E-Journal Universitas Muhammadiyah Gorontalo
Not a member yet
5258 research outputs found
Sort by
تطبيق طريقة تدريب الدور " الجملة المفيدة" بمدخل التعليم القائم على خطة لترقية مهارة الكتابة
إن عملية التعليم تحتاج إلى طريقة المناسبة باحتياجات الطلاب الموجه. يهدف تطبيق طريقة تدريب الدور "الجملة المفيدة" بمدخل التعليم القائم على خطة لمعرفة مدى فعالية طريقة تدريب الدور "الجملة المفيدة" بمدخل التعليم القائم على خطة لترقية مهارة الكتابة. المدخل المستعمل هو المدخل الكمي ومنهجه بمنهج التجريبي. نوع التصميم بتصميم مجموعة ضابطة غير متكافئة باستخدام الاختبار القبلي والاختبار البعدي. يتم استخدام مجموعتين من الفصول الدراسية، وهما الفصل الضابط والفصل التجريبي فالمصادر البيانات من نتيجة الاختبار القبلي والاختبار البعدي لتلاميذ فى الفصل الثامن (8.2) والفصل الثامن (8.1) بالمدرسة المتوسطة إعانة الصبيان بوغور والملاحظة. والأساليب لجمع البيانات من الملاحظة، والاختبار، والوثائق. الأساليب لتحليل البيانات من اختبار الحالة الطبيعية، والاختبار التجانس والاختبار الفرضية. نتائج البحث منها هناك ست خطوات فى تطبيق طريقة تدريب الدور "الجملة المفيدة" بمدخل التعليم القائم على خطة لترقية مهارة الكتابة منها : تقسيم الطلاب إلى مجموعات. يشرح المعلم المادة التعليمية. تقديم الموضوع والمفردات. التدريب بالتناوب لتكوين الجمل المفيدة بشكل دوري. التعاون في كتابة النصوص أو الإنشاء. وتصحيح العمل. توصل الباحثة نتائج على قيمة الدلالة 0.00، وبما أن 0.00 أصغر من 0.05، فإنه يتم رفض الفرضية الصفرية (Ho) وقبول الفرضية البديلة (Ha) ويمكن الاستنتاج بأنها توجد فعالة تطبيق طريقة تدريب الدور "الجملة المفيدة" بمدخل التعليم القائم على خطة لترقية مهارة الكتاب
Teori Kritik Puisi Tunggal Qudāmah bin Ja’far dalam Kitab Naqd al-Syi’ri
Artikel ini bertujuan untuk menganalisis teori kritik puisi Arab yang dikemukakan oleh Qudāmah bin Ja'far, seorang kritikus sastra terkemuka pada era Bani Abbasiyah. Dalam artikel ini, peneliti akan memperkenalkan pendekatan kritik puisi tunggal yang dicetuskan oleh Qudāmah bin Ja'far dalam Kitab Naqd al-Syi’ri yang meliputi lafaẓ, wazan, qāfiyah, dan makna. Jenis peelitian ini adalah library research sedangkan metode penelitian yang digunakan adalah analisis teks kitab Naqd al-Syi’ri dan referensi dari karya-karya Qudāmah bin Ja'far serta penulis-penulis Arab lainnya. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi teori kritik sastra tunggal yang dikemukakan oleh Qudāmah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Qudāmah kritik puisi dalam suatu karya harus dikembalikan pada unsur-unsur pembangun puisi yang meliputi keindahan lafaẓ, wazan, qāfiyah, dan makna. Lafaẓ yang digunakan dalam puisi haruslah bersifat mudah makhrajnya dan benar i’rabnya. Wazan yang digunakan dalam puisi haruslah mengikuti wazan arūḍ. Qāfiyah yang digunakan haruslah bersifat ‘użbah al-harfi wa salsah al-makhraj. Sedangkan maknanya harus sesuai dengan tujuan puisi tersebut diciptaka
Relasi Semantik dalam Bahasa Arab: Tarāduf, Musytarak Lafẓī, dan Taḍādd
Artikel ini mengkaji kekayaan relasi makna dalam bahasa Arab melalui analisis terhadap tiga fenomena linguistik utama: tarāduf (sinonimi), al-musytarak al-lafẓī (homonimi/polisemi), dan taḍādd (antonimi). Ketiga fitur ini merupakan fondasi semantik dalam bahasa Arab dan memainkan peran penting dalam teori linguistik, hermeneutika Al-Qur’an (tafsir), serta retorika klasik Arab. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang didukung oleh analisis semantik dan kerangka retorika klasik. Data primer diperoleh dari Al-Qur’an, kitab-kitab tafsir klasik, dan kamus otoritatif seperti Lisān al-ʿArab, serta diperkuat oleh referensi sekunder dari literatur semantik dan filologi Arab kontemporer. Temuan menunjukkan bahwa tarāduf dalam bahasa Arab jarang bersifat mutlak; istilah-istilah yang tampak sinonim sering kali membawa perbedaan makna yang halus dan kontekstual. Fenomena al-musytarak al-lafẓī menunjukkan pentingnya peran konteks dalam mengurai ambiguitas leksikal, sementara taḍādd memperkaya ekspresi retoris melalui pembentukan dikotomi moral dan teologis. Pola-pola semantik ini menegaskan bahwa bahasa Arab beroperasi dalam sistem makna yang kompleks, berlapis, dan sangat bergantung pada konteks, sehingga menuntut pendekatan integratif dalam kajian linguistik Arab dan penafsiran Al-Qur’an
PENGARUH EDUKASI TERHADAP PENGETAHUAN IBU TENTANG MPASI DALAM PENCEGAHAN STUNTING
