Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster MADURA
Not a member yet
2348 research outputs found
Sort by
Pelatihan Kewirausahaan Berbasis Digital Pada Santri di Pondok Pesantren Al Majidi Desa Banyukapah Kabupaten Sampang
Digital-based entrepreneurship training carried out at the Al Majidi Islamic Boarding School, Banyukapah Village, Sampang Regency, has the main aim of improving the students' ability to utilize digital technology to develop their businesses. In the current digital era, understanding entrepreneurship and the ability to adapt to technology is very important, especially for the younger generation who want to start an independent business. This training focuses on This training is designed to focus on several important aspects: 1. Basic understanding of entrepreneurship: Santri are taught about the basic concepts of entrepreneurship, including how to identify business opportunities, plan a business, and understand the risks involved. This knowledge becomes a strong foundation for them to start a business, 2. Digital Marketing Strategy: In an increasingly connected world, digital marketing is the key to reaching customers. This training covers marketing techniques via social media, email and other digital platforms, which enable students to promote their products effectively, 3. Use of Online Platforms for Product Sales: Students are taught how to use various e-commerce and social media platforms to sell their products. This includes account creation, inventory management, and competitive pricing strategies. It is hoped that the results of this training can improve students' entrepreneurial skills and encourage them to be more creative in developing digital-based independent businesses. With the skills acquired, students will not only be able to start their own businesses, but also have the potential to create jobs for other people in their community.Pelatihan kewirausahaan berbasis digital yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Al Majidi, Desa Banyukapah, Kabupaten Sampang, memiliki tujuan utama untuk meningkatkan kemampuan santri dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan usaha mereka. Dalam era digital saat ini, pemahaman tentang kewirausahaan dan kemampuan untuk beradaptasi dengan teknologi menjadi sangat penting, terutama bagi generasi muda yang ingin memulai usaha mandiri.. Pelatihan ini fokus pada Pelatihan ini dirancang dengan fokus pada beberapa aspek penting: 1. Pemahaman Dasar Kewirausahaan: Santri diajarkan tentang konsep dasar kewirausahaan, termasuk bagaimana mengidentifikasi peluang bisnis, merencanakan usaha, dan memahami risiko yang terlibat. Pengetahuan ini menjadi fondasi yang kuat bagi mereka untuk memulai usaha, 2. Strategi Pemasaran Digital: Dalam dunia yang semakin terhubung, pemasaran digital menjadi kunci untuk menjangkau pelanggan. Pelatihan ini mencakup teknik-teknik pemasaran melalui media sosial, email, dan platform digital lainnya, yang memungkinkan santri untuk mempromosikan produk mereka secara efektif, 3. Penggunaan Platform Online untuk Penjualan Produk: Santri diajarkan cara menggunakan berbagai platform e-commerce dan media sosial untuk menjual produk mereka. Ini termasuk pembuatan akun, pengelolaan inventaris, dan strategi penetapan harga yang kompetitif. Hasil dari pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan kewirausahaan santri dan mendorong mereka untuk lebih kreatif dalam mengembangkan usaha mandiri berbasis digital. Dengan keterampilan yang diperoleh, santri tidak hanya akan mampu memulai usaha mereka sendiri, tetapi juga berpotensi untuk menciptakan lapangan kerja bagi orang lain di komunitas mereka
Penggunaan Media Kartu Kuartet Pahlawan Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Tokoh Perjuangan Kemerdekaan Indonesia Kelas V SD Negeri Terrak 1
Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi karena materi IPS, khususnya materi tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia yang masih sulit dipahami siswa, karena guru masih menggunakan metode konvensional yaitu ceramah, sehingga peneliti tergerak untuk meneliti bagaimana cara meningkatkan hasil belajar siswa materi tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia melalui media kartu kuartet. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 (Dua) silkus, masing-masing siklus terdiri dari 3 (tiga) kali pertemuan. Hipotesis penelitian ini adalah, dengan materi menghargai tokoh media kartu kuartet dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pejuang kemerdekaan Indonesia melalui media apron pada siswa kelas 5 SDN Terrak 1 kec Pamekasan. Hasil penelitian telah mencapai target keberhasilan. Prosentase yang diperoleh pada pra siklus sebesar 17%, pada siklus I sebesar 52,1%, dari pra siklus ke siklus I terjadi kenaikan sebesar 35,1%. Siklus II sebesar 85,4%, yang berarti terjadi kenaikan dari siklus I ke siklus II sebesar 33,3%. Berdasarkan seluruh kegiatan penelitian tindakan kelas, dapat disimpulkan bahwa melalui media kartu kuartet dapat meningkatkan hasil belajar siswa materi menghargai tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia pada siswa kelas 5 SDN Terrak 1 Kec Tlanakan.Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi karena materi IPS, khususnya materi tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia yang masih sulit dipahami siswa, karena guru masih menggunakan metode konvensional yaitu ceramah, sehingga peneliti tergerak untuk meneliti bagaimana cara meningkatkan hasil belajar siswa materi tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia melalui media kartu kuartet. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 (Dua) silkus, masing-masing siklus terdiri dari 3 (tiga) kali pertemuan. Hipotesis penelitian ini adalah, dengan materi menghargai tokoh media kartu kuartet dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pejuang kemerdekaan Indonesia melalui media apron pada siswa kelas 5 SDN Terrak 1 kec Pamekasan. Hasil penelitian telah mencapai target keberhasilan. Prosentase yang diperoleh pada pra siklus sebesar 17%, pada siklus I sebesar 52,1%, dari pra siklus ke siklus I terjadi kenaikan sebesar 35,1%. Siklus II sebesar 85,4%, yang berarti terjadi kenaikan dari siklus I ke siklus II sebesar 33,3%. Berdasarkan seluruh kegiatan penelitian tindakan kelas, dapat disimpulkan bahwa melalui media kartu kuartet dapat meningkatkan hasil belajar siswa materi menghargai tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia pada siswa kelas 5 SDN Terrak 1 Kec Tlanakan
ANALISIS KEPUTUSAN KONSUMEN TERHADAP KOSMETIK HALAL PADA APLIKASI TIKTOK SHOP PENDEKATAN THEORY OF PLANNED BEHAVIOUR: (STUDI PADA MASYARAKAT PAMEKASAN)
This study aims to determine and empirically test consumer decisions regarding halal cosmetics on the Tiktok Shop application in the Pamekasan community. The global Muslim population reached 1.9 billion in 2019 and is expected to double to 3 billion by 2060. This development is predicted to increase 70% from the 2015 population and will represent 31.1% of the global population. The rapid development of the population is in line with the increasing demand for halal-based products. The development of technology and the all-digital era has an impact on people's lifestyles. One of them is having an application that is easy to manage and use. Applications can provide a hub to support users. One example of an application that is currently popular among the public is the Tiktok application. This study uses quantitative methods using the concept of Extended Theory of Planned Behavior (TPB) theory with halal literacy variables as moderation processed through "Structural Equation Modeling" (SEM). Data collection in the field was carried out by distributing questionnaires to the public, especially vulnerable people aged 18 years and over and a total of 194 valid questionnaires were obtained. The findings of the research results show that attitude factors, perceived behavioral control are significant to the purchase intention of halal cosmetics. Meanwhile, the moderating variable halal literacy does not moderate the relationship between attitude, subjective norm and perceived behavioral control on purchase intention of halal cosmetics.
Keyword: Halal Cosmetics, Tiktok Shop, Theory of Planned Behavior (TPB).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menguji secara empiris tentang keputusan konsumen terhadap kosmetik halal pada aplikasi Tiktok Shop pada masyarakat Pamekasan. Populasi muslim global mencapai 1,9 Milliar pada tahun 2019 serta diperkirakan akan tumbuh dua kali lipat mencapai 3 Milliar pada tahun 2060. Perkembangan tersebut diprediksikan meningkat 70% dari populasi 2015 serta akan mewakili 31,1% dari populasi global. Pesatnya perkembangan mengenai populasi tersebut sejalan dengan peningkatan permintaan terhadap produk berbasis halal. Perkembangan teknologi dan era yang serba digital berdampak pada gaya hidup masyarakat. Salah satunya adalah memiliki aplikasi yang mudah dikelola dan digunakan. Aplikasi dapat menyediakan hub untuk mendukung pengguna. Salah satu contoh aplikasi yang saat ini sedang populer di kalangan masyarakat adalah aplikasi Tiktok. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan konsep teori Extended Theory of Planned Behaviour (TPB) dengan variable halal literasi sebagai moderasi yang diolah melalui “Structural Equation Modeling†(SEM). Pengumpulan data di lapangan dilakukan dengan membagikan kuesioner kepada masyarakat khususnya rentan usia 18 tahun keatas dan didapatkan sejumlah 194 kuesioner yang valid. Temuan hasil penelitian menunjunjukkan bahwa faktor attitude, perceived behavioral control signifikan terhadap purchase intention kosmetik halal. Sedangkan variable moderasi halal literasi tidak memoderasi hubungan antara attitude, subjective norm dan perceived behavioral control terhadap purchase intention kosmetik halal.
