e-Publikasi Ilmiah Unwahas (Universitas Wahid Hasyim)
Not a member yet
4995 research outputs found
Sort by
OPTIMASI SELULOSA LIMBAH KULIT NANAS UNTUK PRODUKSI BIOGAS MELALUI METODE DELIGNIFIKASI MAE (MICROWAVE ASISSTED EXTRACTION) DENGAN PELARUT AQUADES
Satu diantara biomass yang dapat dimanfaatkan sebagai sunber energi adalah limbah kulit nanas yang kaya akan kandungan selulosa. Kandungan lignin yang cukup tinggi dalam kulit nanas menjadi masalah dalam proses hidrolisis. Penelitian yang telah dilakukan untuk mengurangi kandungan lignin dengan metode delignifikasi MAE (microwave asissted extraction). Dari hasil penelitian yang telah dilakukan denagn memvariasikan suhu operasi pada 70oC, 80oC dan 90oC diperoleh hasil bahwa degradasi lignin meningkat seiring dengan kenaikan suhu operasi MAE. Pada sampel kontrol tenpa perlakuan MAE diperoleh kelarutan lignin dan selulosa sebesar 2,68% dan 17,39% dari berat sampel kering. Sedangkan setelah dilakukan proses delignifikasi MAE pada sampel, kelarutan lignin dan selulosa meningkat hingga 9,04% dan 29,42% dari berat sampel. Hasil tersebut diperoleh pada kondisi operasi suhu 90oC, waktu 20 menit dan rasio 1:20 (b/v). Kemudian hasil dilakukan analisa lanjutan dengan menggunakan FTIR untuk membandingkan komponen organik yang terdapat pada sampel. Ditemukan hasil yang serupa pada serapan didaerah lebar peak 3320 dan 3333 cm-1 pada grafik result spectrum menunjukkan getaran gugus O-H bebas pada sekelompok gugus hidroksil dari molekul selulosa pada kulit nanas. Wavenumber 1625 dan 1630 cm-1 pada grafik result spectrum pretreatment microwave dan menunjukkan getaran rantai aromatik pada lignin. Pada puncak peak 1032 dan 1034 cm-1 merupakan regangan cincin glukosa, yang merupakan perubahan bentuk dari C-H pada selulosa dan hemiselulosa. Secara umum puncak grafik serapan semakin berkurang, hal tersebut menunjukkan bahwa pelakuan microwave pada kulit nanas dapat mengurangi kandungan lignin pada limbah kulit nanas.Kata kunci: Selulosa, Nanas, Delignifikasi, Biogas, Microwav
STUDI PEMISAHAN PRODUK PRECIPITATED CALCIUM CARBONATE (PCC) DAN AIR HASIL REAKSI ANTARA MILK OF LIME DAN CO2 MENGGUNAKAN PROSES SEDIMENTASI
Poduk hasil reaksi perlu dilakukan pemisahan dari produk sampingnya sebagai upaya untuk memurnikan produk utama agar mempunyai nilai jual.. Produk Precipitated Calcium Carbonate (PCC) yang merupakan hasil reaksi antara milk of lime (susu kapur) dan gas CO2 dengan produk samping berupa air. Pada penelitian ini dicoba memisahkan air dan PCC menggunakan metode sedimentasi sebagai pemisahan awal sebelum dilakukan proses pemisahan lanjutan. Pemilihan ini didasari karena sedimentasi merupakan suatu metode yang sederhana dan mudah dalam pengoperasiannya. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan observasi awal untuk mengetahui bagaimana pengaruh laju alir dan konsentrasi PCC umpan terhadap efektivitas proses pengendapan produk PCC dengan melihat efisiensi pengendapannya. Penelitian dilakukan pada rentang laju alir 73-113 ml/s dan massa larutan PCC di dalam air 100-300 gram dengan vomue air 15 liter. Hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi terbaik dihasilkan pada massa PCC yang dilarutan di dalam air sebesar 100 gram pada laju 100 ml/s dengan efisiensi pengendapan sebesar 75%
ANTIBACTERIAL AND ANTIACNE ACTIVITY OF n-HEXANE FRACTION OF ALFALFA HERB (Medicago sativa L.) ETHANOL EXTRACT IN VITRO AND ON RABBIT (Oryctolagus cuniculus)
Propionibacterium acnes (P. acnes) can cause inflammation of the polysebaceous glands and lead to acne. Flavonoids in alfalfa herb are thought to have antibacterial and antiinflammatory properties. Flavonoids can be absorbed into n-hexane solvents. This study aims to determine antibacterial activity of n-hexane fraction of alfalfa herb ethanol extract (nHFAH) against P. acnes in vitro, to calculate the total flavonoid levels in the fraction, and to determine antiacne activity of the fraction on rabbit. This study is an experimental study with post-test control group design. Extraction of alfalfa herb was done by maceration method using 70% ethanol and fractionated with n-hexane. Antibacterial activity test was carried out using disk diffusion with 5 series of concentrations (15%, 20%, 25%, 30% dan 35%), positive control (clindamycin 2 µg/disk) and negative control (DMSO 100%). Diameters