Jurnal IKIP PGRI Jember
Not a member yet
625 research outputs found
Sort by
POTENSI ASOSIASI BAKTERI FOTOSINTETIK Synechococcus sp. DENGAN BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L.)
Kakao merupakan tanaman C-3 dengan ciri khas laju respirasi tinggi dan efisiensi fotosintesis rendah. Efisiensi fotosintesis kakao yang rendah menjadi pembatas produksi bahan organik tumbuhan. Aplikasi Synechococcus sp pada bibit kakao diharapkan dapat meningkatkan efisiensi fotosintesis dan pada penelitian lebih lanjut dapat memperoleh bahan tanam berkualitas tinggi sebagai syarat budidaya tanaman. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari potensi asosiasi antara bakteri fotosintetik Synechococcus sp dengan bibit kakao. Penelitian ini dilaksanakan di green house dan Laboratorium Biologi Fakultas MIPA IKI PGRI Jember, selama 4 bulan mulai November 2018 hingga Februari 2019. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terjadi asosiasi antara bakteri fotosintetik Synechococcus sp dengan bibit kakao, yang dibuktikan melalui perubahan karakter fisik seperti; status N jaringan, kandungan klorofil daun, daya hantar stomata, nilai Relative Water Content (RWC), dan volume akar bibit inokulasi yang lebih kecil dari bibit kontrol
Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT (Teams Games Tournament) Pada Mata Pelajaran IPS Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V Di UPTD SDN Banyoneng Laok 03 Geger Bangkalan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas peserta didik dan hasil belajar setelah menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament) di kelas V UPTD SDN Banyoneng Laok 03 Geger Bangkalan. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang berkolaborasi dengan guru kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V UPTD SDN Banyoneng Laok 03 Geger Bangkalan tahun pelajaran 2018/2019 yang terdiri dari 20 siswa, dilakukan dalam dua siklus
MODIFIKASI KARTU UNO SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BANGUN DATAR UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA
Media pembelajaran merupakan suatu hal yangpenting untuk menunjang keberhasilan suatu pembelajaran. Kesulitan siswa dalam memahami materi dan membedakan bentuk-bentuk bangun datar merupakan permasalahan yangsering dihadapi guru. Oleh karena itu, maka sangat perlu dilakukan pengembangan dengan jalan modifikasi kartu UNO sebagai media pembelajaran bangun datar yang valid, praktis dan efektif sehingga mampu meningkatkan pemahaman siswa. Penelitian ini dilakukan selama bulan Januari hingga November 2018 dengan melibatkan 58 siswa SMP Negeri 1 Arjasa dan MTs Nurul Jadid Bondowos sebagai subjek peneltian dalam uji coba pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang menggunakan perangkat berupa lembar validasi, lembar observasi keterlaksanaan media pembelajaran, lembar soal tes hasil belajar dan lembar angket siswa. Hasil dari penelitian ini adalah berupa hasil modifikasi kartu UNO menjadi suatu bentuk kartu GEO yang telah valid, praktis dan efektif dalam menngkatkan pemahaman siswa terhadap bangun datar segiempat
KETERAMPILAN MERANCANG RPP DENGAN KOMPETENSI INTI BERDASARKAN TEMA DAN SUB-TEMA PADA K-13
