Repository Poltekkes Kupang
Not a member yet
    4410 research outputs found

    GAMBARAN JUMLAH EOSINOFIL PADA ANAK DI DESA TUBULOPO KECAMATAN AMANUBAN BARAT KABUPATEN TIMUR TENGAH SELATAN

    Get PDF
    Anak usia sekolah adalah anak dengan rentang usia 6-12 tahun. Masa pertumbuhan pada anak adalah saat anak berusia antara 6-12 tahun dan ini merupakan usia yang rawan terhadap penyakit. Infeksi pada umumnya akan mempengaruhi jumlah leukosit. Eosinofil adalah sel darah putih dari kategori granulosit yang berperan dalam sistem kekebalan dengan melawan parasit dan beberapa infeksi. Peningkatan jumlah eosinofil terjadi karena beberapa penyakit, seperti alergi, asma, dermatitis atopik, penyakit rematik, keganasan, defisiensi imun, atau infeksi gastrointestinal serta parasit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran jumlah eosinofil pada anak di Desa Tubulopo Kecamatan Amanuban Barat Kabupaten Timor Tengah Selatah. Metode yang digunakan adalah deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tubulopo Kecamatan Amanuban Barat Kabupaten Timor Tengah Selatan pada bulan April. Pemeriksaan dilakukan menggunakan alat Hematology Analyzer dengan metode volumetric impedance. Hasil pemeriksaan jumlah eosinofil pada anak berdasarkan usia dan jenis kelamin didapatkan jumlah eosinofil tinggi pada anak laki-laki usia 10 tahun 2 orang dan 1 orang anak perempuan usia 6 tahun. Berdasarkan kebersihan diri dan lingkungan didapatkan 3 orang anak memiliki jumlah eosinofil yang tinggi karena memiliki kebiasaan jarang mencuci tangan sebelum makan, jarang mencuci tangan setelah BAB, jarang menggunakan alas kaki, sering bermain ditanah, dan jarang membuang sampah pada tempatnya serta 1 orang anak diantaranya yang memiliki jumlah eosinofil paling tinggi yaitu 15% jarang memiliki kondisi kuku yang pendek dan bersih. Berdasarkan riwayat penyakit terdapat 1 orang anak yang terinfeksi Soil transmitted helminths memiliki jumlah eosinofil normal dan 3 orang anak yang sering mengalami demam pada saat pergantian musim panas ke musim dingin atau sebaliknya mengalami peningkatan jumlah eosinofil

    GAMBARAN JUMLAH ERITROSIT PADA ANAK STUNTING DI DESA PENFUI TIMUR KECAMATAN KUPANG TENGAH KABUPATEN KUPANG

    Get PDF
    Stunting merupakan sebuah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, hal ini menyebabkan adanya gangguan dimasa yang akan datang yakni mengalami kesulitan dalam mencapai perkembangan fisik dan kognitif yang optimal. Defisiensi zat besi akan menurunkan produksi eritrosit sehingga menyebabkan anemia yang dapat mempengaruhi fungsi otak. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran jumlah eritrosit pada anak stunting di Desa Penfui Timur Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang berdasarkan karakteristik jenis kelamin, usia, dan pekerjaan orang tua. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif analitik. Hasil penelitian ini menunjukan dari total 30 balita stunting, 16 sampel (53,5%) adalah balita perempuan, berdasarkan usia 10 sampel (33,5%) adalah balita 1 tahun, berdasarkan pekerjaan orang tua 18 sampel (60%) adalah sebagai petani dan berdasarkan jumlah eritrosit dalam darah 28 sampel (93,3%) adalah responden dengan jumlah eritrosit normal. Simpulan dari hasil penelitian ini yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara pekerjaan orang tua dan usia terhadap stunting dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dan jumlah eritrosit terhadap stunting

    Peran Orang Tua dalam Pencegahan Karies Gigi pada Anak Usia Prasekolah di PAUD Moria Liliba

