Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster MADURA
Not a member yet
2348 research outputs found
Sort by
Inovasi Pengembangan Penilaian Autentik Aspek Keterampilan di SMA Nazhatut Thullab
This paper aims to describe the innovations in the development of authentic assessment of skills aspects carried out at Nazhatut Thullab High School. The approach used in this research is descriptive-qualitative. The data analysis technique used in this research is data reduction, data display, and verification. Furthermore, the researcher conducted an audit of the research results with the following steps: extension of participation, persistence/constant observation, triangulation, and peer-review through discussion. The results of this study indicate that the innovation of developing authentic assessments of skills aspects at Nazhatut Thullab High School resulted in a policy to develop two of the three authentic assessments of skills aspects, namely output-based performance assessments, and output-based project assessments, which are assessment models that are commonly carried out. by all educators, namely project assessment, and performance assessment by producing products, which in practice refers to the guidelines issued by the Government, with the obligation for all students to document all assessment processes until the end in video form and upload them to the YouTube channel each. The objectives of the video documentation process and uploading to the YouTube channel are (1) to make it easier for teachers to provide in-depth assessments (2) to provide IT education and (3) to provide them with basic entrepreneurial learning.Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan inovasi pengembangan penilaian autentik aspek keterampilan yang dilakukan di SMA Nazhatut Thullab. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data (data reduction), penyajian data (data disply), dan verifikasi (verifikcation). Selanjutnya peneliti melakukan audit hasil penelitian dengan langkah-langkah, berikut: perpanjangan keikutsertaan, ketekunan/keajegan pengamatan, triangulasi, dan pemeriksaan sejawat melalui diskusi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa inovasi pengembangan penilaian autentik aspek keterampilan di SMA Nazhatut Thullab menghasilkan sebuah kebijakan untuk mengembangkan dua dari tiga penilaian autentik aspek keterampilan yaitu penilaian unjuk kerja (performan) berbasis output, dan penilaian proyek berbasis output, yaitu model penilaian yang lazim dilakukan oleh semua pendidik yaitu penilaian proyek, dan penilaian performen dengan menghasilkan produk, yang dalam pelaksanaannya mengacu pada panduan yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah, dengan kewajiban bagi semua peserta didik untuk mendokumentasikan semua proses penilaian sampai dengan akhir dalam bentuk video dan meng-uploud ke chanal yuotube masing-masing. Adapun tujuan dari proses dokumentasi video dan uploud ke chanal yuotube masing-masing adalah (1) mempermudah guru untuk memberikan penilaian yang mendalam (2) memberikan edukasi IT dan (3) memberikan pembelajaran dasar entrepreneur kepada mereka.
 
Konsep Al-urf dalam Perkembangan Society 5.0 Perspektif Fikih Kontemporer
The challenge in the progress of the times that has been in society 5.0, it is required that all layers of law also develop to keep up with these developments, including sharia law that must still be able to be applied. Thus it is not uncommon for the law to apply based on 'Urf. 'Urf which is used as a source of law for an action must exist at the time the action was carried out. There is no affirmation (nas) that contradicts 'urf. The use of 'urf will not result in the exclusion of certain texts from the Shari'at, because the texts of Syara' must take precedence over 'urf. If the Syara text' can be combined with 'urf, then the 'urf can still be used
The results of the study show that: First, in society 5.0 to keep pace with the progress of the times, the concept of urgency is urgent to be used as a source of law. However, 'Urf can be said as a word and deed that involves a habit that is often done. In the era of society 5.0, every activity is easily carried out so that the urf urf must be analyzed to always be in accordance with the demands of the times and remain based on sharia. 'Urf is considered as one of the sources of law, where many elements are taken from applicable laws, then issued in the form of articles in the law. The conditions for 'urf as a source of Islamic law are, 'urf must apply continuously or mostly apply, 'urf which is used as a source of law for an action must exist at the time the action was carried out, there is no affirmation (nas) that contradicts 'urf, usage' urf will not result in the exclusion of definite passages from the Shari'at. Second, 'Urf in the view of Urf jurisprudence does not conflict with the texts so that the law contained in the texts cannot be applied. 