Repository Poltekkes Kupang
Not a member yet
4410 research outputs found
Sort by
Implementasi Batuk Efektif Pada Pasien Tubercolosis Di Wilayah Kerja Puskesmas Oesapa Kota Kupang
Latar belakang : Tuberkulosis paru merupakan penyakit infeksi yang menyerang parenkir paru yang disebabkan oleh infeksi bakteri mycobacterium tuberculosis dan termasuk penyakit menular. Penularan TBC paru terjadi ketika penderita TBC paru BTA positif bicara, bersin atau batuk dan secara tidak langsung penderita mengeluarkan percikan dahak di udara dan terdapat ±3000 percikan dahak yang mengandung kuman. Tujuan penelitian : Untuk mengidentifikasi Penerapan batuk efekif pada pasien tuberculosis di wilayah kerja puskesmas oesapa kota kupang. Metode : Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif yakni yang berfokus pada efektivitas Penerapan batuk efekif pada pasien tuberculosis di wilayah kerja puskesmas oesapa kota kupang. Hasil penelitian : Dari hasil penelitian menunjukan bahwa setelah dilakukan latihan batuk efektif untuk produksi sputum selama 3 hari berturut-turut dari tanggal 08 juli sampai 10 juli 2024 dapatkan Tn.S pada saat batuk bisa mampu untuk mengeluarkan sputum. Kesimpulan : Kasus Tn.S dengan masalah bersihan jalan nafas tidak efektif sebelum dilakukan tindakan latihan batuk efektif peneliti melakukan pengkajian Tn. S yaitu pasien mengeluh batuk dan dahak sulit dikeluarkan, irama nafas tidak normal, pada saat dilakukan auskultasi terdengar bunyi ronchi, batuk tidak efektif, tidak mampu batuk, sputum berlebih, bunyi nafas menurun, frekuensi nafas berubah, pola nafas berubah. Serta pada Tn. S. ditemukan tanda dan gejala minor pasien tampak gelisah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada masalah bersihan jalan nafas pada pasien. Saran : penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi untuk menambah wawasan dalam kegiatan belajar mengajar tentang Penerapan batuk efekif pada pasien tuberculosis.
Kata kunci : tuberculosis, batuk efekti
Studi Tingkat Risiko dan Kualitas Air Sumur Gali di Kelurahan Naimata Kecamatan Maulafa Kota Kupang
Sumur gali merupakan sarana yang paling banyak digunakan oleh penduduk Indonesia untuk mendapatkan sumber air bersih. Agar air sumur gali memenuhi syarat kesehatan maka harus dilindungi terhadap bahaya pencemaran. Sumur gali yang baik harus memenuhi syarat lokasi dan syarat konstruksi. Menurut data kasus diare di Puskesmas Penfui, Kelurahan Naimata tahun 2023 sebanyak 1.864 kasus. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat risiko dan kualitas air sumur gali di Kelurahan Naimata Kecamatan Maulafa Kota Kupang.
Penelitian ini bersifat deskriptif, variabel dalam penelitian ini adalah tingkat pencemaran sumur gali, kualitas fisik air sumur gali, kualitas coliform sumur gali. Populasi 75 sumur gali dan sampel 43 sumur gali. Metode pengumpulan data yaitu data primer dan data sekunder.
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah tingkat risiko pencemaran air sumur gali di Kelurahan Naimata Kecamatan Maulafa Kota Kupang dari 43 sumur yang diinspeksi terdapat 24 sumur gali dengan tingkat risiko rendah, 11 sumur gali risiko sedang, 7 sumur gali risiko tinggi dan 1 sumur gali dengan tingkat risiko amat tinggi. Sedangkan untuk hasil pemeriksaan bakteriologis didapatkan 43 sumur gali semuanya positif bakteri coliform.