    No full text
    Latar Belakang : Pemeliharaan gigi dan mulut sangat penting untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan, terutama pada anak-anak karena gigi susu (gigi desidui) saat ini menentukan keadaan gigi permanen penggantinya. Karies gigi merupakan salah satu penyakit gigi dan mulut yang banyak dialami oleh anak usia prasekolah. Peran orang tua sangat penting dalam menjaga kesehatan anak khususnya kesehatan gigi dan mulut karena apa yang dilakukan orang tua akan ditiru oleh anaknya. Perilaku anak akan lebih baik jika orang tua melakukan kebiasaan menyikat gigi setelah makan dan sebelum tidur. Untuk mencegah gigi berlubang, orang tua harus membiasakan anak untuk menghindari makanan yang menempel pada gigi seperti permen dan coklat karena dapat mengakibatkan bakteri dalam mulut yang akan bercampur dengan sisa makanan, yang menghasilkan asam. Tujuan: Mengetahui peran orang tua dalam pencegahan karies gigi anak usia prasekolah di PAUD Moria Liliba. Metode: Penelitian deskriptif, dengan populasi dalam penelitian ini berjumlah 30 orang tua dan 15 anak PAUD. Alat ukur dalam penelitian ini adalah format kuisioner yang berisi 22 pertanyaan mengenai peran orang tua dalam pencegahan karies gigi anak. Variabel penelitian adalah variabel bebas peran orang tua dalam mencegah karies gigi anak variabel terikat status karies gigi anak. Hasil: Penelitian dilakukan di PAUD Moria Liliba dengan jumlah responden 30 orang tua dengan peran orang tua Peran orang tua dalam membimbing anak menyikat gigi yaitu memiliki kategori baik (47%). Peran orang tua dalam mengatur pola makan anak dengan kategori baik (53%). Peran orang tua dalam mengontrol kesehatan gigi dan mulut anak yaitu memiliki kategori sedang dan buruk (40%). Kesimpulan: Peran orang tua dalam pencegahan karies gigi anak pada aspek peran orang tua dalam membimbing anak menyikat gigi yaitu memiliki kategori baik (47%) .Peran orang tua dalam mengatur pola makan anak kategori baik (53%). Peran orang tua dalam mengontrol kesehatan gigi dan mulut anak yaitu memiliki kategori sedang dan buruk (40%)

    Gambaran Kemampuan Guru Dalam Melakukan Promosi Kesehatan Gigi Dan Mulut Menggunakan Buku Saku Gigi Sehat Di SD Inpres Liliba

    No full text
    Latar Belakang : Kesehatan gigi dan mulut pada anak biasanya ditandai dengan kondisi yang buruk yang disebabkan oleh plak dan deposit gigi lainnya. Karies gigi dan radang gusi (gingivitis) merupakan penyakit gigi dan jaringan pendukung gigi yang banyak dijumpai pada anak-anak sekolah dasar di Indonesia, serta cenderung meningkat setiap dasawarsa. Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 menunjukkan 57,6% penduduk Indonesia mengalami masalah gigi dan mulut dan hanya sekitar 10,2% yang telah mendapatkan pelayanan medis. Prevalensi gigi berlubang pada anak usia dini sangat tinggi (93%) dan hanya 7% anak yang bebas dari masalah gigi berlubang. Ini sesuai dengan isi UU No.14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen, yang pada pasal 1 menyatakan bahwa guru adalah pendidik profesional yang bertanggung jawab untuk mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi siswa di jalur pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan Pendidikan menengah. Metode Penelitian:Jenis atau metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Hasil Penelitian :penelitian dilakukan di SD Inpres Liliba yaitu 20 orang guru kemampuan guru dalam melakukan promosi kesehatan gigi dan mulut menggunakan buku saku gigi sehat dengan kriteria baik dengan persentase 100%,kriteria sedang 0%,kriteria buruk dengan persentase 0% dan pengetahuan guru tentang materi yang ada di dalam buku saku gigi sehat dengan kriteria baik dengan persentase 100%,kriteria sedang dengan persentase 0%,kriteria buruk dengan persentase 0%. Kesimpulan : Kemampuan dalam melakukan promosi kesehatan gigi dan mulut menggunakan buku saku gigi sehat di SD Inpres Liliba dengan kriteria baik 100%,kriteria sedang dengan persentase 0%,kriteria buruk dengan persentase 0

    Penyuluhan Menggunakan Media Permainan Kartu Kuartet Terhadap Tingkat Pengetahuan Anak Sekolah

