik kasar yang lebih baik dibandingkan yang tidak teratur melakukan tummy time exercise. Sebanyak 86,1% bayi yang teratur melakukan tummy time exercise memiliki kemampuan motorik kasar nomal, dibandingkan dengan 45,8% bayi yang tidak teratur melakukan tummy time exercise. Hasil analisis dengan uji chi square diperoleh nilai sig (p-value): 0,001 (p<0,05); PR: 1,879. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa tummy time exercise berpengaruh signifikan terhadap kemampuan motorik kasar mengangkat kepala bayi usia 0 – 4 bulan di Puskesmas Bangetayu Kota Semarang

    HUBUNGAN BEBAN KERJA, KUALITAS TIDUR DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PENGEMUDI BENTOR KOTAMOBAGU

    No full text
    Sekitar Lima puluh persen atau lebih dari kecelakaan kerja disebabkan oleh kelelahan akibat pekerjaan. Diperkirakan 240 juta dihabiskan setiap tahun di jalan raya utama di Inggris untuk kecelakaan kerja hanya karena kelelahan, yang juga merupakan faktor dalam 20% kecelakaan lalu lintas. Kelelahan kerja merupakan faktor yang memberi kontribusi sebesar 50% bahkan lebih terhadap terjadinya kecelakaan kerja. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui Hubungan Antara Beban Kerja dan Kualitas Tidur dengan Kelelahan Kerja pada Pengemudi Bentor di Kotamobagu. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Jenis penelitian menggunakan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 500 orang Besar sampel dalam penelitian ditentukan dengan rumus Lemeshow  terdiri dari 100 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah puposive sampling. Data di ambil dengan menggunakan kuisioner pada Pengemudi Bentor. Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil Penelitian menunjukkan Terdapat hubungan Beban Kerja dengan Kelelahan Kerja dimana diperoleh p-value = 0,018 (p-value <0,05). Terdapat Hubungan antara Kualitas Tidur dengan Kelelahan Kerja menunjukkan hal yang sama dimana diperoleh nilai p-value = 0,000 (p-value <0,05). Disarankan kepada pengemudi bentor agar memperhatikan waktu istirahat, beban kerja, ketika tubuh sudah merasa Lelah agar tidak memaksakan diri untuk mengemudikan bentor untuk menghindari terjadinya kecelakaan kerja

    EVALUASI PENGOBATAN SIFILIS SEKUNDER PADA DEWASA MUDA

    No full text
    Sifilis merupakan satu dari sekian banyak penyakit infeksi menular seksual yang bersifat kronik. WHO tahun 2022 melaporkan bahwa sekitar 8 juta orang dewasa terkena sifilis di seluruh dunia dalam rentang usia 15-29 tahun. Provinsi Papua Barat menempati peringkat ke-4 dengan prevalensi sifilis tertinggi di Indonesia pada tahun 2022, dengan 1.816 kasus positif. Penyakit ini ditransmisikan melalui hubungan seksual secara oral, vaginal ataupun anal, selama masa kehamilan dan transfusi darah. Interaksi kompleks antara ciri biologis unik T. pallidum dan respons imun inang menyebabkan infeksi sistemik dan manifestasi klinis berbagai tahap. Sifilis sekunder merupakan stadium yang paling krusial karena pengobatan menjadi sangat penting untuk mencegah perkembangan sifilis ke tahap yang lebih lanjut. Kasus ini menyoroti evaluasi pengobatan pada laki-laki berusia 26 tahun yang memiliki riwayat berhubungan seksual tanpa menggunakan alat kontrasepsi (kondom) dan sering berganti pasangan. Pasien terdiagnosa sifilis sekunder dengan manifestasi roseola sifilitika. Pasien diberikan tatalaksana berupa injeksi dosis tunggal benzatin penisilin G 2,4 juta unit secara intramuskular (IM) 1,2 juta unit pada bokong kanan dan kiri. Pasien juga direncanakan untuk dilakukan pemeriksaan serologis ulang pada bulan 1, 3, 6, 9 dan 12. Pasien dilakukan pemeriksaan serologi ulangan pada bulan 1 dan 3 setelah penyuntikan dan didapatkan penurunan titer RPR dari 1:128 menjadi 1:16, yang menunjukkan tolak ukur keberhasilan pengobatan

