Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Online Journals (Universitas Widya Gama Mahakam)
Not a member yet
982 research outputs found
Sort by
Collaboration between Vocational Education and Industry to Enhance The Internship Competence of Students at SMK Negeri 8 Samarinda
This study utilizes a descriptive qualitative method, selected because it allows an in-depth exploration of the collaboration between vocational education and the shipping industry from multiple perspectives. Data collection through interviews, observations, and document analysis provides a comprehensive understanding of the processes, experiences, and challenges involved in enhancing the internship competencies of shipping students at SMK Negeri 8 Samarinda. This approach is well-suited to capturing the complex interactions and dynamic relationships between the school and industry partners in real-world settings. The findings reveal a strong, collaborative framework where school leaders, teachers, and industry representatives work closely to design and implement an internship program that integrates both technical skills and essential soft skills required in maritime careers. The curriculum is regularly updated to align with national and international standards, and students receive preparatory training and certifications to ensure industry readiness. Supervision and mentoring during internships foster the development of skills and professionalism. Importantly, the dual evaluation system involving both the school and industry partners provides ongoing, actionable feedback that supports continuous program improvement. This study uniquely contributes by offering a detailed account of a successful, synergistic collaboration model specifically tailored to vocational maritime education, addressing a gap in prior research that often generalizes education-industry partnerships. It highlights the integration of soft skills within technical training and emphasizes the value of collaborative program evaluation, which together significantly enhance student competence and preparedness for the maritime workforce. By documenting these innovative practices in the Indonesian vocational education context, this research provides valuable insights and a replicable model for other maritime schools aiming to improve internship effectiveness through meaningful industry collaboratio
ANALISIS KESULITAN BELAJAR MUATAN IPS PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR
Learning difficulties are the inability of students to complete their assignments. Social scienceis one of the difficult material faced by students, it is hard for them to understand the material. With the online learning condition, teacher shared the video to help students cope their difficultness. The purpose of this study was to determine the factors causing students’ difficulties in social science experienced by students of class VD. To achieve the above objectives, researchers used data collection techniques through interviews and documentations. The results showed that the cause of the students' difficulties in learning social science was internal factors and external factors. 1) Internal factors, namely impaired hearing of students, students’ lack understanding to the material, not paying too much attention to the teacher’s explaination. Therefore, it confused them. 2) external factors, namely the environment, the influence of the environment causes students to have difficulty in learning. If the environment around the house was noisy, student would be disturbed. Also, distraction from friends who invited them to play while they were still learning. Thus, the teacher’s effort to cope with the problem were: a) The teacher always provided advice and motivation to students, b) The teacher always provided opportunities for students who had difficulty in learning, and c) The teacher always waited for students who had difficulty in doing assignments.Kesulitan belajar adalah ketidakmampuan siswa dalam menyelesaikan tugasnya. Pembelajaran IPS menjadi salah satu kesulitan siswa dalam memahami materi tersebut. Dengan kondisi pembelajaran secara during metode yang guru gunakan untuk mengatasi kesulitan belajar IPS siswa yaitu membagikan penjelasan melalui video. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab Kesulitan Belajar Siswa Pada Muatan IPS yang dialami siswa kelas VD. Untuk mencapai tujuan diatas, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data dengan wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, penyebab siswa kesulitan dalam belajar IPS yaitu terdapat faktor internal dan faktor eksternal. 1) Faktor internal yaitu gangguan terhadap pendengaran siswa, kurangnya siswa dalam memahami materi yang telah disampaikan, tidak terlalu memperhatikan ketika guru menjelaskan materi pelajaran dan merasa kebinggungan setelah mempelajari materi tersebut. Sedangkan 2) Faktor Eksternal yaitu pada lingkungan, pengaruh lingkungan menyebabkan siswa kesulitan dalam belajarnya. Jika suasana lingkungan sekitar rumah bising/ribut kegiatan belajar siswa akan terganggu dan ketika ada teman siswa yang mengajak untuk bermain ketika siswa masih belajar. Adapun usaha yang dilakukan guru dalam mengatasi kesulitan belajar IPS siswa berdasarkan faktor-faktor diatas maka usaha guru antara lain, yaitu : a) Guru selalu memberikan nasehat dan motivasi kepada siswa, b) Guru selalu memberikan kesempatan kepada siswa yang mengalami kesulitan dalam mempelajari materi IPS, dan c) Guru selalu menunggu siswa yang mengalami kesulitan dalam mengerjakan tugas IPS apabila siswa tersebut belum menyelesaikan tugasnya
Analysis of the Quality of Facilities and Infrastructure on Student and Lecturer Satisfaction in Private Higher Education Institutions: Analisis Kualitas Sarana dan Prasarana terhadap Kepuasan Mahasiswa dan Dosen pada Perguruan Tinggi Swasta
This research aims to analyze the relationship between the quality of facilities and infrastructure and the satisfaction levels of students and lecturers in Private Higher Education Institutions (PTS). Based on a satisfaction survey conducted, it was found that 78% of students in PTS with complete facilities reported high satisfaction levels, compared to 54% in PTS with limited facilities. The study identifies aspects of user satisfaction, including physical comfort, functionality, aesthetics, and the relevance of facilities to academic needs. Data from 50 respondents indicate that the availability of flexible learning spaces and adequate technological facilities are critical factors. Differences in funding sources and government policies significantly contribute to the disparity in facility quality between the two types of higher education institutions. The enhancement of facilities and infrastructure is not only aimed at increasing student and lecturer satisfaction but also at strengthening the institution's competitiveness in the education market. PTS needs to establish partnerships with the private sector and seek external funding to support facility development. Furthermore, a data-driven approach in policy formulation is expected to create a conducive academic environment that supports improved academic performance. By understanding the factors influencing user satisfaction, institutions can design appropriate strategies to enhance the quality of facilities and infrastructure, thereby benefiting all stakeholders in higher educatio
Telaah Revolusi Mental dan Pendidikan Karakter dalam Pembentukan Sumber Daya Manusia yang Berkualitas Menuju Indonesia Emas 2045
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan memahami secara komprehensif kognisi dalam pemerolehan bahasa kedua pada anak usia 2 tahun: pendekatan formal tipe teori moniter Krashen. Metode dalam menggunakan pendekatan kualitatif. Kualitatif karena didasarkan pada pengambilan data historis bentuk dalam observasi.
Pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan pengamatan secara langsung dengan mencatat satu kata dan dua kata dari ujaran anak kemudian mendeskripsikan secara sintaksis kata-kata yang diucapkan anak tersebut. Metode yang digunakan adalah observasi dan percakapan dengan mengajukan beberapa pertanyaan. Objek dalam penelitian ini adalah anak bernama Ilyana yang berusia 2 tahun. Temuan dalam penelitian ini adalah menguji perkembangan pemerolehan bahasa kedua dengan tipe teori monitor. Teori model diterapkan pada anak usia 2 tahun yang memiliki bahasa pertama (bahasa Jawa) dan bahasa kedua (bahasa Indonesia). Temuan yang diperoleh adalah: 1. Pemerolehan dan pembelajaran bahasa dapat dilakukan dalam lingkup keluarga, 2. Perkembangan pembelajaran bahasa kedua lebih interaktif jika menggunakan media, dan 3. Permasalahan bahasa dapat teratasi jika memberikan kesempatan pada anak untuk berbicara dan mengendalikan emosi yang tidak stabil pada penutur ketika berbicara
