OJS (Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin)
Not a member yet
447 research outputs found
Sort by
STUDI PEMBUATAN NUGGET FUNGSIONAL DARI IKAN CAKALANG (KATSUWONUS PELAMIS L.) DENGAN EKSTRAK BUAH MENGKUDU (MORINDA CITRIFOLIA L.): (Studi of Making Fungsional Nugget from Skipjack Fish (Katsuwonus pelamis L.) with Noni Fruit Ekstrak (Morinda citrifolia L.)
Nugget skipjack fish with noni fruit extract is a processed food from fish meat. It is milled with the addition of noni fruit extract as a value added (fuctional) on nugget products. Noni fruit is less favored by people due to the bitter taste and the aroma is sting. Therefore , it was carried out addition of extract from noni fruit on nugget processed products. This research aimed to produce functional nugget product from skipjack fish with noni fruit extract and to know chemical and physical content of nugget and alkaloids content in nugget. The parameters were water content, ash content, fat content, protein content, carbohidrate content, organoleptic test, and alkaloids content. The expremental design was Randomized Block Design with 3 treatments and 3 replications. Alkaloids content was present in all treatments . The best treatment based on physical, chemical, and oreganoleptics test of nugget was F3 treatment (60% fih meat + 7% extract of noni + 23% filler + 10% ice water). Result of organoleptics test texture 3.59 (likes), color 3.48 (rather like), aroma 3.63 (like), and taste 3.77 (like)
PENGARUH FERMENTASI MENGGUNAKAN BAKTERI ASAM LAKTAT YOGHURT TERHADAP CITARASA KOPI ROBUSTA (COFFEA ROBUSTA): (The Influence of Fermentation Using Bacteria Lactic Acid Yoghurt to the Flavor of Coffe Robusta (Coffea robusta))
Coffee plants ( coffea sp ) is one type of biodiversity in Indonesia.Coffee is one of the most popular drink in the world.The high caffeine content in coffee has bad effect for health.One kind of coffee used in this research was Robusta, because caffeine content in robusta coffee is higher than arabica coffee, otherwise the type of arabica contain more sugar and volatile oil.To improve the quality of coffee then one of the process that need attention is on the process in the past harvest.One technology in the post harvested to fix tastes coffee is by fermentation using lactic acid bacteria ( BAL ).This research aimed to produce coffee with the caffeine levels lower by fermentation using BAL on yoghurt. Parameter this research include caffeine level, ph level, the water level, the ashes level and testing the like parameter of organolepticflavor, aroma, and colour of the coffee. The best experiment resulting from research coffee fermented with isolate yogurt for 48 hours, it had caffeine content of 1,09 % ,Ph of 4.73, water contentof 2.34, ashes content of 3.16, flavor parameter scored of 3.08, aroma parameter scored of 3, and color parameter scored of 2.09
Pengkerutan Temulawak (Curcuma Xanthorrisa) Selama Proses Pengeringan
Di Indonesia tanaman temulawak merupakan salah satu jenis tanaman rimpang yang paling banyak digunakan sebagai bahan baku obat tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku pengkerutan bahan temulawak serta mempelajari perubahan volume temulawak selama pengeringan. Proses pengeringan mekanis dengan menggunakan alat tipe batch ini diharapkan dapat memperoleh kadar air yang konstan dan tidak mengurangi mutu dari temulawak yang dihasilkan. Temulawak dikeringkan dengan menggunakan 2 suhu yaitu suhu 400C dan 500C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi suhu pengeringan, maka semakin cepat laju pengkerutan, baik pada sampel silinder atau pun sampel persegi. Ada tiga jenis model pengkerutan yang diuji untuk mendeteksi perilaku Rasio Volume. Ketiga model yang dimaksud adalah model Exponensial, model Linear dan Polymonial. Persamaan model Polynomial untuk dua sampel yang berbeda ini menunjukkan nilai R2 yang lebih besar dibandingkan dengan dua persamaan model lainnya yaitu model Exponensial, dan model Linear. Hal ini menunjukkan bahwa model Polynomial adalah model terbaik untuk merepresentasikan karena memiliki nilai kesesuaian yang besar terhadap karakteristik pengkerutan temulawak
Uji Kinerja Alat Perajang Rimpang
Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) adalah bahan baku yang digunakan sebagai obat tradisional di industri jamu, farmasi, dan makanan serta minuman. Produksi dan konsumsi temulawak di Indonesia cukup tinggi oleh karena itu diperlukan suatu cara penanganan maupun pengolahan pasca panen dari temulawak tersebut. Dalam pengolahan hasil pertanian banyak teknologi mekanik yang digunakan, diantaranya adalah teknologi mesin perajang rimpang yang digunakan sebagai teknologi yang memudahkan dalam penanganan pasca panen temulawak. Mesin perajang rimpang ini diharapkan mendukung peningkatan hasil produksi temulawak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja dan efisiensi alat perajang rimpang. Penelitian ini menggunakan alat perajang rimpang tipe horizontal dengan tiga kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan kapasitas kerja alat perajang rimpang tipe horizontal sebesar 146,92 kg/jam, hasil ketebalan pemotongan 2,0038 mm, keseragaman hasil pemotongan 16,62 %, persentase rusak sebanyak 0,31 %, daya spesifik 0,0025 kW-jam/kg, dan efisiensi penerusan daya 1,576 %. Hasil ketebalan rata-rata dipengaruhi oleh kecepatan pemasukan bahan, tekanan yang diberikan pada bahan serta kecepatan putar pisau perajang
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN BATANG SORGUM MANIS (Sorghum bicolor (L.) Moench) TERHADAP RENDEMEN DAN BRIX NIRA YANG DIHASILKAN
serbaguna yang memiliki banyak kegunaan. Salah satu bagian tanaman sorgum manis yang memiliki kegunaan adalah batang sorgum manis, batang sorgum manis apabila diperas akan menghasilkan nira. Nira sorgum manis memiliki brix berkisar antara 15 % - 21 %. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh penyimpanan batang sorgum manis terhadap rendemen dan brix nira yang dihasilkan dan kegunaan penelitian ini adalah memberikan informasi tentang perubahan-perubahan yang terjadi pada rendemen dan brix nira akibat penundaan proses penggilingan/pemerasan. Penelitian dilakukan pada bulan April sampai Mei 2012 di PT. Sinar Indonesia Merdeka (SINDOKA) Jln. Trans Sulawesi, Korondeme Desa Teromu, Kecamatan Mangkutana, Kabupaten Luwu Timur. Penelitian ini dilakukan dengan metode lama penyimpanan batang sorgum manis terhadap rendemen dan brix nira yang dihasilkan dengan menggunakan dua varietas sorgum manis yaitu NTJ 2 dan ICSR dengan perlakuan terkena sinar matahari dan tidak terkena sinar matahari dimana batang dipotong menjadi tiga bagian yaitu bagian bawah, tengah dan atas (setiap bagian terdiri dari 3 ruas) dan dilakukan tanpa penyimpanan (0 hari) dan disimpan selama 2,4,6 hari dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa brix pada batang bagian bawah lebih tinggi daripada batang bagian tengah dan bagian atas. Semakin lama batang sorgum disimpan dan terkena sinar matahari maka brix akan semakin turun. Agar rendemen yang dihasilkan tinggi maka sebaiknya batang langsung diperas setelah dipanen
Analisis Ketersediaan Air pada DAS Kelara dalam Mendukung Program Percetakan Sawah Baru di Kabupaten Jeneponto
Upaya pemerintah dalam mendukung pencapaian swasembada pangan khususnya untuk komoditi beras, diturunkan melalui program ekstensifikasi lahan dalam bentuk percetakan sawah baru. Namun program tersebut tidak diiringi dengan analisis ketersediaan air untuk memenuhi kebutuhan air pertanian pada daerah percetakan sawah baru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketersediaan air pada DAS Kelara dalam upaya pemenuhan kebutuhan air pada areal pertanian khususnya pada daerah percetakan sawah baru. Selain itu, penelitian ini dapat memberikan gambaran pola tanam yang sesuai pada DAS Kelara sesuai dengan ketersediaan air pada DAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan air pada DAS Kelara untuk budidaya padi atau jagung dengan mengandalkan curah hujan, hanya mampu memenuhi kebutuhan air tanaman sekali dalam setahun. Namun, untuk meningkatkan pemanfaatan lahan budidaya, kekurangan air pada DAS Kelara dapat diambil dari sungai Kelara. Hasil analisis ketersediaan air di DAS Kelara, maka direkomndasikan sistem pertanaman yang paling efektif yaitu Padi – Jagung – Bero, dimana awal pertanaman dilakukan di Bulan Desember dan priode bero di bulan Agustus – Oktobe
Uji Kinerja Aplikator Pupuk Organik Dan Pengaruh Bahan Organik Terhadap Sifat Fisik Tanah Dan Pertumbuhan Tanaman Melon (Cucumis melo L.)