Kesimpulan dari penelitian ini yaitu tingkat risiko air sumur gali Di Kelurahan Naimata Kecamatan Maulafa Kota Kupang terdapat 58 % dengan tingkat risiko rendah, dan kualitas fisik air sumur gali semuanya memenuhi syarat dikarenakan tidak keruh, tidak berbau, tidak berwarna dan tidak berasa sedangkan kualitas bakteriologis (Coliform) pada air sumur gali terdapat 2 sumur gali yang tidak memenuhi syarat ( TMS) dan 8 memenuhi syarat (MS). Oleh karena dilihat dari hasil tersebut maka saran yang dapat di berikan ialah bagi masyarakat untuk memperbaiki dan membersihkan area sekitar sumur gali dari bahan pencemar yang dapat mengkontaminasi air sumur gali dan bersama pihak puskesmas memberikan kaporit pada air sumur gali untuk menghilangkan bakteri yang terdapat pada air sumur gali
Terapi Akupresur Dengan Gangguan Pola Tidur Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Waingapu
Pendahuluan: Hipertensi adalah suatu keadaan yang menyebabkan tekanan darah menjadi tinggi secara terus-menerus, dimana tekanan sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan diastolik 90 mmHg atau lebih. Hal ini terjadi karena jantung bekerja lebih cepat memompa darah untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan nutrisi didalam tubuh. Tujuan: Mampu memberikan Intervensi terapi akupresur pada pasien hipertensi dengan masalah gangguan pola tidur di Desa Mbatakapidu, Wilayah Kerja Puskesmas Waingapu. Metode: Desain penelitian ini adalah studi kasus dengan Intervensi terapi akupresur pada pasien hipertensi yang memiliki masalah keperawatan gangguan pola tidur. Hasil: berdasarkan hasil yang di peroleh satu pasien yang dilakukan penelitian terapi akupresur menunjukan bahwa ada perbedaan tekanan darah, setelah diberikan terapi musik klasik. tekanan darah pada pasien mengalami perubahan tekanan darah 130/80 mmHg. Kesimpulan: Penerapan intervensi dukungan tidur mengatasi gangguan pola tidur pada pasien hipertensi di Desa Mbatakipidu, wilayah kerja puskesmas Waingapu
Kata Kunci: Hipertensi, Gangguan pola tidur, Terapi akupresu
Promosi Berat Badan Pada Anak Stunting Dengan Masalah Keperawatan Defisit Nutrisi di Puskesmas Kanatang Kabupaten Sumba Timur
Pendahuluan: Stunting merupakan manifestasi dari masalah nutrisi anak di bawah usia lima tahun akibat kekurangan gizi kronis, dimana anak lebih pendek dari seharusnya untuk usianya. Tujuan: Mengetahui gambaran Defisit Nutrisi Pada Balita Stunting Diwilayah Kerja Puskesmas Kanatang Kelurahan Temu. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan menggunakan pendekatan asuhan keperawatan dan mengambil dua kasus sebagai unit perbandingan yaitu 2 klien dengan stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Kanatang. Hasil: Setelah dilakukan asuhan keperawatan keluarga didapatkan hasil masalah teratasi klien defisit nutrisi berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit dan Kurang Pengetahuan berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga mengenal masalah kesehatan. Masalah teratasi dibuktikan dengan perubahan pengetahuan dan perilaku keluarga merawat anak dengan stunting. Kesimpulan: Pengetahuan keluarga mengenai stunting pada keluarga tersebut mengalami peningkatan setelah dilakukan penyuluhan dengan menggunakan media kuesioner dan leaflet.
Kata Kunci : Stunting, Asuhan keperawatan Keluarga, defisit nutrisi
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. E. M. S DENGAN DIAGNOSA MEDIS CONGESTIVE HEART FAILURE (CHF) DI RUANG PENYAKIT DALAM ANGGREK III RSUD ENDE
Penyakit kardiovaskular merupakan gangguan jantung dan pembuluh darah termasuk penyakit jantung koroner, penyakit jantung rematik, penyakit serebrovaskular dan berbagai kondisi lainnya. Dari hasil survey diketahui empat dari lima kematian disebabkan oleh serangan jantung dan stroke, dan sepertiga dari kematian ini dialami pada orang dengan usia di bawah 70 tahun. Berdasarkan World Health Organization (WHO), bahwa CHF mengalami peningkatan selama 3 dekade terakhir dan diperkirakan jumlah penderita CHF pada tahun 2040 akan meningkat menjadi 642 juta penderita. Pada tahun 2018 prevalensi kasus CHF diseluruh dunia sebesar 83%. Tingkat kematian untuk CHF sekitar 50% dalam kurun waktu lima tahun.
Tujuan studi kasus yaitu agar Mampu memberikan asuhan keperawatan pada Tn. E. M. S dengan CHF di Ruang Penyakit Dalam Anggrek III RSUD Ende.
Metode yang digunakan dalam Karya Tulis Ilmiah ini adalah metode studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi dan evaluasi keperawatan.
