Jurnal Online Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Not a member yet
    28972 research outputs found

    PENGARUH ENDORPHINE MASSAGE TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PADA PERSALINAN DI KENAGARIAN KOTO BARU WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTO BARU

    Get PDF
    Endorphin Massage (pijat endorphine) merupakan sebuah terapi sentuhan atau pijatan ringan diberikan pada ibu yang dapat merangsang tubuh untuk melepaskan senyawa endorphine, yang mana senyawa endorphine ini bisa menjadi pereda intensitas nyeri dan dapat menciptakan nyaman pada ibu. TujuanEndorphine massage membantu dalam relaksasi dan menurunkan intensitas nyeri dengan meningkatkan aliran darah ke area yang sakit. Metodepenelitian ini menggunakan kuantitatif pre-eksperimental. Rancangan penelitian yang digunakan adalah one group pretest-postest design. Populasi dan Sampel penelitian ini berjumlah 118 populasi dan 30 sampel. Teknik pengambilan sampel ini menggunakan accidental sampling. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan uji statistis wilcoxson menunjukkan hasil uji Wilcoxon diperoleh P-value 0,000 ≤ 0.005 artinya ada pengaruh endorphine massage sebelum dan sesudah diberikan pijat endorphine terhadap penurunan intensitas nyeri peralinan. Kesimpulan penelitian ini adalah Hampir seluruhnya ibu bersalin sebelum diberikan pijat endorpine mengalami nyeri berat sebanyak 26 orang (86,66%), Hampir seluruhnya ibu bersalin sesudah diberikan pijat endorphine mengalami penurunan nyeri sedang sebanyak 26 orang (86,66%), Ada pengaruh endorphine massage terhadap penurunan intensitas nyeri pada persalinan sebelum dan sesudah diberikan pijat endorphine di Kenagarian Koto Baru Wilayah Puskesmas Koto Baru tahun 2024

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEAKTIFAN KADER DALAM PELAKSANAAN POSYANDU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTABUNAN

    Get PDF
    Keaktifan kader posyandu memegang peranan penting dalam keberhasilan pelaksanaan posyandu sebagai upaya peningkatan status kesehatan masyarakat. Namun, masih terdapat kader yang kurang aktif, yang berdampak pada kualitas pelayanan posyandu. Berbagai faktor diduga berhubungan dengan tingkat keaktifan kader, seperti pengetahuan, sikap, sarana dan prasarana, serta dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan keaktifan kader dalam pelaksanaan posyandu di wilayah kerja Puskesmas Kotabunan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel diambil menggunakan rumus Slovin sebanyak 83 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil menunjukkan bahwa pengetahuan dan keaktifan memiliki nilai p sebesar 0,01, sikap dan keaktifan memiliki nilai p sebesar 0,02, sarana dan prasarana serta keaktifan memiliki nilai p sebesar 0,01, dan dukungan keluarga serta keaktifan memiliki nilai p sebesar 0,03. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pengetahuan, sikap, sarana dan prasarana, serta dukungan keluarga berhubungan dengan keaktifan kader dalam pelaksanaan posyandu

    HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI POSYANDU WILAYAH KERJA PUSKESMAS GEDONGTENGEN KOTA YOGYAKARTA

    Get PDF
    ASI merupakan nutrisi yang sangat penting untuk anak karena kandungan gizi dalam ASI sangat dibutuhkan dalam perkembangan sistem saraf otak yang dapat meningkatkan perkembangan bayi, pemberian ASI Eksklusif pada bayi oleh ibu memerluka dukungan yang diperoleh dari keluarga meliputi orang terdekat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan dukungan keluarga dengan pemberian ASI Eksklusif di posyandu wilayah kerja Puskesmas Gedongtengen Kota Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah korelasional, dengan pendekatan Cross sectional. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan data primer dikumpulkan melaui pengisian kuesioner.  Populasi berjumlah 50 orang serta sampel berjulah 41 orang dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Ethical Clearance penelitian yaitu No. 4285/KEP-UNISA/III/2025. Hasil analisis diperoleh dari uji chi-Square yaitu tidak terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan pemberian ASI eksklusif di posyandu wilayah kerja Puskesmas Gedongtengen Kota Yogyakarta dengan nilai p value hasil uji chi-square menunjukkan nilai p value = 0.095 > 0.05. Simpulannya yaitu dukungan keluarga merupakan bantuan yang dapat diberikan anggota keluarga namun tidak selalu menjadi faktor yang dapat mempengaruhi pemberian ASI eksklusif pada bayi di buktikan dengan hasil uji yang sudah di lakukan dengan hasil p value 0.095 > 0.05 sehingga tidak ada hubungan dukungan keluarga dengan pemberian ASI eksklusif. Disarankan agar Puskesmas mengembangkan program yang mendorong ibu hamil untuk rutin mengikuti kelas ibu hamil serta dilengkapi dengan edukasi tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif sejak masa kehamilan

