OJS (Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin)
Not a member yet
    447 research outputs found

    EVALUASI MUTU BERAS MERAH DAN BERAS HITAM LOKAL PADA LAHAN PERLADANGAN KABUPATEN BULUNGAN, KALIMANTAN UTARA: Evaluation Of Red Rice Quality And Local Black Rice On Land Breaking, Bulungan District, Kalimantan Utara

    Get PDF
    Bulungan Regency is one of the contributors to the production of local rice commodities in North Kalimantan. This study aims to identify the characteristics and quality of local brown rice and black rice traditionally cultivated on farms. This research was conducted by exploratory methods. The amount of rice taken is 1 kg. Each brown rice and local black rice were analyzed for physical properties and quality of rice according to SNI quality class 01-6128-2015. The results of the analysis of the physical properties of local brown rice are of medium and short size. Medium size, namely Tanjung.Tanjung Palas with size (6.3 mm), and BM. Teras Baru (6.0 mm), while the short size is BM. Clubers with sizes (5.0 mm), BM. Selimau (5.3 mm) and BM Pimping (5.0 mm). Whereas the local black rice has medium and short sized categories. Medium size namely BH. Selimau (6.3 mm) and BH. Tobulo (6.0 mm), while the short size is BH. Braid (5.0 mm). The form of local brown rice has a round and medium shape. Round shape on BM. Club and BM. Teras Baru, while the form of medium rice in BM.Selimau, BM. Tanjung Palas and BM. Pimping. Whereas black rice has a medium and slim shape. Medium form at BH.Pejalin and BH.Tobulo, slim form of rice at BH. Selimau. Judging from the quality of rice shows that local brown rice that meets quality standards, namely BM. Tanjung Palas with medium quality class 3. While black rice that meets quality standards is Pejalin black rice with medium quality class 3. While red rice and other local black rice do not meet quality standards. This shows that Bulungan local rice needs to be done better postharvest handling to improve the quality of rice so that the rice produced is able to compete in the market. Conclusion Local Bulungan rice has characteristics with varying size and shape of rice, namely round, slender medium with relatively low quality.  ABSTRAK Kabupaten Bulungan merupakan salah satu penyumbang penghasil komoditas beras lokal di Kalimantan Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik dan mutu beras merah dan beras hitam lokal yang dibudidayakan secara tradisional di lahan perladangan. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksplorasi. Jumlah beras yang diambil adalah 1 kg. Setiap beras merah dan beras hitam lokal dianalisis sifat fisik dan mutu beras sesuai kelas mutu  SNI 01-6128-2015. Hasil analisis sifat fisik beras merah lokal adalah memiliki ukuran sedang dan pendek. Berukuran sedang yaitu BM.Tanjung Palas dengan ukuran (6,3 mm), dan BM. Teras Baru (6,0 mm), sedangkan  berukuran pendek yaitu BM. Klubir dengan ukuran (5,0 mm), BM. Selimau (5,3 mm) dan BM Pimping (5,0 mm). Sedangkan pada beras hitam lokal memiliki kategori berukuran sedang dan pendek. Berukuran sedang yaitu BH. Selimau (6,3 mm) dan BH. Tobulo (6,0 mm), sedangkan berukuran pendek yaitu BH. Pejalin (5,0 mm). Bentuk beras merah lokal memiliki bentuk bulat dan medium. Bentuk bulat pada BM. Klubir dan BM. Teras Baru, sedangkan bentuk beras medium pada BM.Selimau, BM. Tanjung Palas dan BM.  Pimping. Sedangkan pada beras hitam memiliki bentuk medium dan ramping. Bentuk medium pada BH.Pejalin dan BH.Tobulo, bentuk beras ramping pada BH. Selimau. Ditinjau dari mutu beras menunjukkan bahwa beras merah lokal yang memenuhi standar mutu yaitu BM. Tanjung Palas dengan kelas mutu medium 3. Sedangkan beras hitam yang memenuhi standar mutu adalah beras hitam Pejalin dengan kelas mutu medium 3. Sementara beras merah maupun beras hitam lokal lainnya tidak memenuhi standar mutu. Hal ini menujukkan bahwa beras lokal bulungan perlu dilakukan penanganan pascapanen yang lebih baik untuk meningkatkan mutu beras sehingga beras yang dihasilkan mampu untuk bersaing dalam pasar. Kesimpulan beras lokal Bulungan memiliki karakteristik dengan ukuran dan bentuk beras yang bervariasi yaitu bulat, medium ramping dengan mutu yang masih tergolong rendah. &nbsp