    ANALISIS PENGULANGAN (REPEAT) RADIOGRAF COMPUTED RADIOGRAPHY DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKIT BHAKTI WIRA TAMTAMA SEMARANG

    No full text
    Repeat analisis adalah proses yang sistematis untuk mengkategorisasikan citra yang diulang dan mencari tahu penyebabnya sehingga repeat dapat dikurangi atau dihindari. Di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Bhakti Wira Tamtama Semarang belum pernah dilakukan penelitian repeat analisis dimana hal tersebut dapat menurunkan mutu dan kualitas pelayanan di Instalasi Radiologi. Tujuan analisis repeat radiograf untuk mengetahui persentase dan  indikator penyebab repeat  radiograf. Metode penelitian ini observasi langsung melalui pengumpulan data dari database sistem computed radiography (CR) yang dianalisis bersama dua radiografer, dilaksanakan selama September–November 2024. Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh data pemeriksaan radiografi yang dilakukan menggunakan sistem CR selama periode penelitian. Sampel yang digunakan adalah seluruh citra radiograf yang mengalami pengulangan (repeat) selama waktu pengamatan. Alat pengumpulan data menggunakan alat tulis Metode pengumpulan data yaitu observasi secara langsung. Analisis data meliputi pengumpulan data, penyajian data, dan penarik kesimpulan. Hasil penelitian menyatakan pengulangan radiograf pada bulan September sebesar 1,87%, bulan Oktober sebesar 1,82%, dan bulan November sebesar 1,75%. Hasil tersebut tidak melebihi batas yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan Nomor: 129/Menkes/SK/II/2008 yang menyatakan tingkat penolakan pada repeat sebesar ≤ 2%. Faktor penyebab pengulangan radiograf  terdiri dari pergerakan pasien 31,82%, posisi pasien 6,82%, peralatan 56,82%, officer/ human error 4,54%, dan artefak 0%. Dapat disimpulkan bahwa Instalasi Radiologi Rumah Sakit Bhakti Wira Tamtama Semarang tidak melebihi kententuan yang telah ditetapkan. Meskipun demikian, tindak lanjut tetap perlu dilakukan, seperti mempertahankan prosedur operasional standar (SOP) yang telah berjalan efektif, melakukan monitoring secara berskala, serta terus meningkatkan kualitas pelayanan

    HUBUNGAN KONSUMSI FASTFOOD DENGAN KEJADIAN DIARE PADA SISWA SEKOLAH DASAR: LITERATUR REVIEW

    No full text
    Makanan cepat saji merupakan fenomena global yang mempengaruhi kesehatan anak. Angka prevelensi kasus diare di Indonesia mencapai 1.017.290 kasus. Insiden diare tertinggi berdasarkan kelompok umur adalah anak usia sekolah dasar yakni 182.338 atau 6,2% dari seluruh kejadian. Banyaknya kasus diare pada anak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan konsumsi makanan cepat saji dan jajanan yang tidak sehat. Sebanyak 58.7% siswa diketahui mengalami diare, tidak hanya itu 57.3% siswa yang mengalami diare memiliki tingkat konsumsi makanan cepat saji tinggi. Anak-anak yang memiliki kebiasaan konsumsi jajan buruk memiliki risiko 4,141 kali lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang memiliki konsumsi jajan baik. Tujuan penelitian untuk menguji korelasi antara makanan cepat saji dan frekuensi kemunculan diare. Metodologi penelitian mencakup pencarian sistematis artikel penelitian berbahasa Indonesia dan berbahasa Inggris yang telah diterbitkan dibulan januari 2020-2025 mengenai artikel penelitian kuantitatif dibidang kejadian diare dengan menggunakan kriteria inklusi tertentu. Strategi preventif yang lengkap dibutuhkan untuk mengurangi efek pada kesehatan pencernaan pada anak-anak melalui penelitian artikel yang sudah dilakukan sebanyak 10 artikel yang menemukan bahwa konsumsi makanan cepat saji faktor signifikan dari morbiditas diare anak sekolah. Selain itu, penelitian tersebut juga menemukan bahwa faktor nutrisi lain, mikrobiota usus, dan kebiasaan sanitasi membantu mewujudkan hubungan antara makan makanan cepat saji dan diare. Penelitian tersebut menggarisbawahi pentingnya pendekatan komprehensif dalam mempertimbangkan faktor kontribusi gangguan sistem pencernaan anak. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa diare anak adalah kerumitan kontekstual yang memerlukan strategi preventif yang holistik