Hasil studi kasus pada Tn. E.M.S di laksanakan berdasarkan pendekatan proses keperawatan. Pada pengkajian di temukan data bahwa pasien mengalami dada sakit sebelah kiri menjalar ke punggung, sakit terus menerus, skala sedang 4 – 6, rasanya seperti di tindih beban berat, sesak napas, batuk tanpa lendir, mual muntah yang keluar hanya air, perut terasa kembung dan berputar, kadang kadang mencret.
Diagnosa keperawatan pada Tn. E.M.S yaitu penurunan curah jantung berhubungan dengan perubahan irama jantung, pola napas tidak efektif berhubungan dengan hambatan upaya napas, nyeri akut berhubungan dengan egen pencedera fisik, imobilitas fisik berhubungan dengan ketidakbugaran fisik, deficit pengetahuan berhubungan dengan kurang terpapar informasi.
Intervensi keperawatan di lakukan berdasarkan masalah keperawatan yaitu memberikan terapi oksigen , mengidentifikasi rasa nyeri yang dirasakan, membantu klien untuk melakukan aktivitas ringan, memberikan pendidikan kesehatan tentang sakit yang dialami klien
ASUHAN KEPERAWATAN PADA BAYI Ny. M.M.S DENGAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) DI RUANG PERINATAL RSUD ENDE
Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) merupakan keadaan di mana bayi lahir dengan berat badan kurang dari 2.500 gram dan menyumbang kontribusi besar sekitar 60-80% kasus kematian neonatal. Menurut WHO (World Health Organization) 2018 (dalam Perwiraningtyas, 2020) kejadian BBLR di dunia menduduki angka 20 juta (15,5%) dan setiap tahunnya negara berkembang menyumbang kejadian BBLR sebesar 96,5%.Kawasan Asia Timur dan Asia Pasifik menduduki peringkat ketiga kelahiran hidup dengan BBLR.
Studi kasus ini bertujuan untuk melakukan asuhan keperawatan pada By. Ny. M. M. S dengan BBLR dan menganalisis kesenjangan antara teoro dan kasus nyata. Metode yang digunakan dalam karya tulis ilmiah ini adalah metode studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnose keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi dan evaluasi keperawatan.
Hasil studi kasus pada By. Ny. M. M. S ditemukan data Klien tampak lemah, tangisan merintih, refleks hisap dan menelan lemah, ubun – ubun cekung, mukosa bibir kering dan tampak sedikit pucat, abdomen kembung, kulit tampak tipis, akral dingin, terdapat retraksi dada, terpasang O2CPAP 3 liter, terpasang OGT ASI 3 cc/6 jam. Masalah keperawatan yang muncul yaitu termoregulasi tidak efektif berhubungan dengan jaringan lemak sub kutan lebih tipis, pola napas tidak efektif berhubungan dengan imaturitas paru, defisit nutrisi berhubungan dengan reflek menelan belum sempurna, resiko infeksi berhubungan dengan pertahanan tubuh terhadap infeksi rendah, ansietas pada orang tua berhubungan dengan krisis situasional dan defisit pengetahuan berhubungan dengan kurang terpapar informasi. Intervensi keperawatan dilakukan berdasarkan masalah keperawatan. implementasi dialkukan selama 3 hari dan hasi evaluasi yaitu: termoregulasi tidak efektif sebagian teratasi, pola napas tidak efektif belum teratasi, defisit nutrisi belum teratasi, resiko infeksi belum teratasi, ansietas pada orang tua dan defisit pengethuan teratasi.
Dari studi kasus ini adalah masalah pada By. Ny. M. M. S belum teratasi. Saran untuk keluarga klien adalah keluarga harus mengetahui tata cara perawatan bayi dengan BBLR dan berperan aktif dalam proses penyembuhan bayi
Penerapan Posisi Semi Fowler Pada Anak dengan Pneumonia di Ruangan Anggrek RSUD Umbu Rara Meha Waingapu
Pendahuluan: Pneumonia merupakan salah satu penyakit infeksi saluran pernapasan akut bagian bawah yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas anak berusia dibawah lima tahun. Tujuan: mempelajari dan memahami secara mendalam mengenai intervensi posisi semi fowler pada anak pneumonia dengan masalah bersihan jalan napas tidak efektif diruangan anggrek Rumah Sakit Umum Daerah Umbu Rara Meha. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil: Intervensi keperawatan dengan mengajarkan posisi semi fowler dapat mengurangi sesak napas, mampu mengeluarkan dahak dan tidak terdapat bunyi ronchi. Kesimpulan: implemntasi psosisi semi fowler dapat mengurangi sesak napas dan dapat memperlancar pengeluran dahak pada pasien dengan Pneumonia. Adanya pelayanan asuhan keperawatan secara komprehensif dapat membantu pasien untuk mencegah sesak napas pada klien dengan Pneumonia.
