e-Publikasi Ilmiah Unwahas (Universitas Wahid Hasyim)
Not a member yet
    4995 research outputs found

    ANALISIS PENDAPATAN DAN SENSITIVITAS USAHA TEMPE KEDELAI (Glycine Max (L.) Merrill) SKALA RUMAH TANGGA DI DESA REMBUN KECAMATAN SIWALAN KABUPATEN PEKALONGAN

    No full text
    Tempe adalah salah satu makanan tradisional khas Indonesia. Di tanah air tempe sudah lama dikenal selama beraba-abad silam. Makanan ini diproduksi dan dikonsumsi secara turun temurun, khususnya di daerah Jawa Tengah dan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui total biaya, penerimaan, pendapatan, keuntungan, mengetahui kelayakan usaha melalui uji R/C ratio dan sensitivitas usaha Tempe Kedelai Skala Rumah Tangga di Desa Rembun Kecamatan Siwalan Kabupaten Pekalongan. Metode penelitian menggunakan deskripif kuantitatif. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (Purposive Sampling) dengan 8 dukuh dan metode pengambilan sampel pengrajin tempe kedelai menggunakan sensus sebanyak 25 responden. Data yang digunakan merupakan data primer dan data skunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya eksplisit sebesar Rp 13.227.500 dan biaya implisit sebesar Rp 1.869.717. Hasil yang diperoleh rata-rata total biaya sebesar Rp 15.097.217. Harga tempe kedelai dijual dengan harga Rp 3.000 ukuran plastik ½ liter dan Rp 5.000 ukuran plastik 1 liter serta rata-rata kedelai yang digunakan produksi tempe kedelai sebesar 999,6 Kg dalam satu bulan, sehingga rata-rata penerimaan sebesar Rp 24.184.000, rata-rata pendapatan sebesar Rp 10.956.500, dan rata-rata keuntungan sebesar Rp 9.086.783. Nilai R/C ratio sebesar 1,63 sehingga usaha tempe kedelai layak diteruskan. Usaha tempe kedelai skala rumah tangga mengalami penurunan pendapatan apabila sensitivitas harga kedelai naik 5% dengan hasil pendapatan sebesar Rp 8.487.023

    Perlindungan Hukum Folklore Dalam Hukum Kekayaan Intelektual Sebagai Pemanfaatan Potensi Daerah Demak