    DUKUNGAN KELUARGA PADA PASIEN PRE OPERASI

    No full text
    Pembedahan atau operasi merupakan tindakan medis yang seringkali memicu kecemasan pada pasien, terutama saat menghadapi fase pra-operasi. Kecemasan ini dapat berdampak pada kondisi fisik dan psikologis pasien. Dalam konteks ini, dukungan keluarga menjadi faktor penting yang dapat membantu menurunkan tingkat kecemasan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara dukungan keluarga dan kecemasan pasien pra-operasi melalui metode tinjauan pustaka. Artikel dan jurnal dari database PubMed, Semantic Scholar, dan Google Scholar dipilih berdasarkan kriteria inklusi seperti topik relevan, publikasi 2015–2025, serta tersedia dalam full-text. Dari 145 artikel yang ditelusuri, disaring menjadi 4 artikel yang memenuhi kriteria. Hasil studi menunjukkan adanya hubungan signifikan antara dukungan keluarga dan tingkat kecemasan pasien, di mana dukungan emosional, informasional, instrumental, dan penghargaan berkontribusi dalam menurunkan kecemasan. Dukungan ini tidak hanya memberikan rasa aman dan nyaman, tetapi juga meningkatkan kesiapan mental pasien sebelum menjalani operasi. Selain itu, pengkajian dalam proses keperawatan menjadi langkah krusial dalam mengidentifikasi kecemasan serta kebutuhan dukungan pasien. Simpulan dari studi ini menegaskan bahwa peran keluarga sangat penting dalam perawatan pra-operasi, dan perawat perlu melibatkan keluarga dalam intervensi untuk meningkatkan hasil keperawatan secara menyeluruh

    EFEKTIVITAS PROGRAM INTERVENSI DALAM MENGELOLA TEKANAN PSIKOLOGIS TENAGA KESEHATAN SELAMA PANDEMI COVID-19 (LITERATURE REVIEW)

    No full text
    Pandemi COVID-19 telah memicu perubahan drastis dalam kehidupan masyarakat dan berdampak signifikan terhadap kesehatan mental, termasuk pada tenaga kesehatan. Tenaga kesehatan menghadapi tekanan besar berupa risiko infeksi, beban kerja tinggi, serta keterbatasan sumber daya yang berdampak pada kondisi psikologis. Berbagai studi menunjukkan tingginya prevalensi kecemasan, depresi, dan gangguan tidur di kalangan kesehatan dibandingkan populasi umum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui intervensi psikologis yang telah diterapkan dan efektif dalam menjaga kesehatan mental tenaga kesehatan selama pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan metode literature review. Strategi penelusuran artikel sesuai topik penelitian dilakukan melalui database PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar menggunakan beberapa kata kunci dan kriteria inklusi pada tahun 2020-2025. Total temuan artikel sebanyak 506 artikel, tetapi hanya 10 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa intervensi yang paling banyak ditemukan yaitu intervensi psikologis individual dan intervensi berbasis relaksasi yang efektif menurunkan gejala psikologis pada tenaga kesehatan. Intervensi lainnya yang juga efektif dalam meningkatkan kesejahteraan emosional tenaga kesehatan adalah intervensi berbasis dukungan sosial dan organisasi serta intervensi digital. Berdasarkan studi literatur, dapat disimpulkan bahwa dari kesepuluh intervensi yang pernah diterapkan selama pandemi secara keseluruhan menunjukkan efektivitas pada kondisi psikologis tenaga kesehatan sehingga untuk mengembangkan strategi kesehatan mental yang lebih komprehensif dapat mengombinasikan berbagai pendekatan intervensi tersebut

