Jurnal IKIP PGRI Jember
Not a member yet
625 research outputs found
Sort by
Peningkatan Hasil Belajar Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan Dengan Media Lingkungan Sekolah
Pembelajaran yang cenderung tidak bervariasi membuat siswa jenuh belajar biologi sehingga ketuntasan belajar biologi sebelumnya tidak maksimal. dimana tingkat ketuntasan belajar IPA sebelumnya 64% secara klasikal. Untuk mengatasi permasalahan tersebut di atas. maka dilaksanakan penelitian tindakan kelas dengan judul: “Peningkatan Hasil Belajar Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan Dengan Media Lingkungan Sekolah Pada Siswa Kelas VIII A SMP Negeri 2 Dongko Trenggalek Tahun Pelajaran 2014/2015”. Pemilihan media didasarkan pada pertimbangan mudah didapat, murah dan sesuai dengan materi yang sedang dipelajari siswa. Penelitian yang dilaksanakan merupakan Penelitian Tindakan kelas yang menggunakan 2 siklus 4 tahap. Dari hasil penelitian dapat diketahui perkembangan nilai rata-rata kelas pada saat pra sikus 64,24 , pada siklus 1 menjadi 71,16 dan menjadi 75,65 pada siklus 2. Sedangkan persentase ketuntasan kelas pada saat pra siklus adalah 64%, menjadi 76% pada siklus 1 dan mencapai 92% pada siklus 2. Dengan demikian dapat disimpulkan bahawa penggunaan media sekitar dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII A tahun pelajaran 2014/2015 pada materi Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuha
Peningkatan Keterampilan Pemasaran Melalui Pelatihan Whatsapp Business Pada UMKM
Malang memiliki banyak produk unggulan yang diproduksi oleh UMKM, mulai dari makanan, minuman bahkan sampai dengan kerajinan tangan (crafting). Mengingat semakin pesatnya perpindahan informasi melalui media digital dan pengguna digital serta berdasar dari data kualitatif dan kuantitatif diatas, maka dapat disimpulkan bahwa di Kabupaten Malang cukup banyak pelaku UMKM dengan berbagai permasalahannya yang belum mampu untuk melaksanakan system pemasaran menggunakan digital marketing dengan efektif. Keterampilan dalam menguasai digital marketing sangat penting diberikan kepada pelaku UMKM di Malang, karena: Pertama, mereka belum menguasi pemasaran berbasis digital dengan efektif sehingga belum memanfaatkan digital marketing secara maksimal. Kedua, tanpa memiliki kompetensi ini (penguasaan digital marketing), maka akan menyulitkan para pelaku UMKM di Malang bersaing dalam perdagangan, sehingga keterampilan ini penting diberikan terlebih dahulu kepada para pelaku UMKM di Malang sebelum melakukan pendampingan kearah yang lainnya. Adapun UMKM yang dijadikan objek pelatihan adalah UMKM Perum GPA Ngijo, Karangploso Kabupaten Malang. Teknik pendampingan yang digunakan adalah teknik pendampingan terarah yang disesuaikan dengan kebutuhan. Hasil positif dan memuaskan dari pelatihan pemasaran berbasis digital ini merupakan langkah awal yang dilakukan team pengabdian dalam membantu pelaku usaha mikro kecil dan menengah untuk meningkatkan frekuensi penjualan
Efektivitas Pemanfaatan Briket Tebu Hasil Buangan Limbah Pabrik Gula sebagai Pupuk Organik terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi (Brassica Juncea)
Peningkatan produksi sawi dapat dilakukan dengan pemupukan. Penambahan bahan pupuk organik dalam bentuk briket menjadi salah satu alternatif untuk pengganti pupuk anorganik dalam memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Desain penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuann dan 6 kali ulangan. Data penelitian dianalisis dengan uji Anova yang dilanjutkan dengan uji Duncan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa briket tebu memiliki tingkat efektivitas yang dapat digunakan sebagai alternatif pengganti pupuk anorganik pada budidaya tanaman sawi. Hal tersebut ditunjukkan oleh hasil analisis Anova yang signifikan pada parameter tinggi tanaman dan berat basah, sedangkan pada parameter jumlah daun tidak signifikan. Perlakuan terbaik diperoleh pada penambahan pupuk organik briket tebu 0,5 kg, pada semua parameter pengamatan
TARI SEBLANG; SEBUAH KAJIAN SIMBOLIK TRADISI RITUAL DESA OLEHSARI SEBAGAI KEARIFAN LOKAL SUKU OSING BANYUWANGI
