Beranda Jurnal Online Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang (POLTEKKES E-Journal)
Not a member yet
2705 research outputs found
Sort by
Kelengkapan Imunisasi Dasar Pada Bayi Tergantung Pengetahuan Ibu
Immunization is the cornerstone of effective disease prevention in reducing mortality and morbidity in toddlers. Diseases that can be prevented by immunization, among others: Tuberculosis (TBC), Tetanus Diphtheria, Hepatitis B, Pertussis, Measles, Polio. This research was conducted to determine the correlation between mother's knowledge about basic immunization to the completeness of basic immunization in infants. The study employed a quantitative analytic survey method with a cross sectional approach. The data collection used a purposive sampling technique with a sample size of 50 respondents and data analysis used the chi square test. The results of the analysis found that there was a correlation between mother's knowledge and completeness of basic immunization (p=0.000). The mother's level of understanding is, thus, a factor in obtaining full basic immunization. As a result, it is indeed essential to provide the mother with information that will expand her knowledge. Additionally, health professionals can inform mothers about the benefits of immunization, post-immunization, and regarding immunization laws in Islam so that mothers believe that immunization has a good impact and mothers that behave towards immunization
Optimization Of Fat Suppression Techniques Using Dixon And Application In MRI Examination
ABSTRACTMagnetic resonance imaging has been used to detect and assess the presence and extent of fat accumulation. Dixon technique has been used clinically to achieve fat suppression through different presession frequencies of fat and water protons. Dixon, allows the contribution of fat signals to be suppressed in post-processing rather than during acquisition, as well as providing a map of the distribution of water and fat. The aims of this study is to analyze the role of Dixon techniques on fat suppression or fat quantification. Evaluated its advantages in performing fat suppression, reducing artifacts, and describing Dixon's application on MRI examination. Literature review was conducted to analyze the effectiveness, role, and advantages of Dixon techniques in MRI examinations. Articles are selected based on inclusion criteria. Each article is qualitatively analyzed and explained descriptively. The results show that Dixon technique can be combined with several sequences, including gradient echo or fast spin echo. Scanning with Dixon sequences, namely 2-point Dixon, 3-point Dixon, 6-point Dixon and multi-point Dixon. Dixon technique used provides better fat suppression even in areas where other techniques fail for technical reasons. The uniformity of Dixon's technique in suppressing fat signals is significantly higher. Dixon technique plays an excellent role in MRI imaging of the head and neck, musculoskeletal, abdominal and breast. In conclusion, Dixon technique has been proven to be able perform fat suppression more effectively on MRI examination. In its application, Dixon can shorten the scanning time, thereby reducing the risk factor for sedation, especially for children.ABSTRAKMagnetic Resonance Imaging telah digunakan untuk mendeteksi dan menilai keberadaan dan tingkat akumulasi lemak. Teknik Dixon telah digunakan secara klinis untuk mencapai penekanan lemak melalui frekuensi presesi yang berbeda dari proton lemak dan air. Dixon memungkinkan kontribusi sinyal lemak ditekan dalam pasca-pemrosesan daripada selama akuisisi, serta menyediakan peta distribusi air dan lemak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis peran teknik Dixon terhadap penekanan lemak atau kuantifikasi lemak. Mengevaluasi keuntungannya dalam melakukan penekanan lemak, mengurangi artefak, dan menggambarkan aplikasi Dixon pada pemeriksaan MRI. Literature review dilakukan untuk menganalisis efektivitas, peran, dan keunggulan teknik Dixon dalam pemeriksaan MRI. Artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Setiap artikel dianalisis secara kualitatif dan dijelaskan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik Dixon dapat dikombinasikan dengan