    PENGARUH EDUKASI KESEHATAN MELALUI MEDIA BOOKLET TERHADAP PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG AFIKSIA NEONATORUM DI WILAYAH KERJA DI RUMAH SAKIT UMUM DEPATI BAHRINSUNGAILIAT TAHUN 2024

    No full text
    Asfiksia neonatorum merupakan suatu keadaan dimana bayi baru lahir mengalami gagal bernapas secara teratur dan spontan setelah lahir,bayi dengan gawat janin sebelum lahir, umumnya mengalami asfiksia pada saat dilahirkan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian dengan metode penelitian Pre-Experimen dengan Pre-test dan Post-test one group desain. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling adalah teknik pengambilan sampel yang digunakan ketika peneliti sudah punya target individu dengan karakteristik yang sesuai dengan penelitian. Penelitian ini dilakukan di Poli Kebidanan wilayah kerja Rumah Sakit Umum Daerah Depati Bahrin Sungailiat. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 30 Desember tahun 2024. Populasi pada penelitian adalah seluruh ibu hamil yang melakukan pemeriksaan di Rumah Sakit Umum Daerah Depati Bahrin Sungailiat tahun 2024. Sampel pada penelitian ini sebanyak 15 Ibu Hamil. Hasil penelitian ini diketahui bahwa terdapat perbedaan yang signifikan terhadap hasil frekuensi pengetahuan ibu hamil sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) dengan nilai p value 0,000 < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahawa terdapat perbedaan yang signifikan terhadap hasil frekuensi pengetahuan ibu hamil sebelum (pretest) dan sesudah (posttest). Sehingga dapat disimpulkan pula bahwa. Saran dari penelitian ini adalah diharapkan pihak rumah sakit untuk memberikan edukasi secara rutin terutama kepada ibu hamil dan juga meningkatkan pelayanan terhadap ANC untuk mencegah resiko terpantau asfiksia neonatorum

    HUBUNGAN INDEKS MASA TUBUH DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA TAHUN 2024