Kata Kunci: Kosmetik Halal, Tiktok Shop, Theory of Planned Behavior (TPB)
DIGITALISASI KEUANGAN BAITUL MALL SANTRI (e-BMS) DI PONDOK PESANTREN MIFTAHUL ULUM PANYEPPEN
It is appropriate for pesantren management to appear with its digital system, as an effort to be responsive to current developments, without having to abandon its salaf traditions. this is also a form of representation of the term maintaining the traditions of the salaf and adopting new things that are better than before. This research uses a qualitative approach with the case study method which is expected to be able to describe a particular situation or field in an analytical, factual and thorough systematic manner. The discussion in this study includes the notion of Islamic boarding schools, digitization, financial inclusion, and digitalization of Islamic boarding schools or Baitul mall santri finance. The results of this study show that the e-BMS digital financial system at the Miftahul Ulum Panyeppen Islamic boarding school is a continuation of the students' financial management system which previously manually switched to a digital system using e-money through a computer application-based operating system. This application can facilitate the financial management of students. In addition, it is also the beginning of system integration within the Miftahul Ulum Panyeppen Islamic boarding school environment towards an interrelated management information system.
Keywords; Digitalization, Baitul Mall Santri, Financial System, Islamic Boarding SchoolManajemen pesantren sudah selayaknya tampil dengan system digitalnya, sebagai upaya responsifitas pesantren pada perkembangan saat ini, tanpa harus menanggalkan tradisi salafnya. hal ini juga sebagai bentuk representasi dari istilah menjaga tradisi salafnya dan mengadopsi hal-hal baru yang lebih baik dari sebelumnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang diharapkan dapat mendeskripsikan suatu situasi atau bidang tertentu secara analisis, sistematis faktual dan teliti. Pembahasan dalam penelitian ini mencakup pada pengertian pesantren, digitalisasi, inklusifitas keuangan, dan digitalisasi keuangan pesantren atau Baitul mall santri. Hasil penelitian pada penelitian ini bahwa system keuangan digital e-BMS di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyeppen merupakan keberlanjutan dari system pengelolaan keuangan santri yang sebelumnya manual beralih ke system digital dengan menggunakan e-money melalui operasi system berbasis aplikasi komputer. Aplikasi ini dapat mempermudah pengelolaan keuangan santri. Selai itu, juga menjadi awal dari integrasi system dilingkungan pondok pesanten Miftahul ulum Panyeppen menuju system informasi manajemen yang saling berkaitan.
Kata kunci; Digitalisasi, Baitul Mall Santri, Sistem Keuangan, Pesantre
Pola Komunikasi Orang Tua Dalam Membentuk Kepribadian Anak Di Kepenghuluan Panipahan Darat Kecamatan Pasir Limau Kapas
Masalah yang diangkat adalah bagaiaman pola komunikasi orang tua dalam membentuk keperibadian khususnya para orang tua yang memiliki anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi yang dilakukan orang tua kepada anak baik dalam menanamkan nilai religius dan agama, dalam memberikan pengarahan kepada anak agar tidak melakukan hal yang menyimpang dan melanggar norma agama. Berbagai teori yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya teori komunikasi, pola komunikasi, komunikasi interpersonal dan kepribadian anak. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatatif yang menghasilkan data melalui pengumpulan data dan menggambarkan keadaan obyek penelitian pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak sebagaimana adanya, teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Teknik analisa data yaitu melakukan wawncara mendalam kepada narasumber/informan yang tercatat sebagai orangtua yang memiliki anak. Hasil penelitian ini adalah orangtua sangat berperan penting dalam membentuk kepribadian anak-anaknya terutama anak remaja dimana anak tersebut sedang mengalami masa peralihan dari masa kanak-kanak menjadi dewasa sehingga orang tua dituntut untuk lebih peka dan terbuka terhadap perubahan keadaan sekelilingnya terutama masalah kebutuhannya. Sudah selayaknya orang tua lebih memperhatikan perkembangan anaknya serta memberikan pengarahan dan nasihat serta lebih memperhatikan perkembangan anaknya untuk memberikan perhatian dan kasih sayang. Orangtuanya harus sering melakukan komunikasi antar pribadi kepada anaknya dengan menanamkan nilai-nilai religius dan nilai-nilai sosial kepada anak agar orang tua dapat membantu dalam membentuk keperibadian anak supaya baik dan benar. Tidak hanya itu saja orang tua juga memberikan dukungan penuh kepada kegiatan yang dilakukan anaknya selagi ahal itu positif dan mengajarkan anak sebagai teman berbagi cerita sehingga anak dapat lebih terbuka jika ia memiliki masalah dan menemukan soslusi yang dapat dari orangtuany