Salah satu cara untuk memperbaiki struktur tanah adalah dengan penggunaan bahan organik. Penggunaan bahan organik pada lahan petanian menggunakan aplikator memiliki beberapa kelebihan yaitu menghemat tenaga dan mengefisienkan waktu pengerjaan. Aplikator pupuk organik dirancang khusus untuk menyalurkan pupuk organik ke lahan pertanian utamanya di sekitar tanaman baik di antara tanaman ataupun di sela tanaman dengan kedalaman dan dosis tertentu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efisiensi dari aplikator pupuk organik pada lahan tanaman hortikultura (melon) dan untuk mengetahui pengaruh pemberian bahan organik menggunakan aplikator terhadap pertunbuhan tanaman melon dan sifat fisik tanah. Untuk mendapatkan kapasitas lapang aplikator dilakukan pengujian pada lahan pertanian dan pengambilan sampel tanah pada awal penelitian dan setelah panen untuk mengetahui sifat fisik tanah serta dilakukan pengukuran pertumbuhan tanaman. Berdasarkan hasil pengujian aplikasi pupuk organik menggunakan aplikator pupuk organik pada lahan tanaman melon diperoleh tingkat aplikasi pupuk organik sebanyak 12 ton/ha, sedangkan kebutuhan tanaman melon sebesar 16 ton/ha sehingga rasio aplikasi pupuk organik terhadap dosis yang diharapkan adalah 3 : 4. Pemberian bahan organik menggunakan aplikator memberikan pengaruh positif terhadap pertumbuhan tanaman melon serta sifat fisik tanah (kadar air dan bulk density)
Dampak Pemompaan Air Tanah Terhadap Profil Resistivitas Lapisan Tanah Di Lahan Persawahan
Air tanah adalah air yang berada di bawah permukaan tanah pada wilayah jenuh atau semua pori-pori dan ruang antar partikel tanah jenuh berisi air, yang terdapat pada bagian atas disebut water table dan bagian bawah disebut ground water. Konsep lain mengatakan, bahwa air tanah terdiri atas dua zona, yaitu zona tidak jenuh (unsaturated zone) dan zona jenuh (saturated zone) atau ground water. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menentukan nilai resistivitas atau nilai tahanan jenis batuan lapisan bawah permukaan tanah sepanjang lintasan pengambilan data sebelum dan sesudah pemompaan dengan menggunakan geolistrik. Dalam metode penelitian terdapat beberapa tahap, dimana tahap pertama yaitu pengumpulan data dimana data yang dikumpul adalah data skunder, tahap kedua yaitu pengukuran resistivitas dimana pengukuran resistivitas ini menggunakan alat geolistrik multichanel, dan tahap ketiga yaitu pengolahan data dimana terdapat dua langkah yang pertama pengolahan data excel dan langkah kedua pengolahan data software res2dinv. Berdasarkan hasil pengolahan data didapatkan nilai pada pengukuran 1 lintasan 1 sebelum dipompa nilainya dari 1,53 - 215 Ωm, lintasan 1 sesudah pompa 1,20 – 29,5 Ωm, kemudian pada lintasan 2 sebelum pompa nilainya 1,13 - 206 Ωm, lintasan 2 sesudah pompa 1,22 – 41,2 Ωm, pada pengukuran 2, lintasan 1 sebelum pompa nilainya 1,07 - 203 Ωm, lintasan 1 sesudah pompa nilainya 0,599 – 84,9 Ωm, kemudian pada lintasan 2 sebelum pompa 0,413 – 83,3 Ωm, pada lintasan 2 sesudah pompa nilainya 0,528 – 49,0 Ωm, pada pengukuran 3 lintasan 1 sebelum pompa nilainya 0,837 - 202 Ωm, lintasan 1 sesudah pompa nilainya 0,454 – 38,3 Ωm, kemudian pada lintasan 2 sebelum pompa nilainya 1,11 – 157 Ωm, pada lintasan 2 sesudah pompa nilainya 0,737 – 61,7 Ωm. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwah keberadaan clay berada direntang nilai resistivitas 1-100 Ωm, keberadaan material air tanah berada di rentang nilai resistivitas sangat rendah yaitu 0,5-300 Ωm, dan keberadaan material alluvial berada di rentang nilai resistivitas dari 10-800 Ωm
