OJS (Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin)
Not a member yet
447 research outputs found
Sort by
Pemberdayaan Kelompok Ibu Rumah Tangga Desa Simbang Kabupaten Maros Melalui Pelatihan Pembuatan Media Tanam Jamur Tiram Putih
Pemberdayaan ibu-ibu rumah tangga melalui kegiatan ekonomi kreatif dapat mendukung kemandirian yang berdampak pada peluang peningkatan kesejahteraan dalam keluarga. Ada banyak kegiatan produktif yang dapat dilakukan oleh para ibu rumah tangga, salah satunya adalah melalui usaha budidaya jamur tiram putih. Desa Simbang memiliki potensi alam dan sumberdaya yang sangat mendukung agar para ibu rumah tangga disana dapat memulai kegiatan produktif tersebut. Sehingga kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan pendidikan dan latihan keterampilan bagi kelompok ibu rumah tangga di Desa Simbang dalam hal pembuatan media tanam jamur tiram putih yang baik guna mendukung usaha budidaya jamur tiram putih. Pelaksanaan program ini dilakukan dengan beberapa tahapan, yang dimulai dari tahap observasi awal, tahap penyuluhan, tahap pelaksanaan pelatihan dan percontohan produksi, dan tahap pasca pelaksanaan pelatihan. Dari kegiatan pelatihan dan observasi yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa kelompok ibu rumah tangga di Desa Simbang memiliki potensi untuk mengembangkan usaha budidaya jamur tiram, yang tergambar dari kecakapan dan keterampilannya mengolah limbah serbuk kayu menjadi media tanam jamur tiram. Hal ini juga didukung dengan sumber daya alam dan lingkungan sehingga para ibu rumah tangga tersebut tidak harus mengeluarkan modal besar untuk memulai usahanya di bidang budidaya jamur tiram
The effects of water addition and baking time on process optimization of pumpkin muffins: a pilot plant scale study
Pumpkin muffins are rich in fiber but have low expansion volume and high hardness. To date, research on pumpkin muffins has only been conducted on a laboratory scale. Therefore, a pilot plant study is needed to optimize its production on an industrial scale. This work aimed to determine the processing conditions that could produce the optimum quality of pumpkin muffins on a pilot plant scale. Water addition and baking time were chosen as optimization variables, color, moisture content, expansion volume and hardness were selected as response variables. Optimization was conducted using Response Surface Methodology in Design Expert 7.0® program. The mathematical models for brightness and hue were cubic models, and those for moisture content, expansion volume, and hardness were quadratic models. Optimization results with a desirability value of 0.884 were obtained from the addition of 48% water and baking time of 22 minutes. The resulting pumpkin muffins had lightness of 41.21, hue of 70.74, moisture content of 27.96%, expansion volume of 185.39%, and hardness of 2.91 N and contained 27.96% moisture, 2.23% ash, 18.59% fat, 5.85% protein, 45.37% carbohydrates, and 8.76% dietary fiber. These findings provide new insights for researchers and bakery industries to improve the quality of muffins from local food sources
Consumer preference of food pairing tea: Sensory approach
Food pairing is a method for identifying the suitability of certain foods and drinks with each other. The current study aimed to investigate how many different food items can be combined with tea as well as the characteristics of these food items. The research was conducted by stages, including an online survey of the most popular tea companion food products, a focus group discussion, and sensory tests using the Check-All-That-Apply (CATA) method. The survey respondents liked the combination of sweet tea and biscuits. Approximately 30 consumer panelists tasted sweet tea and three kinds of coconut biscuit together and then determined the preferred attributes of the combination. CATA results showed that the preferred attributes of consumers in the ideal combination are buttery, creamy, coconut savory, sandy, and sweet. The product pair closest to the ideal is tea with “Biscuit B” (T-B), the combination of which can increase sweetness, raise buttery and creamy mouthfeel, and decrease sandy texture
Pemanfaatan Wilayah Pekarangan Rumah Untuk Menanam Tanaman Ramah Lingkungan Di Masa Pandemi Covid-19