    ANALISIS STABILITAS SALURAN TERSIER BATUBASSI DAERAH IRIGASI BANTIMURUNG KABUPATEN MAROS

    Get PDF
    Saluran irigasi merupakan salah satu sumber daya alam yang penting dimana irigasi berfungsi untuk mengairi tanaman pertanian. pada bidang pertanian sumber daya air digunakan bagi tanaman yang dialirkan melalui saluran irigasi, baik saluran irigasi primer, saluran irigasi sekunder, dan saluran irigasi tersier. Sedimentasi dan gerusan dapat menjadi masalah bagi para petani karena menyebabkan dinding saluran tanah tidak stabil dan sehingga mengganggu proses pemberian air untuk tanaman, dan akan mempengaruhi hasil akhir dari proses tanam petani. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi stabilitas saluran tersier pada saluran irigasi, Mengetahui berapa besar dinding dan dasar saluran yang mengalami gerusan dan endapan. Metode penelitian ini dengan mengukur kecepatan aliran dan kedalaman saluran di setiap penampang yang telah ditentukan sebelumnya pengukuran ini dilakukan selama 10 kali selama satu masa tanam. Berdasarkan hasil analisis Korelasi antara kecepatan dan perubahan luas penampang menunjukan terjadinya gerusan dan endapan pada dinding dan dasar saluran tanah. Kecepatan aliran, Kedalaman aliran, Shear stress, Froud Number, Reynold Number mempengaruhi terjadinya proses gerusan maupun endapan pada saluran tanah yang menyebabkan dinding saluran tidak stabil. Gerusan pada belokan cenderung terjadi pada sisi tepi luar saluran Gerusan dan endapan menyebabkan dinding dan dasar saluran tanah tidak stabil sehingga perlu dilakukan perawatan pada tiap saluran

    Rancang Bangun Sistem Kendali Kecepatan Putar Motor DC menggunakan PID Controller pada Mesin Pengaduk

    Get PDF
    Kegiatan pengadukan bahan-bahan pertanian menjadi berbagai macam produk pangan ataupun non pangan membutuhkan mesin pengaduk. Mesin pengaduk dalam penelitian ini memiliki masalah saat digunakan yaitu bahan yang diaduk melumpah dari wadah, suara yang dihasilkan berisik dan motor cepat panas. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sistem kendali yang baik pada mesin pengaduk agar dapat meningkatkan kinerja dari mesin pengaduk. Metode yang dilakukan yaitu perancangan sistem perangkat keras dan perangkat lunak. Sistem perangkat keras menggunakan komponen mikrokontroler, Solid State Relay (driver motor), Motor DC (aktuator), rotary encoder (sensor) dan power supplay (sumber tegangan) sedangkan sistem perangkat lunak berisi algoritma bahasa program kendali PID. Prinsip kerja sistem yaitu lup tertutup dimana kecepatan motor akan terbaca oleh sensor dan diinformasikan ke mikrokontroler untuk membandingkan dengan kecepatan yang diinginkan, kemudian memperbaiki kesalahan yang terjadi. Berdasarkan hasil tuning dengan menggunakan metoda internal control (MIC) diperoleh konstanta PID sebesar Kp: 0.259, Ki:5.647 dan Kd: 0.200. Nilai konstanta yang diperoleh sudah dapat memberikan kestabilan pada berbagai kecepatan (62,130,190 dan 252 rpm). Pengujian kecepatan motor DC pada mesin pengaduk dengan mengunakan beban yaitu adonan roti dan kedelai menghasilkan kecepatan yang dapat mengikuti set point (kecepatan yang diinginkan) dan respon sistem menunjukkan settling time yang pendek, overshoot bernilai 0 dan nilai error steady state yang masih berada pada batas toleransi yaitu 2% atau 5%

