Jurnal IKIP PGRI Jember
Not a member yet
625 research outputs found
Sort by
PENDEKATAN KONSELING BAGI REMAJA PECANDU NAPZA
Masa remaja merupakan segmen penting dalam kehidupan manusia, yang dapat mencapai kesuksesan dan kebahagiaan ketika mampu menjalankan tugas perkembangan secara sehat dan optimal. Akan tetapi, fakta bahwa remaja juga merupakan populasi dengan risiko tinggi menyalahgunakan NAPZA, membuat remaja mengembangkan perilaku berisiko lainnya yang bahkan dapat berujung kepada kematian. BNN Republik Indonesia menyebutkan angka penyalahgunaan Narkoba dikalangan pelajar tahun 2018 mencapai angka 2,29 juta orang. Faktor dalam diri, lingkungan dan ketersediaan NAPZA menyebabkan remaja mengalami kesulitan mengatasi ketergantungan terhadap NAPZA, terlebih penyalahgunaan NAPZA menimbulkan dampak yang serius, baik dari segi kesehatan, gaya hidup, hubungan sosial dan risiko berhadapan dengan hukum. Oleh karenanya diperlukan penanganan yang tepat dan efektif untuk menangani permasalahan yang timbul akibat dampak penyalahgunaan NAPZA. Sekalipun rehabilitasi terhadap korban penyalahgunaan NAPZA merupakan persoalan yang cukup kompleks dan memerlukan kajian dan penelitian yang berkesinambungan, namun berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, terdapat beberapa metode penanganan yang dinilai efektif dalam menangani permasalahan yang timbul sebagai dampak penyalahgunaan NAPZA, meliputi Bimbingan dan Konseling Islami, Konseling Kognitif-Perilaku dan Konseling Realitas
Pendampingan Guru dalam Pembelajaran Aspek Perkembangan Bahasa dan Aspek Sosial di TK Labschool Jember
Aspek Bahasa dan aspek Sosial bagi anak usia dini sangat berpengaruh terhadap perkembangan jasmani maupun rohani. Sosial anak juga mempengaruhi bagaimana mereka bermain dan membentuk karakter anak. Seni merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi aspek bahasa anak. Dalam berbahasa, dapat dituangkan dalam bentuk seni untuk menciptakan pembelajaran yang lebih menarik untuk anak usia dini. Menciptakan karya seni, anak usia dini akan diajarkan mengenal berbagai macam bahasa yaitu bahasa daerah diantaranya bahasa Jawa dan Madura, Bahasa Inggris serta bahasa Indonesia yang baik dan benar. Pemilihan bahasa ditentukan oleh latar belakang dan kondisi yang dibutuhkan saat anak bersosialisasi didaerah tersebut. Lokasi kegiatan pendampingan berada di Kota Jember yang mayoritas penduduk kota Jember adalah suku Madura dan suku Jawa. Pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan oleh mahasiswa IKIP PGRI Jember program studi PG.PAUD dengan menciptakan karya lagu dengan 3 bahasa yaitu, Madura, Jawa, dan bahasa Inggris yang dibimbing oleh dosen pembimbing. Hasil cipta karya seni ini akan membantu memberikan variasi dalam pembelajaran aspek perkembangan bahasa dan sosial anak usia dini. Pengenalan berbagai macam bahasa membantu anak mengenal berbagai macam bahasa yang ada di Negara Indonesia. Dengan mengenalkan variasi bahasa pada anak usia dini diharapkan anak dapat bersosialisasi dengan baik dengan teman sebayanya dan lingkungan sekitar
Pengukuran, Assessment dan Evaluasi dalam Pembelajaran Matematika
