Jurnal Online Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Not a member yet
28972 research outputs found
Sort by
Analisis Komunikasi, Motivasi, dan Lingkungan Kerja Melalui Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai di Instalasi Pelayanan Private Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh komunikasi internal, motivasi, serta lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan, dengan menempatkan kepuasan kerja sebagai variabel antara. Latar belakang masalahnya adalah Instalasi Pelayanan Private RS Wahidin Sudirohusodo Makassar, yang seharusnya menjadi layanan unggulan untuk meningkatkan reputasi dan pendapatan, justru belum mencapai target kontribusi keuangan dan tingkat kepuasan pasien, suatu kesenjangan yang perlu dikaji dari perspektif faktor internal SDM. Data berupa kuesioner yang dikumpulkan dengan menggunakan skala likert yang diberikan kepada 70 pegawai dari berbagai level jabatan, ditambah wawancara terbatas dan kajian dokumen laporan kinerja. Metode analisis jalur digunakan untuk menginvestigasi pengaruh langsung dan tidak langsung dari komunikasi internal, motivasi, lingkungan kerja, kepuasan kerja, dan kinerja. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pegawai yang memiliki motivasi kuat dan berada dalam lingkungan kerja yang nyaman menunjukkan peningkatan kinerja yang signifikan, yang terlihat dari produktivitas, mutu layanan, serta rasa puas dalam bekerja. Sebaliknya, komunikasi internal belum berdampak substansial terhadap peningkatan tersebut. Berdasarkan temuan itu, rekomendasi praktis yang paling prioritas adalah fokus pada dua hal peningkatan motivasi pegawai lewat program pengakuan dan pelatihan, serta penciptaan lingkungan kerja yang lebih produktif. Sistem komunikasi internal yang masih belum optimal juga harus diperbaiki, karena mustahil mengharapkan peningkatan kinerja layanan premium di instalasi ini tanpa pembenahan ketiga aspek tersebut
Efektifitas Electronic Nursing Care (E-NC) Berbasis Standar 3S (SDKI, SLKI dan SIKI) Dalam Meningkatkan Mutu Pendokumentasian Asuhan Keperawatan
Asuhan keperawatan yang berkualitas merupakan salah satu parameter penilaian mutu keperawatan di rumah sakit. Pelaksanaan pendokumentasiannya belum optimal disebabkan kurangnya pengetahuan perawat terkait standar 3S, kurangnya motivasi dalam pendokumentasian dan model dokumentasi masih berbasis manual, sehingga diperlukan strategi pengembangan sistem informasi Electronic Nursing Care (E-NC) untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pendokumentasian asuhan keperawatan di rumah sakit. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis pengaruh pengembangan E-NC terhadap kelengkapan, akurasi dan efisiensi waktu perawat dalam mendokumentasikan asuhan keperawatan. Desain Penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimental. Subjek penelitian dokumen rekam medis (n=104), dengan teknis purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan mann-whitney test. Hasil penelitian menunjukan terdapat perbedaan rerata kelengkapan, akurasi dan efisiensi waktu antara penggunaan SIMGOS dan E-NC (p value 0,000 < 0,05). Sistem E-NC mempengaruhi kelengkapan, akurasi dan efisiensi waktu pendokumentasian asuhan keperawatan. Rumah sakit dapat menggunakan E-NC dalam penerapan pendokumentasian agar lebih efektif dan efisien. Meningkatnya kuantitas dan kualitas pendokumentasian asuhan keperawatan akan berdampak terhadap peningkatan kualitas asuhan yang diberikan oleh perawat.
