E-Journal Universitas Muhammadiyah Gorontalo
Not a member yet
5258 research outputs found
Sort by
Hubungan Pemberian Imunisasi Rotavirus Dengan Kejadian Diare Pada Balita
Rotavirus penyebab diare pada anak. Karakteristik diare rotavirus, bersifat cepat dan tidak terkontrol, memungkinkan anak mengalami resiko dehidrasi.. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Varibel dalam penelitian ini terdiri dari variabel independent Pemberian Imunisasi Rotavirus dan variabel dependen Kejadian Diare Pada Balita. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan populasi 76 responden dan sampel sebanyak 81 responden. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dan uji Chi-Square untuk analisa data dengan hasil p-value 0,000 yang artinya ada hubungan antara Pemberian Imunisasi Rotavirus dengan Kejadian Diare Pada Balita di Puskesmas Kota Timur Kota Gorontalo. Kesimpulannya terdapat hubungan yang signifikan antara Pemberian Imunisasi Rotavirus dengan Kejadian Diare Pada Balita di Puskesmas Kota Timur Kota Gorontalo. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi Puskesmas Kota Timur dalam meningkatkan upaya promosi kesehatan untuk meningkatkan kesadaran orangtua mengenai pentingnya melakukan imunisasi Rotavirus sampai lengkap untuk mencegah diare
Efektivitas Pemberian Aromaterapi Lavender Untuk Mengurangi Kecemasan Pada Wanita Menopause Di Posbindu Karya Sakti Desa Jatijajar
Prevalensi gangguan kecemasan pada menopause di Jawa Tengah sebanyak 14%. Kecemasan dapat menyebabkan menopause menjadi gelisah, sering mengalami perubahan suasana hati, menjadi terlalu emosional jika tidak ditangani, mengembangkan gangguan kecemasan atau depresi. Pengobatan non-farmakologis sangat dianjurkan untuk mengobati kecemasan tanpa meningkatkan risik efek samping secara signifikan. Aromaterapi lavender adalah salah satu metode tersebut. Linalool, komponen aktif utama, dianggap bertanggung jawab atas efek lavender yang menenangkan (antikecemasan). Adapun tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas pemberian aromaterapi lavender untuk mengurangi kecemasan pada wanita menopause di Posbindu Karya Sakti Desa Jatijajar. Metode yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan desain one-group pre-test post-test design. Besar sampel dalam penelitian ini sebanyak 32 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling. Dalam menganalisis data secara bivariat, pengujian data dilakukan dengan menggunakan uji Paired Sample t-test dengan software SPSS. Hasil uji SPSS diperoleh nilai p-value sebesar 0,002. Hasil tersebut bernilai kurang dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti ada perbedaan yang bermakna antara tingkat kecemasan sebelum dan sesudah diberikan aromaterapi lavender sebesar 0,65. Kesimpulan penelitian ini yaitu aromaterapi lavender efektiv dalam menurunkan kecemasan pada wanita menopause
EFEKTIVITAS WARM WATER BAG DALAM MENURUNKAN DEMAM PADA ANAK TYPHOID FEVER
Suhu tubuh merupakan salah satu parameter vital yang menunjukkan adanya proses infeksi dalam tubuh, termasuk pada anak yang menderita typhoid fever. Salah satu terapi non-farmakologis yang dapat digunakan untuk menurunkan suhu tubuh adalah penggunaan warm water bag (kompres air hangat). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penggunaan warm water bag terhadap penurunan suhu tubuh pada anak dengan typhoid fever di RSUD Dr. M.M Dunda Limboto. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi eksperimen menggunakan Nonequivalent Control Group Design. Sampel sebanyak 24 anak usia 2–14 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, dan dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Analisis data dilakukan dengan uji univariat dan bivariat menggunakan Paired Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan suhu tubuh yang signifikan pada kelompok eksperimen setelah diberikan intervensi warm water bag. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan warm water bag terhadap penurunan suhu tubuh pada anak dengan typhoid fever
Analisis Rasio Keuangan Daerah Dalam Menilai Kinerja Keuangan Pemerintah Kabupaten Gorontalo
Dalam rangka mencapai pembangunan ekonomi suatu negara maka diperlukan pembiayaan dengan system pembagian keuangan yang adil, transparan dan efisien. Sehingga sangat penting bagi pemerintah daerah untuk menaruh perhatian yang besar terhadap kinerja pengelolaan keuangan daerah. Tujuan dalam penelitian ini berdasarkan rumusan masalah yang telah disebutkan sebelumnya yaitu Untuk mengetahui dan mengidentifikasi bagaimana rasio kinerja keuangan daerah di Kabupaten Gorontalo. Hasil Penelitian menunjukan rasio kinerja keuangan daerah di Kabupaten Gorontalo selama periode 2017 – 2021 menunjukan bahwa seluruh rasio keuangan mengalami penurunan sejak tahun 2017 sampai tahun 2020. Kemudian pada tahun 2021 mulai mengalami perbaikan dalam hal peningkatan kinerja keuangan jika dilihat dari berbagai rasio keuangan. Dari 5 raiso yang di ambil terdapat 3 rasio yang efektif dan 2 rasio yang tidak efektif Sehingga Pemerintah Kabupaten Gorontalo harus dapat memaksimalkan potensi yang ada di daerah untuk dapat memperbaiki kinerja keuangan yang secara umum lebih rendah dibandingkan dengan tahun 2017
PENGELOLAAN ASET DAERAH DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) DI DINAS KEPEMUDAAN OLAHRAGA DAN PARIWISATA KABUPATEN GORONTALO