Evaluasi merupakan salah satu komponen penting dan tahap yang harus ditempuh oleh guru untuk mengetahui keefektifan pembelajaran. Hasil yang diperoleh dari evaluasi dapat dijadikan pertimbangan bagi guru dalam memperbaiki dan menyempurnakan program dan kegiatan pembelajaran. Istilah-istilah yang digunakan dalam sistem evaluasi, yaitu pengukuran, penilaian, dan evaluasi. Penelitian ini merupakan library research yang mengkaji referensi tentang pengukuran, assessment, dan evaluasi dalam pembelajaran matematika. Dalam kegiatan pembelajaran, evaluasi didahului oleh penilaian (assessment), sedangkan penilaian didahului oleh pengukuran. Dalam pengukuran, dilakukan kegiatan membandingkan hasil pengamatan dengan kriteria. Kemudian, hasil pengukuran ditafsirkan dan dideskripsikan dalam proses penilaian. Selanjutnya, evaluasi, yaitu menetapkan nilai atau implikasi perilaku. Jenis instrumen yang digunakan pada penilaian adalah tes dan non-tes. Langkah dalam menganalisis hasil non-tes, yaitu: a) mentransfer data kualitatif hasil angket menjadi data kuantitatif dan b) membandingkan total skor (rerata skor) tiap siswa dengan total skor netral (rerata skor netral). Di sisi lain, langkah yang digunakan untuk menganalisis hasil tes, yaitu: a) menskor dan b) penafsiran skor tes
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe Learning ( Jigsaw) pada Siswa Kelas VIII di Mts Al-Islah
Hasil belajar Biologi siswa MTs Al-Islah Mayang masih rendah. Implementasi tipe pembelajaran, model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dilakukan untuk mengetahui efektivitasnya dalam meningkatkan pemahaman siswa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII MTS Al-Islah Mayang yang terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan tes. Berdasarkan hasil penelitian, pemahaman materi siswa pada pra-siklus rendah (23,80%) dan meningkat pada siklus I menjadi 71,42% dengan kriteria baik. Hasil Penelitian membuktikan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa
PERANAN ORANG TUA TERHADAP ANAK DROPOUT (Studi Kasus Pada Jenjang SMP di Tulungagung)
Penelitian ini berfokus pada kehidupan anak dan peranan orang tua terhadap anak setelah putus sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Hasil penelitian bahwa: 1) Faktor penyebab anak putus sekolah pada jenjang SMP di Kecamatan Tulungagung dikarenakan faktor internal dan eksternal. 2) Kegiatan anak setelah putus sekolah yaitu produktif dan tidak produktif. 3) Peranan orang tua kepada anak setelah putus sekolah di Kecamatan Tulungagung adalah sebagai penasihat, motivator, partner belajar, dan pengawas. Penelitian ini bahwa untuk mengatasi anak putus sekolah tidak hanya perlu bantuan dari pemerintah, tetapi juga peranan orang tua terhadap pendidikan anak di rumah
"PEMBELAJARAN IPS MENINGKATKAN KEMAMPUAN EKOLITERASI PESERTA DIDIK"
Tujuan penelitian ini adalah memberikan pemahaman akan pentingnya ecoliterasi pada siswa di tengah-tengah tuntutan zaman yang berubah pada segala aspek terutama pendidikan. Penelitian ini merupaka penelitian kualitatif. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah studi pustaka. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) mampu untuk meningkatkan ecoliterasi pada siswa melalui Project Based Learning yang dapat diterapkan pada kegiatan belajar mengajar. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran IPS yang mengintegrasikan Project Based Learning tentang isu-isu global terkini mampu menumbuhkan sikap sadar siswa untuk menjaga lingkungan hidupnya
Kajian Fenologi Pada Tiga Kultivar Tanaman Brokoli (Brassica oleracea L. var. italica Plenck.)
