Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster MADURA
Not a member yet
2348 research outputs found
Sort by
PROBLEMATIKA PENDIDIKAN ISLAM KONTEMPORER
Education is a systematic process in which each component has a very important meaning for the success ofeducation. This view of the educational process as a system then underlies the educational design (instructionaldesign) as a system. This paper seeks to find solutions to education levels. The gap in this paper must be basedon what must be formed in students, it is necessary to do a careful calculation by conducting mature experimentsto find new truth facts in order to review the level of education that has been guided. The principle and value ofIslamic education should return to the original source. Namely: Qur’an, Hadith, Ijtihad Ulama, Fuqaha andMujahidin. With this all, the world of education will not come out of the tracks and values that have been outlined.Key Word: Pendidikan, Sistem, Nilai
AbstrakPendidikan merupakan suatu proses yang sistematis di mana setiap komponen memiliki arti yang sangat pentinguntuk keberhasilan pendidikan. Pandangan tentang proses pendidikan sebagai sistem inilah yang kemudianmendasari rancangan pendidikan (instructional design) sebagai sebuah sistem. Tulisan ini berusaha mencarisolusi terhadap penjenjangan pendidikan. Penjenjangan dalam tulisan ini haruslah didasarkan pada apa sajayang harus dibentukkan pada anak didik, perlu melakukan perhitungan secara seksana dengan melakukaneksperimen yang matang untuk menemukan fakta-fakta kebenaran baru dalam rangka meninjau kembalipenjenjangan tingkat pendidikan yang selama ini dipedomani. Seharusnya prinsip dan nilai pendidikan Islamkembali ke sumber aslinya. Yaitu: Qur’an, Hadis, Ijtihad Ulama, Fuqaha dan Mujahidin. Dengan hal ini semua,dunia pendidikan tidak akan keluar dari rel-rel dan nilai-nilai yang sudah digariskan.Kata Kunci: Pendidikan, Sistem, Nila
Pengembangan Dosen melalui pemberdayaan Professional Learning Community dalam meningkatkan publikasi ilmiah IAIN Lhokseumawe
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bagimana IAIN Lhokseumawe mengembangkan dosen dalam meningkatkan publikasi ilmiah melalui pemberdayaan Professional Learning Community. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan partisipan mulai dari wakil rektor, dekan, dan dosen. Hasil penelitian ditemukan bahwa pada IAIN Lhokseumawe belum memiliki sistem pengelola pengembangan dosen secara terstruktur dan dosen mengembangkan dirinya secara mandiri, sehingga produktivitas kinerja publikasi dosen pada IAIN Lhokseumawe terjadi penurunan dari sejak tahun 2021 sampai dengan tahun 2022, ini menunjukkan bahwa kinerja publikasi pada IAIN Lhokseumawe terjadi penurunan setiap tahun dalam dua tahun terakhir. Untuk meningkatkan produktivitas kinerja publikasi dilakukan pengembangan dosen melalui pemberdayaan Professional Learning Community dengan tahapan 1) membagikan pengalaman dosen publikasi ilmiah dengan sesama dosen, 2) mengkaji kembali secara logis dan kritis terhadap kendala-kendala yang dihadapi dalam menghasilkan publikasi ilmiah melalui kegiatan reflective study, 3) membuat komitmen bersama dalam menghasilkan dan meningkatkan publikasi ilmiah, dan 4) membetuk kelompok baru sesuai dengan keilmuan dosen dan 5)menetapakan rencana tindak lanjut. Pelaksanaan kegiatan pemberdayaan Professional Learning Community dosen dengan memberikan pelatihan penulisan artikel ilmiah dan pelatihan metode publikasi artikel ilmiah. Peningkatan produktivitas kinerja publikasi dosen dapat dilakukan oleh IAIN Lhokseumawe dengan membentuk sistem pengembangan dosen secara terstruktur melalui; perencanaan, pelaksanaan, dan monitoring serta evaluasi dalam rangka memberdayakan Professional Learning Communit
Pendidikan Prinsip Keadilan dalam Akuntansi Syariah
