OJS (Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin)
Not a member yet
    447 research outputs found

    PENGARUH PENGGUNAAN JENIS GULA TERHADAP MUTU KURMA TOMAT: (The effect of different sugar type on the quality of tomato date)

    Get PDF
    The processing of tomatoes into the product was able to maintain the storability and also increased the economic value of fresh tomatoes. Different types of sugar gave different results for the quality and the panelist preference of tomatoe dates. The analysis of water content showed that the use of sugar had the lowest moisture content of 13.8%, acidity level of 5.31 and was able to maintain a level of vitamin C after processing of 60.25%. While the use of brown sugar in tomato dates Showed moisture content of 14.8%, acidity level of 5.84 and only able to maintain vitamin C levels after processing of 37.82%. The panelist preference showed that tomato dated with sugar was more preferred than tomato date s with brown sugarPengolahan tomat segar menjadi suatu produk selain mampu mempertahankan daya simpannya juga mampu meningkatkan nilai jual dari tomat segar. Penggunaan jenis gula yang berbeda pada pengolahan tomat memberikan hasil yang berbeda pula terhadap karakteristik dan penerimaan panelis dari kurma tomat. Hasil analisa kadar air menunjukkan bahwa penggunaan gula pasir memiliki nila kadar air terendah yaitu 13,8%, tingkat keasaman 5,31 dan mampu mempertahankan tingkat vitamin C setelah pengolahan sebesar 60,25%. Sedangkan penggunaan gula merah pada kurma tomat menghasilkan nilai kadar air sebesar 14,8%, tingkat keasaman 5,84 dan hanya mampu mempertahankan kadar vitamin C setelah pengolahan sebesar 37,82%. Hasil analisa terhadap tingkat penerimaan dari kurma tomat menunjukkan bahwa kurma tomat dengan penggunaan gula pasir lebih disukai dibandingkan dengan penggunaan gula merah

    POTENSI PEMBUATAN GULA NON-DIGESTIBLE DARI SELULOSA DAN HEMISELULOSA MENGGUNAKAN HIDROLISIS ENZIMATIS: (The Potential for Non-Digestible Sugar Production from Cellulose and Hemicellulose using Enzymatic Hydrolysis)

    Get PDF
    Cellulose and hemicellulose are components of lignocellulose biomass that are very abundant in nature and have the potential to be developed as one of the food ingredients, such as non-digestible sugar. The utilization of cellulose and hemicellulose in the production of non-digestible sugar can be done by biodegradation using ezymatic hydrolysis. Enzymatic hydrolysis is chosen because it is generally more environmentally friendly than chemical hydrolysis using acids or bases or physical hydrolysis which requires high energy. The enzymes used are cellulolytic and hemicellulolytic enzymes where the products produced are disaccharides such as cellobiose and oligosaccharides such as xylooligosaccharides (XOS), manooligosaccharides (MOS) and cellodextrins and other types of sugars which are cellulose and hemicellulose derivatives.Selulosa dan hemiselulosa merupakan komponen biomassa lignoselulosa yang sangat melimpah di alam dan memiliki potensi dikembangkan sebagai salah satu bahan pangan yaitu gula yang tidak dapat tercerna (non-digestible sugar). Pemanfaatan selulosa dan hemiselulosa dalam pembuatan non-digestibe sugar dapat dilakukan dengan biodegradasi menggunakan hidrolisis ezimatik. Hidrolisis enzimatis dipilih karena umumnya lebih ramah lingkungan daripada hirolisis secara kimiawi menggunakan asam atau basa maupun hidrolisis fisik yang membutuhkan energi tinggi. Enzim-enzim yang digunakan merupakan enzim selulolitik dan hemiselulolitik dimana produk yang dihasilkan berupa disakarida seperti selobiosa dan oligosakarida seperti xilooligosakarida (XOS), manooligosakarida (MOS) dan selodekstin serta jenis gula lainnya yang merupakan turunan selulosa dan hemiselulosa

    PEMANFAATAN KULIT BIJI KAKAO (THEOBROMA CACAO L) MENJADI PRODUK COOKIES COKLAT: (Utilization Of Cocono Seed Skin (Theobroma Cacao L) Become Chocolate Cookies Products)