Tanaman sayur brokoli sudah banyak dikembangkan di Indonesia. Pemuliaan tanaman brokoli terus dilakukan agar meningkatkan kualitas budidaya brokoli. Upaya pemuliaan brokoli banyak dilakukan salah satunya dengan menghasilkan bibit unggul melalui kultur mikrospora. Pengamatan fenologi dilakukan agar menghasilkan tanaman donor yang baik dalam kultur mikrospora pada berbagai kultivar brokoli sehingga dapat beregenerasi menghasilkan tanaman haploid. Dalam penelitian ini dilakukan uji lapang tiga kultivar brokoli “Green Magic”, “Bl 10001” dan “Royal Green” untuk mengetahui fenologi bunga dengan pengamatan berupa lama proses pembungaan dan fase perkembangan bunga. Hasil menunjukkan adanya variasi lama hari dalam fase pembentukan bunga. Kultivar BL 10001 dan Royal Green mampu menghasilkan bunga sedangkan kultivar “Green Magic tidak dapat beradaptasi pada kondisi lingkungan penanaman
PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS POWER POINT PADA MATA PELAJARAN IPS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI SMP NEGERI 2 AMBULU
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1. Bagaimana pembuatan Media Pembelajaran interaktif berbasis power point pada mata pelajaran IPS, 2. Bagaimana cara penerapan Media Pembelajaran interaktif berbasis power point, 3. Bagaimana evaluasi dalam penggunaan Media Pembelajaran interaktif berbasis power point, 4. Bagaimana kelebihan penggunaan Media Pembelajaran interaktif berbasis power point pada mata pelajaran IPS untuk meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri 2 Ambulu pada siswa kelas VII.
Media pembelajaran seringkali dipahami sebagai bahan ajar atau bahkan sumber belajar. Pemaknaan yang komprehensif tentang media pembelajaran adalah yang dapat melihat dari berbagai unsur penyusun media itu sendiri. Secara istilah media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima pesan sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat serta perhatian siswa sehingga proses belajar dapat terjadi.
Pendekatan penelitian ini adalah penelitian kualitatif yaitu penelitian yang berusaha mengungkap fenomena secara holistik dan berdasarkan konteks tanpa adanya perlakuan serta menempatkan peneliti sebagai kunci utama penelitian. Berdasarkan dari analisis hasil penelitian dan pembahasan maka simpulan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Pembuatan media pembelajaran interaktif berbasis power point untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS di SMP Negeri 2 Ambulu Tahun pelajaran 2018/2019 telah terlaksana dan menghasilkan media sebagaimana yang dimaksudkan, 2) Telah dihasilkan cara penerapan yang efektif dari media pembelajaran interaktif berbasis power point untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS di SMP Negeri 2 Ambulu Tahun pelajaran 2018/2019, 3) Evaluasi dalam penggunaan media pembelajaran interaktif berbasis power point untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS di SMP Negeri 2 Ambulu Tahun pelajaran 2018 / 2019 adalah dengan menggunakan instrumen angket dan observasi langsung, 4) Kelebihan media pembelajaran interaktif berbasis power point untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS di SMP Negeri 2 Ambulu Tahun pelajaran 2018 / 2019 yaitu ; a) memberikan sajian yang menarik dengan adanya suara, gambar dan video, b) mempermudah memahami materi pelajaran dengan suguhan materi yang ringkas namun langsung pada pokok dan inti pembahasan, c) menghilangkan kesan monoton dalam penyampaian materi pelajaran bila dibandingkan dengan cara konvensional dan d) menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, daya tarik dan minat siswa dalam mempelajari materi pelajaran
PELATIHAN PEMBUATAN MIKROORGANISME LOKAL DARI LIMBAH RUMAH TANGGA DI PERUM BUMI TEGAL BESAR JEMBER
