e-Publikasi Ilmiah Unwahas (Universitas Wahid Hasyim)
Not a member yet
4995 research outputs found
Sort by
Rancangan Sistem Klasifikasi Kekurangan Gizi Balita Dengan Metode K-Nearest Neighbor
 Malnutrition in toddlers is a serious problem faced by developing countries like Indonesia, and the resulting long-term effects can reduce the intelligence of toddlers. The classification of the nutritional status of children under five is still carried out conventionally in community health centers. The K-Nearest Neighbor algorithm is included in a machine learning algorithm that can be used to classify one of the nutritional status classification problems. K-NN is used as a class determination algorithm for new data to be input according to the format. This research begins with a literature study, then identifies needs, followed by data collection that is planned to be used in the system to be built as well as a reference for making the design and the final stage of system design. This research succeeded in creating a system design using the Unified Model Language (UML), one use case that contains four functional systems, including uploading dataset files, displaying datasets, testing the accuracy of datasets, predicting new data, and designing system interfaces that will make system development easier.
Implementasi Business Intelligence untuk Analisa dan Visualisasi Data Penyebab Kematian Di Indonesia Menggunakan Platform Tableau
Factors causing death in Indonesia are increasing, and many of them cannot identified with certainty. This study aims to identify the most common causes of death in Indonesia. such as causes of death due to social disasters, causes of death due to natural disasters, and causes of death due to non-natural disasters and diseases. This study employs a dataset method from www.kaggle.com with a time span of 2012-2021. The results of this study are reports in the form of a visualization dashboard using Tableau that contains information on the most common causes that occur in Indonesia with a range from 2012 to 2021 so that it can be used as a reference to support decision-making. In conclusion, the number of deaths in 2012–2021 was caused by the highest number of deaths due to natural disasters caused by earthquakes and tsunamis, which accounted for 2,615 deaths. Furthermore, the most cases of death due to non-natural disasters and diseases were caused by COVID-19, namely 144,094 deaths. And the most cases of death due to social disasters were caused by social conflict or social unrest, with 69 deaths
Pengaruh Kuat Arus Listrik pada Pengelasan SMAW Arus DC Terhadap Kekuatan Tarik dan Kekerasan Material Stainless Steel 201
Penggunaan arus pengelasan yang berbeda pada Stainless steel 201 sangat mempengaruhi sifat fisik dan mekanik hasil pengelasan. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh kuat arus pada sambungan pengelasan yang dapat dihasilkan oleh las SMAW pada material stainless steel 201 terhadap sifat mekaniknya. Metode penelitian adalah melakukan tiga kali pengujian tarik, kekerasan, dan struktur mikro pada pelat stainless steel 201 tebal 3 mm yang telah dilakukan pengelasan SMAW arus DC dengan variasi setelan arus kuat arus 60 A, 80 A, 100 A. Pembentukan benda uji menggunakan mesin frais berdasarkan standar XXX. Daerah yang diuji kekerasan dan struktur mikro adalah logam induk, heat affecting zone (HAZ) dan daerah las. Hasilnya plat stainless steel 201 setelah dilakukan pengelasan mengalami penurunan kekuatan tarik sampai 52.76% tetapi mengalami peningkatan keuletan sebesar 80%. Ini terjadi karena struktur tidak homogen. Kekuatan tarik pada setelan kuat arus 100 A adalah yang tertinggi sebesar 518.526 MPa karena nilai kekerasan pada setelan ini mengalami penurunan yang landai dari daerah induk (111 HRC) ke daerah HAZ sebesar 103.3 HRC (6.94%) dan ke daerah las sebesar 98.3 HRC (11.44%). Semakin tinggi setelan kuat arus menyebabkan kekuatan tarik akan semakin kuat.
Kata kunci : Arus, Uji Kekerasan, Tarik
STRATEGI PENANGANAN KEAMANAN MARITIM INDONESIA ; STUDI KASUS PENANGANAN ILLEGAL, UNREGULATED, AND UNREPORTED FISHING DI INDONESIA TAHUN 2014-2019
Letak geografis Indonesia sangat strategis karena berada pada titik silang antara Samudera Hindia dan Pasifik. Selain itu posisi silang ini memberikan sebuah jalur strategis bagi pelayaran dunia dimana setiap pengiriman dari wilayah barat menuju timur dan sebaliknya akan melewati wilayah laut Indonesia. Hal ini dapat menjadi sebuah peluang ataupun tantangan. Jika tidak dikelola dengan baik akan mengakibatkan ancaman keamanan maritim semakin meningkat, seperti kasus-kasus IUU fishing, penyelundupan, dan perompakan. Lokasi rawan terjadinya IUU Fishing di Indonesia antara lain di wilayah Laut Natuna Utara,di perairan Maluku juga. Ancaman IUU Fishing tidak hanya mengarah pada fungsi pertahanan saja, akan tetapi menjadi ancaman terhadap kesejahteraan masyarakat. IUU Fishing mengancam industri perikanan yang menjadi sumber pekerjaan dan stok makanan dalam sektor perikanan. Oleh karena itu, Indonesia mengaplikasikan strategi maritim berupa kebijakan penenggelaman kapal dan meningkatkan fungsi pengawasan sebagai kontrol di wilayah maritim. Dan juga peran NGO dan juga Civil Society saling bersinergi untuk menanggulangi permasalahan IUU Fishing ini.
