Jurnal IKIP PGRI Jember
Not a member yet
625 research outputs found
Sort by
PENERAPAN METODE KOOPERATIF MODEL TAPPS SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PRAKARYA MATERI PENGOLAHAN PANGAN BUAH DAN SAYURAN PADA SISWA KELAS VII B SMP NEGERI 3 CANDIPURO
Pembelajaran prakarya penyerapan informasi bukan menjadi trolak ukur utama dalam pembelajaran, akan tetapi perlu juga diimbangi dengan pengembangan dan pemrosesan informasi. Untuk itu aktivitas peserta didik perlu ditingkatkan dalam pemberian latihan dan tugas prakarya dengan berbasis pada kerja kelompok yang mana pada kelompok tersebut mereka bisa menjelaskan ide mereka di dalam anggota kelompok ataupun di luar anggota kelompok. tujuan dari penelitian ini adalah: untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa setelah diterapkannya metode pembelajaran kooperatif model TAPPS dan untuk mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa setelah diterapkan metode pembelajaran kooperatif model TAPPS. Subyek dari penilitan ini adalah siswa kelas VII B dengan jumlah 25 siswa. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas VII B SMP Negeri 3 Candipuro Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2014 – 2015. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (68,00%), siklus II (76,00%), siklus III (88,00%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah metode kooperatif model TAPPS dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa kelas VII B SMP Negeri 3 Candipuro Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2014 - 2015, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran Prakarya
EFEKTIVITAS METODE SOSIODRAMA UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 JEMBER
Permasalahan dalam penelitian ini adalah metode penyelesaian masalah sosiodrama untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa kelas VII SMP Negeri 2 Jember. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari evaluasi metode sosiodrama untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa kelas VII SMP Negeri 2 Jember. Penelitian ini adalah desain penelitian eksperimental. Berdasarkan hasil penelitian dan diskusi, dapat disimpulkan bahwa metode sosiodrama mempengaruhi peningkatan kepercayaan diri siswa kelas VII SMPN 2 Jember
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERCERITA SISWA KELAS III SDN 1 MANGARAN, KEC. MANGARAN DENGAN MENGGUNAKAN PERMAINAN KREATIF BERBASIS KEBUDAYAAN LOKAL
Keterampilan berbicara adalah keterampilan untuk mengungkapkan gagasan, pikiran, dan perasaan secara lisan. Berbicara adalah bentuk komunikasi yang membentuk perilaku manusia yang memanfaatkan faktor fisik, yaitu alat ucap, berupa suara, gerakan tubuh, mimik untuk mempertegas isi pembicaraan. Berdasarkan observasi awal di SDN 1 Mangaran, Kec. Mangaran. Kab.Situbondo terdapat 30 siswa di kelas III, para siswa sebagian besar merasa takut dalam bercerita. Pada kegiatan pembelajaran bercerita hanya 9 siswa yang berani bercerita dengan lancar, sedangkan siswa yang lain masih kurang kemampuan berceritanya. Hasil peningkatan pembelajaran yang dilakukan dalam rangka peningkatan kemampuan berbicara siswa kelas 3 SDN 1 Mangaran sudah dikatakan sudah berhasil
Peningkatan Pengetahuan Lansia Melalui Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Pada Lansia Pre-Menopause di Desa Sumberejo Kecamatan Banyuputih
Perkembangan dan pertumbuhan manusia akan terhenti, sehingga berikutnya akan terjadi banyak perubahan pada fungsi tubuh manusia. Perubahan tersebut paling banyak terjadi pada wanita karena pada proses menua terjadi suatu fase yaitu fase menopause (Sasitorn, 2016). Menopause merupakan masa berhentinya menstruasi yang terjadi pada perempuan dengan rentang usia 48 sampai 55 tahun. Peristiwa Pre-menopause sering tidak menjadi perhatian bagi kebanyakan wanita karena dianggapnya sebagai peristiwa alami, sebagian kecil mengganggapnya sebagai sesuatu yang buruk, menopause juga dianggap sebagai hal yang tabu untuk dibicarakan secara terbuka. Hal ini dikarenakan dasar pengetahuan wanita tentang menopause masih sedikit sehingga wanita Pre-menopause enggan untuk mencaritahu tentang informasi tentang Pre-menopause. cara mengatasimasa menopauseketerlibatan pemerintah dan juga masyarakat dalam mengatasi masalah menopause antara lain bekerjasama dengan tim dari berbagai disiplin ilmu misalnya psikologi dan tenaga kesehatan melalui kegiatan posyandu lansia sebagai tempat efektif untuk memberikan informasi tentang Pre-menopause, menopause, dan pasca menopause. Peran bidan di komunitas diharapkan dapat memberikan konseling di wilayah kerjanya sebagai tempat yang efektif untuk memberikan informasi tentang Pre-menopause, menopause, dan pasca menopause.
