Sekolah Tinggi Teologi Simpson (STT): Simpson Journals
Not a member yet
    412 research outputs found

    Melayani Tanpa Burnout: Spiritualitas dan Kesehatan Mental Pelayan Tuhan

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan cara mencegah dan mengatasi masalah burnout di dalam kehidupan para pelayan Tuhan. Metode yang digunakan adalah kualitatif, yang mencakup pengumpulan data melalui penelitian pustaka dan wawancara. Wawancara dilakukan kepada beberapa Pendeta dan Penginjil juga aktivis gereja yang ada di sinode GKT. Selain itu juga dilakukan wawancara kepada beberapa dosen di STT Simpson Ungaran. Untuk memastikan validitas data, wawancara dilakukan secara mendalam untuk mendapatkan perspektif yang komprehensif mengenai cara para pelayan Tuhan mencegah dan mengatasi burnout dalam pelayanan. Hasil penelitian disajikan secara deskriptif dan menunjukkan bahwa burnout dapat juga dialami oleh para pelayan Tuhan. Ada banyak faktor yang menjadi penyebabnya antara lain rutinitas, tuntutan atau beban pelayanan yang tinggi, kelelahan fisik, lingkungan kerja yang buruk, dan merasa sendiri atau tanpa dukungan juga ketidakseimbangan antara kehidupan pribadi dan pelayanan. Untuk mengatasinya maka para pelayan Tuhan harus memiliki kehidupan spiritualitas dan kesehatan mental yang prima. oleh sebab itu para pelayan Tuhan harus meningkatkan kehidupan spiritualnya dengan melakukan disiplin rohani seperti: beribadah, berdoa, membaca dan merenungkan firman Tuhan. Selain itu para pelayan Tuhan juga harus menjaga kesehatan mental dengan menjalani kehidupan yang seimbang antara melayani dan beristirahat. Melatih pikiran tetap positif dan mencari rekan untuk bercerita bahkan bantuan profesional dalam bentuk konseling. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus rujukan bagi para pelayan Tuhan agar dapat melayani tanpa mengalami burnout yang berdampak pada menurunnya kualitas pelayanan. &nbsp

    Profesional Guru Pendidikan Agama Kristen Sebagai Gembala Dalam Upaya Meningkatkan Pertumbuhan Rohani Siswa

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) sebagai gembala dalam meningkatkan pertumbuhan rohani siswa. Latar belakang penelitian ini berfokus pada pentingnya karakter dan kompetensi guru PAK dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan spiritual siswa, mengingat tantangan yang dihadapi remaja di era modern. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan stud pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAK yang berperan sebagai gembala tidak hanya bertanggung jawab untuk mengajar, tetapi juga untuk membimbing dan mendukung siswa dalam perjalanan spiritual mereka. Penemuan ini menegaskan bahwa pendekatan yang mencerminkan nilai-nilai Kristiani oleh guru dapat menciptakan suasana belajar yang aman dan inspiratif, sehingga mendorong siswa untuk menginternalisasi ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pelatihan berkelanjutan bagi guru PAK untuk meningkatkan keterampilan pedagogis dan kemampuan interpersonal mereka dalam menjalankan peran gembala secara efektif. &nbsp

    Menghadirkan Khotbah yang Berdaya Tarik bagi Generasi Z: Studi Kasus pada Gereja Pemberita Injil di Jakarta

    Full text link
    This article reveals the characteristics of Generation Z as a sermon listener, specifically those found within Generation Z at Gereja Pemberita Injil in Jakarta, based on their experiences of listening to sermons. The research method used in this study is a qualitative research method with an ethnographic approach. This approach allows the researcher to dissect and study the worldview and interactions of Generation Z when listening to sermons. The main goal of this study is to identify the characteristics of Generation Z as sermon listeners, thereby developing appropriate strategies for delivering sermons to Generation Z at Gereja Pemberita Injil in Jakarta. Based on the result of the research, there are four characteristics of Generation Z as listeners to sermon: Generation Z wants to be connected in preaching; Generation Z listens sermon using their imagination; Generation Z listens sermon with their faith; Generation Z views the preacher as an authorized person, yet approachable figure. Based on these characteristics, there are some of the proposed strategies to preaching to Generation Z at Gereja Pemberita Injil: preaching with conviction; preaching by involving the daily life; preaching using story; and preaching by offering challenges