Kata Kunci: Keamanan maritim, IUU Fishing, NGO dan Civil Society
ABSTRACT
Indonesia's geographical location is very strategic because it is at the cross point between the Indian and Pacific Oceans. In addition, this cross position provides a strategic path for world shipping where every shipment from the west to the east and vice versa will pass through the Indonesian sea area. It can be an opportunity or a challenge. If not properly managed, threats to marine security will increase, such as IUU fishing, contraband and piracy. Locations suitable for IUU fishing in Indonesia, among others, in the Natuna Sea area of the North, in the waters of Maluku as well. The threat of IUU fishing does not just lead to defence functions, but becomes a threat to the well-being of the community. IUU fishing threatens the fishing industry as a source of employment and food resources in the fishing industry. Therefore, Indonesia is implementing maritime strategies in the form of a wreckage policy and enhancing the surveillance function as a control in the maritime area. So too is the role of NGOs and civil society in overcoming the problem of IUU fishing.
Keywords: Maritime Security, IUU Fishing, NGOs and Civil Society
ANALISIS PENDAPATAN DAN KELAYAKAN USAHA PENYULINGAN MINYAK DAUN CENGKEH DI DESA BENTENG GANTARANG KECAMATAN GANTARANG KABUPATEN BULUKUMBA
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis besarnya pendapatan yang diperoleh dan tingkat kelayakan usaha pada usaha penyulingan minyak daun cengkeh. Informan dalam penelitian ini yaitu pemilik usaha penyulingan minyak daun cengkeh Penelitian ini di laksanakan pada bulan juni dan juli 2022. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja daengan bahwa daerah ini termasuk sentral usaha penyulingan minyak daun cengkeh. Teknik analisis data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah pendapatan, penerimaan dan kelayakan usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besarnya pendapatan usaha penyulingan minyak daun cengkeh pada tahun 2022, bulan Juni sebesar Rp. 26.003.169, sedangkan pada bulan Juli sebesar Rp.36.575.338, sehingga total pendapatan keseluruhan selama dua bulan yaitu sebesar Rp. 62.578.338. Hal ini menunjukkan bahwa pendapatan usaha penyulingan minyak daun cengkeh dari bulan Juni ke bulan Juli mengalami kenaikan, yang di sebabkan oleh adanya penambahan bahan baku Dan kelayakan usaha penyulingan minyak daun cengkeh menunjukkan rata-rata R/C Ratio 1,40. Hal ini menunjukkan bahwa R/C Ratio jika lebih dari satu, berarti layak untuk di usahakan. Semakin tinggi R/C ratio sebuah usaha maka semakin tinggi keuntungan yang di dapat
PERUSAKAN BARANG BUKTI OLEH APARAT KEPOLISIAN SEBAGAI TINDAKAN OBSTRUCTION OF JUSTICE PADA KASUS KEJAHATAN EXTRAORDINARY CRIME
Abstrak Obstruction Of Justice diartikan sebagai perbuatan menghalangi proses hukum yang dikategorikan sebagai tindakan kriminal karena menghambat penegakan hukum. Tindakan Obstruction Of Justice pada aparat penegak hukum sampai saat ini masih menjadi problem yang riskan terjadi. Beberapa bulan yang lalu telah terjadi tindakan Obstruction Of Justice Oleh pihak aparat penegak hukum kepolisian pada kasus pembunuhan berencana 5 dari 7 orang tersangka yang berasal dari petinggi polri dipecat secara tidak hormat diantaranya 1 irjen, 2 kompol, 1 kombes polri, 1 AKBP yang telah melanggar kode Etik. Kasus ini menjadi kasus terparah yang terindikasi sebagai kejahatan extraordinarycrime sepanjang sejarah pada Kepolisian RI yang merusak marwah citra lembaga penegak hukum dan mencoreng nama lembaga kepolisian dan mengimplikasikan krisis kepercayaan nasional terhadap masyarakat indonesia kepada aparat penegak hukum kepolisian. Pada penelitian ini penulis mengkaji permasalahan, yaitu: 1. Apa dasar hukum larangan perusakan barang bukti sebagai tindakan Obstruction Of Justice menurut undang-Undang Kepolisian di Indonesia? 2. Bagaimana tanggungjawab yuridis Aparat Kepolisian yang melakukan tindakan Obstruction Of Justice pada proses penyidikan dalam Penegakan Hukum Pidana yang dikategorikan sebagai kejahatan Extraordinary Crime? Sementara itu tujuan penulis pada penelitian ini adalah untuk mengetahui dasar hukum larangan perusakan barang bukti sebagai tindakan Obstruction Of Justice menurut undang-Undang Kepolisian di Indonesia dan mengetahui tanggungjawab yuridis Aparat Kepolisian yang melakukan tindakan Obstruction Of Justice pada proses penyidikan dalam Penegakan Hukum Pidana yang dikategorikan sebagai kejahatan Extraordinary Crime. Penelitian ini berjenis penelitian yuridis normatif, penulis menggunakan pendekatan case methode atau studi kasus, Pendekatan undang-undang dan pendekatan komparatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah data sekunder melalui bahan-bahan pustaka. Sumber data yang digunakan yaitu sumber hukum primer dan sumber hukum sekunder kemudian dianalisis secara yuridis normatif. Hasil dari penelitian ini yaitu menyimpulkan bahwa masalah Obstruction Of Justice karena hukum yang kurang mengatur ataukah kurangnya pengawasan (controlling) dalam penerapan hukum oleh pihak lembaga kepolisian sendiri. Atas dasar hal tersebut maka perlunya lembaga pengawasan terhadap pihak kepolisian. Salah satunya yaitu dengan membentuk satgas atau lembaga yang berperan mengawasi lembaga kepolisian. Kata kunci: Perusakan Barang Bukti, Obstruction Of Justice, Extraordinary Crime, Kepolisian