RADIKALISME AGAMA DALAM PERMAINAN BAHASA: (Perspektif Language Games Ludwig Wittgenstein)
All religion have different expressions in articulating the truth of their teachings. The differences occur not onlyamongst different religions, but also in school of thoughts, sects, and ideologies in the same religion. Thismeans that the use of religious language amongst the groups is not necessarily lead to one goal and to thesame meaning. This paper aims to examine the use of religious language from the perspective of its usageusing ordinary language philosophy approach (language philosophy) or more specifically known as languagegames intiated by the Austrian-born philosopher Ludwig Josef Johann Wittgenstein (1889). Such study is veryimportant to compenstate for current analysis which tends to be empirical-positivistic. This trend emphasizesthe pragmatic aspects of the language than the grammatical aspect. Thus, in the context of religious language,one the same language of riligous language is used not for one purpose only. This means that there is no onlyone way for religious sentences to gain the meaning, but it can discribe some realities depending on the users.Key Word: Language, Bahasa Agama, Makna
AbstrakSemua agama memiliki ekspresi berbeda dalam mengartikulasikan kebenaran ajarannya. Cara pengungkapanyang berbeda ini bahkan tidak hanya terjadi antar-agama yang berbeda, tetapi terjadi juga dalam aliran,mazhab, dan ideology dalam satu agama yang sama. Artinya bahwa penggunaan bahasa agama antarkelompokbelum tentu megarah pada satu sasaran makna yang sama. Tulisan ini bertujuan mengkaji bahasaagama dari perspektif penggunaannya melalui pendekatan filsafat bahasa biasa (language philosophy) ataulebih spesifik dikenal dengan language games yang digagas oleh filsuf kelahiran Austria, Ludwig Josef JohannWittgenstein (1889). Studi semacam ini dipandang sangat penting guna mengimbangi analisis yang selama inicenderung empiris-positivistik. Kecenderungan ini menekankan bahasa pada aspek pragmatic daripada aspekgramatikalnya. Dengan demikian, dapat disimpulkan dalam konteks bahasa agama, bahwa satu bahasa yangsama dari bahasa agama dipakai tidak hanya untuk satu tujuan saja. Ini artinya bahwa pernyataan-pernyataanagama tidak mendapatkan maknanya dengan satu cara saja, tetapi bisa menggambarkan beberapa relaitasmenurut aturan main si pemakainya.Kata Kunci: Language, Bahasa Agama, Makn
NILAI-NILAI SUFISTIK DALAM QASIDAH “AGHIBU†KARYA SYAIKH ABDURRAHIM BIN MUHAMMAD WAQI'ULLAH Al-BAR'I AL-YAMANI
The research entitled Sufistic Values in the Qasidah "Aghibu" of Shaykh Abdurrahim bin MuhammadWaqi'ullah Al-Bar'i Al-Yamani departs from an academic anxiety and anomaly about a famousqasidah entitled Aghibu which is often screened in various mosques in Surabaya . But, the audiencedoes not know and understand its meaning, let alone the poet himself. The people in theneighborhood are more familiar with the famous singer of this qasidah, namely Misyari Rasyid Al-Afasy and the Naqshabandi Tariqa group. These various problems led the Researcher to study moreabout the Aghibu qasidah starting from any theme that was carried in it, as well as revealing thevarious messages and sufistic values contained in the qasidah. To achieve these objectives, theresearcher used a descriptive-qualitative method with an intrinsic approach, namely Sufistic literature.Sufistic literature is a part of pure art that deals with transcendental and divine problems, so that itoriginates in the reality of life which cannot be explained through rational logic understanding (‘amrulghaib). According to researchers, this is in line and in accordance with the Aghibu qasidah which isladen with divine meanings and is a representation of the reality of sufism life. The results showedthat the big theme raised by Aghibu was pure servitude to Allah SWT. and make Him the center of allaction. Therefore this qasidah contains sufistic values which must be passed by a salik in trainingspiritual sensitivity through the attitude of (a) khauf and roja '; (b) syukur; (c) taubat; (d) muraqabah,(e) dawamus shalah, (f) husnuddzan billah: (g) dzikrullah; and (h) mahabbah.Keyword: Sufistic Literature, Sufistic Values, Qasidah Aghibu