Kata Kunci: sistem dokumentasi keperawatan, standar 3S, kelengkapan, akurasi, efisiensi wakt
Analisis Faktor-Faktor Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien di UPT Puskesmas Rumbia Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan
Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya kualitas pelayanan kesehatan sebagai faktor penentu kepuasan pasien, terutama pada fasilitas layanan primer seperti Puskesmas. Tingkat kepuasan pasien sangat dipengaruhi oleh persepsi terhadap dimensi kualitas pelayanan, meliputi bukti fisik, keandalan, ketanggapan, jaminan, dan empati. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kualitas pelayanan di UPT Puskesmas Rumbia serta menganalisis pengaruh masing-masing dimensi baik secara parsial maupun simultan terhadap kepuasan pasien. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian berjumlah 14.211 pasien, dengan sampel 99 responden yang ditentukan melalui rumus Slovin dan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui kuesioner, wawancara mendalam, dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, serta uji asumsi klasik. Analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda, didukung uji simultan (F-test), uji parsial (t-test), dan koefisien determinasi (R²). Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa dimensi bukti fisik, keandalan, ketanggapan, dan jaminan berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan pasien, sedangkan empati berpengaruh negatif namun signifikan. Secara simultan, kelima dimensi kualitas pelayanan memberikan pengaruh yang sangat kuat dengan nilai R Square sebesar 0,908, yang berarti 90,8% variasi kepuasan pasien dijelaskan oleh kualitas pelayanan. Saran penelitian ini adalah agar pihak UPT Puskesmas Rumbia terus meningkatkan standar kualitas pelayanan, terutama dalam aspek empati yang masih menunjukkan pengaruh negatif, dengan memperkuat komunikasi interpersonal, kepekaan emosional, dan perhatian terhadap kebutuhan individual pasien
Hubungan Perilaku Sedentari dengan Kejadian Hipertensi dan Diabetes Mellitus pada Pegawai Instansi Pemerintahan di Kota Bukittinggi
Rendahnya kesadaran pekerja dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh dapat menyebabkan masalah kesehatan terutama penyakit tidak menular yaitu hipertensi dan diabetes mellitus. Hal ini berhubungan dengan pola hidup, kurang aktivitas fisik dan kurang konsumsi buah dan sayur. Tujuan penelitian ini menginvestigasi gambaran perilaku sedentary pada pegawai instansi pemerintahan yang mengalami hipertensi dan diabetes mellitus di Kota Bukittinggi. Desain penelitian yang digunakan yaitu cross sectional study yang dilakukan pada 232 sampel. Menggunakan instrumen Sedentary Behavior Questionnaire (SBQ). Analisa data dilakukan menggunakan SPSS 22 dengan uji analisis deskriptif. Hasil penelitian dari 232 responden diperoleh 136 responden mengalami hipertensi dan diabetes, 83.8% pegawai memiliki perilaku sedentary yang tinggi. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku sedentary merupakan permasalahan kesehatan usia produktif di tempat kerja yang dampaknya dapat meningkatkan resistensi insulin, peningkatan denyut jantung serta risiko hipertensi dan diabetes mellitus
Hubungan Tingkat Pengetahuan Caregiver Dengan Kejadian Elder Abuse Pada Keluarga di Kota Padang Tahun 2025
Elder abuse merupakan masalah sosial yang masih sering diabaikan dan dapat menimbulkan dampak serius bagi lansia, keluarga dan masyarakat. Pengetahuan caregiver memiliki peran penting dalam mencegah terjadinya elder abuse. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan caregiver dengan kejadian elder abuse pada keluarga di Kota Padang. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 397 caregiver yang diambil menggunakan teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian kuesioner tingkat pengetahuan caregiver tentang elder abuse. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar caregiver memiliki pengetahuan cukup (65,5%). Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan caregiver dengan kejadian elder abuse (p<0,001). Caregiver dengan pengetahuan rendah lebih berisiko melakukan tindakan elder abuse. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa peningkatan tingkat pengetahuan caregiver sangat diperlukan untuk mengurangi kejadian elder abuse. Pengetahuan yang baik dapat membantu caregiver memahami kebutuhan fisik dan emosional lansia, mengelola stres dengan lebih efektif, serta mencegah terjadinya tindakan elder abuse, sehingga kualitas hidup lansia dapat lebih terjamin