'Urf like this cannot be used as a sharia argument', because the insult of 'urf can only be accepted if there is no text containing the law of the problem at hand. Third, urf is used as a source of law with maslahah considerations.Tantangan dalam kemajuan zaman yang telah berada pada society 5.0, diharuskan semua lapisan hokum juga berkembang untuk mengimbangi perkembangan tersebut, termasuk hukum syariah tetap harus mampu diterapkan. Dengan demikian tidak jarang hukum berlaku dengan berlandaskan ‘Urf. ‘Urf yang dijadidkan sumber hukum bagi sesuatu tindakan harus terdapat pada waktu diadaknnya tindakan tersebut, Tidak ada penegasan (nas) yang berlawanan dengan ‘urf. Pemakaian ‘urf tidak akan mengakibatkan dikesampingkannya nas yang pasti dari Syari’at, sebab nas-nas Syara’ harus didahulukan atas ‘urf. Apabila nas Syara’ tersebut bisa digabungkan dengan ‘urf, maka ‘urf tersebut tetap bisa dipakai
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, pada society 5.0 untuk mengimbangi kemajuan zaman maka konsep urf urgen untuk dijadikan sumber hukum. Namun, ‘Urf bisa dikatakan sebagai suatu perkataan dan perbuatan yang menyangkut kebiasaan yang sering dilakukan. Pada era society 5.0 setiap kegiatan sudah dengan mudah dilakukan sehingga urgensi ‘urf harus dianalisa untuk selalu sesuia dengan tuntutan zaman dan tetap berlandaskan syariah. ‘Urf dianggap sebagai salah satu sumbar undang-undang, dimana unsur-unsurnya banyak diambilkan dari hukum-hukum yang berlaku, kemudian dikeluarkan dalam bentuk pasal-pasal dalam undang-undang. Syarat ‘Urf sebagai sumber hukum islam yaitu, ‘urf harus berlaku terus menerus atau kebanyakannya berlaku, ‘urf yang dijadidkan sumber hukum bagi sesuatu tindakan harus terdapat pada waktu diadaknnya tindakan tersebut, tidak ada penegasan (nas) yang berlawanan dengan ‘urf, pemakaian ‘urf tidak akan mengakibatkan dikesampingkannya nas yang pasti dari Syari’at. Kedua, ‘Urf dalam pandangan fikih Urf itu tidak bertentangan dengan nash sehingga menyebabkan hukum yang dikandung nash tidak bisa diterapkan. ‘Urf seperti ini tidak dapat dijadikan dalil syara’, karena kehujahan ‘urf baru bisa diterima apabila tidak ada nash yang mengandung hukum permasalahan yang dihadapi. Ketiga, urf dijadikan sumber hokum dengan pertimbangan maslahah.
 
Peningkatan Kemampuan Komunikasi Bahasa Arab Calon TKI Berkeahlian Melalui Arabic Camp di Badan Latihan Kerja (BLK) Pondok Pesantren Kebun Baru Palengaan Pamekasan
The Arabic Camp program is a program organized by BLK Ponpes. Kebun Baru which aims to improve participants' Arabic language skills. The existence of a program like this course provides a positive atmosphere in learning Arabic in formal classes. The existence of the Arabic Camp program strengthens the achievement of learning Arabic subjects according to the formal curriculum. The ability of the participants who entered the seventh grade for the first time varied. This diversity is due to the different schools/madrasas of origin. After the Arabic Camp program, participants who originally had Arabic language skills, these participants became more confident when studying Arabic subjectsProgram Arabic Camp merupakan program yang diselanggarakan oleh BLK Ponpes. Kebun Baru yang bertujuan untuk meningkatkan kemampun bahasa Arab peserta. Keberadaan program semacam kursus ini memberikan suasana yang positif dalam pembelajaran bahasa Arab pada kelas Formal. Keberadaan program Arabic Camp sebagai penguat ketercapaian pembelajaran mata pelajaran bahasa Arab yang sesuai dengan kurikulum formal. Kemampuan peserta pertama kali masuk di kelas tujuh beragam. Keberagaman itu disebabkan dari berbagai sekolah/madrasah asal. Setelah adanya program Arabic Camp peserta yang semula sudah memilki bekal bahasa Arab peserta tersebut semakin percaya diri ketika belajar pada mata pelajaran Bahasa Ara
Kontekstualisasi Nilai-Nilai Al-Qur’an Perspektif Kebijakan Penyelenggaraan Pendidikan Telaah Normatif Empiris Program PengajaranSatuanPendidikan Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Ibnu Ali Pamekasan
Contextualization of the values ​​of the Qur'an is a policy perspective in the implementation of education which is directed at developing the potential of students so that they have the ability to associate; interact; and constructing social reality as an instrumental spectrum in the continuity of the learning process in units educational. This policy is believed to be a key instrument that is considered effective and systemic in determining the success of the formation of the minimum competencies that students must possess through the provision of education that refers to the principle of active learning; innovative; creative; educative; and fun both at the normative level and at the empirical level.