of the inhibition area were analyzed statistically using a Kruskal Wallis test followed by Mann Withney test with 95% of confidence level. Rabbit back skin was shaved on 5 different areas (3x3 cm2/area). Induced with 0.2 mL of P. acnes suspension (3x109 CFU/mL) intradermal. Acne formed (24 hours) on all areas, then were treated with T1 (clindamycin 2%), T2 (DMSO 100%), T3 (nHFAH 20%), T4 (nHFAH 25%), T5 (nHFAH 30%). Erythema diameter reduction on day 9 was analyzed using one-way anova, continued by post hoc tukey with 95% of confidence level. Total nHFAH flavonoid levels were tested by colorimetric method using UVVis spectrophotometer at λ 429.5 nm. The results showed that nHFAH has antibacterial activity against P. acnes with an average value of diameter of inhibition area for each concentration were 7.30; 7.49; 7.75; 7.92 and 8.24 mm. nHFAH exhibits antiacne activity with the percentage for each concentration were 67.01%; 77.84% and 85.84% respectively. Total nHFAH flavonoid levels were 6.09 mgQE/ gram.Keywords: Alfafa herb, n-Hexane fraction, Propionibacterium acnes
ANALISIS PENDAPATAN DAN SENSITIVITAS USAHA TEMPE KEDELAI (Glycine Max (L.) Merrill) SKALA RUMAH TANGGA DI DESA REMBUN KECAMATAN SIWALAN KABUPATEN PEKALONGAN
Tempe adalah salah satu makanan tradisional khas Indonesia. Di tanah air tempe sudah lama dikenal selama beraba-abad silam. Makanan ini diproduksi dan dikonsumsi secara turun temurun, khususnya di daerah Jawa Tengah dan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui total biaya, penerimaan, pendapatan, keuntungan, mengetahui kelayakan usaha melalui uji R/C ratio dan sensitivitas usaha Tempe Kedelai Skala Rumah Tangga di Desa Rembun Kecamatan Siwalan Kabupaten Pekalongan. Metode penelitian menggunakan deskripif kuantitatif. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (Purposive Sampling) dengan 8 dukuh dan metode pengambilan sampel pengrajin tempe kedelai menggunakan sensus sebanyak 25 responden. Data yang digunakan merupakan data primer dan data skunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya eksplisit sebesar Rp 13.227.500 dan biaya implisit sebesar Rp 1.869.717. Hasil yang diperoleh rata-rata total biaya sebesar Rp 15.097.217. Harga tempe kedelai dijual dengan harga Rp 3.000 ukuran plastik ½ liter dan Rp 5.000 ukuran plastik 1 liter serta rata-rata kedelai yang digunakan produksi tempe kedelai sebesar 999,6 Kg dalam satu bulan, sehingga rata-rata penerimaan sebesar Rp 24.184.000, rata-rata pendapatan sebesar Rp 10.956.500, dan rata-rata keuntungan sebesar Rp 9.086.783. Nilai R/C ratio sebesar 1,63 sehingga usaha tempe kedelai layak diteruskan. Usaha tempe kedelai skala rumah tangga mengalami penurunan pendapatan apabila sensitivitas harga kedelai naik 5% dengan hasil pendapatan sebesar Rp 8.487.023.Kata kunci: Tempe Kedelai, Skala Rumah Tangga, Pendapatan, Sensitivita
SISTEM DIAGNOSA PERMASALAHAN KOMPUTER BERBASIS WEB
Pada saat ini, hampir semua pekerjaan pasti menggunakan komputer untuk mempermudah dan mempersingkat pekerjaan. Komputer juga akan mengalami kerusakan seiring dengan penggunaan dan berjalannya waktu. Komputer juga perlu perbaikan agar dapat berjalan kembali dengan normal. Sistem diagnosa permasalahan komputer ini memberikan kemudahan pada pengguna untuk mendiagnosa permasalahan pada komputer. Pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, studi pustaka. Metode waterfall juga digunakan sebagai prosedur pengembangan sistem. Sistem ini dibuat menggunakan PHP sebagai bahasa pemrogramannya. Rancangan juga digunakan sebagai prosedur yang digunakan untuk mengetahui gambaran sistem yang akan dibuat. Hasil dari penelitian ini, dapat ditunjukkan bahwa sistem dapat menerapkan referensi yang digunakan untuk mendiagnosa permasalahan komputer.Kata kunci : Komputer, PHP, Waterfal
PSIKOEDUKASI UNTUK MENINGKATKAN TOLERANSI DISTRES PADA REMAJA DI PANTI ASUHAN