Paradigma Islam Pluralis-Multikultural (Studi Analisa Pemikiran Ulil Abshar Abdalla dengan JIL)
The topic of pluralism-multiculturalism is increasingly being discussed and socialized considering that Indonesia is a plural and multi-cultural nation, Often this situation makes society often divided. Inevitably often cause riots, hostility and war. One of the initiators of Pluralism in Indonesia is Ulil Abshar Abdalla, he is often mentioned as the successor of Cak Nur (Nurcholis Madjid). Ulil also established a network called the Jaringan Islam Liberal (JIL) to channel and spread his ideas about liberalism. This research is a library research with a character study approach combined with hermeneutic. Liberal Islam Network (JIL) was established in Jakarta on August 21, 2001 using intellectual networks located in Jakarta, Yogyakarta, Makassar, Bandung and several other cities. The vision promoted by JIL is to present a more responsive and progressive theology with the key to freedom and liberation
Implikasi Kurikulum Merdeka Pada Pengembangan Instrumen Penilaian Hasil Belajar PAI
The government's policy to change Curriculum 13 to an independent learning curriculum has an effect on changing paradigms and learning objectives in general, including Islamic learning. The measure of success between students cannot be equated but instead must be independent in accordance with the independent learning curriculum concept. it is important for teachers who teach PAI subjects to be able to develop learning evaluations according to the principles and objectives of the independent learning curriculum. This study aims to analyze the challenges and opportunities of Islamic Religious Education teachers in developing Islamic Education learning instruments in the Freedom to Learn era. The results of the study show that there are implications for the independent curriculum for student assessment, namely the teacher must develop the three types of instruments needed, namely at the beginning of learning, during learning and at the end of learning. The types of assessment instruments developed at the beginning of learning can be in the form of written tests in the form of descriptions, multiple choice and checklists. Assessment instruments during learning are in the form of observation, oral and performance, while instruments for final assessment of learning can be in the form of multiple choices, descriptions and oral tests
STUDI PENERAPAN POLIMER DALAM MENURUNKAN SIFAT KEKENTALAN PADA MINYAK MENTAH TYPE BERAT
Injeksi kimia menggunakan Polymer diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pendesakan dan efisiensi penyapuan yang baik sehingga perolehan minyaknya dapat meningkat setelah dilakukan water flooding dari jumlah cadangan minyak mula mula (OOIP) di reservoir. Pada penelitian ini akan melakukan tahapan pembuatan polimer yang bersifat higroskopis yang tahan terhadap pada kondisi EOR. Polimer kali ini dibuat dengan menggunakan Glycidyl Methacrylate (GMA) sebagai monomer, Polyetylene Glycol Dimethacrylate (PEGDMA) sebagai croslinker dan pelarut alkohol group sebagai porogen serta trimethylamine dan arginine sebagai pembentuk gugus aktif. Polimer ini diharapkan polimer yang mempunyai fungsional amine dan hidroksil dan bersifat polimer organik sintetik. Adapun skenario variasi konsentrasi polimer sebesar 10 ppm, 20 ppm, dan 50 ppm, serta untuk variasi salinitas sebesar 1000 dan 10.000 ppm. Sedangkan untuk konsentrasi trimetylaminenya sebesar 0.5 % dan 1 %. Pada keadaaan ini, diperoleh kondisi optimum pada konsentrasi polimer 50 ppm dengan Trimeylamine 1% pada salinitas 10.000 ppm, artinya ada hubungan linearity antara kenaikan konsentrasi dengan tegangan antarmuka yang dihasilkan. Kondisi ini perlu di kembangakan lagi untuk mendapatkan stabilisasi dan ripeatibility pada proses penggulangan pada peningkatan produksi sumur tua. Pengujian akan dilakukan pada suhu 85ËšC dan dilakukan pengamatan terhadap sifat fisik fluida antara lain viscositas dan tegangan antarmuka (Inter Facial Tension). Untuk melihat perbandingan sifat fisik fluida antara polimer dan air produks