Stunting masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia yang mencapai 31,8% pada tahun 2022, menempatkan Indonesia di urutan ke-10 Asia Tenggara. Salah satu upaya penanganan stunting adalah pemberian MPASI. Kunci keberhasilan pencegahan stunting yang baik adalah meningkatkan pengetahuan ibu tentang MPASI dalam pencegahan stunting dengan melalui edukasi. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui pengaruh edukasi terhadap pengetahuan ibu tentang MPASI dalam pencegahan stunting. Metode penelitian menggunakan jenis rancangan eksperimen dengan desain penelitian one group pretest posttest design. Populasi penelitian yaitu Ibu yang memiliki balita di wilayah kerja Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo. Jumlah balita di wilayah kerja Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo 193 orang. Sampel terdiri dari 39 responden, dengan Teknik pengambilan sampel proportional sampling. Hasil penilitian didapatkan nilai mean (rata-rata) Pengetahuan ibu sebelum diberikan edukasi yaitu 12,74 dan setelah diberikan edukasi hasil nilai mean (rata-rata) meningkat menjadi 19,05. Hasil uji statistic Wilcoxon mendapatkan nilai p value yaitu 0,000 Sehingga terdapat pengaruh pemberian edukasi terhadap pengetahuan ibu tentang MPASI dalam pencegahan stunting di wilayah kerja Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo. Diharapkan penelitian ini menjadi masukkan bagi tenaga kesehatan di Puskesmas memberikan intervensi edukasi tentang MPASI dalam pencegahan stunting untuk meningkatkan pengetahuan ibu.Stunting is still a health problem in Indonesia which reached 31.8% in 2022, placing Indonesia in 10th place in Southeast Asia. One of the efforts to handle stunting is the provision of complementary foods. The key to the success of good stunting prevention is to increase maternal knowledge about complementary foods in stunting prevention through education. The purpose of the study the influence of education on maternal knowledge about complementary foods in stunting prevention. The research method uses a type of experimental design with a one-group pretest posttest design research design. The research population is mothers who have toddlers in Limboto Health Center, Gorontalo Regency. The number of toddlers in Limboto Health Center, Gorontalo Regency is 193 people. The sample consisted of 39 respondents, with proportional sampling techniques. Obtained a mean value of maternal knowledge before being given education which was 12.74 and after being given education the result of the mean value increased to 19.05. Wilcoxon statistical test obtained a p value of 0.000 so that there was an effect of providing education on mothers' knowledge about complementary foods in stunting prevention. It is hoped that this research will be an input for health workers at the Health Center to provide educational interventions about complementary foods in stunting prevention to increase maternal knowledge
PENERAPAN MEDIA GAMBAR DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS BERITA
This research aims to improve students’ ability to write news sentences through the use of picture media among fifth-grade students at SDN 11 Limboto, Gorontalo Regency. This research is a classroom action research involving 25 fifth-grade students of SDN 11 Limboto as the subjects. The data analysis techniques included data on teacher activities, student activities, and students’ speaking abilities. In the initial observation, only 7 students, or 28%, achieved mastery based on the minimum competency criterion (KKM) of 75. The results of the study in Cycle I showed that 17 students, or 68%, achieved mastery. In Cycle II, the number increased to 23 students, or 92%, indicating an improvement of 24%. Thus, it can be concluded that the use of picture media can enhance students’ writing skills in Indonesian language learning among fifth-grade students at SDN 11 Limboto
PERAN CAMAT DALAM PENGAWASAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DESA DI KECAMATAN RANDANGAN KABUPATEN POHUWATO