Perbandingan Pengaruh Teknik Meneran Tiup-Tiup dan Valsava terhadap Derajat Ruptur Perineum Pada persalinan di PMB Kabupaten Kampar Tahun 2024
Incorrect pushing during the second stage of labor can cause perineal rupture. Perineal rupture is the second cause of postpartum hemorrhage after uterine atony The purpose of this study was to analyze the comparison of the effect of the inflatable technique and the Valsava technique on the degree of perineal rupture in childbirth during stage II at PMB Kampar Regency in 2024. This type of research is Quasi Experimental Design with posttest only control group design. This study was conducted on August 26 - October 17, 2024 with a total sample of 20 vaginal delivery women, 10 laboring women applying the inflatable technique and 10 laboring women using the valsava technique. The data collection method used accidental sampling technique and data collection using observation sheet. There were 6 respondents (60%) who applied the inflatable technique with degree 0 (no rupture) with a mean of 0.50, while in the valsalva technique there were 7 respondents (70%) with degree 2 perineal rupture with a mean of 1.70 and bivariate analysis with the Mann-Whitney test showed the results of Asymp. Sig. (2-tailed) value p = 0.002 ≤ 0.05
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Perawat Bangsal Rawat Inap di RSUD. Dr. Moewardi Surakarta
Perawat merupakan profesi yang memiliki tugas dalam melakukan penanganan pada perawatan pasien dan asuhan kepada pasien pada rawat jalan, rawat inap, dan pelayanan kegawatdaruratan, kinerja perawat perlu mendapat perhatian agar mutu pelayanan rumah sakit terhadap pasien tetap terjaga. Tujuan penelitian ini untuk menganallisis faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja pada perawat di bangsal rawat inap RSUD Dr. Moewardi. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Variabel independen yaitu pnegaturan jam kerja, kepemimpinan, beban kerja, dan motivasi kerja. Vaiabe dependen adalah kinerja perawat. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober-November 2023. Sampel sebanyak 128 perawat dipilih menggunakan random sampling. Kinerja perawat dapat ditingkatkan dengan pengaturan jam kerja non-shift (aOR=0.47; 95%CI= 0.21 hingga 1.04; p=0.063), kepemimpinan yang baik (aOR=2.55; 95% CI=1.12 hingga 5.77;p=0.025). beban kerja tinggi (aOR=0.69; 95% CI=0.32 hingga 1.51;p=0.356) dan motivasi kerja (aOR=1.05; 95% CI=0.74 hingga 3.40; p=0.931). kinerja perawat dapat ditingkatkan dengan kepemimpinan yang baik dan motivasi kerja yang baik, dan dapat menurun dengan pengaturan kerja non-shift, dan beban kerja yang tinggi. Diharapkan rumah sakit Dr.Moewardi dapat meningkatkan kualitas kepemimpinan dan motivasi sehingga dapat meningkatkan kinerja pada perawat
RANCANG BANGUN ALAT BANTU RADIOGRAFI PADA PEMERIKSAAN ABDOMEN PROYEKSI LEFT LATERAL DECUBITUS
Alat fiksasi radiologi merupakan peralatan yang dirancang khusus yang terbuat dari pelat baja, yang digunakan oleh radiografer untuk membantu manajemen pasien. Dirancang khusus untuk radiografi abdomen proyeksi left lateral decubitus (LLD), alat ini secara efektif menyangga kaset dan mengamankannya pada bagian posterior pasien tanpa memerlukan pegangan manual oleh anggota keluarga. Desainnya memastikan visualisasi penuh abdomen kiri pasien sekaligus meningkatkan keselamatan radiasi bagi pasien, keluarga, dan staf. Penelitian ini bertujuan untuk merancang alat fiksasi dan mengevaluasi kinerjanya melalui serangkaian penilaian fungsional. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen dengan metode research dan development, yakni metode penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan suatu produk dan mengevaluasi efektivitas penggunaanya. Pengumpulan data dilakukan melalui uji fungsi alat fiksasi dalam pemeriksaan abdomen dengan proyeksi LLD yang di lakukan di RSI Muhammadiyah Kendal pada bulan Mei hingga Juni 2025. Berdasarkan hasil uji fungsi, alat ini memperoleh presentase penilaian 91% dari para responden yang menunjukkan bahwa alat fiksasi ini dinilai layak untuk digunakan. Namun alat ini memiliki beberapa kekurangan, antara lain dari segi kenyamanan. Beberapa pasien mengeluhkan bahwa busa pada alat terasa terlalu tebal sehingga menimbulkan rasa kurang nyaman. Selain itu, berat alat ini yang cukup besar membuat pengguna memerlukan tenaga lebih saat mengangkatnya. kemampuan alat dalam menampilkan seluruh area abdomen termasuk hemidiafragma kiri, serta menahan posisi kaset agar tetap stabil memperoleh presentase nilai sebesar 91%. Hal ini menunjukkan bahwa alat fiksasi pemeriksaan radiografi abdomen proyeks LLD memiliki performa yang baik dan dinilai layak untuk diguakan.