    PROFIL SIFAT FISIK BUAH TERUNG BELANDA (Cyphomandra betacea)

    Get PDF
    Terung belanda (Cyphomandra betacea) termasuk komoditi hortikultura unggulan dan hanya tumbuh di daerah dataran tinggi sehingga penanganan pasca panen yang tepat sangat dibutuhkan agar tidak merusak kualitas buah. Terung belanda sering mengalami kerusakan karena beberapa faktor yaitu faktor fisiologis, mekanis, hama dan penyakit. Buah matang yang sudah dipetik dan disimpan pada suhu kamar hanya dapat bertahan lima sampai enam hari dan setelah itu kulit buah akan memar kemudian membusuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat-sifat fisik meliputi distribusi berat dan volume dan tingkat kekerasan bahan, rolling angle serta perubahan warna dengan waktu penyimpanan selama 7 hari pada suhu 290C dan suhu 90C sehingga dapat menjadi acuan dan referensi dasar untuk industri pengolahan terung belanda. Hasil penelitian menunjukkan distribusi berat maupun volume terung belanda mendekati pola distribusi normal. Pengujian tingkat kekerasan tidak terlalu berpengaruh terhadap volume dan berat karena tidak memiliki suatu pola yang saling berhubungan, begitupula pada pengujian rollig angle terhadap volume dan berat pada terung belanda. Pada proses pengamatan warna selama 7 hari dengan menggunakan photoshop dan munsell pada suhu 290C maupun suhu 90C menunjukkan perubahan dari warna kuning kemerahan menjadi merah tua, namun buah yang disimpan pada suhu 290C mengalami kerusakan pada penyimpanan hari ke empat dimana terjadi pengerutan sedangkan buah yang disimpan pada suhu dingin tidak mengalami perubahan fisik

    Pengaruh Suhu dan Konsentrasi Larutan Gula Terhadap Proses Dehidrasi Osmosis Buah Pisang Kepok Mengkal (Musa Paradisiaca Forma Typica)

    Get PDF
    Dehidrasi Osmosis merupakan salah satu bentuk pretreatment pada bahan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan perlakuan yang terbaik dalam proses dehidrasi osmosis pada buah pisang kepok mengkal. Buah pisang kepok mengkal akan direndam selama 5 jam dengan pengaruh suhu 40oC, 50oC dan 60oC. Dan dengan pengaruh konsentrasi larutan gula 50 Brix, 60 Brix dan 70 Brix. Perlakuan suhu 60oC dan konsentrasi larutan gula 70 Brix menghasilkan kadar air yang paling rendah yakni sebesar 33.59% basis basah, Weight Reduction (WR) yang paling tinggi yakni sebesar 1.1947 dan efektivitas yang paling tinggi yakni sebesar 1.1116. Adapun pada perlakuan suhu 60oC secara individu menghasilkan Solid Gain (SG) yang paling rendah sebesar 2.79 g dan perlakuan konsentrasi larutan gula 60 Brix secara individu menghasilkan Solid Gain (SG) yang paling rendah yakni sebesar 2.83 g. Perlakuan konsentrasi larutan gula 70 Brix secara individu menghasilkan Water Loss (WL) yang paling tinggi sebesar 1.16 g

    PENGARUH PEMANASAN BERULANG (TYNDALISASI) SAUS SPAGHETTI IKAN TUNA TERHADAP DAYA TERIMA DAN PENDUGAAN UMUR SIMPAN DENGAN METODE AKSELERASI MODEL PERSAMAAN ARRHENIUS: (Influence of The Recurrent Heating (Tyndalization) Spaghetti Sauce of Tuna on The Acceptance and Estimation of Shelf Life with Acceleration Method of Arrhenius Equation Model)