    Get PDF
    Cocoa bean husk is one of the product of cocoa which is only utilized as animal feed and has low economic value. Economic value of cocoa bean husks can be enhanced by extracting the husk using methanol into powder and applied to a process product namely cookies. Cookies are types of biscuit which are made from soft dough, high in fat and relatively crisp. The purpose of this study was to determine the amount of powder that was added and its impact to the cookies product. The analysis was done for sensory test, moisture content, fat content and protein content. The result showed that water content ranged from 2.39% - 4.85%. Fat content ranged from 7.57% - 8.64%, and ash content ranged from 0.73% - 2.02%. In the organoleptic test, the color and odor which were preferred by the panelists was treatment A0 (control) whereas the taste and texture was treatment A1 (addition of 5% powder).Kulit biji kakao merupakan salah satu hasil samping dari kakao yang pemanfaatannya hanya sebagai pakan ternak dan bernilai ekonomis rendah. Nilai ekonomis dari kulit ari biji kakao dapat ditingkatkan dengan mengekstraksi kulit biji kakao menggunakan methanol menjadi bubuk lalu diaplikasikan ke dalam produk cookies. Cookies merupakan salah satu jenis biskuit yang dibuat dari adonan lunak, berkadar lemak tinggi dan relatif renyah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah bubuk yang ditambahkan dan pengaruh bubuk terhadap produk cookies yang dihasilkan. Adapun hasil analisa yang dilakukan yaitu uji organoleptik, sedangkan mutu kimiawi meliputi kadar air, kadar lemak, dan kadar abu. Hasil yang diperoleh menunjukkan kadar air berkisar antara 2,39% - 4,85%. Kadar lemak berkisar antara 7,57% - 8,64%, kadar abu berkisar antara 0,73% - 2,02% dan hasil uji organoleptik menunjukkan warna dan aroma yang disukai panelis dengan skor 3-4 (disukai) adalah perlakuan A0 (kontrol) sedangkan rasa dan tekstur yang disukai panelis adalah perlakuan A1 (penambahan 5% bubuk)

    Kebutuhan Air Tanaman Padi (Oryza sativa) Sawah Tadah Hujan berdasarkan Jadwal Tanam Hasil Musyawarah Tani dan Katam di Kecamatan Maniangpajo Kabupaten Wajo

    Get PDF
    Penentuan jadwal tanam dapat dilakukan dengan musyawarah tani atau dengan rekomendasi Kalender Tanam (Katam) dari Kementerian Pertanian. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan kebutuhan air tanaman dan pemenuhan air tanaman dengan jadwal tanam yang ditentukan pada musyawarah tani dan katam dan menentukan jadwal tanam yang paling sesuai. Jadwal tanam yang paling sesuai dapat dinilai dari pemenuhan air pada fase-fase pertumbuhan tanaman dan dampak yang ditimbulkan. Kebutuhan air tanaman diperoleh dengan mengolah data iklim, tanah, dan tanaman menggunakan software Cropwat. Hasil penelitian menunjukkan jadwal tanam yang sesuai untuk Desa Abbanuangnge dan Minangatellue pada musim tanam rendengan 2018 adalah 10-30 April yang merupakan rekomendasi musyawarah tani dan katam dan tanggal tanam yang lebih sesuai untuk Desa Abbanuangnge dan Minangatellue pada musim tanam gadu 2018/2019 adalah 15 Oktober yang merupakan hasil musyawarah tani

    Analisis Pengaruh Suhu dan Kelembaban Ruang terhadap Kadar Air Benih Padi di Gudang Penyimpanan PT. Sang Hyang Seri

    Get PDF
    Peningkatan produksi pangan membutuhkan ketersediaan benih yang bermutu. Salah satu masalah dalam penyediaan benih bermutu yaitu viabilitas benih yang menurun dalam masa penyimpanan, penelitian mengenai hal tersebut masih jarang dilakukan, Selama proses penyimpanan suhu dan kadar air benih merupakan faktor penting yang mempengaruhi masa simpan benih. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh suhu dan kelembaban terhadap kadar air pada benih selama penyimpanan pada gudang  PT Sang Hyang Seri (Persero). Benih padi merupakan benih orthodox yaitu benih yang dapat disimpan dalam waktu yang relatif lama dengan kadar air dapat diturunkan sampai dibawah 10%, Dalam pengumpulan data khususnya data temperatur gudang penyimpanan digunakan area sampling, area sampling merupakan cara pengambilan sampel dengan menetapkan area secara equally spaced (bagian yang sama). Data sampel yang diperoleh terdiri dari sejumlah nilai-nilai pengamatan yang rata-rata hitungnya (arithmatic mean) dapat langsung dicari dari data yang bersangkutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korelasi suhu interstisial bulk benih 28-29˚C dan suhu ruang penyimpanan tidak menunjukkan pengaruh terhadap kadar air benih padi 13-14% selama 15 hari penyimpanan, tingkat kelembaban ruang 45-50% merupakan faktor yang berpengaruh terhadap penurunan kadar air benih sebesar 1% selama penyimpanan