    Get PDF
    The cultural diversity of Indonesia is well-known. Each region in Indonesia has its own folklore, which is derived from the local community. This folklore is known as folklore because it is primarily transmitted orally or through speech. The concept of individualistic and capitalistic western society does not allow (precludes) the protection of local communities' intellectual property rights, particularly their folklore, which is generally not owned individually by the members of the community in question (collectively). As a result, many incidents of misappropriation of Indonesian folklore works and their economic potential benefit foreigners more than indigenous peoples, as in the case of misappropriation of Sunan Kalijaga's folklore. The purpose of this study is to investigate the concept of protecting IPR against Sunan Kalijaga folklore in the context of optimal utilization of economic potential for the benefit of the local/customary community of Demak, as well as the obstacles encountered during the protection process. This study employs a normative juridical research method conducted through interviews, as well as a statutory approach to examine cases of rights abuse and commodification. The findings revealed that writing books and commodifying folklore into an electronic cinema based on folklore with the inclusion of the creator's name is not appropriate because folklore copyright is included as one of folklore and is owned by the state, in this case managed and represented by the government. The people who live in the area where the folklore originated have a moral and economic right to use the folklore. The Copyright Act does not adequately represent the related rights owned by the Demak local/customary community as a community of original stakeholders of Sunan Kalijaga folklore. This is due to the Copyright Act's still abstract arrangement of folklore, the characteristics of the community itself, which are communalistic and religious and do not understand IPR, and the ease with which foreigners can obtain Copyright protection for folklore works they publish. However, there are several protective mechanisms that can be used, including criminal law efforts, civil law, and documentation as a defensive measure. As a result, the government must educate the public about the significance of legal protection for folklore and revise the folklore regulation in the Copyright Act. Keywords: Folklore, indigenous peoples, Intellectual Property Rights AbstrakIndonesia dikenal dengan keanekaragaman budayanya. Setiap wilayah di Indonesia mempunyai cerita rakyat masing-masing yang berasal dari masyarakat daerahnya. Cerita rakyat ini pada dasarnya disebarkan melalui tutur kata atau lisan serta dikenal sebagai folkore. Konsep masyarakat barat yang individualistik dan kapitalistik tidak memungkinkan (preclude) untuk melindungi hak-hak dari masyarakat lokal atas kekayaan intelektual khususnya folklore mereka yang pada umumnya tidak dimiliki secara individual oleh anggota masyarakat yang bersangkutan (kolektif). Akibatnya, banyak terjadi peristiwa penyalahgunaan hak (misappropriation) atas karya-karya folklore Indonesia dan potensi ekonominya lebih banyak dinikmati oleh orang asing daripada masyarakat adat itu sendiri, seperti pada kasus misappropriation cerita rakyat Sunan Kalijaga. Bertujuan untuk mengkaji konsep perlindungan HKI terhadap folklore cerita rakyat Sunan Kalijaga dalam rangka pemanfaatan potensi ekonomi yang optimal bagi keuntungan masyarakat lokal/adat Demak serta kendala yang dihadapi dalam proses perindungan yang dilakukan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif, yang dilakukan dengan cara wawancara, dan menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach) melihat kasus penyalahgunaan hak dan komodifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penulisan buku maupun komodifikasi cerita rakyat menjadi sinema elektronik yang berdasarkan cerita rakyat dengan pencantuman nama pencipta tidaklah tepat karena hak cipta atas cerita rakyat termasuk sebagai salah satu folklore serta dimiliki oleh negara, dalam hal ini dikelola dan diwakili oleh pemerintah. Masyarakat daerah asal cerita rakyat tersebut berada juga berhak atas pemanfaatan atas cerita rakyat tersebut, baik dari sisi hak moral dan hak ekonomi. Undang-Undang Hak Cipta belum cukup merepresentasi hak terkait yang dimiliki oleh masyarakat lokal/adat Demak sebagai komunitas pemangku asli folklore cerita rakyat Sunan Kalijaga. Hal ini disebabkan pengaturan folklore yang masih abstrak dalam Undang-Undang Hak Cipta, ciri masyarakatnya sendiri yang komunalistik dan religius serta tidak paham HKI dan mudahnya orang asing memperoleh perlindungan hak cipta atas karya folklore yang dipublikasikannya. Walaupun demikian ada beberapa mekanisme perlindungan yang dapat diterapkan, yakni upaya hukum pidana, hukum perdata, tindakan dokumentasi sebagai sarana defensive protection. Oleh karena itu, Pemerintah perlu melakukan sosialisasi mengenai pentingnya perlindungan hukum atas folklore serta mengkaji ulang pengaturan folklore di dalam Undang-Undang Hak Cipta. Kata Kunci: Folklore, masyarakat adat, Kekayaan Intelektual Â

    Nilai Kegotongroyongan Sebagai Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter (SMK Teuku Umar Semarang)

