OJS (Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin)
Not a member yet
447 research outputs found
Sort by
Penerapan Irigasi Tetes Untuk Peningkatan Produksi Tanaman Apel dan Strawberi di Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan
Microdripper irigasi tetes yang telah dikembangkan, digunakan untuk mengatasi defisit kelengasan tanah. pada tanaman strawberry dan apel di Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan. Metoda pendekatan yang digunakan adalah pada tahap pertama diimplementasikan dengan pembuatan plot percontohan, scale up penerapan 0.25 ha dan tahap selanjutnya adalah sekolah lapang tentang pembuatan dan penerapan irigasi tetes. Dari hasil observasi, diperoleh gambaran bahwa pada umummnya petani berpendapat bahwa teknologi yang diintroduksikan ‘mudah’ diterapkan (80 persen berpendapat mudah diterapkan), teknologi yang diintroduksikan ‘siap’ diterapkan (80 persen berpendapat siap diterapkan), pada umummnya petani mengharapkan agar teknologi yang diintroduksikan dapat meningkatkan produksi usaha taninya (60 persen berpendapat agar usaha yang dikembangkan dapat meningkat produksinya setelah teknologi ini diterapkan
The probiotic potential of lactic acid bacteria (LAB) isolated from naniura (a traditional Batak food)
Naniura is a traditional Batak food that is made without going through a heating process, but is made through a fermentation process using acid and salt. The use of acid and salt acts as a preservative because it can inhibit the growth of pathogenic microbes and spoilage microbes. In addition, naniura fermentation has the potential to be a growth medium for lactic acid bacteria, most of which strains can act as probiotics. However, the potential for probiotic naniura is still rarely studied and studied, so this review article is made to examine the potential for probiotic naniura and the health effects that can be obtained. The writing of this journal uses the literature study method, namely by collecting information from various scientific sources. Several studies have shown that naniura contains lactic acid bacteria that can act as broad-spectrum antimicrobials and can specifically inhibit the growth of Salmonella typhi, Bacillus cereus, Clostridium botulinum, E. coli and S. aureus. Consuming probiotic foods can have a positive effect on health, including improving the quality of the digestive tract, increasing the immune system in the body and degrading lactose so that it can be used for lactose intolerant sufferers
The Pengaruh Pengaplikasian Vacuum Cooling Pasca Pasteurisasi Pada Madu Hutan Riau Terhadap Aktivitas Enzim Diastase dan Sifat Fisik
Honey is defined as a traditional natural liquid which usually has a sweet taste derived from the nectar of flowers. The main component of honey is a natural saturated sugar solution consisting of a mixture of complex carbohydrates and contains various important micro-nutrients such as vitamins, minerals, enzymes, and organic compounds. These micro-nutrients are very susceptible to damage during the honey processing process. In this study, a cooling method in the form of vacuum cooling was applied with the aim of maintaining the micro-nutrients in honey. Vacuum cooling that is applied after the pasteurization process aims to release the latent heat trapped in the honey in a relatively short time and minimize damage to micronutrient, especially the diastase enzyme. The research design consisted of 2 factors, namely the volume chamber consisting of 12.5%, 25%, and 50%. The second factor is the cooling method which consists of conventional and vacuum cooling. The samples from the research were tested on diastase enzyme activity and the physical properties of honey such as moisture content, density, and acidity. The results showed that cooling with the vacuum cooling method had lower water content, low acidity, high density, and better diastase enzyme activity compared to conventional cooling.Madu didefinisikan sebagai cairan alami tradisional yang biasanya memiliki rasa manis yang berasal dari nektar bunga. Komponen utama madu adalah larutan gula jenuh alami yang terdiri dari campuran karbohidrat kompleks dan mengandung berbagai komponen minor penting seperti vitamin, mineral, enzim, dan senyawa organik. Komponen minor ini sangat rentan terhadap