Kata Kunci : Pneumonia, posisi semi fowler, Bersihan jalan Napa
Implementasi Terapi Kompres Hangat Pada Pasien Malaria di Desa Kambatatana Puskesmas Kawangu
Pendahuluan: Malaria merupakan salah satu penyakit yang menularnya melalui gigitan nyamuk anhopeles betina. Malaria adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh prostozoa obloigat interaseluler dari genus plasmodium. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja terutama penduduk yang tinggal didaerah dimana tempat tersebut merupakan tempat yang sesuai dengan kondisi nyamuk untuk berkembang biak. Metode: Jenis penelitian adalah studi kasus, subyek penelitian adalah 1 pasien dewasa Data diperoleh dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisa data terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil: setelah dilakukan Tindakan keperawatan dengan penerapan kompres hangat pada pasien dengan hipertermi menjadi turun pada level suhu normal. Kesimpulan: intervensi kompres hangat pada pasien Malaria dengan hieprtermi efektif menurunkan suhu tubuh untuk kembali ke level normal.
Kata Kunci: Kompres Hangat, Malaria, Hipertermi
Ketidakmampuan Keluarga Mengenal Masalah Pada Pasien Hipertensi Dengan Masalah Keperawatan Nyeri Akut Didesa Mbatakapidu Puskesmas Waingapu
Pendahuluan: Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan cukup israhat/ tenang.(Sari, 2020). Tujuan: Mampu Memberikan Implementasi Teknik Relaksasi Napas Pada Pasien hipertensi dengan masalah keperawata nyeri akut di desa Mbatakapidu. Metode: Pendekatan penelitian ini menggunakan studi kasus. Studi kasus yang menjadi pokok bahasan penelitian ini adalah di gunakan untuk mengeksplorasi ketidakmampuan keluarga mengenal masalah pada pasien hipertensi dengan masalah keperawatan nyeri akut didesa mbatakapidu. Hasil: Mengacu pada intervensi dan implementasi dari hasil evaluasi kedua subjek, di temukan pada kedua subjek memiliki diagnosa keperawatan utama yang sama yaitu, nyeri akut berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit, deficit pengetahuan berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga mengenal masalah Pada evaluasi kedua subjek semuanya teratasi selama perawatan.
Kesimpulan: : Hasil Pengkajian pada kedua pasien didapatkan data kedua pasien mengeluh pusing, sakit kepala, tegang pada tengkuk. pada pasien 1 nyeri skala 6 dirasakan dikepala hingga tengkuk sedangkan pada pasien 2 pusing, tegang di tengkuk skala 4 dirasakan, Diagnosa keperawatan yang muncul pada kedua subjek tersebut adalah 1) nyeri akut berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang saki
Penerapan Rebusan Daun Seledri Dalam Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Diwilayah Kerja Puskesmas
Pendahuluan: Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan kondisi ketika tekanan darah di atas batas normal (130/80 mmHg atau lebih). Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai macam komplikasi kesehatan yang membahayakan nyawa jika dibiarkan. Bahkan, gangguan ini dapat menyebabkan peningkatan risiko terjadinya penyakit jantung, stroke, hingga kematian. Istilah tekanan darah sendiri bisa digambarkan sebagai kekuatan dari sirkulasi darah terhadap dinding arteri tubuh yang merupakan pembuluh darah utama. Besarnya tekanan yang terjadi bergantung pada resistensi dari pembuluh darah dan seberapa intens jantung untuk bekerja. Daun seledri dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi atau hipertensi. Hal ini disebabkan oleh kandungan zat-zat di dalamnya, seperti apigenin, apiin, manitol, dan flavonoid. Metode: penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan responden pasien yang menderita Hipertensi. Hasil: stelah dilakukan implementasi keperawatan berupakonsumsi daun saledri, tekanan darah pasien turun dari 140/90mmhg menjadi 120/80mmhg. Kesimpulan: Konsumsi air rebusan daun saledri dapat menurunkan tekanan darah pada pasien Hipertensi ringan