beberapa urutan, termasuk gradient echo atau fast spin echo. Pemindaian dengan urutan Dixon, yaitu 2-point Dixon, 3-point Dixon, 6-point Dixon dan multi-point Dixon. Teknik Dixon yang digunakan memberikan penekanan lemak yang lebih baik bahkan di daerah di mana teknik lain gagal karena alasan teknis. Keseragaman teknik Dixon dalam menekan sinyal lemak secara signifikan lebih tinggi. Teknik Dixon memainkan peran yang sangat baik dalam pencitraan MRI kepala dan leher, muskuloskeletal, perut dan payudara. Kesimpulannya, teknik Dixon telah terbukti mampu melakukan penekanan lemak dengan lebih efektif pada pemeriksaan MRI. Dalam penerapannya, Dixon dapat mempersingkat waktu pemindaian, sehingga mengurangi faktor risiko sedasi, terutama untuk anak-anak
FACTORS ASSOCIATED WITH DEPRESSION AND ANXIETY IN YOUNG ADULTS IN METROPOLITAN CITY
Depression is estimated to be experienced by 12 million young adults. In 2021, the prevalence of depression among the people was estimated to be about 20% due to the Covid-19 pandemic. The use of social media can be a trigger for depression and anxiety, especially among young people who are very closely related to social media. In addition, other factors can contribute to depression and anxiety, such as working status, age, married status, and gender. Aim of study is to find factors that influence depression and anxiety in young adults. This study used a quantitative analytic observational approach with a cross-sectional which was carried out in September-October 2022. It involved 285 young adult respondents aged 18-25 years who had lived at least 1 year in a metropolitan area (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi). This study showed that depression (66.4%) and anxiety (73.3%) are quite high in young adults. Working status is significantly associated with depression (p=0.0001) and anxiety (p=0.0001). Similarly, duration of social media use is significantly associated with depression (p0.001) and anxiety (p=0.026). However, gender, age, and marital status are not associated with depression and anxiety
Pengaruh Konsumsi Ekstrak Daun Katuk Dan Ekstrak Daun Kelor Terhadap Peningkatan Produksi ASI Di Wilayah Kerja Puskesmas Kebonagung
ABSTRACTHealth profile Central Java Province The percentage of exclusive breastfeeding for babies 0-6 months in Central Java, in 2019 was 66.0 percent, an increase compared to the percentage of exclusive breastfeeding in 2018, which was 65.6 percent. Meanwhile, data for the city of Demak who were exclusively breastfed in 2019, there were 219 babies aged 0-6 months with a percentage of 78.4%. Low milk production caused failure of breastfeeding for babies. One of the efforts to increase milk production is consuming katuk leaf extract and moringa leaf extract. Research Objectives: To determine the Effectiveness of Consumption of Katuk Leaf Extract and Moringa Leaf Extract on Increasing Breast Milk Production in the Working Area of the Kebonagung Health Center. Research Methods: This type of quasi-experimental research. The research design used a two group pretest posttest design. The research population is mother as much as 21 respondents. The number of samples is 18 respondents. The sampling technique is purposive sampling. Research Results: There is no Effectiveness of Consumption of Katuk Leaf Extract and Moringa Leaf Extract on Increasing Breast Milk Production in the Working Area of the Kebonagung Health Center (P-value 0.737). Suggestion: as a guide in providing professional midwifery care, especially for breast milk production patients who do not intervene enough to consume Katuk Leaf Extract and Moringa Leaf Extract.. Keywords: Katuk Leaf Extract, Moringa Leaf Extract, Breast Milk Productio
STUDI KASUS : EFEKTIVITAS LATIHAN BATUK EFEKTIF TERHADAP BERSIHAN JALAN NAFAS PADA ASMA BRONKIAL DI IGD RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KRATON PEKALONGAN