TINJAUAN KELENGKAPAN PENGISIAN FORMULIR INFORMED CONSENT PADA PASIEN RAWAT INAP KASUS ORTHOPEDI DI RUMAH SAKIT ST. CAROLUS TAHUN 2023
Formulir Informed Consent adalah persetujuan yang diberikan oleh pasien kepada dokter untuk melakukan tindakan kedokteran tertentu setelah mendapatkan penjelasan dari dokter yang bersangkutan. Pengisian formulir Informed Consent yang lengkap sebesar 92% dan yang tidak lengkap sebesar 8%. Dimana kelengkapan poin terbanyak terdapat pada komponen kelengkapan laporan yang penting dan catatan yang baik sebesar 100% dan poin terendah terdapat pada komponen identitas sebesar 82%. Penelitian ini bertujuan untuk Mengidentifikasi kelengkapan pengisian formulir Informed Consent pada pasien rawat inap kasus orthopedi di rumah sakit St.Carolus Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang dimana menggambarkan secara langsung objek yang diteliti dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan juga penelitian ini menggunakan desain cross sectional yang dilakukan dalam satu waktu. kelengkapan pengisian formulir Informed Consent pada pasien rawat inap kasus orthopedi di rumah sakit St. Carolus tahun 2023 didapatkan hasil kelengkapan dari 89 berkas rekam medis formulir Informed Consent kasus orthopedi pada seluruh komponen adalah 85 berkas rekam medis yang lengkap (96%), dan 4 berkas rekam medis yang tidak lengkap (4%). Komponen dengan kelengkapan tertinggi terdapat di komponen kelengkapan laporan yang penting dan catatan yang baik sebesar 100%, sedangkan komponen terendah terdapat di komponen identitas sebesar 91%. Komite rekam medis harus melakukan sosialisasi kembali kepada dokter dan perawat mengenai kelengkapan pengisian komponen identitas dam autentikasi agar formulir Informed Consent terisi dengan lengkap yaitu sebesar 100% dan harus melakukan evaluasi pencatatan kelengkapan formulir Informed Consent secara berkala dan berkesinambungan
HUBUNGAN KOMUNIKASI EFEKTIF PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN DI RSUD TANI DAN NELAYAN KABUPATEN BOALEMO
Komunikasi efektif menjadi salah satu aspek penting dalam pelayanan rumah sakit, khususnya dalam menunjang kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan komunikasi efektif perekam medis dan informasi kesehatan terhadap kepuasan pasien rawat jalan di RSUD Tani dan Nelayan Kabupaten Boalemo. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien rawat jalan yang berjumlah 1.600 orang pada bulan Mei 2025, dengan sampel sebanyak 94 responden yang diambil menggunakan teknik accidental sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh indicator komunikasi efektif berdasarkan prinsip REACH (Respect, Emphaty, Audible, Clarty, dan Humble) memiliki distribusi kepuasan yang tinggi. Sebanyak 62,8% responden menyatakan sangat puas dan 37,2% puas terhadap penerapan masing-masing prinsip tersebut. Tidak terdapat responden yang merasa kurang puas, tidak puas, atau sangat tidak puas. Uji korelasi Spearman menghasilkan nilai r = 0,977 dan p-value = 0,000 pada seluruh variabel, yang menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara komunikasi efektif PMIK dan kepuasan pasien rawat jalan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara komunikasi efektif perekam medis dan informasi kesehatan terhadap kepuasan pasien. Diharapkan rumah sakit dapat mempertahankan dan meningkatkan kualitas komunikasi PMIK dengan pasien, terutama melalui penguatan prinsip REACH dalam setiap interaksi pelayanan