UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: E-Journal Fakultas Sains dan Teknologi
Not a member yet
1440 research outputs found
Sort by
OPTIMUM DESIGN AND RAPID PROTOTYPING OF MECHANICSM BASED ON CAD/CAE SYSTEM AND FUSED DEPOSITION MODELING 3D PRINTING TECHNOLOGY
Materials’ optimization for the product structure makes its weight smaller and easy to transport after manufacturing but still ensure the criteria of its strength, hardness, and capacity of good operation. These properties are extermely important and criteria need to be obtained in many field of aerospace, automotive, ship and other industries, etc. Besides, the optimization of product mass will save the materials and bring significant benefits for manufacturers and improve the environment. Thus, this paper presents the design and optimization based on the topology principles for machine mechanism and its rapid prototyping using CAD/CAE and FDM (Fused Deposition Modeling) 3D printing technology/additive manufacturing (AM). The machine elements or links are manufactured by PLA material on 3D Delta printer. The results showed that designed machine mechanism have the optimized geometry, reduced materials and satisfied the operation capacity
Tantangan dan Peluang Kajian Integratif-Interkonektif di Fakultas Sains dan Teknologi
Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta saat ini sudah memasuki usia 15 tahun. Dalam konteks perkembangan kelembagaan, usia 15 tahun boleh dibilang belum terlalu matang. Dibandingkan dengan berbagai lembaga lain yang menawarkan program-program studi sejenis, usia, kematangan akademik, dan keunggulan kompetitif FST bisa dikatakan masih relatif tertinggal. Dengan demikian, FST diharapkan bisa bergerak cepat dalam merespon berbagai kondisi eksternal yang melingkupinya. Hingga saat ini FST seringkali masih dihadapkan dengan ambiguitas terhadap distingsi program dan ciri khas model kajian yang dijadikan pegangan. Kondisi ini menjadikan arah pengembangan tri dharma FST menjadi kurang begitu solid. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sendiri sebenarnya telah menjadikan spirit integratif-interkonektif sebagai bagian dari core values yang dimiliki. Spirit ini lah yang perlu lebih dimanifestasikan dalam kerja-kerja akademik di lingkup FST. Salah satu aspek yang spesifik dari struktur kelembagaan FST UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan juga fakultas sejenis di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) lain di lingkungan Kementerian Agama, adalah adanya tiga bidang kajian berbeda (kajian formal, ilmu-ilmu alam, dan ilmu-ilmu terapan) dalam satu fakultas yang sama. Meski demikian, setelah 15 tahun berjalan, civitas dari masing-masing bidang kajian masih belum saling mengenal secara baik dalam kerjakerja akademik. Alih-alih produktif menghasilkan kajian integratif-interkonektif, kolaborasi yang bersifat multi, cross, inter, dan transdisipliner pun belum begitu marak. Materi ini mencoba mendeskripsikan beragam tantangan dan sekaligus peluang yang dimiliki FST dalam mewujudkan kajian yang bersifat integratif-interkonektif sebagai orientasi pengembangan akademik. Tiga tantangan yang bersifat mendasar adalah: (i) adanya otoritas, hegemoni, dan komunitas yang telah mapan dari setiap bidang kajian; (ii) masing-masing bidang kajian memiliki tradisi, paradigma epistemologis, dan metodologi yang berbeda; dan (iii) media “etalase” setiap bidang kajian yang tidak/belum ramah terhadap kajian alternatif (semacam kajian integratifinterkonektif). Sebuah proposal yang bersifat operasional coba ditawarkan untuk menghadapi tantangan tersebut. Secara umum, kajian yang bersifat integratif-interkonektif seharusnya bisa dilakukan pada lapis teori dan (mungkin) paradigma. Meski demikian, pada lapis epistemologi dan metodologi masih sangat berat untuk dilakukan. Secara khusus, untuk mengatasi tantangan pertama, intensifikasi kerja-kerja yang bersifat multi, cross, inter, dan trans-disiplin perlu dipertimbangkan sebagai “batu loncatan” menuju kajian yang bersifat integratif-interkonektif dengan memanfaatkan fleksibilitas context of discovery (invention). Selain itu, perlu dibentuk jejaring, komunitas, dan fora kajian lintas disiplin. Untuk menghadapi tantangan kedua, paradigm epistemologis dan metodologi yang sudah mapan di setiap bidang kajian tetap perlu diikuti agar comply terhadap rigiditas context of justification. Setiap civitas perlu mengenal dan memahami tradisi, paradigma epistemologis dan metodologi dari beragam bidang kajian. Sebagai konsekuensi, adanya hasil kajian yang berbeda (atau bahkan kontradiktif) perlu diberikan kesempatan co-exist untuk ber-dialektika. Terakhir, untuk menghadapi tantangan ketiga, perlu diinisiasi beragam media diseminasi (semacam jurnal, konferensi, seminar, kolokium, kurikulum dan perkuliahan, dll) yang apresiatif terhadap kajian integratif-interkonektif. Perlu juga dipertimbangkan untuk melakukan re-formatting terhadap hasil-hasil kajian integratif-interkonektif ke bentuk dan melalui media popular. 