    No full text
    Pembelajaran nilai kegotongroyongan sebagai implementasi PPK telah berhasil dalam pengajaran yang efektif, artinya para siswa dapat menerapkan kehidupan sehari-hari dan hasil belajar tersebut dapat memberikan teladan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Generasi emas 2045 disebut generasi milenial berupaya mengembangkan sikap positif yang berlandaskan Intelegensi Emotional Spiritual Quotient sehingga generasi  nantinya mempunyai mental yang siap untuk bersaing dengan negara-negara maju lainnya. Metode penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode terapan dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Penelitian ini dapat diklasifikasikan sebagai penelitian dasar (basic research). Berdasarkan tingkat kealamiahan (natural setting) metode penelitian ini dalam kelompok penelitian terapan yaitu penelitian yang bertujuan memecahkan masalah-masalah kehidupan praktis. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan penelitian maka dapat disimpulkan bahwa model pelajaran PPKn di SMK Teuku Umar Semarang dapat mengadopsi model pembelajaran kooperatif tipe investigasi kelompok dengan 6 (enam) tahap pembelajaran yaitu (1) mengidentifikasikan topik dan mengatur para siswa dalam kelompok, (2) merencanakan tugas yang akan dipelajari, (3) melaksanakan investigasi, (4) menyiapkan laporan akhir, (5) mempresentasikan laporan akhir, dan (6)  evaluasi pencapaian. Efektivitas program pelajaran PPKn terhadap sikap perilaku atau karakter bagi para siswa di SMK Teuku Umar Semaranag adalah sebesar 72,63% yang termasuk dalam kategori baik. Faktor-faktor yang merupakan kendala dalam penelitian ini adalah dari para siswa, guru, dan alokasi waktu pelajaran sangat terbatas. Menanamkan nilai kegotongroyongan sebagai implementasi PPK pada pelajaran PPKn sebaiknya tidak hanya dilaksanakan pada waktu pelajaran disekolah saja, melainkan harus melibatkan peran lingkungan keluarga, lingkungan pendidikan di luar sekolah, dan lingkungan masyarakat.Kata kunci :  implementasi, pembelajaran, penguatan pendidikan karakterABSTRACTLearning the value of mutual cooperation as an implementation of PPK has succeeded in teaching effectively, meaning that students can apply everyday life and the learning outcomes can provide examples of life in society, nation and state. The golden generation of 2045 is called the millennial generation trying to develop a positive attitude based on the Intelligence Emotional Spiritual Quotient so that future generations have a mentality that is ready to compete with other developed countries. This research method was carried out using applied methods with a descriptive quantitative approach. This research can be classified as basic research. Based on the level of naturalness (natural setting) this research method is in the applied research group, namely research that aims to solve practical life problems. Based on the results of the research and discussion of the research, it can be concluded that the PPKn lesson model at Teuku Umar Vocational High School Semarang can adopt a group investigation type cooperative learning model with 6 learning stages (syntax), namely (1) identifying topics and organizing students in groups, (2) planning tasks that will be studied, (3) carry out investigations, (4) prepare final reports, (5) present final reports, and (6) evaluate achievements. The effectiveness of the PPKn lesson program on behavior or character for students at Teuku Umar Semaranag Vocational School is 72.63% which is included in the good category. The factors that were obstacles in this study were the students, teachers, and the time allocation for lessons was very limited. Instilling the value of mutual cooperation as the implementation of PPK in Civics lessons should not only be carried out during class time, but must also involve the role of the family environment, the educational environment outside of school, and the community environment.Keywords : implementation, learning, strengthening character educatio

    CUSTOMER VALUE, BEHAVIOR AND SATISFACTION: IMPACT OF THE COVID-19 PANDEMIC MATARAMAN VILLAGE CASE STUDY, PANGGUNGHARJO VILLAGE SOCIAL LAB YOGYAKARTA NAHDLATUL ULAMA UNIVERSITY