    Penerapan Sistem Fuzzy Logic pada Alat Ukur Kadar Nutrisi pada Sistem Hidroponik

    Get PDF
    Sistem hidroponik merupakan cara produksi tanaman yang sangat efektif. Pada umumnya pemberian nutrisi pada sistem ini tidak menyesuaikan banyak sedikitnya nutrisi yang dibutuhkan dari masa penanaman hingga waktu pemanenan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan alat ukur nutrisi berbasis fuzzy logic yang dapat digunakan pada sistem hidroponik. Pembuatan program fuzzy logic terdiri dari fuzzifikasi, aplikasi fungsi implikasi dan komposisi aturan, serta defuzzifikasi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa sensor memenuhi kriteria yaitu tanggapan waktunya cepat, relatif stabil, pengaruh suhu yang relatif kecil, sensitif, linear dengan nilai R2= 0.996, kesalahan pembacaan yang relatif kecil yaitu 7.75%

    Evaluasi Tingkat Pelayanan Bendung Tomatoppe pada Daerah Irigasi Bajo Kabupaten Luwu

    Get PDF
    Evaluasi merupakan kesatuan sistem manajemen baik itu perencanaan, pelaksanaan, maupun monitoring. Bendung merupakan salah satu dari sekian banyak aset negara yang seringkali dilakukan evaluasi guna mengetahui kondisi asset tersebut. Evaluasi tingkat pelayanan Bendung Tomatoppe dilakukan untuk mengetahui tingkat pelayanan Daerah Irigasi Bajo dengan membandingkan tingkat pelayanan rencana atau desain awal pada tahun 2009/2010 dan tingkat pelayanan pada tahun 2016 dan 2018. Di Sulawesi Selatan tepatnya Kecamatan Bajo Kabupaten Luwu sebagian besar mayoritas penduduknya merupakan petani, untuk menjamin ketersediaan air di daerah mereka pada tahun 2010 Pemerintah Pusat telah melakukan membangun Bendung Tomatoppe yang berpotensi mengaliri lahan persawahan sebesar 5.829 Ha yang tersebar di beberapa Kecamatan. Prosedur evaluasi dilakukan dengan pengamatan dan pengambilan debit pada saluran primer, sekunder dan tersier terpilih guna mengetahui perbedaan debit rencana dan debit evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan pelayanan Bendung Tomatoppe pada tingkat luas tanam dengan jumlah maksimum sebesar 5.691 Ha. Hal ini berbeda dengan rencana awal pembangunan pada tahun 2009 sebesar 5.829 ha. Perubahan nilai debit penelitian dengan dengan debit rencana dapat di sebabkan oleh beberapa faktor yaitu adanya proses sedimentasi, kehilangan air irigasi yang di sebabkan oleh penguapan (evaporasi), serta adanya perubahan desain awal terhadap saluran dan luas area layanan

    Uji Kinerja Mesin Pemipil Jagung Berekelobot Produksi BBPP Batangkaluku

    Get PDF
    Jagung tergolong tanaman serealia yang memiliki nilai jual tinggi, bernilai strategis, dan memiliki peluang untuk pengembangan karena jagung merupakan sumber utama protein dan karbohidrat setelah beras. Salah satu proses penanganan pasca panen jagung yang sangat penting terhadap hasil panen adalah proses pemipilan, di mana dalam proses pemipilan biji jagung dapat berpengaruh terhadap jumlah biji jagung rusak, kotoran, dan berperan dalam mempercepat proses pengeringan. Balai Besar Pelatihan Pertanian Batangkaluku telah mengembangkan mesin pemipil jagung dengan tenaga penggerak motor bakar yang dapat digunakan untuk memipil jagung tanpa memisahkan kelobotnya terlebih dahulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas kerja mesin pemipil jagung berkelobot. Proses penelitian meliputi pengukuran dan perhitungan kapasitas pemipilan, tingkat kebersihan, persentase biji jagung rusak, serta konsumsi bahan bakar pada tiga kecepatan putaran poros pemipil yaitu 500 rpm, 600 rpm, dan 700 rpm dengan bahan masing-masing 10 kg jagung berkelobot. Hasil penelitian menunjukkan kapasitas pemipilan dipengaruhi oleh kecepatan putaran poros pemipil, dimana semakin tinggi kecepatan putaran poros pemipil maka kapasitas pemipilannya semakin besar. Kapasitas pemipilan tertinggi ditunjukkan oleh kecepatan putaran poros pemipil 700 rpm yaitu sebesar 132,21 kg/jam

    Rancang Bangun Sistem Kendali Kecepatan Putaran Motor Dc Berbasis Logika Fuzzy Untuk Mesin Pengaduk Hasil Pertanian (Studi Kasus Pengadukan Biji Kedelai)