The purpose of this study is the application of the principle of justice in sharia accounting which examines the allocation of profits to stakeholders with the object of Islamic banking research. The research method used in this research is a qualitative descriptive type with the type of data in the form of allocation of company profits referring to financial reports and other data that supports research through interviews with the application of justice principles in sharia accounting. These data are collected and analyzed by comparing the application of the provisions regarding the allocation of profits in Islamic banking with the teachings of Islamic accounting in Islam. The research was conducted at one of the Sharia People's Credit Banks located on Madura Island. The results of the study can be concluded that the financial statements at the Islamic People's Credit Bank (BPRS) have shown a proportional allocation of profits to stakeholders, namely profits have been allocated to owners of funds consisting of customers and shareholders as well as to employees by applying Islamic values ​​in sharia accounting. Implementation refers to education on the principles of justice applied by the BPRS, this can be seen from the allocation of profits to stakeholders who have achieved the value of justice in accordance with Islamic teachings in sharia accounting.Tujuan dari penelitian ini adalah penerapan pendidikan prinsip keadilan dalam akuntansi syariah yang mengkaji pengalokasian laba kepada stakeholder dengan obyek penelitian perbankan syariah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berjenis deskriptif kualitatif dengan jenis data berupa alokasi laba perusahaan yang mengacu pada laporan keuangan serta data-data lain yang mendukung penelitian melalui hasil wawancara dengan menerapkan pendidikan prinsip keadilan dalam akuntansi syariah. Data-data tersebut dikumpulkan dan dianalisis dengan membandingkan penerapan ketentuan mengenai pengalokasian laba perbankan syariah dengan ajaran akuntansi syariah dalam Islam. Penelitian dilakukan pada salah satu Bank Perkreditan Rakyat Syariah yang berlokasi di Pulau Madura. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa laporan keuangan pada Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) tersebut telah menunjukkan pengalokasian laba secara proporsional kepada para stakeholders, yaitu laba telah dialokasikan kepada pemilik dana yang terdiri dari nasabah dan pemegang saham serta kepada karyawan dengan menerapkan nilai-nilai islam dalam akuntansi syariah. Implementasi mengacu pada pendidikan prinsip keadilan yang diterapkan oleh BPRS tersebut, hal ini dapat dilihat dari pengalokasian laba kepada para stakeholders sudah mencapai nilai keadilan yang sesuai dengan ajaran Islam dalam akuntansi syaria
The Current Research Trend about Machine Learning as a New Way of Fostering Islamic Education in School
This study has the purpose of observing the usage of machine learning as a new way of teaching Islamic education according to the Qur'an and hadith to the young generation. The method used for data collection is bibliometrics, using secondary data in the form of metadata on the Scopus website. The sample is divided into two charts: the Qur'an and the hadith. Around 49 samples were found for the Qur'an category and 16 for the Hadith category. The data was analyzed using bibliometric methods with two software. The result of this study was that the most used words in the author's keywords for Qur'an subjects were machine learning SVM, KNN, and ANN. This means that SVM, KNN, and ANN were used for certain purposes and situations in analyzing the interpretation result inside the text of the Qur'an done by Ulamas. The practical implication of this study is to be used as a reference for Islamic education in Indonesia to use machine learning features.Â
Alternatif Menghafal Alquran Dengan Metode Takrir, Tasmi’ dan Muroja’ah Bagi Tingkat Pemula
Many have memorized the Koran since it was revealed. When memorizing the Qur'an, method certainly plays an important role, because it can help determine the success of learning the Qur'an. So one effort to preserve the Koran is to memorize it. Maintaining its purity through memorization is a commendable task and a noble act that was highly recommended by the Prophet Muhammad.
