Jurnal IKIP PGRI Jember
Not a member yet
    625 research outputs found

    PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN SELF-DIRECTED LEARNING TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPA PADA ANAK TUNAGRAHITA KELAS IV DI SLB PANCA BAKTI SURAKARTA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengggunaan model pembelajaran Self-Directed  learning terhadap prestasi belajar IPA pada anak tunagrahita kelas IV di SLB Panca Bakti Surakarta.Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen bentuk pre-experimental desain one group pre test-post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SLB Panca Bakti Surakarta tahun ajaran 2017/2018. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di SLB Panca Bakti Surakarta tahun ajaran 2017/2018 yang berjumlah 6 orang siswa. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah sampling jenuh karena jumlah populasi subjek kecil dan seluruh populasi dijadikan sebagai sampel. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah tes objektif yang berbentuk pilihan ganda. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis non-parametrik yaituWilcoxon Signed Rank Test (Tes Rangking Bertanda Wilcoxon) dengan menggunakan program SPSS 23. Hasil analisis deskriptif diperoleh nilai rata-rata posttest lebih besar dari pada nilai pretest yaitu 46,5 menjadi 70,8. Hasil analisis non parametrik diperoleh nilai Z hitung = -2,220 b dengan Asymp. Sig. (2-tailed)= 0,026 pada taraf signifikansi α= 0,05. Dengan demikian, hipotesis dapat diterima kebenarannya. Hasil penelitian menyatakan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran self-directed learning berpengaruh terhadap peningkatan prestasi belajar IPA pada anak tunagrahita kelas IV di SLB Panca Bakti Surakarta tahun ajaran 2017/2018

    PENINGKATAN HASIL BELAJAR MEMBACA TEKS TULIS FUNGSIONAL PENDEK BERBENTUK “GREETING CARD” MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TGT DI SMP NEGERI 2 KARANGAN

    Get PDF
    Teaching and learning English used “teacher center oriented” method hasn’t encourage students’ motivation to gain the determined achievement yet. The fact shows that the second semester students of class VIII D in the year of    2011/2012SMP Negeri 2 Karangan have found difficulties in learning English especially for basic competence 11.2, “ reading functional text about greeting card”. When conducting assessment on reading comprehension, the average students achievement   is 68,92 from 24 students. The classical mastery learning  rate is 54,17 %. It is still under the Englishlearning minimum criteria (KKM) of the eight grade, namely 70. Therefore, the research is held to overcome the problem through the implementation of Team Game Tournament (TGT) learning method. The learning design is aimed to create “students center” learning activities in order to be able to  provide active, creative, joyful and meaningful learning. The classroon action research is  held in two cycles. Each  consists of 4 steps that are  planning, acting, observing and reflecting. In addition there are 2 meeting in each cycle.So there are two data got, from   cycle 1 and cycle 2. In conclusion, TGT learning model can enhance the students’ average achievement from 71,25 in cycle 1 into 79,33 in cycle 2.The improvement can also be seen in percentage ofclassical mastery learning, 54,17 in pra cycle,  70,83%  in cycle 1 and it becomes  87,50% in cycle 2

    UPAYA MEMPERBAIKI SKILL SPEAKS MELALUI BERMAIN PERAN SISWA KELAS VII H SEMESTER GENAP SMP NEGERI 2 AMBULU

    Get PDF
    The purpose of this research is to know the role play can improve Speaks Skill class VII H SMP Negeri 2 Ambulu Even Semester of Lesson 2015/2016. This is shown by the courage of speaking students who are very lacking and learning achievement of students who are far from the minimum standard of mastery. Based on the results of research conducted shows that there has been increasing Skill Speaks by students through role play. The subjects were 36 students of class VII H C SMP N 1 Ambulu consisting of 16 men and 20 women. Each cycle is carried out through the stage of action planning, action execution, Observation (observation), and reflection and evaluation at the end of the cycle. Methods of data collection used are methods of observation, interviews, documentation, and tests. The analysis technique used in this research is descriptive qualitative analysis. This study is a classroom action research with 2 cycles. These improvements can be seen in the results of learning activities that increase from cycle I to cycle II. Student score of cycle I average 75.14 to 80.42 in cycle II. This increased 11.11%, the classical completeness value of cycle 1 and cycle 2 from 75.00% to 86.11%