kerusakan selama proses pengolahan madu. Pada penelitian ini diterapkan metode pendinginan berupa pendinginan vakum dengan tujuan untuk mempertahankan komponen minor pada madu. Pendinginan vakum yang diterapkan setelah proses pasteurisasi bertujuan untuk melepaskan panas laten yang terperangkap dalam madu dalam waktu yang relatif singkat dan meminimalkan kerusakan komponen minor terutama enzim diastase. Rancangan penelitian terdiri dari 2 faktor yaitu volume chamber yang terdiri dari 12,5%, 25%, dan 50%. Faktor kedua adalah metode pendinginan yang terdiri dari pendinginan konvensional dan vakum. Sampel hasil penelitian diuji aktivitas enzim diastase dan sifat fisik madu seperti kadar air, densitas, dan keasaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendinginan dengan metode pendinginan vakum memiliki hasil pengujian yang lebih baik dibandingkan dengan pendinginan konvensional
PERUBAHAN WARNA DAN ORGANOLEPTIK BUAH MANGGA GOLEK (Mangifera indica L.) PADA METODE PENYIMPANAN ZERO ENERGY COOL CHAMBER (ZECC) DENGAN KOMBINASI PENGEMASAN
The increase in the amount of mango fruit production is due to their high nutritional content affordable, and relatively easy to find. However, like other horticultural crops, Mango can be easily bruised or damaged. The fruit damage can be caused by improper post-harvest handling, causing mango quality and has a short shelf life. The study aimed to determine the shelf life and quality of mango Golek stored in Zero Energy Cool Chamber (ZECC) using LDPE packaging and LDPE packaging with additional perforations. The first stage was observing the physical quality of the fruit and then post-harvest treatment such as washing, packaging and storing mangoes at ZECC temperature (±26°C). The second stage was the mango quality test after storage. Tests in the form of skin color and organoleptic. The results obtained in this study were mangoes packed with LDPE and LDPE with perforations. Mango packaged in LDPE packaging were able to retain L* color, b* color, organoleptic color, aroma, texture and taste. Mangoes packed with perforated LDPE packaging can retail, L * color, b * color, organoleptic color, aroma, texture and tast
POTENSI ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN PEDADA (SONNERATIA CASEOLARIS) SEBAGAI PENGAWET ALAMI IKAN KEMBUNG (RASTRELLIGER SP) SEGAR
Preservation is one way to prevent the deterioration of fish quality. This study aims to utilize pedada leaf extract (Sonneratia caseolaris) as a natural preservative in fresh mackerel. This research was divided into three stages, namely sample preparation, pedada leaf extraction and extract application to fish. This study used a completely randomized factorial design consisting of three factors. The first factor was the addition of pedada leaf extract. The second factor is the storage temperature of fish, namely room temperature (23º-27ºC), cold temperature (10ºC), freezing temperature (0ºC). The third factor is storage time, namely 1, 7 and 14 days. Each treatment was repeated twice. Parameters tested include pH value, water content, protein content, total plate number (ALT) and E-coli. The results showed that the addition of pedada leaf extract, differences in storage temperature, and storage time had a significant effect (sig <0.05) on the pH value, water content, protein content and total plate number (ALT). Furthermore, the results of the E-coli test showed that the treatment of cold temperature and freezing temperature on fish with the addition of pedada leaf extract showed negative E-coli content.Pengawetan merupakan salah satu cara untuk menghambat kemunduran mutu ikan. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan ekstrak daun pedada (Sonneratia caseolaris) sebagai bahan pengawet alami pada ikan kembung segar. Penelitian ini dibagi menjadi tiga tahap yaitu persiapan sampel, ekstraksi daun pedada dan aplikasi ekstrak pada ikan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang terdiri dari tiga faktor. Faktor pertama adalah penambahan ekstrak daun pedada. Faktor kedua adalah suhu penyimpanan ikan yaitu suhu ruang (23º-27ºC), suhu dingin (10ºC), suhu beku (0ºC). Faktor ketiga adalah lama penyimpanan yaitu 1, 7 dan 14 hari. Masing-masing perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak dua kali. Parameter yang diuji meliputi nilai pH, kadar air, kadar protein, angka lempeng total (ALT) dan E-coli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak daun pedada, perbedaan suhu penyimpanan, dan lama penyimpanan berpengaruh signifikan (sig<0.05) terhadap nilai pH, kadar air, kadar protein dan angka lempeng total (ALT). Selanjutnya hasil uji E-coli diperoleh bahwa perlakuan suhu dingin dan suhu beku pada ikan dengan penambahan ekstrak daun pedada menunjukkan kandungan E-coli negatif