AbstrakPenelitian berjudul Nilai-nilai Sufistik dalam Qasidah “Aghibu†Karya Syaikh Abdurrahim binMuhammad Waqi’ullah Al-Bar’i Al-Yamani ini berangkat dari sebuah kegelisahan akademis dankeganjilan tentang satu qasidah berjudul Aghibu yang terkenal dan sering diputar di berbagai masjiddi Surabaya, namun para penikmatnya justru tidak paham dan mengerti maknanya, apalagi untukmengenal penyairnya sendiri. Masyarakat di lingkungan tersebut lebih mengenal munsyidnya yaituMisyari Rasyid Al-Afasy dan kelompok thariqah Naqsyabandi. Berbagai persoalan tersebutmengantarkan Peneliti untuk mengkaji lebih lanjut tentang qasidah Aghibu dimulai dari tema apa sajayang diusung di dalamnya, serta menguak berbagai pesan dan nilai-nilai sufistik yang terkandungpada qasidah tersebut. Untuk mencapai tujuan tersebut, Peneliti menggunakan metode deskriptifkualitatifdengan pendekatan intrinsik yaitu sastra sufi. Sastra sufi adalah bagian dari seni murni yangberkenaan dengan transedental dan masalah-masalah ketuhanan, sehingga ia bersumber padarealitas kehidupan yang tidak dapat dijelaskan melalui pemahaman logic rasional (‘amrul ghaib).Hemat peneliti, hal ini selaras dan sesuai dengan qasidah Aghibu yang sarat dengan maknaketuhanan dan merupakan representasi dari realitas kehidupan sufisme. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa tema besar yang diangkat Aghibu adalah penghambaan murni pada Allah SWT.dan menjadikan Dia sebagai pusat segala tindakan. Maka dari itu qasidah ini mengandung nilai-nilaisufistik yang harus dilalui seorang salik dalam melatih sensitifitas ruhani melalui sikap (a) khauf danroja’; (b) syukur, (c) taubat; (d) muraqabah, (e) dawamus shalah, (f) husnuddzan billah: (g) dzikrullah;dan (h) mahabbah.Kata Kunci: Sastra Sufistik, Nilai Sufistik, Qasidah Aghib
STRATEGI PENGEMBANGAN DESA WISATA HALAL BERBASIS BUMDESA DI JAWA TIMUR; PELUANG DAN TANTANGAN
East Java Province is an area that has diversity and uniqueness of regional culture, one of which is found in rural areas which still has the originality and local wisdom of the culture typical of the region. The tourism sector is a mainstay and a source of foreign exchange for the country. The existence of Halal Tourism in Indonesia which can support regional economic development makes East Java a great opportunity to realize a Halal Tourism Village. East Java has 573 Tourism Villages spread across 38 regencies in 2021. However, this opportunity is not matched by optimal management. The presence of Village-Owned Enterprises (BUMDesa) is a solution in developing tourism activities in villages that will drive the community's economy. The purpose of this research is to find out the various kinds of opportunities that exist and the challenges faced by East Java Province in developing Halal Tourism Villages through BUMDesa which is used as a development innovation concept towards better governance. The research method uses descriptive qualitative with primary data from interviews, questionnaires and other sources as a complement. The strategy outlined through the SWOT Matrix approach follows the Internal Factor Analysis (IFAS) and External Factor Analysis (EFAS) indicators. Based on the results of this study, it shows that there is a conceptual framework for Halal Tourism Village in several sectors managed by BUMDesa. Based on the results of the SWOT analysis, it shows several appropriate strategies in developing Halal Tourism Villages such as encouraging domestic and foreign investment in its development, developing a Multi-Platform information center for East Java halal tourism village based on IoT, Establishing an East Java halal tourism management authority and so on. Therefore. The existence of a Halal Tourism Village in East Java has a positive impact on the community.