    Get PDF
    Spaghetti sauce of tuna is a processed product of tomato (Lycopersicum esculentum) with the addition of tuna and added some seasoning. It has a typical taste and as a complement to eat spaghetti. This research was divided into two stages, the preliminary research stage aimed to find out the best treatment of tuna spaghetti sauce which was treated with recurrent heating 1 to 3 times of heating wherein interval 24 hours for each time of heating, with the criteria was organoleptic test results (color, flavor, and flavour) and total microbes. From the preliminary research results obtained the best spaghetti sauce treatment has A2 treatment with 2 times heating. The main research in this study aimed to determine the shelf life of the best sample by using the Arrhenius model acceleration method. The product has stored in 3 different temperatures at 31oC, 38oC and 45oC. Analyzes and parameters used were pH measurement, total microbes, total titrated acids, color and organoleptic brightness levels that include aroma and taste. The result of microbial analysis was TPC as the key parameter, the shelf life of tuna spaghetti sauce was 78 days or 2.6 months while from physical analysis (organoleptic) that has the flavor as the key parameter, the age of tuna spaghetti sauce was 267 days or 8.9 months

    ANTI-ALLERGY POTENTIAL OF PETIS EXTRACT ON IMMUNOGLOBULIN E PRODUCTION BY U266 CELLS: (Potensi Anti-alergi Ekstrak Petis terhadap Produksi Imunoglobulin E oleh Sel U266)

    Get PDF
    Petis, one of Indonesia’s traditional condiment, is  most  often made  from shrimp  andshrimp  waste. This  condiment  becomes  popular  as  a  savory  flavor  additive  which  is  mainly  produced  in  East  Java, Indonesia. Despite the unique taste and good nutritionalcontent, any particular study regarding its health benefit  in  Indonesia  has not thoroughly  evaluated yet.  Therefore,  the  objective  of  this  research was to explore petis potential  towards anti-allergy property in  vitro.  The  potential property  was evaluated  by determining the concentration of Immunoglobulin E (IgE)  by U266 cells  treated with petis extract using ELISA.  In  result,  petis  extract could significantly  suppressed  IgE  production  up  to 2-fold atits  highest concentration   compared   to   control. Further investigation   to   extrapolate   petis   functional  bioactive compound  was  conducted by  treating  petis  extract  with  heat and  enzyme  (proteinase  K).  Result  showed that heat-and enzyme-treated petis extract still have the ability to suppress IgE production by U266 cells. Thus,it  could  be assumed  that  the  functional  bioactive  compound  was  a heat-stable  non-protein compound. Thesepreliminary findings could  conclude  that  petis  extract  has  a  potential anti-allergy propertywhich gives an added value towards petis product in Indonesia

    PENGARUH KONSENTRASI SUBSTRAT PADA PEMBUATAN MALTODEKSTRIN DARI SUBSTRAT PATI SAGU: (Effect Of Substrate Concentration Variation In Maltodextrin Production From Sago Starch)

    Get PDF
    The aims of this research were to examine the effect of the optimal sago substrate concentration to produce maltodextrin. This research consists of two factors. First factor was sago concentration that consists of 4 levels (20%, 25%, 30% and 35%) and the second was time of liquefaction that consisting of 7 levels (0 minutes, 20 minutes, 40 minutes, 60 minutes, 80 minutes, 100 minutes, and 120 minutes). Parameters of observation were reducing sugar levels, total solid, the values equivalent dextrose, residual starch and viscosity. Data were analyzed  using a completely randomized design if treatment had real effect on parameter then continued with Duncan test. The result of the research was the best concentration in maltodextrin hydrolysis was in concentration of 35% in terms of reducing sugar levels, total solids, equivalent dextrose and viscosity with each value 138.69 g / L, 39.41%, 35.37% and 5021.43 cP. While the he best reaction time liquefaction of  maltodextrin at 120 minutes with reducing sugar levels, total solid, the values dextrose equivalent and viscosity with each value of 158.25 g / L, 41.28%, 38.35% and 1701.42  C