 
Pengajaran Mengunakan Peta Sejarah dan Brosur Melalui Model PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif , Kreatif dan Menyenamgkan ) bagi Guru di SMP PUTRA MAJU
Pembelajaran IPS di Sekolah Menengah Pertama (SMP), pada umumnya dirasa membosankan oleh sebagian besar siswa. IPS dianggap tidak menarik karena hanya berisi tahun-tahun, rentetan peristiwa dan kejadian, tokoh-tokoh, fakta-fakta kering. Kebanyakan guru-guru yang mengajar mata pelajaran IPS masih monoton, tidak memberikan contoh-contoh faktual, serta tidak digunakannya media pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi dan ketertarikan siswa terhadap pelajaran ini. Oleh karenanya pelatihan pengajaran mengunakan peta sejarah beserta contoh brosur tempat wisata sejarah di kota Pakembang diharapkan dapat mendorong guru-guru di smp Putra Maju dapat membuat dan mengembangkan media dan menggunakannya dalam proses pembelajaran sehingga diharapkan kegiatan pembelajaran IPS berubah menjadi lebih menarik dan bermakna. Para guru merasa antusias mengikuti kegiatan pengabdian ini yang ditunjukkan dengan keaktivan mereka dalam mengikuti pelatihan . Mereka juga menindaklanjuti dengan praktik model-model pembelajaran salah satunya model PAIKEM, contoh media daam pengejaran di kelas para guru saling berdiskusi serta berkonsultasi dengan tim pengabdi dalam pendampingan. Mereka menganggap kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan kompetensi mereka sebagai guru yang harus merancang dan melaksanakan kegiatan pedagogis. Pengajaran dengan mengunakan peta sejarah disertai brosur sejarah merupakan salah satu rangkaian kegiatan tersebut sehingga membantuk meningkatkan skill dan kompetensi mereka
Pengenalan Angka Menggunakan Permainan Puzzle dan Pengaruhnya Terhadap Perkembangan Emosi dan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia Dini di Play Group Se-Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember
Permainan puzzle merupakan media sederhana yang dimainkan dengan cara bongkar pasang. Beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari permainan puzzle adalah perkembangan emosi dan kemampuan motorik halus terhadap anak usia dini. Perkembangan emosi dan kemampuan motorik halus anak usia dini merupakan faktor penting untuk menunjang rasa percaya diri anak baik untuk lingkungan sekolah maupun rumah. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa dari 64 Play Group yang ada di Kecamatan Sumbersari menunjukkan bahwa kurang maksimalnya penggunaan media puzzle baik untuk kegiatan di sekolah maupun dirumah. Untuk meningkatkan perkembangan emosi dan kemampuan motorik halus anak usia dini perlu dioptimalkan dalam permainan puzzle. Rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi: “Adakah pengaruh permainan puzzle secara bersama-sama terhadap perkembangan emosi dan kemampuan motoric halus anak usia dini di Play Group Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember Tahun Ajaran 2018-2019?. Subjek penelitian ini adalah 72 siswa dari 64 sekolah di Play Group Kecamatan Sumbersari, dengan menggunakan observasi, angket, dokumentasi dan wawancara sebagai teknik pengumpulan datanya. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan terhadap perkembangan emosi dan kemampuan motoric halus anak usia dini dengan menerapkan permainan puzzle. Berdasarkan hasil penelitian ini, saran yang diberikan kepada peneliti bagi kepala sekolah, pembimbing maupun orang tua agar dapat menerapkan permainan puzzle baik untuk meningkatkan perkembangan emosi dan kemampuan motorik halus anak