    HUBUNGAN SELF-CARE DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT AN-NISA TANGERANG

    Get PDF
    Diabetes Mellitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan jangka panjang dan keterlibatan aktif pasien dalam perawatan sehari-hari agar kualitas hidup tetap optimal. Salah satu komponen utama dalam manajemen DM tipe 2 adalah self-care, yang meliputi pengaturan pola makan, kepatuhan minum obat, aktivitas fisik, pemantauan kadar glukosa darah, serta pencegahan komplikasi. Pelaksanaan self-care yang konsisten tidak hanya berperan dalam mengendalikan kondisi fisik, tetapi juga berkontribusi terhadap kesejahteraan psikologis dan sosial pasien. Namun, pada praktiknya masih banyak pasien DM tipe 2 yang belum mampu menerapkan self-care secara optimal, sehingga berdampak pada penurunan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-care dengan kualitas hidup pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik korelasional dan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien DM tipe 2 yang terdaftar di poli penyakit dalam Rumah Sakit An-Nisa Tangerang, dengan jumlah populasi sebanyak 4.825 orang. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling, sehingga diperoleh 98 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Summary of Diabetes Self-Care Activities (SDSCA) untuk menilai tingkat self-care dan Diabetes Quality of Life (DQOL) untuk mengukur kualitas hidup pasien. Analisis data dilakukan secara bivariat menggunakan uji Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan nilai p value = 0,003 (< 0,05), yang menandakan adanya hubungan yang signifikan antara self-care dengan kualitas hidup pada pasien DM tipe 2 di Rumah Sakit An-Nisa Tangerang. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kemampuan self-care berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup pasien DM tipe 2

    HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEJADIAN PENYAKIT DIABETES MILLITUS TIPE II PADA PASIEN LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEBAYURAN KABUPATEN BEKASI

    Get PDF
    Diabetes mellitus tipe 2 merupakan salah satu penyakit kronis yang prevalensinya terus meningkat, khususnya pada kelompok lanjut usia. Lansia dengan diabetes mellitus tipe 2 membutuhkan pengelolaan penyakit yang berkelanjutan, yang tidak hanya bergantung pada pelayanan kesehatan, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh dukungan keluarga. Dukungan keluarga berperan penting dalam membantu pasien lansia menjalani pengobatan, mengontrol pola makan, melakukan aktivitas fisik, serta mematuhi kontrol kesehatan secara rutin. Namun, rendahnya dukungan keluarga masih sering dijumpai dan berpotensi memperburuk kondisi kesehatan lansia penderita diabetes mellitus tipe 2. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dengan kejadian diabetes mellitus tipe 2 pada pasien lansia di wilayah kerja Puskesmas Pebayuran, Kabupaten Bekasi.Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah responden sebanyak 80 lansia yang dipilih menggunakan teknik non-probability sampling dengan metode sampel jenuh. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Hensarling Diabetes Family Support Scale (HDFSS) untuk mengukur tingkat dukungan keluarga. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square serta uji korelasi Kendall’s Tau-b. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (80%) memiliki dukungan keluarga yang kurang baik, dan 68,8% responden mengalami diabetes mellitus tipe 2. Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai p = 0,002 (p < 0,05) dengan koefisien korelasi Kendall’s Tau-b sebesar 0,324 yang menunjukkan adanya hubungan sedang antara dukungan keluarga dan kejadian diabetes mellitus tipe 2. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dukungan keluarga memiliki peran penting dalam pengelolaan diabetes mellitus tipe 2 pada lansia, sehingga peningkatan keterlibatan keluarga diperlukan untuk meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup pasien lansia

    FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TUMBUH KEMBANG PADA BATITA USIA 1-3 TAHUN DI WILAYAH PUSKESMAS TAMBELANG

