Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari: Open Journal Systems
Not a member yet
2583 research outputs found
Sort by
MENILIK METODE TAKHRIJ HADIS MANUAL DAN DIGITAL
Hadith initially relied solely on the power of memorization of companions and scholars. However, as more and more hadith memorizers became martyred and the fear of the loss of the Prophet's words increased, the codification of hadith books was soon undertaken. After the process of codification of hadith, the next problem is the difficulty of finding the original source of a hadith. The type of research used is descriptive qualitative research using literature study as a method of collecting data. The purpose of this research is to find out the definition, history, process and methods used in conducting hadith research or tracking. The results showed that the method used to find out the location of a hadith in the original book that lists the hadith complete with its sanad and matan is called the hadith takhrij method. This method was initially not really needed by the mutaqaddimin scholars because they had an established knowledge of hadith. The development of increasingly complex Islamic disciplines made it difficult for the later scholars to find the original source of a hadith, so they tried to formulate various methods in order to find hadith quickly and easily. Along with the development of time, hadith takhrij methods can not only be searched through books (manually) but can also be done through applications or digital platforms.
Meningkatkan Nilai Religius Pada Anak-Anak Melalui Kegiatan Keagamaan Di Desa Lawekara
Menciptakan suatu sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan oleh pemerintah saat ini. Diberbagai literature dijelaskan bahwa karakter merupakan salah satu factor penting yang menentukan kualitas suatu Negara. Bergerak dari desa Lawekara penguatan pendidikan karakter akan di mulai melalui beberapa kegiatan keagamaan di masjid melalui pendidikan, pembentukan jati diri dan pengembangan potensi. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk membentuk karakter anak-anak sejak dini melalui penguatan niali-nilai religius seabagai upaya mempersiapkan generasi yang unggul. Pengabdian ini dilaksanakan oleh tujuh mahasiswa peserta KKN Reguler IAIN Kendari yang terdiri dari berbagai macam program studi, diantaranya program studi Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Tadris Bahasa Inggris, Tadris Biologi, Manejemen Pendidikan Islam, Ekonomi Syari’ah, dan Komunikasi Penyiaran Islam. Hasil pengabdian ini berupa mengajar BTQ, mengajar ilmu agama, yasinan rutin, khutbah jum’at, dan memakmurkan masjid melalui kegiatan sholat lima waktu secara berjama’ah. Kata Kunci: SDM Unggul, Nilai-Nilai Religius, KKN Desa Lawekar
Analisis Kesalahan Penyebutan Huruf dalam Membaca Teks Bahasa Arab pada Siswa Kelas VIII di Mts Darul Mukhlisin Kendari
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis kesalahan pengucapan huruf dalam membaca teks bahasa Arab pada siswa kelas VIII MTs Darul Mukhlisin Kandari, faktor penyebabnya dan upaya yang dilakukan oleh guru mata pelajaran bahasa Arab dalam mengatasi kesalahan pengucapan huruf ketika membaca teks bahasa Arab. Adapaun metode yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Sumber data pada penelitian ini yakni 30 siswa, 1 guru bahasa Arab dan 1 kepala sekolah MTs Darul Mukhlisin Kendari. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kesalahan pengucapan huruf dalam membaca teks bahasa Arab pada siswa kelas VIII MTs Darul Mukhlisin Kandari dalam penelitian ini dibagi menjadi lima kategori, yaitu kesalahan pengucapan huruf tenggorokan sebanyak 19 dari 38 kesalahan, kemudian kesalahan kesalahan pengucapan huruf lidah sebanyak 11 dari 38 kesalahan, kesalahan pengucapan huruf bibir sebanyak 1 dari 38 kesalahan, kesalahan pengucapan huruf rongga mulut sebanyak 5 dari 38 kesalahan, dan kesalahan pengucapan huruf rongga hidung sebanyak 1 dari 38 kesalahan. Seperti pada hasil di atas, bentuk huruf kesalahan tenggorokan lebih banyak dari yang lain dengan 19 dari 38 kesalahan. Faktor- faktor penyebab terjadinya kesalahan pengucapan huruf dalam membaca teks bahasa Arab pada siswa kelas VIII MTs Darul mukhlisin kendari dibagi menjadi 4 faktor, yaitu faktor interlingual transfer, faktor intralingual transfer, faktor konteks pembelajaran., dan faktor strategi pembelajaran. Adapun Upaya yang dilakukan oleh guru bahasa Arab untuk mengatasi masalah kesalahan penyebuta huruf dalam membaca teks bahasa arab pada siswa kelas VIII MTs Darul Mukhlisin yakni dengan mengoreksi secara efektif aktif, mengoreksi sensitifitas/ kepekaan penutur , mengoreksi kemampuan siswa dan mengoreksi dalam dua langkah yakni mengoreksi apa yang dikatakan siswa dan mengapa (alasan) mereka mengatakan itu.Kata kunci: analisis, kesalahan, pengucapan huruf, membaca teks Ara