    No full text
    ABSTRAK Persentase wanita usia 10-59 tahun yang mengalami menstruasi tidak teratur yaitu sekitar 14,5%, dengan persentase remaja sebanyak 11.7% dengan rentan usia 15-19 tahun. Faktor yang dapat menyebabkan gangguan siklus menstruasi antara lain gangguan hormonal, status gizi, tinggi atau rendahnya imt, stres, usia, penyakit metabolik seperti diabetes mellitus, pemakaian kontrasepsi, tumor pada ovarium, dan kelainan pada sisitem saraf pusat-Hipotalamus-Hipofisis. Indeks massa tubuh yang tinggi atau rendah menyebabkan gangguan menstruasi yaitu tidak menstruasi atau amenorea, terganggunya menstruasi dan nyeri saat menstruasi. Adapun faktor- faktor yang dapat mempengaruhi IMT antara lain: usia, jenis kelamin ,genetik, pola makan dan aktivitas fisik. Tujuan penelitian ini adalah untuk Untuk mengetahui Hubungan Indeks Masa Tubuh dengan Siklus Menstruasi pada Remaja di Kelurahan Maharatu Kota Pekanbaru Tahun 2024. Jenis penelitian kuantitatif. Desain penelitian ini merupakan cross sectional.Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan November 2023-April 2024. Populasi berjumlah 38 orang dan sampel berjumlah 35 orang dengan menggunakan teknik consecutive sampling. Analisa data yang digunakan adalah univariat dan bivariat. Hasil uji chi- square di peroleh nilai P-Value 0,01 , artinya ada Hubungan Antara Indeks Masa Tubuh Dengan Siklus Menstruasi Pada Remaja Di Kelurahan Maharatu Kota Pekanbaru Tahun 2024. Diharapkan pada pihak responden untuk mengetahui informasi tentang siklus menstruasi pada remaja di Kelurahan Maharatu Kota Pekanbaru.  Kata Kunci             : Indeks Masa Tubuh , Siklus Menstruasi, Remaja   Abstract The percentage of women aged 10-59 years who experience irregular menstruation is around 14.5%, with the percentage of teenagers being 11.7% and those aged 15-19 years. Factors that can cause menstrual cycle disorders include hormonal disorders, nutritional status, high or low BMI, stress, age, metabolic diseases such as diabetes mellitus, use of contraception, tumors on the ovaries, and abnormalities in the central nervous system-Hypothalamus-Pituitary. Having a high or low body mass index can cause menstrual disorders including absence of menstruation or amenorrhea, disruption of the menstrual cycle and pain during menstruation. The factors that can influence BMI include: age, gender, genetics, diet and physical activity. Based on a study, high and low BMI can affect menstrual disorders, including amenorrhea, menstrual cycle irregularities and pain during menstruation. The aim of this research is to determine the relationship between Body Mass Index and the Menstrual Cycle in Adolescents in Maharatu Village, Pekanbaru City in 2024. This type of research is quantitative. The design of this research is cross sectional. The research was carried out in November 2023-April 2024. The population was 38 people and the sample was 35 people using consecutive sampling technique. The data analysis used is univariate and bivariate. The results of the chi-square test obtained a P-Value value of 0.01, meaning that there is a relationship between Body Mass Index and the Menstrual Cycle in Adolescents in Maharatu Village, Pekanbaru City in 2024. It is hoped that the Maharatu Village, Pekanbaru City will provide information about body mass index by menstrual cycle in subdistrict city Pekanbaru.  Keywords   :     Menstrual Cycle, Body Mass Index, Teenage

    HUBUNGAN PENGETAHUAN TERHADAP TINGKAT KONSUMSI GARAM PADA PENDERITA HIPERTENSI DESA SEMANDING KABUPATEN PONOROGO

    No full text
    Hipertensi merupakan sumber dari penyakit mematikan seperti stroke, Penyakit Jantung Koroner, hingga gagal ginjal. Desa Semanding menjadi salah satu wilayah dengan kasus hipertensi tertinggi di Kabupaten Ponorogo. Para penderita hipertensi harus menjaga pola hidup sehat seperti membatasi konsumsi garam agar tidak menyebabkan komplikasi lebih lanjut. Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku kesehatan termasuk konsumsi garam dalam masyarakat yaitu pengetahuan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan pengetahuan terhadap konsumsi garam pada penderita hipertensi di Desa Semanding. Penelitian ini menggunakan desain crossectional dengan populasi penderita hipertensi di Desa Semanding dan sampel sejumlah 70 penderita hipertensi. Penentuan sampling dilakukan menggunakan teknik accidental sampling. Metode pengumpulan data berupa survey dengan pembagian kuesioner dengan variabel independen yaitu pengetahuan dan dependen yaitu tingkat konsumsi garam. Data yang didapat akan diolah dan dianalisis secara univariabel melalui distribusi frekuensi dan bivariabel dengan uji chi square. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 47 (67,1%) responden memiliki pengetahuan yang rendah dan 54 (77,1%) responden memiliki tingkat konsumsi garam yang rendah. Uji chi square yang dilakukan menghasilkan ρ=0,048<0,05 yang dapat diartikan bahwa terdapat hubungan antara variabel pengetahuan dengan tingkat konsumsi garam pada penderita hipertensi di Desa Semanding. Walaupun terdapat hubungan tetapi hubungannya cukup lemah karena mendekati 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu perlu diadakan kegiatan promosi kesehatan secara rutin di posyandu dan saat perkumpulan masyarakat di Desa Semanding

    27,272

    full texts

    28,972

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