METODE PENALARAN SAINTIFIK DALAM EPISTEMOLOGI ISLAM IBN RUSYD
Paradigma saintifik dan agama pada masa modern mengalami distingsi dan saling memisahkan diri. Jauh sebelum itu, ada beberapa tokoh filosof muslim yang mencoba untuk menyelaraskan antara sains dan agama salah satunya, Ibn Rusyd. Ibn Rusyd merupakan pemicu gerakan averroisme yang mengantarkan bangsa Eropa menuju zaman renaissance. Jasanya dalam memadukan antara filsafat dan agama menjadi inspirasi para ilmuan dalam mengembangkan pengetahuan umum. Konsepnya mengenai sumber pengetahuan menghasilkan kebenaran ganda (double truth) antara wahyu dan rasional. Penelitian ini akan menjawab beberapa pertanyaan berikut (1) Bagaimana Ibn Rusyd dalam menyatukan agama dan filsafat? (2) Bagaimana relasi epistemologi Islam Ibn Rusyd dengan sains? (3) Bagaimana konsekuensi pemikiran Ibn Rusyd dalam perkembangan pengetahuan pada masa modern? Dengan demikian, penelitian ini akan menganalisis pemikiran epistemologi Ibn Rusyd melalui karya-karyanya dan relevansinya pada saat ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan sifat deskriptif analitik. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari releveansi sains modern dengan pemikiran epistemologi Ibn Rusyd yang memberikan porsi lebih banyak terhadap rasio. Ibn Rusyd menggunakan metode bayani, burhani, dan tajribi yang bersifat ilmiah dan rasional. Selain itu, pemikirannya juga tidak terlepas dari sumber-sumber yang berasal dari wahyu. 
TELAAH KRITIS AKSIOLOGI SAINS MODERN PERSPEKTIF NAQUIB AL-ATTAS DAN IMPLEMENTASINYA DALAM KOMUNITAS ILMIAH
Revolusi sains modern, yang oleh Thomas Kuhn disebabkan oleh pergeseran paradigma sains, membawa perubahan besar bagi perkembangan teknologi, khususnya pada abad 20. Di samping sains modern membawa banyak manfaat bagi manusia, ternyata juga membawa efek samping luar biasa, di antaranya kerusakan alam terus-menerus dan bencana kemanusiaan, sebagaimana dinyatakan pula oleh Naquib Al-Attas. Tantangan ilmu yang dibawa kebudayaan Barat mengakibatkan sains modern yang berkembang sarat dengan pandangan alam Barat terhadap realitas dan kebenaran. Salah satu unsur peradaban Barat adalah tragedi yang menunjukkan pencarian kebenaran serta hakikat dan tujuan hidup tanpa akhir, sehingga ia senantiasa dalam pencarian, namun tak pernah mencapai apa yang dicari. Cara pandang demikian turut memengaruhi perkembangan sains modern. Tulisan ini berupaya mengangkat secara eksplisit efek samping dari sains modern, serta pandangan Naquib Al-Attas terhadap sains modern dari sisi aksiologinya. Metode yang digunakan adalah pengkajian literatur mendalam. Dari tulisan ini dapat dinyatakan secara pasti bahwa khazanah keilmuan Islam telah memberikan pondasi bagi perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya sains. Hal ini terbukti dalam sejarah peradaban Islam bagaimana para ulama dan ilmuwan muslim memberikan rambu yang jelas dalam perkembangan ilmu. Salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan adalah maqashid syari’ah bagi perkembangan sains. Cara pandang terhadap alam sebagai objek dan manusia sebagai subjek harus mengacu kepada cara pandang Islam dalam memandang realitas dan kebenaran. Di samping itu, paradigma perkembangan dan kemajuan sains modern harus mengacu pada paradigma yang berlandaskan worldview Islam yang menegaskan bahwa perkembangan dan kemajuan perlu tertuju pada satu hal yang tetap, yaitu tujuan dan makna hidup manusia sebagai khalifah di Bumi. Kerangka berpikir tersebut dapat menjadi acuan bagi komunitas ilmiah agar mampu memerankan peran khalifah di Bumi dengan sebenar-benarnya, sehingga dapat mencegah kerusakan alam dan bencana manusia lebih lanjut. 