    No full text
     Abstract This study aims to determine customer value, behaviour and satisfaction due to the impact of the Covid-19 pandemic, as well as the effect of customer value, behaviour and satisfaction on customer decisions. shopping at the Kampung Mataraman restaurant. The research method used is descriptive quantitative, with a sample of 103 respondents using simple random sampling, interview data collection and distribution of questionnaires. Findings: First , on the variable Customer value  on the purchase decision  has no partial positive effect on purchase decisions during the covid 19 pandemic. Second, the customer behaviour influence variable on purchasing decisions has a positive effect on purchasing decisions during the covid 19 pandemic. Third,  the customer satisfaction variable on purchase decisions positive effect on purchase decisions during the Covid-19 pandemic. Fourth, the influence of X1, X2 and X3 simultaneously on purchase has a strong influence on the variable Customer Value , Customer Behaviour and Customer Satisfaction simultaneously on purchase. For the customer behaviour variable it has a positive effect on purchase decisions during the Covid-19 pandemic at Kampung Mataraman restaurant based on research results, this factor is a factor that continues to be taken into account and maintained because consumers always pay attention to values as a reference in making purchasing.Social, personal and psychological factors, these three factors must continue to be the concern of marketers in the age of the digital market and the changes in consumer behaviour that are so dynamic must continue to be of concern to marketers Key word : Customer Value, Behaviour, Satification, Covid 19, Mataraman Villag

    EFEKTIVITAS PESTISIDA ORGANIK EKSTRAK KULIT JERUK NIPIS TERHADAP KEMATIAN JANGKRIK

    Get PDF
    Pestisida organik adalah pestisida yang bahan dasarnya berasal dari tumbuhan yang bersifat mudah terurai di alam. Salah satu tumbuhan yang dapat dijadikan bahan baku pembuatan pestisida organik adalah kulit jeruk nipis. Kulit jeruk dapat berpotensi menjadi repellent karena mengandung minyak atsiri dengan komponen limonene, mirsen, linalool, oktanal, decanal, sitronelol, neral, geraniol, valensen dan sinensial. Linalool, sitronelol dan geraniol termasuk senyawa yang bersifat repellent terhadap serangga (arthropoda).  Pengunaan bahan alami dari ekstrak kulit jeruk diharapkan lebih aman jika dibandingkan dengan bahan kimia Dichloro Diphenyl Trichloroethane (DDT). Proses pembuatan pestisida organik dilakukan dengan ekstraksi maserasi menggunakan ethanol sebagai pelarut. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel terhadap hasil pengujian pestisida organic terhadap jangkrik. Hasil penelitian menunjukkan pada konsentrasi pestisida organic 5% didapatkan prosentase kematian jangkrik 72%, pada konsentrasi 15% didapatkan prosen kematian jangkrik 80%, dan pada konsentrasi 25% didapatkan prosen kematian jangkrik 88%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pengaruh terhadap perbedaan konsentrasi pestisida organic terhadap kematian jangkrik. Kata kunci: jeruk nipis, maserasi, pestisida organik AbstractOrganic pesticides are pesticides whose basic ingredients come from plants that are easily biodegradable in nature. One of the plants that can be used as raw material for making organic pesticides is lime peel. Orange peel can potentially be a repellent because it contains essential oils with components of limonene, mirsen, linalool, octanal, decanal, citronellol, neral, geraniol, valensen and sinensial. Linalool, citronellol and geraniol are compounds that are repellent to insects (arthropoda). The use of natural ingredients from orange peel extract is expected to be safer when compared to the chemical Dichloro Diphenyl Trichloroethane (DDT). The process of making organic pesticides is done by maceration extraction using ethanol as a solvent. This study aims to determine the effect of variables on the results of testing organic pesticides on crickets. The results showed that at 5% organic pesticide concentration, 72% of crickets died, at 15%, 80% of crickets died, and at 25%, 88% of crickets died. The results showed that there was an effect on differences in the concentration of organic pesticides on the mortality of crickets.. Keywords: lime, maceration, organic pesticid

    KINETIKA PENGERINGAN LAPIS TIPIS PUREE LABU KUNING (Cucurbita moschata)