Adapun permasalahan mitra, diantaranya: (I) Para guru belum paham tentang implementasi K-13; (2) Sebagai guru kelas, mereka kurang memiliki kemampuan untuk pengembangkan Kompetensi Inti yang dijabarkan ke Peta Kornpetensi Dasar dan Indikatornya: dan (3) Terbatasnya waktu yang tersedia dalarn pertemuan tiap tcma, dimana dalam 1 semester guru kelas harus menyelesaikan 4 tema, dan masing-rnasing tema terdiri dari 3 sub tema, dari masing-masing sub tema terdiri dari beberapa pembelajaran mulai dari sampai 6. Khalayak sasarannya adalah guru-guru di SDN Kebonsari 4 Malang yang berjumlah 15 orang. Metode pendekatan yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini sebagai berikut pelatihan,lokakarya, dan pendampingan. Sedangkan solusi yang ditawarkan adalah pelatihan dan pendampingan guru dalam merancang RPP dengan kompetensi inti berdasarkan tema dan sub tema. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian di SDN Kebonsari 4 Malang ini, sebagai berikut: (I) Adanya semangat bekerja untuk para guru terutama saat mengajar di dalam kelas, sehingga meningkatkan keaktifan dan motivasi siswa dalam proses pembelajaran, (2) Adanya suasana kerja yang positif antar guru terutama saat mengajar di kelas dan membuat mereka lebih pcrcaya diri, dan (3) Adanya produk RPP berdasarkan kurikulum 2013 yang dibuat oleh peserta pada saat pelatihan dan pendampingan
KONSERVASI HUTAN MANGROVE SEBAGAI UPAYA PENGENTASAN MASALAH BANJIR ROB DAN ABRASI AIR LAUT DESA WRINGIN PUTIH BANYUWANGI
Daerah pesisir merupakan daerah perbatasan antara daratan dan lautan. Daerah pesisir memiliki peran penting dalam menjaga agar air laut tidak masuk ke daratan. Kondisi pesisir yang kurang baik akan mengganggu kestabilan lingkungan di sekitar pesisir. Bencana alam seperti banjir rob dan abrasi air laut menjadi fokus perhatian bagi masyarakat pesisir, khususnya di Desa Wringin Putih, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi. Kondisi hutan mangrove di daerah pesisir tersebut dinilai kurang mampu menahan terjangan banjir rob dan abrasi oleh air laut. Kegiatan sosial diperlukan guna menyelesaikan pcrmasalahan yang ada. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan metode penyuluhan dan kegiatan konservasi. Konservasi hutan mangrove dinilai tepat untuk mengatasi permasalahan banjir rob dan abrasi air laut. Konservasi dilakukan dengan metode tanarn mangrove yang sesuai dengan panduan penanaman pohon mangrove. Konservasi hutan mangrove melibatkan santri Yayasan Minhajut Thullab beserta masyarakat sekitar pesisir dalam rangka Hari Santri Nasional. Kegiatan sosialisasi juga dilakukan kepada masyarakat guna menanamkan rasa cinta lingkungan dengan selalu melestarikan ekosistem hutan mangrove di daerah pesisir
Penguatan Pendidikan dan Pengembangan Potensi Perdesaan
Kegiatan pengabdian yang dilakukan di desa Mayang adalah berupa pendampingan Kuliah Kerja Nyata/KKN. Pendampingan ini merupakan pendampingan pada mahasiswa KKN IKIP PGRI Jember . Hasil yang didapat adalah terbaginya mahasiswa KKN dengan memfokuskan pada dua hal penguatan yaitu penguatan pendidikan dan penguatan pada sector ekonomi. Upaya penguatan di bidang pendidikan kegiatan yang dilakukan adalah lomba mewarnai pada Anak Usia Dini. Sedangkan pendampingan pada pengembangan potensi yang dilakukan di desa Mayang adalah pendampingan budi daya jamur
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING (GUIDED INQUIRY) TERHADAP BERPIKIR LATERAL SISWA KELAS VII SMPI AS-SHODIQ BULULAWANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing (guidedinquiry) terhadap berpikir lateral siswa kelas VII SMPI As-Shodiq Bululawang.Metode penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimental dengan rancangan pretest postest control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMPI As-Shodiq Bululawang tahun pelajaran 2017/2018. Penentuan sampel dengan teknik random sampling (sampel acak) dan diperoleh jumlah sampel sebanyak 42 siswa dari 46 siswa. Nilai berpikir lateral diperoleh dari pretes dan postest berpikir lateral kemudian dicari selisihnya (N-gain). Kemudian data yang diperoleh di analisis dengan Uji Independent T Test dengan bantuan SPSS 17.0 for Windows pada taraf signifikan 5%. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa ada peningkatan yang signifikan terhadap berpikir lateral siswa yang ditunjukkan oleh hasil Uji Independent T Test yakni nilai (sig.) lebih kecil dari 0,05 (sig. < 0,05) yaitu 0,000. Sehingga H0 ditolak dan H1 diterima, yang artinya ada pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing (guided inquiry) terhadap berpikir lateral siswa kelas VII SMPI As-Shodiq Bululawang