Pandemi COVID-19 di Indonesia merupakan salah satu bagian dari pandemi covid yang sedang berlangsung di seluruh belahan dunia. Pandemi yang memakan banyak korban jiwa ini disebabkan oleh severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Masalah perubahan perilaku masyarakat selama pandemic menjadi salah satu masalah penting ditengah pandemi. Melihat permasalahan ini, mahasiswa KKN Tematik-G106 diharapkan memberikan edukasi tentang melakukan kegiatan pemanfaatan area pekarangan rumah dengan menanam sayur polybag dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Dengan menggunakan metode demonstrasi dan praktek langsung kepada masyarakat. Hasil yang didapatkan dari kegiatan ini yaitu 30 tanaman dalam polybag yang akan dilanjutkan dengan perawatan dan pemeliharaan oleh masyarakat sampai panen sehingga akan memenuhi kebutuhan pangan khususnya sayur-sayuran yang sehat
Edukasi dan Pendampingan Penelitian Mengenai Rantai Nilai Komoditas Bawang Merah di Desa Batu Noni, Kecamatan Anggeraja
Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan merupakan daerah yang dominasi penduduknya bekerja pada sektor pertanian dengan sektor unggulan komoditi bawang merah. Berdasarkan data dari kementrian pertanian tahun 2020, Kabupaten Enrekang saat ini menempati posisi ke-5 nasional, sebagai daerah penghasil bawang merah terbesar di Indonesia setelah Kabupaten Brebes, Nganjuk, Bima dan Solok. Namun potensi unggulan tersebut tidak diimbangi dengan tingkat kesejahteraan petani yang diakibatkan rendahnya posisi tawar petani. Faktor-faktor utama yang mengakibatkan rendahnya posisi tawar petani seperti kurangnya akses serta jaringan pasar, tertutupnya akses informasi harga pasar dan minimnya penguasaan teknologi. Program kerja ini dilaksanakan selama 1 hari dengan menggunakan metode wawancara dan edukasi terhadap petani bawang mengenai masalah yang dihadapi oleh para petani sebagai bentuk pendampingan terhadap penelitian mengenai rantai nilai bawang merah. Hasil dari analisis adalah temuan studi berisi fakta-fakta di lapangan yang bermuara akhir pada sebuah kesimpulan yang merupakan jawaban tujuan kegiatan yaitu menganalisa permasalahan rantai nilai komoditas bawang di Kabupaten Enrekang nilai pemasaran di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Hasil pengabdian ini kemudian akan dilanjutkan sebagai penelitian oleh tim dari Teknik Industri Universitas Hasanuddin sebagai bentuk tindak lanjut dalam merumuskan model rantai nilai yang tepat.Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan merupakan daerah yang dominasi penduduknya bekerja pada sektor pertanian dengan sektor unggulan komoditi bawang merah. Berdasarkan data dari kementrian pertanian tahun 2020, Kabupaten Enrekang saat ini menempati posisi ke-5 nasional, sebagai daerah penghasil bawang merah terbesar di Indonesia setelah Kabupaten Brebes, Nganjuk, Bima dan Solok. Namun potensi unggulan tersebut tidak diimbangi dengan tingkat kesejahteraan petani yang diakibatkan rendahnya posisi tawar petani. Faktor-faktor utama yang mengakibatkan rendahnya posisi tawar petani seperti kurangnya akses serta jaringan pasar, tertutupnya akses informasi harga pasar dan minimnya penguasaan teknologi. Program kerja ini dilaksanakan selama 1 hari dengan menggunakan metode wawancara dan edukasi terhadap petani bawang mengenai masalah yang dihadapi oleh para petani sebagai bentuk pendampingan terhadap penelitian mengenai rantai nilai bawang merah. Hasil dari analisis adalah temuan studi berisi fakta-fakta di lapangan yang bermuara akhir pada sebuah kesimpulan yang merupakan jawaban tujuan kegiatan yaitu menganalisa permasalahan rantai nilai komoditas bawang di Kabupaten Enrekang nilai pemasaran di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Hasil pengabdian ini kemudian akan dilanjutkan sebagai penelitian oleh tim dari Teknik Industri Universitas Hasanuddin sebagai bentuk tindak lanjut dalam merumuskan model rantai nilai yang tepat
An overview of fermentation in rice winemaking
Rice wine is an alcoholic beverage produced via the fermentation of cereals, primarily rice with starter cultures. It is produced and consumed globally, especially in Asian countries. With the growth of the global rice wine market, the development of high-quality rice wines is gaining increasing interest. This paper reviews and discusses the comprehensive research details of rice wines in different regions, including the selection of starch substrates, comparison of starter cultures’ microbial compositions, compositions of rice wines and its health benefits. The simultaneous saccharification and fermentation (SSF) of rice wine, microorganisms involved in the fermentation, and factors affecting the fermentation process are discussed, thus providing an overview of the rice wine fermentation and the involved study perspectives
In vivo and In vitro anti-diabetic effects of cinnamon (Cinnamomum sp.) plant extract: A review