    Get PDF
    Pengolahan daging buah labu kuning menjadi tepung melalui proses pengeringan dapat meningkatkan umur simpan produk, mempermudah penggunaan dan pengolahannya menjadi berbagai produk lanjutan, mempermudah proses penyimpanan serta dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh suhu pada proses pengeringan daging buah labu kuning serta memvalidasi model kinetika lapis tipis Lewis, Henderson Pabis, Page, Midili dan Two Term menggunakan data eksperimen pengeringan daging buah labu kuning. Proses pengeringan dilakukan menggunakan pengering tipe rak pada suhu 60-70 . Hasil penelitian menunjukkan jika proses pengeringan pada suhu 70  selama 165 menit merupakan kondisi proses pengeringan yang dianggap relatif baik karena mampu menghasilkan produk dengan nilai moisture ratio yang rendah yakni 0,04. Berdasarkan nilai RSS-nya, model kinetika pengeringan Midili merupakan model kinetika pengeringan lapis tipis yang memiliki kesesuaian tertinggi dengan data eksperimen proses pengeringan puree labu dibandingkan model kinetika lapis tipis  Lewis, Henderson Pabis, Page, dan Two Term. Nilai konstanta kinetika pengeringan puree labu kuning adalah 9.10-8- 2,4.10-71/menit untuk proses pada suhu 60-70 .Kata kunci: labu kuning, model kinetika, Midili, lapis tipi

    Simulasi dan Eksperimen Pengaruh Variasi Tekanan Injeksi Bahan Bakar Diesel Liquid pada Mesin Induk Kapal Terhadap Karakteristik Semprotan Injektor

    No full text
    Mesin diesel banyak digunakan pada dunia industri dan transportasi karena kehandalannya. Di dunia transportasi laut mesin diesel digunakan sebagai mesin induk kapal yang berfungsi untuk menggerakkan kapal. Salah satu komponen yang penting pada mesin diesel adalah injektor yang bertugas untuk menyemprotkan bahan bakar ke ruang bakar. Apabila terjadi masalah pada injektor maka akan berpengaruh pada proses pembakaran sehingga dapat menurunkan kinerja mesin induk kapal. Parameter pada penelitian ini adalah diameter nosel sebesar 0,2 mm. Variasi tekanan input yang digunakan adalah 290, 310, 330 bar. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh parameter tekanan injektor yang optimum. Data yang diperoleh adalah sudut semprotan, panjang semprotan dan waktu semprotan. Penelitian ini menggunakan metode simulasi dan eksperimen. Simulasi menggunakan software CFD komersial sedangkan eksperimen dengan menguji injektor menggunakan injektor tester. Hasil pengujian variasi tekanan injektor 290, 310 dan 330 bar diperoleh data-data sudut semprotan masing-masing sebesar 13o, 14o, 15o. Panjang semprotan semuanya sama 100 mm tetapi waktu yang diperlukan untuk menyentuh dinding berbeda-beda, masing-masing 0,00199; 0,00197; 0,00195 sekon. Parameter optimum pada penelitian ini adalah tekanan input injektor 330 bar menghasilkan sudut semprotan 15o, Panjang semprotan 100 mm dengan waktu tercepat yaitu 0,00195 sekon

    Sifat Fisik Papan Komposit Limbah Sekam Padi Berperekat Poliyester dengan Surface Metode