    No full text
    Latar Belakang : Kemampuan pemahaman merupakan suatu informasi yang diberikan kepada siswa berupa pemberian penyuluhan. Salah satu alternatif untuk memahami penyuluhan kesehatan gigi dengan menggunakan media kartu kuartet. Media kartu kuartet merupakan suatu permainan dengan jumlah kartu bergambar yang memiliki keterangan yang berbeda-beda. Tujuan penelitian ini adalah : untuk mengetahui penyuluhan kesehatan gigi melalui media permainan kartu kuartet terhadap tingkat pengetahuan anak sekolah. Metode : Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu (quassi eksperimen) dengan desain penelitian pre-test dan post-test. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa-siswi SD Inpres Naimata Kelas IV dan V dengan jumlah keseluruhan 75 orang, dengan pengambilan sampel secara Simpel Random Sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang berisi 15 butir pertanyaan tentang kesehatan gigi pemberian kuesioner secara pre-post test. Hasil : Penelitian yang didapat bahwa tingkat pengetahuan anak sebelum diberikan penyuluhan menggunakan media permainan kartu kuartet dengan presentase paling tinggi adalah tingkat pengetahuan dengan kriteria baik sebanyak 50 responden (66,6%), kriteria sedang 24 responden (32%), dan buruk 1 responden (1,3%), dan tingkat pengetahuan anak sesudah diberikan penyuluhan menggunakan media permainan kartu kuartet termasuk dalam kriteria baik sebanyak 62 responden (83%), kriteria sedang hanya 13 responden (17%). Kesimpulan : Pengetahuan anak tentang kesehatan gigi dan mulut sebelum diberikan penyuluhan menggunakan media permainan kartu kuartet termasuk dalam kriteria sedang. Pengetahuan anak tentang kesehatan gigi dan mulut sesudah diberikan penyuluhan menggunakan media permainan kartu kuartet termasuk dalam kriteria baik

    PERBEDAAN HISTOLOGI HATI MENCIT YANG DIINDUKSI MINUMAN SOPI TRADISIONAL DENGAN YANG DIINDUKSI VODKA

    Get PDF
    Konsumsi alkohol secara berlebih akan meningkatkan cedera jaringan yang ada pada organ hati. Alkohol yang dikonsumsi terlalu lama, dapat menimbulkan alcoholic hepatitis hingga terjadinya perlemakan pada hati dan menimbulkan sirosis hati. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan histologi hati mencit yang diinduksi minuman sopi tradisional dengan yang diinduksi vodka dibandingkan dengan kontrol yang tidak diberikan minuman beralkohol. Jenis penelitian yaitu eksperimen sungguhan (true experiment) dengan membandingkan hasil pengamatan histopatologi hati mencit yang tidak diberi minuman beralkohol dengan yang diinduksi minuman sopi atau vodka sebanyak 1 x 0.5 ml per hari selama 14 hari. Hasil histopatologi hati mencit menunjukkan pada kelompok kontrol tidak ada perubahan histologis (skor 0) pada semua sediaan (100%). Pada kelompok sopi tradisional menunjukkan kerusakan kurang dari sepertiga lapang pandang (skor 1) pada semua sediaan (100%), terdapat sel hepatosit yang mengalami pembengkakan, dengan inti sel kepinggir dan sitoplasma melebar. Pada kelompok vodka menunjukan kerusakan lebih dari dua per tiga lapang pandang (skor 2) pada semua sediaan (100%), terdapat adanya pembengkakan pada sel hepatosit yang menunjukan adanya penimbunan lemak pada sitoplasma yang ditandai dengan steatosit. Secara statistik dinyatakan ada perbedaan antar kelompok kontrol, sopi dan vodka dengan nilai signifikansi p=0,011 (p<0,05). Hasil uji Mann Witney test U dapat diketahui bahwa kelompok kontrol dengan sopi tradisional menunjukkan ada perbedaan yang bermakna dengan signifikasi p=0,025. Begitupun antara kelompok kontrol dengan vodka, dan sopi dengan vodka, menunjukkan adanya perbedaan histopatologi hati yang bermakna dengan signifikasi masing- masing p=0,025 dan p=0,008

    PROMOSI TENTANG CARA MENYIKAT GIGI YANG BAIK DAN BENAR DENGAN METODE DEMONSTRASI MENGGUNAKAN TEKNIK BASS TERHADAP STATUS PHP-M ANAK PADA PANTI ASUHAN KHATOLIK SONAF MANEKA KOTA KUPANG