INTEGRASI KONSEP KEBAHAGIAAN PERSPEKTIF PSYCHOLOGICAL WELL BEING DAN SA’ADAH (Studi Komparasi Antara Konsep Barat dan Islam)
Bahagia adalah tujuan hidup setiap manusia. Dalam merumuskan metode untuk meraih kebahagiaan terdapat perbedaan antara perspektif barat dan perspektif Islam. Dalam perspektif barat terdapat konsep kebahagiaan yang disebut dengan psychological well-being. Sementara dalam islam ada konsep sa’adah. Penelitian ini bertujuan untuk mendialogkan dan mengintegrasikan antara teori psychological well-being dan teori sa’adah. Metode yang digunakan adalah kualitatif (library research). Teknik analisis adalah analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa persamaan antara psychological well-being dan sa’adah. Yaitu samasama menciptakan rasa bahagia, sejahtera dan tentram pada jiwa seseorang. Letak perbedaanya adalah pada aspek metode. Psychological well-being lebih menekankan aspek kognitif-rasional, sementara sa’adah berbasis spiritual-transenden. Adapun rekomendasi terkait integrasi dari kedua konsep ini adalah dari segi aspek atau dimensinya yaitu penerimaan diri, hubungan positif, kemandirian, penguasaan lingkungan, tujuan hidup, pengembangan pribadi, mengenal diri, mengenal Allah SWT, mengenal dunia, dan mengenal akhirat. Secara teoritis penelitian memberikan kontibusi terhadap ilmu psikologi terutama psikologi humanis dan transpersonal melalui integrasiinterkoneksi psychological well-being dan sa’adah. Secara praktis penelitian ini memberikan kontribusi dalam memberikan panduan kepada praktisi pendidikan dalam menanamkan rasa bahagia terhadap peserta didik. 
The DHCP Snooping and DHCP Alert Method in Securing DHCP Server from DHCP Rogue Attack
DHCP Server as part of the network infrastructure in charge of distributing host configurations to all devices has the potential to be controlled. If the DHCP Server is successfully controlled, all network devices connected to the server can potentially be controlled. From the observations made at PT. Rekayasa Engineering found a vulnerability in the DHCP Server that has the potential to experience DHCP Rogue or DHCP Spoofing, where the client will fail to communicate with the authorized DHCP Server, as well as open the door for attackers to enter the network. For this reason, DHCP Snooping and DHCP Alert methods are implemented. DHCP Snooping will ensure that every data traffic has been filtered and directed to the registered interface. Meanwhile, the use of DHCP Alert is required in monitoring data traffic during the Discover, Offer, Request, and Acknowledge (DORA) process. In the tests performed, DHCP Snooping and DHCP Alert managed to anticipate attacks that tried to placed DHCP Rogue on the network infrastructure. DHCP Alert, configured on the proxy router, ensures that the DORA process can only occur between an authorized DHCP server and a client. DHCP Snooping test also shows that communication from clients can only be replied to by Trusted DHCP Server. The existence of DHCP Snooping and DHCP Alert makes the host configuration fully controlled by the authorized DHCP Server
Handwriting Arabic Character Recognition Using Features Combination
The recognition of Arabic handwriting is a challenging problem to solve. The similarity among the fonts appears as a problem in the recognition processing. Various styles, shapes, and sizes which are personal and different across individuals make the Arabic handwriting recognition process even harder. In this paper, the data used are Arabic handwritten images with 101 sample characters, each of which is written by 15 different handwritten characters (total sample 101x15) with the same size (81x81 pixels). A well-chosen feature is crucial for making good recognition results. In this study, the researcher proposed a method of new features extraction to recognize Arabic handwriting. The features extraction was done by grabbing the value of similar features among various types of font writing, to be used as a new feature of the font. Then, City Block was used to compare the obtained feature to other features of the sample for classification. The Average accuracy value obtained in this study was up to 82%