Village infrastructure development is one of the strategic instruments in accelerating regional development and improving community welfare. The success of village infrastructure development is not only determined by the availability of budget funds, but also by the effectiveness of supervision carried out by government officials, particularly the Sub-district Head (Camat) as a regional apparatus who has the authority to provide guidance and supervision over village governance. This study aims to identify and analyze the role of the Camat in supervising village infrastructure development in Randangan Sub-district, Pohuwato Regency. This research employs a qualitative approach with a descriptive method. The research informants consisted of nine individuals, namely the Camat of Randangan, the Sub-district Secretary, four Village Heads, and three community leaders. Data collection techniques included observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis was conducted through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing.The results of the study indicate that the role of the Camat in supervising village infrastructure development in Randangan Sub-district is manifested through direct and indirect supervision, preventive and repressive supervision, as well as internal and external supervision. The Camat actively conducts field visits, coordinates with village governments, and involves the community in the supervision process of development activities. Such supervision contributes positively to the quality of development outcomes, the timeliness of implementation, and increased community participation in village development
Jejak yang Bisu: Potensi Artefak Budaya Likupang Timur dalam Kajian Storynomic Wisata
Penelitian ini bertujuan melakukan konstruksi narasi terhadap objek wisata di desa Marinsow, Pulisan, dan Kinunang. Ketiga desa tersebut merupakan bagian dari wilayah Destinasi Wisata Prioritas yang ditetapkan pada tahun 2019 oleh Pemerintah Indonesia. Metode penelitian ini adalah kualitatif ekploratif-deskriptif sebab penelitian ini mengeksplorasi daya tarik wisata dan mendeskripsikan pemaknaan objek wisata bisu atau yang tidak memiliki cerita rakyat sebagai identitasnya. Sumber data berasal dari wawancara dengan enam orang informan terpercaya. Analisis yang dilakukan adalah analisis interpertatif berupa pemaknaan terhadap objek wisata mendasarkan pada nilai-nilai budaya, naratif, dan storynomic. Hasil penelitian ini menunjukkan kekosongan representasi budaya di tingkat lokal ditandai dengan hilangnya cerita rakyat yang menjadi identitas daya tarik wisata di ketiga Desa. Kenyataan ini ditenggarai oleh fakta bahwa masyarakat ketiga desa didominasi oleh Suku Sangihe yang berimigirasi dari Pulau Sangihe ke wilayah Likupang Timur yang dahulu adalah wilayah adat Tonsea sub-etnik suku Minahasa. Lalu, konstruksi narasi penelitian berdasarkan nilai budaya memerlihatkan cerita dan daya tarik wisata dapat menjadi kesatuan identitas masyarakat di ketiga desa. Nilai naratif memberikan daya tarik estetik agar cerita terdengar menarik. Serta nilai storynomic menawarkan kemungkinan aktivitas yang akan menjadi daya tarik wisatawan di lokasi wisata.
Sosialisasi Penerapan 4A untuk Pengembangan Pantai Dudepo sebagai Daya Tarik Wisata Bahari
Potensi kawasan pesisir yang besar di Indonesia, khususnya Pantai Dudepo di Gorontalo Utara, pengembangan wisata bahari menjadi fokus utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena memiliki potensi bahari yang indah serta masyarakat yang berperan aktif dalam kegiatan pariwisata tersebut. Pengabdian ini bertujuan mensosialisasikan dan menerapkan konsep 4A (Attraction, Accessibility, Amenities, Ancillary Services) sebagai strategi pengembangan daya tarik wisata wisata bahari yang berkelanjutan. Metode yang digunakan yakni pendekatan sosialisasi dengan melibatkan masyarakat lokal dan pemangku kepentingan terkait melalui diskusi interaktif. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman dan kemampuan masyarakat dalam mengelola daya tarik wisata, perbaikan aksesibilitas, pengembangan fasilitas, dan layanan tambahan yang mendukung kenyamanan wisatawan. Sosialisasi ini juga membuka peluang kolaborasi multi-stakeholder dan memberdayakan masyarakat dalam pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan di Pantai Dudepo. Pelaksanaan sosialisasi penerapan konsep 4A dalam pengembangan Pantai Dudepo sebagai daya tarik wisata bahari menunjukkan hasil positif