Evaluasi Pelaksanaan Sistem Pengendalian Intern di APIP Kaltim Studi Kasus pada Proses SPIP dan ARB
Reformasi birokrasi nasional Indonesia dimulai sejak tahun 2010 dengan tujuan menciptakan tata pemerintahan yang bersih dan efektif. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) diterapkan untuk memastikan efektivitas dan keandalan pelaporan keuangan serta ketaatan terhadap peraturan. Namun, masih terdapat kelemahan dalam efektivitas SPIP di daerah, termasuk peran APIP sebagai fasilitator SPIP. Penelitian ini bertujuan untuk menilai sejauh mana proses SPIP dalam pengawasan penyelenggaraan pemerintah daerah di Kalimantan Timur, khususnya melalui Audit Berbasis Risiko (ARB).Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis dengan wawancara, studi literatur, dan analisis data primer dan sekunder untuk mengevaluasi pengendalian internal dan implementasi ARB di APIP Kalimantan Timur. Ditemukan bahwa APIP di Kalimantan Timur telah menerapkan beberapa aspek SPIP, namun masih terdapat kekurangan dalam pemantauan dan evaluasi, serta kebutuhan peningkatan sumber daya manusia dan infrastruktur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun telah ada upaya dalam menerapkan SPIP, masih diperlukan perbaikan dan peningkatan dalam aspek pemantauan, evaluasi, dan sumber daya untuk mencapai efektivitas SPIP yang optimal di Kalimantan Timur
Implementasi Manajemen Pembiayaan Dalam Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SDN 003 Teluk Bayur Kabupaten Berau
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi manajemen pembiayaan dalam pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SDN 003 Teluk Bayur, Kabupaten Berau. Dana BOS berperan penting dalam mendukung biaya operasional sekolah, dan pengelolaannya harus sesuai dengan pedoman yang ada untuk memastikan efisiensi dan akuntabilitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk menggali proses, tantangan, serta dampak pengelolaan dana BOS di sekolah tersebut. Teknik pengumpulan data mencakup wawancara mendalam, observasi langsung, dan analisis dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SDN 003 Teluk Bayur telah mengimplementasikan struktur organisasi yang efektif dalam pengelolaan dana BOS, melibatkan kepala sekolah, bendahara, guru, dan komite sekolah. Penggunaan dana BOS difokuskan pada kegiatan operasional seperti pengadaan buku, pemeliharaan fasilitas, serta program ekstrakurikuler. Namun, terdapat tantangan dalam hal keterbatasan jumlah dana dan transparansi penggunaan dana. Pengawasan oleh dinas pendidikan terbukti efektif, tetapi masih diperlukan peningkatan fleksibilitas dan pengawasan yang lebih proaktif. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan akuntabilitas, transparansi, dan keterlibatan masyarakat dalam proses pengelolaan dana BOS untuk meningkatkan kualitas pendidikan di SDN 003 Teluk Bayur
EDUKASI DAN IMPLEMENTASI KEBIASAAN MENJAGA PERSONAL HYGIENE PADA SLBN 1 PAREPARE
Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman akan pentingnya menjaga kebersihan diri di Sekolah Berkebutuhan Khusus Negeri (SLBN) 1 Parepare. Kebersihan diri patut mendapat perhatian terutama bagi pelajar yang mempunyai keterbatasan tertentu dalam mencegah penyakit dan meningkatkan kualitas hidupnya, dan khususnya bagi pelajar berkebutuhan khusus, karena mereka mempunyai tantangan tersendiri dalam mempraktekkan kebiasaan tersebut. Layanan ini mencakup pendidikan dan penerapan praktik kebersihan diri melalui pendekatan interaktif dan terpadu. Program tersebut diawali dengan mengedukasi guru, orang tua, dan siswa tentang pentingnya menjaga kebersihan diri melalui seminar dan penyuluhan. Materi yang disampaikan mencakup berbagai aspek kebersihan diri, antara lain: Hal-hal seperti mencuci tangan yang benar, menjaga kebersihan gigi dan mulut, serta pentingnya mandi dan pakaian bersih. Selain itu, siswa akan diajarkan pengetahuan dan penerapan tindakan kebersihan yang benar dengan pelatihan praktis menggunakan metode demonstrasi dan simulasi. Edukasi dan implementasi kebiasaan menjaga personal hygiene di SLBN 1 Parepare meningkatkan pemahaman dan praktik kebersihan pribadi di kalangan siswa berkebutuhan khusus, yang diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan kesehatan dan kualitas hidup mereka.