Empowering Child Beggars and Scavengers Through Civil Brotherhood: An Educational and Sharia Perspective (Pemberdayaan Anak Pengemis dan Pemulung Melalui Persaudaraan Madani: Suatu Perspektif Pendidikan dan Syari’ah)
Artikel ini bertujuan menganalisis pemberdayaan anak pengemis dan pemulung dalam perspektif pendidikan dan syari’ah. Agenda kebijakan, Pelaku Pemberdayaan dan Pemberdayaannya, sesuai potensi yang dimiliki oleh setiap individu, dapat dikembangkan melalui pendidikan dan pelatihan (lifeskill) yang dilanjutkan dengan pemberdayaan ekonomi (pergerakan modal atau faktor produksi) melalui peran yang dilakukan secara sistematis oleh lembaga khusus (lembaga syariah) yang ditugaskan untuk menangani kemiskinan masyarakat. Pemberdayaan mereka yang miskin prioritas pertama dan utama adalah pendidikan dan penguatan mental. Kemiskinan seperti miskin tua renta, kematian suami (janda dan cacat mental) adalah sesuatu yang sifatnya transcendental, sehingga penanganannya cenderung kepada santunan permanen. Sementara mereka yang masih berpeluang untuk diberdayakan tidak ada pilihan lain, harus dilakukan dengan pendekatan syariah. Siapa, dimana, berapa, dengan cara apa pemberdayaannyaKata Kunci: Pendidikan dan Pemberdayaan Anak, Kemiskinan, Syari’ah
Umar's Policy Specifications in Constitutional Law in Review of Siyasah Dusturiyyah Aspects
The study aims to determine the specifications of Umar's policy in government from the perspective of siyasah dusturiyyah which is the development of Islamic legal thought. The results of the study show that the specifications of Umar's policy in government have the ability to direct the behavior of others, have certain skills that not everyone has, so that they can solve problems that arise in the life of mankind. Between the leader and the led there must be a synergy relationship, also between the people and the government in carrying out responsibilities. Umar's specifications in government have several principles, namely: (1) The application of legislation includes the benefit of the people (2) The principle of deliberation (3) The principle of justice (4) The principle of equality (5) The principle of responsibility (6) Obey the elected government de facto (real) (7) Build trust between them
Socio-Legal Studies: Methodical Implications of Legal Development in Indonesia
The purpose of the study is to analyze the position of socio-legal studies in legal studies, to analyze their intersection with similar studies, and to analyze their methodical implications for the development of law in Indonesia. By merging doctrinal legal approaches and empirical legal approaches, socio-legal studies appear to offer a large field for legal scholars using a variety of methods. In the study of legal phenomena that are not isolated by social, political, economic, or cultural circumstances, socio-legal studies place concepts and theories based on an interdisciplinary approach that combines disciplines. The sociology of law, which primarily draws its intellectual inspiration from mainstream sociology and views law as a vehicle for social governance, a profession, and a discipline, is distinct from socio-legal studies. Legal discourse, which is a common occurrence in everyday life, is a major subject of legal sociology. Additionally, Socio-Legal Studies differ from Sociological Jurisprudence, which emphasizes realism viewpoints in the field of law
Willingness to Communicate in English: An Interview Study with Indonesian Vocational High School Students
Research into willingness to communicate in English has gained momentum in second/foreign language learning recently. Applied linguists have argued for the factors that may hinder learners to communicate in English. However, although extensive studies on willingness to communicate in English have been carried out, the studies have much focused on university and high school students. As a result, very little is known about the hindrances of students' willingness to communicate in English in the context of vocational high schools. To fill such a lacuna, this study was designed to explore hindrances of willingness to communicate in English among Indonesian vocational high school students. In-depth interviews were conducted with 6 participants from three Indonesian vocational high schools with regard to the hindrances they encountered when communicating in English. To analyze the data, we employed Braun and Clarke’s (2006) thematic analysis. Findings from the study suggest four emerging themes: 1) lack of self-confidence, 2) presence of fear, 3) teacher's teaching style, 4) and vocabulary provision. Our study reveals that, even though the participants are aware of the problems, situated supports in the forms of out-of-class English communications are needed to help solve their hindrances in English communications. Pedagogical implications of this study are offered at the end of this article
