Jurnal IKIP PGRI Jember
Not a member yet
625 research outputs found
Sort by
Meningkatkan Keterampilan Merawat Diri Pada Anak Tunagrahita Kelas III Melalui Kegiatan Makan Dengan Sendok di SLB C TPA Jember
Anak tunagrahita adalah anak yang memiliki kecerdasan di bawah rata- rata anak-anak pada umumnya. Dampak dari kurangnya kecerdasan ini adalah anak tunagrahita tidak dapat berfikir secara abstraksi, sehingga kemampuan anak tunagrahita dalam kemampuan akademik dibawah anak-anak seusianya. Dalam penelitian ini, anak tunagrahita dilatih untuk mengoptimalkan kemampuan activity of daily living dalam makan sendiri. Metode penelitian yang digunakan untuk mengoptimalkan kemampuan tersebut adalah Penelitian Tindakan Kelas. Desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitian S. Emmbut Kemmis dan Targart, teknik yang dilakukan dalam pengumpulan data adalah : (1) Metode tes, (2) Observasi, dan (3) Dokumentasi. Untuk analisis data penelitian menggunakan tehnik analisis kualitatif deskriptif. Dari hasil analisis penelitian diperoleh hasil bahwa terjadi peningkatan hasil kemampuan makan sendiri anak tunagrahita kelas III di SLB C TPA Jembe
Meningkatkan Komunikasi Dua Arah Anak Autis Dengan Menggunakan Media Gambar
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan komunikasi dua arah anak autis melalui media gambar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif berjenis eksperimen. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah metode subyek penelitian tunggal atau Single Subjet Research (SSR). Subyek yang digunakan dalam penelitian ini adalah anak autis berjumlah dua anak yang sedang menjalankan intervensi di Klinik Pediatricia Mojokerto. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi. Pada desain penelitian menggunakan desain A-B. Hasil pada penelitian ini adalah adanya peningkatan pada komunikasi dua arah anak autis melalui media gamba
Implementasi Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) untuk Melatih Kemampuan Berpikir Kreatif Mahasiswa
Pandemi COVID 19 memberikan dampak yang signifikan dalam bidang pendidikan, di antaranya pembelajaran dilaksanakan secara daring, sampai penghapusan ujian nasional bagi para siswa. Untuk mengatasinya, guru dituntut berpikir kreatif menciptakan ide baru dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Kemampuan berpikir kreatif ini juga dilatihkan kepada para mahasiswa calon pendidik agar nanti siap dalam kondisi apapun. Salah satu model pembelajaran yang cocok untuk melatih kemampuan berpikir kreatif adalah Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kreatif mahasiswa setelah model pembelajaran PBL diterapkan. Jenis penelitian ini adalah pre experimental design dengan tipe one group pretest posttest design. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa semester 3 yang berjumlah 15 orang yang menempuh mata kuliah Belajar dan Pembelajaran. Hasil dari penelitian ini yakni terdapat peningkatan skor tes kemampuan berpikir kreatif dengan nilai rata-rata 66,2 (kriteria cukup kreatif) dan N-gain 0,66 (kriteria sedang)
Pertumbuhan Tanaman Bawang Merah (Allium cepa L.) Menggunakan ZPT Organik
Many people think that Styrofoam is just a waste and cannot be utilized, as time goes by, with the narrower land, styrofoam media is very helpful for planting media. One of them is the cultivation of shallot plants which contain nutrients and active chemical substances that have benefits for health apart from being a complementary spice. In the growth process, of course, shallots need organic compounds as a physiological process known as ZPT. The natural ingredients used as ZPT are cherry water and sprouts extract.The purpose of this study was to determine the use of styrofoam media for the growth of shallot plants using organic ZPT. This research is an experimental study and the research design used a single factor completely randomized design, with 4 levels, namely 0.75, 100, 150 and 170%. Each treatment with four replicates of auxin ZPT, namely the Bio TECH msg 3 brand with a dose of 10g / ml was used as a comparison. Based on the results of the analysis using the ANOVA test, the results were (α = 0.00) for shoot height growth, (α = 0.00) for the number of shoots, (α = 0.00) for the number of roots and (α = 0.00) for the root length. This proves that giving organic auxin ZPT 170% has a significant effect on the growth of shallot plants. So it is recommended that the community when cultivating plants is recommended to use 170% organic auxin ZPT on Styrofoam media because it saves more land and is cheap
Pengaruh Pupuk Organik Kayu Apu-Apu (Pistia stratiotes) pada Pertumbuhan dan Produktivitas Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.)