Program Edukasi Covid-19 dan Pengenalan Aksara Lontara Kepada Siswa Mts Guppi di Desa Possi Tanah, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba
Community service programs are the practice of science, technology and art (IPTEKS) institutionalized by higher education through direct scientific methods to people who need to succeed in development and human development. Thematic Community service program (Thematic KKN) based on Problem Solving to solve problems with certain themes so that student activities are focused on solving certain problems and to achieve certain targets. One of them is the 105th Thematic KKN "Behavior Change Ambassador for Covid-19 Prevention and Participatory Oversight in the 2020 Pilkada". The Covid-19 thematic KKN is a Community Service Program to form concern in empowering and educating the public to prevent the spread of Coronavirus Disease 19 (Covid 19) while adhering to the Covid-19 health protocol, namely maintaining physical distance (Physical Distancing) and wearing masks . Students who take part in the Community service program are guided by Community service Lecturers (DPK) who process mentoring and monitoring using an online system. This service program through Thematic KKN is carried out using the during and offline service methods. The Community service program (KKN) is implemented in Bonto Loe Village, which is the area of origin of students and this is done to minimize the spread of Covid-19. Work programs have posters about Aksara Lontarak and posters about Covid-19. On the other hand, there has been an increase in community compliance with health protocols by always wearing a mask when leaving the house.Program pengabdian kepada masyarakat adalah merupakan pengamalan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (IPTEKS) yang dilakukan oleh perguruan tinggi secara melembaga melalui metode ilmiah langsung kepada masyarakat yang membutuhkan guna menyukseskan pembangunan dan manusia pembangunan. KKN Tematik berbasis Problem Solving untuk memecahkan masalah dengan tema tertentu sehingga kegiatan mahasiswa terfokus untuk mengatasi masalah tertentu dan untuk mencapai target tertentu. Salah satu yaitu KKN Tematik “Duta Perubahan Perilaku Pencegahan Covid-19 dan Pengawasan Partisipatif Pilkada 2020” gelombang ke-105. Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik Covid-19 adalah Program Pengabdian guna membentuk kepedulian dalam memberdayakan dan mengedukasi masyarakat untuk mencegah penyebaran Coronavirus Disease 19 (Covid 19) dengan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19 yaitu menjaga jarak fisik (Physical Distancing) dan memakai masker. Mahasiswa yang mengikuti program KKN dibimbing oleh Dosen Pengampuh KKN (DPK) yang proses pembimbingan dan monitoring menggunakan sistem daring. Program pengabdian melalui KKN Tematik ini dilaksanakan menggunakan metode pengabdian secara during dan luring. Program KKN dilaksanakan di Desa Possi Tanah yang merupakan daerah asal mahasiswa dan hal tersebut dilakukan untuk meminimalisir penyebaran Covid-19. Program-program kerja menghasilkan beberapa luaran diantaranya poster Aksara Lontarak dan poster tentang Covid-19. Disisi lain terjadi peningkatan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan dengan selalu menggunakan masker saat keluar dari rumah
Peningkatan Kapasitas Aparat Desa dalam Pemetaan Kawasan Potensi dan Sumberdaya Perdesaan
