Jurnal Online Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Not a member yet
28972 research outputs found
Sort by
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN LOW BACK PAIN PADA TENAGA KESEHATAN
Keluhan Low back pain (LBP) menjadi salah satu masalah kesehatan kerja yang umum dialami oleh tenaga kesehatan, terutama yang terpapar aktivitas fisik berulang dan tekanan psikologis terutama tenaga Kesehatan di Puskesmas Sulamadaha yang sering mengeluh sakit punggung ketika setelah bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan keluhan low back pain pada tenaga kesehatan di Puskesmas Sulamadaha, Kota Ternate. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross-Sectional. Sampel sebanyak 80 tenaga kesehatan dipilih menggunakan teknik total sampling. Analisis data dilakukan dengan uji Chi- Square. Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara masa kerja (p = 0,964), indeks massa tubuh (IMT) (p = 0,232), kebiasaan olahraga (p = 0,264), dan riwayat keluhan tulang belakang (p = 0,452) dengan keluhan Low back pain. Sebaliknya, terdapat hubungan yang bermakna antara stres kerja (p = 0,000) dan repetisi gerakan (p = 0,001) dengan keluhan low back pain. Hasil analisis regresi logistik menunjukkan bahwa stress kerja merupakan faktor yang paling dominan dengan nilai p = 0,000 dan odds ratio (Exp(B)) = 7.019, diikuti oleh repetisi dengan nilai p = 0,001 dan Exp(B) = 0,0.126. Kesimpulannya stress kerja merupakan faktor paling dominan yang berhubungan dengan keluhan Low back pain pada tenaga kesehatan di Puskesmas Sulamadaha Kota Ternate
INSPEKSI ALAT PEMADAM API RINGAN (APAR) BERDASARKAN PERMENAKER NO.4 TAHUN 1980 TENTANG PEMASANGAN DAN PEMELIHARAAN ALAT PEMADAM API RINGAN DI PT SEMEN BATURAJA TBK PADA PABRIK II TAHUN 2025
Alat Pemadam Api Ringan (APAR) memegang peranan krusial sebagai lini pertahanan pertama dalam menghadapi kebakaran tahap awal. Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang ditempatkan secara strategis dan dalam kondisi siap pakai dapat meminimalkan dampak kebakaran, melindungi pekerja, dan mengamankan aset perusahaan. Oleh karena itu, inspeksi dan pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang rutin pada Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan menganalisis pelaksanaan inspeksi dan pemeliharaan APAR di PT Semen Baturaja Tbk Pabrik Baturaja II. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Manfaatnya adalah meningkatkan kesiapan Apar dalam menghadapi darurat, mengurangi risiko kerugian material dan korban jiwa serta kesadaran para pekerja pentingnya Apar dan cara penggunaanya. Hasil dari wawancara 3 Informan menunjukkan bahwa Inspeksi APAR di PT Semen Baturaja Tbk sudah sesuai dengan Permenaker No.4 Tahun 1980. Berdasarkan pembahasan mengenai Inspeksi APAR ini dapat disimpulkan bahwa perusahaan telah sesuai dengan prosedur Inspeksi APAR yang terstruktur dan mengacu pada Permenaker No.4 Thaun 1980. Saran: Tingkatkan pelatihan dan sertifikasi petugas inspeksi Apar, Optimasi sistem dokumentasi digital, Audit internal berkala yang lebih intensif, Analisis Akar masalah Apar yang bermasalah, Sosialisasi dan memberikan edukasi kepada karyawan bukan hanya kepada petugas inspeksi, Pengadaan Apar berdasarkan penilaian risiko nya, dan Sebaiknya perusahaan dapat mengadakan pelatihan penggunaan apar untuk petugas inspeksi atau pun karyawan harus dilakukan 2-3 kali pelatihan dalam 1 tahun dikarenakan untuk memastikan bahwa setiap karyawan ataupun petugas tidak lupa tata cara penggunaan Apar dengan baik dan benar
HUBUNGAN POSTUR TUBUH DENGAN TEXT NECK SYNDROME: TINJAUAN PUSTAKA
Perkembangan teknologi digital membuat penggunaan gawai menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Namun, penggunaan gawai dalam waktu lama dengan postur tubuh yang tidak tepat dapat menimbulkan gangguan muskuloskeletal, salah satunya Text Neck Syndrome (TNS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara postur tubuh dengan kejadian TNS melalui kajian literatur. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelusuri artikel dari berbagai sumber ilmiah menggunakan kata kunci “text neck syndrome”, “forward head posture”, dan “neck pain”. Dari hasil telaah, diperoleh delapan artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa postur tubuh, khususnya posisi kepala yang menunduk atau forward head posture, memiliki hubungan signifikan dengan kejadian TNS. Posisi tersebut menyebabkan peningkatan tekanan pada tulang servikal yang dapat menimbulkan nyeri, kekakuan otot, hingga gangguan pada kelengkungan leher. Kajian ini menegaskan pentingnya penerapan postur ergonomis saat menggunakan gawai untuk mencegah TNS
