Jurnal Online Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Not a member yet
28972 research outputs found
Sort by
Analisis Faktor Sanitasi Lingkungan dan Perilaku Penghuni Terhadap Keberadaan Tikus di Permukiman Padat Kota Batam
Keberadaan tikus dapat dipengaruhi dari kondisi sanitasi lingkungan rumah yang Perilaku penghuni rumah yang dapat menyebabkan keberadaan tikus. Peneliti ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Sanitasi Lingkungan Rumah Dan Perilaku Penghuni Rumah Dengan Keberadaan Tikus di Kampung Agas RW 04 RT 01 Kota Batam Tahun 2024.Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan Sanitasi Lingkungan Rumah dan Perilaku Penghuni Rumah dengan Keberadaan Tikus. Sampel penelitian adalah seluruh warga di Kampung Agas RT 01 yang berjumlah 100 responden. Teknik sampel yang digunakan adalah total sampling. Hasil analisis uji Chi Square menunjukkan bahwa adanya hubungan pencahayaan dengan keberadaan tikus (p value = 0,021), kondisi tempat pembuangan sampah dengan keberadaan tikus (p value = 0,002), kondisi saluran pembuangan air limbah (SPAL) dengan keberadaan tikus (p value = 0,027), perilaku penghuni rumah dengan keberadaan tikus (p value = 0,007). Kesimpulan dari penelitian terdapat hubungan antara sanitasi lingkungan rumah dan perilaku penghuni rumah dengan keberadaan tikus. Saran dari hasil penelitian ini diharapkan masyarakat lebih memperhatikan sanitasi lingkungan sekitar dan mengurangi kebiasaan yang dapat mengundang keberadaan tikus
The Role Of Running Water Availability And Infection Prevention And Control Training In Enhancing Healthcare Workers' Practices: A Systematic Literature Review And Meta-Analysis
Abstract
Background: Infection prevention and control training and access to running water are essential components of infection prevention. However, gaps in their implementation have been linked to suboptimal practices among healthcare workers, highlighting the need for improved training programs and infrastructure to mitigate infection risks globally.
Aim: The objective of this systematic review was to assess the role of running water availability and infection prevention and control training in enhancing healthcare workers' practices.
Methods: A systematic review analyzed studies (2014–2024) on running water availability and infection prevention and control training's impact on healthcare workers' practices. A random-effects model calculated adjusted odds ratios, with heterogeneity and publication bias assessed using forest and funnel plots, respectively, highlighting the importance of these factors in improving infection prevention practices.
Results: We analyzed 171 abstracts, selecting 10 studies (7 on infection prevention and control training, 5 on running water) with a total of 3,818 healthcare workers. Infection prevention and control training improved good practices (AOR = 2.26; 95%CI = 2.01–2.53). Access to running water also enhanced practices (AOR = 1.96; 95%CI = 1.53–2.50). Publication bias was not significant.
Discussion: Infection prevention and control training and running water access significantly improve healthcare workers’ practices. Healthcare facilities should implement mandatory infection prevention and control training and ensure access to running water to enhance infection prevention practices, particularly in resource-limited settings. Further research is needed to address publication bias and assess long-term outcomes
Kadar Sitokin pada Dengue Hemorrhagic Fever
Disregulasi sitokin memainkan peran utama dalam patogenesis demam berdarah dengue (DBD), yang memengaruhi derajat keparahan penyakit melalui interaksi imun yang kompleks. Studi terbaru mengungkapkan profil sitokin yang berbeda antara demam dengue (DF) dan DBD, dengan implikasi pada luaran klinis dan strategi terapeutik. Metode penelitian ini adalah studi literatur dengan menggunakan pendekatan scoping review. Subjek penelitian ini adalah kumpulan literatur yang berisi penelitian terdahulu yang berkaitan dengan judul penelitian ini. Sumber literatur berjumlah 10 jurnal yang diperoleh melalui penelusuran menggunakan database yang terdiri dari Pubmed, Google Scholar, NCBI, dan ScienceDirect. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa disregulasi sitokin sangat penting dalam patogenesis demam berdarah dengue (DBD), dengan peningkatan kadar sitokin proinflamasi seperti TNF-α dan IL-6 yang berkorelasi dengan tingkat keparahan penyakit. Infeksi sekunder menunjukkan kadar sitokin yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan infeksi primer, yang mengindikasikan respons inflamasi yang lebih kuat. Infeksi DENV2 dikaitkan dengan profil sitokin yang lebih kuat dan tingkat keparahan yang lebih besar daripada DENV1. Ketidakseimbangan antara sitokin pro-inflamasi dan anti-inflamasi, terutama tingkat IL-10 yang lebih rendah pada DBD, berkontribusi terhadap disfungsi endotel dan kebocoran plasma. Dengan menargetkan keseimbangan sitokin diharapkan dapat memberikan potensi terapi, sehingga menyoroti perlunya penelitian lebih lanjut mengenai dinamika sitokin dan perannya dalam DBD
Penerapan Tree Emotion dan Word Affirmation (Tema) Sebagai Teknik Ekspresi Emosi untuk Menurunkan Tingkat Depresi pada Lansia di Panti Tresna Werdha Yogyakarta
Latar Belakang: Lansia di Indonesia menghadapi prevalensi depresi tinggi (sekitar 32%), terutama di panti werdha, akibat isolasi sosial, penurunan fungsi tubuh, dan minimnya dukungan emosional. Terapi farmakologis memiliki keterbatasan seperti efek samping dan risiko ketergantungan. Oleh karena itu, diperlukan intervensi non-farmakologis seperti TEMA yang menggabungkan ekspresi emosi visual (Tree Emotion) dan verbal (Word Affirmation) untuk mengatasi hambatan komunikasi emosional pada lansia. Tujuan: Menganalisis efektivitas teknik TEMA dalam menurunkan tingkat depresi pada lansia di Panti Tresna Werdha Yogyakarta. Metode: Penelitian menggunakan desain quasi-experimental one group pretest-posttest dengan sampel 7 lansia (purposive sampling). Instrumen pengukuran depresi adalah Geriatric Depression Scale (GDS). Hasil: Hasil pretest menunjukkan skor GDS subjek masuk kategori depresi sedang-berat. Setelah intervensi, 5 dari 7 subjek mengalami penurunan skor dan dua subjek lain skornya stabil. Analisis statistik membuktikan perbedaan signifikan antara pretest dan posttest (p=0,017). Kesimpulan: Teknik TEMA secara statistik efektif menurunkan depresi pada lansia, dengan kombinasi ekspresi emosi visual dan verbal sebagai kunci keberhasilan. Implementasinya direkomendasikan sebagai terapi komplementer di panti jompo untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis lansi
Modifikasi Program Creating Opportunities For Parent Empowerment (COPE) Terhadap Penurunan Stres Orang Tua di Pediatric Intensive Care Unit (PICU)
Abstrak
Modifikasi program Creating Opportunities for Parent Empowerment (COPE) merupakan program pemberdayaan orang tua dalam peningkatan pengetahuan, keterlibatan serta keterampilan orang tua dalam perawatan anak khususnya di PICU. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh modifikasi program COPE terhadap penurunan stres orang tua di PICU. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan desain penelitian Quasi Experimental menggunakan kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Sampel penelitian adalah 56 responden yang diambil berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi dengan cara simple random sampling. Data yang diambil menggunakan alat ukur Parental Stress Scale (PSS). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa orang tua di PICU mayoritas berusia dewasa awal (20-44 tahun), didominasi oleh Ibu, berasal dari suku Melayu, mayoritas responden di kelompok eksperimen mengalami stres berat saat pretest (89,3%), lalu menurun menjadi stres ringan (100%). Sementara itu, pada kelompok kontrol, stres berat tetap dominan (92,9%) baik saat pretest maupun posttest. Terdapat perbedaan rata-rata penurunan stres orang tua di PICU pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol setelah dilakukannya intervensi modifikasi program COPE pada uji statistik mann whitney dengan p value 0,000 < α 5% (p < 0,05). Kesimpulannya modifikasi program COPE dapat menurunkan stres orang tua di Pediatric Intensive Care Unit (PICU), dan direkomendasikan untuk dilakukan oleh tenaga keperawatan sebagai program yang penting untuk menurunkan stres pada yang merawat ank kritis di PICU.