Tujuan Kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan dan memberikan pengetahuan serta keterampilan kepada aparat perdesaan tentang pentingnya pemetaan potensidesa yang akan dijadikan rujukan dan basis data dalam perencanaan dan pengelolaan pengembangan wilayah perdesaan di masa yang akan datang. Target khusus yang ingin dicapai adalah sistem kendali yang ditawarkan ini, akan memberikan pengendalian yang lebih teliti dan tepat adanya peningkatan kapasitas aparat desa dlam memetakan potendi yang ada di desanya masing masing yang dapat diakses dengan cepat oleh para pengambil keputusan yang ada dalam perencanaan pengembangan wilayah berbasis peta peta digital. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini terdiri dari beberapa tahapan. Tahap (1) Identifikasi kemampuan dasar, pemetaan dari aparat desa, (2) penyiapan perangkat penunjang pelatihan aparat desa, (3) demonstrasi dan pendampingan pemetaan potensi sumberdaya desa, (4) pada tahap akhir kegiatan, dilakukan evaluasi untuk mengetahui tingkat keberhasilan kegiatan. Kegiatan dilaksanakan pada satu kecamatan di Kabupaten Sinjai yakni Kecamatan Sinjai Barat yang terdiri atas 8 Desa
Perhitungan Laju Infiltrasi pada Kebun Percontohan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Papua
Water conditions for agricultural crops are very fluctuating as seen by the season, the location of water sources, and air conservation efforts. The provision of water for agricultural land can be endeavored by providing irrigation, in which the provision of irrigation water to the land must know the infiltration rate so that no run-off occurs. Infiltration is an important part in the hydrological cycle as well as in the process of diversifying rain into streams in rivers. Measurement of the infiltration rate is carried out by many methods, one of which is the direct measurement method, namely using the Double Ring Infiltrometer and the Horton method. The purpose of this study was to determine the infiltration rate that occurred in the Fateta Unipa demonstration plot. The method to be used is a descriptive analysis method with a quantitative approach. Measurement of the infiltration rate in the field was carried out at 1 (one) point with 3 (three) replications. Data processing is carried out by using 2 (two) processing techniques, namely the method of processing data directly from field measurements and data processing using the Horton Model. After that, a comparison is made between the direct measurement results and the measurement results using the Horton model. Based on the results of data processing, it was found that the infiltration rate at the study site, both with infiltration and horton models, was respectively 39.7 mm / minute and 21.7 mm / minute. The infiltration rates of the two methods were not significantly different.Ketersediaan air bagi tanaman pertanian sangat fluktuatif yang dipengaruhi oleh musim, lokasi sumber air, serta usaha-usaha konservasi air. Penyediaan air bagi lahan pertanian dapat diusahakan dengan pemberian irigasi, yang dimana dalam pemberian air irigasi pada lahan harus mengetahui laju infiltrasinya agar tidak terjadi run-off. Infiltrasi merupakan bagian yang penting dalam siklus hidrologi maupun dalam proses pengalihragaman hujan menjadi aliran di sungai. Pengukuran laju infiltrasi dilakukan dengan banyak metode salah satunya adalah dengan metode pengukuran langsung yaitu menggunakan Double Ring Infiltrometer dan dengan metode Horton. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui laju infiltrasi yang terjadi di kebun percontohan Fateta Unipa. Metode yang akan digunakan adalah metode deskriptif analisis dengan pendekatan kuantitatif. Pengukuran laju infiltrasi di lapangan dilakukan pada 1 (satu) titik dengan 3 (tiga)kali ulangan. Pengolahan data dilakukan dengan 2 (dua) teknik pengolahan, yaitu dengan metode pengolahan data hasil pengukuran lapang secara langsung dan pengolahan data dengan menggunakan Model Horton. Setelah itu dilakukan perbadingan antara hasil pengukuran langsung dengan hasil pengukuran menggunakan model Horton. Berdasarkan hasil pengolahan data diperoleh bahwa laju infiltrasi pada lokasi penelitian, baik dengan infiltrasi maupun model horton adalah masing-masing sebesar 39,7 mm/menit dan 21,7 mm/menit. Laju infiltrasi dari dua metode tersebut tidak berbeda siqnifikan
Studi Pengaruh Suhu Penyimpanan terhadap Mutu Pisang Kepok (Musa paradisiaca formatypica)