IDENTIFIKASI KUALITAS DAN JENIS BUAH CABAI MENGGUNAKAN ALGORITMA DEEP LEARNING
Abstrak Penelitian ini memuat dua rumusan masalah (1) Bagaimana mengindentifikasi kualitas dan jenis buah cabai berdasarkan Algoritma Deep Learning? (2) Bagaimana meningkatkan Akurasi mengenali kualitas dan jenis buah cabai berdasarkan Algoritma Deep Learning? Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengidentifikasi kualitas dan jenis buah cabai secara otomatis menggunakan Algoritma deep learning. (2) Meningkatkan sistem Akurasi mengenali kualitas dan jenis buah cabai dengan mengoptimalkan penerapan Algoritma deep learning. Deep Learning adalah arsitektur jaringan saraf berlapis untuk memproses dan menganalisis data dalam skala besar secara efisien guna menyelesaikan berbagai permasalahan kompleks. Deep Learning merupakan cabang dari Machine Learning yang algoritmanya dirancang mengadopsi arsitektur jaringan saraf biologi manusia, yang dikenal sebagai Artificial Neural Networks. Salah satu, arsitektur Deep Learning yang paling umum digunakan analisis dalam gambar adalah Convolutional Neural Network (CNN). Pada penelitian ini, sampel data yang diperoleh berjumlah 1500 data gambar yang dibagi 4 kelas , yaitu : Cabai keriting segar, Cabai keriting tidak segar, Cabai rawit segar dan Cabai rawit tidak segar. Setalah itu akan di bagi menjadi dua data yaitu train dan validasi Gambar grafik di atas menunjukkan hubungan antara rasio data latih-uji dengan model Akurasi pada ukuran citra 400x400 piksel. Terlihat bahwa model Akurasi cenderung meningkat seiring proporsi data latih, dengan puncak Akurasi terjadi pada 80:20, mencapai sekitar 98% 1. Model CNN CabaiNet yang dikembangkan dalam penelitian ini mampu mengklasifikasikan jenis dan kualitas buah cabai ke dalam empat kelas (cabai keriting segar, cabai keriting tidak segar, cabai rawit segar, dan cabai rawit tidak segar) dengan tingkat Akurasi tinggi, mencapai 99% pada terbaik. Hal ini menjawab rumusan masalah pertama terkait bagaimana identifikasi kualitas dan jenis buah cabai dengan Algoritma deep learning, yaitu dengan memanfaatkan arsitektur CNN khusus yang dirancang untuk mengekstraksi fitur visual dari citra buah cabai1. Model CNN CabaiNet yang dikembangkan dalam penelitian ini mampu mengklasifikasikan jenis dan kualitas buah cabai ke dalam empat kelas (cabai keriting segar, cabai keriting tidak segar, cabai rawit segar, dan cabai rawit tidak segar) dengan tingkat Akurasi tinggi, mencapai 99% pada konfigurasi terbaik. Hal ini menjawab rumusan masalah pertama terkait bagaimana identifikasi kualitas dan jenis buah cabai dengan Algoritma deep learning, yaitu dengan memanfaatkan arsitektur CNN khusus yang dirancang untuk mengekstraksi fitur visual dari citra buah cabai
ANALISIS DATA PENJUALAN OBAT BPJS MENGGUNAKAN METODE DIFERENSIAL DAN STRATEGI D-CRM
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis data penjualan obat BPJS menggunakan metode diferensial yang terintegrasi dengan strategi Digital Customer Relationship Management (D-CRM) guna mendukung pengelolaan stok obat yang lebih efisien. Data transaksi pasien Program Rujuk Balik (PRB) di Apotek Kimia Farma Cendrawasih periode Januari 2022–Juli 2024 digunakan sebagai objek penelitian. Metode diferensial menghitung Δ1 dan Δ2 untuk mendeteksi perubahan tren penjualan obat, sedangkan strategi D-CRM berbasis RFM (Recency, Frequency, Monetary) digunakan untuk melakukan segmentasi pasien dan mengidentifikasi pola konsumsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ini mampu memberikan gambaran menyeluruh terkait tren permintaan obat dan perilaku pasien. Model prediksi sederhana berbasis Qty + Δ1 + Δ2 menghasilkan akurasi tinggi dengan MAE 1,35, MSE 92,32, dan MAPE 3,35%, yang menandakan kesalahan prediksi relatif kecil dan layak dijadikan acuan perencanaan stok. Integrasi analisis diferensial dan D-CRM terbukti efektif untuk mendukung pengadaan obat yang tepat sasaran serta meningkatkan kualitas pelayanan farmasi bagi pasien BPJS.Keywords: Analisis diferensial, D-CRM, RFM, prediksi penjualan obat, BPJS