SECURE CODE DESIGN PADA PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK DENGAN PENANGANAN PENGECUALIAN
Proses pengembangan perangkat lunak harus mengikuti tahapan tertentu yang disebut dengan Software Development Life Cycle atau (SDLC). Pada pengembangan perangkat lunak, yang belum nampak secara eksplisit pada SDLC adalah aspek keamanan. Keamanan seharusnya hadir pada setiap tahapan SDLC. Keamanan perangkat lunak bisa dimulai dari security requirement, secure design, secure coding, hingga pengujian. Tahapan coding merupakakan implementasi dari desain dalam bentuk kode. Programmer harus berhati-hati agar tidak ada lubang keamanan pada saat perangkat lunak dikembangkan. Membuat perangkat lunak yang aman dengan desain memerlukan pertimbangan pada bagiamana cara menangani kesalahan, terutama pada tahapan coding. Bahasa pemrograman Java yang memiliki sifat mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan tipe data. Bahasa termasuk ke dalam pemrograman berorientasi objek. Pemrograman berorientasi objek merupakan teknik membuat suatu program berdasarkan objek dan hal yang bisa dilakukan oleh objek tersebut. Bahasa Java menyediakan fitur penanganan pengecualian, seperti pernyataan throw dan blok try-catch-finally. Pada bahasa ini terdapat exception handling yaitu mekanisme penangan error yang mungkin terjadi dalam suatu progra
PENGEMBANGAN APLIKASI INFORMATION GATHERING MENGGUNAKAN METODE HYBRID SCAN BERBASIS GRAPHICAL USER INTERFACE
Sebagian analis keamanan sistem dan jaringan komputer menyatakan aplikasi atau alat bantu pengujian berbasis Command-line Interface (CLI) sangat mempermudah pekerjaan. Namun, tidak banyak aplikasi tersebut tidak komprehensif baik cara menganalisis maupun hasil laporannya. Laporan pada proses pengujian keamanan sistem dan jaringan komputer diharapkan minimal terdiri dari dua tipe, yaitu keperluan manajemen dan tim teknis. Tulisan ini diusulkan pengembangan aplikasi atau alat bantu pengujian keamanan sistem dan jaringan komputer yang komprehensif dan memiliki laporan yang memudahkan tim manajemen dan tim teknis. Pada pengembangan ini menggunakan bahasa pemrograman Python dengan module TKInter untuk menghasilkan aplikasi berbasis Graphical User Interface (GUI). Dengan menggunakan aplikasi GUI harapannya dapat digunakan oleh siapapun. Fokus pengembangan aplikasi ini yaitu pada tahapan Information Gathering yang menggunakan metode Hybrid Scan,yaitu: Passive dan Active. Passive Scan menggunakan 11 Application Programming Interface (API) sedangkan Active Scan menggunakan Socket Module Python dan berberapa aplikasi native yang berjalan di GNU/Linux
Analisis Cilok Terkontaminasi Boraks Menggunakan Spektroskopi Fluoresensi Berbasis High Power UV-LED
The analysis research of borax contaminant in cilok using high power UV-LED fluorescence spectroscopy system was successfully done. This study aimed to analyze borax in cilok using a high power UV-LED fluorescence spectroscopy system and to determine its precision and detection limits. The stages of research of borax contaminant in cilok was carried out by preparing tools and materials, sampling, data collection, and data processing. Testing of detection limit was carried out with a variety of borax contaminants of 0% - 40% from 20 grams of cilokandprecisiontestingwasdonebyrepeatingthetestofeachvariation5times. TheresultsshowedthathighpowerUV-LEDfluorescencespectroscopysystemwas used successfully in analyzing cilok contaminated with borax. In addition, the test results showed that the system has precision of 100% and detection limit of2.6%