    Get PDF
    Masa batita merupakan periode emas (golden age) yang sangat menentukan kualitas tumbuh kembang anak, meliputi aspek emosi, sosial, mental, intelektual, dan moral. Gangguan yang terjadi pada masa ini dapat berdampak terhadap sikap dan perilaku anak di masa depan. Pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain kondisi ekonomi keluarga, pola asuh orang tua, status gizi, serta pemenuhan kebutuhan kesehatan seperti imunisasi. Namun, masih ditemukan batita yang mengalami keterlambatan perkembangan meskipun telah mendapatkan layanan kesehatan dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi tumbuh kembang batita usia 1–3 tahun di wilayah kerja Puskesmas Tambelang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan analitik observasional dan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh batita usia 1–3 tahun sebanyak 823 anak, dengan jumlah sampel 265 responden yang diambil menggunakan teknik consecutive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 3 tahun sebanyak 96 anak (36,2%), memiliki status gizi kurang sebanyak 109 anak (41,1%), pola asuh negatif sebanyak 134 anak (50,6%), serta status imunisasi MR/campak pada usia 3 tahun sebanyak 96 anak (36,2%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa hanya faktor pola asuh yang memiliki hubungan signifikan dengan tumbuh kembang batita berdasarkan KPSP (p = 0,001 < α 0,05). Faktor umur, status gizi, dan status imunisasi tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Dapat disimpulkan bahwa pola asuh orang tua merupakan faktor utama yang memengaruhi tumbuh kembang batita usia 1–3 tahun di wilayah kerja Puskesmas Tambelang

    PENERAPAN TERAPI KOMPRES HANGAT KAYU MANIS PADA LANSIA Ny. M. P DENGAN DIAGNOSA GOUT ARTRITIS DI PANTI WERDHA DAMAI RANOMUUT

    Get PDF
    Penyakit Gout Artritis (Asam Urat) salah satu penyakit yang sering ditemui diselurh dunia, salah satunya negara Indonesia. Seiring bertambahkan usia seseorang maka terjadi penurunan berbagai fungsi tubuh baik pada tinggakt seluler maupun pada tingkat organ yang dapat mengakibatkan terjadinya degenerasi sejalan dengan proses menua. Gout Atritis (asam urat) adalah salah satu kondisi medis yang secara signifikan mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Meskipun pada awalnya mungkin tidak menimbulkan gejala yang berarti, namun penumpukan   kristal   asam   urat   dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan rasa sakit dan peradangan pada   sendi-sendi, terutama   sendi   jari kaki, lutut, dan pergelangan kaki. Kadar asam urat normal pada wanita 2,4-5,7 mg/dl dan untuk pria lebih tinggi yaitu 3,4-7,0 mg/dL. Gout Artritis (asam urat) sering kali ditandai dengan rasa pegal, nyeri, pegal dan kesemutan pada persendian. Terapi nonfarmakologis atau dengan obat-obatan tradisional yang dapat menurunkan kadar asam urat di tubuh adalah seperti kompres hangat kayu manis tujuannya adalah untuk melancarkan sirkulasi darah juga menghilangkan rasa sakit. Pemberian kompres diberikan pada radang persendian, kayu manis juga terdapat asam sistemanik yang dapat meredakan nyeri yang di timbulkan saat peradangan. Tujuan penelitian ini terlaksananya penerapan terapi kompres hangat kayu manis pada asuhan keperawatan lansia Ny. M.P dengan diagnosa gout artritis di Panti Werdha Damai Ranomuut Hasil penelitian dengan penerapan kompres hangat kayu manis yang di lakukan selama 3 hari, hasil evaluasi yang didapatkn bahwa terapi pemberian kompres hangat kayu manis dalam menurunkan rasa nyeri pada Ny. M.P dari skala nyeri 7 turun menjadi 4-5 (0-10)

    GAMBARAN KONDISI PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN DI PERUMAHAN BUMI OSMO PERMAI KELURAHAN PENKASE OELETA KECAMATAN ALAK KOTA KUPANG

    No full text
    Perumahan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang memerlukan dukungan prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU) untuk menciptakan lingkungan permukiman yang layak huni. Namun, masih banyak kawasan perumahan yang belum memenuhi standar kelayakan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi prasarana, sarana, dan utilitas umum di Perumahan Bumi Osmo Permai, Kelurahan Penkase Oeleta, Kecamatan Alak, Kota Kupang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan metode survey. Pengumpulan data dilakukan menggunakan checklist yang disebarkan kepada 135 responden dan juga melakukan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar komponen prasarana, sarana, dan utilitas umum seperti akses air bersih, jaringan listrik, fasilitas ibadah, sarana Pendidikan, sarana kesehatan, sarana perdagangan dan sarana persampahan telah tersedia. Namun, masih terdapat beberapa kekurangan seperti kondisi permukaan jalan yang rusak, saluran drainase yang tidak berfungsi optimal, sarana darurat seperti kran umum dan hidran kebakaran, tidak tersedianya taman atau ruang terbuka hijau, serta sarana persampahan yang memiliki konstruksi tidak kuat dan bocor. Berdasarkan temuan tersebut, diperlukan peran aktif dari pengembang perumahan dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas prasarana, sarana, dan utilitas umum terutama pada aspek yang masih belum terpenuhi, guna menciptakan kawasan permukiman yang aman, nyaman, dan layak huni