    STUDI PEMBUATAN TEPUNG TERIPANG DARI BAHAN BAKU TERIPANG PASIR (HOLOTHURIA SCABRA) DENGAN PERLAKUAN PERBEDAAN KONSENTRASI GARAM DAN PERBEDAAN LAMA PEREBUSAN: (Study of Sea Cucumber Flour Production from Sea Cucumber (Holothuria scabra) with Treatment of Differences of Salt Concentration and Old Boiling Differences)

    Get PDF
    Sea cucumbers have the prospect of being one of the most nutritious food sources because it has a complete nutritional content, including carbohydrates, some types of fatty acids and amino acids, some components of vitamins, sterols and some types of minerals. High nutritional content makes sea cucumber has potential as a food source of high grow factor. In addition, the content owned by sea cucumbers are also believed to function as antioxidants, antibacteria, antifungi, and anticoagulants. In Indonesia, sea cucumbers are still not widely used as food. This research studied how the effect of salt and boiling on the quality of content and physical acceptance of sea cucumber flour by the community. The production of sea cucumber by boiling and salting method is based on the habit of the people who boil or salt the sea cucumber at the time after the sea cucumber is captured. The salt concentration given in this study was 10%, 15% and 20%. While the temperatur treatment done by boiling sea cucumber for 10 minutes, 20 minutes and 30 minutes with a temperature of 70oC. The results obtained from this study showed that the nutrient content of sea cucumbers in boiling group has an average value of water content of 18.20%, ash content 19.61%, protein 51.17%, fat 3.76% and carbohydrates 7.27%. While the nutritional content of sea cucumber in salting group has an average value of water content 14.01%, ash 14.49%, 57.24%, fat 4.09% and carbohydrates 10.17%. The result of variance analysis showed that the sea cucumber produced from the boiling group and salting group did not significantly affect the nutrient content and the organoleptic parameters of sea cucumber. The conclusion obtained that the manufacture of sea cucumber either with the treatment of boiling or salting classified as having a fairly high nutritional content. So it is very potential to be developed more broadly on nutrient-rich food products

    Analisis Ekonomi Penggunaan Combine Harvester Tipe Crown CCH 2000 Star

    Get PDF
    Perkembangan teknologi pertanian yang semakin maju membawa dampak cukup berarti khususnya pada penggunaan alat dan mesin pertanian. Alat panen padi combine harvester yang digunakan menjadi contoh inovasi-inovasi yang dibuat untuk dapat meningkatkan efesiensi dan efektifitas kerja khususnya pada kegiatan pemanenan, Selain mengefesienkan waktu dan biaya saat panen, alat panen padi ini juga menjadi wadah untuk mengembangkan usaha khususnya pada sektor pertanian dengan menyediakan jasa pemanenan dengan alat panen Combine harvester, hal ini menjadi peluang investasi tersendiri bagi pengusaha yang bergerak di sektor pertanian untuk dapat merauk keuntungan dari usaha tersebut. Tujuan peneletian ini yaitu, dapat mengetehui kapasitas panen dan upah pendapatan pada mesin panen combine harvester serta analisis dari aspek ekonomi alat untuk mengetahui kelayakan usaha serta aspek-aspek biaya pengoperasian alat pada lahan. Hasil penelitian menujukkan potensi upah panen alat dalam setiap hektar sebesar Rp 2.231.526, dengan biaya pengoperasian sebesar Rp 519.897/ha dari aspek ekonomi kelayakan alat juga dapat dikatakan layak untuk dijalankan karena dari perhitungan baik NPV, IRR, B/C ratio serta BEP memenuhi syarat untuk suatu investasi atau dikatakan layak untuk dijalankan

    412

    full texts

    447

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    OJS (Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