    Keramahan Kristen di Tengah Krisis: Menyikapi Isu Imigrasi Dan Pengungsi Dari Perspektif Kitab Imamat 19:33-34

    Full text link
    This study explores the concept of Christian hospitality in response to immigration and refugee issues with reference to Leviticus 19:33-34. In the context of a global crisis, churches and Christian communities are called to show hospitality to refugees and immigrants, reflecting a commitment to provide help, support, and compassion to fellow human beings in distress. This research utilizes a qualitative approach with an in-depth analysis of the biblical text, especially Leviticus 19:33-34, and includes understanding the values, principles, and views related to hospitality. The results illustrate that the concept of Christian hospitality is placed in the context of holiness, emphasizing the importance of loving and welcoming strangers as a response to divine authority. Its theological implications include spiritual identity formation and bearing witness to God\u27s love, while its practical implications form the basis for inclusive social policies and moral education

    Membangun Strategi Misi Kontekstual Bagi Generasi Z: Memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi

    Full text link
    Generasi Z, sebagai digital native, memiliki karakteristik unik yang membutuhkan pendekatan misi yang kontekstual dan relevan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan strategi misi kontekstual bagi Generasi Z dengan memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Dengan pendekatan deskriptif-kualitatif berbasis literatur, penelitian ini menyoroti penggunaan media sosial, podcast, komunitas virtual, dan kolaborasi dengan key opinion leaders (KOL) dijadikan sebagai metode yang efektif dalam menjangkau generasi ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi berbasis teknologi mampu meningkatkan keterlibatan dan daya tarik pesan Injil bagi Generasi Z, terutama melalui konten yang autentik, transparan, dan interaktif. Namun, tantangan seperti etika penggunaan teknologi, kecanduan media, dan kebutuhan akan literasi digital tetap menjadi perhatian utama. Penelitian ini merekomendasikan gereja dan organisasi misi untuk mengintegrasikan TIK secara bijaksana dalam pelayanan, sembari mendorong penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi efektivitas pendekatan ini dalam berbagai konteks budaya

    Embracing Psychology for Theology: The Role of Developmental Theories in Christian Spiritual Formation

    Full text link
    Spiritual formation is a critical component in faith development toward Christlikeness. When the Christians are no longer growing, they are actively dying. Therefore, various efforts need to be made to help Christians grow. However, many spiritual formation efforts are still segregated, fragmented, or isolated from other discourses. This approach tends to focus only on the spiritual dimension and ignores that an individual has complex dimensions that cannot be separated from one another. To realize a more holistic spiritual formation, this article explores some developmental psychological theories to find approaches that might help to nurture the faith of believers holistically. The research method employed for this research is descriptive qualitative. Data collection was done by library research on various developmental theories from various developmentalists. From the results of the investigation, the author found different insights to realize more effective spiritual formation, namely by involving the community as a social context, taking into account every human dimension, giving space to the process, accommodating the nature of spiritual growth as multi-faceted and multi-directional, and presenting various experiences in the process of forming spiritual disciplines

    Integrating the Gap Between Faith Education and Christian Learning in the Indonesian Context with a Christian Worldview

    Full text link
    In Indonesia, there is a striking contrast between faith education and Christian learning, which raises major questions regarding integration. Faith education is often associated with worship and character formation in the church, while schools are expected to strengthen Christian values. Understanding Christianity in the concept of worldview is very important, stressing the Christian\u27s responsibility to live in the world, not of the world. This research used qualitative methods, including surveys and thematic analysis, which produced three main findings. First, faith education is usually carried out in religious schools, in line with specific religious doctrines, whereas Christian learning involves systematic exposure to Christian teachings. Second, religious education in Indonesia aims to overcome inter-religious disorders, while Christian education seeks to understand God\u27s will. Research puts forward the concept of a universal worldview as a means of bridging this gap. Three proposed approaches are Teaching for commitment, Teaching for commitment Teaching about commitment, and Teaching from commitment

    Integrasi Antropologi Kristen Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen

    Full text link
    Antropologi adalah ilmu  tentang manusia.  Pemahaman antropologi seorang pendidik akan membantu dalam proses pembelajaran.  Dalam konteks pendidikan agama Kristen (PAK), antropologi pendidikan yang dijalankan adalah antropologi yang berdasarkan kebenaran Alkitab.  Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan prinsip-prinsip antropologi Kristen dalam proses pembelajaran PAK.  Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi pustaka, dengan mengumpulkan berbagai literatur mengenai landasan teologis dan filsafat pendidikan Kristen dan melalui wawancara mahasiswa dan dosen mata kuliah doktrin Kristen.  Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengintegrasian nilai-nilai Antropologi Pendidikan Kristen (manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, ketika dosa masuk ke dalam dunia melalui Adam, gambar Allah di dalamnya tercemarkan dan kematian Yesus Kristus di atas kayu salib memulihkan keselamatan dan persekutuan dengan Allah), dapat dilakukan melalui pengajaran nilai-nilai tersebut.  Selain pengajaran akan nilai-nilai tersebut, penerapan dalam proses pembelajaran PAK dilakukan melalui penghargaan akan individu nara didik tanpa pilih kasih, memberikan ruang untuk merasa bebas menyatakan pendapat tanpa takut dimarahi ataupun dipersalahkan dan menuntun nara didik untuk mendapatkan pengalaman bersama Kristus.  Dampak dari integrasi nilai antropologi Kristen ini bagi peserta didik adalah peserta didik  dapat menerima dirinya sendiri sebagaimana Allah menciptakannya, merasa nyaman dalam menjalani proses pembelajaran dan memiliki komitmen untuk memperkenalkan muridnya kelak kepada Kristus

    Gaya Kepemimpinan Delegasi di Era Teknologi

    Full text link
    Seorang pemimpin perlu beradaptasi dan memiliki berbagai gaya kepemimpinan yang efektif agar membawa pertumbuhan organisasi yang semakin maju. Dengan memahami teknologi, seorang pemimpin dapat mengambil langkah-langkah yang strategis untuk memanfaatkan peluang yang ada dan sekaligus mengatasi tantangan yang ada di lingkungan dimana proses kepemimpinan dijalankan menjadi salah satu. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan. Analisis literatur digunakan sebagai fondasi untuk mengembangkan ide atau teori inovatif. Setiap gaya kepemimpinan yang digunakan oleh seorang pemimpin akan menentukan bagaimana pemimpin mempengaruhi, memotivasi dan mengarahkan orang yang dipimpin dalam mencapai sasaran yang telah ditetapak secara bersama. Bagi seroang Pemimpin harus terus meningkatkan keahlian dan kompetensi kepemimpinannya untuk menjamin bahwa gaya kepemimpinan yang digunakan relevan dan efektif. Melalui kepemimpinan delegasi dengan memanfaatkan teknologi akan menciptakan menciptakan efektivitas bagi organisasi dan orang yang dipimpin serta mitra kerja, memberdayakan orang yang dipimpin atau pengikut, menciptakan kolaborasi global, mengembangkan budaya kerja organisasi yang efektif

    Peran Generasi Z Dalam Membangun Harmoni Di Tengah Keberagaman

    Full text link
    Generasi Z, yang mencakup individu yang lahir antara tahun 1995 hingga 2010, merupakan kelompok yang memiliki karakteristik unik yang membedakannya dari generasi sebelumnya. Generasi Z dikenal sebagai "digital natives" karena tumbuh dan berkembang di era teknologi informasi yang pesat, di mana akses terhadap internet dan perangkat digital menjadi hal yang umum. Tujuan Penelitian ini adalah untuk memaparkan tentang  pentingnya peran Generasi Z dalam membangun harmoni di tengah keberagaman. Rumusan Masalah apa saja peran Generasi Z dalam membangun harmoni di tengah keberagaman ? metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pustaka. ada beberapa hal yang bisa di lakukan oleh Generasi Z dalam membangun harmoni yaitu sebagai berikut: pertama, Meningkatkan Solidaritas Nasional, kedua Menggunakan Media Sosial untuk Edukasi dan Kampanye. Ketiga, Dialog antar Agama. Penelitian ini menegaskan peran penting Generasi Z dalam harmoni masyarakat Indonesia yang beragam. Sebagai "digital natives," mereka menyebarkan toleransi dan inklusivitas melalui media sosial, gerakan sosial, dialog antarbudaya, serta pendidikan politik. Meskipun menghadapi tantangan, Generasi Z berpotensi besar menjadi agen perubahan dalam membangun solidaritas dan kepercayaan lintas budaya

    372

    full texts

    412

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Sekolah Tinggi Teologi Simpson (STT): Simpson Journals
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