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan kontrol kecepatan putaran motor dc dengan kinerja yang baik untuk mesin pengaduk milik UKM Arbi. Metode penelitian ini yaitu metode rancang bangun yang terdiri identifikasi masalah, studi literatur, perancangan sistem hardware dan software, serta pengujian dengan menggunakan biji kedelai sebagai beban. Perlakuan pengujian dilakukan dengan menetapkan setting point pada kecepatan 130 rpm, 190 rpm, dan 252 rpm pada beban 2.23 Nm dan 3.73 Nm. Hasil pengujian tanpa kontrol menunjukkan kecepatan motor tidak mampu mencapai nilai setting point pada ketiga kecepatan tersebut. Hasil pengujian dengan menggunakan kontrol logika fuzzy menghasilkan kecepatan motor yang mampu mencapai nilai setting point, kecepatan putaran yang naik secara bertahap (soft-starting), tidak terjadi overshoot atau tidak terjadinya lonjakan arus, tidak memiliki offset, dan mampu menghasilkan kinerja sistem kontrol yang stabil

    PEMANFAATAN DAUN PALLIASA (Kleinhovia hospita L) SEBAGAI BAHAN ALTERNATIF DALAM MEMPERTAHANKAN KESEGARAN IKAN KEMBUNG (Rastrelliger sp): (The Utilization of Palliasa Leaves (Kleinhovia hospita L) as an Alternative to Sustain Quality of Mackerel (Rastrelliger sp))

    Get PDF
    Mackerel is one of the ingredients that has perishable food. This decay can be caused by the activity of microorganisms such as Salmonella typhi, Staphlococcus aureus and Streptococcus mutanas. Palliasa leaf (Kleinhovia hospita L) is one of herbal plant from south Sulawesi is efficacious and able to act as antibacterial and antifungal. Meanwhile, palliasa leaf contains several antibacterial compounds namely alkaloids, flavonoids, and terpenoids. The purpose of this research was to know the effect of using palliasa leaf extract to freshness of mackerel during storage. Step of research were preparation of raw materials, soaking, storage and testing. Testing conducted include total microbial tests, pH values, moisture content and organoleptic testing. The treatment used was fresh fish immersion in palliasa leaf extract with concentration of 2%, 3% and 4% for 15 minutes. The results showed that soaking in palliasa leaf extract can inhibit microbial growth. Based on result of research of palliasa leaf concentration that is 2%. 3%, and 4% to freshness of mackerel during storage of room temperature can be concluded that the effectiveness of palliasa leaves in maintaining freshness of mackerel ie with palliasa leaf concentration 3% up to 8 hours longer storage than control (without soaking palliasa leaf extract) with average score of 7 (accepted). In addition, the soaking treatment of palliasa leaf extract can increase the organoleptic value of the fish. Palliasa leaf able to inhibit the growth of microorganisms.Ikan kembung merupakan salah satu bahan pangan yang memiliki sifat yang mudahmengalami pembusukan atau kerusakan. Pembusukan ini dapat diakibatkan oleh adanyaaktivitas mikroorganisme seperti Salmonella typhi, Staphlococcus aureus danStreptococcus mutanas. Daun palliasa (Kleinhovia hospita L) adalah salah satu tanamanherbal khas Sulawesi Selatan yang berkhasiat dan mampu berperan sebagai antibakteri danantijamur. Sementara itu, daun palliasa mengandung beberapa senyawa antibakteri yaitualkaloid, flavonoid, dan terpenoid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuipengaruh penggunaan ekstrak daun palliasa terhadap kesegaran ikan kembung selamapenyimpanan. Tahapan penelitian yang dilakukan yaitu persiapan bahan baku,perendaman, penyimpanan dan pengujian. Pengujian yang dilakukan meliputi uji totalmikroba, nilai pH, kadar air dan pengujian organoleptik. Perlakuan yang digunakan adalahperendaman ikan segar dalam ekstrak daun palliasa dengan konsentrasi 2%, 3% dan 4%selama 15 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman dalam ekstrak daunpalliasa dapat menghambat pertumbuhan mikroba. Berdasarkan hasil penelitian perlakuankonsentrasi daun palliasa yaitu 2%. 3%, dan 4% terhadap kesegaran ikan kembung selamapenyimpanan suhu ruang, dapat disimpulkan bahwa keefektifan daun palliasa dalammempertahankan kesegaran ikan kembung yaitu dengan konsentrasi daun palliasa 3%hingga penyimpanan 8 jam lebih lama dibandingkan dengan kontrol (tanpa perendamanekstrak daun palliasa) dengan nilai rata-rata 7 (diterima/baik). Di samping itu, perlakuanperendaman ekstrak daun palliasa dapat meningkatkan nilai organoleptik ikan. Daunpalliasa mampu menghambat pertumbuhan mikroorganism

    412

    full texts

    447

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    OJS (Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