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR IPA TENTANG GAYA MELALUI METODE EKSPERIMEN SISWA TUNADAKSA KELAS IV DI SDLB AD KEMALA BHAYANGKARI TRENGGALEK SEMESTER 2 TAHUN PELAJARAN 2018/2019
Banyak faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran di kelas. Diantaranya dapat disebutkan antara lain siswa, guru, kurikulum, sarana prasarana dan lingkungan belajar. Menurut Prabowo (2000 : 43), pendidikan dapat diitngkatkan mutunya melalui berbagai upaya, antara lain: pengembangan kurikulum, peningkatan mutu tenaga kerja, pengembangan kualitas proses pembelajaran, dan terciptanya lingkungan belajar yang kondusif. Melihat kondisi siswa di kelas IV SDLB AD Kemala Bhayangkaripada saat proses pembelajaran seperti kurangnya minat belajar, dan kurangnya perhatian saat pembelajaran berlangsung. Maka keadaan seperti ini diduga dikarenakan siswa menganggap pelajaran IPA tersebut kurang berguna yang pada akhirnya kurangnya minat anak untuk mengikuti proses pembelajaran disamping juga disebabkan oleh minimnya pendekatan pembelajaran yang dimiliki oleh guru sehingga siswa cenderung bosan dan menganggap pelajaran tersebut kurang bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan Prestasi Belajar IPA Tentang Gaya Melalui Metode Eksperimen Siswa Tunadaksa Kelas IV Di SDLB AD Kemala Bhayangkari Trenggalek Semester 2 Tahun Pelajaran 2018/2019. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di SDLB AD Kemala BhayangkariTrenggalek yang dilaksanakan pada bulan Maret – Mei 2019 materi IPA Tentang Gaya Melalui Metode Eksperimen . Sedangkan kelas yang dijadikan obyek dalam Classroom Action Research ini adalah siswa tunadaksaKelas IVSDLB AD Kemala BhayangkariSemester 2Tahun Pelajaran 2018/2019 yang siswanya berjumlah4 anak. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipaparkan pada Bab IV, maka dapat diambil kesimpulan bahwa Pembelajaran IPA tentang gaya dengan metode eksperimen dapat meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Tunadaksa Kelas IV SDLB AD Kemala Bhayangkari Trenggalek Semester 2 tahun pelajaran 2018/2019 . Hal itu dapat dilihat dari Prestasi Belajar siswa pada tes pembelajaran siklus I siklus II dan siklus III.Rata-rata nilai siswa saat pra siklus adalah 60 Setelah siklus I dilakukan, rata-rata nilainya meningkat menjadi 70.Sedangkan setelah siklus II, rata-rata nilai siswa meningkat menjadi 80. Pembelajaran IPA tentang gaya dengan metode eksperimen dapat meningkatkan jumlah persentase siswa yang mendapatkan nilai memenuhi KKM 70. Hal itu dapat dilihat dari perbandingan jumlah siswa yang mendapatkan nilai memenuhi KKM siklus I dan siklus II. Ketuntasan klasikalpun mengalami peningkatan dari pra siklus 25% meningkat menjadi 50 % pada siklus I dan pada siklus II menjadi 100 %. Implementasi metode eksperimen dalam mata pelajaran IPA dapat meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Tunadaksa Kelas IV SDLB AD Kemala Bhayangkari Trenggalek Semester 2 tahun pelajaran 2018/201
PENGEMBANGAN MEDIA FLIP BOOK BERBASIS PENINGGALAN MEGALITIKUM SEBAGAI SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS X PM SMK TRUNOJOYO JEMBER AJARAN 2018/2019