Penelitian ini bertujuan memperoleh gambaran tentang Pengelolaan Aset Daerah Dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Gorontalo. Metode penelitian menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan sejumlah informan dan observasi serta pencatatan data sekunder yang berkaitan dengan permasalahan penelitian. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pengelolaan aset daerah dalam meningkatkan pendapatan asli daerah di Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Gorontalo belum optimal. Karena keterbatasan fasilitas dan anggaran yang kurang memadai. Pencatatan ataupun iventarisasi aset belum teroganisir dengan baik, masih ada aset yang belum dihapuskan yakni kenderaan roda dua sehingga menambah biaya pemeliharaan, serta evaluasi pemanfaatan aset yang belum optimal. maka dari itu pemerintah daerah harus melakukan inventarisasi dan evaluasi secara berkala serta meningaktkan kemampuan kapasitas aparatur dalam mengelola aset daerah
PENGARUH KINERJA KEUANGAN DAERAH TERHADAP ALOKASI BELANJA MODAL PADA KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI MALUKU UTARA
Abstract:This research was conducted in local governments in North Maluku province. The objective of this study is to examine the impact of independent variables, specifically financial performance measured by the degree of fiscal decentralization, regional financial dependence, SiLPA financing level, and regional financial efficiency, on the dependent variable, which is capital expenditure. This study used the technique of multiple linear regression. The findings of this study suggest that the degree of fiscal decentralization, regional financial dependence, level of SiLPA financing, and regional financial efficiency all have a simultaneous and significant impact on the allocation of capital expenditure. Specifically, the degree of fiscal decentralization and regional financial efficiency have a positive and significant effect on capital expenditure allocation, while regional financial dependence and the level of SiLPA financing do not have any effect on capital expenditure allocation. Keywords: regional financial performance, capital expenditure Abstrak:Penelitian ini dilakukan di pemerintah daerah di provinsi Maluku Utara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh variabel independen, khususnya kinerja keuangan yang diukur dengan derajat desentralisasi fiskal, ketergantungan keuangan daerah, tingkat pembiayaan SiLPA, dan efisiensi keuangan daerah, terhadap variabel dependen, yaitu belanja modal. Penelitian ini menggunakan teknik regresi linier berganda. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa derajat desentralisasi fiskal, ketergantungan keuangan daerah, tingkat pembiayaan SiLPA, dan efisiensi keuangan daerah secara simultan dan signifikan berpengaruh terhadap pengalokasian belanja modal. Secara spesifik, derajat desentralisasi fiskal dan efisiensi keuangan daerah berpengaruh positif dan signifikan terhadap alokasi belanja modal, sedangkan ketergantungan keuangan daerah dan tingkat pembiayaan SiLPA tidak berpengaruh terhadap alokasi belanja modal. Kata kunci : Kinerja Keuangan Daerah, Belanja modal
Analisis Interaksi Pasar Saham, Obligasi, Suku Bunga, dan Ketidakpastian Global serta Dampaknya terhadap Inflasi Daerah: Studi Empiris pada Masyarakat Provinsi Gorontalo (2015–2024)
Abstract:This study aims to analyze the dynamic interaction between the stock market (IHSG), government bond yields (SUN 10-year), monetary policy rate (BI-7DRR), global economic policy uncertainty (GEPU), and their impact on regional inflation in Gorontalo Province using the Vector Error Correction Model (VECM) based on quarterly data from 2015 to 2024. The results show that BI-7DRR significantly affects the stock market in both the short and long run, while bond yields negatively influence the IHSG through a flight-to-quality mechanism. Global uncertainty exerts downward pressure on stocks and increases bond market volatility. IRF results indicate that positive shocks in IHSG lower regional inflation, whereas shocks in SUN10Y and BI Rate increase inflation through cost-push and credit-channel mechanisms. FEVD findings demonstrate that financial market shocks explain up to 34% of inflation variation at the 10-quarter horizon. These findings confirm that national financial market dynamics significantly influence regional price movement and local economic stability in Gorontalo.Keywords: Stock Market, Bond Yield, Monetary Policy, Global Uncertainty, Regional Inflation, VECM Penelitian ini bertujuan menganalisis interaksi dinamis antara pasar saham (IHSG), pasar obligasi negara (yield SUN 10-tahun), suku bunga kebijakan (BI-7DRR), ketidakpastian global (GEPU), serta dampaknya terhadap inflasi Provinsi Gorontalo menggunakan metode Vector Error Correction Model (VECM) dengan periode data 2015–2024. Hasil estimasi menunjukkan bahwa BI-7DRR memiliki pengaruh jangka pendek dan jangka panjang yang signifikan terhadap IHSG, sedangkan yield SUN10Y berpengaruh negatif terhadap pasar saham melalui mekanisme flight to quality. Ketidakpastian global terbukti mendorong tekanan pada pasar saham serta meningkatkan volatilitas yield obligasi. IRF menunjukkan bahwa shock kenaikan IHSG menurunkan inflasi Gorontalo, sedangkan shock kenaikan yield SUN10Y dan BI Rate mendorong peningkatan inflasi daerah. FEVD menunjukkan bahwa variasi inflasi daerah dipengaruhi oleh shock pasar keuangan hingga 34% dalam 10-horizon ke depan. Temuan ini menegaskan bahwa interaksi pasar keuangan nasional memiliki implikasi signifikan terhadap harga dan stabilitas ekonomi masyarakat Gorontalo. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris bahwa stabilitas pasar keuangan nasional sangat penting bagi ketahanan ekonomi daerah.Kata kunci: IHSG, SUN10Y, Suku Bunga, Ketidakpastian Global, Inflasi Gorontalo, VECM.