Kata kunci: Program Creating Opportunities for Parent Empowerment (COPE), Stres Orang Tua, Pediatric
Intensive Care Unit
Abstract
Modification of Creating Opportunities for Parent Empowerment (COPE) program empowers parents by boosting their knowledge, involvement, and skills in caring for their child especially in the Pediatric Intensive Care Unit (PICU). This study aimed to evaluate the impact of the modified COPE program on reducing parental stress in the PICU.This quantitative study used a quasi-experimental design with control and intervention groups. A total of 56 respondents, selected through simple random sampling based on inclusion and exclusion criteria, participated. Parental stress was measured using the Parental Stress Scale (PSS). Reseacrh findings so that most parents in the PICU were aged 20–44, primarily mothers, and mostly of Malay ethnicity. In the intervention group, severe stress was high at pre-test (89.3%), but after the program all parents reported only mild stress (100%). In contrast, the control group remained predominantly in the severe stress range at both pre-test and post-test (92.9%). There was a significant difference in the average reduction of parental stress between the experimental and control groups following the modified COPE program intervention, as measured by the Mann–Whitney test. Modification of COPE program significantly reduced parental stress in the PICU. It is recommended as an essential intervention for nursing staff to support parents of hospitalized children.
Keywords: Creating Opportunities for Parent Empowerment (COPE) Program, Parental Stress, Pediatric
Intensive Care Uni
Efektivitas Pelatihan Btcls Berbasis Blended Learning Terhadap Kepuasan dan Peningkatan Kompetensi Peserta di Bapelkes Mataram
Abstract
Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) training has played an important role in improving the preparedness of health workers in dealing with emergency conditions. The blended learning method as a solution to limited resources and time, as well as to increase the effectiveness of training. Purpose: To find out the level of satisfaction and competency improvement of participants with BTCLS training based on blended learning. Methods: This study was a quantitative study using a cross-sectional survey of one group pre-post test design, with a sample of 73 trainees. Data were collected through standardized questionnaires and statistically analyzed using fisher exact test and paired t-test, with a significance level of p ≤ 0.005. Results: Showed that instructor quality, material accuracy, and organizer facilities were significantly related to participant satisfaction (Sig ≤ 0.01). The paired t-test also showed a significant increase in pre-test and post-test scores in all professional groups (p ≤ 0.05), so that the training provided proved to be effective in improving the competence of participants and needed to be continuously developed. Conclusion: The blended learning method has been shown to be effective in increasing trainee satisfaction and competence. The quality of the instructor and the relevance of the material are the main factors that affect participant satisfaction. Strengthening of practice aspects and curriculum adjustments is recommended to ensure the sustainability of BTCLS training. This research will be carried out at the Mataram Health Agency in 2025.
Keywords: Participant satisfaction; BTCLS; Blended Learning; Quality of Instructors; Quality of Organizer
PELATIHAN PENGENALAN SASTRA ANAK BERKARAKTER MELALUI ETHNO ASSESMENT BERBANTUAN WORLDWALL PADA GURU SD
Masalah utama yang dihadapi oleh guru di SD 2 Megawon yaitu kurangnya pengetahuan mengenai sastra anak, minimnya penggunaan media pembelajaran yang menarik, dan keterbatasan alat assessment yang interaktif. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam pengenalan dan pengajaran sastra anak yang berkarakter di SD 2 Megawon melalui metode Ethno-Assessment berbantuan platform Worldwall. Pelaksanaan program melalui tahapan metode pelaksanaan berikut, yaitu perencanaan, pelaksanaan, follow up, evaluasi dan simulasi. Hasil dari pelatihan pengenalan sastra anak berkarakter melalui Ethno-Assessment berbantuan Wordwall di SD 2 Megawon memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi guru dalam mengenalkan dan mengajarkan sastra anak. Guru menjadi lebih terampil dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai alat assesment yang interaktif, yang berkontribusi pada meningkatnya keterlibatan siswa serta pemahaman siswa terhadap sastra anak. Evaluasi pelatihan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam menyusun alat assessment berbasis digital, yang mendukung proses pembelajaran yang lebih menarik dan efektif. Berdasarkan hasil, pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kualitas pengajaran sastra anak tetapi juga membantu guru dalam mengadaptasi teknologi pendidikan secara lebih optimal