Penelitian ini bertujuan untuk Mengembangkan Media Flip Book Berbasis Peninggalan Megalitikum Sebagai Sumber Belajar Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas X PM SMK Trunojoyo Jember Ajaran 2018/2019.Peneliti menggunakan teknik penelitian langsung dilapangan. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian Research and Development (R&D).Sumber belajar adalah segala sesuatu baik berupa benda maupun yang lainnya yang dapat memberikan sebuah informasi atau pengetahuan bagi seseorang. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui apakah dengan melalui pengembangan media pembelajaran Flip Book dengan menggunakan situs Pekauman di Bondowoso sebagai isi materi didalamnya, mampu untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dalam fungsinya sendiri yakni sebagai sumber belajar siswa. Data yang diambil adalah data uji validitas dan uji reliabilitas.Desain uji coba adalah desain eksperimen one group pre-test dan post-test. Metode analisa menggunakan uji beda rerata klasikal, dengan menggunakan taraf signifikansi 5%=0,396 dan 1%= 0,505 dan N=25 orang siswa. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, pengembangan media pembelajaran Flip Book megalitikum sebagai sumber belajar siswa efektif untuk meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran sejarah kelasX PM SMK Trunojoyo Jember Tahun 2018/2019, dengan hasil data ujicoba pre-test = 60,8%, post-test1= 67,8% dan post-test 2 = 71,6%
Meningkatkan Sikap Ilmiah Mahasiswa Menggunakan Strategi Inkuiri Terbimbing Berbasis Blended Learning Melalui Lesson Study Pada Perkuliahan Genetika
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan sikap ilmiah siswa menggunakan implementasi strategi inkuiri terbimbing berbasis Blended Learning melalui Lesson Study (LS) dalam kuliah genetika. Subjek penelitian adalah 54 mahasiswa Pendidikan Biologi IKIP PGRI Jember yang mengambil mata kuliah genetika, yang dibagi dalam 2 kelas, yaitu kelas A (LS pertama) dan kelas B (LS kedua). Subjek diambil secara purposive. Data diperoleh dengan 2 cara, yaitu dengan tes dan pengamatan proses pembelajaran. Analisis data menggunakan statistik gains skor ternormalisasi rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan sikap ilmiah pada siswa setelah proses pembelajaran genetika menggunakan strategi inkuiri terbimbing berbasis Blended Learning melalui Lesson Study. Peningkatan sikap ilmiah di kelas A adalah 0,78 di kategori tinggi, peningkatan sikap ilmiah di kelas B adalah 0,83 di kategori tinggi. Hasil pengamatan selama proses pembelajaran menunjukkan nilai rata-rata sikap ilmiah di kelas B adalah 12,00 lebih tinggi dari nilai rata-rata sikap ilmiah di kelas A adalah 11,60. Peningkatan sikap ilmiah siswa terjadi karena penerapan strategi inkuiri terbimbing berbasis Blended Learning, siswa dapat mencari dan menemukan konsep genetika mereka sendiri dengan menggunakan teknologi informasi.
 
Potensi Daun Tembelekan (Lantana camara L) untuk Sediaan Krim Wajah Alami
Tumbuhan tembelekan merupakan tanaman liar yang tumbuh tanpa perawatan khusus. Kandungan metabolit sekunder pada daun tembelekan seperti minyak atsiri, fenol, flavonoid, saponin, steroid, terpenoid, dan tanin dapat berpotensi sebagai antioksidan. Antioksidan dalam bahan kosmetik dapat memberikan efek melembabkan dan mencerahkan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah daun tembelekan dapat digunakan sebagai sediaan krim wajah alami. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang dilakukan secara eksperimen murni, dengan perlakuan konsentrasi 0%, 4%, 6%, dan 8%. Data dianalisis dengan menggunakan uji one-way Anova. Penelitian ini melakukan pengujian sediaan krim meliputi uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar dan uji mikrobologi Angka Lempeng Total (ALT). Hasil dari uji tersebut menunjukkan krim homogen, pH nya berada diantara 4,7 – 5,53, hasil uji ALT terdapat koloni bakteri 45,62 hingga 137,68. Pada sediaan krim daun tembelekan kosentrasi 8% yang merupakan kosentrasi yang optimal. Sediaan krim daun tembelekan tidak memenuhi parameter untuk uji daya sebar