Banyak yang hafal Al-Qur'an sejak diturunkan. Ketika menghafal Al- Qur'an, metode tentu memegang peranan penting, karena dapat membantu menentukan keberhasilan belajar Al-Qur'an. Maka salah satu upaya melestarikan Al-Qur'an adalah dengan menghafalnya. Menjaga kesuciannya melalui hafalan adalah tugas terpuji dan tindakan mulia yang sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad
Implementation of Merdeka Curriculum Based on Multicultural in Fiqh Learning: (Case Study at Madrasah Aliyah Darul Ulum II Middle Bujur Batumarmar Pamekasan)
The application of the Merdeka curriculum in fiqh learning is a form of response to the presence of the era of society 5.0, which invites every individual to continue to develop their potential independently adapted to technological sophistication. The purpose of this study is to examine and study the application of the Merdeka curriculum in fiqh learning. The research method used is a qualitative approach based on phenomenology with the intention of collecting data through observation, interviews, and document studies. Research data obtained through interviews, observation, and document study were then analyzed using Miles and Huberman's interactive analysis techniques. The results of the study show that the implementation of the Merdeka curriculum based on multiculturalism in conceptually learning fiqh in madrasas has formulated fiqh material through integration with the study of classical books (the yellow book). Students are given freedom and flexibility in studying and dissecting various literature that contains the study of fiqh. The structure of the Merdeka curriculum in fiqh learning implemented by this Madrasah is centered on the study of worship fiqh, mu'amalat fiqh, munakahat fiqh, roses fiqh, and jinayat fiq
RESPON MASYARAKAT DALAM PEMAHAMAN AKAD-AKAD BANK SYARIAH (Studi di Desa Klompang Timur, Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan)
Perkembangan Bankan Syariah di dalam Indonesia memiliki menjadi menolak ukur kesuksesan adanya Bank Syariah. terkhusus di Kabupaten Pamekasan, memiliki mengembangkan dua membentuk yaitu Bank konvensional Dan Bank Syariah. Bank Konvensional dan Bank Syariah memiliki perbedaan yang signifikan menurut persepsi masyarakat. Baik umum perbedaan Bank Syariah dengan Bank konvensional. Dengan mengacu pada masalah yang diteliti, maka penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research), yaitu penelitian dilsayakan pada kejadian yang sungguh-sungguh terjadi. Berdasarkan masalah, belajar Ini tergolong penelitian deskriptif kualitatif, artinya penelitian ini bersifat mencoba-coba mendeskripsikan, mencatat, menganalisis, dan menginterpretasikan apa yang diteliti, melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Bedasarkan hasil penelitian yang diperoleh oleh peneliti, yang diketahui oleh masyarakat di Desa Klompang Timur telah memiliki tabungan di Bank syariah. Bank Syariah Indonesia (BSI) Pamekasan dan pakai akad wadiah. Kalau di Bank Konvensional saya juga ada, di BRI Konvensional. Kalau perkembangan Bank Syariah yang saya liat di Kota Pamekasan itu sudah berkembang, sudah banyak. Ada Bank Mandiri Syariah, ada Bank Muamalat, ada Bank BSI, dan yang baru ini ada Bank PRS. jadi yang saya tau cuman ada 4.adapun bentuk atau perbedaannya Ada bedanya, kalau saya menabung secara konvensional, misalnya 100 ribu otomatis di bulan kedepan lebih mengurangi atau menyusut karena Ada pemotongan pajak bulanan misalnya 10 Ribu diambil oleh Bank Konvensional. Sededangkan di Bank Syariat saya menggunakan akad wadiah atau akad simpanan jadi uang saya tetap tidak dipotong perbulannya, padahal tahun depan uang saya tetap seperti itu walaupun saya tidak menambahkan jumlah. Karena Akad yang saya menggunakan adalah wadiah. Apabila saya gunakan adalah akad mudharabah karena kalau di akad mudharabah itu dana kita dikelola jadi dana kita diambil setiap bulannya tetapi juga ada yang kita peroleh setiap bulannya.Perkembangan Bankan Syariah di dalam Indonesia memiliki menjadi menolak ukur kesuksesan adanya Bank Syariah. terkhusus di Kabupaten Pamekasan, memiliki mengembangkan dua membentuk yaitu Bank konvensional Dan Bank Syariah. Bank Konvensional dan Bank Syariah memiliki perbedaan yang signifikan menurut persepsi masyarakat. Baik umum perbedaan Bank Syariah dengan Bank konvensional. Dengan mengacu pada masalah yang diteliti, maka penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research), yaitu penelitian dilsayakan pada kejadian yang sungguh-sungguh terjadi. Berdasarkan masalah, belajar Ini tergolong penelitian deskriptif kualitatif, artinya penelitian ini bersifat mencoba-coba mendeskripsikan, mencatat, menganalisis, dan menginterpretasikan apa yang diteliti, melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Bedasarkan hasil penelitian yang diperoleh oleh peneliti, yang