Penerapan Model Pembelajaran Role Playing untuk Meningkatkan Kecerdasan Interpersonal Siswa Kelas IV SD Integral Luqman Al-Hakim Kabupaten Situbondo
Kecerdasan Interpersonal adalah salah satu kecerdasan yang sangat penting dikembangkan pada usia dini. Pentingnya kecerdasan interpersonal adalah supaya anak dapat berbagi, berkomunikasi dan bergaul dengan orang lain terutama dengan teman sebaya.Sekolah yang sasaran dalam penelitian ini adalah SD Integral Lukman Al-Hakim Kabupaten Situbondo dengan pertimbangan sekolah ini menerapkan pendekatan penyelenggaraan dengan memadukan pendidikan umum dan pendidikan agama menjadi satu jalinan kurikulum. Sekolah ini juga menekankan keterpaduan dalam metode pembelajaran sehingga dapat mengoptimalkan ranah kognitif, afektif dan konotif. Implikasi dari keterpaduan ini menuntut pengembangan pendekatan proses pembelajaran yang kaya, variatif dan memerlukan media serta sumber belajar yang luas dan luwes. Sekolah ini berupaya mendidik peserta didik menjadi anak yang berkembang kemampuan akal dan intelektualnya,meningkat kualitas keimanan dan ketaqwaannya kepada Allah SWT, terbina akhlak mulia, dan juga memiliki kesehatan, kebugaran dan keterampilan dalam kehidupannya sehari-hari. Salah satu model pembelajaran yang tepat guna untuk mengasah kecerdasan interpersonal siswa yaitu model role playing. Berdasarkan Penelitian yang dilakukan pada siklus Idan siklus II tersebut dapat diketahui bahwa kemampuan interpersonal anak mengalami peningkatan. Hal ini dibuktikan bahwa hasil penelitian pada prasiklus sebesar 27%, siklus I sebesar 54,54%, dan siklus II sebesar 81,81%. Peningkatan ini terjadi karena adanya penyampaian meteri yang jelas dan pemberian dorongan yang kuat serta metode pembelajaran yang menarik dari guru. Hal ini disebabkan karena waktu yng digunakan guru untuk menyampaikan materi sudah efisien sehingga anak dapat bersosialisasi dan bekerja sama dalam memecahkan masalah secara bersama-sama
PENGARUH PERMAINAN ENGKLEK TERHADAP MOTORIK KASAR SISWA ADHD KELAS I DI SDLB WIRA KUSUMA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan engklek terhadap motorik kasar siswa ADHD kelas I SDLB Wira Kusuma Tahun Pelajaran 2018/2019. Penelitian ini menggunakan metode Single Subject Research (SSR) desain A-B. Subjek penelitian ini adalah siswa dengan inisial DS. Penelitian dilakukan dalam 11 sesi pertemuan yang dilakukan pada dua fase yaitu fase baseline (A) sebanyak 5 sesi dan fase intervensi (B) sebanyak 6 sesi. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh permainan engklek terhadap motorik kasar siswa ADHD kelas I hal ini ditunjukkan dengan data nilai yang diperoleh pada fase baseline (A) adalah 55%, 60%, 65%, 65%, dan 70%. Sedangkan pada fase intervensi (B) antara lain 70%, 70%, 75%, 75%, 75%, dan 80%. Dari dari data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis dalam kondisi dan analisis antar kondisi. Hasil dari analisis data dalam kondisi dan antar kondisi menunjukkan bahwa mean level fase baseline (A) yaitu 63 sedangkan mean level pada fase intervensi (B) yaitu 74,17, serta selisih level perubahan dari fase baseline (A) sampai awal fase intervensi (B) meningkat (+10). Jadi ada pengaruh permainan engklek terhadap motorik kasar siswa ADHD kelas I SDLB Wira Kusuma Tahun Pelajaran 2018/2019