Latar Belakang : Asma merupakan penyakit saluran pernapasan yang tidak menular. Meskipun demikian asma perlu tetap perlu mendapat perhatian lebih. Salah satu hal yang dapat memperburuk kondisi asma adalah adanya penumpukan sekret. Penumpukan sekret dapat diencerkan dan dikeluarkan dengan terapi nebulizer ataupun pemberian obat pengencer dahak. Selain menggunakan obat pengeluaran sekret juga dapat dilakukan dengan menggunakan terapi non farmakologi yaitu dengan melakukan latihan batuk efektif.Metode : Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Penerapan latihan batuk efektif diberikan pada 15 orang responden. Setelah itu evaluasi akan dilakukan menggunakan lembar monitoring berbasis Standar Luaran Keperawatan Indonesia.Hasil : Hasil dari penelitian ini adalah adanya peningkatan kondisi responden. sebelum dilatih melakukan batuk efektif kondisi responden dalam rentang cukup dan baik. Setelah diajarkan latihan batuk efektif kondisi responden membaik dalam rentang baik dan sangat baik.Simpulan : Intervensi batuk efektif pada pasien dengan gangguan bersihan jalan napas dapat membantu pengeluaran sekret. Petugas kesehatan dapat mengajarkan latihan batuk efektif pada pasien. Petugas kesehatan juga diharapkan membuat media untuk mengajarkan batuk efektif pada pasien. Kata Kunci : batuk efektif, asma bronkhiale, gangguan bersihan jalan napa
Tinjauan Sistematis: Efek Kontaminasi dari Tailing Pertambangan terhadap Kesehatan Masyarakat
Tailing menjadi salah satu bahaya pencemar yang dapat memicu terjadinya kerusakan lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Potensi dampak kesehatan timbul jika kontaminan memiliki kontak secara langsung ataupun tidak langsung dengan populasi di sekitar lokasi pertambangan. Artikel ini bertujuan untuk meringkas beberapa artikel ilmiah yang relevan dan mencakup adanya bahan pencemar yang terkandung dalam tailing pertambangan, serta untuk menilai beberapa gambaran dampak kesehatan yang terjadi. Artikel ini menggunakan metode tinjauan sistematik. Pencarian literatur menggunakan tiga basis data ilmiah, yakni PubMed, Sage Journal, dan Wiley Online Library yang dipublikasikan dalam 10 tahun terakhir. Kriteria inklusi termasuk kontaminasi yang berasal dari tailing pertambangan, dampak kesehatan berupa manisfestasi penyakit maupun penilaian risiko (non-karsinogenik dan karsinogenik), subjek penelitian dilalukan pada manusia, serta merupakan penelitian original. Terdapat 353 artikel yang diambil pada seleksi awal, dan di akhir terdapat 7 artikel yang dimasukkan ke dalam tinjauan sistematis. Artikel yang terpilih menunjukkan bahwa berbagai macam polutan yang berasal dari tailing pertambangan berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan berupa lesi kulit hingga persalinan obstetric premature. Selain itu, berbagai artikel yang ditinjau juga menggambarkan bahwa kelompok anak-anak memiliki risiko kesehatan yang lebih rentan dibandingkan dengan orang dewasa
Kualitas Informasi Anatomi Radiograf pada Pemeriksaan Sternum dengan Variasi Penyudutan Arah Sinar
Background: The sternum's radiographic examination involves the use of Right Anterior Oblique (RAO) and Lateral projections. However, if a patient cannot undergo RAO projection, Left Posterior Oblique (LPO) projection in the supine position and adjusting the central ray angle are alternatives. On another note, deviations from perpendicular alignment among the central ray, image receptor, and object can lead to distortions in shape, impacting image quality. Hence, a study is conducted to investigate the impact of beam angle variations on the quality of anatomical information in sternum radiographs to identify the optimal angle that yields the highest quality anatomical information in sternum radiographs. Methods: This research was quantitative research employing an experimental methodology. Data collection involved employing a single-body phantom, which underwent three exposures at each of the specified angle variations Results: Based on the results of the Kruskal Wallis test, there were significant differences in the quality of radiographic anatomic information (p value 0.05). The angle with the most optimal quality of radiographic anatomical information was an angle of 25° to the left with a mean rank value of 11.00. Conclusions: There was a significant difference in the quality of radiographic anatomic information (p value 0.05). The angle with the most optimal quality of radiographic anatomic information was the angle with the highest mean rank value, which was an angle of 25° to the left.