diketahui oleh masyarakat di Desa Klompang Timur telah memiliki tabungan di Bank syariah. Bank Syariah Indonesia (BSI) Pamekasan dan pakai akad wadiah. Kalau di Bank Konvensional saya juga ada, di BRI Konvensional. Kalau perkembangan Bank Syariah yang saya liat di Kota Pamekasan itu sudah berkembang, sudah banyak. Ada Bank Mandiri Syariah, ada Bank Muamalat, ada Bank BSI, dan yang baru ini ada Bank PRS. jadi yang saya tau cuman ada 4.adapun bentuk atau perbedaannya Ada bedanya, kalau saya menabung secara konvensional, misalnya 100 ribu otomatis di bulan kedepan lebih mengurangi atau menyusut karena Ada pemotongan pajak bulanan misalnya 10 Ribu diambil oleh Bank Konvensional. Sededangkan di Bank Syariat saya menggunakan akad wadiah atau akad simpanan jadi uang saya tetap tidak dipotong perbulannya, padahal tahun depan uang saya tetap seperti itu walaupun saya tidak menambahkan jumlah. Karena Akad yang saya menggunakan adalah wadiah. Apabila saya gunakan adalah akad mudharabah karena kalau di akad mudharabah itu dana kita dikelola jadi dana kita diambil setiap bulannya tetapi juga ada yang kita peroleh setiap bulannya
Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah untuk Guru Bahasa Indonesia Sekolah Menengah Kejuruan di Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah
This service activity is based on the needs of Indonesian language teachers at vocational high schools in Karanganyar Regency, Central Java, for writing scientific articles for accredited national journals. This activity is in the form of technical training in writing scientific articles, knowledge about nationally accredited journals, and how to submit them to national journals. Forty-three teachers participated in this activity. This activity is in the form of lectures or giving material, practice opening the Open Journal System page. Activities went well, especially when giving material to make abstracts, introductions, and research methods. In the question and answer session or discussion, participants raised various issues such as writing using the Mendeley application and how to change action research reports into scientific articles. These two problems arose during the training so the solution provided was mentoring and further training was held on this matterKegiatan pengabdian ini didasarkan pada kebutuhan para guru bahasa Indonesia di sekolah menengah kejuruan di Kabupten Karanganyar Jawa Tengah terhadap penulisan artikel ilmiah untuk jurnal nasional terakreditasi. Kegiatan ini berupa pelatihan teknik menulis artikel ilmiah, pengetahuan mengenai jurnal terakreditasi nasional, dan cara submit pada jurnal nasioanl. Peserta kegiatan ini berjumlah empat puluh tiga guru. Kegiatan ini berupa ceramah atau pemberian materi, praktik membuka laman Open Jurnal System. Kegiatan berjalan dengan baik terutama pada saat pemberian materi membuat abstrak, pendahuluan, dan metode penelitian. Dalam sesi tanya jawab atau diskusi, peserta mengungkapkan berbagai persoalan seperti penulisan dengan mengunakan aplikasi Mendeley dan cara mengubah laporan penelitian tindakan keals dalam artikel ilmiah. Kedua persoalan ini muncul saat pelatihan sehingga solusi yang diberikan adalah pendampingan dan diadakan pelatihan lanjutan tentang hal tersebu
Koin Sebagai Alat Pembayaran Di Aplikasi Shopee Perspektif Fatwa Dsn-Mui No: 1161/Dsn-Mui/Ix/2017
The current era is growing rapidly, especially in the field of information and communication technology, where everyone can access and utilize sophisticated internet services. Having an online business is very profitable in today's digital era. Activities carried out by a group of people, companies and consumers in the form of trade transactions using internet technology. Anyone involved in an internet connection can participate in E-Commerce activities. One of the most popular marketplaces is Shopee, where Shopee can provide several interesting features with good marketing management. One of the interesting features of shopee is the shopee coin which is a gold coin that can be used for buying and selling transactions and is supported by an easy way to get it. Coins as a means of payment are the same as money, here we need to examine whether Shopee coins are valid as a means of payment in the DSN-MUI Fatwa.
In this study, there are formulations of the problem, namely: 1) How to get and use coins in the Shopee application? 2) How is the shopee coin as a means of payment in the perspective of the DSN-MUI Fatwa No: 1161/DSN-MUI/IX/2017? This research belongs to the type of normative research. This research is called library research or library research. This research is included in normative research that examines legal principles. The approach used is a normative juridical approach to analysis. In this study the data analysis method used is qualitative data analysis.