Keywords: Halal Tourism Village, BUMDesa, SWOT, and East JavaProvinsi jawa timur merupakan wilayah yang mempunyai keberagaman dan keunikan budaya daerah, salah satunya terdapat pada daerah perdesaan yang masih memiliki originalitas dan kearifan lokal budaya khas daerah. Sektor pariwisata menjadi andalan dan sumber devisa bagi negara. Adanya Pariwisata Halal di Indonesia yang dapat menopang perkembangan ekonomi wilayah menjadikan peluang besar untuk Jawa Timur mewujudkan Desa Wisata Halal. Jawa Timur memiliki Desa Wisata berjumlah 573 yang tersebar di 38 Kabupaten pada tahun 2021. Akan tetapi peluang ini tidak diimbangi dengan pengelolaan yang maksimal. Hadirnya Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) menjadi solusi dalam mengembangkan aktifitas pariwisata di desa yang akan menggerakkan perekonomian masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berbagai macam peluang yang ada dan tantangan yang dihadapi oleh Provinsi Jawa Timur dalam mengembangkan Desa Wisata Halal melalui BUMDesa yang dijadikan konsep inovasi pengembangan menuju tata kelola yang lebih baik. Adapun metode penelitian ini menggunakan Kualitatif Deskriptif dengan data primer dari hasil Wawancara, Kuisioner dan sumber lain sebagai pelengkapnya. Strategi yang dituangkan melalui pendekatan SWOT Matrix mengikuti indikator Internal Factor Analisys (IFAS) External Factor Analisys (EFAS). Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya kerangka konseptual Desa Wisata Halal dalam beberapa sektor yang dikelola oleh BUMDesa. Berdasarkan hasil analisis SWOT menunjukkah beberapa strategi tepat dalam pengembangan Desa Wisata Halal seperti mendorong investasi domestik dan asing dalam pengembangannya, pengembangan Multi-Platform pusat informasi desa wisata halal Jatim berdasarkan IoT, Pembentukan otoritas pengelolaan desa wisata halal Jawa Timur dan sebagainya. Dengan demikian. Adanya Desa Wisata Halal di Jawa Timur memberikan dampak yang positif bagi masyarakat.
Kata kunci : Desa Wisata Halal, BUMDesa, SWOT, dan Jawa Timu
Pengembangan Budaya Literasi Membaca Al- Qur'an Di SMK PAB 1 Helvetia dan SMK PAB 2 Helvetia
Currently, the instruction of Al-Qur'an Hadith in classes X at SMK PAB 1 Helvetia and SMK PAB 2 Helvetia lacks the utilization of diverse instructional media, resulting in decreased student motivation towards learning. The objective of this project is to create educational media for Android devices and assess the viability of this media for learning purposes. This study employs the ADDIE development paradigm, which consists of five stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The study was carried out at SMK PAB 1 Helvetia and SMK PAB 2 Helvetia, involving a total of 20 participants, from August to October 2022. The objective of the study was to assess the viability of the Android-based educational media that had been produced. The data gathering process encompassed many methods, including observation, questionnaires, validation, and testing. The data was subsequently subjected to analysis by converting the mean score into a percentage. The objective of the trial was to ascertain the students' reactions towards educational media. The findings indicated that the utilization of Android-based learning media for high school students in the context of fundamental geographic information system content was deemed highly valid. The media validation yielded a score of 80.5%, while the material validation yielded a score of 80.34%. The findings from the student response trials indicate a high level of interest among students in the learning medium employed, as evidenced by a practicality value of 82.5% in the small group and 83.5% in the big groupSelama ini pembelajaran Al-Qur’an Hadist di kelas X SMK PAB 1 Helvetia dan SMK PAB 2 Helvetia belum menggunakan media pembelajaran yang variatif, jadi Peserta didik kurang termotivasi untuk belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan pembelajaran media berbasis Android pada pembelajaran tersebut dan mengetahui kelayakan media pembelajaran. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE, yaitu: (1) Analisis, (2) Desain, (3) Pengembangan, (4) Implementasi, dan (5) Evaluasi. Penelitiannya adalah dilakukan di SMK PAB 1 Helvetia dan SMK PAB 2 Helvetia dengan 20 responden dari Agustus hingga Oktober 2023 untuk mengetahui kelayakan media pembelajaran berbasis Android yang telah dikembangkan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi, angket,validasi dan tes. Kemudian dianalisis dengan mengubah skor rata-rata menjadi persentase. Tujuan uji coba adalah untuk mengetahui respon siswa terhadap media pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis android pada materi sistem informasi geografi dasar siswa SMA dinyatakan sangat valid dengan skor 80,5% untuk validasi media dan 80,34% untuk validasi materi. Hasil uji coba respon siswa menunjukkan siswa sangat tertarik pada media pembelajaran yang digunakan dengan nilai kepraktisan 82,5% pada kelompok kecil dan 83,5 % pada kelompok besar
Analisis Historiografi Kitab Hadis al-Arba’in; Studi atas Karya Muhammad Mahfuz al-Tarmasi dan Hasyim Asy’ari
This paper intends to examine the comparative analysis of the historiography of the hadith book al-Arba'in; al-Minhah al-Khairiyyah by Muhammad Mahfuz al-Tarmasi and the book al-Arba'ina Hadisan Ta'allaqu bi Mubadi Jami'iyah Nahdiyatul Ulama by Hasyim Asy'ari. Departing from the assumption that, these two figures were born from the same sociocultural and scientific style so that there is a possibility of similarities and differences that are interesting to study, especially in terms of scientific transmission both have a teacher-student relationship. Therefore, there are two questions raised in this article. (1) What is the historiography of the writing of Mahfuz al-Tarmasi's al-Arba'in and Hasyim Asy'ari's al-Arba'in. (2)How is the comparison between Mahfuz al-Tarmasi's al-Arba'in and Hasyim Asy'ari's al-Arba'in. In answering that question, the author uses a historical approach; starting from heuristics (collecting sources), verification, interpretation and then historiography. This study concludes that, first, these two books were not written in an empty space, they were formed from sociocultural constructs (patterns of religion, culture, tradition, politics, thought) of the late 19th century and early 20th century. Secondly, the teacher-student relationship between Mahfuz Tarmasi and Hasyim Asy'ari became the starting point for the similarities and differences (to say not identical) which are clearly visible from two aspects, namely the history of the writing of the book and the systematic preparation of the book.Tulisan ini bermaksud untuk mengkaji tentang analisis perbandingan historiografi kitab hadis al-Arba’in; al-Minhah al-Khairiyyah karya Muhammad Mahfuz al-Tarmasi dan kitab al-Arba’ina Hadisan Ta’allaqu bi Mubadi Jami’iyah Nahdiyatul Ulama karya Hasyim Asy’ari. Berangkat dari asumsi bahwa, kedua tokoh ini lahir dari sosiokultural dan corak keilmuan yang sama sehingga terdapat kemungkinan adanya persamaan dan perbedaan yang menarik untuk diteliti, terlebih secara transmisi keilmuan keduanya memiliki hubungan guru-murid. Olehnya, terdapat dua pertanyaan yang diajukan dalam artikel ini. (1)Bagaimana historiografi penulisan kitab al-Arba’in karya Mahfuz al-Tarmasi dan kitab al-Arba’in karya Hasyim Asy’ari. (2)Bagaimana komparasi antara kitab al-Arba’in Mahfuz al-Tarmasi dan kitab al-Arba’in Hasyim Asy’ari. Dalam menjawab pertanyaan itu, penulis menggunakan pendekatan historis; mulai dari heuristik (pengumpulan sumber), verivikasi, interpretasi dan kemudian historiografi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa, pertama kedua kitab ini tidaklah ditulis dalam ruang yang kosong, ia terbentuk dari konstruk sosiokultural (pola keberagamaan, budaya, tradisi, politik, pemikiran) paru akhir abad 19 M dan awal abad 20 M. Kedua, hubungan guru-murid antara Mahfuz Tarmasi dan Hasyim Asy’ari menjadi titik berangkat adanya persamaan dan perbedaan (untuk mengatakan tidak identik) yang terlihat dengan jelas dari dua aspek yakni historitas penulisan kitab dan sistematika penyusunan kitab.