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna simbolik tradisi ritual Tari Seblang Olehsari Banyuwangi. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitiatif dan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta divalidasi dengan menggunakan triangulasi. Data yang telah berhasil dikumpulkan dan dianalisis menggunakan konsep analisis Miles dan Huberman. Hasil penelitian menyatakan, Tari Seblang merupakan tradisi ritual yang ada di Desa Olehsari, yang telah tercatat sekitar tahun 1930-an. Awal munculnya tradisi ritual Tari Seblang ini didasari atas adanya wujud syukur masyarakat Desa Olehsari agar dijauhkan dari wabah penyakit (pageblug). Pelaksanaan tradisi ritual Tari Seblang terdiri dari beberapa tahap yaitu tahap pra prosesi, prosesi, dan pasca prosesi. Masyarakat Desa Olehsari, memaknai tradisi ritual Tari Seblang sebagai bersih desa untuk perwujudan syukur masyarakat atas berkah yang diberikan. Sedangkan, Tradisi ritual Tari Seblang menjadi simbol budaya lokal yang dimiliki oleh masyarakat Desa Olehsari. Ada berbagai makna yang ada di dalam tradisi ritual Tari Seblang, antara lain yaitu makna simbolik yang tersirat pada setiap busana dan gerakannya. Makna dari busana Seblang keseluruhan merupakan suatu lambang kesederhanaan dan kedamaian. Sedangkan, gerakan Seblang memiliki makna yang menceritakan sebuah kehidupan masyarakat
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Struktural Think-Pair-Share (TPS) untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA
IPA sebagai salah satu ilmu dasar, baik aspek terapan maupun aspek penalaran mempunyai peranan yang penting dalam upaya penguasaan ilmu dan teknologi. Ini berarti bahwa sampai batas tertentu IPA perlu dikuasai oleh segenap warga, baik penerapan maupun pola pikirnya. Observasi awal bahwa di SDN 9 Patokan, ditentukan suatu permasalahan dalam pembelajaran IPA pokok bahasan Daur Hidup Hewan. Hal ini teramati melalui hasil observasi yang menunjukkan bahwa dari hasil ulangan harian siswa, sebanyak 50% dari 12 siswa di kelas IV mencapai nilai kurang dari 65, yang berarti daya serap klasikal masih dibawah standar 50% dari 12 siswa. hasil tes akhir pada pelaksanaan siklus II, dapat diketahui bahwa ketuntasan hasil siswa sudah tercapai, karena terdapat 12 siswa (100%) yang mencapai nilai ³ 65. Nilai 65 ini merupakan KKM yang telah ditentukan oleh sekolah. Ketuntasan belajar siswa ini telah mengalami peningkatan, karena pada siklus I hanya ada 9 siswa (75%) siswa yang mencapai nilai ³ 65
Self-Efficacy dan Dukungan Keluarga Dalam Keberhasilan Belajar Dari Rumah di Masa Pandemi Covid-19
Penelitian ini membahas tentang pengaruh self-efficacy dan dukungan keluarga terhadap keberhasilan belajar dari rumah di masa pandemi covid-19. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa peserta didik mulai dari tingkat Sekolah Dasar hingga Perguruan tinggi di instruksikan untuk belajar dari rumah selama masa pendemi covid-19 ini. Penelitian ini menjadi sangat menarik mengingat waktu bejajar di rumah masih akan diperpanjang hingga waktu yang masih belum dapat diprediksi. Variabel yang dianalisis pada penelitian ini adalah Self-Efficacy, dukungan keluarga, dan keberhasilan belajar dari rumah selama proses pandemi covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Self-Efficacy, dan dukungan keluarga terhadap tingkat keberhasilan belajar dari rumah selama masa pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan Teknik pengambilan sampel secara proporsional random sampling. Penelitian ini melibatkan 50 responden dari 9 Kecamatan di Kabupaten Sumenep Provinsi Jawa Timur. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa ada pengaruh dari Self-Efficacy dan dukungan keluarga terhadap tingkat keberhasilan belajar dari rumah salama masa pandemi Covid-19. Variabel independen X1 (Self-Efficacy) dan variabel X2 (dukungan keluarga) memberikan pengaruh sebasar 60,7% terhadap suksesnya kegiatan belajar dari rumah dan selebihnya yaitu 39,3% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dijelaskan dalam model regresi yang diperoleh misalnya, kondisi geografis tempat tinggal siswa, stabilitas signal, dan kesiapan guru dalam proses pembelajaran daring di rumah
Ketidakadilan Gender Pada Tokoh Utama dalam Novel Kartini Karya Abidah El-Khalieqy