    Get PDF
    Latar belakang Data Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa NTT menempati posisi terendah kedua dalam perilaku menyikat gigi setiap hari pada penduduk umur ≥3 tahun, dengan proporsi perilaku menyikat gigi yang benar pada penduduk umur ≥3 tahun tersebut hanya sebesar 37.5%. Selain itu, persentansi masalah gigi dan mulut di NTT adalah hampir sekitar 60%. Karies gigi (kerusakan gigi) dan gigi berlubang masih menjadi salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang paling sering terjadi pada semua golongan umur, terutama anak-anak. Penyebab penyakit gigi adalah adanya akumulasi plak pada permukaan gigi yang terbentuk dari sisa�sisa makanan yang tidak dibersihkan. Plak terdiri lebih dari 325 spesies bakteri yang berbeda dan satu gram plak mengandung sekitar 2 x 1011 bakteri bersifat kriogonik, dapat menyebabkan karies gigi dan penyakit periodontal.Pencegahan karies adalah dengan mengusahakan agar pembentukan plak pada permukaan gigi dapat diatasi, yaitu dengan cara menyikat gigi. Menyikat gigi dapat dilakukan dengan beberapa metode, salah satunya adalah metode bass. Tujuan penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui status kebersihan gigi dan mulut anak pada Panti Asuhan Khatolik Sonaf Maneka Kota Kupang sebelum dan sesudah promosi kebersihan tentang cara menyikat gigi yang baik dan benar dengan metode demonstrasi menggunakan teknik bass. Metode Jenis penelitian yang akan digunakan adalah penelitian deskriptif, yaitu suatu metode penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai Status PHP-M Anak pada Panti Asuhan Khatolik Sonaf Maneka Kota Kupang tentang cara menyikat gigi yang baik dan benar dengan metode demonstrasi menggunakan teknik bass. Hasil penelitian sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 20 orang responden (66,7%) dan sebagian besar responden berumur 11 sebanyak 11 responden (36,7%). Status PHP-M sebelum dilakukan demostrasi menyikat gigi dengan metode bass tertinggi yaitu kriteria buruk dengan persentase 83,3%. Status PHP-M setelah dilakukan demostrasi cara menyikat gigi dengan metode bass tertinggi yaitu kriteria baik dengan persentase 93,3%. Kesimpulan gambaran status PHP-M sebelum menyikat gigi dengan teknik bass tertinggi yaitu kriteria buruk dengan persentase 83,3%. Status PHP-M sesudah menyikat gigi dengan teknik bass tertinggi yaitu kriteria baik dengan persentase 93,3%

    GAMBARAN KARIES GIGI BERDASARKAN JENIS MAKANAN KARIOGENIK YANG DIKONSUMSI MURID-MURID KELAS III DI SD INPRES LILIBA

    Get PDF
    Latar Belakang : Masalah yang paling banyak ditemukan adalah gigi berlubang atau karies gigi dengan rata-rata penduduk Indonesia memiliki 4 sampai 5 gigi berkaries. Bentuk fisik makanan kariogenik yang sering di konsumsi oleh anak terutama pada anak sekolah dasar (SD) adalah makanan yang manis, lengket, dan berbentuk menarik. Survey awal yang kami lakukan di SD Inpres Liliba pada murid kelas III yang berjumlah 107, ditemukan terdapat 75 orang (70%) yang giginya berlubang. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui gambaran karies gigi berdasarkan jenis makanan kariogenik yang dikomsumsi murid-murid kelas III di SD Inpres Liliba. Metode Penelitian: Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif. Subyek Penelitian dalam penelitian ini adalah murid SD Inpres Liliba kelas III yang giginya berkaries terdapat 75 orang. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan format pemeriksaan DMFT. Hasil penelitian: Gambaran karies gigi pada murid-murid kelas lll di SD Inpres Liliba yang memiliki kategori sangat rendah sebanyak 47 orang, kategori rendah sebanyak 15 orang, kategorisedang sebanyak 12 orang, dan kategori tinggi sebanyak 1 orang dan makanan yang sering dikomsumsi oleh murid-murid kelas lll di SD Inpres Liliba yaitu yang mengomsumsi makanan kariogenik berbentuk cair sebanyak 30 orang (40% ), yang berbentuk padat sebanyak 19 orang (25%), dan yang berbentuk cair dan padat sebanyak 26 orang (35%). Kesimpulan: gambaran karies gigi pada murid-murid kelas lll di SD Inpres Liliba yang memiliki kategori sangat rendah dan jenis makanan yang sering dikomsumsi oleh murid�murid kelas lll di SD Inpres Liliba yaitu yang mengomsumsi makanan kariogenik berbentuk cair