    EFEKTIVITAS KOMUNIKASI INTERPERSONAL BERBASIS BUDAYA LOKAL OLEH KADER POSYANDU DALAM MENINGKATKAN KEPATUHAN ANTENATAL CARE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RASABOU KABUPATEN DOMPU

    No full text
    Kepatuhan ibu hamil terhadap pemeriksaan kehamilan (Antenatal Care/ANC) di daerah pedesaan masih rendah, dipengaruhi faktor sosial-budaya, literasi kesehatan yang terbatas, dan hambatan akses layanan. Kader Posyandu berperan penting dalam mendampingi ibu hamil, namun keterampilan komunikasi interpersonal berbasis budaya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas komunikasi interpersonal berbasis budaya lokal oleh kader Posyandu dalam meningkatkan kepatuhan ANC pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Rasabou, Kabupaten Dompu. Penelitian kuasi-eksperimen dengan pendekatan campuran. Tahap awal dilakukan focus group discussion (FGD) untuk menggali nilai budaya lokal sebagai dasar penyusunan intervensi komunikasi kader. Tahap kuantitatif menggunakan desain pre-test dan post-test dengan kelompok kontrol. Sampel terdiri dari 94 ibu hamil (47 intervensi, 47 kontrol). Data dianalisis dengan uji t berpasangan dan uji t independen. Rerata kepatuhan ANC pada kelompok intervensi meningkat signifikan dari 18,18 ± 0,66 menjadi 21,00 ± 0,00 (p < 0,001), dengan delta skor 2,82 ± 0,66. Sebaliknya, kelompok kontrol tidak menunjukkan perbedaan signifikan (p = 0,444). Uji t independen antar kelompok menunjukkan perbedaan bermakna (p < 0,001). Selain itu, persepsi ibu terhadap komunikasi kader meningkat dari rerata 15,4 menjadi 25,0 (p < 0,001). Intervensi komunikasi interpersonal berbasis budaya lokal oleh kader Posyandu efektif meningkatkan kepatuhan ANC dan memperbaiki persepsi ibu hamil terhadap komunikasi kesehatan. Pendekatan ini layak diintegrasikan dalam program kesehatan ibu di wilayah pedesaan

    ANALISIS PROGRAM INOVASI JETAR HATI DALAM MENINGKATKAN PENEMUAN KASUS IBU HAMIL RESIKO TINGGI

    No full text
    Angka kematian ibu di Indonesia masih tinggi karena banyak kehamilan berisiko tinggi (resti) tidak terdeteksi tepat waktu. Puskesmas membuat program JETAR HATI (Jemput Antar Ibu Hamil Resti) untuk menjemput dan mengantar ibu hamil ke layanan kesehatan agar pemeriksaan rutin tidak terlewat. Penelitian ini menilai seberapa efektif program tersebut meningkatkan penemuan ibu hamil. Penelitian menggunakan  metode kualitatif. Informan dipilih secara purposif: bidan koordinator, bidan desa, petugas promosi kesehatan, pejabat dinas, kepala puskesmas, serta ibu hamil resti. Data dikumpulkan dengan wawancara mendalam dan dianalisis dimulai memilah, menampilkan, dan menyimpulkan. Akses lebih mudah berkat jemput‑antar; kunjungan lebih teratur; pemahaman tanda bahaya meningkat. Kader dan tenaga kesehatan kini menjangkau rumah tangga sulit akses, sehingga ibu sebelumnya terhalang biaya mulai rutin memeriksakan kehamilan. Keterbatasan armada dan padatnya jadwal masih hambatan; kemitraan dengan ambulans desa sebagai solusi menjaga kelancaran layanan. Wawancara menunjukkan program memudahkan akses karena ada kendaraan jemput-antar, meningkatkan kepatuhan periksa hamil, menambah pengetahuan tentang tanda bahaya. Kendala utama keterbatasan kendaraan dan jadwal yang padat; kerja sama dengan ambulans desa diusulkan sebagai solusi. Gabungan jemput-antar, skrining terarah, edukasi, dan koordinasi rujukan membantu menemukan kehamilan berisiko lebih cepat. JETAR HATI efektif memperluas penemuan ibu hamil dan dapat diterapkan di wilayah lain dengan hambatan serupa. Penguatan armada, penjadwalan, kolaborasi lintas sektor, dan pencatatan digital diperlukan. Penelitian lanjutan dengan perbandingan kelompok dianjurkan untuk menilai dampak pada komplikasi dan kematian ibu

    27,272

    full texts

    28,972

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