    PERAN GURU PROFESIONAL DALAM MELATIH KEMAMPUAN AKADEMIK PESERTA DIDIK

    Get PDF
    This research is qualitative field with case study approach. The presence of researchers is one important element because of the presence and involvement of researchers in the field for planners, implementing data collection, analysis, interpretation of data. Techniques of collecting data using interviews, observation and documentation. Data analysis techniques use domain analysis.  hecking the validity of data, credibility, observational persistence, and triangulation. The role of professional teachers in training students' academic ability at MIN Pucangsimo is by improving the quality of learning by applying PAKEM learning, combining active learning methods and models to create an active and fun learning atmosphere. Hold a special study program. Instill and familiarize discipline from an early age in the school. Directing learners to develop their abilities through extracurricular activities in MIN Pucangsimo

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR

    Get PDF
    Penerapan Model Pembelajaran Numbered Head Together untuk meningkatkan hasil belajar Anak kelompok A dengan tema binatang di TK Bina Anaprasa Cumedak Kecamatan Sumberjambe Kabupaten Jember Tahun Ajaran 2018/2019. Skripsi. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode wawancara observasi dan dokumentasi, hasil belajar anak yang diamati dalam penelitian ini yaitu hasil belajar anak yang meliputi dua aspek yaitu aspek kognitif dan aspek motorik halus, untuk  untuk aspek kognitif yang diamati yaitu anak dapat mengelompokkan 5 gambar binatang yang ada di udara sedangkan untuk motorik halus yaitu anak dapat mewarnai gambar binatang tampa keluar garis. Dari analisis data diketahui pada prasiklus hasil presentase anak indikator I dan II yaitu mencai 40% setelah diadakan tindakan siklus I pertemuan I hasil presentase anak Indikator I mencapai 67% dan indikator II mencapai 73%  pada pertemuan ke II hasil presentase anak indikator I mencapai 80% dan indikator II mencapai 87%. Pada siklus II pertemuan I hasil presentase anak mencapai 80% dan indikator ke II pertemuan ke II indikator I mencapai 87% sedangkan indikator ke II mencapai 93%, sehingga dapat disimpulkan bahwa penelitian tindakan kelas berhasil

    PENGEMBANGAN KETERAMPILAN GURU PONDOK PESANTREN DARUSSALAM DAN ARRAFI'I DALAM PENYUSUNAN PERANGKAT ASSESSMENT BAHASA INGGRIS KABUPATEN SOLOK

    No full text
    Mitra pada program PPM ini adalah guru Ponpes Darrusalam dan Arrafi’I yang terletak pada Nagari Sarik Alahan III Kecamatan Hiliran Gumanti Kabupaten Solok.Akses jalan menuju lokasi mitra cukup sulit karena berada pada daerah terpencil.Permasalahan yang dipecahkan pada program ini adalah peningkatan kemampuan guru dalam menghasilkan perangkat assessment (penilaian), terkhusus penilaian kognitif.Metode yang digunakan pada workshop ini adalah dengan jenis diskusi panel interaktif, sehingga mitra dapat berdiskusi secara interaktif dengan ahli/pemateri.Selian itu metode yang digunakan disesuaikan dengan kondisi dilapangan nantinya. Di akhir workshop mitra mendapatkan tugas individu pada mitra yang medapat pendampingan dan arahan dari tim PPM. Program ini memiliki program evaluasi, untuk mengukur tingkat keberhasilan kegiatan yang telah dilakukan, maka akan dilakukan evaluasi minimal 3 (tiga) kali, yaitu evaluasi proses, evaluasi akhir, dan evaluasi tindak lanjut. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pelatihan ini memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kemampuan guru dalam mengahsilkan perangkat pennilaian yang sesuai dengan kaedah dan aturan pembuatannya sesuai dengan jenis tes yang dipilih.Hasil luaran dari program ini adalah berupa Modul Perangkat Assessment

    PELATIHAN PENINGKATAN KEAHLIAN PETERNAK SAPI DI KECAMATAN PARE

    No full text
    Beternak sapi merupakan salah satu mata pencaharian masyarakat yang familiar di daerah Kediri. Pada musim hujan, bahan makanan ini melimpah dan peternak sapi biasanya mencari bahan makanan ini setiap hari ke sawah maupun ladang. Namun pada musim kemarau, bahan makanan ini sulit didapatkan. Selain itu, bahan makanan yang menumpuk di kandang yang belum dimakan oleh sapi sering bercampur dengan kotoran sapi sehingga dari segi kebersihannya kurang terjaga. Melihat situasi ini, salah satu upaya yang dapat membantu menyelesaikan permasalahan adalah dengan cara membuat mesin pencacah dan pengepress bahan makanan sapi. Rumput, jerami, dan tebon dicacah terlebih dahulu, kemudian dicampur dengan air garam, selanjutnya dimasukkan ke dalam mesin press dan hasilnya berupa bahan makanan sapi berbentuk balok. Keuntungan hasil pencacahan dan pengepressan ini antara lain hemat tempat dalam penyimpanan, lebih bersih karena tidak akan bercampur dengan kotoran sapi, dapat digunakan sebagai cadangan makanan di musim kemarau, dan peternak tidak perlu mencari rumput dalam jumlah besar setiap harinya. Nantinya, mesin pencacah dan pengepress bahan makanan sapi ini juga dapat dikembangkan dan dimanfaatkan untuk ternak lainnya. Mesin ini juga membantu peternak untuk menunjang proses penyimpanan bahan makanan sapi dengan menggunakan metode silase