ABSTRAK
Penggunaan pupuk anorganik secara terus menerus dapat berdampak pada penurunan kualitas lingkungan. Pupuk organik sangat dianjurkan pada budidaya tanaman, karena memiliki banyak keunggulan dari pada pupuk anorganik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompos kayu apu-apu pada pertumbuhan dan produktivitas cabai rawit. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan pengambilan sampel teknik random sampling. Penelitian ini terdiri dari 5 perlakuan yaitu kontrol negatif (tanpa kompos), kontrol positif (pupuk Phonska), kompos apu-apu 20%, kompos apu-apu 40%, dan kompos apu-apu 80%. Analisis data menggunakan uji Anova dan dilanjutkan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik berpengaruh nyata terhadap parameter pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah bunga, jumlah buah, dan berat buah. Aplikasi pupuk organik 80% memberikan hasil terbaik terhadap semua parameter pengamatan, sehingga dapat direkomendasikan sebagai pupuk pengganti pupuk kimia (Phonska) dalam budidaya cabai rawit
PENGEMBANGAN MODUL IPS TEMA KERAGAMAN BUDAYA BANGSAKU BERBASIS PENDEKATAN SOSIAL
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul IPS yang mendiskripsikan kelayakan, kepraktisan serta respon siswa. Pada penelitian pengembangan ini menggunakan model ADDIE yang terdiri dari 5 tahap yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi dan evaluasi. Subjek pada penelitian ini yaitu 28 orang peserta didik kelas IV dan 1 guru kelas IV sekolah dasar. Teknik pengumpulan data dari penilitian ini terdiri dari angket validasi materi, angket validasi bahasa, angket validasi media, angket kepraktisan guru, dan angket kepraktisan siswa. Hasil dari angket validasi materi memperoleh persentase rata-rata sebesar 85,7% dengan kriteria “sangat layak”, ahli media memperoleh persentase rata-rata sebesar 96,8% dengan kategori “sangat layak”. Sedangkan berdasar uji kepraktisan guru mendapat persentase rata-rata 95% “sangat baik”, dan hasil dari respon siswa memperoleh persentase sebesar 93,5% dengan kriteria “sangat baik”. Berdasarkan hasil penelitian tersebut bahwa Modul IPS Tema Keragaman Budaya Bangsaku Untuk Siswa Kelas IV Sekolah Dasar dapat dipergunakan sebagai bahan ajar karena telah memenuhi kriteria kelayakan, kepraktisan, serta mendapatkan respon yang baik dari siswa kelas IV SD
Potensi Ekstrak Daun Rhizophora mucronata Sebagai Antibakteri Pada Staphylococcus aureus
The purpose of the study was to determine the antibacterial properties of mangrove leaves on Staphylococcus aureus, and to determine the optimal antibacterial concentration of mangrove leaf extract. This research is an experimental type of research using the Diffusion and Dilution test to determine the MIC and MBC extracts. The sample is pure culture of S. aureus. The concentrations of mangrove leaf extracts were 0, 25, 50, 75 and 100 (%). The results of the data obtained were analyzed statistically using the Kruskal-Wallis statistical test. The results of this study showed a significant difference (95%) for the diameter of the clear zone of paper disk on the growth of S. aureus with a concentration of 0% (0.00 mm); 25% (11.04 mm); 50% (11.56 mm); 75% (12.95 mm); 100% (13.94 mm), where the higher the power the resulting resistor will widen. For MIC and KBM in the study using mangrove leaf extract, there were treatments with concentrations of 50, 75 and 100 (%)
Pengembangan Media Pembelajaran Explosion Box pada Anak Usia 5-6 Tahun Guna Meningkatkan Kemampuan Kognitif Berpikir Logis
Penelittian ini bertujuan untuk menghasilkan pengembangan produk media edukatif “Explosion Box” guna meningkatkan kemampuan berpikir logis pada anak usia 5-6 tahun di TK Dharma Wanita Klampitan. Penelitian ini menggunaka metode reseach and development R&D. Kelayakan media pembelajaran didasari dengan validasi ahli media dan ahli materi yang telah dipilih oleh peneliti. Instrumen pengumpulan data menggunakan observasi dengan kepala sekolah TK Dharma Wanita Klampitan. Teknik analisis data menggunakan data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan melalui serangkain uji coba validasi oleh ahli materi dan ahli media bahwa media Explosion Box dinyatakan layak digunakan dengan melalui revisi. Ahli media menyatakan bahwa hasil dari kelayakan memperoleh skor 93,3 sedangkan ahli materi memperoleh skor 88,63 yang artinya media Explosion Box dapat digunakan dalam meningkatkan kemampuan kognitif berpikir logis pada anak usia 5-6 tahun