Research regarding the enormous potential of medicinal plants for the development of new drugs and the efficient treatment of diabetes mellitus is increasing due to the harmful effects that synthetic drugs may bring such as severe hypoglycemia, abdominal discomfort, lactic acidosis, and more. Cinnamomum sp. (cinnamon) extracts have shown to have significant anti-diabetic effects on type 2 diabetes mellitus in experimental rodent animals in a dose-dependent manner. There are different possible mechanisms of action involved in its anti-diabetic activities. The efficacy of cinnamon extract as an anti-diabetic agent in type 1 diabetes mellitus experimental rodent animal studies explored in this study
Analisis Status Daya Dukung Air di Sub DAS Cikeruh, Jawa Barat Berdasarkan Neraca Air Meteorologis Thornthwaite-Mather
The results of population growth, regional development, and the rising infrastructure development are indirectly or directly linked to the cause of a decline in environmental carrying capacity, especially the unavoidable water resource carrying capacity. This research aims to analyze the current condition of water resource carrying capacity based on the Thornthwaite-Mather meteorological water balance model. The research is done in Cikeruh Sub-Watershed, Citarum Upstream Watershed with a total area of 19.143,21 ha, The research methods used are descriptive research with a quantitative approach, by analyzing the current condition of water resource carrying capacity that refers to the water resource capacity and the and the water resources needed for the domestic, non-domestic, agricultural, industrial, livestock and fishery sectors. The results of the research have shown an overshoot of water resource carrying capacity in 2020 within the research area. Those condition has shown that the water balance is in a deficit condition given that the water availability index has reached up to 193.583.337,01 m3/year and the water demand for those 6 sectors has reached up to 462.306.728,53 m3/year. Based on the result, in terms of quantity, the water availability index in the research area is still inadequate to fulfill the demand of those six sectors. Based on the analysis, the availability of water resources in Cikeruh Sub-Watershed is only adequate to fulfill the demands of water for domestic, non-domestic, livestock, fishery sectors, and agricultural sectors but are still inadequate for industrial.Aktivitas pertumbuhan penduduk, perkembangan wilayah dan meningkatnya pembangunan infrastruktur secara langsung maupun tidak langsung dapat menyebabkan terjadinya penurunan daya dukung lingkungan khususnya daya dukung air yang sulit untuk dihindari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status daya dukung air berdasarkan neraca air meteorologis Thornthwaite Mather. Penelitian dilakukan di Sub DAS Cikeruh, DAS Citarum Hulu dengan luas wilayah 19.143,21 ha. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif pendekatan kuantitatif, dengan cara menganalisis kondisi status daya dukung air yang merujuk kepada rasio ketersediaan air dan kebutuhan air sektor domestik, non domestik, pertanian, industri, peternakan dan perikanan. Hasil dari penelitian menunjukan status daya dukung air pada wilayah penelitian tahun 2020 bernilai telah terlampaui (overshoot). Kondisi tersebut menandakan bahwa neraca air dalam kondisi defisit dengan nilai ketersediaan air dalam satu tahun mencapai 193.583.337,01 m3/tahun dan nilai kebutuhan air untuk enam sektor mencapai 462.306.728,53 m3/tahun. Secara kuantitas nilai ketersediaan air di wilayah penelitian belum mampu untuk memenuhi kebutuhan air keenam sektor tersebut. Berdasarkan hasil analisis, ketersediaan air di Sub DAS Cikeruh hanya mampu memenuhi kebutuhan air untuk sektor domestik, non domestik, peternakan, perikanan, dan pertanian tetapi belum mampu memenuhi kebutuhan air industri
Processing of Ready-to-Brewed Drink from Pomelo, Baby Orange, and Lemon Peel Combination
Indonesia has a high potential for the production and consumption of oranges. Orange peel is a fruit waste that has the potential to be processed into food products, one of which is ready-to-brewed drinks. Ready-to-brewed drinks are one of the drinks that are easy to find, popular and popular in Indonesia. This study aims to determine the chemical and sensory characteristics of ready-to-drink drinks from the combination of orange peels of various varieties such as pomelo, baby orange, and lemon. The product is made through skin separation, cutting, blanching, immersion in ice water, and drying. The results showed that the water content of orange peel tea was following the SNI standard, which was below 8.00%. Drinks made from orange peel have a pH in the range of 6.77 -6.84. The resulting color values indicate a significant difference in each formulation. Sensory analysis showed that the best formulation in F3 with the highest overall preference level of 3.73.