Variasi Panjang Briket Ampas Tahu terhadap Nyala Api
Ampas tahu merupakan limbah padat. Sisa produksi berupa ampas tahu yang tidak dijual menjadi tempat perkembangbiakan lalat sehingga perlu dilakukan pengolahan seperti dijadikan briket. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh variasi Panjang briket ampas tahu terhadap nyala api. Metode penelitian yang digunakan adalah Pre-Experiment rancangan One Shot Case Study. Sampel yang digunakan 25 kg ampas tahu yang dihasilkan dari industri tahu Kaliputih, kemudian dicetak sejumlah 117 briket dengan variasi panjang 3 cm, 5 cm, dan 7 cm. Variasi panjang briket 3 cm menghasilkan nyala api dengan rata-rata temperatur maksimum yaitu 377,19 oC. Variasi panjang briket 5 cm menghasilkan nyala api dengan rata-rata temperatur maksimum yaitu 272,17 oC. Warna nyala api yang dihasilkan briket dengan variasi panjang 3 cm dan 5 cm adalah kuning + biru. Briket ampas tahu panjang 7 cm menghasilkan warna nyala api kuning. Waktu didih air briket ampas tahu briket panjang 3 cm rata-rata adalah 784 detik, briket panjang 5 cm adalah 853,3 detik, dan briket panjang 7 cm adalah 1.031 detik. Variasi panjang briket 7 cm menghasilkan nyala api dengan rata-rata temperatur maksimum yaitu 222,48 ºC. Analisis perbedaan variasi briket panjang 3 cm, 5 cm, dan 7 cm briket ampas tahu terhadap nyala api menggunakan uji statistik One Way Anova menunjukkan nilai sig0,05 yang artinya ada pengaruh signifikan berbagai variasi panjang briket ampas tahu dengan terhadap nyala api yang dihasilkan
Analisis Kadar Debu Total Suspended Particulate (TSP) di Udara Ambien terhadap Keluhan Kesehatan Saluran Pernapasan
Debu ambien pada lingkungan dapat mempengaruhi kesehatan. Sumber debu di kawasan industri berasal dari pergudangan industri seperti semen dan batu bara, aktrivitas Pelabuhan dan lalu lintas berbagai kendaraan baik dari industri maupun kendaraan umum. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kadar debu TSP di udara ambien dan keluhan kesehatan saluran pernapasan. Jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan potong lintang (cross sectional). Pengumpulan data melalui pengukuran kadar debu sebanyak 2 titik selama 24 jam dan wawancara dengan responden sebanyak 95 orang (total sampling). Pengukuran kadar debu dilakukan 2 titik dikarenakan dikawasan industri tersebut terdapat 2 pemukiman warga. Analisa data menggunakan Uji Chi-square. Hasil pengukuran kadar debu pada titik 1 sebesar 87 µg/m3, sedangkan titik 2 sebesar 247 µg/m3. Hasil pengukuran pada titik 1 dibawah ambang batas, sedangkan titik 2 melebihi ambang batas yang dipersyaratan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Keluhan kesehatan saluran pernapasan yang dirasakan berupa batuk (57%), batuk dahak/lendir (35%), bersin (47%), dan sesak napas (14,7%). Analisis menggunakan chi square menunjukan nilai p-value = 0, 026 (OR=2,818; CI 95%=1,213 – 6,545) yang berarti bahwa terdapat hubungan kadar debu TSP dengan keluhan kesehatan saluran pernapasan
Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Manajemen Laktasi di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan
Background: Lactation management is an effort made to help mothers achieve success in breastfeeding so that babies can be breastfed properly and correctly, especially exclusive breastfeeding. Lactation management begins during pregnancy (antenatal), after delivery (perinatal) and during breastfeeding until the child is two years old. Implementation of breastfeeding can be done properly and correctly if there is complete information about the benefits of breastfeeding and lactation management. Exclusive breastfeeding is inhibited by several things such as breastfeeding behavior that is less supportive about lactation management, awareness of the importance of breastfeeding. If lactation management is not carried out, it will have an impact on reducing breastfeeding so that it will have an impact on increasing rates of malnutrition and undernutrition which are at risk of increasing infant morbidity and mortality. Objective: This research aims to determine the factors that influence exclusive breastfeeding. Methods: This research design is descriptive analytic, which aims to describe (describe) important events that occur in the present. Event descriptions are carried out systematically and emphasize factual data rather than conclusions (Nursalam, 2014). Results: Based on the results of research conducted on "Description of Mother's Knowledge About Lactation Management at Santa Elisabeth Hospital Medan" it was concluded that the level of knowledge of the respondents was sufficient, namely as many as 17 respondents (56.6%). This is influenced by the age, education, occupation of the respondent and the lack of information about the mother regarding lactation management. For this reason, it is hoped that pregnant women and breastfeeding mothers can increase their knowledge about pregnancy and successful breastfeeding both from health books and from health workers. Conclusion: The results of this research concluded that 9 people (30%) had good knowledge, 17 people (57%) had sufficient knowledge, while 4 people had insufficient knowledge (13%)