PENYEBARAN KELOMPOK ISLAM MODERAT DAN ISLAM PURITAN DI INDONESIA: KAJIAN KHALED ABOU EL FADL
Artikel ini berusaha mengungkapkan persebaran kelompok Islam Moderat dan Islam Puritan di Indonesia menurut Khaled Abou el Fadl. Menurutnya, bahwa Islam moderat adalah mereka yang memahami agama dengan selalu mengedepankan prinsip-prinsip toleransi, santun, dan bisa mendahulukan kemaslahatan orang banyak. Sedangkan Islam puritan menggambarkan sekelompok umat Islam yang memiliki sistem kepercayaan absolut dan tanpa kompromi, yang cenderung murni dan tidak toleran terhadap sudut pandang lain, sebab mengutamakan pemahaman agama secara harfiah dan literal. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Kelompok islam moderat yang terdeteksi adalah seperti Nahdlatul Ulama’ (NU) dan Muhammadiyah, Adapun kelompok Islam puritan adalah Wahabi dan Salafi. Islam moderat yang dimaksudkan Khaled Abou el Fadl lebih bisa digunakan untuk mengatasi tantangan kontemporer dan menyebarkan Islam yang harmonis, sebab lebih mengedepankan dan menghargai hak asasi manusia dalam mewujudkan kemaslahatan bersama. Dan Islam puritan yang pergerakannya mengarah kepada ekstrimisme dan radikal, sehingga menjadikan masyarakat Muslim intoleran, dogmatik dan kaku melihat perkembangan peradaban sehingga menjadi sebab munculnya gerakan-gerakan dengan kekerasan, namun mengatasnamakan agama
SUFISME DAN URBAN SUFISME ERA DIGITAL
Sufisme sebagai aliran kebangkitan dan mistik dalam tradisi Islam, saat ini telah menjadi sasaran ketegangan modernisasi yang dialami seluruh dunia muslim, dan lebih khusus lagi Indonesia. Jadi, jelaslah bahwa artikulasi khazanah Islam yang berupaya menyelaraskan dengan modernitas penuh semangat di dunia muslim. Hal tersebut merupakan fenomena menarik yang berkembang di masyarakat kontemporer, khususnya di kota-kota besar. Sufisme yang pernah dituduh sebagai biang keladi kemunduran umat Islam. Akan tetapi, berbeda dengan sekarang, tidak seperti yang selalu dipikirkan oleh umat Muslim pada umumnya, karena kini para sufi menjadi semacam trend, bagi sebahagian kalangan orang-orang di perkotaan. Berlainan dengan konsepsi negatif diatas bahwa kebangkitan modernisme dan reformisme Islam sejak awal abad ke-20 menjadikan tasawuf sebagai salah satu sasaran pembaharuan dan pemurnian Islam. Bagi para pemikir dan aktivis modernis dan reformis Muslim, kaum Muslim bisa mencapai kemajuan hanya dengan meninggalkan kepercayaan dan praktik sufistik yang mereka pandang bercampur dengan bid’ah, khurafat, takhayul, dan taqlid buta kepada pimpinan tasawuf dan tarekat
EFEKTIVITAS PERATURAN DAERAH KOTA KENDARI NOMOR 16 TAHUN 2014 TENTANG KAWASAN TANPA ROKOK (STUDI DI IAIN KENDARI)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Peraturan Daerah Kota Kendari No. 16 Tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok di IAIN Kendari dan Upaya agar Peraturan Daerah tersebut dapat berjalan efektif. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian hukum empiris yang menggunakan Reduksi, Display, verifikasi dan penarikan kesimpulan sebagai teknik analis data. Hasil penelitian menunjukkan, yaitu: Pertama, berdasarkan teori sistem hukum Lawrence M. Friedman, Peraturan Daerah Kota Kendari tentang Kawasan Tanpa Rokok di IAIN Kendari belum berjalan efektif. Hal ini disebakan oleh faktor legal structure dan legal culture yang masih lemah, yakni: Dinas Kesehatan kota Kendari sebagai otoritas penegak Peraturan Daerah belum melakukan sosialisasi dan kordinasi di IAIN Kendari. Hal inilah yang berdampak pada rendahnya kesadaran hukum sivitas akademika IAIN Kendari terkait Peraturan Daerah Kawasan Tanpa Rokok. Kedua, upaya yang dilakukan agar perda Kawasan Tanpa Rokok dapat berjalan efektif adalah 1) Dinas Kesehatan Kendari melakukan kordinasi dan kerjasama dengan IAIN Kendari terkait sosialisasi secara masif terkait Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok kepada sivitas akademika berupa papan iklan, pamflet, spanduk. 2) IAIN Kendari membentuk satu tim yang berfungsi mengawasi pelaksanaan Perda KTR. 3) IAIN Kendari menyediakan sarana prasarana berupa tempat bebas asap rokok