Keywords :Contextualization of Al-Qur'an Values, Implementation of Education.Kontekstualisasi nilai-nilai Al-Qur’an adalahperspektif kebijakan penyelenggaraan pendidikan yang diarahkan dalam rangka menumbuhkembangkan pontensi peserta didik agar mempunyai kemampuan mengasosiasi; menginterasi; dan mengkonstruksikan realialitas sosialnya sebagai spektrum instrumental dalam keberlangsungan proses pembelajaran pada satuan pendidikan. Kebijakan ini diyakini sebagai instrumen kunci yang dianggap efektif dan sistemmik dalam menentukan keberhasilan pembentukan kompetensi minimal yang harus dimiliki peserta didik melalui penyelenggaraan pendidikan yang mengacu pada prinsip pembelajaran aktif; inovatif; kreatif; edukatif; dan menyenangkan baik dalam tataran normatif maupun dalam tataran empiris. Prinsip ini secara prosedural dan esensial sebagai model dalam membangun suasana pembelajaran yang menyenangkan bagi peserta didik (student welbeing) pada Satuan Pendidikan Pondok Pesantren tahfidzul Qur’an Ibnu Ali Pamekasan.
Kata Kunci: Kontekstualisasi, Nilai-nilai Al-Qur’an, Penyelenggaraan Pendidikan
PENGGUNAAN MEDIA BONGKAR PASANG KARTU ION DENGAN METODE SIMULASI UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN KIMIA MATERI RUMUS KIMIA DAN TATA NAMA SENYAWA ION KELAS X SMA NEGERI 1 BLUTO
Rendahnya tingkat pemahaman siswa terhadap pelajaran kimia, terutama materi yang menyangkut teoritis dan abstrak, sehingga diperlukan kreativitas guru dalam menyajikan materi tersebut. Guru harus menemukan dan memilih metode dan media yang sesuai dengan materi yang diajarkan. Metode pembelajaran yang mampu mewujudkan situasi pembelajaran yang kondusif, aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan adalah metode simulasi berbantuan media bongkar pasang kartu ion.Walaupun materi rumus kimia dan tata nama senyawa adalah materi yang abstrak, namun dengan visualisasi sederhana menggunakan media bongkar pasang kartu ion mampu mengubah suasana pembelajaran menjadi rileks dan menyenangkan.
Penelitian ini menggunakan rancangan tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus. Sebelum pelaksanaan pembelajaran, dilaksanakan tes awal dan observasi awal untuk menggetahui pengetahuan dan pemahaman siswa awal tentang konsep rumus kimia dan tata nama senyawa. Setelah pelaksanaan siklus I dan II dilakukan tes akhir untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan pembelajaran metode simulasi berbantuan media bongkar pasang Kartu Ion ini dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.