Uji Kinerja Dan Analisis Biaya Mesin Pencacah Pakan Ternak (Chopper)
ABSTRAK
Rumput gajah merupakan tanaman rumput-rumputan yang banyak dimanfaatkan pada bidang peternakan karena memiliki nutrisi yang dapat mempercepat pertumbuhan ternak. Mesin pencacah rumput gajah merupakan suatu mesin yang dapat membantu peternak dalam memenuhi kebutuhan pakan ternak. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2018 di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kinerja mesin pencacah pakan ternak yang meliputi kapasitas mesin, persentase panjang cacahan bahan dan konsumsi bahan bakar serta menghitung biaya pokok pengoperasian alat tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kecepatan putaran 740 rpm diperoleh nilai rata rata kapasitas kerja mesin pencacah rumput gajah sebesar 121,4 kg/jam. Hasil persentase panjang cacahan rumput gajah (<5cm) (W1) diperoleh nilai rata-rata sebesar 45,28 %, Sedangkan hasil persentase panjang cacahan rumput gajah (>5cm) (W2) diperoleh nilai rata-rata sebesar 54,62 %. Untuk konsumsi bahan bakar pada mesin pencacah rumput gajah diperoleh nilai rata-rata sebanyak 1,24 ℓ/jam. Analisis biaya pokok terdiri dari biaya tetap dan biaya tidak tetap. Untuk biaya tetap mesin pencacah chopper model PC-700 sebesar Rp 4.272/jam, sedangkan biaya tidak tetap yaitu Rp 24.678/jam. Jadi total dari biaya pokok pengoperasian mesin pencacah chopper model PC-700 sebesar Rp 28.950/jam
PENGARUH KEMASAN TERHADAP MUTU SALE PISANG RAJA (Musa X paradisiaca AAB) SELAMA PENYIMPANAN: (The Effect of Packaging to Quality Sale “Raja” Banana (Musa X paradisiaca AAB) During Storage)
Sale raja banana are foods processed by mature banana which have been through the drying process. During storage, quality of sale raja banana decreased in terms of chemical composition and organoleptics. It is needed a method to maintain the quality of sale raja banana during storage by applying packaging technology. The purpose of this study was to determine the effect of packaging methods (without packaging, HDPE packaging and HDPE vacuum packaging) and storage time on the chemical composition and organoleptic quality of sale raja banana. The design of this study consisted of two factors: packaging using three treatment levels (without packaging, HDPE packaging, and HDPE vacuum packaging) and storage time with five levels of treatment (0, 7, 14, 21, and 28 days). Data was processed using factorial Completely Randomized Design (CRD) with three replications. The chemical parameters analyzed were water content, ash content, reducing sugar, pH, and organoleptic tests (including color, aroma, taste and texture). The results showed that the storage of sale raja banana with HDPE vacuum packaging for 28 days gave the best results for all parameters