The results of this study indicate that the coins in the shopee application are gifts, because the coin recipients get coins on the basis of the achievements obtained. Therefore, the shopee party is obliged to fulfill the promise in the form of giving coins to the shopee users who have achieved their achievements by following the promos held by the shopee party. Shopee coins are virtual currency issued by Shopee and can also be used to shop at Shopee. Shopee coins are first collected by placing orders, checking in, and playing various games that have been provided by the shopee. From the acquisition of these coins, we can use them to shop because these Shopee coins meet the criteria for virtual sharia money
STUDI KOMPARATIF TENTANG MAHAR HAFALAN AL-QUR’AN DI KALANGAN MUDA MENURUT MADZHAB SYAFI’I DAN MADZHAB HANAFI
Abstract:
The large number of millennials today who adopt the habit of giving memorization of the Qur'an as a wedding dowry is a social phenomenon that attracts attention. These gifts are often not based on an understanding of Islamic law or jurisprudence, but rather influenced by personal motivation, ease of execution, and other external factors. The memorization of the Qur'an as a form of marriage dowry, when analyzed through the perspective of the two madhhabs, namely the Shafi'i madhhab and the Hanafi Muta'akhirin madhhab, shows that this practice is still legally acceptable and as long as it does not contradict the teachings of Islam. The approach to the form of dowry in the form of merit has differences between Shafi'i Madzhab and Hanafi Madzhab. The Shafi'i Madhhab allows the use of dowry in the form of services, because there is no minimum limit required in giving dowry. Anything that has beneficial value, such as the teaching of the Qur'an and religious knowledge, sewing skills, strengthening Islam, and even the liberation of slaves, are all considered valid dowries. On the other hand, the Hanafi Madhhab stipulates that the minimum limit for giving dowry is ten dirhams. For this reason, dowry in the form of merit is not recognized, because it is considered to have a value of less than ten dirhams. In addition, giving remuneration for the teaching of the Qur'an and religious knowledge is considered by the Hanafi Madhhab as an act aimed at achieving piety to Allah Almighty, so providing financial compensation is considered inappropriate. Thus, the phenomenon of giving memorization of the Qur'an as a marriage dowry from the point of view of Islamic law is still open, and the perspectives of the Shafi'i Madhhab and the Hanafi Madzhab provide different views regarding the form of dowry in the form of merit, depending on the interpretation and approach followed.
Keywords: Dowry, Qur'an Memorization, Comparative, Young people
Abstrak:
Banyaknya generasi milenial saat ini yang mengadopsi kebiasaan memberikan hafalan Al-Qur'an sebagai mahar pernikahan merupakan fenomena sosial yang menarik perhatian. Pemberian ini seringkali tidak didasarkan pada pemahaman hukum Islam atau fikih munakahat, melainkan lebih dipengaruhi oleh motivasi pribadi, kemudahan dalam melaksanakan, serta faktor-faktor eksternal lainnya. Hafalan Al-Qur'an sebagai bentuk mahar pernikahan, ketika dianalisis melalui perspektif kedua madzhab yaitu madzhab Syafi’i dan Madzhab Hanafi Muta’akhirin, menunjukkan bahwa praktik ini masih dapat diterima secara hukum dan selagi tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Pendekatan terhadap bentuk mahar berbentuk jasa memiliki perbedaan antara Madzhab Syafi'i dan Madzhab Hanafi. Madzhab Syafi'i memperbolehkan penggunaan mahar berupa jasa, sebab tidak ada batasan minimal yang diharuskan dalam memberikan mahar. Apapun yang memiliki nilai bermanfaat, seperti pengajaran Al-Qur'an dan ilmu agama, keterampilan menjahit, penguatan keislaman, dan bahkan pembebasan budak, semuanya dianggap sebagai mahar yang sah.Di sisi lain, Madzhab Hanafi mengatur bahwa batas minimal pemberian mahar adalah sepuluh dirham. Karena alasan ini, mahar berupa jasa tidak diakui, karena dianggap memiliki nilai kurang dari sepuluh dirham. Selain itu, memberikan upah atas pengajaran Al-Qur'an dan ilmu agama dianggap oleh Madzhab Hanafi sebagai tindakan yang bertujuan mencapai ketakwaan kepada Allah SWT, sehingga memberikan kompensasi finansial dianggap tidak pantas.Dengan demikian, fenomena memberikan hafalan Al-Qur'an sebagai mahar pernikahan dari sudut pandang hukum Islam masih bersifat terbuka, dan perspektif Madzhab Syafi'i dan Madzhab Hanafi memberikan pandangan yang berbeda terkait bentuk mahar berbentuk jasa, tergantung pada interpretasi dan pendekatan yang diikuti.
Kata Kunci: Mahar, Hafalan Qur’an, Komparatif, Kalangan Mud