Analisis Pelaksanaan Program JKN-BPJS dalam Upaya Penurunan Angka Kematian Ibu di Puskesmas Ajung Kabupaten Jember Tahun 2021
ABSTRAK
Kematian ibu merupakan masalah kesehatan global yang menjadi indikator penting dalam keberhasilan program kesehatan ibu dan merupakan salah satu indikator untuk menggambarkan derajat kesehatan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan desain penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dengan studi dokumentasi, observasi dan wawancara mendalam. Hasil Penelitian ini menunjukkan karakteristik aktor kebijakan JKN-BPJS dalam upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) pada implementasi kebijakan: usia, jenis kelamin, institusi asal, jabatan, lama berkerja, dan latar belakang pendidikan, dimana setiap aktor kebijakan memiliki pengaruh sendiri dalam implementasi kebijakan. Melalui identifikasi masalah diperoleh 3 peta masalah yang kemudian melalui form Delphi diprioritaskan masalah kebijakan sebagai berikut; 1). Keterbatasan akses perempuan (ibu hamil) terhadap fasilitas pelayanan kesehatan terutama bagi perempuan miskin di daerah terpencil tertinggal dalam program BPJS, 2). Kurangnya pemahaman peran dan tupoksi pelaksana program JKN-BPJS, 3). Sistem rujukan dari rumah ke Puskesmas dan ke Rumah Sakit belum berjalan optimal dan Fasilatas di Puskesmas yang tidak sesuai Standar. Rekomendasi yang diberikan berdasarkan prioritas masalah kebijakan berupa: 1). PERMENKES RI No 4 Tahun 2019 dan Peraturan Badan Peyelenggaraan Jaminan Sosial Kesehatan, 2). Sosialiasi PERMENKES RI No 4 Tahun 2019 dan Peraturan Badan Peyelenggaraan Jaminan Sosial Kesehatan PERMENKES No. 52 Tahun 2016 (Ibu Hamil, Masyarakat, Desa, dan Kecamatan), dan 3). Pembentukan kader dalam pelaksanaan program JKN-BPJS dalam penurunan AKI
Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Terpadu untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa dalam Pembelajaran Biologi Kelas XI di SMA Negeri Tamanan Bondowoso
ABSTRAK
Komunikasi satu arah dalam proses pembelajaran dapat menimbulkan rasa kebosanan pada diri siswa, sehingga motivasi siswa untuk belajar menjadi lemah, tetapi masih sering kita jumpai beberapa guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran menerapkan komunikasi satu arah. Guru sebagai pengendali dalam proses pembelajaran diharapkan menerapkan strategi, metode, atau model pembelajaran yang dapat membangkitkan motivasi belajar, aktivitas dan kreativitas belajar siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan motivasi belajar siswa melalui implementasi model pembelajaran kooperatif terpadu. Jenis penelitian adalah tindakan kelas yang dilakukan dalam 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XIA di SMAN Tamanan Bondowoso. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan/observasi selama tahap tindakan dalam proses pembelajaran. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar observasi yang berisikan indikator-indikator motivasi belajar. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dari data hasil observasi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa rata-rata skor motivasi belajar pada siklus I adalah 78,5 dan rata-rata skor motivasi belajar siswa pada siklus II adalah 85,3. Selisih skor rata-rata motivasi belajar siklus I dengan siklus II sebesar 6,8 atau terjadi peningkatan sebesar 0,08%, dengan demikian dapat dikatakan bahwa model pembelajaran kooperatif terpadu dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Implementasi model pembelajaran kooperatif terpadu dapat membuat siswa merasa senang untuk belajar, karena model pembelajaran kooperatif terpadu menitikberatkan pada pembelajaran secara kolaboratif antara siswa yang satu dengan siswa yang lain. Proses pembelajaran kooperatif terpadu dapat mendorong siswa untuk sharing pendapat, pengalaman, dan pengetahuan antar siswa.