Indonesia memiliki potensi produksi dan jumlah konsumsi jeruk yang tinggi. Kulit jeruk adalah limbah buah yang potensial untuk diolah menjadi produk pangan, salah satunya adalah minuman siap seduh. Minuman siap seduh merupakan salah satu minuman yang mudah dijumpai, digemari dan populer di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kimia dan sensoris minuman siap seduh dari kombinasi kulit jeruk berbagai varietas seperti pomelo, jeruk baby, dan lemon. Produk dibuat melalui pemisahan kulit, pemotongan, blanching, perendaman dalam air es, dan pengeringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air teh kulit jeruk telah sesuai dengan standar SNI yaitu dibawah 8,00%. Minuman seduhan dari kulit jeruk memiliki pH dengan kisaran 6,77 -6,84. Nilai warna yang dihasilkan menunjukkan adanya perbedaan yang nyata pada masing-masing formulasi. Secara sensoris, formulasi terbaik yaitu F3 dengan tingkat kesukaan secara keseluruhan tertinggi yaitu 3,73.
 
Uji Kualitas dan Kuantitas DNA Porang (Amorphophallus Muelleri Blume) pada Beberapa Kawasan di Sulawesi Selatan
Porang (Amorphophallus muelleri Blume) is one of tubers biological wealth in Indonesia, but the cultivation of porang plant is still not widely cultivated. One way for increasing the utilization of porang plant is by giving molecular mark in kinship study. Genetic relation of germplasm is very important for breeders because it can be the basis for assembling new individuals with superior characters through the hybridization process in the future. Kinship can be identified based on the similarity of characters with the assumption that different characters are caused by differences in genetic composition. This study used porang leaf samples taken from several agroforestry areas in South Sulawesi, namely Bantaeng Regency, Bulukumba Regency, Gowa Regency, and Maros Regency. Leaf samples were isolated and extracted using liquid nitrogen and DNA measurements were performed using nanodrop spectrophotometry with an absorbance ratio of 260/280. Then purification was carried out using chisam added with NaOAc and isopropanol. The extracted DNA obtained has a fairly good quality because it has a concentration range from 72.9 ng/µl - 1206.9 ng/µl. The lowest score was in MR8 accession and the highest score was in BL11 accession. The results of DNA purification ranged from 5.3 ng/µl - 211.9 ng/µl. The lowest score was in the P.BT-BG13 accession and the highest score was in the P.BL2 accession.Porang (Amorphophallus muelleri Blume) adalah salah satu kekayaan hayati umbi-umbian Indonesia yang pembudidayaannya masih sangat terbatas. Salah satu cara untuk meningkatkan pemanfaatan taman porang adalah dengan memberikan penanda molekuler dalam studi hubungan kekerabatan. Hubungan kekerabatan plasma nutfah sangat penting bagi para pemulia karena dapat menjadi dasar perakitan individu baru yang memiliki karakter unggul melalui proses hibridisasi dimasa yang akan datang. Hubungan kekerabatan dapat diidentifikasi berdasarkan adanya kesamaan karakter dengan asumsi bahwa karakter yang berbeda disebabkan oleh adanya perbedaan susunan genetik. Penelitian ini menggunakan daun tanaman porang yang diperoleh dari beberapa daerah agroforestri di Sulawesi Selatan, yaitu Kabupaten Bantaeng, Bulukumba, Gowa, dan Maros. Sampel daun umbi porang diisolasi dan diekstraksi menggunakan cairan nitrogen dan pengukuran DNA dilakukan dengan menggunakan nanodrop spectrophotometry dengan rasio absorbansi sebesar 260/280. Pemurnian dilakukan dengan menggunakan campuran chisam dan NAOAc yang ditambahkan dengan isopropanol. DNA yang diekstraksi menghasilkan kualitas yang cukup baik dengan konsentrasi berkisar antara 72.9 ng/µl - 1206.9 ng/µl. Konsentrasi DNA terendah terdapat pada genotipe MR8 dan genotipe tertinggi pada genotipe BL11. Hasil purifikasi DNA berkisar antara 5,3 ng/µl - 211,9 ng/µl dengan konsentrasi terendah diperoleh pada genotipe P.BT-BG13 dan konsentrasi tertinggi pada genotipe P.BL2