INTENSIF KELAS REVIT TINGKAT DASAR BAGI PELAJAR KOTA LHOKSEUMAWE
Pengembangan intelektual individu tidak bisa berlangsung dengan mudah, pengenalan beragam profesi yang tersedia di dunia kerja sebaiknya dilakukan sejak dini untuk mereka. Perancangan model bangunan dalam bidang arsitektur saat ini tidak lagi dilakukan secara manual, melainkan telah beralih ke dalam ranah digital. Desainer dan pemilik proyek kini dapat menyaksikan proses desain tanpa terhambat oleh waktu dan lokasi. Untuk mengejar ketertinggalan perkembangan teknologi yang melaju lebih cepat dibandingkan dengan pemahaman intelektual masyarakat, lahirlah ide untuk memperkenalkan kemajuan digital dalam visualisasi desain bangunan kepada pelajar di Kota Lhokseumawe sejak awal. Aktivitas pengabdian masyarakat ini terbagi menjadi dua aspek, yang pertama adalah pengenalan terhadap platform digital BIM dalam program Revit sebagai alat untuk merancang bangunan secara digital dengan mengacu pada standar terkini yang relevan. Selanjutnya, merupakan pelatihan praktis menggunakan platform digital BIM dalam program Revit melalui pembuatan model visual bangunan sederhana yang telah ditentukan sebelumnya. Meskipun pengenalan platform desain bangunan digital ini masih terbilang baru untuk siswa, seiring berjalannya waktu, mereka mulai menunjukkan rasa ingin tahu yang besar yang menjadi indikasi berkembangnya ketertarikan mereka di bidang Arsitektur. Pengaruh dari pengenalan platform digital ini terhadap pelajar di Kota Lhokseumawe dapat dilihat melalui meningkatnya ketertarikan mereka dalam menciptakan visual desain bangunan sebagai sebuah minat dan bakat untuk mendalami dunia arsitektur lebih dalam
PELATIHAN PENGENALAN DASAR PEMROGRAMAN DAN LOGIKA ALGORITMA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN LITERASI DIGITAL
Literasi digital merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki masyarakat di era transformasi digital saat ini. Sayangnya, masih banyak kelompok masyarakat dari berbagai latar belakang yang belum memahami dasar-dasar pemrograman dan logika algoritma sebagai fondasi berpikir digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan konsep dasar pemrograman dan logika algoritma melalui pelatihan interaktif secara daring kepada 28 peserta dari berbagai kalangan. Pelatihan dilaksanakan pada 6 Februari 2025 melalui aplikasi Zoom dengan pendekatan pembelajaran partisipatif dan praktik langsung menggunakan platform visual sederhana yang sesuai untuk pemula. Metode pelaksanaan mencakup tahap persiapan materi, pelaksanaan pelatihan, diskusi interaktif, dan evaluasi hasil kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan pemahaman terhadap logika berpikir algoritmik dan dasar pemrograman, serta menunjukkan antusiasme dalam mengembangkan solusi digital sederhana. Pelatihan ini juga mendorong peserta untuk berpikir sistematis dan kreatif dalam memecahkan masalah. Kesimpulannya, kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan literasi digital masyarakat dan dapat dijadikan model pelatihan serupa di masa depan untuk kelompok sasaran lainnya
PENDAMPINGAN IMPLEMENTASI KEBIJAKAN K3 BAGI PEGAWAI UP3 DAN ULP PT. PLN (PERSERO) DI WILAYAH NUSA TENGGARA TIMUR
Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendampingi implementasi kebijakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) dan Unit Layanan Pelanggan (ULP) PT PLN (Persero) Wilayah Nusa Tenggara Timur. Melalui pendekatan partisipatif dan praktis, kegiatan ini melibatkan 40 pegawai dalam rangkaian sosialisasi, pelatihan teknis, diskusi kelompok, serta pendampingan lapangan yang berfokus pada penerapan langsung prinsip-prinsip K3. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman terhadap kebijakan, kepatuhan terhadap prosedur operasional, serta keterampilan teknis terkait keselamatan kerja. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada ketiga aspek tersebut. Pendekatan ini terbukti efektif dalam membentuk perilaku kerja yang lebih aman serta menumbuhkan budaya K3 yang kuat di lingkungan kerja. Keterlibatan aktif manajemen, komitmen pimpinan, serta metode pembelajaran yang interaktif dan aplikatif menjadi faktor penting dalam keberhasilan program ini. Kegiatan serupa sangat direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkala di unit PLN lainnya guna menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, produktif, dan berkelanjutan sesuai standar K3 nasional maupun internasional