    Get PDF
    Beras merupakanbahan pokok dalam kehidupan sehari-hari.Proses pengolahan padi menjadi beras menyisahkan limbah berupa partikel sekam padi. Partikel sekam padi inilah yang bisa digunakan sebagai bahan baku material papan komposite, mengingat kebutuhan akan material papan semakin meningkat dan limbah sekam padi yang tidak di olah oleh masyarakat sehingga hanya menjadi sampah yang tidak bernilai ekonomi maka penelitian ini dilakukan untuk menjawab beberapa persoalan tersebut.Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh lapisan epoxy terhadap sifat fisik dari material papan komposit berbahan baku sekam padi. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan melakukan pengujian secara eksperimen di laboratorium, penelitian ini dilakukan denganmemvariasikan fraksi volume partikel sekam padi 30 %, 40 %, 50 %, dan fraksi volume matriks resin polyester 60 %, 50 %, 40 % kemudian dilakukan surface treatment menggunakan EPOXI. Dari hasil penelitian yang dilakukan didapat nilai rata-rata kerapatan teringgi pada fraksi volume partikel sekam padi 30% dan resin Polyester 60% dengan nilai 1.613 g/cm3 dan nilai terendah terdapat pada fraksi volume partikel sekam padi 50% dan resin polyester 40% dengan nilai 1.49 g/cm3 dengan standar SNI 03-2015-2006 yang disyaratkan 0,4 s/d 0.9 g/cm3. Dan nilai rata-rata kadar air terdapat pada fraksi volume partikel sekam padi 50% dan 40% resin dengan nilai kadar air 14% dengan standar SNI 03-2015-2006 yang disyaratkan < 14%. Dan pada Pengembangan Tebal fraksi volume partikel sekam padi 50% dan 40% resin nilai yang diperoleh 5.6% dengan standar SNI 03-2015-2006 yang disyaratkan < 12%, dari hasil yang di dapatkan tersebut menunjukkan bahwa metode pelapisan pada permukaan menggunakan EPOXI memberikan pengaruh terhadap sifat fisik material papan composite. Dengan demikian limbah sekam padi yang sebelumnya terbengkalai dan menimbulkan persoalan sampah dapat digunakan sebagai bahan baku material papan composit

    RESPON PERTUMBUHAN TERONG UNGU (Solanum melongena) AKIBAT PEMBERIAN RESIDU PUPUK HAYATI (Pseudomonas fluorescenc)

    No full text
    Tujuan penelitian ini menguji residu aplikasi pupuk hayati pelarut fosfat kaitannya untuk mendukung hasil panen tanaman terong ungu. Rancangan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor dengan 4 perlakuan yang diulang sebanyak  6 kali. Perlakuannya sebagai berikut : P0: kontrol, P1: residu dosis pupuk hayati 100 mL, P2: residu dosis pupuk hayati 150 mL dan P3: residu dosis pupuk hayati 200 mL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman terong ungu di lahan residu pupuk hayati pelarut fosfat Pseudomonas fluorescenc menunjukkan pertumbuhan yang baik. Perlakuan terbaik terdapat pada residu dosis pupuk hayati 200 ml.tanaman-1 umur 21 HST yang menunjukkan tinggi tanaman, jumlah daun dan luas daun masing-masing sebesar 28.55 cm, 20.17 helai dan 280.52 cm2. Bobot kering total tanaman pada umur 28 HST tertinggi pada perlakuan 200 ml.tanaman-

    DISPARITIES CSR IMPLEMENTATION IN DEVELOPING COUNTRIES: CSR PRACTICES IN STATE-OWNED COMPANIES AT THE INDONESIAN STOCK EXCHANGE

    Get PDF
    Corporations have yet to maximally realize their social responsibility in Indonesia. This study seeks to understand companies' reporting of their corporate social responsibility (CSR) programs, as well as investigate the optimal forms and strategies for CRS. Primary and secondary data were collected; the former through interviews with ten corporate actors (CEOs and CSR directors), and the latter through a reading of corporations' annual reports for 2019. Analysis shows that an economic rationale, oriented towards calculating the costs and benefits of programs, is one major reason for CSR falling short of its potential. Further exacerbating the issue, lax government regulations have given corporations significant space in interpreting the best practices. To ensure optimal CSR implementation, an integrated support system may be used, one capable of pressuring corporations through the threat of litigation. Such an integrated support system model would enable government development programs to be integrated with CSR, and to be realized synergistically and sustainably. This article is limited to the perspectives of external stakeholders (governmental, non-governmental, and community actors), and thus further research is necessary to uncover internal perspectives and achieve a more comprehensive understanding

    2,412

    full texts

    4,995

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Publikasi Ilmiah Unwahas (Universitas Wahid Hasyim)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