STUDI KASUS PADA PASIEN SKIZOFRENIA TIPE DEPRESI DENGAN RISIKO PERILAKU KEKERASAN DI RS JIWA GRHASIA
Gangguan skizofrenia tipe depresi merupakan kondisi kejiwaan kompleks yang menyebabkan gejala psikotik dan afektif, sering kali memicu risiko perilaku kekerasan jika tidak ditangani secara holistik. Laporan ini mengangkat kasus seorang pasien perempuan berusia 51 tahun asal Yogyakarta, yang dirawat di rumah sakit jiwa dengan gejala utama berupa amarah yang tidak dapat terkontrol, merusak benda disekitarnya, halusinasi pendengaran, dan riwayat percobaan bunuh diri. Pendekatan keperawatan dilakukan secara menyeluruh selama enam hari, mencakup intervensi preventif terhadap kekerasan, pelatihan komunikasi asertif, terapi relaksasi, dan terapi spiritual berupa dzikir. Hasil menunjukkan penurunan signifikan terhadap ekspresi emosi negatif, peningkatan kontrol diri, dan keterlibatan pasien dalam aktivitas spiritual sebagai mekanisme koping baru. Laporan ini memperlihatkan pentingnya integrasi pendekatan spiritual dalam praktik keperawatan jiwa sebagai sarana pemulihan yang bermakna secara kognitif dan emosional. Studi ini menjadi salah satu laporan kasus yang mendeskripsikan efektivitas terapi dzikir dalam penanganan risiko perilaku kekerasan pada pasien dengan skizofrenia tipe depresi di konteks keperawatan Indonesia
HUBUNGAN KEAMANAN PANGAN, PERILAKU HIDUP SEHAT, DAN TINGKAT KONSUMSI DENGAN STATUS GIZI BALITA
Masa 1000 Hari Pertama Kehidupan adalah periode emas yang berperan penting dalam menentukan kualitas kesehatan dan perkembangan balita pada tahap selanjutnya. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan optimal terhadap kesehatan balita, termasuk dalam hal asupan pangan, pola pengasuhan, serta lingkungan yang bersih dan sehat untuk menurunkan risiko permasalahan gizi. Studi yang dilaksanakan mempunyai tujuan dalam menganalisis hubungan antara keamanan pangan ibu, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta tingkat konsumsi balita dengan status gizi balita. Studi mempergunakan desain observasional kuantitatif mempergunakan pendekatan cross-sectional. Populasi studi yakni ibu dengan balita berusia 6–24 bulan di Kelurahan Sidotopo Wetan, Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya. Sebanyak 65 responden dipilih menggunakan metode simple random sampling. Data dilakukan pengumpulan dengan kuesioner yang sudah dilakukan pengujian validitas dan reliabilitasnya serta formulir food recall 2×24 jam. Analisis data dilakukan mempergunakan uji Spearman Rank dengan tingkat signifikansi p<0,05. Temuan studi mengindikasikan terdapatnya hubungan yang signifikan antara tingkat konsumsi kalori dengan status gizi balita menurut indeks BB/PB (p=0,0002). Tetapi, tidak ditemui hubungan yang signifikan antara keamanan pangan, perilaku hidup bersih dan sehat, dan tingkat konsumsi protein, lemak, serta karbohidrat pada status gizi balita. Dengan demikian, bisa ditarik Kesimpulan jika status gizi balita lebih dipengaruhi oleh tingkat konsumsi kalori, sementara faktor keamanan pangan, PHBS, dan asupan zat gizi makro lainnya tidak menunjukkan hubungan yang bermakna
APPLICATIONS OF HEALTH BEHAVIOR THEORIES IN DIETARY BEHAVIOR CHANGE INTERVENTIONS : A SCOPING REVIEW