Kepok bananas are processed bananas that have ABB genotype, the letter B indicates that banana kepok has a stronger resistance to disease and chilling injury in cold temperatures storage. Storage at cold temperatures can extend the shelf life of bananas, because cold temperatures can slow down the respiration and enzymatic processes. The purpose of this study is to observe the effect of storage temperature on quality and shelf life, and to determine optimum storage temperature. The method used is storage temperature at room, 15oC and 10oC until the banana is damaged. The parameters observed were respiration patterns, weight loss, hardness, fruit skin color, total acid, vitamin C, pH, and total soluble solids. The results showed that bananas stored at cold temperatures (10oC and 15oC) can last up to 20 days while at room temperature only lasts for 10 days. Kepok bananas stored at 10oC have not shown symptoms of chilling injury.Pisang kepok adalah pisang olahan yang memiliki genotipe ABB, huruf B menunjukkan bahwa pisang kepok memiliki ketahanan yang lebih kuat terhadap penyakit dan kerusakan dingin pada penyimpanan suhu dingin. Penyimpanan pada suhu dingin dapat memperpanjang masa simpan pisang, karena suhu dingin dapat memperlambat proses respirasi dan enzimatik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengamati pengaruh suhu penyimpanan terhadap kualitas dan umur simpan, dan untuk menentukan suhu penyimpanan yang optimal. Metode yang digunakan adalah suhu penyimpanan di ruangan, suhu 15oC dan suhu 10oC sampai pisang rusak. Parameter yang diamati adalah pola respirasi, susut bobot, kekerasan, warna kulit buah, total asam, vitamin C, pH, dan total padatan terlarut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pisang yang disimpan pada suhu dingin (10oC dan 15oC) dapat bertahan hingga 20 hari sedangkan pada suhu ruang hanya bertahan selama 10 hari. Pisang kepok yang disimpan pada suhu 10oC belum menunjukkan gejala kerusakan dingi
Pengembangan Alat Tanam Benih Padi Langsung (ATABELA) Metode Vakum
Direct seed planting tools or commonly abbreviated as ATABELA have been commonly used in rice cultivation in Indonesia. One of the problems that often occur in the use of this tool is the inconsistency in the number of seeds released. Besides, the seeds that are issued are usually more than three seeds, so that it can cause competition in the growth process. Therefore, it is necessary to develop direct seed planting tools with precise seed dosage. This study aims to design an applicator for planting rice seeds directly by dropping the seeds using vacuum pressure. Another goal is to know the pressure that can be generated as well as the forward speed required to produce the desired vacuum pressure. The first step in this research is to identify the pressure needed to move the seeds, then design a tool based on the pressure data. The test is carried out using a DC motor as a substitute for wheel rotation to determine the forward speed required to obtain the required pressure. The moisture content of the seeds used is 22.71% and the required pressure is 97 kPa (4 kPa under standard atmospheric pressure), the required forward speed is 2.5 m / s, so it is necessary to modify the ratio of the wheel pulley to the drive shaft.Alat tanam benih langsung atau yang biasa disingkat ATABELA telah umum digunakan pada budidaya padi di Indonesia. Salah satu masalah yang sering terjadi pada penggunaan alat ini yaitu, tidak konsistennya jumlah benih yang dikeluarkan. Disamping itu benih yang dikeluarkan biasanya lebih dari tiga benih, sehingga dapat menimbulkan persaingan dalam proses pertumbuhannya. Oleh karena itu perlu dikembangkan alat tanam benih langsung yang dosis benihnya presisi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang aplikator alat tanam benih padi langsung dengan penjatuhan benih memanfaatkan tekanan vakum. Tujaun lainnya yaitu mengetahui tekanan yang dapat dihasilkan serta kecepatan maju yang dibutuhkan untuk menghasilkan tekanan vakum yang. Langkah awal dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi tekanan yang dibutuhkan untuk memindahkan benih, kemudian membuat rancangan alat berdasarkan data tekanan tersebut. Pengujian dilakukan menggunakan motor DC sebagai pengganti putaran roda untuk mengetahui kecepatan maju yang dibutuhkan untuk memperoleh tekanan yang dibutuhkan. Kadar air dari benih yang digunakan 22.71 % dan tekanan yang dibutuhkan 97 kPa (4 kPa di bawah tekanan standar atmosfer) kecepatan maju yang dibutuhkan 2.5 m/s sehingga perlu dilakukan modifikasi pada perbandingan pulley roda dan poros penggerak