    UJI EFEKTIVITAS ARANG AKTIF SEKAM PADI TERHADAP PENURUNAN KESADAHAN TOTAL PADA AIR SUMUR GALI DI KELURAHAN NAIMATA TAHUN 2024

    Get PDF
    Kesadahan merupakan sifat air yang disebabkan oleh adanya ion-ion (kation) logam valensi dua yang mampu bereaksi dengan sabun membentuk kerak air. Definisi dari kesadahan total adalah kesadahan yang disebabkan oleh adanya ion Ca2+ dan Mg2+ secara bersama-sama. Kesadahan dapat di turunkan menggunakan arang aktif sekam padi. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas arang aktif sekam padi dalam menurunkan kesadahan total pada air sumurgali Di kelurahan Naimata. Jenis penelitian ini adalah eksperimen menggunakan rancangan one group pretest posttest. Variabel yang digunakan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kesadahan total air sumur gali sebelum pengolahan, kesadahan total sesudah pengolahan dan efesiensi arang aktif sekam padi. Objek dalam penelitian ini adalah salah satu air sumur gali yang berada di Kelurahan Naimata. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat kesadahan total pada sumur gali sebelum penambahan arang aktif sekam padi sebesar 168,42 mg/l. Hasil tersebut memenuhi syarat. Tingkat kesadahan total air sumur gali setelah penambahan arang aktif sekam padi dengan dosis 3 gram sebesar 108,6 mg/l, dosis 4 gram sebesar 65,95 mg/l dan dosis 5 gram sebesar 64,55 mg/l. Ketiganya memenuhi syarat. Sedangkan efesiensi penurunan kesadahan total sebelum dan sesudah penambahan arang aktif sekam padi dengan dosis 2 gram, 4 gram dan 6 gram yaitu sebesar 35,8%, 60,8%, dan 61,16%. Arang aktif sekam padi mampu menurunkan kesadahan total pada air sumur gali. Sosialisasi dan penyuluhan yang harus diberikan kepada masyarakat agar dapat memanfaatkan arang aktif sekam padi dengan pemanfaatan variasi dosis dalam rangka menurunkan angka kesadahan total pada ai

    Gambaran Kadar Kolinesterase Pada Petani Sayur Yang Terpapar Pestisida di Desa Tunfeu Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang

    Get PDF
    Pestisida merupakan bahan kimia atau campuran bahan kimia serta bahan lain yang digunakan untuk mengendalikan atau menghilangkan organisme pengganggu tanaman. Kolinesterase merupakan enzim karboksil hydrolase yang berperan dalam pemecahan ester dari kolin, enzim ini pada kasus keracunan pestisida akan terdeteksi penurunan aktivitas enzim, penurunan aktivitas dapat menyebabkan terjadinya gangguan pada pengiriman sinyal melalui system syaraf yang akan menimbulkan gejala yang terdeteksi sebagai gejala keracunan setelah terpapar pestisida. Untuk mengetahui terjadinya keracunan pestisida dengan melakukan pemeriksaan kadar kolinesterase pada sampel darah dari orang yang diduga mengalami keracunan.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kadar kolinesterase dari darah petani di Desa Tunfeu, Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang. Penelitian menggunakan metode pengumpulan data sampel penelitian yaitu 30 orang petani sayur yang telah menjalankan pekerjaan minimal 1 tahun, dilakukan pengambilan darah vena kemudian serum diperiksa menggunakan instrument Photometer 5010 dengan metode Optikal DGKC. Hasil penelitian kadar kolinesterase abnormal pada perempuan sebanyak 5 responden (17%). Kadar kolinesterase abnormal paling banyak pada usia 24-45 tahun sebanyak 6 responden (20%). Kadar kolinesterase abnormal paling banyak pada tingkat pendidikan SMP sebanyak 4 responden (13%). Kadar kolinesterase abnormal paling banyak pada massa kerja ≥ 1 tahun sebanyak 8 responden (27%). Kadar kolinesterase abnormal paling banyak pada lama penyemprotan ≤ 3 jam sebanyak 8 responden (27%). Kadar kolinesterase abnormal paling banyak pada penggunaan APD tidak lengkap sebanyak 8 responden (27%

    2,326

    full texts

    4,410

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Poltekkes Kupang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