Perilaku makan merupakan salah satu faktor risiko penyakit kronis. Namun, banyak tantangan ditemukan dalam upaya mengubah perilaku makan masyarakat. Teori perilaku kesehatan menunjukkan faktor-faktor penentu perubahan perilaku pada level individu dan lingkungan sebagai panduan dalam merancang program intervensi. Studi intervensi telah menunjukkan efek positif dari intervensi berbasis teori dalam mengubah perilaku makan. Akan tetapi, penelitian yang mengukur perubahan konstruk teori terkait perilaku makan masih terbatas. Scoping review ini menelusuri dampak dari program intervensi berbasis teori pada perubahan konstruksi teori dan perilaku makan, sekaligus mendeskripsikan strategi intervensi yang digunakan. Pencarian artikel dilakukan melalui PubMed untuk randomized controlled trials (RCTs) yang dipublikasikan tahun 2014–2024, melibatkan orang dewasa (≥19 tahun), dan memberikan intervensi berbasis teori untuk mengubah perilaku makan. Empat belas studi dimasukkan dalam scoping review ini. Theory of Planned Behavior adalah yang paling sering digunakan (n=7). Durasi intervensi antara 2 minggu hingga 12 bulan (median 10 minggu). Strategi yang diterapkan meliputi rangkaian edukasi sesuai karakteristik target sasaran, pembelajaran praktik, serta pendampingan intensif. Intervensi seperti ini mampu meningkatkan konstruk teori seperti efikasi diri, niat, sikap, serta memperbaiki pola makan. Namun, belum ada studi yang secara langsung mengevaluasi hubungan antara peningkatan konstruk teori dengan perubahan perilaku makan. Selain itu, hanya sedikit studi yang mengevaluasi efek jangka panjang lebih dari enam bulan. Studi ini menyimpulkan bahwa intervensi berbasis teori dapat memperbaiki konstruk teori dan perilaku makan melalui rangkaian edukasi yang terstruktur dan pengalaman praktis. Penelitian selanjutnya sebaiknya mengevaluasi dampak jangka panjang dan analisis mediasi untuk memperjelas bagaimana perubahan pada konstruks teori memengaruhi perilaku makan
ANALISIS PENERAPAN TEKNIK RELAKSASI AUTOGENIK UNTUK MENURUNKAN KADAR GULA DARAH PADA NY. R DENGAN DIABETES MELITUS TIPE II DI RUANG MELATI 2 RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BAKTI PAJAJARAN
Diabetes melitus tipe II merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi insulin, resistensi insulin, atau keduanya. Kondisi ini dapat menimbulkan komplikasi serius apabila tidak dikendalikan dengan baik. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu menurunkan kadar glukosa darah adalah teknik relaksasi autogenik. Karya ilmiah ini bertujuan untuk menganalisa penerapan teknik tersebut pada Ny. R. Intervensi dilakukan selama 3 hari dengan durasi 15–20 menit per sesi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kadar glukosa darah pasien mengalami penurunan dari 258 mg/dL menjadi 194 mg/dL pada hari ketiga. Hal ini mengindikasikan bahwa relaksasi autogenik berpengaruh terhadap penurunan kadar glukosa darah melalui mekanisme penurunan stres dan peningkatan relaksasi fisiologis. Dengan demikian, teknik relaksasi autogenik dapat dijadikan sebagai salah satu terapi komplementer dalam asuhan keperawatan pasien diabetes melitus tipe II.
 
HUBUNGAN JENIS DAN CARA PENGOLAHAN TANAMAN GALACTOGOGUE DENGAN KELANCARAN ASI PADA IBU MENYUSUI
Air Susu Ibu (ASI) memiliki peran penting dalam pertumbuhan, perkembangan, serta daya tahan tubuh yang merupakan nutrisi yang sangat dibutuhkan oleh bayi. Namun, ada permasalah beberapa ibu belum menghasilkan ASI secara lancar sehingga diperlukan upaya alternatif, salah satunya melalui pemanfaatan terapi herbal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan jenis dan cara pengolahan tanaman lactogogue dengan kelancaran ASI pada ibu menyusui. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu menyusui yang memiliki bayi usia 0-6 bulan yang berjumlah 111 orang, sampel dipilih dengan teknik purposive sampling sebanyak 53 responden. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang mencakup data karakteristik, jenis tanaman, cara pengolahan, dan kelancaran ASI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasil menunjukkan bahwa yang menggunakan jenis tanaman lactoguge kacang hijau seluruhnya 4 responden (100%) memiliki kelancaran ASI yang lancar. Hasil uji chi square menunjukkan nilai p=0,025; dengan α=0,05, maka p<α) sehingga dapat diartikan ada hubungan yang signifikan antara penggunaan jenis tanaman lactoguge dengan kelancaran ASI. Cara pengolahan tanaman lactogogue direbus sebagian besar yaitu 10 responden (79,6%) memiliki kelancaran ASI yang lancar. Hasil uji chi square menunjukkan nilai p=0,048; dengan α=0,05, maka p<α) sehingga dapat diartikan ada hubungan yang signifikan antara cara pengolahan tanaman lactogogue dengan kelancaran ASI. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa jenis dan cara pengolahan tanaman lactogogue yang digunakan ibu menyusi berhubungan secara signifikan dengan kelancaran ASI, diharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan untuk alternatif dalam memperlancar ASI untuk ibu menyusui