    MANAJEMEN USAHA PEMBUATAN KEMASAN DAN LABELING PADA HOME INDUSTRY KUE BASAH KELOMPOK DASAWISMA KRI NANGGALA MEDOKAN SEMAMPIR SURABAYA

    No full text
    Home industry Kue Basah Kelompok Dasawisma KRI Nanggala Medokan Semampir Surabaya bergerak di jenis usaha kue basah (sosis solo, risoles, pastel, lemper, dan martabak mini) sebagai mitra pengabdian, juga perlu meningkatkan daya saingnya. Mitra tersebut sudah memiliki pelanggan tetap, hanya saja masih perlu menggaet pelanggan atau agen baru. Permasalahan yang dihadapi adalah (1) belum maksimalnya manajemen wirausaha yang dilakukan, (2) belum diberikan kemasan yang baik pada produk kue basah yang dipasarkan, dan (3) belum diberikan labeling untuk mengenalkan produknya. Tahapan pelaksanaan pengabdian yang sudah dilakukan sampai saat ini adalah pada tahapan: pertama, membantu dalam hal kemasan dengan memberikan bantuan berupa alat untuk merekatkan kemasan yang siap dipasarkan agar terlihat rapi, yakni berupa 2 unit impulse sealer (Ukuran besar dan Ukuran Kecil); kedua, membantu membuatkan label yang menarik pada kemasan dengan mengganti label yang lama; ketiga, membantu  melakukan promosi dengan memasang banner kecil di depan rumah Mitra. Hasil yang diharapkan pada tahap ini adalah meningkatnya jumlah pembeli/customer dari mitra kami yakni Home industry Kue Basah Kelompok Dasawisma KRI Nanggala Medokan Semampir Surabaya

    KEABSAHAN KLAUSUL EKSONERASI DALAM PERJANJIAN BAKU

    Get PDF
    The law is basically for the protection of human interests. In every legal relationship, including the treaty there must be a balance between the parties in order to avoid conflicts of interest. In reality it is not always the case. There is always the possibility that either party has a stronger position either from the economic side or from the mastery of the technology or a specific determination. This will be further visible if in the standard agreement is accompanied by a condition that contains an exception of liability or liability to an event, which should be borne by a party who has unilaterally determined the contents of the agreement (exoneration clause). One of the requirements of the validity of the agreement as regulated in Article 1320 of the Criminal Code is a lawful cause. Subsequently Article 1337 of the Civil Code states that a cause (done by agreement) is prohibited, where prohibited by law, or when contrary to good morals  or public order. Thus, even though the standard agreement containing the exoneration clause has been previously agreed, the treaty can not be considered valid as it contains provisions / clauses that are contrary to law

    PENINGKATAN KEMAMPUAN BERHITUNG SISWA TUNAGRAHITA SEDANG KELAS VIII MELALUI MEDIA ULAR TANGGA DI SMP INKLUSI TPA JEMBER

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan berhitung melalui media permainan ular tangga terhadap siswa tunagrahita sedang kelas VIII SMP INKLUSI TPA Jember. Penelitian dalam skripsi ini menggunakan metode Single Subject Research (SSR) dengan desain A – B. Subyek dalam penelitian ini adalah satu siswa dengan inisial DN. Pada desain A – B menunjukkan suatu pengulangan pada dua fase, yaitu fase baseline (A) dan fase intervensi (B). Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berhitung puluhan hal ini ditunjukkan dengan data nilai yang diperoleh pada fase baseline adalah 32, 56, 56, 56 sedangkan pada fase intervensi yaitu 60, 72, 76, 72. dari data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunaka analisis dalam kondisi dan analisis antar kondisi, maka terdapat peningkatan kemampuan berhitung melalui media permainan ular tangga terhadap siswa tunagrahita sedang kelas VIII SMP Inklusi TPA Jember tahun ajaran 2015/2016

    224

    full texts

    625

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal IKIP PGRI Jember
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