EDUKASI TENTANG CINTA BANGGA DAN PAHAM RUPIAH KEPADA SISWA SDN 014 SUNGAI PINANG KELURAHAN MUGIREJO SAMARINDA
Kegiatan edukasi bertema "Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah" dilaksanakan untuk siswa dan siswi SDN 014 Sungai Pinang, Kelurahan Mugirejo, untuk meningkatkan pemahaman dan apresiasi terhadap mata uang Rupiah sebagai simbol kebanggaan nasional. Melalui pendekatan yang interaktif dan menyenangkan, siswa akan mempelajari konsep dasar tentang sejarah, ciri-ciri, dan pentingnya mata uang Rupiah dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pelatihan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menggunakan mata uang Rupiah secara bijak, mencegah penyebaran uang palsu, serta menanamkan rasa cinta dan bangga terhadap simbol negara sejak dini. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme siswa yang tinggi dan peningkatan pemahaman terhadap konten yang disajikan, yang diukur melalui berbagai metode penilaian seperti kuis dan diskusi kelompok
Pendidikan mitigasi bencana likuefaksi dengan model circuit play sebagai upaya pengembangan psikomotorik anak PAUD
Disaster events always bring sadness and suffering that result in damaging and destroying everything. When a disaster occurs, of course the victims who suffer the most are children, so equipping children with knowledge and skills in dealing with disaster situations is important to consider. Liquefaction disaster mitigation education really needs to be attempted and prepared so that children become more responsive and responsive in facing disasters in the future. The purpose of this paper is related to the description and definition of disaster mitigation education, a brief description of liquefaction, then describing the circuit play model, and the recommended psychomotor development for PAUD children. The method used is qualitative research in the form of library research, using several books, related to disaster mitigation education and early childhood education studies; relevant articles, such as knowledge about liquefaction and its impacts, the results of circuit play model research, and other literature as the main objects. The research data is in the form of library data that has been selected, searched, presented and analyzed. The conclusion of this paper is a choice of activities in developing children's psychomotor skills through the circuit play model of liquefaction disaster mitigation. Psychomotor development that appears in children's playing activities with this model is the movement of walking, jumping, hopping, walking on tiptoes, running straight, running zigzag, spinning, crawling in a drum tunnel, and walking on a bottle bridge. The more often children practice with this model, the more alert, flexible, agile their movements become, and make children's fighting power and endurance strong and tough
Innovative Approaches to English Language Teaching in Indonesian Public Islamic Schools: Insights and Challenges
Background: In Indonesia's public Islamic secondary schools, English Language Policy and Planning (ELPP) faces challenges such as resource limitations, a lack of qualified educators, and a non-standardized curriculum. However, despite these challenges, compared to ASEAN peers like the Philippines, Indonesia's approach lacks focus on student-centered learning, underscoring the need for enhanced ELPP strategies.
Methodology: Four English language teachers and one headmaster participated as respondents in this research to provide comprehensive data findings. Data were collected through interviews conducted over the course of one month, employing guided questions. Subsequently, descriptive analysis was utilized to analyze the data.
Findings: English's mandatory integration in secondary education, especially in Madrasah Tsanawiyah, highlights its crucial academic role. Analyzing educational policies and curricular shifts, from competency-based to the Merdeka curriculum, showcases Indonesia's deliberate push for English proficiency. Interviews stress the Merdeka Curriculum's CEFR alignment, prioritizing student empowerment through learner-centered methods and technology. Despite efforts, challenges remain in public Islamic schools, with teachers advocating for supportive environments due to limited exposure and resources.
Conclusion: The complex nature of these challenges necessitates the cooperation of politicians, educators, and administrators to establish an atmosphere that promotes successful English language acquisition while also honoring Indonesia's distinct cultural and linguistic diversity.
Originality: This study uniquely explores ELPP in Indonesia's public Islamic secondary schools, highlighting the balance between English proficiency and cultural preservation, offering fresh insights into the ELPP discourse in a multicultural and multilingual context