IMPLEMENTASI EDUPRENEURSHIP DI SMP NEGERI 1 KABILA DALAM MATA PELAJARAN P5
This research examines edupreneurship implementation through Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) at SMP Negeri 1 Kabila, focusing on regulatory frameworks, project-based practices, encountered challenges, overcoming strategies, and development recommendations. The study aims to reveal P5 effectiveness in fostering entrepreneurial spirit among junior high students via authentic business simulations like fruit ice production using school vouchers. Qualitative descriptive method utilized in-depth interviews, supported by school documents and project observations; data analyzed thematically with source triangulation. Findings indicate P5 regulations effectively integrate Job Based Learning (JBL) where students manage group budgets, produce and market fruit ice via non-cash vouchers, building comprehensive entrepreneurial skills across business, education, social, and governance domains. Primary challenges include time constraints from concurrent projects, limited sales booth facilities, and low student motivation impacting participation and creativity, addressed through parent-committee collaboration and practical innovations. Recommendations encompass cross-subject integration (Mathematics for profit-loss, Indonesian for proposals), periodic bazaars, digital promotion via Canva/Instagram, and process-focused evaluations emphasizing creativity over outcomes. In conclusion, localized P5 edupreneurship demonstrates high potential when supported by holistic ecosystems, offering practical insights for Kurikulum Merdeka optimization at SMP level
ANALISIS PENGARUH PAJAK RETORAN TAHUN 2016-2020 TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH KABUPATEN BONE BOLANGO
This study aims to determine how the effect of restaurant tax revenue on local revenue in Bone Bolango Regency. This study uses a quantitative approach, and the data sources used in the analysis use secondary data from the last five years (2016-2020). The analytical tool used to answer the established hypothesis is using simple regression analysis. The results showed that the restaurant tax had no significant effect on local revenue in Bone Bolango Regency. This effect is not significant because it is shown by the result of the determination value (Rsquare) where the value is equal to zero. This means that any increase in restaurant taxes does not have a significant effect on increasing local revenue in Bone Bolango Regency in the 2016-2020 period. The contribution of restaurant taxes to regional original income is quantitatively still relatively small compared to other sources of revenue such as regional levies, street lighting taxes and so on. Restaurant Tax is only able to provide an average contribution in 5 years (2016-2020) of only Rp. 1,039,000,000 while the average PAD revenue in the last five years is Rp. 73, 032, 748, 896. 48, This means that the contribution of restaurant tax to local revenue is only 1.73 percent in the last five year
Ontology of Literacy in the Workplace: A Phenomenological Perspective
This study explores the ontological essence of workplace literacy through a phenomenological lens, addressing the evolving demands of modern professional environments that require advanced competencies in literacy, numeracy, and critical thinking. Grounded in the recognition that contemporary workplaces are increasingly complex and text-mediated, this research investigates how reading, writing, and communication practices are enacted, experienced, and interpreted by employees across various sectors in Indonesia. Employing transcendental phenomenology as the methodological framework, the study systematically analyzes both the textural descriptions and structural essences of informants' lived experiences from diverse workplace settings. This dual analysis reveals that literacy exists and manifests within professional contexts as more than just a technical skill. The findings demonstrate that workplace literacy operates simultaneously as a functional competency and as a form of professional consciousness that mediates relationships among individuals, texts, and organizational systems. Literacy emerges as essential for maintaining work consistency, enabling critical self-reflection, and bridging personal values with organizational culture. Furthermore, the study reveals that authentic workplace literacy is deeply rooted in reflective awareness and humanistic values, rather than being confined to instrumental or procedural applications. These insights underscore the necessity of cultivating workplace literacy development programs that prioritize reflexive practice, critical consciousness, and the integration of human-centered values within organizational learning frameworks, ultimately contributing to more meaningful and effective professional communication practices