Hasil penelitian membuktikan bahwa metode simulasi berbantuan media bongkar pasang kartu ion dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa dalam pelajaran kimia kelas X-E SMA Negeri 1 Bluto. Aktivitas siswa meningkat dari siklus I ke II, dimana dari cukup (rerata= 3,23) menjadi sangat baik (rerata= 4,27), serta meningkatnya keterampilan sosial siswa, pada siklus I yang mulanya cukup (rerata= 2,48) pada siklus II, meningkat menjadi sangat baik (rerata=3,29),. Begitu juga terhadap hasil belajar siswa kelas X-E SMA Negeri 1 Bluto, dimana yang semula tingkat penguasaan siswa pada tes awal hanya 33,32%, pada siklus I dan II meningkat menjadi 64,59% dan 81,25% sedang tingkat ketuntasan klasikal meningkat dari 68,75% pada siklus I menjadi 100% pada siklus II
Qiraatu Syi’ri al-Munajah li al-Syaikh Zakariya al-Anshari: Dirasah Nadzariyah Istiqbaliyah ‘ala Thullab Ma’had Dar al-‘Ulum Banyuanyar Pamekasan Madura
It is customary for the students of the Darul Ulum Banyuanyar Islamic Boarding School to read the poetry of Zakiaria Al-Ansori after the fardu prayer. The verse is read repeatedly by the students. This is interesting for research to examine how students respond when reading these poems. Of course the poems that are recited have an impact on the santri themselves in the form of peace of mind, sharing, and blessings. To produce data, researchers used observation techniques, interviews and documentation. The results of this research show that some of the respondents when reading the poem did not make an impression and only as ordinary reading, of course, due to ignorance of the poem. So by knowing the meaning, the respondent will be able to absorb the poetry reading which is done after the five daily prayers. This research is a field research with a reception aesthetic approach
Dynamics of Islamic Educational Institutions In Indonesia: Boarding Schools and Madrasah
which are the center of Islamic education activities to the many developing formal and non-formal educational institutions, including Boarding School and madrasas. Therefore, this study aims to determine the development of Islamic educational institutions in Indonesia, the Types of Islamic Education Institutions in Indonesia, the role of Islamic Education Institutions in Islamic boarding schools and madrasas in Indonesia, and the differences between Islamic boarding schools and madrasas. The research method used is literature with documentation data collection techniques. The results of this study show that Islamic boarding schools are the oldest Islamic educational institutions in Indonesia which traditional Muslims initially founded. The establishment of Madrasah in Indonesia was driven by two factors: the strengthening of the Islamic renewal movement in Indonesia and the response of Islamic education to the Dutch East Indies' educational policies. Even though they are both Islamic Education Institutions, there are many differences between Boarding School and madrasas, including Boarding School not using a curriculum, madrasah using a curriculum, and so on
Moderenisasi & Demokratisasi Pendidikan Islam : Kajian Konstruktif Lembaga Perguruan Tinggi Islam di Indonesia
Islamic Education must engage in dialogue with the dynamics of social life and technological developments. Through the modernization and democratization of Islamic Education, Azyumardi Azra offers an educational construction that can face the challenges of modernity by adhering to the values and teachings of the Islamic religion. This research aims to reveal Azyumardi Azra's views and conception of Islamic Education and their implications for the construction of Islamic Education. This study uses a qualitative approach with the type of library research. The results of this study indicate that Islamic Education in Azra's view, must be oriented towards the formation and development of children's personality based on the teachings of Islam. Not only that, Islamic Education must also be designed considering students' competence in mastering science and technology. In this way, it can carry out its function of preparing human resources thoroughly. To modernize and democratize Education, Azra offers several strategic steps, including; ideological-normative, political, economic, social, and cultural mobilization. At the same time, Azra also uncovered several variables that must become a modernization agenda: administrative modernization, subcultural modernization, and capacity expansion. In addition, according to Azra, efforts to democratize Education are more to make the education system more just, inclusive, and participatory. According to him, the democratization of Education is a process of social change that aims to make the education system more equitable and of better quality for all citizens. He believes that democratization in Education can be characterized by three key aspects. Firstly, it involves having a flexible curriculum that allows students to express their creativity. Secondly, there is a shift in the paradigm of Islamic Education, moving away from an authoritarian approach towards a more democratic one. Lastly, there is a harmonious connection between Islamic educational institutions and the surrounding community, ensuring a synchronized and inclusive learning environmentPendidikan Islam sejatinya harus mampu berdialegtika dengan dinamika kehidupan sosial dan perkembangan tekhnologi. Melalui moderenisasi dan demokratrisasi pendidikan Islam, Azyumardi Azra menawarkan konstruksi pendidikan yang mampu menghadapi tantangan moderinitas dengan berpegang pada nilai dan ajaran agama Islam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap pendangan dan konsepsi pendidikan Islam Azyumardi Azra serta bagaimana implikasinya terhadap konstruksi pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian library research. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan Islam dalam pandangan Azra harus diorientasikan pada pembentukan dan pembinaan kepribadian anak berlandaskan pada ajaran agama Islam. Tidak hanya itu, pendidikan Islam harus pula didesain dengan mempertimbangkan kompetensi siswa dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan tekhnologi, sebab dengan cara ini pendidikan Islam dapat menjalankan fungsinya untuk menyiapkan SDM seutuhnya. Dalam upaya moderenisasi dan demokratisasi pendidikan, Azra menawarkan beberapa langkah strategis meliputi; ideologis-normatif, mobilisasi politik, mobilisasi ekonomi, mobilisasi sosial, mobilisasi kultural. Pada saat yang sama, Azra juga menggungkap beberapa variabel yang mesti menjadi agenda mederinisasi yaitu; modernisasi administratif, modernisasi subkultural, ekpansi kapasitas. Selain itu, upaya demokratisasi pendidikan menurut Azra lebih kepada untuk menjadikan sistem pendidikan menjadi lebih adil, inklusif, dan partisipatif. Demokratisasi pendidikan menurutnya merupakan suatu proses perubahan sosial yang bertujuan menjadikan sistem pendidikan lebih merata dan berkualitas bagi seluruh warga negara. Menurutnya, demoktarisasi dalam pedidikan ditandai dengan; 1) adanya kurikulum yang dinamis dan memberikan ruang bagi terwujudnya kreatifitas peserta didik; 2) perubahan paradigma pendidikan Islam, dari otoriter ke demokratis; 3) adanya sinkronisasi antara lembaga pendidikan Islam dengan lingkungan masyarakat
Studi Modersasi Beragama Dan Penguatan Demokrasi Bagi Masyarakat Kabupaten Jeneponto
This research generally aims to identify and examine religious moderation for the Jeneponto people and the Jeneponto people's understanding of democracy. This research is library research, with a network of document data from scientific journals and books. Interviews and observations The results of the study show that there are at least three things that the researchers found: First, in terms of religious moderation, the people of Jeneponto enjoy and are open to accepting religious moderation, namely mutual respect, fostering mutual tolerance, and maintaining the dignity of every member of society. Secondly, in Jeneponto's democracy, the people of Jeneponto have always implemented a system of government by means of democracy; the indicator is that during the Binamu Kingdom era, in choosing a king, it was chosen through elections through "Toddo Appa," or known as the customary council; and thirdly, in terms of relations between Muslims and non-Muslims, Muslims in the Jeneponto community are very open to accepting anyone in terms of working or doing business in the Jeneponto district, regardless of their religious background, as long as it does not violate the order of community life, for example, by building a house of worship, because there is a law that regulates the conditions for building a house of worshi
ANALISIS STRATEGI FUNDRAISING ZIS BAZNAS KOTA PASURUAN DALAM MENGEMBANGKAN UMKM MASYARAKAT KOTA PASURUAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana analisis stratgi Fundraising zakat, infaq, dan sadaqah (ZIS) Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dalam mengembangkan UMKM masyarakat Kota Pasuruan. Penelitian ini mengunakan metode deskriptif kualitatif dimana data penelitian dikumpulkan melalui data observasi, wawancara dan dokumentasi di BAZNAS Kota Pasuruan. Hasil penelitian menunjukkan fundraising yang dilakukan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Pasuruan dalam pengelolaan zakat untuk meningkatkan penerimaan zakat yang dilakukan dengan cara sosialisasi secara langsung ke muzakki, baik individu maupun kelompok, menggunakan promosi marketing baik langsung maupun tidak langsung, menggnakan media elektronik maupun cetak, dan melalui aplikasi muzakki corner. Analisis strategi fundraising penghimpunan dana ZIS yang komperehensif, BAZNAS dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi penghimpunan dana zakat untuk mendukung pengembangan usaha kecil dan menengah di masyarakat. Diantaranya untuk pemberdayaan ekonomi, pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kesejaheraan sosial.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana analisis stratgi Fundraising zakat, infaq, dan sadaqah (ZIS) Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dalam mengembangkan UMKM masyarakat Kota Pasuruan. Penelitian ini mengunakan metode deskriptif kualitatif dimana data penelitian dikumpulkan melalui data observasi, wawancara dan dokumentasi di BAZNAS Kota Pasuruan. Hasil penelitian menunjukkan fundraising yang dilakukan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Pasuruan dalam pengelolaan zakat untuk meningkatkan penerimaan zakat yang dilakukan dengan cara sosialisasi secara langsung ke muzakki, baik individu maupun kelompok, menggunakan promosi marketing baik langsung maupun tidak langsung, menggnakan media elektronik maupun cetak, dan melalui aplikasi muzakki corner. Analisis strategi fundraising penghimpunan dana ZIS yang komperehensif, BAZNAS dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi penghimpunan dana zakat untuk mendukung pengembangan usaha kecil dan menengah di masyarakat. Diantaranya untuk pemberdayaan ekonomi, pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kesejaheraan sosial