Remaja merupakan tahap perkembangan yang ditandai dengan masa krisis identitas sehingga rentan mengalami ketidakstabilan baik emosi maupun perilaku. Peranan dan dukungan orangtua dibutuhkan remaja untuk dapat melewati masa krisis dan memenuhi tugas perkembangan. Akan tetapi, terdapat kondisi dimana orangtua tidak dapat berperan langsung, salah satunya remaja di panti asuhan yang mungkin tidak dapat diasuh dan harus hidup terpisah dengan orangtua. Kondisi tersebut dapat meningkatkan kemungkinan remaja mengalami distres yaitu keadaan dimana individu tidak mampu beradaptasi dengan tekanan yang berkaitan dengan berbagai pikiran dan perasaan negatif. Distres membuat individu merasa tidak nyaman dan dapat menyebabkan dampak negatif seperti menganggu kemampuan belajar, memori, dan mood; serta masalah kesehatan mental. Berdasarkan hal tersebut, maka dibutuhkan intervensi dalam bentuk psikoedukasi yang bertujuan meningkatkan toleransi distres yaitu kemampuan menoleransi berbagai emosi negatif, frustrasi, ketegangan fisik, dan mental. Kegiatan dilakukan dengan metode psikoedukasi dengan ceramah interaktif dan pemeragaan yang diikuti oleh remaja berusia 12 – 18 tahun dari salah satu panti asuhan di Kota Makassar. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan perubahan pengetahuan peserta melalui skor post-test dan kemampuan peserta memeragakan berbagai teknik yang diberikan. Selain itu, kurang lebih 80% peserta memberi respon positif terhadap pelaksanaan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa psikoedukasi yang diberikan dapat meningkatkan toleransi distres remaja di panti asuhan.Kata kunci: distres, panti asuhan, psikoedukasi, remaja, tolerans
ANALISIS PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN ENTITAS MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH (SAK EMKM) PADA UMKM DI KABUPATEN BATANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil dan Menengah (SAK EMKM) dan faktor-faktor apa saja yang yang mempengaruhi Penerapan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil dan Menengah (SAK EMKM) dalam penyajian laporan keuangan pada UMKM di Kabupaten Batang. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan data primer dan sekunder yang diambil dari UMKM Batang Kerajinanku, Keripik Buah Mega Fruits, Farhiya Muslimah, Kerupuk Mbulung Purnama, Ash Shofwa Hijab, Ovelia, Mutiara Nabila Snack,Rizki Illahi, Almas Snack, dan Anugerah Laundry. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, pengamatan, dan dokumentasi.Hasil penelitian ini menujukkan bahwa dari kesepuluh UMKM di Kabupaten Batang yang menerapkan SAK EMKM secara eksklusif kepada UMKM Ash Shofwa Hijab, sembilan UMKM belum membuat pencatatan akuntansi berbasis SAK EMKM, dikarenakan pemilik usaha hanya mencatat pengeluaran dan pendapatan usahanya ke dalam buku catatan seadanya. Faktor-faktor yang menjadi keterbatasan dalam penerapan laporan keuangan yang sesuai dengan SAK EMKM yaitu para pelaku UMKM merasa bahwa laporan keuangan SAK EMKM tidak terlalu penting serta penerapannya yang sulit dan membutuhkan waktu yang lebih lama, serta kurangnya sosialisasi dan pengawasan pemerintah maupun lembaga UMKM kepada para pelaku UMKM.Kata kunci: SAK EMKM, Laporan Keuangan, UMK
TRANSFORMASI EKONOMI ISLAM: MENJALIN KESEIMBANGAN ANTARA GLOBALISASI DAN IDENTITAS LOKAL
This paper discusses the transformation of Islamic economics as an effort to strike a balance between the phenomenon of globalization and local identity. The research background underlines the complexity of the challenges faced by Islamic economics in facing rapid globalization. The aim of this research is to analyze strategies and policies that can lead to an optimal balance between participation in the global economy and the preservation of local identity values within an Islamic economic framework. The research method involves extensive literature analysis to understand the conceptual framework of Islamic economics, as well as case studies on the implementation of a balance strategy between globalization and local identity in the context of Islamic economics. The research results reveal that the adoption of local cultural accommodation and religious moderation is the key to facing global dynamics, thereby creating a strong foundation for sustainable economic growth. The general conclusion of this paper states that Islamic economic transformation requires a wise approach to globalization, where elements of local identity are maintained while still participating in global economic dynamics. It is hoped that this balance will create an Islamic economic model that is not only economically productive, but also reflects rich cultural values and identity.Keywords: Islamic Economic Transformation, Balance of Globalization and Religious Moderation Abstrak Paper ini