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran objektif tentang ketidakadilan dalam wujud subordinasi dan ketidakadilan dalam wujud kekerasan terhadap tokoh utama dalam novel “Kartini” karya Abidah El-Khalieqy. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dan deskriptif dengan menggunakan metode dokumentasi untuk mengumpulkan data yang akan diteliti. Sumber data adalah novel “Kartini” karya Abidah El-Kahlieqy. Dalam dalam penelitian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis tekstual. Sedangkan kajian yang digunakan dalam penelitian ini digunakan ketekunan pengamatan. Hasil penelitian ini meliputi ketidakadilan wujud subordinasi terhadap tokoh utama berupa dunia pendidikan yakni bidang pengetahuan dan berfikir optimis. Bidang pengetahuan meliputi kecerdasan. Berfikir optimis meliputi pantang menyerah. Wujud subordinasi dalam kehidupan bermasyarakat yakni keluarga dan interaksi sosial. Keluarga meliputi saudara. Interaksi sosial meliputi hubungan keluarga. Ketidakadilan wujud kekerasan dalam tokoh utama berupa ucapan yakni tidak menghargai perasaan perempuan dan memaksakan kehendak. Tidak menghargai perasaan perempuan meliputi dipaksa untuk menikah. Memaksakan kehendak meliputi dipaksa untuk minum dan di paksa masuk. Kekerasan dalam tindakan yakni kekerasan moral dan menyentuh bagian tubuh. Kekerasan moral meliputi pingit dan jalan jongkok. Menyentuh bagian tubuh meliputi membebat dada
Pengaruh Permainan Halang Rintang Terhadap Kemampuan Orientasi dan Mobilitas Pada Siswa Tunanetra di SLB-A TPA Jember Tahun Ajaran 2018/2019
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan halang rintang terhadap kemampuan orientasi dan mobilitas pada siswa Tunanetra di SLB-A TPA Jember Tahun ajaran. Penelitian ini menggunakan metode Kuantitatif. Metode analisa menggunakan Uji Sign Test. Jenis penelitian yang digunakan adalah Pre-experiment pada Statistik non parametrik dengan desain penelitian one-group pre test – post test design. Subyek dalam penelitian ini adalah 5 siswa tunanetra dengan nilai rata-rata sebelum treatment (pre-test) yaitu 59 dan nilai rata-rata sesudah treatment (posttest) yaitu 77. Dari hasil uji menggunakan α = 5% (1,645) pada uji sign test diperoleh nilai Zh = 2,236 > Ztabel = 1,645. Hasil penelitian menunjukkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Dari hasil tersebut terbukti bahwa permainan halang rintang berpengaruh terhadap kemampuan orientasi mobilitas siswa tunanetr
Upaya Meningkatkan Kemampuan Mengenal Warna Melalui Media Mozaik Untuk Siswa Tunagrahita Sedang Kelas III Di SDLB Wira Kusuma Prigen Tahun Ajaran 2018/2019
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya peningkatan dengan menggunakan media mozaik terhadap kemampuan mengenal warna pada siswa tunagrahita sedang kelas III di SDLB Wira Kusuma Prigen. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan Taggart. Penelitian ini dilakukan sebanyak 3 siklus. Subjek penelitian ini adalah dua orang siswa tunagrahita sedang kelas III yang berinisial AN dan NF dengan usia masing-masing 11 dan 13 tahun. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, teknik tes dan dokumentasi. Hasil penelitian tiap siklus mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II rata-rata 13, dari siklus I ke siklus III rata-rata 29 dan dari siklus II ke siklus III rata-rata 16. Data hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan mengenal warna pada siswa tunagrahita sedang kelas III di SDLB Wira Kusuma Prigen melalui media mozaik 
Pengembangan Bahan Ajar Ilmu Pengetahuan Sosial Berbasis Kurikulum 2013 Pendidikan Khusus yang Mengintegrasikan Nilai Karakter Siswa Tunarungu di SDLB
Bahan ajar Ilmu Pengetahuan Sosial berbasis Kurikulum 2013 yang mengintegrasikan nilai-nilai karakter siswa tunarungu di SDLB. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Penelitian dirancang dengan menggunakan model pengembangan 4-D yang terdiri dari empat tahapan, yaitu tahap pendefinisian, tahap perancangan, tahap pengembangan, dan tahap penyebarluasan. Subyek penelitian adalah guru kelas dan peserta didik tunarungu di kelas 4 dan 5 SDLB di SLB Pembina Tingkat Nasional Bagian C Malang. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket, dan tes. Berdasarkan hasil di lapangan bahan ajar yang dihasilkan telah memenuhi kriteria keefektifan