Perumahan Bumi Tegal Besar dikembangkan oleh PT. Gunung Batu Utama mulai tahun 2007 pada areal bekas persawahanyang termasuktanah gembur dan tidak kuat menahan beban. Pekerjaan pendahuluan menutupi lahan dengan tanah kcras untuk memastikan tanah dalam kondisi stabil diperlukan untuk mendapatkan struktur bangunan dan pondasi yang kuat sebelum dibangun suatu kompleks perumahan.Rangkaian proses tersebut (pengangkutan, pengurugan, dan pemadatan) berpotensi menghilangkan kesuburan lahan dikawasan perumahan dan sangat bertentangan dengan konsep usaha tani atau pelestarian lingkungan yang sclalu menekankan pemeliharaan kesuburan tanah. Kondisi tanah kawasan perumahan yang mengalami degradasi kesuburan mempengaruhi kualitus hidup warganya.Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pembangunan rumah di kawasan ini dilakukan pada kondisi tanpa habitat flora sedikitpun, pembangunan rumah menghasilkan limbah bangunan berupa puing, limbah beton, ataupun tanah bekas galian.Sehingga membutuhkan waktu relatif lama untuk mendapatkan lingkungan asri. Solusi yang ditawarkan Tim Pengabdian Masyarakat untuk mempercepat mendapatkan kondisi lingkungan asri adalah pengunaan mikroorganisme lokal.Kemudian dalam rangka efisiensi dan keberlanjutan solusi ini, dipandang perlu suatu pengetahuan bagi warga tentang pembuatan mikroorganisme lokal secara mandiri yang berasal dari sampah atau limbah rumah tangga. Metode yang diterapkan pada program pengabdian masyarakat ini yakni metode pelatihan. Hasil pelatihan diharapkan berimplikasi pada perubahan perilaku peserta antara sebelum dan sesudah kegiatan pelatihan. Evaluasi yang dapat kami laporkan dari kegiatan ini antara lain: dari 20 peserta yang mengikuti pelatihan ini, 100% telah dapat mempraktekkan pembuatan mikroorganisme lokal (MOL) dan secara umum pelaksanaan pelatihan pembuatan mikroorganlsme lokal ini berjalan lancar dan sukses karena tingginya motivasi dan antusiasme warga untuk mendapatkan pengetahuan mikroorganisme lokal tersebut
PELATIHAN PEMANFAATAN MEDIA ONLINE DALAM LAYANAN BIMBINGAN KONSELJNG BAGI KONSELOR SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI KABUPATEN PAMEKASAN MADURA
Media Bimbingan Konseling tidak sebatas untuk perantara atau pengantar konselor dalam melaksanakan program Bimbingan Konseling tetapi memiliki makna yang lebih luas yaitu segala alat bantu yang dapal digunakan dalam melaksanakan program Bimbingan dan Konseling. Para guru bk/konselor dituntut menguasai keterampilan pelayanan media online secara umum dan konseling online secara khusus. Jika tidak kondisi BK kita akan kian terpuruk, guru BK/konselor dipandang gagap teknologi, terlalu rigit dan tidak mau berkembang. Untuk menjawab permasalahan tersebut dan menyelenggarakan Tri Dhanna perguruan tinggi maka kami mencoba untuk melakukan pelatihan terhadap para konselor sekolah. Target luaran dalam pengabdian maasyarakat ini adalah meningkatkan pcmahaman dalam pemanfaalan komputer secara umum dalam membantu menjalankan tugas, meningkatkan pengetahuan dan pemahaman konselor tentang media online. Pelaksanaan kcgiatan diawali oleh identifikasi masalah yang dihadapi oleh konselor SMP di Kabupaten Pamekasan terkait dengan pemanfaatan media online dalam penyelenggaraan layanan bimbingan konseling kepada siswa. Selanjutnya melatih para konselor sekolah memanfaatkan teknologi infonnasi (konseling online) secara khusus berkenaan dengan pembuatan email dan Pesan Instan dan beberapa Jejaring Sosial serta penggunaannya untuk membantu menjalankan tugasnya sebagai konselor. Berdasarkan basil evaluasi kegiatan dapat dikatakan bahwa kegiatan pelatihan ini berhasil. Hal ini didasarkan pada akhir kegiatan peserta mampu membuat email clan Pesan Instan, memiliki akun jejaring sosial untuk dimanfaatkan sebagai sarana layanan konseling online, dan terampil melakukan video call sebagai sarana awal dalam melakukan konseling online. Saran dari kegiatan ini adalah agar para guru BK/konselor senantiasa meningkatkan wawasan, pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap dalam menjalankan tugasnya sebagai abdi negara