EFEKTIVITAS MEDIA BELAJAR BERDASARKAN GAYA BELAJAR TERHADAP PENINGKATAN SKILL LABORATORY ASUHAN PERSALINAN
Tingginya Angka kematian ibu masih menjadi masalah global saat ini. Kehadiran bidan yang kompeten merupakan faktor utama dalam menurunkan angka kematian ibu. Bidan dengan kompetensi yang baik dihasilkan dari institusi kebidanan profesional. Pendidikan kebidanan yang memiliki kualitas yang baik mempunyai peranan yang sangat penting dalam menghasilkan lulusan kebidanan yang berkompeten yang memungkinkan terjadinya perubahan pada angka kematian maternal dan neonatal. Tujuan penelitian ini adalah Menganalisis Peningkatan Keterampilan Skill Lab Asuhan Kala II Persalinan setelah menggunakan media belajar Buku Saku, Audio musik dan Phantom berdasarkan gaya belajar mahasiswa kebidanan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Posttest-only control group design, jumlah sampel 90 mahasiswa kebidanan. Analisis data menggunakan uji friedman dan Mann Whitney. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu buku saku, audio musik dan phantom. Hasil penelitian didapatkan rata-rata nilai keterampilan praktik asuhan kala II dianalisis menggunakan uji Friedman didapatkan nilai p=0.01 < 0.05. Hasil analisis menggunakan Uji Mann Whitney diperoleh Mean Rank keterampilan pada kelompok media belajar yang sesuai dengan gaya belajarnya (46.79) dan kelompok yang tidak sesuai dengan gaya belajarnya lebih rendah yaitu (44.21). Adapun perolehan nilai p=0.570 (>0.05) yang artinya kelompok yang diberikan media yang sesuai dan tidak sesuai dengan gaya belajarnya sama-sama mampu meningkatkan keterampilan asuhan kala II persalinan pada mahasiswa kebidanan, meskipun demikian kelompok yang diberikan media sesuai dengan gaya belajarnya memiliki peningkatan yang lebih tinggi. Kesimpulan dalam penelitian ini Penggunaan Media belajar yang sesuai dan tidak sesuai dengan gaya belajar sama-sama efektif dalam meningkatkan keterampilan skill laboratory asuhan persalinan.
Kata Kunci : asuhan persalinan, gaya belajar, keterampilan skill lab, media belajar
 
INTEGRASI TEORI JOB DEMANDS–RESOURCES (JD-R) DAN CONSERVATION OF RESOURCES (COR) DALAM MEMAHAMI STRES KERJA TENAGA KESEHATAN DI ERA DIGITAL: LITERATUR RIVIEW
Transformasi digital dalam sistem pelayanan kesehatan di Indonesia telah membawa kemajuan besar dalam efisiensi dan akuntabilitas, tetapi juga menghadirkan konsekuensi baru terhadap kesejahteraan psikososial tenaga kesehatan. Implementasi berbagai aplikasi seperti e-Puskesmas, P-Care BPJS, dan SIKDA menciptakan tuntutan digital berbasis target (digital job demands) yang sering kali memperluas beban administratif dan meningkatkan risiko technostress apabila tidak disertai dukungan sumber daya yang memadai. Artikel tinjauan literatur ini bertujuan mengkaji secara kritis mekanisme stres kerja tenaga kesehatan di era digital melalui integrasi dua pendekatan teoretis utama, yaitu Job Demands–Resources (JD-R) dan Conservation of Resources (COR). Pencarian literatur dilakukan melalui basis data Scopus, PubMed, dan ScienceDirect dengan kata kunci technostress, digital job demands, job resources, healthcare workers, dan COR theory. Dari hasil telaah terhadap 42 publikasi ilmiah periode 2020–2025, ditemukan bahwa peningkatan tuntutan digital cenderung memicu kehilangan sumber daya (resource loss) seperti waktu, energi, dan kontrol kerja, yang berkontribusi terhadap meningkatnya stres dan burnout. Sebaliknya, job resources seperti dukungan organisasi, pelatihan digital, otonomi kerja, dan literasi teknologi terbukti berperan sebagai faktor protektif terhadap tekanan digital. Integrasi teori JD-R dan COR memberikan kerangka konseptual yang lebih komprehensif untuk menjelaskan dinamika adaptasi tenaga kesehatan terhadap sistem digital, sekaligus menawarkan arah baru bagi pengembangan strategi manajemen stres berbasis sumber daya yang lebih manusiawi di layanan primer Indonesia