membahas transformasi ekonomi Islam sebagai upaya menjalin keseimbangan antara fenomena globalisasi dan identitas lokal. Latar belakang penelitian menggarisbawahi kompleksitas tantangan yang dihadapi oleh ekonomi Islam dalam menghadapi arus globalisasi yang cepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi dan kebijakan yang dapat mengarah pada keseimbangan yang optimal antara partisipasi dalam ekonomi global dan pelestarian nilai-nilai identitas lokal dalam kerangka ekonomi Islam.Metode penelitian melibatkan analisis literatur ekstensif untuk memahami kerangka konseptual ekonomi Islam, serta studi kasus tentang implementasi strategi keseimbangan antara globalisasi dan identitas lokal dalam konteks ekonomi Islam. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa adopsi akomodasi budaya lokal dan moderasi beragama menjadi kunci dalam menghadapi dinamika global, sehingga menciptakan landasan yang kuat untuk pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Simpulan umum dari paper ini menyatakan bahwa transformasi ekonomi Islam memerlukan pendekatan yang bijaksana terhadap globalisasi, di mana elemen-elemen identitas lokal dipertahankan sambil tetap berpartisipasi dalam dinamika ekonomi global. Kesimbangan ini diharapkan dapat menciptakan model ekonomi Islam yang tidak hanya produktif secara ekonomis, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai dan identitas kultural yang kaya.Kata Kunci: Transformasi Ekonomi Islam, Keseimbangan Globalisasi dan Moderasi Beragam
Soft Power Diplomacy Indonesia dalam Membantu Proses Perdamaian Afghanistan di era presiden joko widodo (2017-2020)
This thesis aims to find out the reason for the city of Semarang to establish a sister city cooperation with the city of Brisbane. Globalization is the main reason for various countries in the world to cooperate with each other. It aims to meet the needs of each country. Sistercity exists as a tradition and partnership that is able to make interesting literature and understandable conclusions. The sources in this study were the Chief of Staff of the Inter-Agency Cooperation Section of the Semarang City Government and the Staff of the Foreign Cooperation Section of the Semarang City Government. The procedure used in this research is a qualitative approach, where the researcher places more emphasis on analysis as well as a description of the existing state of reality so that the results of this research create a lot of descriptive information in the form of words. the Similarity of Characteristics or Similarities between the two Regions/Cities. The results of the study show why the Semarang City Government establishes this sister city collaboration because of the similarity of characteristics and similarity of interests. In the process of cooperation, the MoU was signed in 1993 but in 2003-2012 it was temporarily suspended. This happened because Indonesia experienced a crisis that year which hampered cooperation between the two countries. However, in 2012 the collaboration was finally re-established which had stopped. Both countries felt the benefits and good impacts of the cooperation
Kerjasama Sister City Kota Semarang dengan Kota Brisbane Australia
The Afghan conflict which has not found a bright spot for peace between the Afghan government and the Taliban group has involved superpower countries such as the United States. The Taliban group that wants to implement radicalism is ultimately seen as a serious problem, both at the regional and international levels. The Indonesian government made a policy to continue to help Afghanistan achieve peace. Indonesia and Afghanistan that have something in common include common ideas, common goals, common causes of conflict, shared vision, and the characteristics of a Muslim population. Afghanistan has an interest in studying Indonesian soft power policies and concepts in conflict resolution. This study uses a soft power diplomacy currency framework that can explain Indonesia's diplomacy in conflict resolution. The qualitative method in this study uses secondary data obtained from the study literature. Thus, this study shows that the practice of Indonesian diplomacy in assisting the Afghan peace process is in accordance with the soft power currency approach which consists of three concepts, namely benignity, brilliance, and beauty